HIYORIN P.O.V

Aku lari pagi bersama Ranmaru karena kebetulan kami bertemu di tengah jalan.

"Ranmaru, kau sedang apa tadi di depan panggung Rock Festival ?" Tanyaku.

"Oh, tidak ada, aku hanya kebetulan lewat situ." Jawab Ranmaru.

"Aku dengar kau juga suka dengan Musik Rock, apa itu alasanmu ada di depan panggung ?" Tanyaku lagi.

"*sigh* bisa jaga rahasia ?" Tanya Ranmaru tiba-tiba.

Aku mengangguk.

Ranmaru menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. "Sebenarya, saat aku berada di depan panggung, tiba-tiba aku dapat panggilan dari teman lama, mereka ingin aku tampil dengan mereka lagi, sebagai reuni." Jelas Ranmaru.

"Kau menolaknya ?" Tanyaku.

"Ya, aku akan berhenti dari kehidupan Rock dan melanjutkan kehidupan Idolku." Jawab Ranmaru.

"Kenapa kau melakukan itu ?" Tanyaku.

"Ada beberapa alasan aku tidak ingin menjawab pertanyaanmu." Jawab Ranmaru.

"Tidak peru dipaksakan." Ucapku sambil melanjutkan fokus ke jalan.

Setelah jogging, aku menemui STARISH. Mereka sedang berkumpul, ada Haruka dan Tomochika juga.

"Ada apa ?" Tanyaku kepada mereka.

"Akhirnya, senpai yang kita tunggu datang juga." Kata Syo yang mungkin menggunakan nada ejekan.

"Woah, sepertinya aku sangat dibutuhkan." Kataku. "Ada apa ? kalian tidak bersemangat hari ini ?" Tanyaku.

"Kurosaki-senpai berhenti dari Rock." Jawab Haruka.

"Lalu ?" Tanyaku seolah tidak peduli.

"Tunggu, kau tidak panik ?" Tanya Otoya.

"Untuk apa ? aku sudah tau kok." Jawabku.

"Kau tau darimana ?" Tanya Masato.

"Beberapa saat yang lalu." Jawabku.

"Kudengar, Ranmaru senpai personil band rock sebelum ia bergabung dengan Agensi Shining." Ucap Otoya.

"Ya, dia menjadi bassis." Tambah Masato disusul Ren. "Dia masih bermain diruangannya, loh."

"Keren..." Puji Natsuki seperti biasanya.

"Tapi, kenapa mendadak berhenti ?" Tanya Tokiya.

Beberapa saat kemudia hening karena semuanya sedang berpikir.

"Apa begitu mudahnya menyerah pada sesuatu yang disuka ?" Tanya Cecil polos. "Bukankah itu seperti Syo yang menyerah dengan 'kejantannya ?'" Tambah Cecil.

Semua orang berpikir lagi.

"Mustahil."

"Mustahil banget."

"Jelas mustahil."

"Memang mustahil."

"Jelas Mustahil, ya."

"Mustahil pastinya."

"Aku tak senang soal ini." Ucap Syo yang langsung murung.

"Tapi, itulah yang menarik darimu." Hibur Natsuki sambil menunjukkan senyuman khasnya.

"Ya, itu pasti sangat sulit menyerah dengan hal yang disukainya." Ucap Tomochika.

"Sou desune." Ucap Tokiya.

"Maru-chan senpai sangat sangaaat suka Rock, ya." Ucap Natsuki.

"Tenang saja. Aku tetap akan mendengarkan nyanyian Ranmaru senpai." Hibur Syo untuk Haruka yang sedang kesulitan dari awal.

Haruka mengangguk senang. Aku terdiam sementara. "Aku tak tau soal itu tapi, kerjakan saja lagunya daripada lagunya gak ada." Kataku cuek sambil meninggalkan mereka.

Malam pun tiba. Aku sedang berjalan menuju kamar Ranmaru bersama Ren dan Masato. Aku pergi ke kamarnya karena aku ingin menyerahkan lagu untuk Ranmaru.

"Neko-chan, semenjak pembukaan Shining Tower, kenapa kau selalu menjaga jarak kepada kami ?" Tanya Ren yang sepertinya mengetahuinya.

"A, aku punya alasan kenapa aku melakukan ini." Jawabku.

"Sepertinya masalah pribadi." Tebak Masato.

"Kalian diam saja..." Kataku sambil melototi mereka.

Mereka berdua langsung terdiam. Sesampainya di kamar mereka, Ren dan Masato terkejut.

"Bass Kurosaki-san tidak ada !" Seru Masato.

Kami bertiga langsung melihat ke arah Ranmaru yang sedang tiduran di sofa sambil membaca majalah.

"Ada apa ini, Ran-chan ?" Tanya Ren.

"Apa kau benar-benar berhenti jadi rocker ?" Tanya Masato.

Ranmaru tetap saja menatap majalahnya itu. "Berisik. Tidurlah."

Aku hanya diam. Ren dan Masato menurut. Aku langsung menedakati Ranmaru.

"Apa yang kau inginkan ?" Tanya Ranmaru.

"Kau tak boleh menolak lagu yang satu ini, kau harus menyanyikannya ! mau, tak mau." Ucapku sambil menyerahkan lagunya lalu keluar dari ruangan.

Keesokan harinya, aku melatih QUARTET NIGHT di ruangannya.

"Ya, waktunya istirahat. Kerja bagus." Aku memberikan mereka minuman dingin dan handuk.

"Senangnya kalau Senpai-chan yang melatih kami hari ini. Pelajaran tari hari ini sangat melelahkan." Kata Reiji sambil mengelus kepalaku.

"Aku bukan anak-anak, Reiji." Ucapku sambil memberinya tatapan tajam

"Men gomen go~" Kata Reiji sambil mengedipkan mata kanannya.

Tiba-tiba musik berbunyi. Aku langsung melihat ke arah Ranmaru yang benar-benar serius latihan.

"Wah, Ran-ran sepertinya sedang sangat serius latihan~" Kata Reiji.

"Gerakannya, 1.25 kali lebih tajam dari biasanya. Bukannya itu berita bagus." Ujar Ai.

"Apa dia belajar menyukai QUARTET NIGHT ?" Tanya Reiji.

"Imajinasi yang tidak berguna." Ucap Camus seperti biasanya. Mengejek dengan nada dinginnya.

"Myu-chan, kau begitu nusuk." Ucap Reiji yang mungkin tersinggung.

"Mungkin lebih dari imajinasi." Ucapku.

Reji langsung melihat ke arahku. "Apa ?"

"Ranmaru bilang, ia menyerah menjadi rocker untuk fokus pada QUARTET NIGHT." Jelasku.

"Menyerah ?" Tanya Reiji tidak percaya.

Aku hanya terdiam melihat Ranmaru yang benar-benar fokus latihan.

'Jadi dia benar-benar selesai dengan Rock...' Batinku.

Setelah latihan, aku langsung kembali ke ruanganku. Aku melihat Haruka sedang bekerja keras dengan lagunya.

"Anu... kenapa Tsukiyama-sensei cepat sekali menulis lagunya ?" Tanya Haruka.

"Aku tidak menyadari jika aku cepat selesai tapi, aku tak suka menumpuk pekerjaan." Jawabku.

"Apa membuat lagu tema karakter itu mudah ?" Tanya Haruka.

"Tentu saja sulit, membuat lagu tema karakter harus mengenal karakter tersebut. Ini bukan lagu sembarangan Haruka. Lagu ini mewakili setiap karakter yang tersangkut di dalam lagunya." Jelasku.

"Tsukiyama-sensei sudah mengenal seluruh anggota ya ?" Tanya Haruka.

"Tentu saja, sebagai Senpai kalian, aku harus megetahui tentang kalian semua, apapun itu." Jawabku.

"Oh, begitu ya ? Tsukiyama-sensei pasti sudah mulai dekat dengan mereka, makanya itu Tsukiyama-sensei bersikap baik kan ?" Tanya Haruka.

"Mungkin." Jawabku.

Keesokan paginya, aku bertemu dengan Ranmaru saat jogging.

"Tsukiyama, kenapa kau awal sekali saat jogging ?" Tanya Ranmaru.

"Bukannya kau sendiri juga awal sekali untuk jogging, aku ada urusan setelah ini." Jawabku.

Ranmaru hanya diam. Kami langsung jogging bersama dan berhenti di taman. Aku langsung duduk di kursi taman.

RANMARU P.O.V

'Dia terlihat capek sekali. Apa aku berikan minumanku saja ? Tidak mungkin, minuman ini sudah bekasku.'

"Ini untukmu." Aku memberikan minumanku.

"Apa kau yakin ?" Tanya Tsukiyama.

"Ya, minum saja daripada kau dehidrasi." Jawabku.

Dia langsung meminumnya.

'Artinya kami sudah berciuman tidak langsung.' Batinku.

Tsukiyama langsung memberikan minumannya kembali.

"Terimakasih atas minumannya dan artinya kita sudah berciuman tidak langsung." Ucap Tsukiyama yang menyadarinya juga.

Hening beberapa saat. Aku langsung melihat ke arah langit. Matahari sudah mulai terbit.

"Matahari sudah mulai terbit lebih baik aku segera kembali." Kata Tsukiyama yang masih melihat langit.

"Oh, selagi kau masih disini, aku sudah membuat liriknya," Ujarku. "Dan kenapa kau memaksaku bernyanyi lagu Rock ?" Tanyaku.

"Tidak peduli kau Idol atau penyanyi Rock, kau masih bisa menggabung keduanya jadi, jangan pernah berhenti menyukai apa yang kau gemari." Jawab Tsukiyama.

Aku hanya terdiam tidak tau harus apa. Aku langsung melihat langit.

'Apa benar yang dikatakannya ?'

Aku melihat Tsukiyama lagi dan dia...

"Zzzz... Zzzz..."

'Dia tidur...'

Aku langsung menggendongnya dan membawanya pulang ke Asrama Agensi.

HIYORIN. P.O.V

Setiap malam, aku selalu mengecek Ranmaru yang selalu berlatih setiap malam. Aku membiarkannya jika dia memang mau menjadi QUARTET NIGHT. Anggota QUARTET NIGHT dan Teman sekamar Ranmaru selalu melapor setiap gerak-gerik Ranmaru. Kalau menurutku, dia terlalu memaksakkan dirinya.

"Ran-chan tampaknya serius tentang ini." Ucap Ren yang membuat seluruh ruangan bertanya.

"Apa ?"

"Benar ?" Tanya Tomochika.

"Maksudmu..." Perkataan Syo langsung dipotong oleh Masato. "Ya, dia serius berhenti menjadi rocker." Ucap Masato.

"Dia sudah menggunakan banyak energi dalam pelajaran tari dan stamina latihan." Jelas Ren yang membuat seluruh mata menuju Ren.

"Itu membuatku kawathir karena dia memaksakan diri. Walaupun dia bear-benar serius soal berhenti menjadi Rocker, bukan berarti dia harus memeras seluruh tenaganya." Tambahku.

Tokiya, Otoya, dan Cecil langsung bergabung ke ruangan.

"Kami juga melihatnya."

"Cecil-kun, Otoya-kun, Tokiya-kun." Panggil Natsuki.

"Apa yang kau lihat ?" Tanya Syo.

"Ranmaru senpai belajar menari di tengah malam." Jawab Otoya.

"Tak ada yang aneh kalau dia berlatih. Jika terjadi sesuatu, itu apa yang harus dilakukan sebagai prefesional." Tambah Tokiya. "Tapi..."

"Tapi ?" Tanya Masato.

Sekarang Cecil membuka mulut. "Dia terlihat sedang mencoba melupakan sesuatu."

Haruka tersentak sedikit.

"Dia berlatih keras demi melupakan Rock ?" Ucap Tomochika tidak percaya.

"Ya..." Jawab Cecil sambing mengangguk kecil.

Syo dan Natsuki saling bertatapan sebentar.

"Dia membuang bassnya dan tak pernah disentuhnya lagi." Jelas Ren.

"Dulu, dia memainkannya setiap hari." Ucap Masato yang sepertinya sangat menghawathirkan Ranmaru.

"Aku kawathir." Ucap Tomochika yang ikut kawathir.

Aku langsung bangkit dari kursiku.

"Mau kemana ?" Tanya Syo.

Aku menatap Syo sebentar. "Aku ada urusan yang harus kuurus."

Aku menelpon Aika.

'Moshi-moshi~'

"Hei bodoh, aku ada masalah dengan Ranmaru disini."

'Aku tidak suka jika kau memanggilku bodoh, Yorin.'

"Anggap saja, memang aku tidak peduli nak."

'Hm ! apa masalah Maru-kun ?'

"Dia berusaha melupakan kalau dia adalah seorang Rocker."


Suara drum menggema di panggung. Aku bermain bass di atas panggung bersama personel bandku.

"Kuharap kita bisa tampil disini."

"Kita akan memenuhi tempat ini dengan penggemar kita."

"Ya, suatu saat. Suatu saat pasti !" Ucapku.

Lama-kelamaan, temanku menghilang. Aku takut. Aku tidak tau apa yang terjadi. Semuanya terjadi begitu saja.

"Kenapa ? kenapa ?"

"Ranmaru..."

"Kenapa ?"

"Ranmaru !"

"Kenapa ?"

"KUROSAKI RANMARU !"


Ranmaru terbangun dengan terkejut dan langsung menarik tanganku secara mendadak. Aku terkejut saat dia menarik pergelangan tanganku.

"Kenapa kau..."

Aku langsung memotong perkataan Ranmaru. " Aku melihatmu mengingau disini jadi, aku, aku..."

Ranmaru melihat pergelangan tanganku. "Gomen...". Dia langsung melepaskan pergelangan tanganku.

"Apa kau tak apa ? Kau terlihat kurang sehat." Tanyaku.

"Tak apa." Jawab Ranmaru.

"Ranmaru, kupikir kau terlalu memaksakan dirimu." Ucapku.

"Tidak." Ucap Ranmaru sedikit keras.

"Aku..."

"Apa ?" Tanya Ranmaru.

"Apa kau benar tak mau tampil di Festival Rock besok ?" Tanyaku.

"Kubilang aku ada kerja." Jawab Ranmaru yang langsung bangkit dan berlalu.

"Bahkan jika kau tak bermain, kau masih bisa melihatnya sebentar jika kau cepat menyelesaikan pekerjaanmu." Seruku.

"Aku tak akan pergi. Sudah kubilang." Ucap Ranmaru.

"Apa kau benar tak mau pergi ?" Tanyaku sambil berbalik ke arahnya.

Ranmaru langsung menatapku tajam. Entah mengapa aku langsung terdiam dalam sekejap. Ini baru pertama kalinya aku bisa diam mematung gara-gara tatapan tajam dari seseorang.

"Sumimasen... jika aku terlalu lancang." Ucapku yang mengecilkan nada suaraku. Saat aku ingin bicara lagi, Ranmaru memotongku.

"Aku tak bisa memaafkan diriku !" Serunya.

Seketika aku terdiam.

"Apa kau tidak ingat waktu di tempo hari aku memberitahumu ?" Tanya Ranmaru.

Aku mengangguk.

"Aku ingin pergi. Aku ada pekerjaan tapi, aku ingin tampil di panggung Festival !" Seru Ranmaru.

"Kalau begitu-"

"Tapi itu masih kurang !" Teriak Ranmaru yang membuatku terkejut. "Sekarang aku masuk Triple S, aku punya banyak pekerjaan di QUARTET NIGHT. Ini adalah panggung tempatku sekarang." Jelas Ranmaru yang sepertinya kembali tenang.

Dia langsung berjalan menjauh. Aku secepat mungkin menyusulnya.

"Dulu, aku tak mengerti. Ketika band ini bubar, aku tak mengerti kenapa itu selalu terjadi. Aku hanya frustasi. Tapi ayahku mengajakku untuk bergabung dengan agensi, dan aku menjadi bagian dari QUARTET NIGHT."

"Sejak bertemu kalian... aku akhirnya mengerti apa yang tak bekerja. Jadi, aku tak mau membuat kesalahan sekarang. Aku tak bisa kehilangan tempatku sekarang." Jelas Ranmaru yang langsung berhenti di tengah jalan.

Dia langsung melihatku dengan tatapan seperti biasanya.

"Untuk menjadi seorang Idol, aku meninggalkan Rock dan masa laluku." Ucap Ranmaru serius.

Aku hanya terdiam. Akhir-akhir ini aku merasa ada yang aneh. Semakin lama, seperti ada yang sudah mulai kulupakan.

RANMARU P.O.V

Beberapa haripun berlalu. Aku sedang pergi ke ruangan untuk foto shot.

"Baiklah, ayo kita semangat hari ini untuk pekerjaan ini !" Seru Reiji yang memang tidak bisa diam.

Aku dan lainnya hanya terdiam.

"Kenapa kalian sangat lemas ? Ayo semangat !" Seru Reiji lagi.

"Diam."

"Tolong diam."

"Berisik tau !"

Kami langsung berjalan melewati Reiji begitu saja. Kami tidak melakukan apa-apa.

Tiba-tiba...

"KOTOBUKI-SENPAI ! KUROSAKI-SENPAI ! MIKAZE-SENPAI ! CAMUS-SENPAI !" Panggil seseorang dari kejauhan.

Kami semua langsung melihat asal suara tersebut dan ternyata berasal dari Haruka.

"Tidak peduli jika kau suka Rock atau tidak, tapi kau masih bisa menggabung keduanya menjadi satu !" Seru Haruka sambil menyerahkan lagunya.

Aku langsung mengambilnya dan masuk ke ruangan untuk photo shot. Temanya adalah berfoto dengan alat musik. Yang lain sudah tinggal aku. Dan aku bersama bass,

"Ada apa ?" Tanya sang fotografer.

"Ah, tidak apa." Jawabku yang masih memandangi bass hitam tersebut.

'Tapi kau masih bisa menggabung keduanya menjadi satu !'

Aku langsung melihat lagu yang diberkan dari anak itu. Aku langsung mengambil bassnya lalu kumainkan seperti diriku yang sebenarnya. Setelah photo shot, aku menemui anak itu sedang menungguku.

"Ayo kita pergi ke rock festival !" Ajakku sambil menarik tangan anak ini.

Kami pun berlari dari tempat kerja ini menuju panggung Rock Festival. Disana sudah ada Tsukiyama.

"Kenapa lama banget sih ?" Tanya Tsukiyama.

Aku langsung mendekati anak itu dan menepuk kepalanya. "Diam dan dengarkan." Jawabku.

HIYORIN P.O.V

Dia hanya menepuk kepalaku dengan pelan lalu pergi ke atas panggung. Aku dan Haruka hanya terdiam untuk sesaat. Lampu panggung dinyalakan, musik pun berbunyi, dan Ranmaru bernyanyi lagu Rock.

"Akhirnya, dia kembali ke dunia lamanya juga..." Ujarku.

Semaki lama, semakin banyak orang yang menonton. Tomochika dan STARISH juga datang menonton. Kami semua menonton Ranmaru yang bernyanyi Rock di panggung tepat saat Festival Musik Rock.

Beberapa jam setelah itu, aku dan lainnya pulang yang bedanya adalah aku ke beranda dekat danau.

"(Try 1 – one -) Maenarae no joushiki wa GO TO HELL (Try 2 – two - ) Kuuru ka dou ka de monogoto wa kimero (Try 3 – three - ) Ato 3 (san) MEMORY LEVEL agenee ka? Temee no ikizama wa temee ga kimero yo..."

Tiba-tiba aku mendengar ada yang bernyanyi. Aku langsung cepat-cepat mendekati Beranda dan melihat Ranmaru sedang bernyanyi.

"Ini lagu yang kubuat... lirik yang dibuat oleh Ranmaru lumayan bagus karena cocok dengan tempo dan ritme lagunya." Ucapku dengan nada kecil.

Setelah bernyanyi, aku dengan pelan-pelan mendekatinya untuk mengejutkannya tapi...

"Kau pikir kau mau apa ?" Tanya Ranmaru yang menyadari keberadaanku sambil mencubit pipiku.

"Akuh hayah ingin mengejutkanmuh..." Jawabku.

Dia lansung melepas cubitannya. Aku hanya mengelus kedua pipiku yang kesakitan.

"Itu akibatnya jika kau mencari masalah denganku." Kata Ranmaru.

"Baiklah, aku takkan melakukannya lagi !" Kataku.

"Menurutmu lagu yang tadi bagus ?" Tanya Ranmaru tiba-tiba.

"Huh ?"

"Aku sudah tau kalau kau melihatku bernyanyi, jadi menurutmu lagu yang tadi bagus ?" Tanya Ranmaru lagi.

"Lumayan sih, tenponya dan ritmenya pas, dan cara kau menyanyikannya juga lumayan bagus." Jawabku.

Dia langsung menepuk kepalaku lagi, seperti yang ia lakukan sebelumnya.

"Kurasa kau tidak buruk juga Tsukiyama-senpai." Kata Ranmaru yang membuatku shok.

"Maksudnya ?" Tanyaku.

"Kurasa aku akan menerimamu tapi, Cuma sekali saja aku memanggilmu senpai karena aku lebih tua daripada kau." Jawab Ranmaru.

"Baiklah, aku juga takkan memaksamu memanggilku dengan kata senpai." Ucapku santai.

'Ai sudah, Camus sudah, dan Ranmaru sudah berarti tinggal Reiji...' Batinku.