"ya, semuanya.. saya akan memberikan tugas kelompok pada kalian untuk tugas besok. Satu kelompok terdiri dari dua orang." Pria paruh baya itu melirik anak muridnya yang masih diam menunggunya melanjutkan pembicaraannya. "Taehyung dengan Jimin," yang disebut hanya saling merangkul.

"semoga aku satu kelompok denganmu, Oh Sehun." Ucap Kai yang sedang bertopang dagu sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sehun yang kini sedang menatap lurus ke arah sang guru. Sehun melirik sebentar dan kembali menatap guru di depan.

"jangan berharap." Balas Sehun datar.

"lalu selanjutnya, Jongin dan Sehun." Guru di depan melanjutkan. Kai melirik Sehun dengan menyeringaikan bibirnya. Sehun sendiri hanya berdecak.

Pria yang sudah berkepala empat itu segera menyelesaikan membagi kelompok muridnya. "baiklah, semuanya, tugas dikumpulkan besok. Sampai berjumpa besok." Ia pun segera pergi dari ruang kelas itu. Tidak lama kemudian bel pulang pun berdering.

Kai membereskan barang-barang yang ada di atas mejanya dan memasukkannya ke dalam tas ransel berwarna hitamnya. Ia melirik Sehun yang dengan santai memasukkan buku-bukunya ke dalam tasnya, kemudian ia beralih pada wajah Sehun. Kalau dilihat lebih teliti ternyata Sehun tampan juga. Pikir Kai. Ia pun menjilat bibirnya. Sekarang otaknya sedang membayangkan kalau ia sedang berada di bawah Sehun. Dasar.

*skip*

"kita kerja kelompok di rumahmu saja, Sehun." Usul Kai riang. Langkahnya diiringi lompatan-lompatan kecil. Ia pun mempercepat langkah hingga berada di depan Sehun dan membalikkan badannya. Ia berjalan mundur. "aku ingin ke rumahmu, Sehun. Oke? Nanti aku akan memperlihatkanmu sesuatu." Kai mengedipkan mata. Sehun yang mengerti apa yang Kai maksud hanya menghela nafas.

"aku tidak mau. Di rumahmu saja."

"wae? Apa ada sesuatu di rumahmu?" kai tetap berjalan mundur tanpa menyadari di belakangnya ada pijakan yang lebih tinggi. Malah pada akhirnya ia terjatuh. Dengan sigap Sehun menangkap tubuh Kai agar Kai tidak terjatuh.

Kai menatap Sehun lekat, begitu juga dengan Sehun. Kai mulai menghilangkan jarak wajah mereka sampai tinggal tersisa kurang dari tiga sentimeter Sehun malah melepaskan Kai dan berakhir Kai yang terjatuh dengan punggung yang terasa sakit.

"aw~" Kai mendudukkan dirinya sambil mengusap-usap punggung bagian bawahnya bermaksud menghilangkan rasa nyeri. Ia menatap Sehun kesal. Yang di tatap hanya menatapnya datar. "yak! Kenapa kau melepaskan pelukanmu?" pelukan. Kai menganggap Sehun memeluknya.

"aku tidak memelukmu."

"ah, sudahlah. Jja, kita harus cepat ke rumahku." Kai pun beranjak dan segera menarik tangan Sehun menuju rumahnya yang sedikit lagi sampai.

*skip*

"Kim Jongin! Kau harus membantuku mencari artikelnya! Jangan hanya menatapku, bodoh." Bentak Sehun. Ia sudah kesal karena sudah tiga jam ini artikel yang menjadi bahan tugasnya yang ia cari di internet belum ketemu. Dan dalam tiga jam penuh ini hanya dirinya yang mencari. Sehun butuh istirahat!

"aku akan membantumu kalau kau juga mau membantuku." Ujar Kai santai. Ia memakan snack yang ada di pelukannya.

"membantu apa?" tanya Sehun cuek. Tidak tahu saja dia apa yang ada dipikiran Kai.

"membantu menyelesaikan masalahku." Masalah libidoku yang naik gara-gara kau, Oh Sehun.

"masalah apa? Aku baru tahu orang sepertimu punya masalah." Sindir Sehun.

Kai menyimpan snacknya diatas meja, lalu beranjak duduk di paha Sehun. Mereka kini berhadapan, sangat dekat.

"apa yang kau lakukan?" Sehun menatap Kai datar. Ia memperhatikan gerak-gerik Kai yang terlihat aneh. Kai sendiri menggigit bibir bawahnya dan menatap Sehun sayu. Ah, Sehun tahu maksud 'masalah Kai'. "aku tidak mau melakukannya." Sehun mendorong Kai, namun Kai keburu memeluk leher Sehun.

"ku mohon." Mohon Kai. Pasalnya ia sudah tidak tahan karena melihat wajah Sehun.

Sehun hanya diam. Dan itu diartikan oleh Kai sebagai 'iya'.

Kai melepaskan kacamata Sehun dan menyimpannya di meja. Kai terdiam memperhatikan wajah Sehun. Ia tidak menyangka, di balik image culun Sehun ternyata Sehun mempunyai wajah yang tampan. Sangat tampan. Ia mengangkat tangannya, menyentuh rambut Sehun dan mengacaknya. Oh, fu*k! Oh Sehun, kau seksi sekali. Kai menjilat bibir bawahnya dan langsung mencium bibir Sehun brutal. Sehun yang diperlakukan begitu hanya diam saja.

Kai menggoyangkan pinggulnya membuat miliknya dan milik Sehun bergesekan dari luar celana. Kai belum pernah merasakan sensasi seperti ini.

"mphh~" desah Kai masih melakukan kegiatan seperti tadi.

Tangannya tak tinggal diam. Ia pun melepas dasi yang masih dikenakan oleh Sehun dan membuangnya asal. Lalu ia membuka kancing kemeja sekolah Sehun satu-persatu hingga daerah perutnya. Kai membuka sabuk Sehun tidak sabaran dan juga membuka kancing dan resleting celana Sehun. Kai pun membuka kancing kemeja Sehun yang tersisa.

Kai melepaskan ciumannya dan menundukkan kepalanya. "aku tidak sabar melihat milikmu." Kai mengelus perlahan junior Sehun yang masih tertutupi cd lalu meremasnya pelan. Ia melirik Sehun dan mengernyitkan dahinya. Ia heran, Sehun bisa tahan rupanya. Ia mencoba meremas junior Sehun lebih keras, namun sekali lagi hanya wajah datar Oh Sehun yang terlihat. Ahhh, padahal Kai ingin sekali mendengar desahan Sehun.

Ah, masa bodo. Ia ingin segera menyingkirkan libidonya.

Kai dengan segera membuka cd Sehun dan mengeluarkan junior Sehun. "wow," kagum Kai dengan mimik yang lucu. Sehun hanya menatapnya datar.

"tunggu sebentar, aku buka dulu pakaianku. Jangan kemana-mana." Titah Kai. Ia beranjak bangun dari pangkuan Sehun dan membuka seluruh pakaiannya hingga ia naked. Sehun yang melihatnya hanya bisa menahan nafasnya. Jujur saja, ia sedikit mengagumi tubuh Kai dengan kulit tan seksi menggoda si yang bekerja di atas. Tak lama, Kai membungkukkan badannya dan mengarahkan wajahnya ke arah junior Sehun. Lalu ia mengulumnya. Ia mengulumnya bagaikan sedang melahap lolipop yang sangat manis. Kai menghisapnya dan mengeluar-masukkan junior Sehun pada mulutnya.

*skip*

Sudah setengah jam Kai berkutat pada kegiatannya. Ia dengan sabar menunggu Sehun mencapai orgasmenya. Ia melirik ke atas, memperhatikan ekspresi wajah Sehun. Sehun hanya memejamkan matanya. Entah itu karena menikmatinya atau menyesal melakukan hal itu. Kemudian kai segera mempercepat memijat bagian junior Sehun yang tidak ia kulum dengan keras karena merasakan junior Sehun mulai berkedut. Dan cairan putih itu pun memenuhi mulut Kai hingga meleber melalui sudut bibirnya. Kai menelan semuanya.

Sehun menghela nafas pelan dan membuka matanya menatap Kai. Dilihatnya Kai kini tengah merangkak naik dan menduduki pahanya.

"aku ingin langsung, Oh Sehun." Ucap Kai menatap Sehun dengan pandangan yang sangat sayu. Ia mengangkat pinggulnya, mengarahkan junior Sehun pada holenya, kemudian memasukkannya perlahan. "unghhh.." lenguh Kai sambil memejamkan matanya dan mendongakkan kepalanya. Dengan cepat ia menurunkan pinggulnya hingga junior Sehun masuk seutuhnya. Kai mendiaminya sebentar untuk membiasakan junior Sehun yang ada di holenya. Ia menyandarkan kepalanya pada bahu Sehun. "sehunhh.. hhh..."

"sebaiknya kau pergi ke psikiater, Kim Jongin. Kau harus mengobati penyakit gaymu. Aku bahkan jijik kau sentuh seperti ini." Kata Sehun. Tak taukah dia, itu membuat hati Kai sakit?

Kai terdiam. Libidonya hilang sudah entah kemana. Ia menegakkan badannya, lalu menatap Sehun sendu. "mian." Kai segera bangkit dari pangkuan Sehun dan memungut pakaiannya yang berserakan. Segera ia pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.

Sebelum Kai masuk ke kamarnya, ia membalikkan badannya menghadap Sehun. "Sehun-ssi, janganlah dulu pulang. Kita makan malam bersama." Setelah itu Kai kembali melangkahkan kakinya memasuki kamarnya. Sehun yang melihat perubahan sifat Kai teringat dengan kejadian waktu itu saat dirinya juga mengatakan bahwa Kai menjijikan. Sebenarnya ada apa dengan Kai?

Bukannya malah memakai pakaiannya, Sehun malah menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Ia teringat dengan teman masa kecilnya.

*skip*

Kai keluar dari kamarnya dengan handuk yang ia pakai untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wangi vanilla yang sangat tercium menyadarkan Sehun yang sedang melanjutkan acara mencari artikel di internetnya. Kai menatap Sehun, masih dengan tatapan sendunya. Kemudian ia melangkahkan kaki ke arah dapur.

"kalau kau mau mandi, pakailah kamar mandi di kamarku. Kamar mandi di dapur sedang direnovasi." Ujar Kai.

Sehun berpikir apa ia harus mandi sekalian. Ah, mengingat beberapa menit yang lalu ia melakukan 'itu' dengan Kai, membuat tubuhnya lengket dan juga bau sperma. Ia bangun dan melangkah ke ruangan yang sebelumnya kai keluar dan masuk kesana.

Kai membuka lemari esnya, lalu mengeluarkan bahan-bahan makanan untuk memasak makanan yang sangat ia sukai. makanan yang ia sukai saat ia masih kecil, makanan yang ia sukai saat ia masih memiliki ibu, makanan yang ia sukai di panti juga. Ya, sebenarnya dulu sebelum ia masuk SMA ia pernah tinggal di panti asuhan. Semenjak lulus SMP ia mulai bekerja dan tinggal sendiri di rumahnya.

Beberapa menit kemudian, tercium bau harum yang sangat menggugah selera makan siapapun yang menciumnya termasuk Sehun yang baru saja keluar dari kamar Kai dengan seragamnya yang lengkap. ia dengan wajah yang segar menghampiri Kai yang sedang menata makanan di meja makan. Ia pun akhirnya duduk di meja makan sebelum menatap makanan dan terhipnotis dengan harum yang menyeruak dari makanan-makanan itu.

Kai mencuci tangannya di washtafel di sebelah lemari es, mengelapnya, lalu mendekati Sehun dan duduk di hadapannya. Sehun melirik Kai. sedangkan Kai tidak sedikit pun menatapnya. Kai sedang tidak mau menatapnya.

"makanlah." Kai memberikan satu piring nasi pada Sehun. Yang lainnya biarkan Sehun yang memilih. Sehun menerimanya dan menaruhnya di depannya, lalu mengambil beberapa makanan lainnya. Kai juga melakukan hal serupa.

Sehun mulai memakannya. Ia mengunyahnya dengan perlahan untuk merasakan rasa nikmat dari masakan tersebut. Awalnya ia ragu untuk memakannya. Bukannya tidak suka, hanya saja melihat kelakuan Kai yang nakal siapa tahu orang itu menaruh obat perangsang pada makanannya. Namun melihat gelagat Kai yang sedang dalam mood yang kurang bagus sepertinya apa yang ada di pikiran Sehun tidak akan terjadi.

Sehun terdiam merasakan masakan yang Kai buat. Sekali lagi ia teringat pada teman masa kecilnya. Makanan kesukaannya, rasa masakannya. Sangat sama. Ia melirik Kai yang sedang serius melahap makanannya. Kai terlihat seperti bocah berusia 6 tahun yang sedang memakan makanannya. Bibirnya bahkan belepotan. Itu juga kebiasaan teman masa kecilnya. Sehun menatap lekat wajah Kai. hatinya berdesir, wajah Kai dengan teman masa kecil –lalu-nya bahkan memiliki banyak kesamaan.

"jangan menatapku terus kalau kau tidak ingin mengeluarkan isi perutmu. Bukankah aku menjijikan?" Kai berkata sambil menaruh sendok di piringnya, lalu membawanya ke washtafel untuk ia cuci nanti. Ia masih tidak sadar kalau mulutnya masih belepotan.

Sehun merasa bersalah sekarang. Bukan maksudnya untuk membuat Kai sakit hati. Ia tahu kalau perkataannya memang sangat pedas, tapi sungguh itu keluar begitu saja dari dalam mulutnya.

"kalau kau mau pulang, pulanglah. Biar aku yang mencari artikelnya." Ucap Kai lagi. Ia membereskan meja makan setelah Sehun menyelesaikan makannya.

Sehun membereskan barang-barangnya yang berserakan karena Kai. saat mencari artikel tadi Kai mengobrak-abrik tasnya iseng. Setelah selesai, ia menyampirnya pada punggungnya, meraih dan memakai kacamatanya, lalu merapikan rambutnya. Kemudian ia segera melangkah ke arah pintu keluar rumah Kai diikuti Kai di belakangnya.

Sehun berbalik begitu sudah di ambang pintu. Ia menatap Kai yang menundukkan kepalanya dengan tatapan kosongnya –lagi-. "Jongin," panggil Sehun. Tidak ada jawaban. "Kim Jongin!" panggilnya lagi setelah berteriak. Kai mengangkat wajahnya dan menatap Sehun balik. "terima kasih makan malamnya. Ck, kau seperti bocah saja." Sehun pun mengeluarkan sapu tangannya yang berwarna biru dari sakunya dan menghapus sisa makanan yang ada di mulut Kai.

Deg...

Flashback

"hei, makanlah pelan-pelan, Kkamjong!" teriak bocah albino itu. Kini ia dan sahabatnya sedang berada di taman dan memakan es krim bersama. Bocah itu mengambil sapu tangan berwarna birunya yang bertuliskan Kkam di salah satu sudutnya. Bocah albino itu pun menghapus sisa es krim yang ada di sekitar mulut bocah yang di panggilnya Kkamjong. Mereka berdua memang tidak pernah tau nama asli masing-masing, mereka lebih suka memanggil Kkamjong dan albino, mereka anggap itu sebagai panggilan sayang mereka.

Flashback end

Sehun berbalik dan melangkah menjauhi rumah Kai sambil memasukkan sapu tangannya ke dalam sakunya lagi. Kai menatapnya tambah sendu. Ia teringat dengan bocah di masa lalunya.

Kai segera menutup pintu rumahnya, lalu melangkah cepat ke kamarnya. Ia duduk di kasur queen sizenya dan meraih figura yang ada di laci meja nakas di sebelah kasurnya. Ia menatap seseorang yang ada di sebelahnya yang masih kecil. Ia mengelus wajah bocah yang dipanggilnya albino itu. Satu tetes air matanya mengenai wajah bocah albino di foto itu. "hiks, dimana kau, eoh? Jahat sekali kau meninggalkanku. Aku merindukanmu. Hiks..." isak Kai sambil memeluk figura itu erat dan membaringkan tubuhnya. Ia masih menangis. Ya, begini seorang Kim Jongin. Di depan ia terlihat sama sekali tidak mempunyai masalah, tapi di belakang sebenarnya ia pria yang rapuh. Selalu menangis di malam hari sambil memeluk fotonya bersama bocah itu. Dan untuk melampiaskannya biasanya ia selalu pergi ke pub. Tapi sepertinya malam ini tidak. Nafasnya terdengar halus dan teratur, sepertinya ia ketiduran karena lelah menangis.

TBC

di chap sebelumnya pada nanya albino itu Sehun ya? :v iya itu Sehun cuma kan udah lumayan lama tuh ga ketemu, jadinya lupa2an gitu. udah anggep aja belum tau albino itu Sehun biar suprais/? :v

yang Jongup, ia dia dari B.A.P itu loh, dia akoh/? jadiin yadong disini 3:v *ketawa upil

yang tempat tinggal Kai di ceritain di Chap ini ;3

Sehun berubah dia sebenernya berusaha buat sembuh juga dari kelainannya/?, tapi ntar di ceritain kok gatau di chap berapa ;v

buat yang bilang enakan Kaihun, ;v pengennya di sini ukenya yang agresif, kan anti mainstream/? gitu ;v

Kris datengnya ntar, entah kapan/? *ditendang

Kriskainya ga banyak kok, cuma di beberapa bagian scene/? aja, buat yang adegan ekhem/?nya yaaaa gimana ntar, tergantung cerita, tapi diusahain ga bakal kepotong gara2 kalimat laknat aka to be continued (y)

Makasih buat yang udah review '/\') makasih makasih makasih *ciumin satu2 reader *digampar -,_-)

Maaf juga kalo epepnye kurang berkesan/?

a-yo, review eaps/?

Annyeong~~~ :*/?