HIYORIN P.O.V

"Miss Nanami, ubahlah lagu QUARTET NIGHT menjadi lagu nomor 1 dan membuat mereka bersinar." Jelas Saotome yang berjalan mendekat kami.

Ya, aku dan Haruka sedang berada di Agensi dan berada di ruangan Saotome. Proyek Cross Unit STARISH dan Proyek Lagu Solo QUARTET NIGHT sudah selesai. Sekarang, tinggal menunggu saatnya untuk melihat mereka tampil, sayangnya, kami berdua terlibat dalam pengubahan lagu QUARTET NIGHT.

"Dan Mrs. Sakakibara, aku berharap lebih darimu untuk membantu Miss Nanami dalam pengubahan lagunya." Tambah Saotome.

"Lalu, kapan kita melakukan diskusi pengubahan lagunya ?" Tanyaku.

Tiba-tiba, pintu yang tepat di belakang kami didobrak sangat kencang. Aku dan Haruka langsung menoleh ke belakang dan melihat pria dengan topi vedora putih sedang bersandar di pintu.

"Reiji ?" Aku bingung.

"Kita akan berwisata !" Seru Reiji yang membuat aku dan Haruka kebingungan.

"Tunggu, wisata kemana ? kapan ? berapa hari kita menginap ?" Tanyaku.

"Ayo, ikut saja." Jawab Reiji sambil menarik pergelangan tanganku dan Haruka.

"Waaa ! Ini terlalu mendadak !" Seru Haruka.

Aku hanya terdiam. Aku dan Haruka adalah korban di wisata ini. Aku yakin. Setelah diseret, kami langsung berangkat menuju tempat wisata. Setelah sesampainya di tempat wisata, aku, Haruka, dan Reiji berdiri di tempat wisata.

"Apa ini tem-" Kalimatku langsung terpotong oleh Reiji.

"Ini adalah tempat wisata kita ! ini adalah penginapan untuk QUARTET NIGHT !" Sela Reiji setengah berteriak.

"Apa yang lain juga ada disini ?" Tanya Haruka.

Reiji hanya tertawa kecil. Dia langsung membuka pintu yang sangat besar itu dan munculah tiga orang pria. 1 orang sedang tidur di sofa, 1 orang berdiri, dan 1 lagi sedang duduk tenang.

"Oy, Reiji ! kau telat." Omel Ranmaru setengah berteriak.

"Dasar kau Rakyat Jelata ! membuatku menunggu !" Omel Camus sambil menyeduh teh untuk dirinya sendiri.

"Jangan membuatku menunggu disini." Tambah Ai dengan ekspresi biasanya, datar.

"Wah~ ternyata kalian sangat antusias hari ini." Kata Reiji sambil mengedipkan matanya.

"Diam !" Seru Ranmaru.

"Ya, kau yang terakhir datang." Tambah Ai.

"Yah, kau bisa pergi jika kau mau." Kata Camus sambil meminum tehnya dengan tenang.

"Sangat kejam..." Reiji tersinggung total.

Aku hanya tersenyum tipis, sangat tipis hingga terlihat seperti tidak tersenyum sama sekali saat melihat keakrapan mereka. Sepertinya Haruka juga berpikir hal yang sama denganku, bisa dilihat dari cara senyumnya yang melihat mereka.

'Sikap dingin mereka berbeda dengan yang biasanya..' Batinku.

Aku langsung menepuk kedua tanganku untuk mencari perhatian.

"Ayo kita mulai pembahasan lagunya !" Seruku.

Kami semua langsung berkumpul. Ranmaru duduk bersama Camus. Ai dan Haruka duduk sendiri. Aku duduk bersama Reiji. Waktu pembahasan lagunya sangat hening. Aku hanya menyilang kedua kakiku dan tanganku.

"Ini aneh, Reiji tidak pernah pendiam seperti ini." Kata Ai yang membuka topik pembicaraan.

"Oy, Reiji !" Panggil Ranmaru.

"Apa kau mendengarkan ?" Tanya Camus.

Reiji hanya bergetar sebentar. Lalu dia menunjukkan wajah senangnya.

"Aku hanya sangat senang ! sudah lama aku menunggu momen ini !" Jawab Reiji seperti biasa, dengan semangat bocahnya.

"Kenapa sangat senang ? apa ini pertama kalinya kalian terlibat pembahasan lagu ?" Tanyaku.

"Ya, kami belum pernah terlibat dalam perubahan lagu. Biasanya kami hanya menyanyikan lagunya saja." Jawab Ai.

"Lagu apapun itu, aku bisa menyanyikannya." Kata Camus menyobongkan diri.

"Emangnya Cuma kau yang bisa melakukannya." Kata Ranmaru yang sepertinya tidak ingin kalah dari Camus.

Haruka langsung mengepal kedua tangannya. "Ayo Berjuang, Minna-san !"

Langsung hening seketika.

"Kalau lagu konser live, itu harus lagu tegas dan kuat." Ucapku untuk memecahkan keheningan.

Tiba-tiba Camus tersenyum tipis dan licik.

"Kalau mau lagu Tegas, itu mesti lagu yang tenang dan berbau surgawi." Kata Camus yang tiba-tiba disekitarnya seperti 'Heaven'.

"Kalau mau Kuat, pastinya harus Rock !" Seru Ranmaru yang suasana disekitarnya berubah menjadil 'Hell'.

"Tsk, itulah kenapa kita berdua tidak pernah akrab." Kata Camus dengan posisi duduk yang sama sepertiku.

Aku melihat Ranmaru yang cukup kesal sampai uratnya kelihatan di dahinya. Aku hanya memutar bola mataku.

"Kalau itu lagu konser live, itu harus dengan kecepatan 120 BPM dan dimulai dengan dance yang serentak." Usul Ai.

"Tapi, itu akan menjadi agak sulit, lagunya dan suara kalian harus disamakan dengan kecepatannya, itu akan membuat masalah kepada tariannya." Aku menolak usul Ai. "Bagaimana menurutmu, Reiji ?" Tanyaku kepada Reiji.

"Kita harus membuat lagu 'Happy'." Jawab Reiji.

"Happy ? maksudmu lagu senang ?" Tanya Ranmaru.

"Ya, lagu yang membuat pendengarnya merasa bahagia." Jawab Reiji yang mulai sok keren.

Keheningan muncul lagi.

"Bagaimana menurut kalian ?" Tanya Reiji yang langsung menatapku dan Haruka.

Langsung seluruh pandangan mata mengarah ke arah kami.

"Kata Bos, dia ingin aku membuat lagu no 1 yang membuat QUARTET NIGHT bersinar." Jawab Haruka.

"Aku hanya bertanggung jawab membantu Haruka, aku tidak ikut-ikutan dalam pembahasan lagu ini." Tambahku.

"Lagu yang membuat kami No. 1 ?" Mereka berempat bingung.

Keheningan pun mendatangi kami lagi hingga Reiji membuka mulutnya.

"Baik, kita selesai dulu untuk hari ini." Kata Reiji seolah yang menjadi pemimpin meraka.

Ranmaru langsung berdiri dan entah dia mau pergi kemana.

"Kau mau kemana ?" Tanya Reiji.

"Aku lapar, aku ingin membuat makanan." Jawab Ranmaru tanpa menoleh sedetik pun ke lawan bicaranya.

Reiji langsung mengikutinya ke dapur, mungkin untuk mengusili Ranamaru atau semacamnya. Beberapa saat kemudian, Ranmaru meletakkan beberapa piring omlet untuk dimakan. Kami semua langsung berkumpul di meja makan dan mulai makan.

"Oishi !" Seru Reiji.

Hening, yang ada Cuma suara sendok dan garpu yang sedang beradu dengan piring. Haruka langsung mulai makan.

"Oishi." Kata Haruka yang matanya langsung berkerlap-kerlip.

"Kan sudah kubilang." Ujar Reiji.

"Bukan kau yang memasak." Ucap Ranmaru yang kelihatan jengkel dengan tingkah laku Reiji.

Setelah makan, aku mengumpulkan piring dan menaruhnya di wastafel. Lalu, kami semua minum teh. Aku melihat Camus yang menaruh banyak gula batu di tehnya.

"Kau kelihatan senang hari ini." Kata Ai kepada Camus.

Camus hanya terdiam tidak menanggapi perkataan Ai.

"Haaaahhh~ Rasanya sangat enak hingga kita tidak menyadari kalau ada orang yang mati disebelah kita." Kata Reiji yang membuat aggota QUARTET NIGHT terkejut.

"Hah ? apa-apaan itu ?" Tanya Camus.

"Aku pernah dengar pepatah itu tapi, belum pernah dengar ada orang yang memakainya." Jawab Ai.

"Itu karena memang tidak ada yang memakainya zaman sekarang." Tambah Ranmaru.

"Eh ? tapi anak muda sering menggunakannya kok." Kata Reiji.

"Nggak pernah dengar ada anak muda yang menggunakannya." Kataku yang langsung meminum tehku.

"Ugh... bahkan Senpai-chan juga sangat kejam..." Kata Reiji yang langsung lemas.

Malam pun tiba atau yang cocoknya tengah malam pun tiba. Aku berada di kamar. Sedang terbaring di atas tempat tidur dengan tumpukan kertas dimana-mana. Aku melihat jam dan masih jam 3 pagi.

'Ugh... akhirnya aku tidak tidur seharian...' Batinku

Aku langsung bangkit dari tempat tidur dan mendatangi Haruka yang sedang bersiap main piano.

"Lagunya sudah selesai ?" Tanyaku.

"Ya, apa kau mau mendengarnya ?" Jawab Haruka plus bertanya kembali.

Aku hanya mengangguk. Haruka mulai memainkannya. Lagu Haruka mengelilingi seluruh ruangan dan mungkin saja sampai kedengaran satu tempat penginapan.

"Huuuf... bagaimana ?" Tanya Haruka.

"Itu lagu yang hebat Haruka." Pujiku.

Aku dan Haruka langsung berbincang-bicang tentang lagunya dan itu mungkin menghabiskan waktu berjam-jam. Aku langsung melihat jam dan ternyata sudah hampir jam 6. Tepat saat aku ingin mencari QUARTET NIGHT, mereka muncul tepat disebrang kami.

"QUARTET NIGHT takkan bertahan tampa dirimu, My Girl." Kata Reiji.

Mereka tiba-tiba bernyanyi dan hal yang membuatku nyaris ingin tersenyum adalah melihat QUARTET NIGHT dan Haruka tersenyum bersama saat bernyanyi seperti ini.

"Saotome, jarang ada agensi yang punya Idol seperti STARISH dan QUARTET NIGHT, jangan remehkan mereka." Gumanku.