Oh Sehun, namja itu termenung di bangkunya. Ia menatap lekat pada selembar foto yang terus ia pegang sedari tadi. Kkamjongnya. Ia merindukan bocah berkulit tan itu. Sebenarnya ia kurang yakin akan pendapatnya ini, tapi Kai atau Kim Jongin dan Kkamjongnya sepertinya adalah orang yang sama. Ia menolehkan kepalanya ke arah luar jendela, dan ia melihat orang yang kemarin ia sakiti perasaannya. Kemudian ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursinya dan memejamkan matanya. Mengingat kembali pertemuan pertama dengan Kkamjong-nya.

Flashback

"awaaaaaaasss!"

Dan tabrakan pun tidak bisa dihindarkan.

"aigoo..." ucap bocah berkulit tan sambil memegangi bokongnya. Ia baru saja di tabrak oleh sepeda dari seorang bocah berkulit putih yang juga ikut terjatuh bersama sepedanya.

"omo, apa kau tidak apa-apa?" tanya bocah albino itu seraya beranjak bangun dan membantu bocah satunya berdiri. "maafkan aku. Rem sepedaku blong tadi. Jeosong hamnida." Ia membungkukkan badannya.

Bocah tan itu memperhatikan laki-laki di depannya dengan seksama. Kemudian tertawa kecil. "tidak apa-apa, tidak usah dipikirkan." Ia menggaruk tengkuknya merasa canggung.

"em... benarkah tidak apa-apa?"

Bocah tan itu mengangguk.

"ah, kalau begitu sebagai tanda permintaan maafku, aku akan mentraktirmu bubble tea. Bagaimana?" saran bocah albino yang kini memberdirikan sepedanya.

"tidak buruk. Kajja." Ucap si bocah tan sambil tersenyum manis. Bocah albino yang melihatnya terdiam cukup lama sampai disadarkan oleh bocah tan. Bocah tan itu merangkul leher si albino dan mengajaknya ke kedai bubble tea.

*skip*

"terima kasih bubble teanya." Ia pun menyeruput minumannya. Kini mereka berdua sedang duduk di kursi taman.

"tidak masalah."

"em, boleh ku lihat jam tanganmu?" bocah tan itu menatap bocah albino di sebelahnya penuh harap. Lalu bocah albino itu menunjukkan jam tangannya. "oh, tidak. Sudah sore. Aku harus segera pulang. Sekali lagi terima kasih bubble teanya. Sampai jumpa." Ia langsung beranjak dari tempatnya dan berlari menjauh.

"yak! Sebutkan namamu!" teriak si bocah albino.

"panggil saja aku Kkamjong!" balas teriaknya.

"kalau begitu, kalau kita bertemu lagi, panggil aku albino saja!"

"oke!" dan bocah itu menghilang di belokan di sana. Bocah albino itu sepertinya tertarik pada Kkamjong.

Flashback end

"Oh Sehun?" panggil seseorang.

"eh, ya?" Sehun yang baru saja sadar dari lamunannya segera menoleh.

"di jam istirahat nanti aku ingin berbicara denganmu. Boleh?" ucap orang itu. Orang itu terlihat manis dengan eyeliner dimatanya. Ia Byun Baekhyun.

"oh, baiklah. Dimana?" Sehun mengiyakan.

"di kantin saja."

"oke." Orang itu yang duduk di depan Sehun dan memutar badannya kembali menghadap ke depan. Sehun jadi penasaran dengan apa yang akan dibicarakan orang ini, apalagi sepertinya ini menyangkut Kai. karena saat ia berbicara, ia sedikit melirik Kai yang entah sejak kapan sudah ada di sebelahnya sedang menopang dagu dan menatap ke luar jendela.

*skip*

Jam istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Dan Sehun juga sudah menunggu beberapa menit untuk menunggu pria manis di depannya bicara.

"ekhem, kita mulai saja. Oh Sehun, apa yang kau lakukan pada Kai?" tanya Baekhyun langsung. Sehun sedikit terkejut ia langsung bertanya seperti itu. Dengan tatapan tajam pula.

"maksudmu apa?" Sehun mengernyitkan dahinya.

"katakan saja. Apa kau sudah melukai perasaanya? Tidak biasanya Kai berlaku seperti ini. Biasanya ia selalu ceria dan menggoda semua yang ada di kelas. Tapi sejak kalian kerja kelompok bersama ia jadi berubah."

"ng... soal itu," Sehun terlihat sedang berpikir mengingat kejadian kemarin. "ia memperkosaku."

"itu memang kebiasaanya kalau sudah tertarik pada seseorang. Selain itu?"

"maaf."

"ne?" Baekhyun mencoba mendekatkan diri dengan Sehun.

"aku sudah berkata kasar padanya. Aku berkata kalau dia..." Sehun menggantung kalimatnya.

"berkata apa?" Baekhyun menyipitkan matanya.

"menjijikan."

"bodoh!" Baekhyun memukul kepala Sehun. "ck, pantas saja dia berubah. Kau mengingatkannya kembali pada masa lalunya." Ujar Baekhyun sambil menatap Sehun jengah.

"masa lalunya?" kembali, Sehun mengernyitkan dahinya. Ia menatap Baekhyun meminta penjelasan.

"ya, masa lalunya. Masa lalu seorang Kim Jongin sangat kelam kalau kau mau tahu. Kau tahu sendiri kan kalau Kai punya penyakit seksual?" Sehun hanya mengangguk. "ia sudah memiliki penyakit itu sejak masih di sekolah dasar, sampai sekarang pun masih. Dulu bahkan ia sangat dikucilkan oleh orang sekitarnya, bahkan oleh ayahnya. Dan asal kau tahu, ia sempat akan bunuh diri kalau saja tidak ada seorang bocah yang menolongnya!"

Deg, Oh Sehun, sepertinya pendapatmu yang tadi sedikit terjawab. "bisa kau ceritakan lagi?"

"hm... tak masalah. menurut cerita yang Kai katakan, bocah itu membawanya ke panti asuhan yang bocah itu tempati. Tapi bocah itu juga malah pergi meninggalkan Kai karena diadopsi orang." Baekhyun melanjutkan ceritanya sambil menyandarkan tubuhnya dan menyilangkan tangannya di depan dada.

"apa bocah itu dipanggil 'albino' oleh Kai?" tanya Sehun. Baekhyun langsung menatapnya lekat. "apa bocah itu memanggilnya 'Kkamjong'?" tanya Sehun lagi. Bibirnya terlihat bergetar.

"bagaimana... Kau tahu, Sehun?"

"aku tahu siapa si albino itu." Ucapnya langsung beranjak dari tempat duduknya. Berniat mencari Kai. Baekhyun yang melihatnya hanya terdiam.

*skip*

Sehun terus mencari Kai. ia sudah mencarinya di kelas dan dimana pun tapi tetap tidak ada Kai di sana. Hanya satu tempat yang belum ia datangi. Atap gedung.

Sehun segera menaiki tangga yang akan mengarahkannya ke atap. Setelah sampai ia mendorong pintu itu kasar.

"emhh..." sayup-sayup ia mendengar suara lenguhan dari arah kirinya. Ia menolehkan kepalanya dan mendapati seorang pria berambut blonde dan seseorang di atasnya. Ia langsung melangkahkan kakinya ke arah orang itu dan menarik Kai yang sedang bercumbu dengan pria berambut blonde itu.

"yak, apa yang kau lakukan, Oh Sehun?!" teriak Kai sambil menyentakkan tangannya yang digenggam erat oleh Sehun.

Sehun ingin mengatakan kalau ia adalah 'albino', bocah yang dulu satu-satunya teman Kai. namun entah kenapa bibirnya terasa kelu.

"hei, hei, ada apa laki-laki culun ini mengganggu acaraku bersama Kai?" orang berambut pirang itu memeluk pinggang Kai posessif. Ia menatap Sehun dengan mata elangnya. Sehun balas tatap.

Kai menolehkan kepalanya pada pria dengan tinggi hampir 2 meter itu, lalu mengecup singkat bibirnya. "kita lakukan saja di toilet, Kris hyung. Kalau kita melakukannya di sini nanti ada yang merasa jijik." Kai melirik Sehun berniat menyindir. Akhirnya ia menarik orang yang dipanggilnya Kris hyung itu pergi dari tempat itu menyisakan Sehun yang sedang menahan emosinya.

Pintu itu pun tertutup menghilangkan Kris dan Kai di baliknya.

"arrggh!" teriak Sehun sangat kencang. Ia ingin meluapkan semuanya. Memang ini salahnya juga, tapi sungguh ia ingin Kkamjong atau Kai kembali bersamanya. Ia sungguh tidak ingin ini terjadi. "bodoh. Oh Sehun bodoh!" Sehun mencengkram rambutnya kuat.

*skip*

Bel tanda masuk baru saja berbunyi. Sehun segera melangkah masuk ke kelasnya dengan tampang yang bisa dibilang buruk untuk ukuran orang yang selalu rapi. Ia kemudian duduk di bangkunya dengan lesu.

"ada apa denganmu?" Baekhyun memutar badannya untuk bisa melihat Sehun.

Sehun menghela nafas. "apa kau tahu wajah si 'albino'?" Sehun menatap Baekhyun.

"tidak." Ia hanya menggeleng.

"kau lihat wajahku saja." Ucap Sehun. Baekhyun yang bingung hanya memiringkan kepalanya. "albino itu adalah aku. Oh Sehun."

Baekhyun melebarkan matanya dan membuka sedikit mulutnya tanda ia terkejut. Sehun yang melihatnya hanya menghela nafas kasar.

"sungguh!" Sehun mengusap wajahnya. "aku tidak tahu kalau Kai adalah teman masa kecilku. Aku tidak tahu." Sehun menunduk, membuka loker mejanya dan mengeluarkan selembar foto dirinya dan Kkamjong yang ternyata adalah Kai. ia menyodorkannya pada Baekhyun yang masih terdiam.

Baekhyun melirik foto itu. "benar, ini Kai." ucapnya pelan. "apa perlu ku beritahu Kai?"

"jangan!"

"wae?"

"aku ragu ia masih mengingatku. Lagi pula... sepertinya sekarang dia membenciku." Sehun menundukkan kepalanya. Ia ingin menangis sungguh. Pergi berlari mencari Kkamjongnya dan membawa pergi ke tempat yang hanya ada mereka berdua. Tapi itu hanya angannya.

"Oh Sehun, Kai masih mengingatmu. Dan aku yakin, sangat yakin, kalau ia tahu kau adalah 'albino' ia akan memaafkanmu. Asal kau tahu, dari pertama kali kalian berkenalan –ekhem, Kai yang menceritakannya, ia menyukaimu. Ia mencintaimu. Bahkan di rumahnya ia masih memajang foto kecil kalian. Saat aku menginap di rumahnya, ia tidak mengizinkanku masuk ke kamarnya saat malam hari. Aku penasaran, jadi aku masuk ke kamarnya. Dan aku melihat Kai menangis sambil memeluk foto kecil kalian."

Sehun membisu. Benarkah seperti itu? Apa ia sejahat itu membiarkan Kkamjongnya menangis? malam ini Sehun akan berniat ke rumah Kai untuk menjelaskan semuanya dan sekalian meminta maaf padanya.

*skip*

Sehun berjalan di atas trotoar dengan santai. Tidak, ia tidak sedang berjalan pulang ke rumahnya. Melainkan ke sebuah bangunan sederhana dengan tulisan di atas pintunya yang bertuliskan 'Dr. Jung' dan dibawah tulisan itu ada lagi tulisan 'dokter psikiater'. Sehun berhenti tepat di depan pintunya sambil menghadap ke arah pintu itu. Ia diam cukup lama sambil menatap pintu di depannya. Apa ia harus masuk? Memang ia sudah lama terapi di sini. Ia ingin menyembuhkan penyakit seksualnya. Benar, Sehun juga seorang gay. Sejak dulu. Tapi setelah 5 tahun ia pergi meninggalkan Kkamjongnya ia mulai melakukan terapi untuk menghilangkan penyakitnya itu. Dan sekarang, ia akan menyudahi terapinya. Ia berpikir tidak ada salahnya menanam penyakit ini pada dirinya.

Sehun pun mengeluarkan ponselnya, menekan tombol satu dan langsung menghubungi seseorang. "yeoboseo, appa."

"..."

"emm... begini, bolehkah aku berhenti melakukan terapi?"

"..."

"ng... itu..." Sehun mengusap tengkuknya. "terapinya tidak berguna. Jadi ya... masih saja."

Terdengar helaan nafas dari seberang. "..."

"terima kasih, appa." Sambungan pun terputus. Kini Sehun beralih menekan tombol 3 pada ponselnya. Ia pun menempelkan ponselnya pada telinganya. "yeoboseo, hyung?"

"..."

"aku ingin meminta bantuanmu."

*skip*

Pria dengan kulit putih itu mengendarai mobilnya menuju rumah Kai. hari sudah malam, ia juga ragu kalau Kai ada di rumah. Karena menurut cerita Baekhyun –ia meminta Baekhyun menceritakan tentang Kai dengan detail- sekitar pukul 8 malam ke atas Kai akan pergi ke club entah dengan siapa. Dan sekarang sudah pukul setengah 9 lewat.

Sehun baru saja sampai saat ia melihat Kai memasuki sebuah mobil berwarna merah mengkilat. Dan mobil itu membawanya pergi. Sehun sudah bisa menebak akan kemana mereka. Akhirnya ia memilih untuk mengikuti Kai.

*skip*

Mobil yang ditumpangi Kai tadi berhenti tepat di ujung tempat parkir di sebuah gedung berlantai satu yang terlihat usang dari luar. Siapa yang tahu? Ternyata itu hanya terlihat dari luar saja, bagaimana dengan dalamnya?

Ia memparkirkan juga mobilnya di sebelah mobil berwarna hijau lumut. Parkiran di sana memang sudah penuh dengan mobil-mobil mewah.

Sehun memilih diam dulu memperhatikan Kai dari dalam mobilnya. Ia melihat orang dengan rambut blonde yang ia yakini pernah bertemu di sekolah tadi siang keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah pintu penumpang yang di depan. Seperti seorang putri Kai dibukakan pintu olehnya, dan Kai pun keluar sambil tersenyum pada pria itu kemudian berjalan masuk. Setelah dirasa Kai sudah masuk, Sehun memeriksa tampilannya. Rambut yang tidak memakai gel membuat rambutnya terlihat kering. lalu wajahnya, Kini kacamatanya ia lepas dan menggantinya dengan softlens. Dan pakaiannya, Untung saja sepupu –angkat-nya memiliki fashion bagus sehingga ia tidak perlu repot-repot memilih pakaian bagus dan berujung akan terlihat aneh. Ia hanya memakai T-shirt hitam polos dan tipis juga sedikit transparan, jaket kulit berwarna hitam dan juga celana levis berwarna abu-abu. Ah, ia juga memakai sepatu tali dari bahan kulit berwarna karamel. Setelah yakin dengan penampilannya, ia segera keluar dari mobilnya, mengunci pintu mobil dan melangkah memasuki gedung.

*skip*

Ia tidak menyangka, dari luar terlihat usang tapi ternyata di dalamnya menyimpan penuh orang-orang yang sedang menari dan berkeringat dengan lampu remang juga musik yang begitu memekakkan telinga. Dugaannya benar, Kai pasti ke club. Tapi yang tak ia duga, Kai pergi bersama orang yang dipanggil Kai, Kris.

Sehun mencoba masuk lebih dalam. Disini hanya dipenuhi oleh pria dari yang tua sampai yang seumurannya. Apa mereka tidak lelah? Apa telinga mereka juga tidak rusak? Memang, Sehun baru kali ini ke tempat seperti ini. Mungkin ia hanya tahu, dan itu karena diceritakan oleh sepupunya itu.

Tiba-tiba semuanya melangkah ke arah panggung sampai Sehun harus menjaga keseimbangan tubuhnya karena terdesak beberapa orang. Sehun baru sadar, lagu sudah berganti menjadi sedikit lebih slow namun kesan disconya masih terasa. Ia menatap ke arah panggung. Di atas panggung sudah ada beberapa tiang dan seorang pria dengan hanya memakai kemeja tipis kebesaran saja yang membelakangi penonton. Tanpa memakai apa-apa lagi. Sehun dapat menyimpulkan bahwa orang ini akan melakukan poledance. Musik menjadi semakin lebih cepat saat orang di atas panggung membalikkan badannya. Oh, tidak. Sehun terpesona. Yang ada di atas panggung ternyata Kai.

Kai mulai meliukkan tubuhnya mengikuti irama musik. Kemudian ia berjalan ke arah satu tiang dan menggesekkan punggungnya pada tiang. Lalu Kai memutar dan melangkah ke arah tiang lainnya. Ia menjilat tiang itu dan melumatnya. Sehun menatap tidak suka pada orang-orang di sekitarnya. Orang-orang itu seperti melihat makanan sangat lezat. Saat Sehun melirik kembali panggung, ia melihat Kai sedang membelakangi penonton, lalu membungkukkan badannya sampai Sehun melihat kepala Kai berada di antara kedua kaki Kai. kedua tangan Kai meremas bokongnya sendiri dan membukanya, memperlihatkan holenya. Satu tangan Kai pun menutupinya dan malah mengelusnya melakukan masturbasi. Kemudian Kai menegakkan tubuhnya, memutar badannya menghadap samping namun kepalanya menghadap penonton. Kai pun menjilat tangannya yang barusan mengelus holenya sendiri. Dan ia kembali meliukkan tubuhnya.

Sampai sudah sekitar 5 menit musik selesai meninggalkan keringat pada seluruh tubuh Kai. Kai turun dari panggung dengan gaya eksotisnya dan melangkah ke arah sofa yang sedang di duduki Kris. Hah, orang itu lagi. Pikir Sehun.

Kai mendudukkan dirinya di pangkuan Kris. Ia duduk menghadap Kris dengan kaki yang memeluk pinggang pria bertubuh tinggi itu.

"kau sangat seksi, Kai." ujar Kris sambil meremas milik Kai yang terekspos karena kemejanya sedikit terangkat.

"nghhh... kau mau melakukannya di mana?" Kai mendongakkan kepalanya saat dirasa remasan Kris semakin kasar. "ngh.. hah.. ahhhhh~" lenguh Kai panjang menandakan ia sudah sampai. Dan alhasil cairan Kai mengenai pakaian Kris. Namun ia tidak mempermasalahkannya, justru ia senang. Kai terengah-engah sambil menatap Kris sayu. Ia pun mendekatkan wajahnya pada wajah Kris dan menciumnya brutal tanpa menyadari Sehun yang melangkah cepat kearahnya sambil menahan emosi. Sehun langsung menarik tangan Kai sampai Kai hampir terjatuh dan langsung menariknya keluar dari tempat itu.

Sehun mengeluarkan kunci mobilnya dari saku celananya masih dengan memegang tangan Kai erat. Sehun membuka pintu penumpang yang depan dan memasukkan Kai paksa ke dalam lalu menutupnya. Ia segera melangkah ke arah pintu pengemudi dan masuk. Kemudian ia memasukkan kunci mobil pada lubang kunci untuk menyalakan mesin mobil. Tanpa memperdulikan Kai yang masih meringis memegangi tangannya. Kai sendiri terkejut tiba-tiba ada seseorang menarik tangannya kuat begitu. Sehun pun menjalankan mobilnya menjauhi tempat itu.

Kai menolehkan kepalanya, dan mendapati Sehun di sebelahnya yang memasang ekspresi sangat dingin. "yak! Oh Sehun, ada apa denganmu, hah?!" marah Kai tak terima. Dan itu sama sekali tidak di gubris oleh Sehun. "ck!" ternyata Kai nekat. Ia berniat membuka pintu dan loncat dari sana. Tapi ternyata pintunya sama sekali tidak bisa dibuka. Ternyata ini dikunci otomatis. Dan hanya pengemudi yang bisa membukanya. Akhirnya Kai memilih diam saja.

Beberapa menit berlalu, Sehun akhirnya sampai di rumah mewahnya. Ia memasukkan mobilnya ke halaman rumahnya dan memberhentikan mobilnya di depan seorang pria berjas. Sehun keluar dan cepat-cepat membuka pintu penumpang yang depan dan menarik paksa tangan Kai –lagi- kemudian melemparkan kunci mobilnya pada pria berjas tadi. Sehun pun menarik Kai memasuki rumahnya. Sehun memang diangkat menjadi anak oleh orang kaya dan terpandang, jadi wajar saja ia memiliki fasilitas yang mewah yang ayah angkatnya berikan padanya.

Kai memberontak dan mencoba melepaskan diri. Namun hasilnya nihil karena Sehun ternyata lebih kuat darinya. Sampai akhirnya Sehun membawanya ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar yang Kai yakini adalah kamar Sehun. Mereka berdua masuk dan Sehun mengunci pintunya lalu membuang asal kunci tersebut, toh... nanti juga akan ketemu.

Sehun membanting tubuh Kai ke atas tempat tidurnya yang mewah dengan tiang dan tirai di setiap sudut tempat tidur king sizenya itu. Kai jelas merasa kesakitan, walaupun sedikit sih.

Kai mencoba bangkit lagi dan menjauh dari Sehun. Namun tangan Sehun dengan cekatan menarik kaki Kai sampai Kai kembali berbaring di atas tempat tidur Sehun. Sehun segera menduduki paha Kai dan mencengkram kuat kedua pergelangan Kai yang di taruh di masing-masing sisi kepala Kai.

"sebenarnya apa maumu, Oh Sehun?!" teriak Kai. ia sudah muak dengan perilaku pria di atasnya kini. Dulu saat dirinya menggoda Sehun, dengan pedas Sehun menolaknya. Tapi sekarang? Kenapa tiba-tiba Sehun berubah?

Sehun membungkukkan badannya dan langsung mencium kasar bibir Kai. Kai berusaha menghentikan tindakan Sehun dengan menolehkan kepalanya ke kiri-kanan. Sehun yang merasa terganggu dengan sikap Kai akhirnya menangkup wajah Kai dan menahannya. Lalu ia mencium Kai kembali.

Tangan Kai yang sudah bebas mencoba mendorong dada Sehun. Tapi tetap saja, Kai yang sudah lelah sejak tadi tidak akan bisa mendorong Sehun yang tenaganya masih tersimpan. Apalagi jika tersulut emosi.

"berhentihmphh! Oh Semphhh-hun!" Kai mencoba berteriak disela ciuman Sehun sambil tetap memberontak. Sehun yang merasa risih akhirnya melepaskan ciumannya pada bibir Kai dan menarik tali untuk mengikat tirai tempat tidurnya. Ia pun menarik ke dua tangan Kai dan mengikatnya pada tiang tempat tidurnya. "akh." Ringis Kai. sepertinya Sehun sedang sangat emosi sampai ia mengikat tangan Kai lumayan kencang.

Sehun menghela nafas. Ia kembali membungkukkan badannya dan mengarahkan bibirnya pada leher. Ia menghisapnya dan menggigitnya membuat Kai tidak bisa menahan desahannya. Sehun kemudian menjilat seluruh permukaan kulit leher Kai dengan nafsu. Mendengar desahan Kai –saat ini- membuat Sehun menjadi horny. Tangan kiri Sehun menyelinap masuk ke dalam kemeja Kai dan meraba perut Kai sampai dada Kai. tangan satunya ia buat unntuk memanjakan junior Kai yang terlihat sudah menegang.

"nghhh ah ah, berhenti-ngh, Sehun." Kai menarik-narik tangannya yang diikat menyebabkan pergelangan tangannya menjadi sakit dan memerah. Ia tidak tahan. Padahal sejak Sehun menolaknya ia tidak ingin lagi berhubungan dengan Sehun. Tapi perilaku Sehun saat ini membuat dirinya menjadi lemah dan hanya bisa pasrah. Kai menggeliatkan tubuhnya membuat Sehun menelan salivanya kasar.

Sehun beranjak. Itu disalah artikan oleh Kai. Kai mengira Sehun ingin menyudahi, tapi ternyata yang ia lihat malah Sehun yang membuka seluruh pakaiannya dan kembali menaiki tempat tidurnya. Kai sempat terpesona pada Sehun untuk kedua kalinya. Tapi tidak, ia tidak mau lagi berhubungan intim dengan Sehun mengingat perkataan Sehun waktu itu.

Sehun mengangkat kedua Kaki Kai dan menaruhnya di pinggangnya. Kemudian ia mendekatkan miliknya yang sudah dipenuhi libido itu ke arah hole Kai. Kai yang melihatnya kembali memberontak.

"tidak! Aku tidak mau melakukannya dengamu! Jauhi milikmu itu dariku-aghhhh!" desahan di akhir teriakan Kai menandakan kalau Sehun sudah mulai memasuki miliknya ke dalam hole Kai.

Sehun memejamkan matanya masih sambil mencoba memasuki hole Kai. ia tidak menyangka hole Kai masih sempit. Padahal yang ia tahu Kai sudah sering melakukan 'itu' dengan banyak si pendominasi.

"uhhh... Sehunhh, keluarkan milikmu itu." Kai sudah berkeringat sampai membasahi kemeja yang ia pakai juga seprai milik Sehun. Ia memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya tidak ingin lagi mengeluarkan desahan untuk Sehun. Tapi Sehun ingin mendengar Kai mendesah, jadi ia mendorong paksa miliknya sampai tertanam sempurna pada hole Kai. "aghhhh~!" teriak Kai. tubuhnya terlihat terhentak karena terkejut. Tidak lama kemudian Sehun mulai mengeluar-masukkan miliknya itu. Itu membuat Kai tidak bisa menahan desahannya. Milik Sehun cukup besar untuk memenuhi holenya dan membuatnya merasakan jr Sehun yang bergesekan dengan kulit dalam holenya.

"ahhh, ahh, Sehun... mhhh~" Kai mengulum bibir bawahnya sendiri.

Sehun membuka kancing kemeja Kai dengan kasar sampai kancing-kancing tersebut terlepas dari asalnya. Badan Kai pun terekspos membuat Sehun ingin memakannya. Sehun pun melumat leher dan telinga Kai membuat Kai kembali mendesah keras. Tangan Sehun tidak tinggal diam. Ia memilin kedua nipple Kai dan meremas jr Kai. kemudian lumatannya turun ke dua nipple Kai yang sudah tegang. Ia melumatnya dengan nafsu lalu mengulumnya bak seorang bayi yang menyusu. Sehun menggigit kecil ke dua nipple Kai bergantian.

"ahhhh, Sehunhhh..." Kai membusungkan badannya menantang Sehun berbuat lebih. Sehun terus melumat, menggigit dan menghisap leher, bahu sampai dada Kai membuat bercak merah ke unguan.

Sehun mempercepat pergerakan pinggulnya. Sedikit lagi ia mencapai klimaksnya. Sehun menyentuh bokong Kai dan meremasnya. Lalu ia angkat bokong Kai untuk mempermudah pekerjaannya.

"Sehun-ahhhh!" Kai sudah sampai terlebih dahulu. Cairannya mengenai badannya dan Sehun.

Tidak ingin tertinggal Sehun segera mempercepat gerakannya dan akhirnya ia berhasil menyusul Kai. ia memuntahkan cairannya ke dalam tubuh Kai. Kai yang merasa sesuatu yang hangat mengalir di dalam perutnya pun membuka matanya dan melihat Sehun yang sedang menatapnya. Kai kesal dengan Sehun. Bisa-bisanya ia memperlakukan Kai seperti itu. Padahal di awal Sehun menolaknya.

Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Kai, namun Kai segera memalingkan wajahnya. Pertanda ia memperlihatkan kalau dirinya masih kesal dan marah pada Sehun.

"aku merindukanmu," ucap Sehun setelah ia mencium lembut pipi Kai.

"cih, pembual." Ejek Kai masih memalingkan wajahnya.

"aku sungguh merindukanmu, Kkamjong." Ucap Sehun lagi. Dan ini sukses membuat Kai menatapnya.

Kai melebarkan matanya mendengar Sehun menyebut nama panggilannya saat ia masih bersama si 'albino'. Kai menatap Sehun terus meminta penjelasan.

"maaf aku meninggalkanmu waktu di panti asuhan. Maaf juga aku menyakiti perasaanmu. Maaf atas segalanya, Kkamjong. Aku mencintaimu." Sehun pun melepas ikatan tali pada tangan Kai, lalu menaruh keningnya di kening Kai. menatap mata Kai dalam dari jarak yang sedekat itu.

"a-albino?" Kai ingin memastikan kalau orang yang sedang menindihnya ini adalah albinonya. Ia ingin menangis sekarang saat Sehun menganggukkan kepalanya bahwa dirinya benar-benar albino, teman masa kecilnya yang sudah ia sukai. Oh atau lebih tepatnya ia cintai.

"hiks, kemana saja kau selama ini, eoh? Aku sangat merindukanmu." Pertahanan Kai pun runtuh saat itu juga. Ia segera memeluk Sehun erat dan menumpahkan segalanya pada pria di atasnya ini. Ia menangis tersedu-sedu.

"mianhae, Kai. mianhae." Sehun mengecup sayang pundak Kai.

Kai melepaskan pelukannya dan menghentikan tangisannya. Sehun pun bangun, lalu menghapus jejak air mata Kai menggunakan jarinya. "saranghae, my Kkamjong." Ia mengecup kening, pipi, mata, hidung kemudian bibir Kai lalu menatap matanya.

"nado saranghae, my albino." Kai tersenyum lembut dan mengecup bibir Sehun.

"hm... jadi?"

"apanya, albino?"

"kau milik siapa?"

"tentu saja milikmu, Oh albino Sehun." Yang awalnya Kai tersenyum manis kini kembali berubah menjadi seringaian nakal. Kai segera mendorong Sehun kemudian menindih pria berkulit putih itu tanpa mengeluarkan milik Sehun yang masih berada di holenya. "aku belum puas." Kai mengedipkan matanya dan menaik-turunkan tubuhnya membuat dirinya dan Sehun kembali mendesah. Yah, sepertinya besok keduanya tidak akan sekolah karena jika sudah begini Kai tidak akan ada habisnya membuat dirinya dan lawan/mangsanya klimaks berkali-kali. Mungkin ia akan berhenti kalau dirinya dan lawannya itu sudah pingsan. Kkk~

END

akhirnya selesai juga 'O')/
fyuhhhh~

senang tidak senang harap senang /?

maaf ye, encehnye kurang hottttttttt, jadi kaga anu wkwkwk sekian

maap juga buat yang review ga dibales atu-atu/? terus juga makasih udah mau setia sama epep abal2 ini sekian lagi :v