HIYORIN P.O.V

Aku dan Haruka masih ada penginapan.

"Haruka, apa kau mau membuat lagu untuk STARISH saat Opening Triple SSS ?" Tanyaku.

"Tsukiyama-sensei..."

"Jangan salah paham, aku hanya ingin mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan." Kataku sambil menyilang kedua tanganku.

"Tsukiyama-sensei, apa kali ini kau niat melakukannya ?" Tanya Haruka.

"Apa maksudmu ?" Tanyaku.

"Tsukiyama-sensei membuat lagu yang bedasarkan sifat mereka dan lagu yag selalu membuat menang tapi, kali ini aku ingin Tsukiyama-sensei membuat lagu yang bisa membuat pendengarnya bahagia." Jawab Haruka.

Aku hanya terdiam. 'Apa benar aku begitu ?' pikirku.

"Aku tidak ikut membuatnya, aku hanya sekedar memberi saran." Kataku yang langsung meninggalkan Haruka.

"Kau mau kemana ?" Tanya Haruka.

"Aku mau pulang ke asrama bareng QUARTET NIGHT, kau mau ikut ?" Jawabku plus bertanya.

"Tidak, aku disini untuk sementara." Jawab Haruka.

"Baiklah, Ja ne." Aku langsung pergi menemui QUARTET NIGHT.

NORMAL P.O.V

Sementara itu di Asrama, para Kohai sedang ngobrol santai terhadap sesama. Mereka berhenti saat melihat para Senpai mereka pulang. Mereka agak bingung karena, satu orang tidak ada.

"Ano... Rei-chan, kenapa Nanami tidak ada ?" Tanya Otoya.

Para Senpai cuek. Mereka hanya melewati para Kohai begitu saja.

"Dia tidak kembali." Jawab Ranmaru.

"Apa maksudmu ?" Tanya anggota STARISH.

"Kalian belum dimasukkan juga kan ?" Tanya Ai.

"Akhirnya, kau juga tidak masuk bersama kita." Tambah Camus.

"Tapi, kita masih belum menyerah !" Protes Natsuki.

"Kami akan berada di konser !" Tambah Syo.

"Kalau itu bagaimana ya." Kata Reiji sambil mengeluarkan sesuatu di balik jaketnya.

Dia langsung melempar benda tersebut ke Kohainya. Masih untung, Otoya menangkapnya.

"Apa ini ?" Tanya Otoya.

"Lagu kami." Jawab Reiji. "Kita menulisnya dengan bantuan Kohai-chan dan Senpai-chan. Itu lagu yang terbaik." Tambah Reiji.

"Lagu terbaik..." Guman para Anggota STARISH.

"Dia sendiri yang bilang tidak mau pulang." Kata Ai.

"Tidak mungkin..." Kata Natsuki tidak percaya.

"Mengapa ?" Tanya Cecil.

"Kau tidak tau ?" Tanya Reiji. "Jika tidak, mungkin kita harus mengambilnya dari kalian." Ancam Reiji.

Anggota STARISH terkejut dengan perkataan Senpai mereka yang paling periang yang berubah menjadi jahat dalam jangka waktu pendek. Para Senpai langsung pergi kecuali, Hiyorin.

"Jangan kawathir, Haruka tidak akan direbut oleh mereka. Haruka hanya harus mengurus seuatu." Hibur Hiyorin.

"..." Para Anggota STARISH hanya terdiam. Mereka takut jika kehilangan komposer terbaik mereka.

"Berhenti merenung dan ayo mulai bekerja !" Seru Hiyorin yang langsung membuat para Kohainya terkejut.

Mereka semua tersenyum melihat Senpai mereka yang selalu memberi semangat.

"Ayo, siap-siap ! kita punya banyak kerjaan !" Seru Hiyorin yang membuat Kohainya mengangguk.

"Hai' !" Seru para STARISH.

Mereka langsung menuju tempat kerja. Sesampainya di tempat kerja, mereka semua bersiap-siap untuk wawancara.

"Kalian mau mendengar lagu QUARTET NIGHT ?" Tanya Hiyorin sambil menyiapkan makanan dan minuman untuk para Kohai.

Mereka semua mengangguk. Hiyorin langsung memasukkan CD ke DVD player. Saat lagu mulai keluar, seluruh anggota STARISH terkejut. Mereka semua terlihat tegang mendengar lagu yang mereka dengar. Lagu pun berhenti berbunyi.

"Itu adalah lagu QUARTET NIGHT yang akan dinyanyikan di Triple SSS nanti." Kata Hiyorin.

"Sangat menakjubkan." Kata Otoya.

"Musik ini dasarnya memang bersinar." Kata Cecil.

"Kemunculan mereka untuk meciptakan harmoni yang belum pernah terjadi." Tambah Natsuki.

"Ini lagu yang ditulis oleh si domba kecil." Kata Ren.

"Ini sempurna." Kata Masato. "Semua orang akan menanggap layak masuk triple SSS." Tambah Masato.

"Aku tidak percaya Haruka punya sisi seperti ini." Kata Cecil yang mungkin masih belum percaya dengan apa yang ia dengar.

Ruangan langsung hening.

"Apa kalian pikir fakta kita tidak masuk Triple SSS terkait dengan penolakan Haruka untuk kembali ?" Tanya Cecil.

"Tentu saja tidak." Jawab Otoya.

"Haru-chan percaya melebihi siapapun jika kita akan masuk." Tambah Natsuki.

"Jangan kawathir. Dia pasti akan kembali." Hibur Syo kepada seluruh anggota.

"Syo benar, Haruka akan kembali." Tambah Hiyorin.

"Mari fokus pada pekerjaan kita sebelumnya." Kata Masato yang sepertinya mulai fokus terhadap pekerjaannya.

"Kita harus terus bergerak maju." Tambah Tokiya.

"Yah." Ren setuju.

"Kau benar." Natsuki juga setuju.

"Yup." Syo juga setuju.

"Kita harus fokus melakukan apa yang kita bisa." Tambah Otoya.

"Kau benar. Aku akan melakukan yang terbaik !" Seru Cecil.

"Baiklah, kalian sebaiknya siap-siap." Ujar Hiyorin.

Mereka mengangguk. Acara pun dimulai. Hiyorin yang sedang sendirian di ruangan sedang berbicara kepada seseorang di ponselnya.

"Pembukaan Triple SSS sebentar lagi, apa kau dan Momoka sudah siap ?"

'Aku dan Momoka selalu siap ! jangan kawathir, aku dan Momo takkan mengecewakanmu.'

"Lagunya aku yang urus, Momoka urus tariannya, dan kau urus desain pakaian. Nanti kita bertiga berkumpul untuk membuat liriknya."

'Baik nee~ aku akan mulai bekerja, begitupun Momo !'

Hiyorin langsung menutup panggilannya dan melihat layar TV yang sudah disediakan.

'Gomen, STARISH, kita akan menjadi Rival setelah Pembukaan Triple SSS' Guman Hiyorin dalam hatinya.

Setelah para anggota STARISH selesai wawancara, mereka semua beristirahat.

"Yama-chan, kenapa kau terlihat sedih ?" Tanya Otoya yang menyadari kalau Senpai mereka terlihat lemas dan sedih.

"Aku baik-baik saja. Ini pekerjaan kalian yang terakhir untuk hari ini, jadi aku pulang duluan, aku lagi ada urusan." Hiyorin pamit kepada Kohainya dan langsung pergi.

HIYORIN P.O.V

Aku langsung berlarian di trotoar menuju rumah Aika, sesampainya dirumah Aika, aku menemui Aika dan Momoka sedang berada di ruang keluarga mengurus persiapanku.

"Nee~ Yorin, apa kau benar-benar ingin melakukannya ?" Tanya Momoka saat aku baru sampai di ruang tamu Aika.

"Aku sedang dalam kesempatan yang bagus, aku tidak mau menutupi dirku lagi." Jawabku

"Nah, kalau begitu ayo kita urus lagunya !" Seru Aika.

Aku dan Momoka mengangguk.

Aku mulai membuat lagu dengan alat khusus yang memang sudah ada. Momoka berusah membuat tarian saat bernyanyi nanti. Aika sedang menggambar desain baju.

"Yorin, kalau boleh tanya, kau sedang berkeja di agensi yang mana ?" Tanya Momoka yang memecahkan kehinangan.

"Shining Agensy." Jawabku sambil melanjutkan pekerjaanku.

"Yang grup Idolnya STARISH dan QUARTET NIGHT ?" Tanya Aika.

"Ya, tidak lama lagi, aku dan para Idol Shining Agency akan menjadi Rival." Jawabku yang membuat kedua temanku terkejut.

"Yorin, kau akan pindah agensi ?" Tanya mereka berdua dengan kompak.

"Tidak tapi, setelah pembukaan nanti, ada yang membuat hubunganku dengan mereka menjadi Rival." Jawabku yang membuat suasana jadi hening.

Kami langsung melajutkan pekerjaan kami lagi.

"Yorin, kau pilih jas atau gaun ?" Tanya Aika.

"Jas, karena aku yang akan berada di tengah nanti." Jawabku.

"Berarti, aku dan Momo pakai gaun !" Seru Aika.

Aika memang hobi memakai gaun di setiap pertunjukkannya.

"Gaunnya jangan terlalu panjang, panjang gaunnya sampai lutut saja." Kata Momoka.

"Emangnya kenapa ?" Tanya Aika.

"Karena nanti saat kita menari, ada bagian lompat kecil, takutnya saat dibagian itu, salah satu diantara kita berdua akan terjatuh." Jawab Momoka.

"Kenapa kita pake adengan lompat ?" Tanya Aika.

"Aku setuju dengan Momoka, adengan lompat cocok dengan musik ini. Kita tidak perlu melompat terlalu tinggi." Jawabku.

"Huft... baiklah." Aika langsung menyerah. Dia langsung manyun.

"Momoka, saat diawal nanti, aku menghadap ke depan, kalian berdua kesamping." Usulku.

"Baiklah, jadi segitiga ?" Tanya Momoka.

"Ya, lalu setelah itu kalian maju kedepan yang membuat formasi segitiga yang menghadap layar ke belakang." Jawabku.

"Yorin, warna jasnya ?" Tanya Aika.

"Warna hitam saja, aku akan memakain sarung tangan tampa jari. Sementara kalian memakai sarung tanganya yang panjangnya sampai menutup siku. Warna gaun kalian ambil warna putih yang diujung gaunnya diberi glitter berwarna silver." Jawabku.

"Aku setuju, nanti Yorin juga pakai dasi kupu-kupu berwarna hitam. Jangan lupa tambahkan pita berukuran sedang di bagian punggung gaun." Tambah Momoka.

"Baiklah, Yorin nanti pakai jepitan yang biasa ?" Tanya Aika.

"Ya, jangan lupa, berikan aku penjepit rambut yang berbentuk pita, nanti kujepit di belakang kepalaku." Jawabku.

"Style Yorin seperti biasa." Guman Momoka.

"Nah, karena rambut Momo panjang, kita ikat pakai ikat rambut yang ada pita berwarna putih." Usul Aika.

"Ya, itu membuat kesan kalau Momoka menggunakan pakaian seputih salju." Tambahku.

"Jadi, rambut Momo nanti diikat Pigtail ya ?" Tanya Aika.

"Baiklah." Jawab Momoka.

"Kalau Aika, diikaat juga tapi, Ikat Side Ponytail." Usulku.

"Ya, setuju. Tapi setengah saja." Kata Aika.

"Kalau sepatunya ?" Tanya Momoka.

"Kalian jangan pakai High Heels." Kataku.

"Kenapa ?" Tanya Aika.

"Aku takut salah satu diantara kalian berdua ada yang jatuh." Jawabku.

"Aku sering kok, menari dengan High Heels." Kata Momoka.

"Aku setuju dengan Yorin, aku takut jatuh." Ujar Aika.

"Kalau begitu, Momoka saja yang pakai High Heels." Saranku.

"Baiklah, kalau gitu, Aika pakai sepatu Ballerina yang bentuk solnya rata. Yorin akan memakai Dockside dan Aku pakai High Hell Open toe." Jelas Momoka.

"Baiklah, begini pakaiannya ?" Tanya Aika yang baru saja selesai menggabarnya.

Aku dan Momoka melihat gambar tersebut.

"Gaun Aika dan Momoka dibikin zig zag aja ujungnya." Usulku.

"Itu lebih cocok kepada Aika." Kata Momoka.

"Baiklah, baju Momo kubuat melebar kebawah." Usul Aika.

"Jangan terlalu lebar !" Seru Momoka.

"Serahkan saja padaku." Kata Aika.

Aku langsung kembali membuat lagunya. Sepertinya, Momoka sudah selesai dengan tariannya dan kulihat Aika selesai dengan desain pakaiannya.

"Yorin sudah selesai dengan lagunya ?" Tanya Momoka.

Aku mengangguk.

"Baiklah, kita tentukan siapa yang bernyanyi di awal !" Seru Aika.

"Kita bernyanyi berbarengan saja, karena perpaduan suara kita bagus, jadi di awal kita mulai bareng." Usulku.

"Sampai end saja, karena itu akan membuat lagunya makin menarik." Tambah Momoka.

"Ok, berarti kita tinggal menentukan tempo lagunya." Kata Aika.

Kami bertiga langsung kerja semalaman. Setelah semuanya selesai. Aku langsung pulang, walaupun itu sudah pagi. Saat sampai di Asrama, aku tidak sengaja melewati ruangan yang pintunya terbuka sendiri. Aku langsung masuk dan melihat Haruka dan sang 7 bintang sedang tertidur.

"Apa yang mereka lakukan semalaman ?" Tanyaku kepada diriku sendiri.

Haruka sedang tertidur. Di menjadikan not piano sebagai bantalnya. Tokiya sedang tidur dekat kaki piano. Ren bersender ke Natsuki yang sedang menjadikan lututnya sebagai bantal. Cecil tidur seperti kucing. Tokiya tidur sambil duduk, Masato tidur di Sofa, dan terakhir Syo tidur yang menjadikan meja sebagai bantalnya. Mereka semua tidur sambil tersenyum tipis.

'Mereka sedang bermimpi indah ya ?' Pikirku.

Aku langsung mendekat ke meja dan melihat 3 lembar kertas. Aku mengambilnya dan melihatnya.

"Haruka, kau ternyata sudah buatkan mereka lagu toh." Gumanku.

Aku langsung menghela nafas lega.

"Minna ! seberapa lama kaliana akan tidur ?! Bangun !" Seruku yang membuat seluruh Kohaiku bangun.

Aku hanya menyilang kedua tanganku.

"Aku lelah." Kata Cecil.

"Ohayo Gozaimasu..." Sapa Natsuki.

"Ohayo.." Tambah Ren.

"Kau mengangetkanku." Kata Otoya.

"Ini sudah pagi." Kata Masato.

"Ya, sepertinya..." Tokiya saja masih ngantuk.

"Malam berlalu begitu cepat." Kata Syo yang membenarkan posisi topinya.

Mereka semua langsung melihat Haruka yang masih tertidur. Aku juga melihat Haruka yang tertidur pulas. Saat aku ingin membangunkannya, Natsuki menghentikanku.

"Ssshhhh..." Natsuki menaruh jari telunjuk di depan bibirnya yang artinya jangan berisik.

Aku hanya menghela nafasku.

"Cepat, kalian akan telat bekerja !" Seruku yang membuat mereka semua lari keluar ruangan.

"Uh, Oh !" Syo laru duluan.

Disusul Tokiya. "Ayo cepat !"

Natsuki menyusul mereka. "Tunggu !"

Otoya langsung berlari bersama Natsuki. "Hei Tunggu !"

Ren, Masato, dan Cecil lari berbarengan.

Setelah mereka pergi semua, aku mengeluarkan selimut kecil yang sering kubawa, lalu menyelimuti Haruka. Tiba-tiba, aku melihat QUARTET NIGHT di ambang pintu. Aku mendatangi mereka.

"Kalian serius, benar-benar ingin merebut Haruka ?" Tanyaku.

"Tentu saja. Aku selalu serius. Aku cemburu, tidak ada yang menyuruhnya untuk melakukan hal ini, tapi dia sendiri yang mau melakukannya." Jawab Reiji.

"Nih," Aku menyerahkan lagu yang daritadi kupegang. "Itu lagu Haruka untuk STARISH."

Aku langsung meninggalkan mereka berempat menuju kamarku. Aku sangat mengantuk jadi menentukan untuk tidur sampai siang. Tidak lupa, aku memberikan lagu yang telah kubuat kepada Saotome.

Sore tiba, aku, Haruka, dan STARIHS berkumpul di ruangan Saotome. Ternyata mereka sudah selesai dengan lagunya.

"Apakah kau mendengar lagu kita ?" Tanya Tokiya. Mewakili STARISH.

Saotome hanya terdiam. Begitupun kami.

"Tolong biarkan kami masuk Triple SSS." Tambah Tokiya.

Saotome masih saja terdiam. Suasana ruangan menjadi tegang.

"AAAAAA !" Tiba-tiba Saotome teriak. Kami semua terlonjak karena kaget. "REVOLUTION BELUM SELESAI !" Seru Saotome yang membuat satu ruanga-

"APA ?!"