Hallo hallo! Kumato's here! Syukur alhamdulillah yang review lumayan. Ada yang nanya, ada yang Cuma minta lanjut. Sebenernya review dan pertanyaan yang diajukan tuh kurang untuk dibikin QnA, tapi yah berhubung otak masih gak fungsi (and who am i to complain anyway?) Jadi... Meet Gempa, Halilintar dan Taufan!
Gempa: Hai semuanya :)
Taufan: Halo! :D
Halilintar: ... aku mau pulang.
Halilintar, jangan lesu begitu dong. Semangat, semangat! Kalian sudah diundang untuk wawancara lanjutan ini.
Halilintar: Lebih tepatnya, kau menculik kami... lagi.
Ah, jangan pusingkan hal yang sepele. Iya kan Gempa? Taufan?
Gempa: Iya, dia Cuma mau menanyakan beberapa pertanyaan.
Taufan: Ini akan menyenangkan. Tenang saja.
Halilintar: Ngaku, kalian disogok apa sama dia?
Sogok? Gak ada tuh. Ya kan Gempa? Taufan?
Gempa: Katanya kalo aku ikutan wawancara, gajiku bakal dinaikkan. Lumayan pemasukan tambahan! :)
Taufan: Kalo aku bisa makan kue cokelat sepuasku! X3
Halilintar: Hah, sudah kuduga. *facepalm*
Hei! Kok kalian berpihak sama dia? |:(
Gempa: Karena dia adikku.
Taufan: Karena dia kakakku.
Bener juga. A-Anyway, ayo kita mulai wawancaranya. Gak mulai-mulai nih...
Halilintar: Tunggu dulu, aku gak bilang aku bakalan ikutan wawancara gak jelas ini!
Oh, kamu harus ikut. Kalo enggak... *bisikin halilintar*
Halilintar: *shocked* ... Kok kamu tau?!
Insting wanita... dan status sebagai author *grin* :D
Halilintar: *blush* ... Tch, kali ini kamu menang. Apa pertanyaannya?
Oke, pertanyaan pertama! Dari felistasmp, "Umur 2 adik Gempa yang lain berapa? Gak usah kasih tau namanya juga gak papa kok."
Halilintar: Umur mereka sama-sama 8 tahun. Nama mereka Api dan Air, dan mereka kembar identik.
*gasp* Kayak Upin dan Ipin dong?! XD
Halilintar: Mereka gak botak dan sudah kelas 2 SD, Ahouthor.
*pundung*Kenapa ada 'aho' disitu...?
Taufan: Eniwei, mereka berdua sangat lucu dan imut! Sayangnya mereka gak bisa tinggal sama kami. Huunn, aku kangen mereka T-T)
Gempa: Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, aku menitipkan mereka pada Tok Aba karena... sebuah masalah. *menunduk lesu*
Halilintar: *melirik Gempa trus nepuk pundaknya* Jangan sedih begitu. Lagian malah lebih bagus kalo mereka diasuh sama Tok Aba. Yang satu main terus, yang satu lagi makan terus. Kalo mereka tinggal sama kita, ntar kita senewen dan bangkrut. Udah cukup ada Taufan yang menghabiskan beras kita.
Taufan: HEI!
Gempa: *senyum kecil* Hmm, bener juga.
Taufan: Hmph, aku gak doyan makan. Aku Cuma suka ngemil. Emangnya salah?
Halilintar: Salah kalo setiap hari makan nambah 2 piring!
Taufan: Aku sedang dalam masa pertumbuhan!
Halilintar: Oh, kue cokelat emang bikin tubuh makin tinggi ya?
Taufan&Halilintar: *mulai adu mulut*
*sweatdrop* Gempa, mereka memang suka adu mulut ya?
Gempa: Tenang aja, mereka gak akan saling membunuh kok. Sebaiknya ke pertanyaan selanjutnya deh, mereka bakalan lama tuh.
Okelah kalo kamu bilang begitu. Pertanyaan dari Phantom3148...
Taufan&Halilintar: *masih adu mulut*
... "Gempa udah punya pacar belum?"
Gempa: Hmmm... *ngelirik Taufan&Halilintar* Ya, aku dah punya pacar.
Taufan&Halilintar: *langsung noleh* APA?!
Halilintar: Siapa?
Taufan: A-Anak mana?!
Cowok apa cewek?! *fangirl*
Gempa: Itu rahasia.. ;)
Halilintar&Taufan: *dark aura* Kak Gempaaa...!
Taufan: *puppy eyes* Kasih tau dong kak, plisss? *bisik* Supaya aku mengusir dia. Kak Gempa bukan punya siapa-siapa!
Halilintar: Aku... Cuma mau kenalan sama dia. *bisik* Dan kucari tau semua kejelekannya.
Gempa: Gak akan kukasih tau. Belum saatnya. *smirk*
Aku saja baru tau Gempa ternyata udah punya pacar *micingan mata ke Gempa*
Gempa: Heheheh. Pertanyaan selanjutnya dari Kori Koreha "Bisa gak Taufan nya—" *berhenti mendadak*
...? Kenapa brenti Gempa? Sini kulihat. *baca review* Oh, Taufan! Ada yang request kamu buat nya— *dibekap Halilintar*
Halilintar: *bisik* Jangan lanjutkan. Tadi aku dikasih tau Gempa. Demi apapun, jangan lanjutkan!
Gempa: *ngangguk-ngangguk*
*bisik juga* Oooke. Tapi kenapa? Taufan kan Cuma disuruh nyanyi—
Taufan: Apa? Nyanyi?! Aku mau, aku mau! XD
Gempa: *pucat*
Halilintar: Dasar Ahouthor! *jitak Kumato*
Hieee? Aku salah apa? (T^T)a
Taufan: *baca review* Hmm, lagu Justin Bieber ya? Khuhu, pilihan yang tepat. Aku adalah penyanyi yang hebat! XD *hirup napas*
Gempa: *tutup kuping*
Halilintar: *pasang sumbat telinga*
*celingukan* ...?!
Taufan: YU NOW YU LOP MEH! I NOW YU KEEERR! JES SOUT WENNEPER! EN AIL BI DEEERR! XD
gAAHHH! *guling-guling*
Halilintar: Kan sudah kubilang. Salah sendiri. *ngasih sumbatan telinga sama Gempa*Ada dua hal yang harus kamu ketahui tentang Taufan. 1) Bahasa inggrisnya ancur lebur.
Gempa: *masang sumbat telinga yang dikasih Halilintar* 2) Dia gak bisa nyanyi. Sama sekali.
Uhh, aku ingat dia gak bolehin aku ngomong bahasa inggris di chapter sebelumnya, tapi aku gak tau suaranya seburuk ini! Ini lebih parah daripada Giant di anime Doraemon!
Halilintar: Aku gak tau kamu ngomong apa, tapi aku harus pergi. Bye. *pergi*
Gempa: Aku juga harus balik kerja. Jam istirahat sudah habis ("^^) *pergi juga*
Tu-Tunggu! Ini speaker rusak mau diapain?! (;A;)
Gempa&Halilintar: *gak dengar*
Taufan: Mai perst lop brok mai hert vor de fres taaiimm! (~^o^)~
Ugh, sepertinya karena narasumber kita ada urusan jadi wawancaranya ditunda dulu. Pertanyaan yang tersisa bakal dijawab di sesi kedua. Silahkan nikmati drabble singkat ini selagi menunggu.
Taufan: BEIBEH BEIBEH BEIBEH OHHHH! Laik, BEIBEH BEIBEH BEIBEH OHHH! X3
The God of Song and The God of English must be crying now...
...
...
BoBoiBoy: Alternate Universe
BoBoiBoy milik Animonsta.
BoBoiBoy: Alternate Universe punyaku.
Drabble: Girlfriend
Summary: Gempa bilang dia udah punya pacar. Halilintar dan Taufan gempar.
Drabble ini di lihat dari sudut pandang orang ke-3 alias Normal PoV. Happy Reading! ;D
Taufan: BEIBEH BEIBEH BEIBEH OHHHH! Laik, BEIBEH BEIBEH BEIBEH OHHH!
*headbang ke dinding terdekat*
...
...
Halilintar menghela napas, berjalan santai setelah keluar dari sebuah gedung. Akhirnya dia bisa kabur juga dari gadis gila itu. Jika saja gadis itu gak mengancam dengan rahasianya, Halilintar sudah kabur dari tadi dengan membawa kakak dan adiknya. Tapi, sudahlah. Setidaknya dia tidak akan melakukan wawancara aneh itu lagi... kan?
Entah kenapa Halilintar gak yakin soal itu. Dan ngomong-ngomong soal wawancara... Halilintar teringat tentang kakaknya yang mengaku sudah punya pacar.
"Mau kembali ke sekolah?" Pertanyaan dari seseorang membuat pemuda berjaket hitam-merah itu sedikit terlonjak. Gara-gara gadis gila itu dan pertanyaan-pertanyaan anehnya, Halilintar jadi sedikit sensitif sama kalimat introgatif.
"Enggak," Jawaban singkat dari Halilintar, dan pemuda itu melemparkan pandangannya pada si pelontar pertanyaan yang berjalan di sampingnya.
"Pulang?"
"Enggak juga,"
"Kerja sambilan?"
"Begitulah,"
Jawaban simple dan singkat itu membuat lawan bicaranya akhirnya menoleh pada Halilintar. "Kamu biasa kerja sambilan di jam sekolah seperti ini?" tanya Gempa menyelidik, mengangkat sedikit wajahnya agar bisa menatap mata ruby milik adiknya yang beberapa senti lebih tinggi darinya.
"Tidak juga. Tapi mereka mengijinkanku untuk datang lebih cepat. Aku bisa dapat bonus," Halilintar menjawab seraya mengalihkan pandangannya dari sepasang iris golden yang menyelidik itu. Bukannya Gempa bisa mengetahui rahasia kecilnya hanya dengan melihat, tapi Halilintar tetap menghindari tatapan itu.
"Keuangan kita cukup stabil bulan untuk ini," Gempa menghela napas. "Seharusnya kamu gak perlu kerja. Cukup kakak saja yang kerja,"
'Yeah, untuk bulan ini,' pikir Halilintar. "Aku kerja sambilan karena aku mau. Bukan untuk membantu Kak Gempa," Meski terdengar kasar, Halilintar mencoba menepis semua pikiran negatif yang mungkin bersarang dipikiran kakaknya.
Gempa memberinya senyum kecil, mengerti apa maksudnya. "Ngomong-ngomong kamu kerja sambilan apa sih? Sampai kamu mau melakukannya?"
Halilintar membalasnya dengan senyum di ujung bibirnya. "Gak akan kukasih tau. Belum saatnya,"
"Hei, kamu sengaja mau membalas yang di wawancara tadi ya?" Gempa meninju bahu Halilintar dengan pelan. "Sekarang main rahasia-an sama Kakak?"
"Kak Gempa juga gitu kan," Halte bus tinggal beberapa meter lagi. Dan dia harus tau tentang sesuatu. "Tapi aku gak mau impas. Jadi kasih tau siapa pacar Kak Gempa," ucap Halilintar masih dengan senyum itu.
"Gak mau," Gempa memberinya sikap tidak acuh, tapi juga dengan senyum puas yang membuat Halilintar panas. Dia benar-benar penasaran siapa pacar kakaknya itu, tapi tidak akan memelas untuk itu. Itu pekerjaan Taufan.
"Terserah. Tapi aku harus menilai cewek itu dulu. Kalo gak masuk kriteria, putusin dia," Halilintar melipat kedua tangannya di depan dada selagi dia menjelaskan apa saja 'kriteria yang diperbolehkan menjadi pacar Kak Gempa'. Senyum dibibirnya berganti menjadi kerutan kecil yang dianggap kebanyakan orang adalah 'cemberut'. Tapi bukan bagi Gempa. Dan itu kembali membawa senyum di wajah pemuda berjaket hitam-putih-emas itu.
Kalian gak akan melihat ekspresi seimut itu keluar dari seorang Halilintar jika Gempa tidak melakukan hal seperti ini.
"Well, mungkin aku akan berbohong sedikit lebih lama lagi," bisik Gempa sebelum ia menyadarinya. Melirik ke arah Halilintar yang masih ngambek, Gempa sadar adik tertuanya itu tidak mendengar kata-katanya. Ia juga sadar halte bus sudah di depan mata, dan kebetulan bus sudah datang.
"Bus-nya udah datang. Sana pergi," ucap Halilintar singkat.
"Iya, iya," Gempa segera menaiki bus, tapi menoleh pada Halilintar sebelum benar-benar masuk untuk menikmati ekspresi adiknya itu dengan senyum lebar.
"Apa liat-liat?" Gempa melihat rona merah di wajah Halilintar dan menggeleng. Lalu masuk ke dalam bus.
'Yep. Sedikit lebih lama lagi,' pikir Gempa saat dia duduk di kursi penumpang. 'Lagipula aku harus melihat ekspresi Taufan juga,' Dan yang terakhir diikuti oleh senyum jahil dan puas.
Oke, itu dia drabble pertamaku. Mungkin rada garing, basi, gak menarik, ngebosenin, jelek... err, dll lah (ketularan pesimisnya Raizu). Kritik dan saran sangat di terima. Mau request juga boleh, soalnya kadang-kadang gak ada ide... Oh, satu hal penting; para chara gak sadar mereka ada di drabble (pretty obvious but still pointed it anyway). Waktunya juga agak beda. Contohnya seperti sekarang, sesi kedua wawancara! Meet Gempa, Halilintar dan Taufan!
Gempa: Hai lagi :)
Taufan: Hallo! :D
Halilintar: ... sudah kuduga firasatku salah =_=)
Firasat apaan Halilintar? O.o
Halilintar: Lupakan. Cepat selesaikan wawancara ini. Aku mau pulang, capek habis kerja sambilan.
Taufan: Aku juga ada PR di rumah!
Gempa: ...? Beneran kamu punya PR?
Taufan: Beneran. Suwer.
Halilintar: Tapi kami gak pernah liat kamu ngerjain PR di rumah.
Taufan: PR emang ada, tapi aku gak bilang bakal kukerjakan ;)
Halilintar&Gempa: =_=)
Dah, dah. Karena udah mulai kepanjangan, kita persingkat saja dan langsung ke pertanyaan. Dari Blue Star Sapphires "Siapa yang paling Kak Gempa sayang diantara kelima adiknya?"
Halilintar: *ngelirik Gempa*
Taufan: *puppy eyes*
Gempa: *malu-malu* Curang gak kalo aku bilang semuanya? *senyum*
Taufan: Aww~ Aku juga sayang Kak Gempa kok! (^w^) *peluk tangan Gempa*
Halilintar: Yah, kita saudara. Jadi itu wajar *bersandar sama Gempa*
Gempa: (^^)
Shooo cute~! (*w*)/ Meskipun itu sebenernya curang, ga apa lah =w=)
Taufan: Neks kuesyen!
Hmm, dari Famelshuimizu chan pertanyaannya sebelas-duabelas sama pertanyaan yang pertama. Oh, ada yang beda nih. "Ochobot bakalan muncul gak?" Oke, sebelum dijawab... Gempa, bisa perkenalkan siapa itu Ochobot?
Gempa: Tentu. Dia sepupu jauh kami. Tapi aku gak begitu dekat dengannya. Sebaiknya kamu tanya Taufan. Dia tinggal sama Ochobot.
Taufan: Aku tinggal dirumahnya setelah selama 2 tahun. Dia sangat pintar! Padahal dia seumuran denganku, tapi dia satu angkatan sama Halilintar! Aku selalu curiga jangan-jangan dia adalah Jimmy Neutron.
Halilintar: Hah, sepintar apapun dia dia gak bisa bikin alat-alat seperti di sci-fi kan? *snicker*
Taufan: *senyum*
Halilintar: *ngerutkan dahi* Dia bisa ya?
Taufan: Yup. Kalo dia muncul nanti, aku akan minta dia membawa alat-alat yang dibuatnya bersamaku untuk mengerjaimu... err, maksudku untuk diperlihatkan padamu! *senyum inosen*
Halilintar: ... Firasatku buruk.
Jangan takut Halilintar. Aku gak yakin Ochobot bakalan muncul dalam waktu dekat *shrug*
Gempa: Kenapa? Kalau dia punya alat-alat yang hebat, kenapa tidak?
Karena cerita ini baru dimulai dan masih tahap perkenalan. Aku punya urutan dan tahap. Plot, man, PLOT! t(0A0t)
Halilintar: Kamu punya plot? Wow.
Well, kinda... somehow... something? Heheh.
Halilintar: I should've know... *memutar bola mata*
Taufan: Hei, hei. Jangan ngomong pake bahasa inggris!
Gempa: Gak apa Taufan, ntar kita belajar bahasa inggris di rumah *senyum*
Taufan: ... Silahkan bicara bahasa inggris sesuka kalian. Aku gak akan protes lagi ._.)
Anyway, percaya atau tidak, cukup sekian wawancara kita untuk chapter ini! :D Semoga kalian menikmati chapter gak jelas ini. Kirimkan banyak-banyak pertanyaan ya! Request buat drabble juga oke! ;D
Halilintar: Oh akhirnya bisa pulang juga...
Gempa: Yah, yang tadi itu menyenangkan.
Taufan: Tunggu, mana kue coklatku!?
Sampai jumpa lagi bye! *kabur*
Taufan: Tunggu! *ngejar Kumato*
Gempa: Taufan! Jangan pulang malam-malam, ntar kita makan apa?!
Halilintar: *sigh* ... Aku capek.
