Hallo haloo! :D

Gimana liburan kalian? Kalo aku sih gak seru, karena gak bisa ngetik selama liburan. Tidurrr terus! Muahahaha, yang penting nyantai. Tapi berhubung liburan udah selesai, akhirnya aku bisa aktif lagi. Hip hip hooray! XD Tapi di wawancara ini Gempa dkk masih di musim liburan ya :D

Oke, oke. Udahan heboh sendirinya. Sekarang silahkan kalian duduk manis dan dengerin ocehanku bentar yah. Gak lama kok. Paling Cuma satu halaman #digebukinmassa. Tapi pokoknya baca dulu deh. Soalnya penting banget *muka serius*

Pertama! Banyak yang tanya soal pairing di fic ini (gebetan, pacar, dll), jadi aku jawab aja disini secara gamblang. Jawabannya adalah... *gema drum* fic ini bahkan belum punya pairing, dan aku masih belum mau bikin. Aku payah di bidang yang romantis-romantis gitu. Kalo pun ada yang hint-hint, yah... itu Cuma hints, belum ada maksud apapun. Sebenernya aku pun masih galau soal itu. jadi tolong jangan ditanyakan lagi yah... ("=v=)

Kedua! Ini fic pairingnya CROSS atau STRAIGHT? YAOI atau NORMAL? Boro-boro straight ato cross, ni fic aja belom ada pairing. Mungkin banyak yang salah sangka gara-gara drabble di chapter sebelumnya. Tapi, niatanku tuh mau menunjukkan sifat seorang kakak yang suka mengganggu adik-adiknya karena ingin melihat reaksi yang imut dan tidak seperti biasa, itulah sifat yang kutanamkan pada Gempa. Hali yang sedikit-sedikit ngeblush itu karena dia malu bersikap khawatir dan overprotektif, padahal kan dia tipe macho dan gak baper tuh =w=)/ Seperti yang kubilang di chapter 1, yang ada di sini Cuma BROTHERLY LOVE atau BROFLUFF. Gak ada yaoi (sowwy~) Tapi yah kalo ternyata nyerempet-nyerempet, aku sama sekali tidak bermaksud.. ("=3=)

Ketiga! (yep, masih ada lagi. Yang sabar yah...) Berhubung banyak sekali pertanyaan yang masuk (22 review sodara-sodari! *ngiler pelangi*) gak semuanya bakalan dijawab. Tunggu! Jangan lempar sendal dulu. Pertanyaan-pertanyaan itu bakalan dijawab pelan-pelan selama cerita(?) ini berjalan. Kan gak seru tuh kalo semua kebongkar di depan =w=)/ Jadi harap sabar yah...

Keempat! Aku punya special guest disini. Mari kita sambut, Kak Nayu dan Kak Runa!

Nayu: HAAIII! XD *melambaikan kedua tangan*

Runa: Hai *muka datar*

Nayu: Thanks ya udah ngundang kita ke sini ^w^)/

No problemo :) Bisa perkenalkan diri kalian?

Nayu: Aku adalah PACARnya GEMPA! X3

JEDEEEEERRR!

?! Kok ada petir di siang bolong begini?

Runa: Jangan tanya aku. Kau authornya.

Iya ding...

Nayu: AAAKH! *nepok jidat*

Ke-kenapa?!

Nayu: Aku punya jemuran yang harus diangkat! Akuharuspergidulubye! *narik Runa dan pergi dari situ*

Eh, tunggu dulu—! Ah shell, mereka beneran pergi... ("=_=) Baru kali ini ada special guest yang Cuma nongol 30 detik... Tapi gak apa deh. Ni opening udah kepanjangan! Belom apa-apa udah sehalaman... Sekarang mari kita sambut tamu utama kita. Meet Gempa, Halilintar dan Taufan!

Taufan: Halo! :D

Loh? Mana Gempa dan Halilintar?

Taufan: Kamu kelamaan bukanya. Jam istirahat udah habis jadi Gempa kembali bekerja dan Halilintar bilang dia ada urusan.

Oh gawd, kok narasumberku pada kabur semua sih? (T-T)

Taufan: Tak pe, tak pe. Kan ada aku disini :D

Taufan... Kamu gombalin aku ya? (0/0)

Taufan: Ya enggaklah :D

Tentu saja... *pundung* Ugh, tapi aku tahan dengan semua kesepian ini. Aku harus mengundang tamu yang lebih banyak!

Taufan: Sudah, sudah. Syukuri apa yang ada—

...! *tutup telinga*

Taufan: Kenapa malah tutup telinga? O.o)

G-Gak, kupikir tadi kamu mau nya—... ah, lupakan. Btw, Kok Gempa dan Haliintar masih kerja sih? Padahal kan aku mau bikin wawancara special liburan (T3T)

Taufan: Ini kan liburan anak sekolah. Orang-orang masih kerja lah.

Bener juga. Berarti kalian gak bisa liburan bareng dong?

Taufan: Begitulah. Padahal biasanya kami pergi ke rumah Tok Aba untuk mengunjungi Api dan Air..

Bener juga, aku gak pernah tau kehidupan kalian sebelum tinggal bareng Gempa. Kalian hidup secara terpisah kan?

Taufan: Yeah... Aku tinggal di bersama Ochobot dan orangtuanya. Kak Hali tinggal bareng sama Api dan Air di rumah paman di luar kota. Sedangkan Kak Gempa tinggal sama Tok Aba.

Terus, terus?

Taufan: Setelah Kak Gempa lulus SMA, Kak Gempa langsung kerja. Kebetulan gurunya ngasih dia kerjaan sebagai guru private di Pulau Rintis, kota kelahiran kami dulu. Kota tempat aku tinggal dekat sama Kak Gempa, makanya aku tau duluan dan aku minta supaya aku bisa tinggal sama Kak Gempa.

He? Jadi waktu awal-awal kamu Cuma sendirian tinggal bareng Gempa?

Taufan: Yup. Tepatnya selama 6 bulan. Habis itu... *jeda* Kak Hali juga diajak sama Kak Gempa untuk tinggal bersama... Kata Kak Gempa, paman yang mengasuh Kak Hali, Api dan Air sudah gak bisa tinggal sama mereka lagi.

Oh, jadi sejak itu kalian tinggal bertiga?

Taufan: Uh-huh! Seru banget! Awalnya Kak Hali kelihatan tertekan, tapi lama-kelamaan berkat bakatku yang selalu bikin orang tersenyum, Kak Hali jadi balik ceria lagi :D

Heee, coba ceritain deh pengalaman manis antara kamu dan kakak-kakakmu.

Taufan: Wuih, itu sih banyak banget. Yang mana yaa... Oh, oh! Kejadian di dapur seru juga!

Ceritain dong!

Taufan: Waktu itu Kak Hali berkunjung ke rumah kami. Trus kami mau masak-masak, trus... heheheheh *ketawa gaje*

Apaan Taufan?! Ceritain dong, jangan disimpan sendiri! X'(

Taufan: Lain kali aja deh... Gak seru kalo aku yang ceritain XD

Hmph, kalo gitu ceritain sesuatu tentang Api dan Air dong?

Taufan: *senyum lebar* Nah, kalo itu aku bisa ceritain. Api dan Air itu yaaa...

BRAKKK!

?&?: Kak Taufaaaaaaannn~! *berlari kearah Taufan trus langsung meluk (ato lebih tepatnya nabrak dan menindih)*

*melongo*

Taufan: Buhuuukk! Api?! Air?!

Api: Hehehe, kaget kan? Kaget kan? *senyum lebar*

Air: Kami datang menyelamatkan Kak Taufan! :D

Taufan: Ta-Tapi kalian kok bisa ada di sini? Bukannya kalian sama Tok Aba?

Api: Kami minta Tok Aba mengantar kami ke sini! XD

Air: Kami dengar Kak Taufan, Kak Hali dan Kak Gempa diculik sama penyihir jahat antargalaksi yang mau menguasai dunia, akan dijadikan cyborg canggih lalu dijual di pasar gelap angkasa! *dengan muka serius*

Yang bener aja, setiap ada orang baru yang muncul aku harus dapat tuduhan yang aneh-aneh ya? ("._.)

Api: Hah! Jangan-jangan kakak ini penyihir jahat itu ya? *nunjuk Kumato* Gak akan Api biarkan kakak mengambil Kak Taufan atau Kak Halilintar atau Kak Gempa! *peluk Taufan erat-erat*

Air: Kalo emang mau ambil, ambil Air saja! *meluk kepala Taufan*

Ya ampun, aku bingung mau bilang kalian ini terlalu banyak nonton anime atau KALIAN BERDUA IMUT SEKALI! X3

Taufan: Hei, hei. Tenanglah, kakak ini bukan orang jahat kok. Namanya Kumato. Ayo, minta maaf dan perkenalkan diri kalian.

(Wow, Taufan tiba-tiba kelihatan dewasa di depan adik-adiknya... atau jaim?)

Api: Humm, baiklah... Nama saya Boboiboy Api. Dan ini adik kembar saya, Boboiboy Air. Maaf sudah menuduh yang bukan-bukan... *muka menyesal*

Air: Maaf Kak Kumato... *muka menyesal*

Iya, gak apa-apa kok ^w^)/ Yang salah itu yang menyebarkan fitnah gak jelas itu! Oh, dan selamat datang di wawancara ini!

Air: Wawancara itu apa? Bantal yang bisa bikin mimpi indah?

Api: Bukan! Itu jenis permainan baru antargalaksi!

Taufan: Bukan juga. Kak Kumato ini bakalan ngasih pertanyaan dan kita harus jawab dengan jujur.

Api: Aha! Seperti permainan Truth or Dare ya? *mata berbinar*

Begitulah :) Btw, kalo gak salah kalian tinggal bareng Tok Aba, kan? Kenapa gak tinggal di rumah Gempa aja?

Taufan: Kami juga pengennya gitu, tapi Api dan Air masih terlalu kecil untuk tinggal bareng kami.

Api: Iya, makanya kami mau cepat-cepat besar. Supaya bisa tinggal sama Kak Gempa, dan melindungi Kak Hali dan Kak Taufan! *grin*

Air: *ngangguk* Dan lagi, paru-paruku jadi lebih kuat jadi aku gak akan sakit walaupun tinggal disini.

Eh? Paru-paru?

Taufan: Api dan Air meskipun kembar, Air punya paru-paru yang lemah jadi gak bisa menghirup udara yang kotor.

Ya ampun kasihan sekali! (T^T)

Api: Makanya Api bakalan selalu ngelindungi Air supaya udara jahat gak mengganggu Air! *semangat*

Air: *senyum* iya, iya. Tapi kadang kamu malah keasyikan main kan?

Api: Heheheh...

Awww! X3 btw, ada yang tanya nih, apa aja makanan kesukaan kalian?

Api: Oh, oh! Api suka pudding! Pakai vla dan topping buah X3

Air: Milkshake dan yoghurt dingin, karena susu bikin cepet ngantuk. :3

Taufan: Kue cokelat, ov kors! XD Kalo Kak Gempa Cuma suka permen rasa karamel atau mint, katanya itu bagus untuk berpikir. Dan Kak Hali suka ice cream, rasa buah-buahan.

Wow, semuanya manisan! Bahkan Halilintar juga!

Taufan: Kami bersaudara semuanya suka yang manis-manis.

Api: Dan itu karena kami semua manis!

Air: ...kata Kak Gempa.

Kalo gitu aku setuju sama Gempa XD Ah, ngomongin soal Gempa, kalian tau gak kalo Gempa udah punya pacar?

Taufan: *langsung dark aura dan mukanya mesem-mesem* ...

Api: Kak Taufan, pacar itu apa? Permainan baru ya?

Air: Bukan, itu adalah peri yang bikin kamu langsung tertidur.

Kalian gak bisa ngomongin hal lain selain permainan dan tidur ya?

Api&Air: *ngangguk*

Taufan: Eniwei, pacar itu cewek jahat yang mau menguasai Kak Gempa untuk dirinya sendiri. Dia seperti penyihir!

Woi Taufan, kamu kok ngasih ajaran sesat begitu ("-_-)

Api&Air: *gasp* Kalo gitu kita harus menyelamatkan Kak Gempa!

Taufan: *ngangguk* Kalo kalian yang tanya, Kak Gempa pasti luluh.

Perasaanku saja, atau kalian sangat possessive sama Gempa? O.o)

Taufan: Emangnya aneh ya? O.o)

Enggak, hanya saja... possessive. Atau overprotektif?

Api: Api gak tau apa itu possivif atau radioaktif, tapi Kak Gempa Cuma boleh sayang sama kami. Ya kan Air?

Air: *ngangguk* Kak Gempa, bukan punya siapa-siapa *menggembungkan pipi*

Possessive gak pernah seimut ini, deh... ("^-^)a Ngomong-ngomong, Api dan Air kelihatannya sayang banget sama Gempa. Kalian sayang juga gak sama Taufan dan Halilintar?

Api: Tentu saja sayang! Kok ngomong gitu sih! *sewot*

Air: Kak Gempa, Kak Hali, Kak Taufan... punya kami. Sayang semuanya. *natap tajam*

Lah, kok marah? Aku kan Cuma tanya ("=3=)a

Taufan: Tanya-nya gak penting sih. Kami saudara, jelas kami sayang satu sama lain, sama rata, sama besar. Hmph!

Iya, iya. Jangan ngambek dong... Ayo ke pertanyaan berikutnya.

Taufan: Belikan kue cokelat dulu.

Api: Yoghurt untuk Air.

Air: Dan puding susu untuk Api.

Api&Air&Taufan: HUMPH! *malingkan muka*

Duh, ini wawancara atau perampokan sih? (III-_-) Okelah, berarti istirahat dulu. Silahkan nikmati drabble singkat tapi agak panjang(?) ini selagi menunggu.


Seorang pemuda berjalan menyusuri trotoar dengan cepat. Smartphone-nya terus menyala, mengingatkannya tentang berbagai macam pekerjaanya. Ada deadline penerjemahan, jadwal les privat, wawancara gaje de-el-el. Melirik jam tangan jingga yang serasi dengan saudara-saudaranya, pemuda itu sadar waktu yang dimilikinya sangat sempit.

"Oke, aku masih punya waktu untuk wawancara kalo aku..." Sisa kalimatnya ternggelam dalam pikiran kompleksnya. Begitu fokusnya, pemuda itu tidak sadar dia hampir menabrak seorang gadis yang berjalan berlawanan arah dengannya. Iya, hampir. Karena dia sudah berhenti tapi gadis itu masih juga keterusan dan akhirnya menabrak dirinya.

"Buh!"

"Aw!"

Keduanya jatuh terduduk. Pemuda itu menggumamkan permintaan maaf dan mencoba membantu gadis itu berdiri. Gadis itu minta maaf juga. Saat wajah mereka saling bertatapan, keduanya terkejut.

"Gempa?"

"Nayu?"

...

...

BoBoiBoy: Alternate Universe

BoBoiBoy milik Animonsta.
BoBoiBoy: Alternate Universe punyaku.

Drabble: Girlfriend part 2 (dan ini FINAL)

Summary: Pacarnya Gempa akhirnya muncul?!

Warning: brofluff alert, BUKAN Sho-ai/yaoi alert. Andersten? (ops, ketularan Taufan :P)

Special guest muncul lagi ;D

Nayu: KUMA-CHAN! Ai lop yu fuuul! XD

...

...

"Bye, bye!"

"Datang lagi ya Kak Halilintar!"

Haliintar menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah gerombolan anak-anak yang menghantarkan kepergiannya dengan lambaian tangan dan pesan untuk kembali lagi. Tersenyum kecil, dia balas melambaikan tangan sebelum benar-benar pergi dari pekarangan panti asuhan itu.

Halilintar melirik jam tangan berwarna jingga miliknya. Pukul 4 sore. Gempa biasanya sudah selesai kerja jam segini. Baru Halilintar mau menelpon kakak tertuanya itu, seseorang menabraknya.

"Woi, jangan diam di tengah jalan," Suara ketus terdengar dan Halilintar mengerutkan dahinya.

"... Kamu yang nabrak. Seharusnya kamu yang liat-liat kalo jalan," Halilintar membalas dengan tidak kalah ketusnya, menatap gadis yang juga menatapnya balik. Bedanya, gadis itu kelihatan kaget.

"Kamu Halilintar ya?" tanya gadis itu.

Halilintar mengangkat sebelah alisnya. "Kamu siapa?"

"Namaku Runa. Mana kakakmu?" tanya Runa masih denga ekspresi yang sama.

"Kenapa aku harus ngasih tau kamu?" Halilintar bertanya balik sambil menyilang tangannya.

"Karena kalo Gempa ditemukan duluan sama Nayu, bisa bahaya," jelas Runa singkat dengan wajah sewot.

Halilintar gak peduli siapa itu Nayu, tapi begitu mendengar kata 'Gempa' dan 'bahaya' di satu kalimat Halilintar gak bisa diam saja. "Siapa itu Nayu?"

Runa kelihatan gak yakin sebelum menjawab, "Pacarnya Gempa,"

JEDEEEEERRR!

Runa mendongak, heran dari mana suara petir itu berasal. Beda sama Halilintar yang langsung menelpon kakaknya. 3 nada tunggu berikutnya, suara Gempa terdengar dari smartphone Halilintar. "Halo?"

"NgakuapaKakGempaketemucewekgakwarasyangngaku-ngakupacarKakGempa?" tanya Halilintar cepat tanpa spasi. Runa bersiul kagum karena Halilintar gak menggigit lidahnya sendiri.

"Eeeng... gak tuh?" Suara Gempa terdengar tidak yakin dan heran, gak begitu nangkep apa kata sang adik tadi, tapi tetap membuat Halilintar menghela napas lega. "Tapi aku ketemu sama teman SMA dulu dan sekarang lagi makan. Oh, ya, namanya Nayu,"

JEDEEEEERRR!

"Seriously, ini petir datang dari mana sih?" tanya Runa heran, mulai khawatir juga sama jemurannya. Tapi Halilintar masa' bodo.

"Makan di mana?" tanya Halilintar kalem. Di dalam pikirannya: 'eksekusi, eksekusi, eksekusi,'

"Rumah makan Padang di dekat tempat wawancara—"

Halilintar langsung meluncur ke sana. Runa mengikuti dari belakang.

...

"Adikmu?"

Gempa menutup telepon adiknya. Lalu menatap gadis di hadapannya. "Yeah, seperti dia mau kesini. Gak masalah, kan?"

Nayu mengangguk cepat. "Kamu mau berpura-pura jadi pacarku di depan Runa, kan?"

Gempa menghela napas dan bertopang dagu mendengar jawaban teman SMA-nya itu, memikirkan lagi alasan semua ini. Nayu tiba-tiba memintanya untuk jadi pacarnya untuk sehari saja, di depan seseorang bernama Runa. Kebetulan sekali. Gempa juga sekarang masih mengelabui adik-adiknya bahwa dia sudah punya pacar (yang sebenarnya tidak ada). Dan dia memang berpikir untuk berbohong lebih lama. Mungkin dia juga bisa menemukan alasan kenapa adiknya-adiknya gak mau dia punya pacar.

Dengan alasan itu dan kepanikan juga desakan dari Nayu, Gempa mengiyakan.

"Tapi apa kau yakin?" tanya Gempa. "Ntar kamu bakalan diamuk sama Halilintar loh,"

"Percaya deh, bukan aku satu-satunya orang yang bakal diamuk nanti,"

Gempa mau bertanya apa maksudnya, tapi tidak jadi saat mendengar seseorang memanggil namanya.

"Kak Gempa!" Gempa menoleh ke asal suara dan mendapati sang adik dan seorang gadis yang tidak dikenalnya sudah ada di dalam rumah makan, menatapnya dengan cemas sebelum menatap tajam ke arah Nayu.

"Hai! Kupikir kalian gak bakalan datang. Ayo makan. Silahkan pesan apapun yang kalian mau," ucap Nayu santai, meskipun Halilintar menatapnya seakan mau melubangi kepalanya. Gempa melempar tatapan yang seakan berkata 'Nah kan?' pada Nayu dan Nayu membalasnya dengan senyum penuh arti. Saat itulah Gempa jadi tau rasanya ditatap dengan tatapan Halilintar. Gadis yang gak dikenalnya itu melotot ke arahnya.

"Eng... Siapa gadis ini?" tanya Gempa berusaha tenang.

"Tadi aku ketemu dia di jalan. Kenalannya Nayu tuh," jawab Halilintar seraya duduk di kursi depan Gempa yang Cuma memonyongkan bibirnya mendengar jawaban adik yang lebih muda 3 tahun darinya itu.

"Jadi, kalian emang pacaran?" tanya Runa ketus tanpa basa-basi. Matanya masih mengawasi Gempa seperti predator kepada mangsanya.

"Tentu saja. Ya kan Gempa?" ucap Nayu melirik pada Gempa dan Gempa tentu saja mengangguk setuju.

"Yep," Gempa menjawab singkat, tetap tenang meskipun Runa semakin tajam menatapnya.

JEDEEEEERRR!

..

..

Maaf, salah sound-effect. Seharusnya 'BRAKK!' :P

..

..

(take 2)

BRAKK!

Halilintar menggebrak meja, mengejutkan Gempa dan Nayu.

"Kak Gempa, kita telat untuk wawancara. Ayo pergi," Belum Gempa menjawab, Halilintar udah pergi duluan dari situ. Meninggalkan Gempa yang heran, Runa yang shock dan Nayu yang tersenyum puas.

"Eh? Uhh..." Gempa menoleh pada Nayu, dan gadis mengangguk puas padanya. Gempa pun mengikuti adiknya. Tinggallah Nayu yang menyeringai ke arah Runa yang langsung bad mood.

..

Boboiboy Gempa, pemuda berusia 19 tahun yang lebih pendek 5 senti dari Halilintar, sang adik yang lebih muda 3 tahun darinya. Gempa lebih ke tipe yang menggunakan otak dibanding fisik, jadi dia tidak heran kalau adiknya itu jadi lebih tinggi dibanding dirinya (apalagi Halilintar ikut berbagai macam ekskul olahraga dan meraih banyak juara, sementara dirinya lebih ke klub penelitian dan matematika saat SMA dulu). Gempa gak pernah risau apalagi minder kalau di dekat adiknya. Tapi, lain hal kalo begini situasinya.

Gempa kesulitan mengejar adiknya yang bergerak lebih cepat dengan langkah yang lebih lebar dibanding dirinya. Inilah satu-satunya situasi dimana dia merutuki dirinya sendiri.

"Halilintar! Tunggu dulu!" Dan Halilintar tiba-tiba berhenti, membuat Gempa hampir menabraknya. Gempa gak protes, paling gak Halilintar sudah berhenti, meskipun diam saja tanpa mengatakan apapun. "Kamu beneran gak mau kakak pacaran ya?" tanya Gempa pelan, memecah keheningan.

Halilintar berbalik dan menatapnya tajam. "Tentu aja," Sepasang iris ruby-nya tampak sangat konstras dengan keremangan gang kecil menuju tempat wawancara, hampir terlihat bersinar.

Gempa menelan ludah. Halilintar benar-benar marah. Dia jadi merasa gak enak sudah membohongi Halilintar, meskipun niatnya ingin membantu Nayu. Tapi jauh di dalam dia tau ada kilat kekhawatiran di mata adiknya.

"Kenapa?"

"Kak Gempa gak ingat pas Kak Gempa pertama kali punya pacar?" tanya Halilintar. "Kak Gempa kasih segalanya buat dia, melakukan semuanya, berkorban apapun... tapi cewek itu ninggalin Kak Gempa gitu aja!" Kata-kata Halilintar membuat Gempa tersentak, dan kata-kata berikutnya hampir membuatnya tersedak.

"Ke-Kenapa kamu bisa tau itu?!" tanya Gempa dengan nada tidak percaya, tapi kemudian terdiam. "Jadi... karena itu kamu, bukan, kalian gak mau kakak punya pacar lagi?"

"Waktu itu aku gak ada disamping Kak Gempa, tapi sekarang kami berdua ada disini," kata Halilintar sambil memalingkan wajahnya. "Gak akan kubiarkan ada yang menyakiti Kak Gempa lagi," Gempa tertegun mendengarnya. Di dalam kata-kata itu Halilintar terdengar sangat kesal dan geram, tapi Gempa juga bisa merasakan kepedulian dan rasa ingin melindungi dari adiknya itu.

Boboiboy Gempa, pemuda berusia 19 tahun, kakak tertua diantara Boboiboy bersaudara. Ia selalu mengutamakan adik-adiknya dibanding dirinya sendiri. Saat kecil dulu, ketika adik-adiknya merasa sedih dan berkabung atas kepergian orangtuanya, dia harus jadi penopang dan memberikan dorongan kepada adik-adiknya. Menguatkan mereka dan melindungi mereka, sendirian; karena dia kakak tertua. 'Tapi kali ini...'

Gempa tersenyum dan menepuk pundak Halilintar. "Terima kasih,"

"Untuk apa?" Halilintar hanya meliriknya, tapi Gempa bisa melihat rona merah diwajahnya, ekspresi yang hanya ditujukkan ketika ia benar-benar peduli pada seseorang. "Kita saudara, jadi wajar saja."

"Iya, kita saudara," Gempa tersenyum lebih lebar. 'Punya seseorang yang bisa diandalkan, meskipun dia adalah adikmu sendiri... rasanya tidak buruk juga.'

"Bagus kalo Kak Gempa dah paham. Dan untuk si Nayu itu, aku harus menilainya dulu," ucap Halilintar menyilangkan tangannya di depan dadanya. "Kalo gak sesuai kriteria, putus kan dia,"

Gempa memutarkan bola matanya ketika Halilintar mulai menyebutkan 'kriteria yang diperbolehkan menjadi pacar Kak Gempa', yang kalo ditulis dibuku mungkin bisa diterbitkan. Sambil memikirkan bagaimana cara menjelaskan ke Halilintar bahwa ia sebenarnya tidak punya pacar, Gempa berjalan menuju tempat wawancara.


Muahahaha, akhirnya terungkap juga siapa pacarnya Gempa. Jadi dimohon untuk gak tanya lagi siapa pacarnya, karena dia gak punya (tapi saudara2nya Gempa masih pikir dia punya). Untuk yang mau menanyakan pairing atau gebetan chara yang lain, jawabannya masih belum diputuskan. Tapi aku terima ide kok, tapi gak tau ya dipake apa gak #dilemparsendal. Btw, komen untuk ide drabble juga yow \(=w=)/

Daaaannn, berhubung kalian sudah selesai makan, sudah siap untuk wawancara lanjutan?

Taufan: Siap! *masih ngunyah kue cokelat*

Api: Okie dokie! *hormat tapi terus nyomot pudding*

Air: Zzzzz... *tidur habis makan yoghurt*

*facepalm* Narasumber hari ini kok kacau semua...

Kreeeekkk... *pintu terbuka lebar*

Gempa: Halo, maaf kami terlambat.

Halilintar: Gak usah minta maaf, Kak Gempa. Seharusnya dia bersyukur kita udah datang.

Api&Air(yang langsung melek): Kak Gempaaaa...! Kak Haliiiii...! *lari kearah Gempa dan Halilintar trus meluk*

Halilintar: Heh?! Kok kalian ada disini?!

Api: G-Gak boleh ya? *mata sayu*

Halilintar: Y-Ya boleh 'lah! *blush*Tapi kenapa kalian ada di sini? *melotot ke Air* Kan kamu sakit, udara disini gak bagus!

Air: So-Soalnya kami kangen... *mata ikutan sayu*

Halilintar: *tambah nge-blush* ...

Gempa: Jangan sedih, Kak Hali bukannya marah. Dia Cuma khawatir. Seharusnya kalian bilang dulu kalau mau datang *ngelus kepala Api*

Api: Jadi... Kak Hali gak marah?

Gempa: Enggak :) Ya, kan Hali?

Halilintar: Tentu saja. Kak Hali juga... kangen sama kalian (=/=) Masa' marah kalo kalian datang?

Air: Hehe :) Gendong!

Api: Api juga mau!

Halilintar: Iya, iya. *gendong Api dan Air bersamaan*

Woh, Halilintar kamu kuat banget! Jangan-jangan kamu kerja sambilan jadi kuli bangunan ya?

Halilintar: Kamu sendiri, jangan-jangan gak pernah makan bogem mentah ya?!

Ampun, mas... Cuma bercanda.

Taufan: Hahaha, Kak Hali mah emang sering gendong Api dan Air sekaligus. Makanya berotot tuh XD

Gempa: *duduk di sofa* Ngomong-ngomong, gimana wawancaranya? Masih lanjut ato udah selesai?

Ah, masih ada beberapa pertanyaan lagi. Taufan, kan katanya kamu sering ngerjain Halilintar-

Halilintar: Lebih dari yang kalian ketahui... ("=_=)

-kalo Halilintar lagi di WC, biasanya dia kamu apain?

Taufan: Hah! Kak Hali sering kukerjai dengan lelocon paling klasik dan efektif. Tinggal matiin aja lampunya dari luar XD

Gempa: Dan biasanya Hali langsung ngamuk dan ngejar Taufan sampe depan gang (;^^)

Taufan: Hahaha, masa yang menyenangkan :D

Halilintar: Apanya yang menyenangkan?! Awas kamu kalo berani matiin lampu lagi... *dark aura*

Kenapa Halilintar? Kamu takut hantu? =v=)/

Halilintar: A-apa?! Te-tentu saja tidak. *nurunkan Api dan Air lalu duduk di sofa juga* Lagian yang lebih takut sama hantu tuh Kak Gempa dan Taufan.

Taufan: Yep, gak kayak Kak Hali yang sok jaim kami ngaku kalo kami takut hantu. Hantu itu menyeramkan! Hiii!

Gempa: Yeah, hampir satu kampung tau kami semua takut hantu. Bahkan induk semang kami bilang kalo rumah kontrakan kami ada penunggunya, beliau senang sekali mengerjai kami.

Halilintar: Dasar nenek tua itu, sengaja mematikan saklar lampu rumah kami trus gak mau ngaku lagi! *ngepalin tangan*

Uhmm, aku gak yakin deh kalo itu kerjaannya induk semang kalian... anyway, kalian gak punya kelemahan sendiri-sendiri gitu? Yang bisa kumanfaatkan gitu?

Halilintar: Woi...

Gempa: Maaf ya, untuk pertanyaan seperti itu gak bisa kami jawab.

Taufan: Kalo mau tau kelemahanku, bawakan aku kue cokelat yang banyak *senyum licik*

Gak perlu, kelemahanmu pasti kalo disogok makanan (=v=)/

Api: Kak Gempa tuh gampang geli, Kak Hali takut balon meletus...

Air: Dan Kak Taufan takut jarum suntik... dan terlalu gampang disogok makanan.

Taufan: Api, Air! Kok kalian kasih tau sih? *jawdrop*

Api: ...? Kan kalo main Truth or Dare harus dijawab dengan jujur *muka polos*

Halilintar: ... *facepalm*

Air: ... Kami bikin salah lagi ya?

Gempa: Tenang saja, tidak apa-apa kok *ngelus kepala Air*

Halilintar: Apanya yang gak apa? Ntar kita bakalan diperalat sama tuh si Kumato!

Woi, woi, aku gak sekejam itu tau ("=_=)/ Btw, kayaknya cukup sekian dulu deh wawancaranya. Udah kepanjangan nih...

Api: Eeehh...kok udahan sih, kan Api belum puas (=3=)

Halilintar: Kalo aku sih udah muak... ("==)

Gempa: Well, that was fun.

Taufan: Kuenya tadi enak. Boleh bawa pulang kan?

Air: Zzzzz...

Ozzz, selesai sudah sesi wawancara kita pada hari ini yang penuh dengan kejutan! Ada special guest, ada Api dan Air yang mendadak muncul... eh, ngomong-ngomong soal special guest, Kak Nayu dan Kak Runa mana yah? Kok mereka gak balik-balik...

Nayu: *nongol di depan pintu* Oh, Hai semua maaf kami terlambat!

Kak Nayu udah telat, udah mau bubar nih. Tuh, para narasumber aja udah pada mau pulang.

Nayu: Oh, sayang sekali— *ngeliat Gempa* Oh, hai Gempa! Kita ketemu lagi. Makasih ya udah mau jadi pacar pura-puraku! Runa ketipu loh! *nyengir kuda*Berkat kamu aku menang taruhan, ntar kubagi 50% deh! X3

Halilintar: Pacar pura-pura...? *deathglare ke Gempa*

Taufan: Taruhan...? *ikutan deatglare juga*

Gempa: Glekk... *keringat dingin* Eng... itu kujelaskan...

Halilintar: Kak Gempaaaa... *dark aura*

Taufan: SERAAAAAANNNGGG!

Gempa: Ja-jangan gelitiki— Ahahahaha! Hahha! Aduh, janghanhahaha—!

Wow, mereka bergulat. Kak Nayu sih datangnya di saat yang gak tepat... *noleh ke Nayu*

Nayu: WOOGH! Bisa jadi duit nih kalo kujual ke para fujoushi! *ngerekam pake hape*

*facepalm* ...

Runa: *muncul di depan pintu* Nayuuuu! Kau tipu aku ya!

Nayu: *tersentak* Wadoh, akuharuspergidulubye! *kabur*

Runa: Jangan kabur kau, kembalikan uangku!

Hadeh... akhirnya pergi juga. *ngeluarin kamera* Sekarang aku bisa rekam ini. Aku bakalan kaya! *rekam Gempa yang digelitiki (baca: dikeroyokin) Halilintar dan Taufan*

Gempa: Ahahahaha, amphun—hahahaha!

Api: Heboh ya.

Air: Iya.

Api: Air, pacar itu tadi apa ya? Permainan baru?

Air: Bukan. *nyeruput milkshake* itu adalah peri yang bikin kamu ngantuk.


Hahaha, gaje yah? silahkan kasih tau lewat review ok? Makasih juga bagi yang udah review!

Oh, oh! Kak NaYu Namikaze Uzumaki, semoga kakak suka chapter ini :D