Hallo Haloo! :D

...

..

..

BoBoiBoy: Alternate Universe

BoBoiBoy milik Animonsta.
BoBoiBoy: Alternate Universe punyaku.

Drabble: Twins

Summary: Cuma cerita tentang si kembar Api dan Air.

AN: Ini mengambil latar waktu setelah wawancara chapter 3. Maaf karena waktunya acak "^-^)a


Siapa yang gak gemas sama si kembar Api dan Air? Tingkah mereka yang polos dan riang selalu bikin perasaan jadi melayang gimanaaaa gitu. Kakak-kakaknya apalagi, makanya Gempa (yang gak bisa bilang 'tidak' sama mereka), Halilintar (meskipun gak mau mengakuinya), dan Taufan (yang sifatnya sebelas-duabelas sama mereka) sangat menyanyangi dan sedikit memanjakan mereka.

Tapi kadang-kadang ada saat di mana si kembar ini agak... menyusahkan dan bikin serba salah. Seperti ketika kedua anak kembar itu berlibur ke rumah Gempa saat itu.

Siang hari, Gempa, Halilintar dan Taufan sedang bersantai di ruang TV setelah mereka pulang dari wawacara gaje. Gempa sengaja ijin kerja demi bisa menghabiskan waktu sama adik-adiknya, meskipun tangannya masih lincah mengetik untuk deadline-nya. Sekarang dia sedang menelpon Tok Aba. Halilintar bilang kerja sambilannya lagi libur (Gempa dan Taufan meragukannya), jadi dia menghabiskan waktunya untuk main video game. Taufan sengaja tidak mengerjakan PR demi bisa bermain sama si kembar (...).

Si kembar? Lagi ganti baju karena mereka gak sempat ganti baju setelah perjalanan panjang dan langsung ke tempat wawancara.

"Oh, begitu ya, tok... Gak, Cuma kaget aja mereka tiba-tiba datang... Atoookk...! ... Hahaha, supaya tetap awet muda kan? ... Hm, oke. Humm. ... Baik, tok... ... Wa'alaikum salam." Gempa menutup telepon.

"Jadi, Tok Aba bilang apa?" tanya Taufan sambil memakan kue cokelat yang di dapatnya di tempat wawancara.

"Tok Aba bilang sengaja ngantar gak bilang-bilang, supaya jadi kejutan." Jawab Gempa kembali berkutat sama laptopnya.

"Bukannya Tok Aba udah ketuaan buat ngerjain kita?" Dahi Halilintar mengkerut, karakternya hampir kalah...

"Sudahlah, toh kamu juga senang mereka datang kan?" Oops, Halilintar salah pencet tombol. karakternya mati. "Gimana kalo hari ini kita makan diluar?" sambung Gempa.

"MAKAAANNN~!" Taufan langsung semangat '45.

"Kak Gempa yakin? Ntar uang tabungan kita bakalan ludes buat makan Taufan... dan Api." tanya Halilintar datar. Belum Gempa menjawab, tiba-tiba teriakan dari si kembar yang datang tergopoh-gopoh mengejutkan mereka.

"Kak Gempa! Kak Hali! Kak Taufan!"

Gempa hampir menjatuhkan laptopnya karena langsung berdiri. Halilintar kakinya tertendang meja karena kaget dan panik. Taufan gak sengaja menendang kaki Halilintar.

"Kenapa?!" ucap mereka bersamaan, ditambah kata "ACK!" dari Halilintar.

Bukannya sesuatu yang gawat terjadi pada si kembar comel seperti yang mereka kira, yang mereka lihat adalah Api dan Air dengan pakaian yang sama. Baju, celana, jaket bahkan topi, semuanya sama persis.

"Hehehe, tebak Api yang mana?" tanya salah satu dari mereka yang beriris orange dengan riang, sementara yang berdiri di sebelahnya tampak diam saja menatap kakak-kakaknya dengan tatapan penuh harap dari mata biru bagaikan esnya.

Gempa, Halilintar dan Taufan saling berpandangan dalam diam, seperti sedang berdiskusi bagaimana cara menghadapi adik kembar mereka ini.

'Gimana nih? Kayaknya mereka ngajak kita main deh.'

'You don't say... Pasti si Api yang punya kerjaan nih.'

'Jawabannya sih udah jelas tapi...'

'Yeah, masa' kita jawab dengan jujur... Nanti mereka kecewa.'

'Jadi, kita ikut-ikutan main aja nih?'

'Begitulah.'

"Hummm, yang mana yaa? Kalian mirip banget, Kak Taufan gak bisa bedain!" Taufan memasang wajah bingung dan heran yang dibuat-buat.

"..." Halilintar diam saja, tapi ekspresinya seperti berpikir keras yang meyakinkan. "Aku menyerah. Ini terlalu sulit." Mengangkat tangan, Halillintar menunjukkan sikap menyerah.

"Kak Gempa gak tau Api yang mana. Wah, kalian pintar sekali bisa membodohi kami." Gempa tersenyum kecil dengan nada bangga.

Kedua anak kembar itu tersenyum senang dan senyum-senyum karena mereka sukses mengerjai kakak-kakak mereka. Tapi kemudian ekspresi mereka berubah horror ketika mereka menyadari sesuatu.

"Hiks... Kak Gempa, Kak Hali, sama Kak Taufan... gak bisa mengenali Api..." Api mewek, sebelum akhirnya nangis kejer. "Huweeeee...!"

"Hiks, maaf, Air gak maksud mau membodohi Kak Gempa, Kak Hali dan Kak Taufan... Maaf, jangan marah ya sama Air..." Air tampak memelas, tapi air mata juga menggenang di matanya.

Gempa panik. Halilintar face-palm. Taufan shock.

Well, siapa bilang punya adik kembar selalu menyenangkan?


Hallo Haloo! :D

First thing's first, Thanks buat alyagupitanurmalitasari, Famelshiumizu chan, Lomi Ashi-chan, coklatkeju, , ShadowBloodHunter, sandal unyu, dan NaYu Namikaze Uzumaki untuk reviewnya! Gak ketinggalan suzumiya-chan, Rampaging Snow, edogawa boboiboy, alcander christian dinara, dan Asha! Maaf bagi yang belum kubalas reviewnya, aku masih terlalu sibuk TwT)/

Dan dengan alasan itu juga jadi aku masih belum bisa bikin wawancara. Ini pun hasil ngebut 30 menit jam istirahat. Hiks, rasanya aku mau nangis bareng Api dan Air... Oh kerjaan, janganlah banyak sangat...

Btw, udah pada baca 'Brothers'? O.o) Itu prequel untuk cerita ini, sebelum mereka tinggal bareng. Sedikit dark dan angisty jadi dipasang rating T (dan karena aku gak ngerti rating juga :P).

Aku lagi butuh asupan review, jadi RnR nee? X3