Seventeen serta tambahan cast ©Tuhan, Pledis ent, Entertaintment terkait dan Keluarganya
Special guest: Yuju G-friend
Fanfic ini dan OC ©Jameelah Jamil
Posisi OC disini bisa dibayangkan sebagai kalian ketika dihadapkan dengan situasi seperti dalam cerita.
Maklumkan salah kata dan kata2 yang kurang berkenan.
Remember to Review, Follow or Like ya, ma beloved readers...
Kim Family House
7.30 a.m
Cit-cit cuitt...
Terdengar suara burung yang hinggap dari ranting ke ranting. Matahari bersinar cerah, salju tipis menghiasi jalanan. Beberapa orang telah berlalu-lalang di sekitar jalanan komplek. Ada yang jogging, membawa anjing mereka jalan-jalan, sampai anak-anak kecil main sepedahan menembus tumpukan salju. Keceriaan pagi yang tersirat di awal musim salju pada masa liburan ini.
di dalam sebuah rumah bergaya minimalis moderen, tampaklah onggokan selimut berbentuk buntalan yang bergerak-gerak di ruang keluarga. Terlihat seonggok kaki berkulit sawo matang yang terlihat menimpa tubuh di sebelahnya. Terlihat juga tangan berkulit kuning langsat orang sebelah yang menutupi wajah yang lainnya. Hmm.. siapa gerangan yang posisi tidurnya kacau begini tapi tak ada juga yang bangun? Sepertinya itu..
.
.
.
HUATCHIIHH
.
.
Sosok sawo matang bersin setelah wajahnya diobok-obok oleh tangan berkulit kuning langsat disebelahnya. Si sawo matang itupun kemudian mengusap-usapkan wajahnya yang diliputi ingus kepada tangan berkulit kuning langsat disebelahnya. Terasa ada lengket-lengket dan gerakan samar di sebelahnya, si kuning langsat pun perlahan membuka matanya.
"enghh.. kok basah-basah.." lalu.. ia membuka matanya sepenuhnya.
"AIGOOO.. KKAMGYU SIALAN! NGELAP INGUS SEENAKNYA DI TANGAN ORANG"
"huh?" oknum yang dipanggil Kkamgyu pun melek dan duduk. Kemudian mengelap hidung berlendirnya serta mengelapnya ke baju yang dipakainya.
"iyuuhh jorok kamu Gyu!"
"ono opo seh? Aku sik ngantuk iki.. kampret!" [ada apa sih? Aku masih ngantuk ini.. kelelawar(?)]
"bicara apa sih kamu? Ini Seokmin woy! Sadar! Tolong lap ingusmu dulu sana, karena aku juga mau cuci tangan karena lendir penuh kumanmu ini'
"ohh.. Seokmin-ah.. kukira siapa tadi.. eh, aku bersin dan mengelap ketanganmu ya?" tanya Kkamgyu dengan wajah polos dan kepala yang dimiringkan.
"iya Kim Mingyu.. ah sudahlah" Seokmin pun kesal dengan kelemotan sohib dekatnya yang baru bangun tidur itu. Ia segera berjalan ke kamar mandi dan mencuci tangan.
Mingyu yang baru sadar dan mengumpulkan nyawa pun kemudian mengikuti Seokmin ke kamar mandi untuk cuci muka.
"eh? Ngapain ngikutin ke kamar mandi? Aku mau ritual pagi sekalian.. sana di kamar mandi bawah aja Gyu"
"dih yang punya rumah siapa yang diusir siapa?"
"hehe.. tamu adalah raja bro.. hush sana.. aku kebelet" usir Seokmin sembari tersenyum idiot.
"haaahh.. iya-iya" dengan cemberut Mingyu pun ke kamar mandi bawah di dekat kamar tidurnya.
.
.
.
.
Mingyu pun hendak membuka pintu kamar mandi yang tertutup itu. Ketika ia hendak menarik kenop pintu, ia mendengar sesuatu.
HUEKK.. OHOKK..
Mingyu terkejut mendengar suara muntah itu. Ia pun menggedor pintu kamar mandinya.
"hey, siapa di dalam? Apa kamu baik-baik saja?"
Huekk..
Suara orang muntah masih terdengar namun samar-samar. Mingyu membuka kenop pintu perlahan. Terlihatlah sosok manusia berambut hitam dan berkulit putih sedang mencuci mulut dan membasuh wajahnya yang terlihat lemas.
"gwenchanayo?" ucap Mingyu kepada orang tersebut.
"nde.. nan gwenchana" balasnya.
Mingyu pun membawa orang tersebut kedalam pelukannya seraya mengusap sayang rambut orang itu.
"kalau begitu, hari ini juga kita harus ke dokter yang dibilang oleh Seokmin dan Josh hyung. Oke ?"
"harus banget ya?"
"menurutmu aja hyung.. kan orangtua kita juga udah penasaran setengah hidup sama hasilnya. Mungkin saja Wonu hyung beneran... itu tuhh.." goda Mingyu sambil menangkup wajah orang yang ternyata Wonu itu kemudian menggesek-gesekkan hidungnya ke hidung Wonu dengan gemas.
"haaahh.. yasudahlah.. okelah kalo gitu.." kemudian, mereka pun
Bertatap-tatapan hingga..
"Gyu, itu.. anuu"
"kenapa sayang?"
"emm gimana ya bilangnya.."
"bilang aja cinta.."
.
.
.
"emmm... ada upil..."
"..."
Rusaklah momen tatap-tapan emesh mereka...
Mingyu pun kemudian menyadari bahwa tadi ia bersin sampe beringus dan rupanya ingusnya sudah menjadi upil #iyuuuuuhhhh
.
.
.
.
.
.
8.45 a.m
Sreng.. teng..teng..
Ctok..ctok..
Srashh...
Terdengar bunyi yang saling susul menyusul dari arah dapur. Rupanya disana terlihat Mingyu, Ayu dan Seokmin. Mingyu sedang memotong-motong sayuran dengan lihai. Ayu terlihat sedang menumis sesuatu seperti sambal? Mungkin itu sambal terasi. Lalu ada Seokmin yang sedang mengaduk kuah sayuran berwarna merah menggoda. Rupanya trio tukang masak ini sedang berkreasi dengan beragam menu yang mereka coba-coba sendiri. Sedangkan dua orang lainnya yaitu Jisoo dan Wonwoo.. hmm.. Jisoo nampak sedang merapikan meja makan, dan Wonwoo masih belum muncul di ruang makan.
Tak lama kemudian, sarapan pagi terhidang di meja. Mereka pun menempatkan makanan-makanan di wadah besar, kemudian duduk dan siap menyendok lauk dan nasi ke piring masing-masing. Kemudian, Mingyu tersadar bahwa pasangannya belum menampakkan diri pun segera menjemputnya. Kemungkinan masih di kamar atau kamar mandi.
"hyung..." panggil Mingyu saat membuka pintu kamar mereka yang semalam ditempati Wonwoo dan Jisoo.
Nampaklah Wonwoo yang sedang menyandarkan tubuhnya di kepala rajang serta selonjoran di kasur sembari memijat pelipisnya dengan minyak angin pemberian Ibunya Mingyu.
Kemudian, Mingyu berinisiatif memijat tengkuk Wonwoo dan mengerok lehernya sedikit dengan alat pijat kayu yang ada di nakas sebelah kasur.
"ayo.. sarapan sudah siap.. kita mau makan bersama"
"aku tidak nafsu makan Gyuu.."
"kalau ga makan nanti makin lemas, hyung.. kasian anak kita nanti.." ucap Mingyu sambil memonyongkan bibirnya sok imut.
"apa sih kamu.. iya kalau beneran ada bayinya.. aku belum mau terlalu berharap.. nanti sedih kalau belum dikasih" jawab Wonwoo sambil monyong imut juga.
"ya.. ga apa-apa.. bikin lagi sampe ada bayinya.. eheehheheh"
"kepalamu!" ucap Wonwoo lalu mencubit gemas pipi Mingyu dan menariknya ke kanan dan kiri.
"yaudah ah.. makan dulu.. sudah ditungguin orang-orang tuh" jawab Mingyu setelah melepaskan cubitan sayang pemberian Wonwoo.
"iya deh.." dengan pasrah Wonwoo pun ditarik tangannya oleh Mingyu seperti ibu-ibu yang digeret anaknya yang minta dibeliin permen(?).
Kemudian.. pasangan coklat-susu itu pun muncul di ruang tamu. Terlihat 3 orang disana sudah beragam ekspresinya. Seokmin molor lagi di meja makan, Jisoo terlihat bosan dan menyangga dagunya dengan tangannya, serta Ayu yang tertidur mendongak seraya bersandar di kursi makan dan ... hampir mangap gitu deh mulutnya.
Mingyu dan Wonwoo pun merasa tidak enak dan hanya bisa ber-hehheheh... canggung. Dibalas dengan tatapan jengah oleh 3 orang (2 orang sudah bangun saat mendengar 2 buah kursi makan ditarik).
"ngapain aja kalian? "- Jisoo
"ih.. cepat sekali kalian, aku sampe ketiduran loh" – Ayu
"kalian di kamar ga 'ritual' pagi dulu kan?"- Seokmin
Gilee.. di-sinis-in 3 orang bruh..
"maaf.. tadi Wonwoo hyung tidak enak badan.. aku pijat dulu deh jadinya"
"iya.. maaf teman-teman.. aku tadi pusing sekali dan benar-benar tidak nafsu makan"
"oh.. jangan-jangan morning sickness kamu Won.." panik Jisoo
"nanti coba cek deh ke rumah sakit yang biasa Soo hyung periksa" – Seokmin
"fix.. kayaknya kamu beneran hamil .." tebak Ayu dengan sotoy
"hahaha.. iya-iyaa.. nanti kita kesana, sekarang kita makan dulu ya.. daritadi udah tertunda lama nih" ajak Wonwoo sambil senyam-senyum melihat perubahan ekspresi teman-temannya yang tadinya kesel jadi khawatir gitu.
Mereka pun melanjutkan sarapannya dengan damai dan tenang.
.
.
Sarapan pun selesai, kini mereka berlima bersiap menuju rumah sakit dimana terdapat dokter yang tengah menangani kasus male pregnant-nya Jisoo. Pasangan Seokmin dan Jisoo menaiki mobil mereka, sedangkan Mingyu dan Wonwoo serta Ayu yang kepo ingin ikut pun naik mobil Mingyu. Setelah Mingyu memastikan semua pintu rumah terkunci, mereka pun segera meluncur menuju tempat tujuan.
.
.
Gangnam Family Hospital
Kedua mobil yang beriringan itu pun tiba di pelataran rumah sakit dan segera diparkirkan. Setelah urusan parkir mereka selesai, mereka berlima bergegas menuju ruangan dokter yang dituju setelah membuat janji dengan dokternya.
Mereka berlima pun segera berjalan di lorong rumah sakit. Disadari atau tidak oleh mereka, sejak mereka mengambil nomor antrian dan berbicara dengan resepsionis, mereka menjadi perhatian. Gaya yang fierce bak model. Posisinya adalah Seokmin dan Jisoo di depan, Ayu di tengah dan Mingyu-Wonwoo dibelakangnya. Tampang-tampang keren dengan outfit menarik serta hentakan berjalan yang mantab membuat semua mata para pengurus, pasien dan pengunjung rumah sakit disana memerhatikan mereka dengan terpana. Waktu seolah melambat dan cahaya sorot lampu catwalk serta lagu Sissy That Walk milik Rupaul seolah mengiringi langkah mereka berlima. (recommended bayanginnya sambil cari lagu itu di youtube haha).
Mereka pun tiba di dokter kandungan dan menunggu disana. beberapa ibu-ibu serta suaminya melihat mereka keheranan, bagaimana tidak heran? Ada 5 orang dengan 1 perempuan disana, lah.. masa 1 orang perempuan suaminya 4? Sebenarnya mereka agak risih dilihati begitu, namun untungnya 2 pasang suami-istri yang memerhatikan mereka segera dipanggil dokter dan cepat pulang.
Setelah penantian yang cukup lama, akhirnya nama Hong Jisoo pun dipanggil oleh perawat dari dalam ruang dokter. Rupanya, sang suster juga menyarankan pasien bernama Jeon Wonwoo juga ikut serta masuk ke dalam ruang periksa.
Mereka berjubel memasuki ruang periksa. Heran mengapa boleh? Oh rupanya itu adalah ruang praktek seorang dokter kandungan yang merupakan teman Seokmin.
"selamat pagi dokter Yuju" salam Jisoo ketika memasuki ruangan praktek diiringi masuknya Seokmin, Wonwoo, Mingyu dan Ayu. Untung saja ruangannya luas.
"pagi juga Jisoo-oppa.. silakan tiduran di kasur sebelah sana, seperti biasa akan aku check tekanan darah dan USG juga untuk mengetahui kondisi bayinya"
Dokter wanita itu pun melakukan serangkaian pemeriksaan kandungan yang diperhatikan dengan seksama oleh Seokmin dan 3 orang lainnya di ruangan itu. Tak lama kemudian pemeriksaan untuk Jisoo selesai dan dokter Yuju pun memberitahukan hal tersebut kepada Jisoo dan Seokmin.
"kondisi kandungan baik dan sehat, walaupun tekanan darah agak rendah. Perbanyak mengonsumsi sayuran berwarna merah dan buah bit. Diiringi dengan suplemen penambah darah sesuai resep ini"
"baiklah terimakasih dokter"
"oh iya.. kudengar ada lagi ya pasien male pregnant bernama tuan Jeon Wonwoo disini.. yang mana orangnya?"
"saya dok.." kemudian Wonwoo pun duduk di kursi yang berhadapan dengan sang dokter.
"baiklah.. apakah anda mengalami gejala selayaknya moring sickness belakangan ini?"
"iya dok, benar sekali"
"oke, mari kita cek melalui serangkaian pemeriksaan seperti terhadap tuan Hong tadi"
Dokter Yuju pun membawa Wonwoo menuju rangkaian pemeriksaan yang sama dengan jisoo tadi.
Kemudian.. melalui layar monitor pemantau USG pun sang dokter melihat adanya bentuk gumpalan kecil seperti kacang disana.
"woaahhh... lihat tuan.. itu adalah calon bayi anda.. masih seukuran sebutir kacang. Kira-kira baru 2 mingguan. Selamat ya tuan.."
Wonwoo dan Mingyu yang mendampinginya masih diam memerhatikan layar, kemudian menatap satu sama-lain. Mereka pun akhirnya tersenyum dan saling berpelukan. Tak ada kata yang terucap. Namun sorot kebahagiaan dan mata yang berkaca-kaa menggambarkan emosi tersebut. membuat 4 orang lainnya tersenyum bahagia melihat pasangan muda tersebut.
Dokter Yuju pun memberikan beberapa tips untuk menjaga kandungan awal trimester dan beberapa resep vitamin serta asupan makanan.
Setelah itu, mereka mengobrol singkat karena memang kebetulan sedang belum banyak pasien hari itu.
"hahhaa... asyik kan ruangan praktekmu penuh orang begini?"- Seokmin
"haha iya sih.. belum pernah ada ruang praktek sepenuh ini apalagi sambil ngobrol.. ilegal nih" – Yuju
"tapi aku berterimakasih sekali karena kau membolehkan kami serombongan sekalian masuk sini, termasuk orang yang tidak berkepentingan seperti kakak sepupunya Mingyu ini juga boleh masuk" ucap Seokmin menggoda Ayu sekalian.
"yaa.. memang aku tidak berkepentingan sih, tapi kan aku penasaran.."
"haha tidak masalah nona.. oiya kita belum berkenalan.." ucap dokter Yuju
"heheh iya, perkenalkan.. Prameswari Ayu Sentono imnida.. kau bisa memanggilku Ayu"
"Choi Yuju imnida.. tunggu.. aku seperti pernah mengetahui nama unik itu.. dan wajahmu familiar..
oh! Anda kan fashion designer dari Indonesia yang profilnya ada di majalah Ceci Korea bulan ini.."
"hehe.. iya.. berterimakasihlah pada tuan Hong yang telah meliput profilku di majalah itu"
"namamu jadi terkenal Ayu.. tapi kurasa itu hal baik.. karena kau kan memang benar-benar berbakat" ucap Jisoo.
"iya.. unni.. oiya, Ayu-shi kupanggil unni saja ya.. karena anda lebih tua dariku"
"haha Josh bisa saja.. oiya, tidak masalah kok Yuju, santai saja"
"hahah sok akrab nih sama orang ngetop" ledek Seokmin.
"ih.. bukan begitu.. tidak masalah kan berteman dengan temannya Jisoo oppa, lagipula Ayu unni ini orang terkenal.. boleh dong sesekali berteman dengan orang hits.. hehe"
"hahaha kalian ini berlebihan.. aku kan masih desainer baru.. belum hits lah"
"tapi memang berdasarkan foto-foto rancanganmu di majalah itu, karyamu memang keren unii... oiya.. aku juga belum berkenalan secara santai dengan tuan Jeon dan.. ?" tanya Yuju pada Mingyu.
"Kim Mingyu imnida, suaminya Wonwoo"
"ahh.. baiklah.. kalian seumuran dengan Seokmin juga?"
"aku seumuran dengan Seokmin, tapi Wonu hyung lebih tua setahun dariku"
"woahh.. aku dilangkahi menikah lagi oleh orang seangkatanku" ucapnya sedih.
"masih mending... aku saja 2 tahun lebih tua darimu, Seokmin dan Mingyu dilangkahi, masih stay strong kok.."
"haha iya sih unni.. lagipula aku juga sudah punya tunangan kok.. tahun depan kami akan menikah"
"ha? Dengan siapa Yuju-ya? Nanti undang-undang ya" ucap Seokmin antusias
"hehe masih rahasia doonggg... tenang pasti akan aku undang kalian semuaa"
Mereka pun melanjutkan obrolan santai hingga beberapa waktu. Selepas itu mereka pun berpamitan karena sudah ada pasien lagi yang akan datang menurut perawat dokter Yuju.
"daahh Yuju.. terimakasih yaa" – Seokmin
"terimakasih sarannya"- Jisoo
"daahh juga.. sama-sama Seokmin, Jisoo oppa.."
Kemudian mereka bersalaman dengan Yuju.
"selamat tinggal dokter Yuju terimakasih ya.." - Wonwoo
"terimakasih ya.. Yuju-ya" – Mingyu
"sama-sama Wonwoo oppa dan Mingyu-ya.. oiya..banyak istirahat ya tuan Jeon"
Kemudian mereka pun bersalaman juga. Dan terakhir adalah Ayu.
"well.. unik juga kamu mau melakukan penelitian dan menjadi dokter kandungan untuk kasus male pregnant, apalagi kau masih dokter muda dan baru terjun di dunia praktek"
"hehe... karena hal itu kan langka dan luar biasa unni.. lagipula ada hal lain juga yang memotivasiku"
"apa itu? Pasiennya ganteng-ganteng ya? Ahhaha"
"haha ganteng dan ganteng yang berpasangan itu yang menarik unni.. eh uppss" ucapnya seraya menutup tangannya.
"hmm.. kau ituu.. fujoshi ya?"
"eh? Heheh kok unni langsung tau? Jangan-jangann..."
"haha iya.. aku juga dulunya fujoshi.. namun mengetahui fakta bahwa sepupu tersayangku menjadi yaoi dan klienku dari majalah Ceci itu juga yaoi membuat jiwa fujoshiku bangkit lagi"
"hahahha wahh seru ya dikelilingi pasangan yaoi nan tampan.. male pregnant pula hihihi" kikik Yuju.
"haha iya serasa impian fujo yang hanya ada di doujinshi, anime BL dan fanfiction yaoi menjadi nyata hahahhaha"
Mereka pun tos dan tertawa bersama, kemudian Ayu pergi menyusul 4 pasangan tampan yang telah mendahuluinya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC...
Yo long taim no si...liburan ini ane ada proyek bikin shortmovie dan syuting.. makanya baru update sekarang setelah sebelumnya males + sibuk kuliah + ga da ide..
Terimakasih buat yang mampir dan memfavoritkan, momfollow serta meriview.. silakan terus lakukan dukungan kalian untuk FF uniq, ajaib dan absurd ini.. makasih all i lop yu gaes so matt...
