Seventeen serta tambahan cast ©Tuhan, Pledis ent, Entertaintment terkait dan Keluarganya

Special guest: 2 member of BTS (hehhehehe)

Fanfic ini dan OC ©Jameelah Jamil

Posisi OC disini bisa dibayangkan sebagai kalian ketika dihadapkan dengan situasi seperti dalam cerita.

Maklumkan salah kata dan kata2 yang kurang berkenan.

Remember to Review, Follow or Like ya, ma beloved readers...

Januari 2021, Kediaman Kim

SREK..

.

.

BRUK..

.

.

GRUSAK..

.

.

GRUSUK..

"Walah.. mana sih itu akte kelahiran sama CV yang kemarin kusiapin.. mana 2 jam lagi mau berangkat lagi.. aarrgghh" ucap sosok pria tinggi berkulit sawo matang yang tergopoh-gopoh mencari lembaran surat berharga tersebut.

"Kenapa sih, sore-sore begini ribut.." tanya seorang pria berkulit putih datang menghampiri.

"ahh.. ini hyung.. semalam sudah kusiapkan berkas yang akan kubawa, namun sekarang aku lupa dimana ditaruhnya"

"hm.. amplop coklat dengan garis biru bukan detailnya?"

"nah! Iya hyung benar sekali!"

Kemudian, si lelaki putih itu berjalan kearah laci di dekat tempat Mingyu berjongkok mencari berkasnya. Menyibakkan tumpukan kertas lainnya yang menutupi.

"taraaa.. ini dia berkas-berkasmu" ucapnya dengan senyum jahil.

Si kulit sawo matang hanya bisa melongo melihat berkas yang dicari-carinya semudah itu ditemukan.

"astaga.. bisa semudah itu ya kau temukan.. terimakasih hyyuuuuunggg.. muah.. muahh" ucapnya sambil menciumi seluruh wajah sosok yang dipanggil hyung itu.

"iya-iya.. bayi besarku.. sudah.. mandi sana.. jangan lupa kabari Seokmin suruh dia bersiap-siap juga. Audisi dimulai pukul 8 malam nanti di Seoul. Ingat, hari Senin seperti ini biasanya macet, jam pulang kantor"

"sip! Aku mandi dulu.. kau sarapan duluan sana.. ummaa~~ " ucapnya sambil bernada sok imut menggelikan.

"pliseu.. kau. Sungguh. Tidak pantas aegyo. Mingyu!"

"hahahaahah... bodo.." si oknum bernama Mingyu pun tertawa sembari berjalan kearah kamar mandi.

Tak lama kemudian..

Sosok pria atletis terlihat sedang membilas badannya yang berkulit eksotis. Guyuran air mengalir membasahi lapisan otot punggung nan tegap, menuju dada berbidang tersebut. Air mengalir melewati deretan otot lengan nan kekar dan tangguh.

Namun..

.

.

"walaah.. lupa ambil handuk..

HYUUUUNGGG... TOLONG DONG AMBILIN HANDUK.. KELUPAAN NIH"

Sementara itu..

KRAUK..

KRAUK..

KRENYES.

Terdengar suara kunyahan keripik memenuhi ruang tamu. Beriringan dengan irama musik dentuman gendang dan seruling bambu beserta alunan biduan wanita dari televisi. Terlihat sosok pria putih yang terpaku menatap televisi. Sepertinya enggan sekali untuk menolong sosok yang meminta handuk tersebut.

"Tanggung nih, jagoan D'academy-ku si Jubaedah sedang tampil"

"yaelaahh.. bentaaar aja ambilkan handuk doang hyung.. "

"tanggung"

"kampret!" umpat si Mingyu tersebut dari dalam WC.

"huh?"

"ahh.. aniyo.. ha ha ha" ucap Mingyu sinis. ' awas saja, nanti saluran TV kabel ikan terbangnya ku putus' umpat korban mandi tanpa handuk tersebut.

Setelah semuanya dirasa rapi dan segala berkas penting dipersiapkan, Mingyu si lelaki eksotis pun bersiap memasuki mobilnya yang telah dipanaskan mesinnya. Sebelum memasuki mobilnya, ia berpamitan kepada pasangannya terlebih dahulu.

"sayang.. aku pamit dulu ya.. doakan aku dan Seokmin lulus audisi. Kalau kami bisa lulus dan syukur-syukur masuk jadi peserta bisa membawa nama Sambal & Kimchi"

"amiinn.. aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu"

"selamat tinggal.. umma.." ucap Mingyu kepada pasangannya. Kemudian mengecup lama dahinya. Tak lupa mengelus perutnya yang sudah membesar.

"hati-hati ne.. bapak.. hehe" ia berujar dan mencium tangan pasangannya. Istilah kerennya sih, salim. Si pasangan bernama Wonwoo itu jadi terbiasa dengan berbagai budaya asing semenjak menikah dengan Mingyu.

Mingyu membalas Wonwoo.. pasangannya itu dengan senyuman secerah mentari. Ia merasa sangat optimis hari itu.

Mingyu pun bergegas meninggalkan rumah dan menuju rumah Seokmin untuk sekalian menjemputnya menuju lokasi audisi.

Audisi? Hmm.. audisi apakah gerangan yang akan mereka ikuti?

.

.

.

.

Lokasi Audisi, Seoul Pusat

"hmm.. luar biasa.. hanya dalam waktu 20 menit bisa tercipta hidangan dengan 2 perpaduan budaya yang selaras dengan lidah dan tampilan estetik. Selamat.. anda bisa menjadi peserta dan mendapatkan..

GOLDEN TICKET! SELAMAT BERJUANG.. "

Seorang pria paruh baya yang menjabat sebagai juri terlihat berbinar setelah menilai masakan Mingyu & Seokmin.

Well.. mereka sedang ada dalam audisi acara memasak bergengsi dunia yang ada tengah disiarkan TV Korea saat ini. Acara tersebut bertajuk ' The Hottest Chef ' sebuah acara pencarian bakat chef yang diiringi dengan kecepatan memasak, rasa yang nikmat serta penampilan fisik rupawan tukang masaknya. Acara tersebut sudah berhasil di Italia, Paris, Turki, Jepang, Indonesia... dan berbagai negara yang memiliki kuliner terkenal dunia.

Menjadi peserta di acara tersebut saja sudah menjanjikan peluang karir bidang kuliner yang menarik, apalagi bisa menjadi top 5 nya. Itulah yang mendorong Mingyu mengajak Seokmin yang juga jago masak untuk ikut audisi, sekaligus ingin mempopulerkan restoran keluarganya, Sambal & Kimchi.

Dan.. dimulai dari sinilah, mulai menanjaknya kepopuleran duo chef tampan ini.

5 bulan kemudian..

Di sebuah ruangan kantor bernuansa serba ungu dan hitam, nampak sesosok wanita berwajah elok dengan kulit sawo matang dan rambut hitam lebat yang terawat. Mata wanita itu nampak fokus memerhatikan layar kaca yang menampilkan kompetisi memasak. Sebenarnya, bukan hobinya menonton kompetisi memasak seperti itu, namun berhubung acara tersebut sudah masuk final dan tersisa 5 pasang peserta, ia nampak antusias untuk menontonnya. Ia sudah mengikuti acara tersebut dari sejak tersisa 10 pasang peserta. Ia memiliki alasan untuk menonton acara itu.

Alasannya ialah.. ada sosok yang dekat dengannya mengikuti kompetisi tersebut. Wanita tersebut adalah Ayu, sang desainer busana yang tengah naik daun di negara Asia, yang merupakan sepupu salah seorang peserta disana. Ia cukup kaget ketika awal ia menonton acara tersebut tidak sengaja, karena ada sepupu tampannya disana. Pasalnya, si sepupu tidak memberitahukan bahwa ia mengikuti kompetisi tersebut.

Setelah berkutat dengan beragam acara memasak, mulailah penilaian yang akan menentukan siapa pemenangnya. Kemudian, terlihat MC membacakan hasil penilaian para dewan juri dan penonton di rumah melalui polling SMS.

"pemenangnya adalah.. Your Ahjussies .. kepada Gong Yoo dan Lee Dong Wook dipersilakan maju"

kemudian.. diiringi sorak sorai meriah yang melengking dari para gadis dan ibu-ibu di studio. Nampaklah dua pria paruh baya berpredikat 'Om tampan' alias 'Oppa rasa ahjussi' yang memenangkan acara tersebut. lalu.. terlihat MC membacakan pemenang kedua dan ketiganya.

"first runner up kita adalah.. Duo Hansamu.. kepada Kim Mingyu dan Lee Seokmin dipersilakan maju"

Meledaklah teriakan remaja wanita sepantaran SMP dan SMA yang menggila. Studio langsung heboh tidak karu-karuan, apalagi setelah Mingyu mengedipkan mata dan Seokmin menebar flying kiss setelah ucapan terimakasih.

Ayu, si penonton tersenyum bangga akan prestasi sepupunya, dan sahabatnya itu. Rencananya kembali ke Korea untuk mengurusi butiknya disana sekaligus menjadi ucapan selamat atas kemenangan mereka. Yeahh.. walaupun juara dua, namun itu juga merupakan sebuah prestasi yang membanggakan.

Kemudian, Ayu pun menelepon asisten pribadinya untuk mengurus keberangkatannya ke Korea kembali.

.

.

.

.

Bandara Incheon

"Halo.. wes tekan endi dek? Oh.. oke kutunggu ning Setarbak cedak bandara yo.. oke suwun"

[ halo, sudah sampe mana dek? Oh.. oke kutunggu di Setarbak dekat bandara ya.. oke terimakasih ]

Demikian percakapan yang Ayu lakukan terhadap orang di seberang telepon sana. Selang beberapa menit kemudian, sebuah mobil sedan berwarna hitam terparkir di depan Setarbak tempat Ayu menunggu. Sesosok lelaki tinggi dan sawo matang menghampirinya. Mereka pun bergegas meninggalkan kafe tersebut.

Dalam Mobil

"tumben mbak, minta di jemput.. biasanya juga langsung ke resto atau ke rumah"

"haha.. ga apa-apa sih, lagi capek aja jadi pengen sesekali minta jemput. Ga ngerepotin kan?"

"ga kok, santai aja.. toh aku udah make kacamata item segede pantat botol gini, mudah-mudahan ga ada yang ngenalin sih.."

"haha tau deh yang udah jadi celebrity chef.. "

"hehehe bisa aja mbak.. ga juga kok.. Cuma lagi males ke notis orang aja.."

"ngomong-ngomong.. resto keluargamu makin rame dong ya? Trus Seokmin jadinya ganti kerjaan atau gimana semenjak jadi runner up Hottest Chef bareng kamu?"

"iya mbak.. syukurlah. Resto makin rame, makin dikenal. Seokmin? Iya.. dia jadi chef juga di restoku. Kami jadi kepala chef disana, dan bereksperimen kuliner Korea-Indonesia. Dia jadi hobi banget sama masakan Indonesia.."

"oh ya? Haha baguslah.. sukses terus deh buat restomu"

"amiinn... oiya mbak.. nanti jam 7 malem di rumah bakal kedatengan tamu lho"

"oh ya? Sapose?"

"sapose apaan tuh?"

"bahasa gaul slang buat kata 'siapa'.. "

"wakakakka aneh amat bahasanya"

"bahasa banci sih.."

"dih.. kok mbak tau? Sering mangkal bareng ya?"

"telek pitik! Ya kagak lah.. udah jadi bahasa tenar gahol tau"

"haha iya ampun.."

"eh, siapa tamunya Gyu?"

"itu.. sepupuku dari pihak appa.. dia semumuranmu lho.. "

"oh ya? Hmm.. cewek atau cowok?"

"cowok mbak.. dan diaa.. orang tenar lho.."

"masa sih? Ganteng ga?"

"guanteng mbak! Tapi tetep gantengan aku sih.."

"lah.. berarti kulite ireng yo podo koyok kowe?"

[ berarti kulitnya hitam ya sama kayak kamu? ]

"kampret.. aku ndak ireng mbak, kita ki podo sawo matenge"

[ kelelawar (?) .. aku tidak hitam mbak, kita nih sama sawo matengnya ]

Yaa.. demikianlah percakapan nirfaedah yang mengisi waktu selama perjalanan menuju rumah Mingyu di Gangnam.

Sesampainya di rumah Mingyu, mereka beristirahat sebelum menyiapkan hidangan untuk acara makan malam kecil-kecilan untuk menyambut tamu yang merupakan sepupu Mingyu itu.

Malam hari, pukul 07.14 PM

Beberapa menu hidangan khas Korea tersaji di atas meja makan. Tak lupa, masakan hangat berkuah khas Indonesia andalan Mingyu dan Ayu yaitu sop buntut telah terhidang dan menggoda penciuman siapa saja. Mereka hanya berdua di rumah itu, karena suaminya Mingyu, Wonwoo sedang berkunjung ke kampungnya untuk menengok sang kakek yang masih terbaring lemah. Ketika mereka sedang menata makanan terakhir, terdengarlah suara bel ruang tamu berbunyi.

Mingyu berinisiatif menyambut tamunya. Terdapat tiga orang memasuki ruang tamu. 2 orang dewasa dan 1 balita. Ayu masih menata meja makan. Ia mendengar suara orang dewasa yang ramai mengobrol dalam bahasa Korea dan tertawa riang. Terdengar dua suara asing, 2 orang lelaki dewasa dan salah satunya terdengar berat dan husky. Tipikal suara macho nan seksi gitu, tapi.. Ayu juga mendengarkan gelak tawa sosok balita disana. Siapakah tamu Mingyu sebenarnya?

.

.

.

.

.

TBC mamen...

Long time no see.. mudah-mudahan masih eling sama FF abstrak ini..

Dukung terus karya saya dengan cara: ketik REG sepasi DUKUNG JAMEELA kirim ke rumahnya. *krik

Pokoke, joss terus reviewnya, favnya, follows juga qaqa.

makasiihhh