Naruto Masashi Kishimoto

SasuHina

Warning : OOC, typo bertebaran, gaje, EYD kurang diperhatikan, abal, dll.

Rate T

.

.

.

.

Don't like? Don't read!

.

.

Mistery Number One

Chapter 2

CLEK!!

'A-apa ini? Apa mungkin hujan?' batin Hinata.

Pelan – pelan Hinata meraba pipinya dan melihat cairan yang menetes ke pipinya itu.

"Da-darah?" gumam Hinata kaget. Wajahnya menjadi pucat seketika dan aura tidak mengenakkan menguar semakin kuat di sekitarnya.

Hinata pov.

Clek!!

'A-apa ini? Apa mungkin hujan?' batinku kaget dan gelisah.

Aku meraba pipiku yang kejatuhan sesuatu itu. Apa benar – benar turun hujan? Saat kulihat jemariku, merah. Apa, apa mungkin.. "Da-darah?" semoga saja bukan seperti yang kupikirkan.

Aku coba memberanikan diri dan pelan – pelan menengadahkan kepalaku keatas. Dan..

"Sesuai janjiku, aku pasti datang" gumam pria itu.

Siapa dia? Dan kenapa dia... tersenyum? D-dan, dia terluka, dia berdarah! Aku, aku harus bagaimana? Kenapa tidak ada yang...

Brukk!!

Normal pov.

"Hinata-chan!" pekik Tenten kaget.

"To-tolong, petugas kesehatan disini ada yang pingsan!" teriak Matsuri.

Dengan cekatan para petugas kesehatan datang membawa tandu dan hendak membawa Hinata ke UKS.

"Kau tidak apa – apa Hinata-chan?" tanya Sakura yang merupakan teman sekelas Hinata juga.

"Ah, aku tidak apa – apa, tapi laki – laki ini butuh pertolongan secepatnya!" jawabnya mantap.

"Laki – laki? Laki – laki yang mana Hinata-chan?" tanya Sakura kebingungan. Dia terus memperhatikan sekitarnya. 'Dia bilang anak laki – laki? Tapi, kurasa semua anak laki – laki disini baik – baik saja' batin Sakura.

"Dia.. Apa kau tidak melihatnya Sakura-chan?" kata Hinata sembari menunjuk ke arah samping tempat dia jatuh.

"Ah sudahlah Hinata-chan, jangan bercanda, aku jadi merinding. Sebaiknya kita segera ke UKS. Kau mau naik tandu?" kata Sakura yang dibalas dengan gelengan kecil dari Hinata.

Ekor mata Hinata melirik ke arah laki – laki yang terbaring ditempatnya jatuh tadi dan dia sekilas melihat senyuman tipis diwajahnya. Kemudian dia segera dibawa ke UKS oleh Sakura dan petugas kesehatan lainnya.

"Na, Hinata-chan, sekarang kau bisa beristirahat. Tidurlah sebentar. Apa kau mau minum?" tanya Sakura.

"Aku sungguh tidak apa – apa Sakura-chan.." kata Hinata meyakinkan.

"Ah, tidak! Pokoknya kau harus istirahat dulu disini sampai upacaranya selesai. Kalau kau tidak mau minum, aku kembali ke lapangan yah.. Maaf tidak bisa menemanimu.." kata Sakura sembari tesenyum tulus.

"Ah, i-iya.." gumam Hinata.

Setelah Sakura pergi, Hinata bangun dan mendekati jendela yang menghadap langsung ke lapangan. Karena ruang UKS berada di lantai 2, Hinata dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di lapangan.

"Kenapa.. tidak ada yang menolongnya? Aku harus bagaimana?" gumam Hinata. "Kami-sama, apa yang harus aku lakukan?"

15 menit telah berlangsung dan upacara pun telah usai. Mengetahui itu, Hinata lantas buru – buru pergi menuju lapangan upacara.

Hinata pov.

"Sudah 15 menit, apa dia tidak apa – apa? Aku harus segera menolongnya!"

Aku pun dengan tergesa segera berlari menuju lapangan upacara dan ketika aku sampai disana.. Aku melihatnya, keadaannya masih sama. Aku begitu panik. Saking paniknya aku segera menghampirinya dan menggenggam erat tangannya.

"Kau tidak apa – apa? Kau baik – baik saja kan?" rasanya tangannya begitu dingin. Aku sangat takut dan kalut.

"Aku.. Berhasil menemukanmu.. Hikari." Setelah mengucapkan itu, dia jatuh pingsan. Aku benar – benar bingung, aku.. Siapa itu Hikari?

TBC

A/N : Hani mau jujur, sebenernya kemarin Hani salah upload file, dan jadinya kemarin hani malah upload cerita yang ini. Dan parahnya semuanya belum diedit sama sekali. Hani sih nggak niat upload fic ini, harusnya yang satunya lagi, tapi karena udah terlanjur, jadi hani lanjutkan. Dan makasih buat yang ingetin hani soal disclaimer.. Hani gak maksud mengklaim naruto dkk itu punya hani, tapi itu emang bener – bener gak sengaja. Tapi hani seneng, udah diingetin, kesannya nggak menggurui kok, lagipula hani suka kritik dan sarannya, makasih yah, hani jadi semangat. Dan buat yang nanya kenapa pendek banget, itu karena hani gak bisa nulis fic yang panjang – panjang. Makasih semuanya.. Mohon kritik, saran, dan review nya yah.. See you.. Muahh