[Reunion]
Cast :
Min Yoongi X Park Jimin
Genre :
Romance, Drama
[!] Typo(s), OOC, BL
Chapter 1
.
.
"Kau tau aku tidak bisa menolak permintaan Seokjin hyung, Jim. Datang ke acara reuni sabtu ini ya? akan ku pastikan kau akan senang karena bertemu teman-teman lama kita. Bagaimana?" Taehyung menatap Jimin yang sedang tidur-tiduran di sofa apartemennya dengan tatapan memohon. Sedangkan yang di tatap masih sibuk membolak balik halaman komik yang sebenarnya ia sudah selesai membacanya sejak sepuluh menit yang lalu.
"Seokjin hyung bilang dia tidak akan membiarkan aku bertemu Jungkook jika aku tidak bisa mengajakmu. Kau tau kan Jungkook itu sepupu kesayangannya? Bagaimana hidupku akan berjalan baik jika aku tidak bisa bertemu kelinci menggemaskan itu" Jimin melempar komiknya ke arah Taehyung dan tepat mengenai kepalanya. Idiot itu mulai bertingkah menjijikkan jika menyangkut kelinci kesayangannya –Jungkook.
"Kenapa aku harus ikut? Aku malas, Kim. Kau tau alasannya" Taehyung berdecak kesal. Temannya satu ini memang susah sekali dibujuk jika menyangkut bertemu teman lama. Ini sudah kesekian kali pemuda dua puluh tahun itu tidak ikut ke acara reuni sekolah menengahnya. Padahal itu adalah acara wajib setiap akhir tahun. Dan Taehyung sudah lelah diceramahi oleh senior bernama Kim Seokjin yang merangkap sebagai sepupu overprotective Jungkook-nya karena tidak bisa membawa Jimin ke acara reuni padahal kehadirannya selalu ditunggu.
Tapi, Taehyung tidak menyerah. Ia sudah berjanji didepan Tuhan dan didepan Seokjin akan membawa Jimin meski itu dead or alive.
"Oke, aku akan membuat penawaran" Kata Taehyung yang akhirnya menarik atensi Jimin dari komiknya. "Kau boleh meminjam xbox-ku"
Jimin menyeringai,"Wow.. penawaran yang berani"
Lalu ia tertawa pelan. Jimin benar-benar tidak percaya apa yang dikorbankan Taehyung agar dia mau datang. Xbox itu hasil jerih payahnya menabung sejak semester pertama ia masuk diperguruan tinggi – 1 tahun lalu—, hingga awal tahun ini ia bisa membelinya. Banyak yang Taehyung korbankan. Termasuk hanya mengajak Jungkook kencan sebulan sekali.
Jimin berpindah posisi dan duduk menghadap Taehyung yang sedari tadi duduk di lantai. "Berapa lama?"
"Seminggu"
"Sebulan"
Taehyung menangis dalam hati. Tidak apa-apa, pikirnya. Demi Jungkooknya. Demi restu Seokjin. Dan demi Park Jimin
"Call. Sebulan" kata Taehyung lesu.
Jimin bertepuk tangan senang, kemudian berlari menuju kamar pemuda Kim, mengambil xboxnya, lalu keluar apartemen temannya sambil berteriak, "Aku tidak janji akan mengembalikannya tepat waktu! Ketemu hari sabtu, ya!" Dan Park Jimin langsung masuk ke apartemennya yang tepat disebelah apartemen Kim Taehyung.
.
.
Sudah hari sabtu dan Jimin masih sibuk di kampus dengan segala macam buku tentang Ekonometrika yang benar-benar memusingkan. Ponselnya sejak tadi menampilkan incoming call dari Taehyung, tapi ia mengabaikannya. Ia sedang tidak ingin di ganggu. Ekonometrika lebih penting dari si Kim itu, pikirnya.
Tapi, pemuda Kim –lagi-lagi— tidak menyerah. Panggilannya tidak dijawab, ia beralih keserangan selanjutnya. Bom pesan yang membuat konsentrasi Jimin pecah dan akhirnya mengalihakan perhatian pada ponselnya. Dan kebanyakan isinya adalah Taehyung yang mengingatkan tentang reuni sekolah menengahnya.
Jimin menghela nafas, kemudian segera menghubungi Taehyung dan menghentikan segala gangguannya jika ingin Jimin datang.
"YA!"
Taehyung sialan.
"Kau dimana?! Kenapa tidak menjawab panggilanku?! Kenapa mengabaikan pesanku?!"
"Berhenti berteriak, kau pikir aku tuli. Aku dikampus, Heo-ssaem memberikan tugas kemarin, aku sedang buru-buru mengerjakannya dan—"
"Oke-oke, jangan lupa reuni. Di café Seokjin hyung. Jam 7 malam. Awas sampai lupa. Aku hanya ingin bilang itu hehe untuk memastikan"
Jika bertemu Taehyung nanti, ingatkan Jimin untuk memukulnya dengan tongkat baseball milik Jungkook.
"Demi Tuhan, KIM TAEHYUNG INI MASIH JAM 11!"
.
.
Dan pemuda Kim hanya terkekeh diseberang panggilan.
Jimin keluar dari kampus tepat pukul 7 malam. Inginnya langsung ke apartemen, mandi dan tidur. Tapi, mengingat Taehyung yang tidak berhenti mengganggunya sejak beberapa jam yang lalu dan mengingat perjuangannya, jadi pemuda Park memutuskan untuk mampir sebentar saja ke acara reuni, kemudian pulang.
Yang penting menampakkan diri.
Terutama didepan Kim Taehyung
Jimin mengetikkan pesan pada Taehyung yang mengatakan ia sedang dalam perjalanan menuju café Seokjin, sambil memikirkan beberapa kemungkinan ia akan bertemu siapa saja disana. Taehyung bilang reuni ini hanya orang-orang dalam 'lingkar Seokjin' yang datang. Seokjin itu diva disekolahnya dulu dan punya banyak teman dari beberapa angkatan terutama angakatan dua tahun dibawahnya. Jimin tidak tahu kapan tepatnya ia bisa masuk dalam list orang-orang terdekat Seokijn, tapi yang Jimin ingat saat itu Taehyung sedang berjuang untuk mendekati Jungkook. Mau tak mau Jimin yang notabene adalah teman seperjuangan Kim Taehyung dari lahir sampai sekarang harus mengenal Jungkook juga. Karena dari mengenal Jungkook, ia harus membantu Taehyung untuk mendapatkan hati sepupu overprotective kelincinya –Kim Seokjin dan berakhir dengan berteman akrab dengannya.
Beberapa bulan setelah itu Taehyung berhasil mendapatkan hati Jungkook juga Seokjin. Lalu ia mulai mengenal teman-teman Seokjin lainnya. Mereka melakukan hal-hal yang umumnya dilakukan oleh anak-anak sekolah menengah bersama-sama. Mulai makan siang bersama. Hangout bersama. Ke toilet bersama. Bahkan bolos bersama. Jimin tertawa jika mengingatnya. Tapi, senyumnya memudar ketika ia ingat bahwa di dalam 'lingkar Seokjin' itu ada orang yang benar-benar tidak ingin ia temui. Namanya—
"Oh! Park Jimin!" Jimin menghentikan langkahnya dan melihat pemuda yang sangat dikenalnya berdiri didepan café milik Seokjin.
Jimin bergumam lirih, "Hoseok hyung.."
Dan pemuda itu tersenyum, menghampiri Jimin, kemudian memberikan pelukan hangat di akhir tahun yang dingin seperti ini.
"Aku merindukanmu"
.
.
"Jimin-ah~ akhirnya kau datang— wah kau bersama Hoseok hyung ternyata" Belum juga Jimin bernapas dengan normal sejak Hoseok memberinya pelukan dadakan, sekarang Taehyung menyeringai dengan tampang tanpa dosanya. Ia tidak siap dengan segala godaan yang akan Taehyung lontarkan padanya nanti.
"Kami bertemu didepan tadi" ucap Hoseok sembari mengacak rambut Jimin dan tertawa pelan. Lalu pemuda yang satu angkatan dengan Seokjin itu segera bergabung dengan teman-teman lainnya. Sedangkan Jimin masih diam tanpa melakukan apapun, hingga Taehyung menyadarkannya.
"Sebegitu senangnya ya kau bertemu dengan Hoseok hyung? Harusnya kau ikut dari dulu, Hoseok hyung tidak pernah absen"
Pandangan Jimin belum lepas dari Hoseok. Di tengah kerumunan itu Hoseok terlihat paling menonjol. Dengan jaket denim, topi hitamnya dan senyum secerah mataharinya. Yang benar-benar Jimin rindukan. Saat Hoseok bilang ia merindukannya, ingin sekali Jimin menjawab jika pemuda itu juga merindukannya. Sangat. Tapi, ia tidak bisa.
Dari kejauhan Seokjin menghampiri Jimin. Ia melihat Jimin hanya diam dan mengerling pada Taehyung. Dan Taehyung menunjuk Hoseok dengan dagunya. Seokjin mengerti kemudian merangkul Jimin, dan membuat fokus Jimin pada Hoseok teralihkan.
"Akhirnya kau datang juga, bocah kecil! Harus berapa ancaman yang harus aku berikan pada Taehyung supaya dia bisa membawamu kemari" Seokjin pura-pura akan memukul kepalanya tapi Jimin malah terkekeh dan berkata, "Aku juga merindukanmu, hyung. Mana Jungkook? Ayo berkumpul dengan yang lain"
Seokjin dan Taehyung tersenyum, mengikuti langkah Jimin dan berkumpul dengan teman-temannya yang lain. Sebelum bergabung dengan yang lain, Seokjin melirik ke meja di pojok café dimana dua pemuda –yang satu berambut ungu dan yang satu berambut hitam— duduk disana. Kemudian Seokjin memberi anggukan samar pada pemuda berambut ungu yang ditanggapi acungan jempol olehnya.
"Jadi, dia sudah bertemu dengan Hoseok?" tanya pemuda berambut hitam dan dibalas anggukan oleh pemuda berambut ungu.
"Sepertinya akan sulit" gumamnya.
!
Cerita baru. Niatnya ga pengen yang berat-berat tapi kenapa gini..
Kalo nulis suka oleng hehe :p
Ngepost ini pun butuh keberanian :' masih ga pede sama gaya nulisnya apalagi ceritanya, pendek lagi wkwk
/lempar diri
Thanks buat siapapun yang udah baca, yang siders atau yang komen :) tapi diusahakan komen ya
komen kalian mempengaruhi lanjut engganya cerita /plak
-Jiminibabo
