.
QUENDI
EXO © SMent & themselves
The Silmarillion © J. R. R. Tolkien
How To Train Your Dragon © DreamWorks
Cast:
Kim Jongin
Oh Sehun
Genre: adventure, fantasy, drama, romance, dll.
Warning: Shounen-ai, Fantasy/adventure gagal, OOC, misstypo, AU, dll.
DON'T LIKE? DON'T READ!
.
.
Listening to: Owl City – To The Sky (gak nyambung sih, tapi biar kerasa fantasynya aja gitu. #plakkk)
.
.
Jongin menelan ludah susah payah saat kepala Sehun bergerak-gerak berusaha mencari posisi nyaman. Tangannya memeluk tubuh Sehun erat. "Kau tahu? Posisi ini tidak biasa bagi dua orang yang baru mengenal, Sehun-ah."
Sehun menggumam kecil, merasa kenyamanannya terganggu. Dan jongin harus sekuat tenaga menahan diri saat merasakan hembusan napas di lehernya. Keduanya tetap terdiam dalam posisi itu untuk beberapa saat.
Jongin mengelus punggung Sehun yang sepertinya sudah tertidur. Dia merasa sedang menjadi seorang babysitter saja. Dia harus tetap menjaga tangannya agar tidak bergerak kemana-mana. Sungguh... ini godaan yang sangat besar. Dia hanya seorang laki-laki dewasa yang normal. Maksudku, normal dengan hormon yang akan bereaksi jika dihadapkan pada sesuatu yang seperti ini.
"Mmhh..." Sehun lagi-lagi bergumam kecil, mungkin terganggu karena kini tangan Jongin sudah menelusup masuk dan mengelus pinggang ramping itu.
Ya Tuhan, apa kalian penasaran seberapa halusnya kulit Sehun? Yang jelas dia tidak bisa menjelaskannya tapi hanya bisa terus-menerus mengelus kulit putih itu membuat Sehun begidik geli dalam pelukannya. Pinggang Sehun cukup ramping untuk ukuran seorang namja.
Ugh, baiklah... di otaknya kini sudah terbayang seberapa halusnya kulit pinggang Sehun untuk dicecap bibirnya. Ayolah Jongin... ini tengah hutan dan kau tidak bisa leluasa melakukan apa pun yang ada dalam otakmu. Oke ini menjurus ke porno, jadi hentikan itu Kim Jongin.
Jongin tersentak kaget saat merasakan tanah yang didudukinya bergetar diiringi suara dentuman dan ledakan keras yang sepertinya asal suara itu tidak jauh dari tempatnya. Gempa bumi?
"Sehun-ah bangunlah! Suara apa itu tadi?" Jongin menggoyang-goyangkan tubuh Sehun.
Tapi namja berkulit putih itu hanya menggerutu kecil dan malah mengalungkan lengannya di leher Jongin, semakin menempel pada tubuh manusia yang masih memakai boxernya saja itu.
"Hey! Kurasa ini bukanlah bohongan. Apa desamu sudah dibom?" Jongin terus saja berusaha membangunkan Sehun. Dan berhasil, namja itu sudah melepaskan pelukannya dan mengucek matanya pelan berusaha mengusir rasa kantuknya lalu menguap sekali. Oh Tuhan, kenapa semua yang dilakukan oleh Sehun selalu terlihat begitu lucu?
Sebuah dentuman dan ledakan sekali lagi membuat Sehun sadar sepenuhnya, tubuh elf itu terlihat tegang dan segera berdiri.
"Apa itu?"
"Sepertinya desaku diserang. Kau tetap disini! Jangan pergi kemana pun!"
"Hey, kau akan pergi kesana? Kurasa itu berbahaya, Sehun-ah. Kenapa tidak─"
Percuma, Sehun sudah melesat pergi dengan cepat tanpa berkata apapun lagi.
"─tetap disini bersamaku? Huff~ dia cepat sekali!"
Jongin bangkit dan berdiri di sebuah batu besar di tepi danau. Tapi percuma saja batu itu kurang tinggi jadi yang bisa dilihatnya hanya hijaunya pepohonan.
Apa dia akan terlibat dalam perang besar? Sungguh dia tidak bisa melakukan apapun. Mengayunkan pedang saja tidak bisa. Mungkin Sehun benar kalau sebaiknya dia bersembunyi saja disini. Payah!
Jongin duduk diatas batu itu dan menghadap ke danau. Mengambil beberapa batu kecil dan melemparkannya ke air, berusaha mengusir rasa bosan sambil menunggu Sehun. Menghiraukan suara-suara dari arah desa.
WUUUUUHHNG~
BRRAAAKKK! DUUAAAGH!
"GYAAAAAAH!" teriaknya kaget saat sesuatu meluncur kearahnya tiba-tiba dari langit sebelum menghantam pohon dan jatuh ke tanah. Kabut mengepul dari debu karena tabrakan itu. Jongin bangkit berdiri dengan waspada. Semoga saja itu bukan troll atau sejenisnya. Dia tidak mau dimakan oleh makhluk aneh.
Bersembunyi dibalik batu dan memperhatikan hingga kepulan debu itu hilang, perlahan bisa melihat wujud asli makhluk yang masih meringkuk ditanah itu. Makhluk berwarna hitam kelam─untuk sekali ini Jongin bersyukur ada yang lebih hitam dari kulitnya─dan besar. Apa itu?
"Rrrr..." sebuah geraman terdengar mengerikan ditelinganya. Itu terdengar seperti geraman seekor singa yang kelaparan. Jongin menahan napas dan jantungnya memompa lebih cepat saat merasakan sebuah mata dengan sklera kuning dan pupil hitam seperti ular menatap kearahnya.
Tubuhnya tegang saat makhluk itu bergerak bangkit, tapi langsung terjatuh lagi di tanah. Sepertinya makhluk itu terluka. Jongin semakin menyembunyikan diri di balik batu besar yang tadi di dudukinya. Napasnya terasa berat dengan jantungnya yang sudah berdetak sangat cepat, rasa takut menjalar di tubuhnya. Bagaimana kalau makhluk itu menyerangnya? Mencabik-cabik lalu mengeluarkan semua isi perutnya dan terakhir memakannya?
Perutnya bergejolak mual membayangkan semua itu. Sekarang dia hanya bisa bersembunyi dan berharap Sehun cepat datang. Oke, silahkan saja katakan kalau dia pengecut. Tapi apa kalian akan merasa tenang saat ada predator tepat dihadapan kalian yang bersiap memangsa kalian? Tidak kan?
Berkali-kali Jongin mendengar suara jatuh, geraman, ataupun auman keras. Bagaimana ini? Jongin bahkan tidak berani mengintip sedikitpun. Sepertinya makhluk itu benar-benar terluka.
Terlempar kemari.
Jatuh ke tanah.
Dan terluka parah.
Sama seperti dirinya saat pertama kali datang ke dunia ini. Tapi beruntung ada Sehun yang menolongnya. Jongin memejamkan mata erat merasakan hatinya bergejolak aneh. Dia menarik napas dalam lalu menghembuskannya, terus seperti itu berulang kali seiring dengan dentuman keras detak jantungnya. Kemudian menghitung sampai tiga...
Lalu keluar dari tempat persembunyiannya. Jongin sedikit gentar ─lututnya terasa lemas─ saat makhluk itu mengaum keras kearahnya. Sangat keras sampai membuatnya menutup telinganya. Dia meneliti wujud dari makhluk itu.
Kulit ─tapi itu lebih terlihat seperti sisik─ hitam, tubuh yang lebih besar dari seeekor kuda, sayap hitam yang lebar dan bentuk sayap seperti kelelawar─bukan sayap seperti burung. Satu hal yang terlintas di otaknya saat menyimpulkan semua itu.
Batman.
Oke, itu sangat gila. Jadi lupakan saja.
Jongin melihat makhluk hitam itu berusaha bangkit lagi, tapi kembali terjatuh ditanah dengan menggeram─sepertinya kesakitan. Lalu dia harus bagaimana? Oh! Apa obat yang dioleskan Sehun padanya tadi pagi masih ada?
Dia melihat kearah tumpukan pakaiannya─yah sudah jangan tertawa! Dia memang hanya memakai boxer saja sekarang─ dan melihat sebuah mangkuk yang terbuat dari... err entahlah mungkin juga batu atau gerabah.
Jongin berlari dan mengambil mangkuk itu cepat. Tapi saat kembali mendekat pada si hitam, lagi-lagi makhluk itu menggeram waspada. Huft... menghela napas panjang akhirnya Jongin memutuskan duduk sekitar 3 meter dari makhluk itu. Mungkin menunggu sampai Sehun datang saja.
.
.
Jongin menyangga dagunya lelah. Entah sudah berapa lama dia terus duduk seperti itu. Suara dari desa masih terdengar, dia jadi khawatir pada keadaan Sehun. Apa namja cantik itu terluka?
Dilihatnya makhluk dihadapannya sudah memejamkan mata. Apa sudah mati? Tapi saat memperhatikan lebih jauh si hitam itu masih bernapas. Mungkin pingsan?
Mengambil mangkuknya lagi dan Jongin berjalan mendekat dengan langkah mengendap berusaha tidak menimbulkan bunyi sedikitpun. Dia menarik napas dalam saat sudah ada di samping makhluk itu, memperhatikan bagian mana yang terluka.
Untung saja makhluk ini dalam keadaan miring─sepertinya insting alami agar tidak terlalu menekan lukanya. Jadi dia bisa melihat luka menganga lebar di bagian dada. Dengan perlahan Jongin mengoleskan ramuan dari Sehun ke luka itu. Begitu hati-hati dan sangat pelan berusaha agar tidak membangunkannya.
Bulu kuduknya begidik ngeri mendengar deru napas makhluk itu yang berat. Melihat bentuk kepala makhluk ini, Jongin jadi teringat alien bernama Stitch yang ganas. Apa makhluk ini juga alien?
Jongin begitu fokus pada luka yang menganga lebar itu, hingga tidak menyadari mata bersklera kuning itu sudah terbuka dengan pupil hitam yang menatapnya waspada. Menatap sosok manusia yang tengah sibuk sendiri. Hingga mata itu kembali terpejam lelah.
"Oke sudah selesai. Tidurlah, bayi besar!" ujarnya berbisik menepuk sayap hitam itu pelan dan kembali menaruh mangkuk di samping pakaiannya yang masih terlipat. Dia menatap kearah desa yang sepertinya sudah tenang. Rasa khawatir pada Sehun masih merambah di hatinya.
Semoga Sehun baik-baik saja dan tidak terluka. Karena dia sudah menghabiskan obat lukanya untuk makhluk hitam itu.
.
.
Siang itu Sehun sama sekali tidak kembali. Tapi Jongin berusaha tidak memikirkan hal yang tidak-tidak. Dia yakin Sehun pasti baik-baik saja. Untuk mengalihkan pikiran itu dia kembali memakan buah yang tadi pagi diberikan Sehun lalu berenang. Dia butuh mandi untuk menghilangkan bau aneh dari ramuan itu.
Sesekali melihat kearah makhluk hitam yang masih meringkuk di tempat semula. Sepertinya masih masa pemulihan. Entah bagaimana nanti kalau makhluk itu sudah sadar. Apa dia akan dimakan?
Malamnya Sehun juga belum kembali. Dia mengumpulkan ranting-ranting pohon dan berusaha membuat api unggun. Dia tidak membawa pematik, cukup sulit membuatnya dengan alami. Seperti kemarin malam dia butuh waktu lama untuk membuat api.
Jongin menggosok dua batu itu terus menerus. Merasa kesal karena belum berhasil. Tapi sesaat dia sudah menyerah dan melempar batu itu, sebuah api biru keunguan meluncur dan membakar kayu yang sudah disusunnya.
Jongin melihat kearah datangnya api dan kalau bukan karena adanya pencahayaan itu, dia tidak akan bisa melihat makhluk yang tadi siang ditolongnya itu sudah berada sekitar satu meter darinya.
"Wow... kau yang melakukannya tadi?" Jongin menatap kagum sesuatu yang baru dihadapannya. "Kau seekor naga! Hebat! Aku bahkan berpikir makhluk sepertimu tidak ada."
Naga hitam itu hanya memiringkan kepalanya, menatap ikan yang ada disamping Jongin─tadi siang Sehun terlalu banyak membawa ikan dan buah hingga masih tersisa beberapa saat ini.
Mengerti arti pandangan itu, Jongin menyodorkan ikannya. Naga itu terlihat ragu sebentar sebelum mendekat dan membuka mulutnya lalu menyambar ikan itu dengan cepat.
Jongin bahkan merasa jantungnya sudah berhenti, takut naga itu juga akan menggigit tangannya. Bukan apa-apa, dia hanya kaget saat si naga yang terlihat tidak mempunyai gigi justru tiba-tiba saja mengeluarkan semua giginya. Hebat! Naga ini bisa menyembunyikan gigi di gusinya.
"Oke, itu sebenarnya ikan terakhir," Jongin menghela napas lelah menatap kearah api unggun lalu menyandarkan punggungnya di batang pohon. Sudah tidak merasa takut lagi karena dilihatnya naga itu pun sudah meringkuk lagi diatas tanah, sepertinya berusaha untuk kembali tidur.
Huh, bagaimana dia bisa tidur malam ini kalau pikirannya terus dipenuhi oleh Sehun. Dia sungguh mengkhawatirkan Sehun. Padahal sepertinya penyerangan desa sudah selesai, tapi Sehun masih belum kemari.
.
.
.
Esoknya Jongin hampir jantungan sekali lagi. Naga hitam itu sudah tepat berada diatasnya dan memiringkan kepala, menunggunya bangun. Jongin merasa heran, kenapa naga ini tidak menyerangnya? Dan malah bersikap seperti anjing peliharaan di rumahnya, Monggu.
"Kau punya aura yang nyaman, Jongin."
Jongin teringat perkataan Sehun kemarin. Aura yang nyaman? Lalu apa naga ini juga akan tidur dibahunya seperti Sehun kemarin? Oh tidak. Itu mengerikan membayangkan bagaimana mungkin tulang bahunya akan patah nanti.
Dengan penasaran Jongin berusaha mengelus kepala naga itu. Tapi sang naga hitam hanya menggeram tidak suka dan menjauh membuat Jongin menghela napas kecewa.
Sekarang dia tidak tahu harus melakukan apa saat Sehun tidak ada. Dan yang paling parah, dia lapar dan tidak tahu jenis makanan di hutan. Mungkin beracun? Semua tumbuhan disini agak unik membuatnya takut. Kecuali batang pohon besar yang terlihat seperti pinus itu.
"Baiklah. Mungkin menangkap ikan?" Jongin melepaskan bajunya lagi hanya menyisakan celana pendeknya dan mengambil sebuah kayu yang lancip lalu perlahan masuk ke air.
Lama Jongin berkutat di dalam air meninggalkan si naga terdiam menatap permukaan air yang bergelombang. Beberapa saat kemudian Jongin keluar dengan seekor ikan ditangannya.
Dia menjatuhkan ikan itu ditanah, membiarkan ikan yang setengah hidup itu sekarat di tanah dan memakai bajunya lagi. Tapi saat sudah selesai dan ingin membakar ikannya, sudah tidak ada apapun ditanah.
Matanya menatap tajam pada sosok hitam sang naga. "Ini tidak lucu. Kembalikan ikanku kau naga jelek!" ucapnya dengan nada keras dan berusaha menangkap makhluk itu. Dan yah malah terjadi kejar-kejaran yang tentu saja Jongin akan kalah mengingat si naga terus mengepakkan sayapnya dan terbang rendah. Obat yang diberikan Sehun memang hebat bisa menyembuhkan secepat itu.
"Jongin!" sebuah seruan yang familiar ditelinganya membuat Jongin menoleh dengan rasa senang yang membuncah di dadanya. Melihat sosok Sehun yang berdiri tegap tidak terluka sama sekali. Masih utuh seperti saat dia pergi.
"Ya Tuhan... Sehun kau baik-baik saja!" Jongin memeluk Sehun dengan erat, menenggelamkan wajah Sehun di bahunya. Hanya sehari memang, tapi dia sudah sangat merindukan sosok cantik ini.
"Itu... Night Fury! Apa yang dia lakukan disini!?" Sehun melepas paksa pelukannya dan membuat Jongin melotot kaget saat Sehun kembali mengeluarkan pedangnya. Naga hitam itu menggeram waspada kearah mereka.
"Tenanglah Sehun-ah!" Jongin berusaha menurunkan pedang Sehun. "Dia tidak berbahaya."
"Tidak berbahaya apanya? Night Fury adalah naga paling berbahaya," Sehun mendorong Jongin kebelakang membuat namja itu jatuh ketanah. "Dia dapat terbang lebih tinggi, lebih cepat dan lebih lama dibandingkan naga lainnya. Semburan apinya pun berbeda dari naga lain, dimana Night Fury menyemburkan api yang meledak saat menyentuh target."
Si Night Fury lagi-lagi menggeram dan mengaum dengan sangat keras sebelum menerjang Sehun. Mulutnya terbuka, siap menyemburkan api.
"Tidak! Jangan lakukan itu! Tenanglah kawan!" Jongin menarik Sehun mundur dan menghadap pada Night Fury. "Tenanglah!" bisiknya seraya menjulurkan tangan kanannya. Sang naga menunduk membatalkan serangannya. "Lihat kan? Dia tidak berbahaya, Sehun-ah. Dia hanya lapar tadi!"
Jongin menoleh kebelakang dan mendapati Sehun yang tidak berkedip menatapnya. Apa? Dia ganteng ya? Haha... tentu saja! Oke, ini memang bukan saatnya untuk narsis.
"Aku mengobatinya kemarin. Aku tidak tahu kenapa dia tidak pergi juga padahal sudah sembuh, sepertinya dia tidak mau kembali ke sarangnya. Jadi... bisakah dia tinggal?"
"Tinggal? Kau serius ingin tinggal bersama... naga? Terlebih lagi itu seekor Night Fury. Kau gila!" Sehun berdiri tapi masih menyiagakan pedangnya, membuat sang naga masih waspada dan menggeram tidak suka.
"Ayolah~ lihat dia! Dia seperti seekor anjing kecil yang butuh belaian kasih sayang," Jongin menepuk sisik kasar kepala naga itu. Sehun memandangnya tidak percaya, mungkin merasa aneh.
"Aku tidak melihatnya seperti itu. Lagipula, bagaimana bisa kau menjinakkan seekor naga? Mereka ganas dan tidak terkendali, siap membunuhmu kapan saja."
Jongin menatap kesamping, kearah naga yang juga menatapnya dengan mata hitam yang kini bulat besar terlihat lucu. "Dia tidak terlihat seperti itu."
Sehun menghela napas dan memutar matanya jengah. "Baiklah, terserah kau saja. Hutan ini bukan rumahku."
Oh yeah, dia lupa kalau ini hutan. "Nah, sekarang kau punya rumah baru, kawan!" Jongin mengusap-usap kepala Night Fury itu kasar. Dia benar-benar teringat dengan Monggu sekarang. "Kita hanya harus menebang pohon dan bangun rumah kayu. Tapi kurasa itu agak sulit."
Dia melirik kearah Sehun yang tengah terduduk dan membuang muka.
"Oow... ada yang cemburu sepertinya," Jongin mendekat kearah Sehun dengan senyum jahilnya. Dia merangkul bahu namja itu dan menghadap kearah sang naga bersisik hitam. "Ayolah, dia hanya seekor naga. Anggap saja aku ayahnya, kau ibunya, dan dia anak kita. Gampang kan?"
"Aku laki-laki," Sehun masih membuang muka dan cemberut. Huh mana mungkin seorang manusia dengan seorang elf bisa menghasilkan keturunan seekor naga?
"Tidak masalah. Kita adalah keluarga yang bahagia. Hahaha~" Jongin tertawa senang melihat wajah cemberut Sehun. "Nah, nama apa yang cocok anak kita ya? Cerberus? Daredevil?" Jongin mengeratkan rangkulannya saat kepala Sehun mulai menyandar di bahunya dengan nyaman lagi.
"Eum... Chierra?" itu usulan dari Sehun. Dan Jongin dibuat tertawa karenanya.
"Hey, dia seekor naga jadi jangan samakan dengan anjing cihuahua! Lihat sosoknya yang terlihat kuat. Mungkin Kronos lebih cocok?"
"Terserah. Kau yang bertanya tadi," Sehun semakin meringkuk ke tubuh Jongin, menenggelamkan wajahnya di bahu tegap itu. Sepertinya Sehun suka sekali tidur dengan memeluknya.
Sang Night Fury ikut mendekat dan meringkuk disamping Jongin.
"Tentu saja aku tidak melupakanmu, teman!" tangan kanan Jongin merangkul Sehun dan tangan kiri yang mengelus kepala hitam sang naga. "Oh iya, bagaimana keadaan desamu?"
Sehun mengangkat kepalanya dan menatap Jongin dengan pandangan yang─well, menurut Jongin sih lucu. Dan Jongin sukses melongo saat pandangan Sehun berubah sayu sambil menggigit bibir tipis merahnya sendiri.
Jongin memencet hidungnya keras dengan pipi memerah, berusaha agar tidak mimisan saat itu juga melihat Sehun yang terlihat sangat sangat menggemaskan. Uh, apa dia boleh menggantikan gigi Sehun untuk menggigit bibir plum itu?
.
.
To Be Continue
.
.
A/N: tenang aja, itu nama asal doang. Aslinya bakal tetep kayak yg di HTTYD kok. Tapi apa banget malah munculin Toothless di siang bolong. Padahal Hiccup susah banget buat naklukin dia, tapi gue buat si Jongin gampang aja deh biar gak kepanjangan.
Kenapa harus Night Fury? Soalnya lagi jatuh cinta sama naga itu, emang mirip sama Stitch makanya gue jadi suka. Hahaha~
/gak lucu, nel!/
Ehem! yaudah bales review dulu ya.
Milky: iya sehun emang cantik iyaaa~ ^^ maaf chap ini lama ya.
xxx: eum, belum kepikiran sih pair apa lagi yg bakal dimasukin. Kita liat nanti ya~
bbuingbbuingaegyo: terlalu banyak campur-campurnya ya? Ah iya ini jadi mirip es campur. -_- makasih...
Guest: aaw~ makasih pujiannya. ^^
L: okesip, makasih.
Alcici349: tapi mungkin kedepan bakal ada chapter yg nggak ada mesra mesraannya. Yah, tuntutan cerita sih. maaf ya! :D
Evilfish1503: n kayaknya gue terlalu ngejabarin Jongin yg mesum ya. Aduh kasian juga dia dibilang pervert sama kalian. XDD
EXOKkamjongin: aaaa... jangan sampe jadi rate M. Kasian sehunnie nanti ternodai! Eh, tergantung cerita juga sih nanti. :D
Askasufa: suami masa depan! adduh duuh~ ngebayangin mereka jadi keluarga bahagia n Toothless jadi anaknya. Aw aw aaw~ yah kan emang tulisannya KaiHun jadi si sehun emang jodohnya kai. XD
Oh Dhan Mi: oke okesip. Makasih!
Baby Magnae: oke! Thanks ya. :D
Sehunaaa: gue juga ngakak sebenernya waktu ngetik moonkyu berbikini. XDD
Mir-acleKim: jangaan~ masa sehun mau apa-apain sehun di tempat terbuka gitu. -3- nanti aja nunggu restu dulu.
Neko: ah itu dia masalahnya. Emang lemah kalo masalah deskripsi, dulu bahasa indonesiaku di bidang deskriptif teks emang kecil sih. Tapi diusahain kok. Maaf kalo gak banyak perubahan. /gak ada perubahan samsek, nel!/ :D nggak apa-apa kok, dari dulu berharap ada yg mau ngoreksi kelemahan itu. Makasih ya~ ^^
Ichizuki Takumi: pendek? Padahal kemaren nyampe 3k lebih kok. Chap ini lebih pendek malah! Kalo kepanjangan nanti takut pada bosen sih.
Dazzling kpoper: oke. Thanks~ ^^
Ran Hwa: cuekin aja jongin yg ngilang. Nggak penting itu! #plakkk masalahnya sih Jongin mau balik ke dunia manusia nggak kalo udah ketemu sehun yg unyumunyu gitu? XDD ah tiba-tiba kangen HarPot juga.
DEPO LDH: iya referensinya susah banget buat ngertiin tentang elf. Eyang Tolkien ribet banget nyeritain sejarahnya elf jadi pusing juga. Butuh tiga kali baca secara teliti buat ngertiin itu. #curcol oke, makasih!
Nin nina: iya masih lama kayaknya. Tapi diusahain konflik gak terlalu berat biar nggak ngerubah rating.
13ginger: yah kira2 begitulah. Soalnya emang gitu yg diceritain J. R. R. Tolkien. Tapi mereka begadang cuma buat liat bintang aja, bukan buat nyari makan n aktifitas lainnya juga. Iya gue juga gak tega buat Jongin ngenodain sehun. ToT
Cho Ai Lyn: iya terbawa-bawa abis liat Hiccup yg cukup rewel sih. Tapi DreamWorks selalu ngegambarin tokoh utamanya cerewet sih. Jadi ikutan~ =3= fokusnya ke elf aja. mungkin nanti munculin Troll atau Orc.
Asdindas: aaww~ jangan! Kasian sehunnie polos begitu. Haha... okesip!
Keepbeef Chiken Chubu: oow, jadi Jongin aja yg lucu? Thehunnie nggak lucu? ~.~
Marvianoct: aduh kasian sehun ntar gatel-gatel gimana kalo di apa-apain Jongin ditengah hutan. Aaaakk~ iya iya yang itu! Gue selalu pake karakter Sehun yg begitu cantik banget aduh!
Kkamjonghun: aaw~ iya dong sehunnie gitu lho yang unyumunyu jadi pasti lucu. :D
Clovermoon. mr: yah elf mirip manusia sebenernya, cuma beda bentuk telinga, kekuatan, sama panjang usianya aja. omoo~ tahap selanjutnya? O_O
GLuxx99: jangan dulu dong! Belum tau perasaan sehun kek gimana kan? Masa mereka mau ngelakuinnya tanpa cinta~ #sokdramatis XD
RaeMii: hahaha... bagian itu emang jadi yg paling favorit kayaknya. Padahal ide itu gak sengaja terlintas waktu ngetik. XDD
Koukei Harumi: ah kamuuu~ ngingetin dulu waktu masih SMA. Tiap pelajaran yg ngebetein pasti bacain fanfic. #curcol xD wkwkwk... abis mukanya Jongin mendukung buat jadi pervert sih. oke, hwaiting!
Strawberryw: yah, gak semua member sih yg muncul. Soalnya nanti rame banget! :D
Eonniya: gomawo...
Ciezie: mengalir? Celupin aja ke sungai pasti ngalir. #plakkk ini sih masih belum ada apa-apanya dibandingin author kelas kakap dari fandom lain. XDD yosh, semangat! ^^
Jessica: oke, makasih... ^^
Guest: haha... sayang pujian manis n cantik itu gak mempan ya? XDD karena author yg satu ini emang gak cantik. Wkwkwk...
ophiepoy. Femmefatale: gak masalah. :D iya ini udah update tapi maaf lamaaaa banget.
udah semua kan? Yaudah review ne. XDD
