Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Not own anything of Naruto.
This story is originally made by me.
Please Stay Beside Me
Written by Shady (DeShadyLady)
Chapter 4
Get well soon
-Semoga lekas sembuh -
"Ugh,"
"Sa-sasuke-kun? Kau kenapa?!"
"Uugh, a-aku i-itu…ugh," Sasuke menahan badannya dengan kedua tangannya sendiri. Kakinya yang sedang kejang dan tidak dapat menahan beban badannya. Tubuhnya terjatuh lemas, membentur lantai di dekat kolam renang.
"Tolong, tolong! Siapa pun tolong!"
Juugo tersentak saat mendengar suara teriakan seorang wanita yang sangat ia kenal suaranya. Ia langsung berlari ke arah suara tersebut berasal. Betapa terkejutnya ia melihat Sasuke yang kejang-kejang di samping kolam renang. Sasuke dan Sakura baru saja selesai berenang. Juugo dapat melihat Sasuke yang hanya mengenakan celana renang dan Sakura juga memakai pakaian renang namun tidak terlalu terbuka.
Juugo segera menghampiri Sasuke, "Sasuke-sama? Ada apa? Apakah..." Juugo mulai menerka, ia sangat tahu apa yang sedang dibutuhkan Sasuke saat ini.
"Y-ya, a-aku ti-tidak dapat.. menahan.. ugh," sebelah tangan Sasuke berpindah memegang kepalanya yang semakin lama semakin sakit. Tubuhnya sudah kejang-kejang tak karuan.
Sakura yang melihat hal itu tentu saja terkejut hingga tidak tahu harus berbuat apa. Ia hanya bisa terjongkok diam dengan air mata yang sudah mengalir deras. Bibirnya gemetar, dalam hatinya ia masih tak percaya apa yang ia lihat saat ini.
"Sebentar, tuan." Juugo segera berlari ke dalam rumah. Tak lama kemudian, ia kembali dengan sebuah jarum suntik di tangannya. Juugo berjongkok dan memberikan jarum suntik tersebut pada Sasuke.
Mata Sakura terbelalak, "Ju-juugo, i-itu.."
"Maaf, Sakura. Kurasa kau tidak perlu melihat ini." Juugo memegang salah satu lengan Sakura dan berusaha mengajaknya pergi.
"Tidak! Aku akan tetap di sampingmu, Sasuke-kun!" teriak Sakura berusaha melawan genggaman Juugo.
"Sa-ku-ra.. Pergilah, a-aku menyu-sul.. ugh.. nan-ti.." Sasuke memberi tanda pada Juugo dengan mendongakkan kepalanya pada untuk segera membawa Sakura pergi.
"Tidak! Aku tidak mau pergi!" teriak Sakura lagi. Sakura berusaha melawan dengan menggerakkan badannya sekuat tenaga.
"Maaf, Sakura. Kalian, bawa nona Sakura." Juugo memerintah beberapa orang yang berada di belakangnya.
"Ti-tidak! Tidak! Lepas! Aku tidak mau pergi! Sasuke-kun! Sasuke-kun!" Para bawahan yang memakai jas setelan hitam segera menarik Sakura dan membawanya pergi. Perlawanan Sakura percuma, tiba-tiba ia lupa akan sabuk hitam Karate yang disandangnya. Ia lupa segala kuda-kuda dan teknik Karate yang ia pelajari untuk lepas dari genggaman, yang ada di pikirannya saat ini hanya Sasuke. Hatinya seakan tersayat-sayat, tubuhnya lemas dan mati rasa. Maka pada akhirnya ia tidak melawan lagi dan pergi dari tempat itu.
Juugo melirik ke arah belakang, memastikan Sakura sudah tidak berada di lokasi, "Sasuke-sama, dia sudah pergi."
Sasuke tidak berkata lagi, ia segera meraih jarum suntik itu dan menyuntikkan isinya ke dalam pembuluh vena yang sudah ia cari-cari sejak tadi. Saat itu juga, ia merasakan rasa senang yang tak terhingga. Seperti biasa, tubuhnya tergeletak lemas dan tertidur begitu saja. Juugo miris melihat nasib tuan muda yang sudah ia jaga selama ini. Hatinya selalu bertanya entah kapan tuan mudanya itu bisa sembuh. Setelah memastikan Sasuke benar-benar tertidur, ia mengangkat Sasuke masuk ke dalam kamarnya.
.
.
.
.
.
Malam berlangsung tenang tanpa kehadiran Sasuke di meja makan. Fugaku dan Mikoto tentu saja tahu apa yang terjadi pada anaknya setelah mendapat laporan dari Juugo. Mikoto tidak dapat menahan raut kesedihannya, sedangkan Fugaku hanya menampilkan wajah datar seperti biasanya. Kizashi dan Mebuki yang mengerti akan situasi juga menyantap makan malam dalam diam. Sakura yang merasakan atmosfer itu juga ikut terdiam dan makan secara perlahan. Meski semua yang tersaji adalah makanan mewah, segalanya tidak berarti tanpa Sasuke disisinya.
Selesai makan malam, masing-masing berpencar tanpa sepatah kata pun. Fugaku sepertinya membawa Mikoto untuk beristirahat. Sedangkan Kizashi, Mebuki dan Sakura masih berada di ruang tamu keluarga Uchiha. Sakura mengamati foto keluarga Uchiha yang terpampang jelas di ruangan itu. Tampak Sasuke yang masih sangat imut dan lucu, serta seorang anak laki-laki yang sangat mirip dengan Sasuke. Sakura menyimpulkan bahwa itu adalah kakak dari Sasuke yang sudah meninggal. Tentu saja Sakura tahu, Fugaku dan Mikoto berbagi cerita dengan mereka. Sakura mengerti perasaan kehilangan, bahkan ketika melihat Sasuke yang seperti tadi sore, hati Sakura sudah sangat sakit. Apa jadinya jika Sasuke meninggalkannya? Tidak, tidak, tidak boleh berpikiran seperti itu. Sasuke harus sembuh. Sasuke HARUS sembuh. Tanpa sadar Sakura menggelengkan kepalanya sendiri.
"Sakura, kemarilah nak." ujar Kizashi yang sedang duduk di sofa.
"Ya, tou-san. Ada apa?" Sakura berjalan menghampiri ayahnya.
"Hm, ada yang ingin ayah dan ibu bicarakan denganmu." ucap Mebuki yang duduk bersebrangan dengan Kizashi.
Sakura mengambil tempat duduk tepat di samping ibunya. "Apa itu, kaa-san?"
"Hm, apa.. kau setuju jika dijodohkan dengan Sasuke?" tanya Kizashi
"A-apa? Maksudnya?" Pikiran Sakura kosong. Otaknya yang pintar tiba-tiba saja tersendat dan tak mengerti kata 'dijodohkan'. Hatinya masih sangat khawatir dengan kesehatan Sasuke.
"Menikah dengannya, Sakura." lanjut Kizashi menjelaskan.
"Me-me-me-nikah? De-de-ngan Sasuke-kun?" Sakura tersentak, wajahnya memerah. Menikah? Dengan Sasuke? Oh, tentu saja dengan senang hati! Tapi… tapi, Sasuke-kun… Masih seperti itu… Sasuke-kun belum sembuh, bukannya tidak mau tapi Sakura sendiri tidak tega melihat Sasuke yang masih lemah seperti itu harus bekerja demi dirinya dan anak-anak nanti. Maka bagaimana pun, Sasuke harus sembuh terlebih dulu. Tapi kalau menolak saat ini, bagaimana Sasuke nanti? Apa dia akan baik-baik saja? Apa keluarga Sasuke akan mengerti? Sakura berpikir keras hingga menundukkan wajahnya.
"Kenapa Sakura? Kau tidak mau?" tanya Mebuki, rasa khawatir menyelimuti hatinya.
"Bu-bu-bukan, kaa-san. Aku hanya.. berpikir." jawab Sakura terbata-bata.
"Hahaha, santai saja, Sakura. Kau tahu ibumu dulu itu langsung senang sekali ketika tou-san ajak menikah! Hahaha." Kizashi tertawa terbahak-bahak.
"Kizashi! Kau tahu berapa umur Sakura kita? Jangan bandingkan dengan keadaan kita yang dulu! Waktu itu aku sudah berumur 25 tahun! Malahan kalau kau tak melamarku waktu itu, aku sudah berencana meninggalkanmu!" Mebuki berbalik memarahi Kizashi.
"E-eh, a-apa? Ma-maaf Mebuki, untung saja ya aku melamarmu, kalau tidak… mana mungkin ada Sakura yang cantik ini sekarang, hehehe. Benar 'kan Sakura?" Kizashi menatap Sakura sambil menganggukkan kepalanya, mengajak Sakura untuk berada dipihaknya.
Perasaan hangat tiba-tiba saja menyelimuti Sakura, "Hahaha, tou-san dan kaa-san lucu sekali. Hahaha." Sakura tertawa sambil menahan perutnya.
"Ah, apa kami melewatkan sesuatu?" tanya Mikoto yang masuk ke ruang tamu itu. Terlihat Fugaku mengikutinya. Ternyata mereka belum tidur.
"Eh? Ah, tidak, tidak, tidak ada apa-apa" Mebuki tertawa hambar dan mengibaskan tangannya, "Ya 'kan, Kizashi?" Kemudian ia melirik Kizashi dengan sinis.
"Eh, iya iya. Tidak ada apa-apa. Kami hanya membicarakan mengenai Sakura dan Sasuke, hehe." Kizashi menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.
"Sakura dan Sasuke? Oh, apa tidak lebih baik kita tunda dulu?" Fugaku angkat bicara.
"Tunda? Mengapa?" tanya Mebuki.
"Ta-tadi.. Sasuke.. dia.." Mikoto terlihat berat menyelesaikan kalimatnya.
"Sasuke-kun masih candu. Aku.. akan lebih senang melihatnya sembuh terlebih dulu. Aku ingin dia bangkit terlebih dulu." Sakura menyela kalimat Mikoto.
"Ta-tapi, Sakura.." Mebuki tampak prihatin dengan anak semata wayangnya.
"Tenang saja. Aku akan selalu berada di samping Sasuke-kun, dan aku juga berjanji akan memenuhi semua kebutuhannya, apa pun itu."
"Be-benarkah Sakura?" Mikoto terkejut dengan betapa tegarnya seorang anak remaja. Bahkan Mikoto sendiri tak dapat menahan tangisnya saat ini. Air mata sudah mengalir dari mata kanannya.
"Tentu, ba-san. Mikoto ba-san dan Fugaku ji-san tidak perlu khawatir. Aku, Haruno Sakura tidak akan kemana-mana. Aku akan selalu menemani Uchiha Sasuke. Jadi Mikoto ba-san harus tegar dan sabar dalam menghadapi semua ini." Jawab Sakura dengan senyuman. Mikoto tahu, ada kesedihan di dalam senyuman Sakura. Kesedihan yang tak dapat diungkapkan begitu saja.
Mikoto memeluk Sakura dengan erat, air matanya masih mengalir, "Sakura, terima kasih.. hiks., terima kasih masih mau menerima Sasuke.. Aku.. sebagai ibu Sasuke, aku.. hiks.. janji akan tegar.. setegar dirimu, Sakura.. terima kasih, Sakura. Sekali lagi, terima kasih."
"Iya, Mikoto ba-san. Mari kita doakan kesembuhan Sasuke-kun." ucap Sakura sambil mengusap pelan punggung rapuh Mikoto.
Mikoto hanya mengangguk pelan, tak kuat untuk berbicara lagi. Fugaku, yang biasanya tak menunjukkan ekspresi, kali ini ia menangis. Pemandangan yang sangat langka memang, seorang Uchiha Fugaku menangis. Setelah sadar akan air yang membasahi pipnya, ia langsung mengusap air matanya. Beruntung tak ada pengawal maupun bawahannya di ruangan itu. Mebuki dan Kizashi juga ikut menangis melihat adegan ini. Mereka bangga akan putri mereka yang mempunyai pemikiran yang sangat dewasa. Meski hatinya sakit, Sakura dapat tegar dan sabar dalam menghadapi semua ini.
.
.
.
.
.
Sakura mengunjungi Sasuke yang terbaring di kamarnya. Ia duduk di samping ranjang besar itu. Tangannya bergerak mengusap pelan pucuk kepala Sasuke, kemudian mencium kening Sasuke dengan lembut. Senyum terukir di bibirnya yang masih ranum. Betapa ia sangat mencintai pria ini. Sakura tak peduli bagaimana keadaan Sasuke, yang jelas Sakura amat sangat menyayanginya. Sakura ingin Sasuke sembuh secepatnya. Sakura ingin Sasuke menjadi Sasuke yang dulu, Sasuke yang penuh semangat dan ambisi.
"Emmh," Sasuke menggeliat pelan.
"Sasuke-kun, sudah bangun?" Sakura mendekatkan wajahnya pada wajah Sasuke.
Sasuke mengedipkan matanya berulang kali, kemudian menyipitkan matanya "Sa-kura?"
"Ya, ini aku. Apakah kau sudah merasa lebih baik?" Sakura mengusap lembut helaian raven itu.
"Hn,"
"Kalau begitu, apakah kau ingin sesuatu untuk dimakan? Oh ya, minum lah air ini terlebih dulu."
Sakura membantu Sasuke untuk bangun dari tidurnya, kemudian mengambil botol air minum yang berada di atas nakas. Sakura membuka tutup botol tersebut dan meminumkannya dengan pelan ke mulut Sasuke. Sasuke menerima semua perlakuan itu tanpa perlawanan.
"Hm, Sasuke-kun, apa ada yang ingin kau makan?"
"Hn, ada."
"Apa itu? Aku akan memasakkannya untukmu, kalau aku bisa." Sakura tersenyum lembut.
"Kau," Sasuke tersenyum penuh arti pada Sakura.
"Ha? A-aku kenapa?" tanya Sakura dengan wajah polosnya.
"Aku ingin memakanmu"
"A-aa, hah?"
Sasuke tidak menjawab lagi. Sasuke mencium Sakura dengan penuh nafsu. Awalnya Sakura terkejut, tapi kemudian ia membalas ciuman kekasihnya itu. Ciuman mereka semakin lama semakin panas. Sasuke meletakkan tangannya di gundukan lembut Sakura, memijatnya pelan. Sedangkan Sakura juga sudah meraba-raba punggung Sasuke, hal itu membuat tubuh Sasuke semakin terbakar birahinya.
"Ngh~" desahan mulai keluar dari mulut Sakura.
Sasuke terus melakukan aksinya tanpa henti. Bahkan tangannya yang lain saat ini sudah masuk ke dalam celana Sakura dan menyentuh bagian sensitif itu dengan lembut.
"A-ahh~ Sasuke-kuuun~"
"Hn, kau sudah basah sayang.." suara Sasuke terdengar parau dan lebih berat dari biasanya. Sasuke menatap Sakura dalam. Sakura tahu betul apa arti tatapan itu, ini bukan yang pertama kalinya.
Sasuke kembali beraksi dengan memasukkan bagian sensitifnya ke dalam Sakura. Tubuh mereka kini menyatu. Kemudian ia kembali melahap mulut Sakura seperti singa kelaparan.
"Ahh~Ahh! Sa~ahh~suke-kuuuun~ uhh~"
"Hn, bagus Sakura. Terus sebut namaku.." Sasuke semakin liar, entah sejak kapan ia dan Sakura sudah tidak berpakaian sama sekali. Mereka sudah berada diatas ranjang itu tanpa sehelai benang pun.
Sasuke semakin menggila. Ia mulai bermain kasar. Dan Sakura menikmatinya, sangat.
"Ahh~ hah.. Ahh~ Sasukeee~"
Sementara itu, diluar kamar Sasuke..
"Hei, Kizashi, i-itu kan su-suara.." Mebuki terkejut dengan suara yang baru saja ia dengar. Ia dan Kizashi hanya kebetulan melewati kamar Sasuke saat berjalan melihat-lihat rumah besar keluarga Uchiha.
"Sttt! Ayo cepat pergi dari sini, jangan ganggu mereka!" Kizashi menarik lengan Mebuki.
"Ta-tapi apa tidak terlalu cepat?"
"Sudahlah, lagipula, mereka memang akan menikah bukan?"
"I-iya, tapi.."
"Percayalah, Mebuki. Laki-laki itu akan semakin terjerat jika dilayani dengan baik. Dan aku yakin Sakura punya cara untuk menaklukkan Sasuke. Malah nanti Sasuke yang akan terus menempel pada Sakura."
"Apa? Benarkah?"
"Hm, iya aku tidak bohong. Percayalah. Ayo kita pergi dari sini." Kizashi kembali menarik lengan Mebuki.
"Lalu, apa yang membuatmu tertarik padaku?" Mebuki bertanya.
"Hah? Mebuki, astaga.. Kau itu cantik Mebuki, dan.. kau sendiri tahu kan, apa yang membuatku tertarik padamu? hehe" Kizashi mencolek dada Mebuki perlahan.
"Hei, sadarlah ini bukan rumah kita tuan!" teriak mebuki.
"Iya, iya, lagipula kita mendapat kamar sendiri 'kan disini." Lengan Kizashi melingkar pada pinggang Mebuki. Tubuh mereka menempel tanpa jarak.
"Ki-kizashi, nanti dilihat yang lain." Mebuki berusaha menjauhkan tubuh Kizashi.
"Lalu? Kau 'kan istriku, apa kau lupa?" tangan Kizashi tetap pada posisinya, tidak peduli dengan ucapan istrinya.
"A-aku ma-lu."
"Kalau begitu.. kita ke kamar saja ya? Bagaimana?"
"Ba-baiklah."
Kizashi menampilkan senyuman kemenangannya. Wajah Mebuki sudah memerah, menahan malu sedari tadi. Kedua orang tua Sakura berjalan menuju kamar yang disediakan oleh keluarga Uchiha. Hm, apakah Sakura akan mendapatkan seorang adik nantinya?
.
.
.
.
.
"Nona, kemarin Suigetsu melihat Sasuke meminta barang itu lagi di kolam renang belakang rumah." lapor salah satu pengawal pada seorang wanita berambut merah menyala yang sedang duduk menikamati secangkir teh.
"Huh, benarkah? Bagus, berarti dia masih candu." Karin berkata setelah meletakkan cangkirnya.
"Suigetsu juga berkata dia hampir ketahuan, nona."
"APA? Ketahuan? Suruh dia kerja yang benar! Aku tidak mau dengar kata gagal atau ketahuan!" bentak Karin.
"Ba-baik, nona."
"Lalu informasi apalagi yang kau dapat?" Karin semakin ketus.
"Dia melihat seorang gadis berambut merah muda." Sambung pengawal itu.
"Apa? Merah muda?"
"Ya, aku sudah mencari tahu tentangnya. Namanya Haruno Sakura. Ayahnya, Haruno Kizashi, pegawai bank, dan ibunya Haruno Mebuki, ibu rumah tangga biasa." Pengawal itu mengambil setumpuk kertas dari dalam tas yang dia bawa. "Ini, nona. Ini semua informasi mengenai mereka."
"Bagus." Karin menerima tumpukan kertas tersebut dari pengawalnya. "Kau boleh pergi sekarang."
Pengawal itu membungkuk dan menutup kembali tasnya, "Permisi, nona." kemudian berjalan pergi.
"Huh, lihat saja Sasuke... Kau tidak akan begitu mudah lepas dariku!" Karin kembali menampilkan senyum sinisnya.
To be Continue
Hiyaaaa, maaf telat updatenya readersss #bungkukdalamdalam
Author sibuk, skripsi dan segala macamnya. Doain skripsi author cepet kelar ya minna-san
Sungguh butuh semangat keras utk kerjain skripsi itu, hadeh.
Ini ngetiknya saja nyicil dan baru sempat update sekarang, huhuhu #nangisdipojokan
Balasan review
Yoshimura Arai: ok, lanjut saja, jambak saja silahkan, hahaha #dikejarfanskarin. wah, terima kasih yaa. ini sudah lanjut, maaf telat. Thanks sudah read dan review :D
Asuka Kazumi: Wooahh, Plok plok plok hahaha. Shady setuju bangettt sama ceritanya Asuka, hahaha. hmm, iya nih mereka diuji terus, semoga mereka bisa bertahan yahh. Maaf telat ini updatenya, huhuu. Thanks sudah read dan review :D
Mustika447: hahaha, panggil semua teman-teman Sadako yuk, Anabelle ikutan juga yuk, mari buli Karin sama-sama, hahaha. #kabur. hmm, Sasuke belum sembuh sepenuhnya nih.. Asik nih bisa transaksi sm Uchiha, author mau juga donk? hahaha. Thanks sudah read dan review :D
Guest: Iya, bener banget. Tunggu chapter selanjutnya yaa. Tenang, pasti ada rencana Fugaku. Bisa tebak rencananya apa? hehe. Thanks sudah read dan review :D
Rina227: ok, terima kasih banyak sudah sukaaa. Waduh, maaf telat updatenya huhuhu, semoga belum bosan yaaa. Thanks sudah read dan review :D
sqchn: wah, terima kasih sudah suka. oh, itu ditunggu tanggal mainnya! Nah, mengenai gimana mereka bisa tahu Sasuke dijahatin, chapter depan ada flashbacknya, hehe. iya, ayo kita binasakan dia bersama readers lainnya, huahahaha #evillaugh. Thanks sudah read dan review :D
Drisana620: terima kasih sudah sukaaaa, hehe. Salam kenal juga, Drisana. Maaf telat updatenyaaa. Semoga masih suka ya, hehe. Thanks sudah read dan review :D
CEKBIOAURORAN: iyaaa, ini sudah lanjut ayo dibaca lagi, hehe. Thanks sudah read dan review :D
Laila: hahaha, begitula SasuSaku. mungkin efek dari perasaan yang sudah lama dipendam. Karin itu, hmm.. memang ngeselin bget ya? hahaha. Maaf telat banget nih updatenya. Thanks sudah read dan review :D
d3rin: hm, bisa saja sih ada perempuan spt itu, terlalu terobsesi. iya, ini baru sempat update huhu, maaf ya. Thanks sudah read dan review :D
PIYORIN: It's ok, Piyocchi, hehe. Sorry for the late update, i am too busy :( Thanks for the read and review :D
Abin: benarkah? hm, di chapter ini, masih dalam waktu sehari nih alurnya, masih kecepetan gak? hehe. Terima kasih masukannya. Thanks sudah read dan review :D
Efa: iya betul, mari bakar! ayo bakar! eits, fans karin jgn marah dlu, hahaha, bakar ayam maksudnya, kan tgl 31 nih hehehe. Maaf telat updatenyaa. Thanks sudah read dan review :D
Kirara967: Sebenarnya tidak ada, di chapter ini sudah dijelaskan kalau Suigetsu yang mata-matai kediaman Uchiha tapi ga sampai masuk ke dalam rumah itu. Chapter depan flashbacknya kenapa Suigetsu hampir ketahuan ya, hehe. Baru sempat update, maaf yaa huhu. Thanks sudah read dan review :D
Khoerun904: Betul, author juga sebel. Mana Karin? yuk gebuk bersama, hahaha #kabur. Thanks sudah read dan review :D
sarahachi: hooo, itu ada! hehe, ntar dijelaskan lagi ya di chapter depan. Shady juga gak suka Karin, yuk toss! Tapi bukan berarti benci Karin yaa, hahaha. Thanks sudah read dan review :D
sofi asat: hehe, gapapa santai ajaa. iya pasti itu, tidak ada manusia yang sempurna. maaf lama lanjutannya. Thanks sudah read dan review :D
Thasya Rafika Winata: entah tuh si Karin :( maaf lama updatenyaaa, Thanks sudah read dan review :D
Uchiha Naya09: hm, let's ask her.. why she always like that, hmm. iya makasih byk sudah nggu lho, maaf updatenya lama banget ya. Thanks sudah read dan review :D
hanazono yuri: iya ini baru sempat lanjut, maaf ya lama. Thanks sudah read dan review :D
Laifa: sama, terlalu obsesi. Thanks sudah read dan review :D
rona338: Salam kenal rona337, atau rona338? Memang per chapternya gak terlalu panjang sih, hehe. maaf yaa. kalau ada waktu nanti author panjangkan lagi. Thanks sudah read dan review :D
Cha-triankusuma: endingnya masih lama sepertinya, hehe. Maaf baru sempat updatee, Thanks sudah read dan review :D
Applessian: Cieee.. suka yang dingin juga? Cieee.. suka yang biasa juga? #eh kelepasan, korban iklan, maap, hahaha. Nah bisa nebak gak apa rencana Karin? hehehe.. waduh jangan bunuh, tidak.. jangan mati.. hahaha. maaf baru sempat update, huhu. Thanks sudah read dan review :D
gome: kutu, hm, boleh juga, kutu itu pengganggu ya, hahaha. Kecoa, kutu, apalagi sebutan utknya? wkwkwk. endingnya? sepertinya tidak, tapi author masih belum bisa nentuin endingnya seperti apa. author sendiri juga pecinta fic happy ending, hahaha. Maaf ya baru update, Thanks sudah read dan review :D
LORDmarionettespieler: iya bener, kejam banget.. sebenarnya bukan gak ketat, ah simpen buat chapter depan aja penjelasannya ya? hehehe.. hm, bener banget itu. Thanks sudah read dan review :D
FashionSaku: waaah, sama dengan harapan author, hehe. maaf telat updatenyaaa. Thanks sudah read dan review :D
Queenaf: hm, then.. let's kill her? ahaha. Thanks sudah read dan review :D
Taeoh: ada, ini di awal chapter hehe. iya sudah cukup Sasuke menderita, hiks. Thanks sudah read dan review :D
AryaniCentric: hai Aryani-san, disini Sakura dan Sasuke sudah kelas 3 SMA begitu, sudah mau ujian kelulusan. Jadi umur mereka yaa kira-kira 18 tahun? bgitulah, hehe. Thanks sudah read dan review :D
Ok, sudah selesai balas reviewnya. Makasih banyak semuanya yang sudah reviewwww :D author seneng banget.
ayo ayo review lagi? ada yang bisa nebak rencana Karin? atau.. ada yang bisa nebak cara apa yang akan dipakai Fugaku utk lindungi Sasuke dan Sakura?
Terima kasih semua yang sudah read, review, favorite dan follow
Jumpa chapter depan yaaa ;D
akhir kata, HAPPY NEW YEAR 2017 semuanyaaa, semoga di tahun yang baru ini semua bertambah baik yah!
Sincerely,
Shady.
