Wanna Be (My ...)

By. cyhds21

Main Cast: Ong Seungwoo, Kang Daniel

Support Cast: OC, Wanna One, Nu'est W and other PD101S2 Trainee

Warning: Typo(s), EYD, OOC, etc.

Don't Like, Don't Read

"YAAHHH" Kor seisi kelas 2-2 sesaat setelah Jung Saem bilang minggu depan ia akan mengadakan test.

"Jangan banyak mengeluh, lebih baik kalian perbanyak belajar. Cukup untuk hari ini, sampai jumpa minggu depan" Jung Saem langsung keluar dari kelas karena bel jam makan siang sudah berbunyi.

"Apa-apaan? kita baru dua kali pertemuan sudah akan melakukan test?" Jaehwan menyimpan buku-bukunya dengan kesal.

"Bukankah dia dari dulu selalu begitu" Taedong menyahut.

"Dari pada seperti kelas sebelah, baru pertemuan pertama langsung test." Saewon ikut bersuara.

"Bukan masalah besar untuk mereka mah, kan katanya kelas unggulan" Celetuk Eunki.

"Hush! Kalau ada yang dengar bagaimana?" -Saewon

"OPPA~~ TUNGGU AKU OPPA~~"

Perhatian murid yag masih ada dikelas 2-2 terlaihkan keluar kelas mereka. Dapat mereka lihat baru saja senior mereka Kim Sangbin yang lewat dengan berlari. Tidak lama lewat lagi seorang senior yang juga berlari melewati kelas mereka tapi dengan entahlah bando yang ada renda pink nya? 'Ini Sunbae satu kenapa lagi?' Pikir mereka.

"Mereka itu kenapa sih?"

"Apa tidak ada kerjaan lain selain kejar-kejaran seperti itu"

"Dan apa-apaan panggilan itu? Oppa~~?"

"Bandonya juga kenapa harus pink?"

"Kekanakan sekali"

"Kalau mereka dengar habis kalian"

"Tapi bagaimanapun? tetep saja Seungwoo sunbae itu tampan"

Krik Krik

"Sudahlah ayo ke kantin! nanti kita kehabisan menu utama hari ini. Ku dengar hari ini menunya bulgogi" -Jaehwan

"Benarkan?" Tanya Daniel antusias. Dibalas seringaian oleh tiga teman yang duduk didekatnya.

"Yang terakhir sampai akan membagi Bulgoginya!" Setelah bilang begitu Jaehwan serta Eunki, dan Saewon berlari keluar kelas meninggalkan Daniel yang terdiam dikursinya. Taedong? Sudah kabur dari semenit yang lalu entah kemana.

"Eh?" Seteleah beberapa detik Daniel baru sadar apa yang sedang terjadi dan langsung berlari menyusul teman-temannya.

21

Daniel tersenyum manis alias setan saat sesendok penuh bulgogi berpindah ke nampannya, sama seperti Saewon dan Eunki yang terlihat berbinar. Sedangkan Jaehwan rela tidak rela tiga sendok Bulgoginya ludes 'Daniel sialan! kenapa larinya cepat sekali'.

Dimeja yang tidak jauh dari mereka, Seongwoo dan teman-temannya menikmati makan siang mereka dan sesekali mereka akan mengobrol.

"Bagaimana rasanya Ong mengejar Sangbin Oppa?" -Sangbin

"Malu! Lain kali aku tidak akan ikut main truth or dare dengan kalian." -Seongwoo

"Tapi kelihatannya kau menikmati peranmu" -Taemin. Setelahnya terdengar tawa dari Sangbin dan Taemin.

"Pengecut! Baru juga segitu." -Sangbin.

Seongwoo hanya diam melanjutkan makannya.

"Hahh enaknya, masakan Shin ahjumma memang yang terbaik" –Heesung

"Bukan kah kau mengatakannya juga kemaren untung Go Ahjumma" –Taemin

"Namanya juga Playboy" –Sangbin

"Apa hubungannya?" –Seongwoo

"Saudara mungkin" –Taemin. Setelahnya keempatnya tertawa keras.

'BODOH' ini teriakan hati 3 adik kelas yang satu meja dengan mereka.

"Jabatanmu sudah berakhir kan Ong?" –Taemin

"Hm. Sudah sejak 3 hari lalu" –Seongwoo

"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" –Sangbin

"Belajar mungkin?" –Seongwoo

"Aku tidak yakin" –Heesung

"Apa aku masih seburuk itu dimata kalian? Aku sudah berhasil masuk 10 besar di kelas. Jadi wakil ketua Osis apa itu masih kurang?" Ujar Seongwoo sok dramatis.

'Huek' Lagi ini reaksi tiga adek kelas yang masih duduk disatu meja dengan mereka.

"Paling itu hanya keberuntungan mu saja" –Sangbin

"Atau kau minum ramuan dari dukun"- Heesung

"Atau kau menyogok guru-guru dan kepala sekolah" –Taemin

"Kita baru selesai makan jangan buat aku ingin 'menganiaya' kalian" –Seongwoo. Dibalas hanya cengiran oleh ketiganya.

'Bisakah mereka pergi dari sana!' bukan ini bukan ketiga adih kelas yang duduk di dekat mereka, karena ketiga adik kelas itu sudah berganti menjadi 4 teman seanggkatan mereka dari kelas 3-1. tapi ini jeritan hati 2 adik kelas yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka, semua meja masih penuh dengan murid-murid yang memakan makan siang mereka. Tapi empat senior mereka itu dengan santainya malah mengobrol padahal makanan mereka sudah habis bahkan sampai ke kerak-keraknya/?.

21

Daniel sedang duduk di kursi yang ada di taman yang bersebrangan dengan gedung sekolahnya, sedangkan di depan sana ada lapangan serba guna yang dipakai murid-murid biasanya untuk olahraga atau sekedar bermain bola untuk mengisi jam kosong. Taman yang di penuhi pohon-pohon rindang ini ada di dataran yang sedikit tinggi jadi Daniel bisa melihat murid-murid yang bermain di lapangan dengan leluasa.

"Kemana sih anak itu lama sekali keluarnya sudah setengah jam juga." Daniel mebuka kaleng soda kedua di tangannya, sebenarnya itu tadi untuk Kiwon tapi yang tunggu-tunggu tidak datang. Tadi ditelpon katanya sedang menyalin catatan di papan tulis, 'apa sebanyak itu? ' pikir Daniel.

Miaw Miaw

Daniel calingukan mencari asal suara itu.

Miaw Miaw

Daniel mendongak dan mendapati seekor kucing berada di dahan pohon yang ada di atasnya. "Oh disana kau rupanya." Daniel berdiri dari duduknya dan menaiki kursi yang tadi ia duduki untuk mngambil seekor anak kucing yang berada didahan pohon. belum sempat Daniel mencapainya si anak kucing malah semakin berjalan kearah ujung dahan yang agak tinggi. Terpaksa Daniel agak berjinkit dan sedikit melangkah kebelakang untuk bisa meraihnya.

"Kalau terus mundur begitu kau bisa jatuh"

Daniel menoleh kesumber suara dan dapat ia lihat seseorang menahan kaki belakangnya agar tidak melangkah mundur lagi. Benar saja, jika Daniel mundur selangkah lagi ia bisa jatuh.

"Terima kasih sunbae." Daniel bergegas turun dari kursi saat merasa ia mengenali laki-laki itu sebagai seniornya.

"Apa yang kau lakukan sampai naik kekursi begitu?" Tanya Seongwoo sambil melihat-lihat dahan pohon diatasnya.

"Ada anak kucing didahan itu, aku ingin mengambilnya" -Daniel

"Oohh.. Tunggu sebentar!" Seongwoo menaiki kursi panjang itu dan meraih dahan besar yang bisa digapainya. Di ujung dahan pohonnya ada seekor kucing kecil yang mencoba membuat dirinya tidak terjatuh karena dahan yang dipijaknya bergerak turun.

"Cepat naik dan ambilah, dahan ini berat" Seongwoo berujar pada Daniel sambil masih manahan dahan besar itu.

Daniel yang paham kembali menaiki kursi dan berusaha menggapai kucing kecil itu, setelah berhasil mendapatkannya Daniel segera turun agar Seongwoo bisa melepas dahannya. Sedangkan Seongwoo sendiri melepaskan dahan itu secara perlahan.

"Terima kasih sekali lagi Sunbae" Daniel menoleh kepada Seongwoo yang baru turun dari kursi dan ternsenyum manis setelah mengucapkan terimakasih.

"Sama.. sama" Seongwoo salah tingkah setelah melihat senyum Daniel entah kenapa.

"Ekhm! akan kau apakan anak kucing itu? Kau pelihara?" Seongwoo berdehem untuk menarik perhatian Daniel yang sedang asyik mengelus anak kucing itu.

"Tidak. Kiwon alergi bulu kucing." Ujar Daniel tanpa menoleh.

"Ah benar juga. Anak itu akan bersin-bersin saat didekat kucing." Seongwoo hanya menganggu sambil sesekali melirik kearah Daniel yang masih sibuk dengan makhluk berbulu itu.

"Sepertinya kalian cukup dekat." Kali ini Daniel menoleh kaarah Seongwoo yang sudah mendudukkan dirinya dikursi.

"Hah? Siapa? Aku dan Kiwon? Kami sama-sama berada di organisasi OSIS jadi kami ya cukup dekat, yang lain juga begitu." -Seongwoo

"DANIEL!" Kiwon datang dengan sedikit berlari.

"Eh Ada Seongwoo Hyung? sedang apa?" Kiwon menoleh ke Daniel dan Seongwoo bergantian.

"Seongwoo sunbae hanya membantuku mengambil ini" Daniel mendekatkan anak kucing itu ke arah Kiwon.

"HATCHIM!"

"Jauhkan makhluk itu dari ku Kang Daniel!" Kiwon mundur beberapa langkah menjauhi Daniel

"Hehe" Daniel hanya nyengir memperlihatkan deretan giginya.

Seongwoo? Ia masih betah memperhatikan Daniel.

"Aku tidak mau pulang dengan mu, pokoknya kau pulang naik kendaraan umum hari ini." Kiwon memeletkan lidahnya dan setelahnya berlari meninggalkan Daniel dan Seongwoo.

"Eh! Tidak mau! Ya! Lee Kiwon tunggu aku!" Daniel menyerahkan anak kucing itu kepada Seongwoo.

"Terserah mau sunbae apakan asal jangan di sakiti saja. Aku pulag duluan sunbae." Daniel berlari kecil menyusul Kiwon tapi baru beberapa langkah Daniel berhenti dan berbalik.

"Sampai jumpa lagi sunbae." Daniel menunduk sopan, setelahnya melambai kepada Seongwoo sambil kembali berlari kecil menjauhi Seogwoo. Dan jangan lupakan senyum manis yang Daniel sunggingkan saat ia melambai pada Seongwoo.

"Ya sampai jumpa lagi.. " Ujar Seongwoo lirih, tanpa sadar Seongwoo memeluk anak kucing di gendongannya erat. Daniel sudah tidak terlihat lagi oleh pandangan Seongwoo.

"MEOWW!"

"Eh maaf maaf terlalu kencang ya?." Seongwoo tersadar saat mendengar suara kucing itu.

"Ayo ikut aku pulang kerumah." Seongwoo pun pulang dengan perasaan berbunga-bunga entah kenapa.

TBC...

apa ini? ini seperti jelly :'v gaje? absurd? emang :'v

kalo sampai sini udah ketebak belum uke seme nya siapa? '-' iya cerita ini uke!niel , nggak terlalu kentara sih jadi ya gitu '-'

Hhmm ngga tau ini dapet feel apa nggaknya? soalnya tulis aja apa yang ada dikelapa

maaf atas banyaknya typo di chapter sebelumnya, ada yang rancu juga kata-katanya diakhir pas baca ulang /sungkem

tangan ku emang senista itu, ini udah di periksa beberapa kali dan kalo masih banyak typo fiks aku sah istrinya mas Kiwon /plak

makasih juga buat yang fav/fol nya sama yang udah review maaf nggak bisa balas satu-satu. keep review ya biar aku bisa tau respon ceritanya positf apa nggak

Thanks and see you later