Rated: T/M
Genre : Romance,comedy,friendship,hurt
HUNHAN YAOI STORY
BOYxBOY
.
.
.
.
.
DONT BE SILENT READER
.
.
.
.
.
Note: agak berbeda dari sebelumnya. Tapi intinya sama aja kok^^ Happy Reading reader-nim
.
.
.
.
.
Namja berparas tampan,tinggi dan berwajah dingin tengah sarapan bersama kakaknya. Tapi jangan kira kau dia mempunyai sifat dingin kepada semua orang. Dia hanya dingin kepada orang yang belum akrab kepadanya. Ia tak mau tau tentang apa yang tidak mengganggunya. Oh Sehun. Panggil saja Sehun. Pewaris tunggal bisnis keluarga "Oh" karena kakaknya,Oh Yifan atau Kris sudah membuka bisnis sendiri. Sehun adalah siswa SMA tingkat akhir dan akan lulus beberapa bulan lagi. Namun,ia sangat handal dalam bekerja dan menaklukan hatipara tender tender yang akan bekerja sama dengannya.
Hari ini adalah hari pertama Sehun sekolah di Seoul setelah kepulangannya dari Jepang Minggu lalu. Kris sudah memilihkan sekolah terbaik di Seoul untuk adik semata wayangnya itu. Kris adalah kakak yang sangat sayang pada adiknya. Namja yang terpaut agak jauh dengan tingginya Sehun itu,membuka bisnis Agensi untuk para artis terkenal yang ada di Seoul. Dan bisnis Kris tak kalah hebat nya dengan OH Corp yang di kepalai oleh Oh Yunho. Ayah Sehun dab Kris.
Sebenarnya Sehun sungguh malas harus hari ini ia sekolah. Kenapa tidak minggu depan saja? Aihh.
Namun bukan Sehun namanya kalau mengulur ulur waktu. Menurut Sehun,waktu adalah segalanya. Tak ada yang bisa mengalahkan waktu. Maka dari itu Sehun selalu menghormati waktu.
Sehun pun beranjak dari tempat tidurnya lalu pergi mandi. Setelah selesai,ia turun ke bawah untuk sarapan bersama kakaknya.
"Pagi Hyung"sapa Sehun mengambil roti dan mengolesinya dengan mentega.
Kris tersenyum lalu mengangguk
"Pagi juga adik kecil"goda Kris
Sehun mendelik sebal karena ucapan Kris yang begitu -ahh- manja
"Hyung aku sudah besar!"kata Sehun memperingatkan dengan keras. Kris tertawa akibat sifat Sehun yang hanya diketahui oleh orang orang tertentu. Ya. Sifat itu adalah sifat manja,merengek,memohon,dan menangis.
"Arrasseo. Kau sudah besar,ne?"kata Kris masih sedikit menahan tawanya. Aigoo.. adiknya ini galak sekali.
"Ah molla. Hyung apa kau sudah urus apartment ku?"tanya Sehun sambil melanjutkan aktivitas makannya
"Sudah. Ini kuncinya"kata Kris memberi kunci kamar pada Sehun.
"Jinjja? Kau memesankan Precident Class kan?"tanya Sehun hati hati. Ia tak bisa hidup di ruang sempit,maka dari itu ia selalu mengingatkan Kris untuk memilih Precident Class untuk apartement nya
"Ne! Dasar cerewet" dengus Kris. Sehun tertawa dengan roti yang masih ada di mulutnya.
Kris yang melihat itu berniat menghapus noda pada mulut Sehun,akan tetapii...
"Hyung,aku sudah besar. Ingat?"kata Sehun memperingatkan lembut dengan mengangkat kepalan tangan kirinya.
Kris hanya bisa mengehembuskan nafas kasar lalu menjawab "Arasseo adikku yang besar"kata Kris pelan namun Sehun masih bisa mendengarnya.
"Hyung!"rengek Sehun sebal. Kris menutup telinganya lalu mengangguk
"Arasseo arasseo. Sudah sana pergi! Kau bisa menghancurkan gendang telingaku kalau begini terus"kata Kris masih menutup telinganya. Sehun berniat akan menggoda Kris sebelum berangkat ke sekolahnya.
"Ahh. Begitukah sikapmu pada adikkmu yang jauh lebih tampan ini?"tanya Sehun dengan tatapan menggoda bercampur dengan tatapan melas.
Kris membelalak tak percaya apa yang dikatakan adik nya itu.
"Lebih tampan kepalamu!"teriak Kris dengan kesal. Sehun tertawa lalu mengangguk "arasseo. Aku akan berangkat sekarang. Jaga dirimu di ruangan mu super besar ini ne? Aku akan mengunjungi Eomma Appa setelah aku sekolah"kata Sehun menepuk pundak Kris. Kris hanya bisa mendengus. Namun ia tak bisa memungkiri. Oh Sehun yang sudah 1 tahun lamanya tidak ada disisinya,kini tumbuh menjadi namja yang sangat tampan dengan penampilannya yang terkesan dingin. Kris agak menyayangkan bagian yang -terkesan dingin-. Karena Sehun yang sekarang bukan yang dulu. Yang mau berteman dengan siapapun. Yang mudah mengenal. Yang mudah berinteraksi. Bukan yang sekarang. Menjadi namja dingin,elegant,dan tak mau bersosialisasi.
"Hyung?"kata Sehun memecah lamunan Kris yang dari tadi memikirkan Sehun. Kris mengangguk lalu menepuj bahu Sehun. "Ne. Berangkatlah."kata Kris dengan senyum yang -indahh- untuk Sehun. Sehun mengernyit "tak ada pelukan hangat?"tanya Sehun agak mempoutkan bibir lucu nya kedepan. Kris mendelik pada Sehun. Sehun agak terkejut lalu menarik bibirnya kembali lalu mengangguk
"Arasseo. Kau tak suka pelukan kan? Aku akan menarik kata kata ku. Dan pergi. Sudahlah! Kau ini bicara terus. Mana sempat aku pergi?"dengus Sehun menggoda Kris.
"Bicara terus kepalamu!"kata Kris menjitak kepala Sehun. Sehun hanya meringis pada Kris. Lalu mengambil tas nya asal lalu berangkat sekolah dengan mobil sport nya.
.
.
.
.
.
Dug... Dug...
Suara hentakan kaki para siswa berlari menuju halaman depan KIM INTERNATIONAL SCHOOL. Mereka menunggu sang idola. Ya,Sehun sudah terkenal di sekolah itu karena Kris adalah kakaknya. Dan Kris juga lulusan KIS beberapa tahun lalu,sekarang ia membimbing eskstrakuliluler melukis di situ. Rumor yang beredar di sekolah itu,Sehun mempunyai sifat dingin,maskulin,elegant,pandai,tak banyak bicara. Ya bisa dianggap 85persen benar.
Semua anak sudah berhambur menunggu yang ditunggu datang. Ketika mobil sport berwarna putih melaju didepan pintu utama sekolah,semua berteriak seakan akan berebut untuk mendapat kan satu pria. Namja berawakan tinggi itu keluar dari mobilnya. Lalu memanggil satpan di sekolah itu "Ahjussi!" Kata Sehun membuat yang tadi ricuh sekarang menjadi hening. Satpam itu mendekat ke arah Sehun lalu membungkuk menghormati Sehun. "Parkirkan mobilku. Jangan alasan kau hanya satpam. Aku tak mau tau mobilku harus terparkir dengan benar"kata Sehun tanpa memandangnya. Satpam itu mengangguk lalu membungkuk pada Sehun
"Ba-baik Tuan Muda"kata Satpam itu lalu masuk ke dalam mobil Sehun. Sehun melangkahkan kakinya maju secara perlahan menuju kerumunan itu. Suara ricuh kembali bersorak porak di sekolah itu sampai akhirnyaa
"Ada apa ini?!"tanya Namja yang paling tinggi seantero KIS ini. Ketua Osis adalah jabatannya di sekolah ini. Park Chan Yeol. Pimpinan siswa di sekolah ini. Chanyeol adalah murid tingkat akhir di sekolah itu. Sama seperti Sehun. Anak sulung dari keluarga Park itu sudah mengenal Sehun dari kecil. Ya bisa dibilang teman kecil. Chanyeol bahkan menangis saat keberangkatan Sehun ke Jepang.
Semua memberi jalan untuk Chanyeol menuju kerumunan itu. Chanyeol berjalan mendekati Sehun. Lalu sedikit menoleh kebelakang "Kalian bisa pergi sekarang"kata Chanyeol memperingatkan. Semua berhamburan pergi ketempat masing-masing. Sehun yang melihat itu tersenyum miring. 'Chanyeol memang hebat dalam pesona nya' batin Sehun.
"Sehunnie!"kata Chanyeol berhambur memeluk Sehun saat semuanya sudah pergi. Chanyeol sangat rindu akan sahabat kecilnya ini. Sehun melepaskan pelukan Chanyeol karena ia sangat malu kalau sampai ada yang melihatnya dipeluk oleh seorang namja.
Chanyeol hendak protes namun tatapan mata Sehun sudah sangat ganas. Chanyeol hanya mendengus kesal "Arasseo. Ayo kita ke kantin."kata Chanyeol menarik lengan Sehun. Sehun yang tangannya ditarik hanya bisa mengikuti apa yang diperintah Chanyeol. Chanyeol bercerita tentang perubahan Korea Selatan selama setahun belakangan ini. Sedangkan Sehun hanya menanggapi nya dengan senyum dan anggukan kecil. Sampai mata nya tertuju pada namja berkulit tan,rapi,elegant. Uhh sangat elegant lebih tepatnya. Sehun mengernyit. Ia familiar dengan wajah itu. Tapi dimana dan siapa dia tak tahu pasti.
Sampai akhirnya ia sudah berada di kantin bersama Chanyeol. Ia memesan makanan dan minuman yang disarankan Chanyeol. Siapa pemilik sekolah ini? Kenapa Chanyeol sekolah disini? Batin Sehun saat mulai mencicipi makanannya. Sehun merasa ada yang kurang saat ia mulai makan. 'Hm.. Garam' pikir Sehun. Sehun melihat Chanyeol dengan lahap makanannya. Sehun hanya tertawa dalam hati 'Selera makannya memang buruk dari kecil' kata Sehun dalam hati. Sehun menoleh ke kanan kiri berusaha menemukan Garam. Semua meja ada garam kecuali mejanya dan Chanyeol. Sehun hendak meminta tolong pada Chanyeol tapi terhenti pada sosok namja cantik diujung sana. 'Cantik sekali,aku harus mendapatkannya'batin Sehun tersenyum tulus. "Chanyeol-a,aku akan segera kembali"kata Sehun
Sehun berjalan gontai menuju meja yang ditempati oleh namja itu. Tapi langkahnya terhenti. 'KIM JONG DAE?'batin Sehun. Ahh ternyata ini sekolah milik Kim Joon myeon. Rekan ayah sehun. Sehun terlihat senang karena ada alasan untuk nya berbasa basi sebentar.
"Kim jong dae-ssi?"tanya Sehun dengan hati hati kalau sampai ia salah orang. Yang dipanggil menoleh. Ahh benar ia Jongdae. Sehun bisa merasakan nafasnya lega. Yang dipanggil tadi langsung berhambur memeluk Sehun
"Astaga Sehunnie!"kata Chen. Lalu Chen melepaskan pelukannya pada Sehun,karena Chen bisa merasakan Sehun terhuyung akibat kelakuannya.
"Yha!kenapa kau bicara terlalu formal padaku?!"omel Chen pada Sehun. Sehun hanya tersenyum pada Chen lalu menepuk pundak Chen "Mian,aku tadi baru memastikan. Wah. Ternyata kau menjadi tuan muda di sekolah ini" kata Sehun menggoda Chen. Chen melihat jesal ke arah Sehun
"Berhenti menggodaku Oh Sehun! Atau aku akan memanggilmu 'sehunnie' selama kau sekolah disini!"kata Chen. Sehun hanya tertawa.
Sehun melihat namja cantik ini sedang bermain ria dengan gadget nya. "Uhmm.. Jadi bolehkah?"tanya Sehun menunjuk botol garam. Bukan pada Chen. Melainkan pada namja cantik yang sedang bermain game itu.
Chen menepuk bahu Luhan kencang membuat Luhan terkejut akibat ulah Chen "Wae? Wae? Wae? Kau pikir gara gara siapa aku kalah seperti ini?!" Kata Luhan dengan kesal. Sehun sedikit tertawa membuat Luhan tau ulahnya yang salah. Wajah Luhan merah padam seperti akan terbakar. Sehun mengetahui itu,dan ia menganggap namja itu lebih cantik jika ia malu seperti ini.
"Mianhaeyo. Jadi ada apa Chen?"tanya Luhan dengan wajah merah padam
"Sehun yang bicara padamu."dengus Chen dengan kesal
Mau tak mau Luhan harus bangkit dan membungkuk pada Sehun untuk meminta maaf pada Sehun.
"Mianhaeyo Oh Sehun sunbaenim. Aku tak tahu"kata Luhan dengan penuh penyesalan masih dengan wajahnya yang merah padam.
Sehun melihat kejadian tersebut hanya bisa menahan senyum dan tangannya untuk tidak mencubit pipi sang pemilik pipi.
"Jadi.. Bolehkah?"tanya Sehun menunjuk botol garam yang dipegangnya. Luhan mengangguk cepat dan Sehun juga meresponnya dengan anggukan keci
"Terima kasih..."ucap Sehun menggantung karena ia mempertanyakan nama namja cantik itu. "Xi Lu Han. Panggil saja Luhan"jawab Luhan.
LUHAN. nama itu yang akan menjadi mimpi indah seorang Oh Sehun malam ini. -mungkin-
"Terima kasih Luhan. Senang bertemu denganmu. Kau juga Chen ah. Sampai nanti"kata Sehun meninggalkan meja mereka dengan senyuman yang sangat khas. Sehun berdansa dalam hati nya. Apakah Luhan yang akan bisa mengisi hari hari nya untuk beberapa hari kedepan? Itulah yang dipikirkan oleh Seorang Oh Sehun saat ini.
.
.
.
.
.
"Ohh jadi saya masuk ke kelas XII Kimia Seosangnim?"
"Ya. Karena menurut nilai dan test online mu kemarin,kau berhak mendapat kelas XII Kimia."
"Ahh begitu. baiklah. Khamsahamnida seosangnim. Saya permisi"
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
Annyeong😇 Johana kembali membawa fanfiction Hunhan. Gimana chap yang ini? Membosankan kah? Mianhaeyo😂 Dimohon RCL yaa readernim^^
By: Johanahwang
