Rated: T/M

Genre : Romance,comedy,friendship,hurt

HUNHAN YAOI STORY

BOYxBOY

.

.

.

.

.

DONT BE SILENT READER

.

.

.

.

.

.

.

.

Hari ini Luhan harus pulang cepat karena ia banyak sekali tugas dari Seulgi Seonsaengnim. Luhan menyesal hari ini harus menaiki sepeda kayuh nya hanya untuk bersenang senang tadi pagi. Walaupun itu sepeda kayuh keluaran terbaru,namun tetap saja itu merepotkan jika siang padat begini.

'Aih kenapa juga aku tidak memikirkan kalau akan terjadi seperti ini!'gerutu Luhan.

Luhan mempercepat kayuhannya agar cepat sampai dirumahnya. 500 meter lagi ia akan berbelok dan setelah itu ia akan sampai dirumah. Aih. Ia tak tau kalau ia handal dalam mengayuh sepeda. Luhan mempercepat kayuhannya dengan semangat membara dan mata berbinar binar. 'Yak ayo Lu,sebentar lagi'Gumam Luhan dengan semangat.

BRAK!

"Aigoo..."

Mobil berwarna merah dark menabrak sepeda Luhan. Akibatnya,Luhan pun terjatuh bersama sepedanya. Luhan merasakan nyeri luar biasa pada siku dan lutut nya. Benar saja,lutut dan siku Luhan berdarah. Ia yakin kalau sebentar lagi pasti akan membiru karena kulitnya tak tahan walaupun jika itu luka yang tak sebegitu parah. Intinya,kulit Luhan sensitif terhadap Luka.

Luhan yang masih tersentak karena peristiwa tadi hanya menangis tak tau arah membiarkan dirinya di lewati oleh lalu lintas yang berlalu lalang di hadapannya.

"Aih.. aku harus berdiri" kata Luhan pada dirinya sendiri.

Namun seakan mati rasa,kaki nya tak mau digerakkan sama sekali. Hanya getaran hebat di seluruh tubuhnya yang membuat namja cantik itu kesal dan terisak hebat dalam tangisannya.

"Kajja."kata seorang bersuara lembut dan dingin memegang tangannya.

Luhan yang belum bisa tenang dan menjelaskan pengelihatannya hanya menggeleng dan menangis lebih kencang

"A-andwae! Jangan sakiti aku! Eomma appa!"teriak Luhan membuat seseoranh itu terkejut di selingi senyum kecil di bibirnya

"Aku bukan orang jahat Lu,aku Sehun kau ingat?"tanya seseorang itu.

Ahh Sehun rupanya. Syukurlah kalau memang ia bukan orang jahat

"S-Sehun?"gumam Luhan masih menerawang ke penjuru ingatannya.

Saat Luhan ingat siapa Sehun yang dimaksud,Luhan langsung merengkuh bahu Sehun dan memeluknya. Luhan terisak hebat dalam pelukan Sehun. Sehun sedikit terkejut atas perlakuan Luhan namun ia membalas pelukan Luhan. Percayalah. Baru kali ini seorang Oh Sehun mau dipeluk oleh orang asing. Bukankah sekarang ini Luhan masih asing untuk Sehun?

"Gwaenchana Luhan-a. Sekarang kita pulang ne? Kita obati luka mu hm? Sstt. Jangan menangis lagi"kata Sehun mengelus elus punggung Luhan

Namun sepertinya yang ditenangkan belum sepenuhnya mendapatkan kesadaran nya. Ia masih menangis dalam pelukan Sehun mencoba mengeluarkan semua ketakutannya.

"Andwae! Bagaimana kalau sampai ibuku tau tentang ini ia tak akan mengizinkan aku menaiki sepeda lagi huwaa... Eottokhae?!"teriak Luhan dalam tangis nya

Sehun sedikit tertawa karena hal itu. Ia memutuskan untuk membawa nya ke apartement nya. Memanggil doktet pribadi nya agar bisa mengobati luka pada tangan dan kaki Luhan.

"Ne. Kita akan pulang nanti. Kita ketempatku dulu bagaimana? Aku bukan tipe orang yang jahat Luhan-a. Kau kenal Kris kan? Atau Chen? Apa mereka jahat padamu?"tanya Sehun menampilkan wajah ramah nya. Super ramah untuk Seorang Oh Sehun

Luhan menggeleng masih dalam keadaan menangis. Sehun tersenyum dengan reaksi Luhan lalu mengangguk

"Kalau begitu. Kau juga bisa mempercayaiku kalau aku bukan orang jahat. Bagaimana?"tanya Sehun dengan hati hati.

Luhan tampak berpikir sebentar mengatur nafasnya lalu mengangguk pada Sehun. Sehun tampak membantu Luhan berdiri namun getaran pada kakinya masih sangat kencang. Alhasil hanya kaki Luhan yang kembali terasa berdenyut nyeri

"Huwaa.. sakittt"teriak Luhan kembali menitikkan air mata. Sehun sedikit terkejut lalu mengangkat tubuh Luhan dan tersenyum padanya

"Kajja."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sesampai di apartement Sehun,Sehun merebahkan Luhan di kamar tamu nya. Lalu ia menelfon dokter langganan nya saat di Seoul. Ternyata masih aktif. Sehun pun berbicara meminta nya untuk ke apartementnya secepat mungkin.

Sehun masuk ke kamar tamu melihat Luhan masih menangis menahan sakit. Luhan menggigit kencang bibirnya melihat siku dan tangannya berdarah tambah membuat nya nyeri. Sehun iba melihat itu ia mendekati namja cantik itu lalu memegang tengkuk Luhan

"Menangis lah jika sakit Lu,aku tak akan melarangmu. Anggap Ini juga rumahmu. Jangan membuat bagian tubuhmu yang lain juga sakit"kata Sehun lalu tersenyum perih karena namja cantik di depannya menahan sakit.

Sehun menggeram. Mana dokter itu kenapa belum sampai juga! Sampai akhirnya Sehun mendengar isakan kecil yang tertahankan dari mulut Luhan membuatnya tersadar,kalau namja cantik ini masih kesakitan

"Hiks.."isakan Luhan yang tertahankan membuat Sehun ingin mengumpat lagi namun karena Luhan butuh dirinya,lebih baik ia mendekati namja cantik itu

"Kau butuh pelukan ne?"kata Sehun lembut pada Luhan. Luhan hanya diam menahan tangisnya. Reflek Sehun memeluknya,mengusap sayang punggung namja cantik itu. Lalu mengusap rambut klimis Luhan upaya menenangkannya

"Menangislah."kata Sehun mengusap punggung Luhan. Luhan menangis kencang akibat itu. Kalian tau apa yang Oh Sehun rasakan? Rasanya seakan akan pedang milik Goblin menusuk relung hati nya.

Bel interkom berbunyi. Sehun yakin ia pasti dokter yang diminta Sehun datang setelah Sehun mengirim alamatnya tadi. Sehun melepas pelukan nya pada Luhan namun Luhan menahannya.

"Hanya sebentar Lu. Aku janji"kata Sehun meyakinkan

Luhan akhirnya mengangguk melepaskan pelukannya. Sehun tersenyum lalu menuju pintu Apartement nya. Benar saja. Dokter sialan itu baru datang dan terlambat 6 menit.

"aku tak butuh penjelasan mu. Cepat obati namjaku atau aku akan mencari penggantimu"kata Sehun dingin tak peduli kalau dokter yang ada dihadapannya ini susah payah melawan arus macet untuk sampai di apartement nya.

Itulah sisi lain dari seorang Oh Sehun. Sisi yang sangat dingin dan arogan dibalik sifat tetek bengek nya yang sedikit -manja-.

Sehun menunggu di samping Luhan saat ia periksa. Luhan tipe orang yang mudah kesakitan. Sehun tak mau namja nya menahan perih sendirian. namjanya? Ahha nggaplah Sehun sudah menganggap Luhan sebagai namjanya karena dari tadi hanya wajah datar yang ia pasang walau hatinya tak tahan mendengar teriakkan Luhan.

...

Saat sudah selesai,semuanya beres. Luhan sudah sepenuhnya sadar dan Sehun juga sudah berhasil memberi kenyamanan pada Luhan saat tadi. Luhan menunduk meminta maaf tentang apa yang terjadi. Ia sngat menyesal karena ia sudah membuat Sehun repot selama tadi

"Gwaenchana. Aku tidak keberatan. Jadi buatlah kau membutuhkan ku terus"kata Sehun bercanda pada Luhan.

Luhan tertawa diikuti Sehun. Sungguh,ini adalah pertama kali Sehun tertawa lepas selama setahun belakangan ini. Sehun tersenyum pada Luhan. Seperti nya ada yang salah dari hati Sehun untuk Luhan. hati Sehun tak ingin melepaskan nya tapi ingin memiliki nya. Sehun segera menepis fakta itu. Berharap hanya ketertarikan sesaat.

"Lalu bagaimana pulang ku? Ahh eotteokhae"desah Luhan putus asa.

Sehum tersenyum lalu membantu Luhan berjalan ke ruang tamu.

"Kau sebaiknya jujur. Jujur adalah hal yang paling indah didunia."kata Sehun menjelaskan.

Luhan menatap Sehun sebentar. Ia benar juga. Baiklah. Nanti Luhan harus jujur pada eomma nya. Entah apa yang akan di sampai kan eomma nya tentang kondisi nya nanti

"Kau mau pulang jam berapa Lu?"tanya Sehun melihat jam tangannya sekilas.

Luhan melihat jam yang berada disudut pojok ruangan. Ini sudah sangat sore asal kalian tahu. Luhan terkejut lalu langsung saja ia berbicara pada Sehun beranjak berdiri.

"Astaga.. aku harus pulang.. ahh-"kata Luhan saat kembali jatuh

Luhan mencoba berdiri dari tempatnya namun naas,kaki nya masih terlalu sakit untuk berdiri. Sehun menghampiri Luhan cepat dan membantu Luhan berdiri. Sungguh ini hal yang tidak mungkin dilakukan Sehun pada orang asing. Tapi kenapa ada pengecualian untuk Luhan?

"Kaki mu masih sakit kan? Aku akan mengantarmu"kata Sehun pada Luhan

Luhan yang tadinya ingin menolak secara otomatis mengurungkan niatnyaa. Karena Sehun sudah mengangkat Luhan ke dalam mobil Lexus nya dan meletakkan Luhan di kursi bagian belakang

"Sehun sunbaenim,kenapa aku di belakang?"tanya Luhan agak ragu dan hati hati.

Sehun tersenyum pada Luhan lalu masuk ke dalam mobilnya.

"Karena kursi penumpang depan tak cukup luas untuk kaki mu yang sakit itu."jawab Sehun penuh dengan perhatian

Luhan merasa sekujur tubuhnya menghangat karena seluruh perkataan namja tampan di depannya. Bahkan lebih hangat dari ia yang selalu memperhatikan Chanyeol dari kejauhan. Aih. Luhan menepis segala kemungkinan yang ada pada hatinya untuk menyukai Sehun. Mana ada cinta di hari pertama bertemu dan berkenalan? Aih.

Sepanjang perjalanan,Sehun dan Luhan tidak banyak bicara. Keadaan hening untuk beberapa waktu karena tak ada yang mau membuka pembicaraan. Sampai akhirnya

"Lu.."

"Ya ada apa sunbaenim?"

"Bisakah kau memanggilku dengan sebutan lain?"

"Wae? Itu lebih sopan. Sunbaenim"

"Panggil aku Sehunna"

Luhan sedikit tercekat pada perkataan Sehun. Apa ini trik seorang arogan menggoda nya? Luhan melihat mata Sehun lewat sepion depan berusaha mencari makna dari mata Sehun. Namun yang ditemukan Luhan hanyalah mata kejujuran dari mata Sehun.

"Hmm. Baiklah Sehunna"kata Luhan dengan ragu.

Sehun tersenyum senang karena Luhan bisa lebih akrab dengannya

"Begitu lebih baik. Ahh dan aku ingin bertanya. Kapan hari ulang tahun mu?"tanya Sehun dengan santai tanpa ada penekanan.

"20 April."

"Ahh. Kita lahir di bulan yang sama"

Sehun dan Luhan tersenyum pada bibir nya masing masing. Mereka mempunyai perasaan masing masing. Entah apa yang sedang di pikirkan oleh kedua namja itu saat sedang puas bersenda gurau seperti ini

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kris sedang bekerja mengotak atik komputer nya. Rencananya,agensi nya akan mendebutkan boyband pada tahun ini,tepatnya 2 bulan lagi. Aih. Kepalanya pening membuat ide lanjutan untuk Music Video boyband terbaru nya ini. Ia ingin ide nya sendiri yang membuat Music Video itu karena boyband itu akan debut di hari ulang tahun namja yang begitu ia cintai dari kecil hingga sekarang. Kim Zi Tao atau biasa disebut Tao. Tao adalah adik dari Chen. Kalau Chen berteman kecil dengan Sehun,itu berarti ada alasan juga untuk Kris berteman kecil dengan anak dari Kim Joon Myeon itu.

Tao seorang aktor,penulis,dan model dibawah naungan T.I.M Entertaiment. Alias 'Tao Is Mine Entertaiment' siapa lagi yang membuat nama aneh seperti itu kalau bukan Kris. Kris sangat terobsesi semua pada diri Tao. Namun ada satu hal yang sebenarnya tidak Kris sukai dari Tao. Keahlian Wushu nya. Aih itu mengerikan untuk Tao walaupun Tao sangat terlihat emm- manly. Kris merekrut Tao sebagai artis nya dan visual untuk agensi nya beberapa tahun lalu. Dan mulai dari situlah,TIM Entertaiment dapat berkembang baik sampai seperti sekarang ini.

Tok.. Tokk

Suara pintu diketuk pada ruangan Kris sempat geram aktivitas nya di ganggu namun suasana hatinya kembali cerah,saat namja berawakan sexy masuk ke ruangannya

"Pagi sajangnim"kata Tao menyapa Kris dengan membungkukkan badannya upaya menghormati Kris.

Kris mendengus kesal. Apa tak ada panggilan romantis untuknya dari namja maskulin yang lebih tepatnya sexy untuk Kris ini.

"Saat kita masih kecil kau memanggil ku dengan sebutan tiang listrik. Saat anak anak kau menyebutku dengan sebutan cerewet,saat remaja kau memanggilku dengan namja mesum. Saat kau dikantor bersamaku kau memanggilku Sajangnim. Aish jinjja. Tao-ya,bisakah kau memanggillku dengan lebih romantis? Seperti Yeobo atau Krissie? Ahh atau Kris Hyung?"kata Kris dengan mata berbinar.

Tao memutar bola matanya. Teman kecil atau lebih tepatnya kakak ketiga setelah kedua kakaknya ini selalu menyempatkan diri untuk merayu nya.

"Bagaimana kalau namja berengsek?" Tanya Tao dengan mata tak kalah berbinar.

Kris berdecak sebal dengan mata yang sudah tak tertuju lagi pada Tao. Seakan akan ia merajuk seperti abg 17tahun.

Tao melihat itu hanya terkekeh sendiri dalam hatinya. Tao menduduki pintu di hadapan meja kerja Kris

"Yha! Siapa yang menyuruh mu duduk disitu? Dasar!"protes Kris merajuk

Tao mempoutkan bibir mungilnya lalu melipat tangannya di depan dada

"Apa aku barusan mendapat penolakan dari seorang Oh Yi Fan?"tanya Tao dengan aegyo nya

Kris sebenarnya ingin sekali mengabaikan aegyo si laki laki panda itu. Namun apa daya,hatinya menolak keras untuk mengabaikan namja panda yang menurut nya cantik itu

"arasseo. Kau menang lagi Tao-ya"kata Kris menyenderkan punggung nya pada kursi mewahnya

Tao tersenyum evil melihat Kris yang selalu mengalah untuknya

"Of course. I'm always win then you Mr Kris"kata Tao menantang

Kris memutar bola mata nya sebal. Kenapa namja panda ini selalu imut untuknya? 'Aku harus membalas nya saat nanti'batin Kris

"Sebenarnya kau punya berapa panggilan untukku?"kata Kris dengan nada sedikit kecewa.

Tao terbahak karenanya. Memamerkan mata khas nya saat tertawa. Kris sedikit berdecak karena itu. 'Astaga. Kenapa ia terlalu lebar saat tertawa? Apa mulutnya tak robek menjadi dua saat tertawa seperti itu?'bagin Kris dengan mengangkat sebelah bibirnya.

"Tao. Kau nanti malam tidak ada acara kan?"

"Ten-tentu saja ad-"

"Aku sudah menghubungi Manager mu Tao,asal kau tau"kata Kris dengan senyum evil

Skakmat! Aku menang Tao!

"Hmm. Arasseo. Jam berapa?" Tanya Tao sedikit jengah akibat Kris

Kris hanya tertawa terbahak bahak dalam hati nya.

"Seven o'clock"

"Okey. See you tonight sunbaenim. Saranghae"kata Tao tersenyum pada Kris lalu meninggalkan Kris sendirian. Kris menghela nafas panjang.

"Bukan saranghae seperti itu yang ku inginkan Tao"

Kris kembali mengambil laptop nya dan mulai memutar otak nya kembali

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Luhan sampai dirumah dengan diantar Sehun. Sesampai Luhan pulang,Sehun sebenarnya ingin menjadi wakil bicara Luhan untuk bicara kepada eommanya. Namun,Luhan tidak mau merepotkan Sehun lagi. Ia tak mau Sehun disalah pahami oleh Eommanya. Jadi Sehun terpaksa mengangguk saat Luhan berkata untuk mampir lain kali.

Sehun melaju kan mobilnya keluar dari pekarangan rumah besar Luhan.

Saat akan masuk ke rumah,sang adik berlari cepat ke arah Luhan karena khawatir kenapa kakaknya ini pulang terlambat

"Hyung. Hyung,gwaenchanayo?"tanya Sang adik bingung.

"Ne Baekkie. Na gwaenchana"jwab Luhan dengan tersenyum menjawab pertanyaan Luhan. Akhirnya Baekkie atau Baekhyun mempercayai kata sang kakak dan ikut masuk rumah saat dituntun oleh kakak nya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Aduh maaf banget ngaret update nya. Soalnya sibuk bgt nih *plak

Gimana nih update an nya? Rcl ya ExoL. Sorry jugak kalo Typo. Ga bermaksud tau 😂 see you next time. Annyeong😂

JohanaHwang