Wanna Be (My ?)

By. cyhds21

Main Cast: Ong Seongwoo, Kang Daniel

Support Cast: OC, Wanna One, PD101S2 Trainee and Other

Warning: Typo(s), EYD, etc.

Don't Like, Don't Read

"Hooaammm... Ah ngantuknya..." Seongwoo membasuh wajah nya di wastafel untuk sedikit menghilangkan rasa kantuknya.

Sekarang waktunya makan siang tapi Seongwoo ingin menghabiskan nya dengan tidur di atap saja, lagipula pelajaran setelah makan singa kosong jadi lumayan untuk tidur. Seongwoo berjalan gontai menuju atap, selama perjalanan banyak yang ia pikirkan terutama adalah kenapa ia bisa menangis sekencang itu lima hari lalu. Karena ibu yang tidak sadarkan diri kah? Ayahnya yang pergi kah? Atau adiknya yang tidak ada dirumah saat itu? sepertinya melihat keluargannya yang kacau lebih mendominasi. Seongwoo menghela nafas pelan saat merasa kepalanya mulai pusing memikirkan kehidupan berat keluarganya sebelum membuka pintu menuju atap yang sudah ada dihadapannya.

"Eh Sedang apa kau disitu? Turun! Kalau kau jatuh bagaimana?"

"Astaga jangan jalan-jalan seperti itu!"

Seongwoo menatap horror pada Daniel yang sedang berjalan santai di atas pembatas atap. Pembatas itu hanya setinggi 50 cm makanya tidak terlalu sulit untuk mencapainya ditambah dibagian luar permbatas masih ada lantai yang mengelilingi gedung selebar 1 m.

"Kau juga pernah melakukan ini Sunbae" Daniel Masih berdiri di pembatas itu namun kali ini ia menghadap Seongwoo.

"Tapi tidak jalan-jalan seperti mu" -Seongwoo

"Ini menyenangkan sunbae anginnya sejuk" –Daniel

"Terserah mu saja." Seongwoo memangdang jengah junior di depannya ini.

"Hehe" Daniel hanya nyengir memperlihatkan deret giginnya. Matanya yang menampilkan eyes smile lucu itu membuat Seongwoo tidak tega untuk memarahinya. Tidak ada hubungannya memang, orang ganteng mah bebas kata Seongwoo.

"Seongwoo Hyung. coba kau panggil aku begitu." Seongwoo masih betah memandangi Daniel yang berdiri ditempat yang lebih tinggi darinya.

"Kenapa?" –Daniel

"Kita sudah beberapa kali mengobrol dan tidak enak terus-terusan dipanggil sunbae." –Seongwoo

"Seongwoo Hyung?" –Daniel

"Iya begitu. Itu lebih baik." –Seongwoo

"Ini Milikmu?" Lanjut Seongwoo saat melihat sebuah kotak bekal dan tempat minum di dekat kaki Daniel.

"Iya. Hyung mau? Aku sudah kenyang, masih ada banyak. Hyung pasti belum makan siang kan?" Daniel berjongkok dan memberikan kotak bekalnya pada Seongwoo.

"Bolehkah? Apa porsi makan mu memang sedikit?" –Seongwoo

" Tidak. Tadi teman kami ada yang ulang tahun dan ia membawa beberapa kue kekelas untuk dibagikan."

"Hm. Ok. Ku makan ya?" Seongwoo duduk di pembatas itu dan membuka kotak makan Daniel ada nasi goreng kimchi, sebagai lauk ada sosis, tidak ada yang hijau-hijaunya sama sekali alias sayuran.

"Iya makan saja masakan Lee ahjumma sangat enak" Ujar Daniel ia juga duduk disebelah Seongwoo.

"Eomma nya Kiwon? Tapi kenapa rasanya bekalmu ini seperti bekal anak sekolah dasar." Seongwoo berujar setelah memakan sepotong sosis.

"Bibi sedang tidak sehat jadi ia hanya bisa membuatkan ini." Ekspresi wajah Daniel mulai berubah yang tadinya cerah menjadi sedikit gelap. Jadi Seongwoo tidak mau berkomentar lagi dan lanjut makan.

"Kenapa kau bawa bekal?" Seongwoo kembali bertanya sambil menghabiskan makanannya.

"Hari ini menu utamanya ada kerang aku tidak bisa makan kerang." –Daniel

"Alergi? Hanya kerang?"-Seongwoo

"Hm. Hanya kerang" –Daniel. Seongwoo hanya mengangguk sambil mebereskan kotak bekal Daniel yang sudah habis. Seongwoo juga minum dari botol yang dibawa Daniel setelah diperbolehkan oleh Daniel.

"Hyung sendiri kenapa kesini bukannya kekantin." Mereka sudah duduk menghadap lapangan dan taman didepan gedung sekolah.

"Awalnya aku ingin tidur datang kesini." -Seongwoo

"Tidur? Memangnya kau tidak tidur tadi malam?" -Daniel

"Hampir. Aku mulai kerja part time sejak tiga hari lalu. Ada sedikit masalah dirumah jadi aku harus sedikit membantu keuangan keluarga." Seongwoo spontan saja bicara begitu, pandangannya juga masih lurus kedepan.

"Kau kan sudah kelas 3 memang tidak apa-apa?" –Daniel

"Ini juga terpaksa, uang yang diberkan ayah hanya cukup untuk 2 bulan kedapan jadi aku harus menanbah sisanya." -Seongwoo

Hening. Daniel hanya diam memperhatikan seniornya yang sekarang memandang kosong kedapan. Seongwoo sendiri baru sadar kenapa ia bisa seterbuka ini kepada Daniel padahal sahabat-sahabatnya saja tidak ada yang tau masalah ini.

"Kua pelajaran apa setelah ini?" Seongwoo mebuka suara terlebih dahulu, kali ini ia bertanya melihat kearah Daniel.

"Seharusnya sih Kesenian tapi gurunya tidak pernah masuk sejak dua minggu lalu, guru lain juga tidak ada yang menggantikan jadi kami selalu kosong saat pelajaran Kesenian." –Daniel

"Temani aku disini ya?" -Seongwoo

"Hah?" Daniel bertanya bingung.

"Kalau tidak mau ya sudah tidak apa-apa." –Seongwoo

"Aku belum bilang apa-apa hyung." –Daniel

"Terima kasih." –Seongwoo

"Kenapa jadi bilang terima kasih?" Daniel tambah bingung saja dengan Seniornya ini.

"Pasti kau mau menemaniku" –Seongwoo tersenyum, tapi rasanya senyum ini sedikit berbeda dari biasanya. Kentara sekali kalau Seongwoo sedang banyak pikiran dan kelelahan.

"Percaya diri sekali" Jawaban Daniel memang ketus tapi dalam hati Daniel sedikit khawatir dengan keadaan orang di sebelahnya sekarang.

"Ayo jalan-jalan akhir pekan ini." Seongwoo kembali membuka percakapan setelah hening beberapa saat.

"Memangnya kau tidak ada kelas tambahana atau kegiatan lain?" –Daniel. Keduanya sama-sama memandang kearah depan dan menikmati angin musim semi yang menerpa wajah dan tubuh mereka.

"Tidak ada. Aku ingin istirahat akhir pekan ini" -Seongwoo

"Kenapa malah mengajak jalan-jalan kalau ingin istirahat? Kalau mau istirahat ya tidur dirumah." –Daniel

"Aku ingin mengistirahatkan pikiranku, ya refreshing begitu. Mau tidak?" Seongwoo menoleh pada Daniel.

"Baiklah." Jawab Daniel singkat.

"Benarkah?" Dibalas anggukan oleh Daniel yang tidak menoleh sama sekali.

Mata Seongwoo sudah berat sebenarnya, jadi Seongwoo memejamkan saja matanya sambil menikmati angin.

Tuk

Daniel menoleh kekirinya 'Tidurkah?' Seongwoo sedang menyandarkan kepalanya pada bahu Daniel. Karena kasihan Daniel membiarkan saja Seongwoo tidur di bahunya, tidak nyaman memang tapi setidaknya Seongwoo bisa beristirahat sebentar.

21

Pukul 4 lebih 50 menit semua murid sudah dipulangkan kecuali mereka yang mempunyai kelas tambahan. Daniel dan Kiwon berjalan beriringan keluar dari gedung sekolah sambil membahas film yang sempat mereka tonton bersama tadi malam dikamar Daniel.

"Daniel!"

Daniel menoleh ke arah lapangan basket, ada Taedong dan Hyunbin yang melambai kearah Daniel.

"Ayo main sebentar!" -Hyunbin

"Ayah mu menyuruhmu langsung pulang hari ini Kang" Kiwon angkat bicara setelah melihat Daniel yang akan melangkahkan kakinya kelapangan.

Daniel menoleh ragu antara Lapangan dan Kiwon. Dia ingin bermain tapi ia juga tidak ingin dimarahi ayahnya.

"Ayo Daniel ibuku sudah menelpon hari ini ayah tidak bisa menjemput kita jadi kita harus mencari taksi." Kiwon meraih tangan daniel tapi di tepis pelan oleh Daniel.

"Bilang aku ada kerja kelompok sebentar, aku akan pilang sebelum jam 7" Ucap Daniel final.

"Daniel! Ya! Kang Daniel!" Kiwon mengehal nafas berat saat melihat Daniel sudah berlari kearah lapangan.

"Habis aku. Apa yang harus ku katakan pada Kang ahjussi nanti. Percuma jika berbohong." Ponsel Kiwon kembali berbunyi dan akhirnya Kiwon memilih pulang untuk membantu pekerjaan ibunya karena ibunya sedang tidak terlalu sehat.

21

Pukul 8 lewat 12 menit, Tuan Kang menggenggam sendok makannya sedikit erat saat masih tidak medapati putra tunggalnya belum pulang juga. Semua keluarga sudah berkumpul dari setengah jam yang lalu dan sekarang semua anggota keluarga sedan memakan makan malam mereka. Keluarga besar Kang biasa berkumpul seperti ini setiap memperingati kematian kedua orang tua mereka sejak tiga tahun lalu.

Cklek. Suara pintu depan terbuka dan kembali tertutup.

Tidak lama dapat dilihat dari raung makan sosok Daniel sedang berjalan mengendap ingin naik kekamar nya.

"Kang Daniel setidaknya beri salam kepada peman, bibi dan saudara-saudara mu!"

Suara tegas ayah Daniel terdengar menggemma dirumah yang tiba-tiba hening itu. Daniel yang sempat membeku mendengar suara ayahnya, menarik nafas dalam dan membuangnya pelan untuk merilekskan tubuhnya. Setelah siap ia berjalan kemeja makan dan menunduk sopan.

"Maaf paman bibi aku pulang terlambat" Daniel menautkan tangannya didepan badan sebagai kesopanan. Dapat Daniel lihat semua mata tertuju padanya, Ayahnya memandangnya tajam, sedangkan Ibunya, Kiwon dan kedua orang tua Kiwon serta Dongho Hyung menatapnya khawatir, dan sisanya menatap Daniel biasa saja.

"Masuklah dan bersihkan dirimu, setelah itu turun dan makan malam bersama." Nyonya Kang atau Ibu Daniel lebih dahulu bersuara sebelum suaminya kelepasan memarahi Daniel didepan semua kerabat mereka.

"Baik. Aku akan segera turun" Daniel kembali menunduk sopan sebelum berjalan kembali kekamarnya di lantai dua.

Daniel menutup pintu kamarnya pelan dan setelahnya ia jatuh merosot bersandar dipintu. Daniel tidak menyangka akibat di tatap sangat tajam oleh sang ayah akan semenakutkan ini. Setelah menenangkan dirinya Daniel bergegas membersihkan diri dan memakai baju yang pantas dan sopan, setelahnya ia bergegas turun dan bergabung bersama yang lain untuk makan malam

21

Brak!

Daniel berjengit kaget mendengar suara ayahnya mengebrak meja yang memisahkan keduanya. Sekarang mereka ada di ruangan kerja ayahnya setelah ibunya menyuruh Daniel untuk menemui ayahnya disini saat Daniel sedang membantu Kiwon membereskan meja.

"Bukan kah ayah sudah mengingatkan mu untuk langsung pulang!" Ayahnya membuka suara.

"Maaf ayah aku ada kerja kelompok dengan teman-teman disekolah." Daniel menunduk mendengar suara mengintimidasi ayahnya.

"Tidak usah berbohong, ayah tau apa yang kau lakukan."

Daniel mengeratkan tautan tangan didepan tubuhnya saat ia ketahuan berbohong.

"Kenapa kau jadi seperti ini Kang Daniel?" Jeda sebentar sebelum yang lebuh tua melanjutkan kata-katanya.

"Kau adalah anak yang penurut dan baik. Kenapa tiba-tiba kau jadi pembangkang seperti ini sekarang?"

"Aku hanya ingin bermain sebentar. Aku tahu aku salah karena lupa waktu." Daniel memberanikan diri untuk membalas kata-kata ayahnya.

"Sekarang bukan waktunya untuk bermain Kang Daniel. Kau harus belajar dengan giat dan masuk universitas yang bagus. Kau calon penerus Perusahaan kakekmu."

"Tapi..."

"Apa? Kau tidak ingin melakukannya dan malah melakukan hal bodoh seperti yang biasanya kau lakukan itu?"

"Menari bukan hal bodoh Ayah!"

"Apa dengan menari hidupmu akan baik-baik saja dan bahagia. Justru menari akan menyakitimu Kang, apa kau lupa 2 tahun lalu kau tidak bisa berjalan karena melakukan hal bodoh itu"

Daniel terdiam mendengar kata-kata ayahnya. "Apa Ayah sudah selesai? Kalau begitu aku harus kembali kekamar dan segera tidur besok aku masih harus sekolah" setelah mengatakan itu Daniel menunduk sopan pada ayahnya dan berjalan keluar dari rungan itu meninggalkan ayahnya.

Daniel berjalan cepat menuju kamarnya yang hanya berjarak satu kamar dari ruang kerja ayahnya. Menutup pintu agak keras Daniel langsung merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur king sizenya. Daniel menganbil ponsel yang masih tersambung dengan kabel pengisi daya, saat pulang tadi ponselnya mati total ia yakin banyak pesan dan panggilan yang masuk. Setelah ponselnya kembali menyala, benar saja berturut-turut pemberitahuanh masuk. Ada 17 panggilan dan 50 lebih pesan yang masuk. Paling banyak adalah panggilan dan pesan dari Kiwon dan ibunya, selain itu dari Dongho sepupunya yang satu sekolah dengannya, Jeahwan dan Seongwoo.

'Aku baik-baik saja. sekarang aku akan tidur' Setelah mengirim pesan tersebut ke Kiwon dan Dongho, Daniel membuka pesan dari Seongwoo. Daniel malas membalas pesan Jaehwan yng menanyakan tugas padanya.

'Daniel..' 9.21

'Rumah kita kan berlawanan arah, kita naik bus saja. Jadi nanti bertemu di halte depan sekolah bagaimana?' 9.25

'Jam 8 harus sudah di halte bagaimana? Kita sarapan bersama di Restoran Jisung Hyung.' 9.30 Jisung Hyung? Siapa lagi ini? pikir Daniel.

'Kau sedang belajar ya?' 9.55

'Atau sudah tidur?' 9.56

'Maaf kalau menganggu' 10.02

'Selamat malam Niel. Tidur yang nyenyak' 10.07

Daniel tesenyum melihat isi pesan Seongwoo, Daniel tidak berniat membalasnya toh besok dan lusa mereka masih bertemu disekolah. Setelah menaruh ponselnya dinakas dan menghidupkan alarm, Daniel menyamankan posisi tidurnya. Daniel sudah terlalu lelah dengan hari ini jadi ia tidak berganti baju dan langsung memejamkan matanya. Ia sudah senang saat orangtuanya pulang dua hari lalu, sekalipun Daniel sedikit canggung saat behadapan dengan ayahnya, bukannya membaik hubungannya dengan ayahnya malah semakin renggang saja. 'Lupakan masalah hari ini dan ayo pikirkan bagaimana caranya aku bisa pergi akhir pekan nanti tanpa ada ocehan dari Tuan Kang yang terhormat itu.' memikirkannya saja Daniel sudah pusing rasanya.

TBC...

Makin gaje, makin absurd pengen cepet-cepet tamatin aja rasanya :v tapi konfliknya masih panjang ehe sediki-sedikit fakta-fakta baru mulai terungkap ya eaaa tapi kok rasanya makin kesini judul sama ceritanya makin nggak nyambung ya -,- au ah gelap

diusahain bisa update setiap 2 hari sekali dan chap depan full ongniel loh ehe doain moga aja bisa ya :v

udah ah nggak usah banyak basot cape ini tangan soalnya yg ini lebih panjang dari chap-chap sebelumnya

jangan lupa tinggalkan jejak ya, soalnya aku suka baca review kalian ehe semangat aja gitu lanjutinnya

maaf kalo ini banyak typo dan kesalahan kata atau ada yang janggal soalnya cuman sekali koreksi, greget pengen update soalnya ehe

Ok thanks and see you later ^^