Rated: T/M

Genre : Romance,comedy,friendship,hurt

HUNHAN YAOI STORY

BOYxBOY

.

.

.

.

.

DONT BE SILENT READER

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil cekikikan. Eomma nya sedang protes panjang lebar karena melihat anaknya terluka sepulang dari sekolah. Eomma Luhan adalah seorang dokter. Xi Hye Kyo. Eomma yang sangat perhatian dan sangat peduli pada anak anaknya. Dan saat melihat anak tengahnya terluka walau tak sebegitu parah,Hye Kyo sangat khawatir kalau ada patah tulang atau retak pada bagian lainnya

"Kau ini bagaimana Luhan-a? Dasar ceroboh. Lain kali harus hati hati. Lewatlah jalan khusu sepeda kayuh"

"Tapi eomma,itu sangat jauh"kata Luhan membantah dengan puppy eyes nya

"Dengarkan aku Xi Lu Han"

Luhan menggingit bibirnya agak kencang sambil menahan takut dan menahan tertawa. Karena jika marah,eommanya terlihat seperti beberapa tahun lebih muda.

"I'm Home!" Teriak seseorang membuka pintu dan melebarkan tangan nya.

"Xiumin Hyung!"teriak Luhan berhambur memeluk Xiumin mengabaikan Hye Kyo.

'Terimakasih Xiumin Hyung. Kau penyelamatku.'

Hyekyo hanya berdecak kesal dan memutar bola matanya. Anak ini memang selalu datang disaat uang tidak tepat. Tapi kekesalan Hyekyo tak sebanding dengan rasa rindu nya pada anak sulung nya ini.

Luhan melepaskan pelukannya dan memegang tangan Xiumin yang sangat dirindukannya. Hyung favoritnya lebih tepatnya

"Malam Eomma"kata Xiumin membungkuk memberi salam pada Hye Kyo.

Hyekyo memeluk Xiumin dan dibalas oleh Xiumin. Mungkin Hyekyo rindu akan Xiumin yang sudah 1 bulan ini tidak mengunjungi nya karena padatnya shooting yang harus ia jalani di Incheon.

"Aigoo. Anak sulung eomma sudah menjadi Ahjussi ne?"tanya Hyekyo menggoda anak sulungnya.

Xiumin mempoutkan bibirnya. Ahjussi? Yang benar saja? Apa wajahnya setua itu?

"Yang benar saja umurku masih 25 tahun eomma."bantah Xiumin memegang kedua pipi nya

Hyekyo dan Luhan tertawa kencang akibat Xiumin. Xiumin memang sperti itu. Ia mudah percaya saja pada kata orang lain.

"Dimana Baekkie? Apakah dia baik dalam sekolah nya?"tanya Xiumin celingukan

"Umin Hyung!"teriak Seseorang bersuara imut turun dari 25 anak tangga

Semua tersenyum melihat si bungsu dengan sigapnya memeluk Xiumin. Kakak sulungnya

"Baekhyunnie,apa ini kau? Astaga. Ku dengar dari Eomma kau sudah punya pacar?"tanya Xiumin menggoda Baekhyun

Baekhyun kaget,dan membelakkan matanya. Ia menatap evil eommanya. Hyekyo hanya tersenyum nyengir saat melihat tatapan Baekhyun yang sangat sinis

"Eomma jahat. Baekhyun kan sudah bilang. Jangan celita celita ke Umin Hyung"kata Baekhyun dengan lidah celatnya.

Semua tertawa terbahak bahak. Memang Baekhyun ini sedikit celat diantara saudaranya yang lainnya. Hal yang paling tidak disukai Baekhyun

"Mian,hahaha tapi eomma hanya ingin jujur ke Hyung mu tentang perkembangaanmu"Jawab Hyekyo dengan menahan tawanya

Baekhyun mendengus kesal melepaskan pelukannya pada Xiumin

"Itu sudah lama. Sudah 2 bulan yang lalu. Hyung saja yang tellalu sibuk. Dasal"gerutu Baekhyun pada kakak sulungnya ini.

Semua tertawa mendengar si bungsu menggerutu dengan celat nya.

"Ne. Mianhae ne? Bagaimana kita sekarang makan bersama?"tawar Xiumin.

Baekhyun berbinar mendengar ucapan Xiumin

"Ne! Kajja!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Keesokan hari nya,Luhan berangkat dengan mobil nya bersama sopir pribadi keluarga XI. Ya karena kalian juga tau bagaimana kondisi Luhan sekarang. Kaki nya masih nyeri akibat peristiwa kemarin. Luhan berangkat luar biasa pagi pukul 06.30. Pagi? Ya tentu saja itu pagi untuk seorang Xi Lu Han yang berangkat selalu dibatas jam masuk sekolah. Ia menunggu Chen untuk mengerjakan tugas yang belum selesai ia kerjakan.

Tak berapa lama siswa siswi pun berkumpul diluar menanti nanti seseorang yang sangat di idolakan di sekolah ini. Siapa lagi kalau bukan keluarga KIM dan keluarga PARK.

"Aih dasar kampungan"gerutu Luhan dari sudut sekolah dengan melipat kedua tangannya menunggu kedatangan Chen.

Tak berapa lama datanglah mobil mewah elegant berwarna silver memasuki parkiran sekolah. Sang pemillik mobil keluar dengan kaca mata silvernya,dan almamater yang dikancingkan rapi. Tanpa babibu ia langsung memasuki koridor sekolah

"Aaaa Jong In Oppa!"

"Aigoo Kai lihatlah lihat! Aihh tampannya"

"Jonginnie!"

Teriakan ricuh saat Kim Jong In memasuki koridor sekolah

Kim Jong In atau Kai adalah anak sulung dari keluarga Kim. Ya dia adalah anak sulung dari pemilik sekolah ini. Dia tidak tertarik melanjutkan bisnis yang ditekuni oleh ayahnya. Kai adalah pianis terkenal,maestro terkenal,pemain biola terkenal,komposer instrumental terkenal,dan memimpin sebuah orchestra terkenal. Memang Kai tak terkenal di kalangan boyband atau girlband korea. Namun kalian akan menemukan namanya di kalangan musisi terkenal selama 2 tahun ini. Sejak sekolah dasar sampai lulus sekolah menengah pertama,ia bersekolah di Juliard School,New York. Sampai akhirnya ia kembali ke Korea untuk melanjutkan sekolahnya. Kai adalah namja super luar biasa dingin. Tak pernah berhubungan dengan siapapun sejak kecil bahkan sampai sekarang,mungkin.

Terlihat mobil sport berwarna merah terang mencolok memasuki halaman parkir. Keluar dua namja dari mobil. Ahh siapa yang tak kenal mereka? Kim Jong In dan Kim Zi Tao. Mereka adalah artis terkenal asal kalian tau. Mereka sangat terkenal di kalangan yeoja yeoja muda sampai noona.

"Zitao yaaaaaaaa!"

"Taoyaaa!"

" ahh ituu Chen!Chen-aa!"

"JONGDAE-YAAAAA"

"JONGDAE SAYANG"

"TAO YEOBOO!"

Terdengar teriakan histeris seperti tadi.

"Pagi sayang" ucap Chen pada semuanya membuat suasana makin ricuh.

Kim Jong Dae atau Chen. Namja sangat ramah tamah terhadap semua orang t

Terlihat diujung sana,namja bermata rusa sedang berdecak kesal.

"Aigoo.. dasar kampungan"kata Luhan menggerutu lalu memutuskan untuk kembali ke kelas sebelum..

Duggg...

"Ahh" kata Luhan memegangi kepalanya. Luhan berniat ingin memarahi seseorang yang telah menabraknya namun mengurungkan niatnya saat wajah SEHUN yang diihatnya

"Aigooo.. aigooo"kata Luhan bersandiwara memegangi kepalanya

"Kau yang menabrakku"kata Sehun memberi tahu.

Luhan mendongak ke arah Sehun dan menatapnya tajam

"Apa? Mau protes? Apakah kau ini terlalu pendek hah? Kenapa hanya menabrak dadaku saja?"tanya Sehun menahan tawanya.

Luhan mendecih kesal lalu menghentak hentakan kaki nya meninggalkan Sehun sendirian.

"Yak! Kau tak mau meminta maaf padaku?!"teriak Sehun. Namun Luhan hanya mengibaskan tangan sambil menoleh

Kim Zi Tao atau Tao. Adalah anak bungsu dari keluarga Kim. Ia adalah anak dari Keluarga Kim yang sukses dalam dunia maya.

Tak lama kemudian datanglah 2 mobil sport berwarna hitam dan putih. Tampak sepasang namja sedang bergandengan mesra. Siapa lagi kalau bukan si sulung dari keluarga Kim dan kekasihnya, Xi Baek Hyun. Ya dia adalah Park Chan Yeol

"Omoo Park Chanyeol!"

"Chanyeol ssi! Baekhyun ssi!"

Park Chan Yeol atau Chanyeol. Adalah ketua osis,kapten basket,dan ketua senior di sekolah ini. Namanya sungguh sudah sangat tenar seantero sekolah ini.

Xi Baek Hyun atau Baekhyun adalah anak bungsu dari keluarga Xi yang telah menjadi kekasih Chanyeol sejak 2 bulan yang lalu. Baekhyun adalah teman Tao untuk tingkat pertama nya di sekolah ini.

Lalu munculah si bungsu keluarga Park dari mobilnya. Park Kyung Soo

Park Kyung Sooatau Kyungsoo adalah si bungsu dari keluarga Park. Ia adalah teman dari Chen dan Luhan. Keahliannya adalah menulis dan menyanyikan lagu bernada tinggi dan panjang. Namun suaranya belum bisa dikatakan sebagus Chen karena ia juga masih belajar untuk bernada melengking

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sesampai di kelas,Chen tercenga melihat Luhan sudah mendahului nya berangkat pagi ini. Lalu Chen menghampiri sahabat nya itu.

"Astaga Lu,kau terkena demam kah?"tanya Chen memegang dahi Luhan. Luhan menepis nya lalu tersenyum

"Tidak. Tugasku belum selesai. Apa kau bisa membantuku Jong dae-ssi?"tanya Luhan mengeluarkan aegyo nya.

Chen kesal dengan panggilan yang diberikan Luhan untuknya,segera mengambil buku dalam tas nya lalu memberikan kepada Luhan

"Arraseo. Berhenti memanggilku seperti itu"kata Chen dengan kesal

Luhan tersenyum segera membuka buku tugas Chen lalu mulai menyalin nya kedalam buku tugasnya.

"Ngomong ngomong,bagaimana bisa kau tidak selesai mengerjakan tugasmu?"tanya Chen penasaran

"Itu gara gara sunbae tampan yang kemarin menolongku. Tapi sedikit menyebalkan. Ya tapi syukurlah ada dia"jawab Luhan tetap dengan kegiatannya.

"Sunbae? NUGU?"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Aduh maaf nih ngaret banget :') soalnya belum sempetin nih. Maklum juga kan mau uji coba nih. Maaf juga kalo typo ya. Mungkin bakal ngaret update ya. Soalnya ujian sudah mendekat oh tidak😂 tetep RCL yaa reader-nim. Annyeong