Wanna Be (My ...)
By. cyhds21
Main Cast: Ong Seongwoo, Kang Daniel
Support Cast: OC, Wanna One, PD101S2 Trainee and Other
Warning: Typo(s), EYD, OOC etc.
Don't Like, Don't Read
Akhir pekan telah tiba. Seperti rencana, sekarang Daniel sudah berada di halte dekat sekolahnya. Sesekali Daniel melihat ponsel kalau saja Seongwoo ada menghubunginya. Daniel lega saat tau sejak kemarin ayahnya tidak ada dirumah selama 4 hari karena harus keluar kota. Jadi ia bisa bebeas untuk sesaat, memikirkan bagaimana jalan-jalannya hari ini saja sudah membuatnya senyum-senyum sendiri.
"Daniel-ah!"
Daniel menoleh merasa kalau namanya dipanggil dan mendapati Seongwoo berjalan mendekat dengan membawa sepeda.
"Eoh Hyung kesini dengan sepeda? Apa rumahmu dekat dari sini?" Daniel berdiri dari duduknya saat Seongwoo sudah sampai dihalte.
"Hm lumayan. Apa kau sudah lama menunggu?" –Seongwoo
"Tidak. Aku juga baru saja sampai." –Daniel
"Syukurlah. Kau sudah sarapan?" –Seongwoo
"Belum. Bukankah hyung mengajak untuk sarapan bersama? Di Restoran Ji..sung Hyung?" Ujar Daniel tidak yakin.
"Kalau saja kau lupa. Baiklah ayo Restorannya ada diseberang jalan." Seongwoo kembali membawa sepedanya menuju penyebranga jalan sedangkan Daniel hanya mengikutinya.
21
"Nah ini dia" Ujar Seongwoo sambil meletakkan sepedanya disamping gedung tersebut. Seongwoo dan Daniel sudah sampai di sebuah bangunan bertingkat dua, dinding lantai satunya nya hampir semua memakai kaca transparan dan ada tulisan Wanna One di bagian depannya.
"Tempatnya bagus aku suka" Ujar Daniel saat mereka masuk kedalam restoran itu dan hanya dibalas deheman oleh Seongwoo.
"Jisung Hyung!"
Dapat Daniel lihat seorang laki-laki muda keluar dari pintu di dekat meja kasir.
"Eoh Seongwoo. Ku kira kau tidak jadi datang" Laki-laki itu tersenyum ramah kepada mereka.
"Maaf Hyung tidak mengabari. Oh iya ini Junior yang pernah kuceritakan padamu, Kang Daniel. Daniel ini Jisung Hyung, pemilik restoran ini" ujar Seogwoo mengenalkan.
"Ah dia yang mencuri perhatian Seongwoo belakangan ini, tampan nya.. senyumnya juga sangat manis" Setelah mengatakan itu Jisung mendapat pukulan ringanoleh Seongwoo dilengannya. Jisung sendiri hanya berguman 'Aku benarkan?' kepada Seongwoo.
"Salam kenal Hyung" Daniel sendiri menunduk hormat kepada Jisung.
"Baiklah. Kalian duduklah! Kalau sudah menentukan ingin makan apa langsung pesan saja ok. Aku masih ada urusan" Jisung memberikan buku menu kepada kedua remaja itu dan mempersilahkan mereka duduk.
"Apa yang Hyung ceritakan tentang ku kepada Jisung Hyung?" Tanya Daniel langsung saat mereka sudah duduk.
"Ya. Cerita biasa saja yang umumlah. Nah kau mau sarapan apa? Menu disini cukup banyak dari makanan ringan sampai yang berat atau kau mau yang manis-manis dipagi hari?" Ujar Seongwoo sambil fokus ke buku menu.
"Ini! Aku mau Pancake Green Tea" Daniel menunjuk gambar Pancake pada buku menu yang sedang dilihat Seongwoo.
"Minumnya?" seongwoo mengalihkan pandangannya ke Daniel.
"Americano dingin? Ada?" –Daniel
"Kau yakin?" –Seongwoo
"Hm" Daniel mengangguk.
Seongwoo mengedikkan bahu dan memanggil pelayan yang kebetulan lewat, setelah memberitahukan pesanan mereka pelayan itu menyuruh mereka menunggu sebentar dan berjalan ke dapur restoran.
"Kita akan kemana hari ini?" Daniel kembali membuka suara setelah pelayan itu pergi.
"Taman Hiburan? Kau pernah ke Lotte World?" –Seongwoo
"Hm Pernah. Everland? Bagaimana? Aku belum pernah kesana." –Daniel
"Benarkah? Aku pernah sih sekali saat kecil. Setuju. Kita ke Everland." –Seongwoo
"Pekerjaan Hyung bagaimana?" –Daniel
"Baik" –Seongwoo
"Tinggal 1 bulan setengah lagi sebelum ujian semester ini. Apa tidak apa-apa Hyung sambil bekerja begitu?" –Daniel
"Tenang saja. Aku akan mengurangi jam kerja ku saat dekat ujian nanti dan istirahat berkerja saat ujian." Jawab Seongwoo ogah-ogahan, Sebenarnya Seongwoo malas memmbahas ini.
"Pesanan anda tuan" Beruntung Pelayan datang saat Daniel ingin bertanya lagi. Dua piring Pancake Green Tea, segelas Americano dingin, dan segelas jus Apel tersaji di atas meja mereka. Setelah mengucapkan terima kasih pelayan pergi dan Seongwoo langsung saja memakan Pancake nya.
"Pancake nya enak" Daniel berbicara dengan masih mengunyah Pancake nya.
"Telan dulu makannya Niel" Wajah Seongwoo terlihat sedikit serius. Tapi Daniel dengan tidak berdosanya malah menampilkan cengiran khasnya.
30 Menit cukup untuk mereka menikmati sarapan mereka dan bersantai sejenak menikmati suasana Restoran itu. Setelah merasa cukup Seongwoo mengajak Daniel untuk pergi, sebelumnya Seongwoo berjalan kekasir untuk membayar pesanan mereka.
"Berapa jumlahnya Hyung?" Kebetulan Jisung yang sedang ada di kasir.
"Tidak perlu anggap saja ini hadiah." –Jisugn
"Hadiah?" Tanya Seongwoo bingung. 'Perasaan ini bukan ulang tahunku' Batinnya.
"Sudah, sudah. Kalian mau jalan-jalan kan cepatlah pergi sebelum semakin siang" Jisung melambaikan tangannya seperti mengusir.
"Iya, iya. Terima kasih Hyung. Lain kali lagi ya" Seongwoo menampilkan senyum jenaka nya dan bergegas keluar saat melihat Jisung menganggkat gelas kosong ditangannya.
Daniel yang bingung, membuungkuk sopan dan mengucapkan terima kasih sebelum berlari kecil menyusul Seongwoo yang sudah tidak terlihat.
21
Pukul 10.17 Seongwoo dan Daniel sudah sampai didepan Everland setelah mengabiskan 1 jam perjalanan dengan bus dari Seoul. Setelah membeli tiket masuk sekarang Seongwoo dan Daniel sudah berjalan santai sambil memutuskan akan kemana terlebih dahulu. Pengunjug cukup padat karena memang sedang akhir pekan jadi pasti antrian pada wahana permainan akan mengantri.
"Bagaimana kalau jalan-jalan dulu? Nanti kalau sudah siangan baru kita main wahana permainan, kalau saja antriannya tidak sepadat sekarang." –Daniel
"OK. Kemana dulu?" –Seongwoo
"Hyung sini!" Seongwoo celingukan mencari arah suara Daniel. 'Sejak kapan anak itu tidak ada disampingku?' Batin Seongwoo. Gotcha, Daniel sedang berdiri di dekat kios aksesoris yang menjual aneka bando dengan hiasan binatang.
"Hyung Coba ini?" Daniel menyodorkan bando dengan telinga beruang bertopi biru, saat Seongwoo berjalan mendekat kepadanya.
"Untuk apa? Kau mau memakai ini sepanjang perjalanan?" Seongwoo memakai bando itu.
"Cerewet sekali sih. Buat kenang-kenangan hyung." Daniel juga memilih bando dan pilihannya jatuh pada Bando telinga kelinci berwarna pink. Daniel memakai nya sambil bercermin di cermin yang disediakan.
"Ya, ya" Jawab Seongwoo ogah-ogahan, entahlah rasanya ia ada sedikit rasa trauma dengan benda dikepalanya ini.
"Jangan cemberut begitu. Saat disekolah waktu itu kau terlihat bahagia memakai bando dengan hiasan renda pink, mana sambil lari-lari lagi" Daniel menahan tawanya sambil kembali memilih-milih bando.
"Kau melihatnya?!" Tanya Seongwoo heboh.
"Tentu! Mata semua orang tertuju pada mu saat itu hyung" Daniel sudah tidak bisa lagi menahan tawanya saat melihat wajah menyedihkan Seongwoo, Daniel tertawa dengan suara agak keras sampai beberapa orang memperhatikan mereka.
"Bisa kau berhenti orang-orang memperhatikan kita. Cepat pilih dan kita cepat masuk." Ups Seongwoo marah sepertinya jadi Daniel mengambil telinga Kucing dan memakainya sedangkan Seongwoo tetap dengan pilihan pertama Daniel.
Setelah membayarnya Seongwoo dan Daniel kembali berjalan semakin dalam memasuki Zona Global Fair, di Global Fair isinya rata-rata wahana untuk anak kecil jadi mereka langsung berjalan menuju ke Zona European Adventure. Area luas ini terdapat banyak replika bangunan-bangunan dan kastil yang berasal dari beberapa negara seperti Perancis, Spanyol, Rusia, Timur Tengah dan India. Di zona ini juga terdapat Four Seasons Garden yaitu taman bunga bergaya French Gardens yang dihiasi dengan bunga warna-warni dan dikelilingi bangunan cantik bergaya arsitektur khas Belanda.
Seongwoo dan Daniel banyak mengambil foto entah berfoto berdua, sendiri-sendiri, atau hanya sekedar mengambil foto suasana taman. Setelah puas melihat-lihat Seongwoo dan Daniel menuju pintu masuk Wahana yang sangat terkenal di Everland sebagai Roller Coaster terbesar di Korea yaitu T-Express. Roller coaster sepanjang 1.779 M ini terbuat dari kayu, juga merupakan Roller coaster kayu terpanjang no. 6 didunia. Setelah antri cukup lama akhirnya Seongwoo dan Daniel bisa masuk.
"Jangan tegang begitu hyung santai saja, ini akan menyenangkan" Daniel terkikik kecil saat melihat Seongwoo memegang erat pegangan didepannya.
"Iya, iya" Jawab Seongwoo seadanya.
Roller coaster mulai berjalan.
"Teriak saja Hyung jangan ditahan, nanti kau mual" Daniel sedikit berteriak mengatakakannya karena disana sangat berisik. Daniel meraih tangan Seongwoo dan mengenggamnya di balas genggaman lebih erat oleh Seongwoo. Saat meluncur dari bagian tertinggi dari Roller coaster itu Daniel mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi sambil berteriak kesenangan diiringi dengan teriak heboh Seongwoo.
21
Ternyata semakin siang pengunjung semakin banyak jadi setelah dari T-Express dan Double Rock Spin mereka langsung menuju Zona Zoo-Topia, takut tidak sempat kesini kalau terus mengantri di wahana-wahana lainnya. Ada dua kebun binatang di Zona ini pertama Herbivore safari, disini pengunjung dapat berinteraksi dengan hewan seperti Gajah, Jerapah, dan Unta. Kedua ada Safari World, disini pengunjung akan naik bus untuk melihat binatang-binatang buas yang hidup di habitat mereka seperti Harimau, Harimau Putih, Singa, Beruang, ada juga Pinguin dan Singa Laut.
Kebanyakan keluarga yang membawa anak-anak kesini karena memang cocok untuk anak-anak, tapi tenang masih bisa Seongwoo dan Daniel lihat segerombolan remaja seumuran mereka yang datang. Seongwoo dan Daniel akan ke Safari world terlebih dahulu baru ke Herbivore Safari.
Pukul 12.15 Seongwoo dan Daniel melanjutkan perjalanan ke Zona Magic Land, mereka kembali asyik mengambil foto di area dipenuhi dengan bangunan-bangunan unik ala negeri dongeng tersebut. Sampai di American Adventure keduanya berdiam diri didepan Carribean Bay, mereka bimbang ingin masuk atau tidak tapi mereka tidak bawa baju ganti jadi mereka memutuskan untuk lewat saja. Carribean Bay sendiri adalah waterpark terbesar di Korea Selatan.
Setalah puas berjalan-jalan mengelilingi taman hiburan tersebut kini keduanya berada di salah satu restoran yang menjual makanan Jepang. Satu jam mereka habiskan disana sambil makan dan melihat-lihat hasil foto mereka tadi.
"Mau kemana setelah ini atau kau mau seharain di sini?" Tanya Seongwoo saat mereka sudah keluar dari restoran itu.
"Entahlah. Tapi aku ingin membeli sesuatu untuk Kiwon besok ulang tahunnya" –Daniel
"Ah benar ini bulan Juni kan? Wah apa aku perlu membelikan hadiah juga ya?" –Seongwoo
"Tidak perlu pakai saja uangnya untuk hal yang lebih penting" –Daniel
"Iya iya. Coba kita lihat-lihat dulu disini kalau saja ada yang menrik perhatian mu" –Seongwoo
Sekarang mereka sudah ada di daerah yang banyak kios dan toko-toko yang menjual beberapa barang dan aksesoris. Seongwoo dan Daniel memasuki beberapa toko dan melihat-lihat di kios-kios aksesoris mencari kiranya barang yang bagus untuk diberikan kepada Kiwon. Daniel berhenti di depan kios yang banyak mejual gelang-gelang.
"Kenapa apa ada yang menarik perhatian mu?" Seongwoo tidak sengaja menabrak bahu Daniel karena ia yang baerjalan sambil melihat sekeliling jadi tidak sadar orang didepannya berhenti.
Daniel mengangguk dan medekati rak tempat mengantung berbagai jenis gelang. Daniel memperhatikasn sebuah gelang dengan tali hitam dengan hiasan jangkar untuk pengaitnya. Terlihat biasa saja sih tapi unik dimata Daniel, elegan tapi simple. Tapi, Daniel berbalik membelakangi rak itu dengan dahi berkerut.
"Kenapa lagi?" Saat melihat Daniel malah membalikkan badan kearahnya.
"Aku tidak tau kalau kiwon suka pada gelang atau tidak? Aku ingin memberikan hadih yang beda dari sebelumnya. Dan aku belum pernah membelikannya aksesoris" Ujar Daniel sedikit lesu.
"Kalau tidak dicoba ya mana tahu. Lagi pula pilihanmu tadi cukup bagus. Dia kan sahabatmu sejak lama dia pasti akan menerima apapun pemberianmu." –Seongwoo
"Begitukah? Baiklah akan ku coba" Wajah Daniel kembali cerah saat mendengar ucapan Seongwoo barusan.
Akhirnya Daniel membeli gelang pilihannya bukan hanya 1 tapi 2 yang satunya akan ia pakai sendiri.
"Hyung tidak mau beli apa-apa?" Sekarang mereka sudah kembali berjalan.
"Bukan kah kau bilang aku sebaiknya mengunakan uangku untuk hal yang lebih penting?" –Seongwoo
"Hehe iya ya" Daniel kembali memperlihatkan cengiran khasnya itu. Lama-lama Seongwoo gemas juga melihatnya.
21
Setelah kembali berjalan-jalan sebentar mereka memutuskan pulang, tidak benar-benar pulang karena mereka mau menghabiskan sore terlebih dahulu di pinggir sungai Han. Setelah kembali menempuh 1 jam perjalanan untuk kembali ke Seoul kini Seongwoo dan Daniel sudah berada di dekat sungai Han.
"Kau pernah makan Hotteok tidak?" Tanya Seongwoo saat mereka berjalan di dekat orang-orang berjualan jajanan khas Korea.
"Hm Aku lupa. Tapi setelah kembali kesini sih belum." Jawab Daniel yang sibuk dengan susu pisang di tangannya. Mereka sempat mampir kemini market dekat halte karena Daniel ingin membeli beberapa botol Susu berasa itu tadi.
"Mau coba?" Seongwoo sudah berdiri didepan kedai kue yang mereka maksud itu. Daniel hanya mengangguk sebagai jawaban.
Seongwoo memesan pada bibi penjual dan mereka menunggu sebentar selagi kuenya di masak. Seongwoo juga menjadi wartawan dadakan saat melihat bagaimana bibi penjual mebuat adonan pancake tersebut dan diisi dengan isian manis berupa campuran gula coklat, madu, dan kacang giling serta biji-bijian. Kue berbentuk bundar tipis itu masih mengepulkan asap panas saat berpindah ketangan Seongwoo dan Daniel, bungkusan kertasnya saja hanya sedikit membantu menghalangi panasnya.
"Ah panas!" Seongwoo menoleh saat mendengar jeritan tertahan Daniel. Daniel sedang kesusahan memakan hotteok nya karena memang masih panas. Ditambah sebuah plastik berisi susu pisang di tangannya.
"Pegang ini!" Seongwoo memberikan Hotteok nya yang sudah digigit pada Daniel dan mengambil alih milik Daniel yang masih utuh. Seongwoo membelah makanan berbentuk bulat itu dan meniupnya sebentar. "Nah. Perlahan saja makannya" Seongwoo mengembalikan nya Daniel saat merasa panasnya sedikit berkurang dan mengambil kembali miliknya.
Daniel bergumam terima kasih sebelum menggigit Hotteok nya perlahan dan terengah karena masih terasa panas dimulutnya. Seongwoo yang melihatnya hanya terkekeh maklum.
"Kau pasti tidak terbiasa makan-makanan yang masih panas ya?" Tanya Seongwoo. Hanya dibalas anggukan oleh Daniel karena ia masih sibuk dengan makanannya. Tangan kiri Seongwoo yang kosong beralih ke dagu Daniel yang sedang makan sambil menunduk, mangangkat dagu itu sedikit dan jari-jari Seongwoo dengan cekatan membersihkan remah Hotteok yang ada disudut bibir dan di bawah bibir laki-laki yang lebih muda. "Pelan-pelan Niel, Hotteoknya tidak akan kemana-mana".
Daniel cemberut mendengar kata-kata Seongwoo dan membalikkan badannya meninggalkan Seongwoo yang masih berdiam ditempatnya.
"Ya! Kenapa meninggalkan ku?" Seongwoo berjalan menyusul Daniel yang malah mempercepat jalannya. Lagi Seongwoo terkekeh melihat tingkah adik kelasnya yang lucu menurutnya itu.
Daniel sendiri tidak memperdulikan Seongwoo dan asyik dengan makanannya, setelah mengabiskan kue yang terbuat dari tepung dan beras ketan itu daniel membuang bungkusnya pada tempat sampah. Setelahnya Daniel terus saja berjalan bahkan berlari kearah taman dekat pinggir Sungai dan mendudukan dirinya di kursi yang kosong.
"Haahh lelahnya" Gumamnya setelah menyandarkan Punggunya pada sandaran kursi.
"Kenapa berlari segala sih?" Seongwoo datang dengan terengah.
"Hyung saja yang lambat" Jawab Daniel ketus.
"Kau merajuk pada ku?" Seongwoo mendudukan dirinya disebelah Daniel.
"Percaya diri sekali. Tidak ada manfaatnya merajuk padamu hyung" –Daniel
Seongwoo diam saja takutnya kalau dibalas mereka benar-benar bertengkar, Seongwoo belum tau sepenuhnya bagaimana laki-laki yang lebih muda di sebelahnya ini. keduanya sama-sama diam untuk waktu yang cukup lama, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Fokus mereka sama-sama kedepan memandang ramainya orang yang berlalu lalang menikmati sore dipinggir sungai yang sangat terkenal bahkan sampai ke manca negara tersebut.
"Hyung akan kuliah dimana setelah lulus nanti atau mau langsung bekerja?" Daniel membuka percakapan terlebih dahulu setelah lama mereka hanya diam.
"Seoul National University, aku akan masuk ke sana. Semua yang kubutuhkan untuk masuk sudah ku persiapkan, untuk point dan nilai aku akan terus meningkatkannya. Jadi tinggal menunggu pengumumannya saja. aku juga sudah mengajukan untuk beasiswa" Jawab Seongwoo.
"Benarkah? Wah aku suka semangatmu hyung. Kudengar dari Kiwon prestasimu cukup baik, kau pasti bisa mendapatkannya" -Daniel
"Hm. Berdoa saja. Kau tidak bertanya kenapa aku mau masuk kesana?" -Seongwoo
"Bukankan semua orang ingin masuk kesana?" Daniel menoleh ke arah Seongwoo.
"Aku tidak. Dulu. Sekarang aku sangat ingin kesana." -Seongwoo
"Mengambil jurusan apa?" -Daniel
"Bisnis. Awalnya sih mau Seni, impian ku sejak kecil adalah menjadi aktor" -Seongwoo
"Ah begi- AKTOR?" Tanya Daniel Heboh
"Kenapa terkejut begitu? Salah ya?" Seongwoo menatap Daniel dengan kening berkerut.
"Bukan begitu. Aku hanya tidak menyangkanya" Jawab Daniel jujur.
"Hm. Tapi sepertinya itu bukan jalanku. Jadi aku mencoba jalan lain, aku ingin membangun usaha dan menjadi pengusaha yang sukses." Ujar Seongwoo mantap.
"Apa yang akan kau lakukan kedepanya semuanya bagus untuk mu asal kau mengerjakannya dengan iklas, niat yang baik dan bekerja keras Hyung. Menjadi apapun kau nanti semoga itu yang terbaik untukmu" Daniel mengatakannya sambil tersenyum dan terlihat bercahaya dimata Seongwoo saat mengatakannya.
"Kalau kau?" Setelah sadar dari imajinasi anehnya Seongwoo bertanya balik kepada Daniel.
"Aku?"
"Idol? Aku ingin menjadi Idol" Jawab Daniel mantap.
"Benarkah? Kenapa tidak ikut audisi diperusahaan hiburan saja dari penampilan mu kau pasti sudah diterima" -Seongwoo
"Orang tuaku tidak mengizinkan, apalagi ayah. Aku merasa jadi pemai utama dalam sebuah drama, anak tunggal yang harus menjadi penerus perusahaan keluarganya saat aku memiliki keinginan lain." Jawab Daniel lesu.
"apa kau mengikuti keinginan ayahmu?" -Seongwoo
"Tidak. Aku akan ikut audisi di salah satu perusaan hiburan musim panas nanti. Aku dapat informasi dari teman di sns. Aku sudah berlatih dance sejak lama dan belakangan ini aku belajar caranya melakukan rapp" Daniel menjawab dengan semangat.
"Apa yang akan kau lakukan kedepanya semuanya bagus untuk mu asal kau mengerjakannya dengan iklas, niat yang baik dan bekerja keras Hyung. Menjadi apapun kau nanti semoga itu yang terbaik untukmu" -Seongwoo
"Kau mengulang kata-kataku" Daniel terkekeh mendengar ucapan Seongwoo.
Seongwoo tidak menjawab dan malam mengelus belakang kepala Daniel. Daniel yang merasa diperlakukan begitu menoleh pada Seongwoo dan pandangan mereka bertemu.
"Apa? Ada yang ingin hyung katakan?" Ujar Daniel setelah beberapa saat mereka bertatapan.
"Tidak ada. Mau pulang sekarang? Kau bilang mau makan malam bersama dengan Kiwon" Seongwoo tersenyum kecil dan bangkit terlebih dahulu.
"Ah benar. Ayo pulang!" Daniel juga bangkit dari duduknya.
21
Sebenarnya jam baru menujukkan pukul 5.34 sore tapi tidak apa-apa lah lagi pula mereka sudah saharian jalan-jalan dan besok mereka harus kembali ke sekolah.
Di dalam Bus kedua nya kembali berdiam diri, kembali sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Bus bisa dibilang penuh semua tempat duduk sudah terisi, tapi tidak ada yang sampai berdiri. Seongwon dan Daniel duduk berdua di derek keempat baris sebelah kanan.
CIITTT/?
Bus tiba-tiba berhenti membuat semua orang yang didalam bus terkejut. Seongwoo yang sadar akan apa yang terjadi merentangkan tangan kanannya ke depan tubuh Daniel menahan tubuh laki-laki itu agar tidak membentur kursi didepan mereka sedangkan ia sendiri bertumpu pada tangannya yang berpegangan pada kursi didepannya.
Terdengar riuh protes dari penumpang yang protes kepada supir bus karena berhenti tiba-tiba.
"Maaf tadi ada mobil yang tiba-tiba melintas jadi saya harus mengerem mendadak. Kita akan kembali melanjutkan perjalanan" Ujar Sopir Bus itu menenangkan penumpangnya.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Seongwoo pada Daniel yang hanya diam disampingnya.
"Tidak apa-apa. Terima kasih hyung. Hyung juga tidak apa-apa kan?" Dibalas anggukan oleh Seongwoo.
Setelah 15 menit bus berhenti dihalte dekat sekolah mereka, beberapa penumpang turun termasuk Seongwoo. Daniel tidak turun karena Bus ini mengarah pada komplek perumahannya. Daniel beberapa kali menoleh karah turunnya Seongwoo sampai Seongwoo sudah terlihat lagi.
'Sampai jumpa besok disekolah. Istirahat yang cukup pasti lelah seharian jalan-jalan' Kata-kata itu terus terngiang di kepala Daniel sejak Seongwoo turun dari Bus tadi.
Daniel menghela nafasnya berat, rasanya seperti bangun dari mimpi indah dan kembali ke kenyataan. Entah apa yang akan terjadi saat ia sampai dirumah nanti, setelah ia bersenang-senang seharian ini.
Begitu juga dengan Seongwoo yang terus menoleh kearah halte dekat sekolahnya saat ia berjalan pulang dengan menggeret sepeda yang tadi ia ambil dari restoran Jisung. Seongwoo berjalan pelan seakan tidak ingin hari ini cepat berakhir karena setelah hari ini hari-harinya pasti akan semakin berat mana lagi ujian semester yang sudah didepan mata.
TBC
Halo halo aku balik bawa chap full ongniel ehe lebih panjang juga isinya semoga suka
maaf telat update, soalnya kemaren sempat sakit dan baru ada mood nulis hari ini
makin dikit aja yang review sedih sebenernya tapi aku berterima kasih banget yang udah mau review loh. makasih juga sama reader kasat mata yang mau membaca cerita amburagul ku ini ayo munculkan diri kalian kawan-kawan
ok itu aja thanks and see you later muah muah :v
