Rated : T/M

Genre : Romance,comedy,friendahip,drama,hurt

BoyXBoy

Dont like Dont Read

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 5

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Sunbae? NUGU?"tanya Chen memicingkan matanya pada Luhan.

Luhan yang tak sengaja keceplosan langsung memejamkann matanya erat. Kenapa aku bisa sebodoh ini.

"An-anni. Hanya salah bicara"jawab Luhan berusaha menetralkan intonasinya.

Namun Chen tak semudah itu percaya dengan Luhan. Siapa yang bisa percaya dengan hal itu? Luhan barusan berbicara lantang tanpa ada tekanan. kenapa sekarang ia malah bilang salah Bicara?

"Ayolah Lu,aku tau bagaimana ekspersi mu. Kau tak perlu menutupi nya. Jadi ceritakan siapa dia? Apa yang terjadi?"tanya Chen

"Hm.. aku kemarin kecelakaan"

"Mworago?! Kecelakaan?!"

"Ne. Dan Oh Sehun sunbaenim membantuku"

"Oh Sehun? Aigoo. Ceritakan segera bodoh!"

Luhan menceritakan segalanya tentang kejadian kemarin yang dialaminya. Chen dengan teliti memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut Luhan. Luhan menceritakannya sambil terus menulis pr nya. Tak ada yang di lebih lebihkan. Ia berkata kalau ia menangis. Tapi tidak berkata kalau ia dipeluk oleh Sehun

Chen yang selesai mendengarkan,tercengang. Sehun tak pernah memasukkan sembarang orang ke apartement nya. Namun sekarang? Luhan? Begitu mudahnya? Bisa saja kan,Sehun membawa Luhan ke rumah Kakaknya? Kenapa harus ke apartement nya? Hah ini aneh.

"Woahh Lu"

"Ada apa?"

"Kau adalah namja tercantik yang bisa masuk ke apartement Oh Sehun"kata Chen dengan intonasi berlebihan

Luhan memandang Chen sinis. Apa katanya tadi? Namja cantik? Yang benar saja!

"Aku manly,bodoh!"

Chen sedikit tertawa dengan reaksi Luhan. Luhan hanya bisa menggerutu sambil terus mengerjakan prnya.

"Tapi serius Lu. Kau tau? Oh Sehun adalah seorang remaja busniessman handal yang lajang dan tak pernah mengizinkan sembarang orang masuk ke rumahnya. Aku saja baru dua kali kesana"kata Chen

Luhan tercenga. Apa tadi? Lajang? Dasar Chen bodoh. Remaja tentu saja Lajang.

"Lajang?"

"Tak punya pacar,maksudku"

Luhan kembali tercenga. Kenapa pria setampan Sehun tak punya pacar? Apa ia ingin serius dalam masa pendidikan nya? Apa dia-

"Satu tahun yang lalu,yang kudengar dari kakaknya. Sehun meninggalkan Korea karena kekasih nya bernama Bae Joo Hyun meninggalkan nya. Aih gara gara apa ya? Aku lupa. Yang penting dia meninggalkan Seoul tepat 2 hari sebelum pertunangan mereka. Bae Joo Hyun mungkin tidak mau menikah dengan seorang brondong sperti Sehun. Karena ia adalah teman sekolah seangkatan dengan Kris Sunbaenim. Ya kalau Sehun sekarang berumur 18 tahun,berarti Joohyun sudah 24 tahun. Maka dari itu,Sehun menjadi sangatttt dingin asal kau tau. Woahh. Peruban banyak terjadi. Dia bukan orang yang gila kerja. Namun entahlah. Dia lebih suka bekerja."kata Chen menjelaskan

Luhan hanya manggut manggut mengerti apa yang diceritakan oleh Chen. Astaga. Hidup kisah cinta seeorang namja tampan pun tak kala rumitnya.

"Oh ya Lu, dan Sehun itu kehilangan pacarnya setelah 1 menit terlewatkan. Sehun datang setelah 1 menit Joohyun lepas landas. Maka dari itu. Ia sangat menghargai waktu. Sangat."kata Chen memberi penekanan

"Hei Chen. Kenapa kau mudah terbawa perasaan sekarang?"

Chen melihat ekspresi Luhan yang tertawa hanya bisa menggerutu sebal

"Aih. Kalau sampai nanti Sehun tergila gila padamu,rasakan!"

Luhan yang masih tertawa hanya menganggap perkataan Chen angin lalu yang datang hanya bertiup sebentar.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chanyeol mengantar Baekhyun sampai dengan kelasnya. Baekhyun lalu mendapat senyuman manis Chanyeol.

"Masuklah yeobo. Jangan genit ne?"

"Genit? Yang benal saja. Siapa diantala kita yang bekas playboy?"tanya Baekhyun nakal

Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia lalu tersenyum mendapati Baekhyun yang memandangnya sinis

"Arasseo. Mianhae. Sekarang murid tingkat pertama harus rajin belajar ne? Kalau tidak aku akan menghukum mu"kata Chanyeol mencubit pipi Baekhyun.

Baekhyun mau tak mau tersenyum melihat tingkah laku Chanyeol yang juga sangat menggemaskan.

"Ne sunbaenim"kata Baekhyun penuh penekanan lalu berhambur masuk ke kelas tak mempedulikam raut wajah Chanyeol yang memandanginya kesal.

Saat dikelas,Baekhyun mengeluarkan headset nya dan memasangnya dikedua telinganya. Sebelum seseorang menepuk bahu Baekhyun dan duduk di depan kursi depan meja Baekhyun dengan posisi terbalik

"Tao? Ah ada apa Tao?"

"Yha,apa tak boleh aku menghampiri sahabat ku sendiri?"tanya Tao sinis

Sahabat yang merebut calon pacar sahabatnya sendiri.

"Haha tentu saja boleh"jawab Baekhyun melepas headsetnya.

"Baek,kau ingat kan pesta akhir taun dan menyambut semester baru dirumah siapa?"tanya Tao dengan mata berbinar

"Iya iya Tao-ya. Di kediaman Kim. Kini giliran keluarga mu yang mendapat jatah" jawab Baekhyun

Pesta Akhir Tahun? pesta itu dilaksanakan saat akhir tahun dan menjelang semester baru untuk semua murid kelas 10,11,dan 12 yang diadakan KIS setiap tahunnya dengan giliran yang sudah ditentukan. KIS mengadakan dua kali perayaan. Pertam saat malam kelulusan dan kenaikan bagibpara siswa yang berlanjut sekolah disitu. Dan yang ini. Pesta Akhir Tahun

"Hehehe. Pasangan mu?"

"Ya semoga saja Chanyeol akan datang. Dan kau. Kau pasti dengan Kris sunbaenim yang aigoo. Tampan tujuh turunan itu kan? Kau beruntung Tao-ya"

Tao hanya bisa tersenyum kecut mendengar pembicaraan Baekhyun. Kau yang beruntung Baekhyunna. Tao sudah sangat menyukai Chanyeol saat ia masuk ke sekolah ini. Sebelum menjadi namjachingu seorang Xi Baek Hyun.

"Aigoo. Aku rasa itu adalah penderitaan yang kau sebut dengan keberuntungan"kata Tao dengan wajah kesal mengingat Bagaiman Kris akan overprotective padanya.

Kris memang sudah alumni dari KIS. Namun kehadirannya menjadi pembimbing esktrakulikuler melukis *plak* karena ia dulu adalah murid terbaik melukis membuat ia selalu diundang dalam acara apapun di KIS.

"Aigoo.. Tao-ya. Tak sadarkah kau betapa Kris sunbae nim sangat mencintaimu? Berapa kali ia menyatakan cinta padamu?"tanya Baekhyun.

Baekhyun benar. Kris sudah pernah menyatakan cinta pada Tao. Dan bukan sekali atau dua kali Kris mengungkapkan nya. Hampir disetiap pertemuan mereka,Kris selalu meminta Tao menjadi kekasihnya. Namun Tao hanya mencintai satu orang. Dan itu Chanyeol. Kekasih sahabatnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Malam hari terasa sangat dingin mengingat ini adalah malam yang sangat panjang karena Luhan harus memikirkan rumus untuk Fisika yang sangat sulit ia pecahkan.

"Aih.. ini sangat sulit. Aa eottokhae?"gerutu Luhan mengetuk ngetuk pensilnya

Ting...

Suara notification dari ponsel Luhan berbunyi. Terdapat notif dari sang idola,Luhan segera membuka ponselnya dan melihat siaran langsung yang dilakukan oleh idola nya di V App.

"Aa Yeoppo."kata Luhan tersenyum melihat model yang sangat di Idolakan Luhan.

"Aa Irene,kau sangat cantik"gumam Luhan.

Lalu ada notification lainnya dalam ponsel Luhan. Terdapat sms dari nomor yang tidak terkenal

From : xxxxx

Hey rusa. Sedang apa kau?

Oh Sehun

"Aih. Dapat dari mana si sialan itu nomor ponselku?"gerutu Luhan meneguk airnya memandangi ponselnya. Segera saja Luhan mengganti nomor itu dan menyimpannya ke dalam kontak pada ponselnya.

To : Sehun Pabboya

Rusa? Kau pikir aku rusa? Kalau begitu haruskah aku memanggilmu Koala?

Send. Luhan meletakkan ponselnya kasar. Mood saat membuka notification dari idolanya dengan mood saat membalas pesan dari Sehun itu sangat berbeda. Ya bisa dikatakan Luhan itu normal. Atau lebih tepatnya masih normal.

From : Sehun Pabboya

Koala? Apa aku sejelek itu?

Luhan meletakkan ponselnya kembali tak berniat membalas pesan dari Sehun. Luhan merebahkan dirinya kasar ke atad ranjang empuknya. Bayangan Sehun saat menolong nya menari nari. Luhan mencoba menghilangkan bayangan itu namun nihil. Bayangan itu terus berputar putar sampai menemani lelapnya dalam dinginnya malam ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kalau disana Luhan sedang menggerutu sampai tertidur maka,beda pula cerita yang dialami oleh Sehun. Ia sangat senang karena berhasil mendapatkan nomor ponsel Luhan melalui Chen.

To: Rusa Manis

Hay rusa. Sedang apa kau?

Oh Sehun

Sehun menunggu reply dari Luhan. Aih kenapa 30 detik rasanya lama sekali?

From : Rusa Manis

Rusa? Kau pikir aku rusa? Kalau begiti haruskah aku memanggilmu Koala?

Sehun memanyunkan bibirnya. Koala? Yang benar saja! Rusa itu cantik secantik mata Luhan. Tapi kenapa Luhan malah menyebut Sehun sebagai koala? Apa yang tampan dari seorang Koala?

To: Rusa Manis

Koala? Apa aku sejelek itu?

Lama Sehun menunggu balasan daru rusanya itu namun tak kunjung dibalas. Apa dia sudah tidur? Aih. Rusa memang membutuhkan tidur cantik sepanjang malam? Aigoo.. akhirnya Sehun pun ikut terlelap dalam keadaan masih memegang ponselnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Luhan berjalan menyusuri koridor sekolah yang tentu saja sudah sepi. Karena bel sekolah berbunyi sudah 10 menit yang lalu. Walaupun pelajaran belum dimulai.

Luhan berjalan santai sambil membaca buku lagunya. Banyak not not yang harus ia perbaiki lagi sebelum-

Brukk

"ahh"kata Luhan terjatuh.

Berusaha mendongak keatas,sebenarnya siapa yang masih berkeliaran saat jam pelajaran akan dimulai?

Saat Luhan mendongak keatas,tampak seorang wajah sangat familiar untuknya. OH SEHUN

Sehun menjulurkan tangannya upaya membantu Luhan. Luhan tidak menerimanya namun berdiri sendiri. Ia menatap tajam Sehun.

"Apa kau sekarang menjadi penguntit?"

Sehun menaikkan sebelah alisnya. Rusa ini tidak bisa berpikir positif kah?

"Penguntit? Lalu apa yang kau lakukan disini? Aku hanya ingin melihat buku yang kau bawa itu"

"Apa yang kau lakukan? Tentu saja sedang berjalan ke arah kelas. Dasar! Lalu apa gunanya kau menguntitku?

"Menguntit? Aku sudah bilang bukan,kalau aku hanya ingin melihat buku yang kau bawa itu"kata Sehun dengan menahan tawa karena wajah Luhan kian lama semakin merah. Entah karena malu atau marah.

"Ahh benarkah? Ahhh molla. Tapi sama saja bukan kau sudah menabrakku? Kurasa kau tak perlu minta maaf karena kita impas setelah kejadian waktu aku menabrak mu. Jadi aku pergi dulu"kata Luhan cepat

Luhan berlari cepat tanpa mempedulikan ekspresi Sehun yang aneh saat ini. Wajahku akan terbakar!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Saat istirahat berlangsung,Chanyeol yang masuk kelasnya tak sengaja berhadapan dengan namja super dingin yaitu Kai. Kai dan Chanyeol memang tak pernah akrab. hanya saha Chanyeol menampakkan ketidak sukaan nya pada Kai dengan cara menatap nya sinis,sedangkan Kai menampakkan nya dengan tenang tampa bicara. Chanyeol menatap nya lurus. Melihat reaksi apa yang diberikan oleh namja dingin ini

"bukan aku yang salah. Kau yang menghalangi jalanku. Jalan sudah kau penuhi dengan tubuhmu. Jadi bisakah kau geser sedikit?"tanya Kai dengan arogantnya. Chanyeol sedikit terhenyak ucapan namja ini. Namja itu juga bisa bicara rupanya.

"Ahh ne." Jawab Chanyeol

Chanyeol melihat terus Kai yang meneruskan jalannya sampai akhirnya-

Dug...

Kaki Chanyeol tersandung kursi sangat keras akibat matanya tidak melihat apa yang akan ditubruknya

"Ahh..."desah Chanyeol meringis kesakitan memegang kakinya.

Sehun yang sedang meneliti ponselnya melihat kearah Chanyeol yang sedang memegangi kakinya.

"Yha. Apa kau lupa tempat dudukmu hah?"tanya Sehun seolah dingin terhadap Chanyeol. Chanyeol hanya bisa menampakkan raut muka kesal bercampur kesakitan.

Chanyeol menarik asal kursi yang ada lalu mensejajarkan dengan kursi yang ditempati Sehun

"Sehunna. Apa kau tau pesta akhir tahun?"tanya Chanyeol

Sehun hanya mengernyit menandakan ia tidak tahu

"Jadi begini,setiap tahun sekolah ini akan mengadakan dua kali pesta" kata Chanyeol menunjukkan angka 'dua' pada jarinya. Sehun mengangguk

"Yang pertama saat pesta kelulusan dan kenaikkan,yang kedua akhir tahun. Dan pesta kali ini adalah di kediaman Kim. Ahhh Aku bisa mengajak Baekhyun ku yang manis bersamaku"kata Chanyeol menatap langit langit kelasnya dengan menghayal

Sehun hanya menggeleng gelengkan kepala nya. Dia tetap sibuk membalas email email masuk yang ada di ponselnya

"Tapi Sehunna,kau ini lebih baik tidak datang. Aku yakin kau akan menjadi bahan gosip siswa siswi disini karena saat kau datang kau tidak membawa pasangan padahal kau tampan. Yaa walaupun tak setampan diriku. Hahaha"kata Chanyeol menerangkan.

Sehun berpikir,ia tak pernah menghadiri dan menganggap penting pesta kalau itu tak melibatkan keberhasilan suatu pekerjaan. Namun,kenapa kali ini ia berpikir lain? Kenapa ia berpikir pesta ini begitu pentingnya? Apakah ia teramat ingin mengajak rusa cantik itu? Ya. Sehun bukanlah orang yang munafik. Ia tak memungkiri kalau ia tertarik dengan kepribadian rusa cantik itu. Luhan. Ia akan mengajak Luhan kepesta itu.

"Aku akan membawa pasangan ku Yeol."jawab Sehun mantap.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pelajaran sudah kembali berlangsung. Luhan yang duduk disamping Chen sedang mendengarkan penjelasan dari guru Fisika yang menjelaskan tentang materi untuk ulangan semester. Chen yang bosan mendengarkan,ia menoleh kearah Luhan yang mendengarkan sambil mencatat materi materinya

"Luhan,apa kau akan datang untuk pesta akhir tahun nanti?"

Luhan yang masih fokus dengan buku nya sedikit berdecak kesal ke arah Chen. Ia bahkan tau,kalau Luhan tidak suka pesta.

"Anni"

"Ahh Luhanna,ayolah. Ini di kediaman keluargaku,masa iya kau tidak datang?"

"Aku tak punya pasangan Chen"

"Ahh itu tidak usah dipikirkan. Datang yaa datang yaa? Aku janji akan ada kue stroberi spesial untukmu"

"Yaa bisa diatur"

"Yeayy!"pekik Chen agak keras menimbulkan Jung Seonsaengnim menoleh dan mendekati Chen memberikan spidolnya

"Bisa kerjakan soal di depan Chen-ah?"

Chen hanya menyenggol nyenggol tangan Luhan yang masih mencatat dengan rajinnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Aduh kira kira mau gak yaa Luhan?

Annyeong reader-nim. Maaf nih ngaret. Soalnya lagi uji coba lho. Doain ya biar nilainya bagus. Hehe aamiin😇

Untuk chap selanjutnya,insyallah dibikin panjang deh. See you😊