Wanna Be
By. cyhds21
Main Cast: Ong Seongwoo, Kang Daniel
Support Cast: OC, Wanna One, PD101S2 Trainee and Other
Warning: Typo(s), EYD, OOC etc.
Don't Like, Don't Read
Tok Tok
"Masuk!"
Seseorang masuk kedalam kamar bercat biru muda itu.
"Kenapa belum tidur? Tidak biasanya kau belajar sampai jam segini" Kiwon menaruh sebuah nampan dengan gelas berisi susu coklat di atas lemari kecil di samping meja belajar Daniel.
"Ada yang ku kerjakan. Tunggu! Bukankah aku minta kopi kenapa jadi susu?" Daniel mendelik kearah Kiwon yang akan meninggalkan kamarnya.
"Kau harus tidur tuan muda sebentar lagi ayahmu pulang" Kiwon menutup pintu Daniel agak keras.
Daniel hanya mendengus mendengar jawaban Kiwon, tapi akhirnya ia tetap meminum susu yang dibawakan Kiwon dan membereskan alat tulisnya. Daniel tersenyum menatap buku-buku catatan yang dikerjakannya beberapa minggu ini. 'Semoga ini bisa membantu' gumamnya.
21
Pagi ini Daniel lebih dulu berada di meja makan, sambil memakan sarapannya Daniel celingukan mencari keberadaan Kiwon.
"Cepat habiskan makanan anda tuan muda nanti anda bisa terlambat" Ujar Bibi Lee saat melihat Daniel yang ogah-ogahan menghabiskan sarapannya.
"Kiwon mana bi?" Daniel menaruh sumpitnya tanda ia selesai dengan sarapaannya.
"Kiwon sudah berangkat pagi-pagi sekali katanya ada urusan" Bibi Lee berbicara sambil menyiapkan pesanan Daniel. "Ini bekalnya! Untuk apa anda bawa bekal sampai dua kotak begini?" Bibi Lee menyerahkan paper bag pada Daniel yang berisi dua kotak bekal pesanan Daniel.
"Ada deh. Kalau begitu aku berangkat dulu Bi" Daniel membungkuk sebentar dan melambai sambil tersenyum, saat Daniel berbalik ekspresi Bibi Lee berubah sendu.
Daniel yang berjalan keluar rumah sedikit merasa aneh dengan sikap Bibi nya yang satu itu. 'Kenapa Bibi memanggilku tuan muda lagi? Kemarin Kiwon juga memanggilku tuan muda.' Pikirnya. Daniel merasa Bibi Lee menyembuyikan sesuatu, Daniel hendak bertanya kenapa Kiwon berangkat pagi tapi ia urungkan karena melihat raut wajah Bibi Lee yang tidak seperti biasanya.
"Tuan muda cepat masuk nanti anda bisa terlambat" Daniel tersentak mendengar suara Paman Lee, ternyata ia berdiri melamun disebelah mobil. 'Tuh kan Tuan muda lagi.' Wajah Daniel berubah datar sambil masuk kedalam mobil yang akan mengantarnya kesekolah.
21
Seongwoo sedang menyalin catatan bahasa korea Heesung saat seseorang memanggilnya. Seongwoo melihat kelasnya yang ternyata sepi dan beralih pada Minhyun yang berdiri didepan kelasnya.
"Seongwoo-ah ada yang mencari mu!" Bergegas ia menghampiri Minhyun.
"Siapa? Eoh! Ada Daniel." Seongwoo langsung sumringah saat mendapati Daniel didepan kelasnya, masih ada Minhyun juga disana.
"Dari tadi dia berdiri disini, makanya aku tanya. Lain kali tanya saja dengan teman sekelas nya tidak apa-apa, tidak usah takut." Setelah melihat Seongwoo atensi Minhyun beralih pada Daniel.
"Terimakasih sunbae." Daniel menunduk sedikit kearah Minhyun.
"Terimakasih ya Min." –Seongwoo
"Iya-iya. Kalau begitu aku kembali kekelas duluan ya." Minhyun berjalan kembali kekelasnya di kelas 3-1 sambil melambai kepada Seongwoo dan Daniel. Dibalas anggukan oleh Seongwoo.
"Ada apa mencariku?" Seongwoo menoleh pada Daniel.
"Ikut sebentar" Daniel menarik tangan Seongwoo dan berhenti didekat tangga, yang kebetulan sedang sepi. "Ini!" Daniel memberikan paper bag yang dari tadi dibawanya kepada Seongwoo.
"Apa ini?" Seongwoo menerima paper bag itu dan mengntip isinya.
"Dibukanya nanti saja. Eh ngomong-ngomong tadi itu Minhyun Sunbae kan? Wah ternyata dia lebih tampan saat dilihat dari dekat" Daniel berdecak kagum saat mengatakannya.
"Heh? Tampanan juga aku" Ujar Seongwoo, Keningnya agak berkerut saat mendengar perkataan Daniel.
"Tapi dia terlihat seperti idol-idol yang ada di televisi itu loh" Daniel tersenyum sampai memperlihatkan Bunny Teeth nya saat mengatakan itu.
"nah aku terlihat seperti aktor-aktor yang ada di televisi itu" Balas Seongwoo dengang wajah songongnya.
"Percaya diri sekali kau Ong Seongwoo" Daniel melihat Seongwoo dari atas sampai bawah dan menatap remeh Seongwoo.
"Yah tidak percaya. Siapa aktor yang tampan Song Joongki? Nam Joohyuk? Ahn Jaehyun? Hah? Mereka masih kalah tampan dengan ku." Ujar Seongwoo tambah songong.
Daniel menatap jengah Seongwoo yang sedang menyombongkan dirinya.
"Tapi menurutku yang lebih tampan itu Yoo Jaesuk Sunbaenim" Daniel memeletkan lidahnya dan berlari menuruni tangga meninggalkan Seongwoo.
"Yak! Kang Daniel!"
"Jangan berlari ditangga!" Seongwoo mengintip kebawah saat Daniel sudah hilang ditikungan tangga. "Ada-ada saja anak itu" Seongwoo menggeleng maklum melihat kelakuan Daniel.
Sambil berjalan kembali kekelasnya, Seongwoo membuka paper bag di tangannya. Ada kotak bekal dan 3 buku catatan dan sebuah kertas.
'Dimakan ya Hyung.
Semoga catatannya bisa membantu hyung untuk belajar ujian nanti' ditambah dengan Emoticon senyum.
Seongwoo tersenyum membacanya "Sampai repot-repot begini" Gumam Seongwoo. Ya Ujian semester tinggal menghitung hari, Seongwoo juga sudah istirahat dari pekerjaannya. Tapi sampai hari ini Seongwoo belum bisa mengejar ketinggalannya, ia masih sering ketiduran dikelas karena kelelahan. Padahal ia selalu ikut kelas tambahan dan ditambah lagi les kadang ia juga minta ajarkan dengan teman-temannya, tapi tetap saja susah rasanya.
21
Daniel berjalan sendiri dikoridor kelasnya, ia baru saja menyelesaikan makan siangnya, tapi Daniel merasa aneh dengan pandangan teman-teman seangkatannya saat ia melewati mereka. Ekspresi Daniel berubah cerah saat melihat Kiwon keluar dari kelasnya.
"Kiwon-ah!" Daniel berlari menghampiri Kiwon.
"Ada apa?" Kiwon berhenti dan berbalik kearah Daniel dengan wajah cuek.
"Kenapa kau berangkat pagi sekali tadi pagi? Tugas Osis kah?" –Daniel
"Bukan urusanmu. Sudah kan? kalau begitu aku pergi dulu" Kiwon meninggalkan Daniel yang kebingungan begitu saja.
'Kalau aku jadi Kiwon aku tidak akan mau berbicara dengannya lagi'
'Kiwon itu terlalu baik'
'Tapi untungnya sepertinya Kiwon tidak terlalu menanggapinya'
Daniel berbalik dan melirik tajam 2 orang yang tadi berbisik tentangnya dan Kiwon.
"Badan saja yang laki-laki tapi mulutnya seperti perempuan" Ujar Daniel santai sambil berjalan kembali kekelasnya.
21
"Memang bener ya rumor tentang Daniel dan Kiwon itu?"
"Yang mana?"
"Yang masalah peringkat itu."
"Ouhh Iya iya. Dari mana ya kira-kira rumornya itu?"
"Beneran ya?"
"Melihat dari ekspresi Kiwon sih sepertinya benar."
"Tapi kok Daniel nya terlihat biasa saja?"
"Terlalu lama diluar negeri kali jadi tidak tahu malu."
"Hush nanti kalau orangnya dengar bagaimana?"
"Memang apa sih beritanya?"
"Dasar Kudet."
"Katanya Ayah Daniel yang jadi majikan Keluarga Kiwon, Kiwon harus mengalah pada Daniel agar Daniel bisa berada di peringkat satu parallel. Kalau tidak Keluarga Kiwon akan dipecat dari pekerjaan mereka."
"Kok jahat sekali."
"Kan mereka sudah bersama sejak lama. Kok bisa begitu?"
"Entahlah."
Seongwoo yang dari tadi mendengar percakapan orang-oarang itu lama-lama gerah juga. Ia baru saja menyelesaikan urusan perutnya sekarang malah telinganya yang sakit mendengar pembicaraan tidak bermutu itu.
"Siapa yang bilang begitu? Siapa yang menyebarkan rumor seperti itu?"
Seongwoo yang awalnya mau keluar dari bilik toilet mengurungkan niatnya saat mendengar suara Daniel diluar sana.
"Tidak usah pura-pura tidak tahu Kang kau pasti senang kan?"
"Itu Tidak Benar!"
"Bukankah Kiwon tadi mengabaikan mu, berarti rumor itu benar."
Buk! Buk!
"Kang Daniel!"
Seongwoo ingin cepat-cepat keluar mendengar keributan diluar tapi dengan sangat tidak beruntungnya Seongwoo malah melukai tangannya karena terbentur besi pada pintu. Setelah melihat kondisi tangannya baru Seongwoo keluar. Seongwoo agak kaget melihat suasana toilet sekarang.
Bisa Seongwoo lihat seseorang memegang pipi kanannya yang terlihat agak biru sambil bersandar pada Wastafel, sedangkan teman-temannya hanya diam karena shock. Dan didepan sana Minhyun sedang menahan Daniel yang terlihat emosi.
Minhyun yang menyadari keberadaan Seongwoo memberi signal bada Seongwoo untuk mengikutinya keluar. Seongwoo yang sadar mengangguk dan menghampiri Minhyun dan Daniel yang sekarang menunduk.
"Ayo keluar" Bisik Seongwoo pada Daniel dan menuntunya keluar disusul oleh Minhyun.
"Ong!" Seongwoo menoleh dan mendapati Jonghyun partner kerjanya waktu di Osis dulu.
"Kenapa?" –Seongwoo
"Bisa ikut sebentar?" –Jonghyun
Seongwoo menatap sebentar kearah Minhyun dan Daniel yang masih diam. Minhyun hanya mengangguk dan seakan bilang 'Serahkan saja padaku. Pergilah.' Soengwoo hanya tersenyum simpul mennaggapi.
"Hyung pergi sebentar, nanti hyung menyusul." Tidak melihat tanda-tanda Daniel akan membalasnya, Seongwoo langsung saja pergi dengan Jonghyun.
Sekarang Minhyun berdua saja dengan Daniel, Minhyun bingung sebenarnya mau apa. Tapi sepertinya tidak baik meninggalkan Daniel sendiri sekarang karena dia membutuhkan teman. Makanya Daniel hanya diam tadi saat Minhyun menegurnya bukannya lari seperti orang kebanyakan.
Daniel mulai berjalan meninggalkan Minhyun, Minhyun yang sadar hanya mengikutinya dari belakang, Daniel tiadak akan mengusirnya sepertinya.
21
Atap tempat biasa Seongwoo dan Daniel mengobrol. Disini lah sekarang mereka. Daniel hanya duduk diam menghadap lapangan sekolah, Minhyun juga hanya diam disebelahnya. Minhyun menunggu apakah Daniel mau berbicara terlebih dahulu atau tidak.
"Terima kasih Sunbae" Minhyun menoleh mendengar seseorang disebelahnya bersuara.
"Eh. Ah iya. Kau tidak apa-apa kan?" Dibalas anggukan oleh Daniel.
Hening lagi, Minhyun greget saat Daniel malah diam lagi bukannya bilang sesuatu.
"Menurutmu siapa yang menyebarkan rumor itu?" Tanya Minhyun hati-hati.
"Tidak tau. Yang pasti bukan Kiwon. Sekalipun rumor itu benar, Kiwon tidak mungkin berbicara begitu." –Daniel
"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" –Minhyun
Daniel hanya membuang nafasnya berat dan menggindikan bahunya tanda tidak tahu.
"Ekhm!" Mereka berdua menoleh kebelakang dan medapati Seongwoo berjalan kearah mereka dan ikut duduk di sebelah Daniel yang kosong. Jadi posisi Daniel ada ditengah-tengah.
"Ini" Seongwoo memberikan sebotol masing-masing susu pisang pada Daniel dan Minhyun. 'Untung beli lebih' Inner Seongwoo.
"Terima kasih Hyung/Ong" Daniel dan Minhyun mengucapkannya bersama-sama. Seongwoo mengerutkan dahi jadinya.
10 menit mereka hanya berdiam dan sibuk dengan minum masing-masing. Seongwoo sebenarnya lirik-lirik pada Minhyun. 'Ini Si Minhyun nggak ada niat pergi apa?' Pikir nya.
"Sudah merasa baikan?" Seongwoo bertanya pada Daniel yang sedang sibuk mengoyang-goyangkan botol susunya untuk bisa menyedot sisa susu didalam botol itu.
"Hm. Aku tidak apa-apa." Jawab Daniel tanpa menoleh sama sekali.
Seongwoo yang gemas karena merasa kalah menarik dari susu pisang itu akhirnya merebut botol kosong Daniel dan mengganti nya dengan yang masih utuh serta menancapkan sedotan pada penutupnya. Danielnya? Nyengir dengan memperlihatkan giginya tapi matanya menghilang. Minhyun? Terkekeh melihat interaksi dua orang disampinya itu.
Tanpa mereka sadari ada dua orang yang melihat mereka dari pintu atap.
"Kenapa kau biarkan rumor itu semakin tersebar luas?"
"Biar ia juga merasa bagaimana penderitaanku."
"Kau pasti tau kan siapa yang menyebarkannya?"
"Diam lah Kim Jaehwan!"
"Ini Bukan kau Lee Kiwon."
Setelahnya Kiwon langsung meninggalkan tempat itu.
TBC or END :v
Makin gaje dan absurd ya? Emang ehe :v maafkeunnn
Oke aku kembali sama chap baru yang penuh drama aka sinetron ini hedeh
Aduh ini kok suami saya jadi kek gini /lirik kiwon /flip table
oh iya kalo aja ada yang masih nggak tau ini Bot!Niel ya aku nggak terlalu nekanin itu sih diceritanya sih soalnya aku fokus sama masalah kehidupan mereka tapi bisa aja nanti di endingnya aku kasih yang bener-bener nekanin gimana hubungan mereka
Makasih buat yang masih mau baca cerita ini aku lanjutin cerita ini karena kalian loh, tapi aku bakal lebih sederhana in cerita ini biar cepet tamat takutnya mood ku ilang buat nulis kalo tetap sama rencana awal yang ribet dan panjang.
Makasih banyak banget buat yang setia meninggalkan review tapi maaf aku nggak balas ehe ya begitu deh
hayo jangan lupa tinggalakn jejak nya soalnya belakangan ini mood nulisku mulai berkurang, dengan review an kalian bisa membangkitkan mood ku buat lanjut karena aku ngerasa ada yang nunggu cerita ini
Ok sekian terima kasih dan sampai jumpa di chap selanjutnya ^^
