Rated : T/M

Genre : Romance,comedy,friendship,drama,hurt

BoyXBoy

Dont like Dont Read

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 7

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hah malam ini sungguh malam yang indah untuk Sehun. Karena selain suasana hatinya sangat baik,ia bisa lancar mengerjakan pekerjaan kantornya dengan lancarnya.

Sehun beranjak dari kursi kerjanya menuju kamarnya yang sangat damai dan luas. Sehun membuka buku bacaan nya. Sehun memang salah satu pria yang gemar membaca novel. Namun Sehun menanggapi novel itu dengan "ck" jika kurang bagus,dan "whoah" jika itu menarik. Sehun merasakan ada getaran pada meja disamping kasurnya. Itu adalah getaran yang berasal dari ponselnya. Sehun mengambil ponselnya dan tersenyum saat melihat siapa yang mengirimi nya pesan

From : Rusa Manis

Kau suka warna apa?

Sehun dengan cepat membalas pesan dari Luhan yang mulai bersikap baik dengannya. Ya mungkin untuk saat ini.

To : Rusa Manis

Apa ini bentuk perhatian?

Send. Sehun ingin berbasa basi sebentar dengan rusa nya ini. Ya tidak ada salah nya kan? Entah ini rasa suka sesaat atau rasa apa Sehun tak pikir panjang. Yang penting ia tertarik pada Luhan. Sehun tak peduli tentang benteng es yang kokoh pada dirinya.

From : Rusa Manis

Aigoo. Cepatlah jawab! Apa tidak ada jawaban yang memuaskan?

Sehun mempoutkan bibirnya. Rusa ini galak sekali. Apa ia tidak mempunyai rasa peka sama sekali? Kenapa ia selalu menghindari nya? Apa Sehun kurang tampan?

To : Rusa Manis

Kenapa kau sangat galak? Bisakah kau bersikap manis?

Ting..

"Aigoo cepat sekali ia menjawab"gumam Sehun sedikit tersenyum

From : Rusa Manis

Tidak! Karena kau sudah pahit! Cepat katakan,oh ya ampun!

Sehun tertawa dengan balasan Luhan. Pahit? Yang benar saja. Sehun yakin Luhan hanya menghindari rasa canggung nya. Tapi,untuk apa Luhan canggung berada di dekatnya?

To : Rusa Manis

Ayolah Lu,manislah sedikit.

From : Rusa Manis

Shireo!

To : Rusa Manis

Aigoo. Arasseo. Aku suka warna putih.

Tak terasa waktu sudah 5 menit Luhan tak membalas pesan Sehun. Inilah yang membosankan. Luhan tidak akan membalas basa basian Sehun walaupun Sehun saat ini memegang kartu as Luhan. Sehun berdecak kesal namun sedikit tersenyum.

"Apa ia bisa menggantikanmu Joohyun-a?"gumam Sehun sebelum terlelap dalam mimpinya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sehun baru saja sampai di sekolah. Tak peduli bagaimanapun fans fans nya menyambutnya dengan meriah,ia tak peduli dan tidak menerima apapun dari fans nya. Sehun membiarkan semua fans nya kecewa dengan angkuhnya. Tak peduli ia kehilangan fans nya,toh itu tak berguna untuk Sehun.

Ponsel Sehun bergetar,ia melihat sekilas ada panggilan dari sekretarisnya. Sehun mengangkat panggilan itu dengan tetap berjalan menuju kelasnya.

"Yeobosyeo"

(...)

"Aku akan terlambat sebentar nanti. Kau jamu saja semua tender kita sebentar. Aku ada urusan mendadak. Tapi hanya sebentar aku janji"

(...)

"Baiklah."

Tut..

Baru kali ini,Seorang Oh Sehun menunda acara kerja nya,dan Hal itu yang membuat karyawan nya bingung dan tidak mengerti. Namun mereka berusaha memahami.

Sesampai di kelas,Sehun meletakkan tas nya dan duduk dikursinya sambil memainkan ponselnya. Chanyeol yang baru datang terlihat kesal dan ingin segera duduk ditempatnya.

"Geser"titah Chanyeol

Sehun yang sedikit bingung langung menggeser tempat duduknya. Chanyeol akhirnya duduk dengan perasaan sangat kesal. Sehun dapat melihat dengan jelas,warna merah pada wajah Chanyeol menjelaskan betapa marahnya ia.

"Aku kesal dengan kkamjong itu. Ahh kesal sekali!"gerutu Chanyeol menjambak rambutnya.

Sehun melihat itu langsung memasukkan ponsel nya ke dalam saku celananya,lalu membuka buku pelajaran nya.

"Memang kenapa? Dan siapa itu kkamjong?" Tanya Sehun tanpa menoleh

"Kai. Aish. Kkamjong itu kemarin menemani Baekkie ku ke toko buku. Dan dengan perasaan tanpa bersalahny,saat ku tanya ia menjawab 'ya,apa urusanmu?' Aish aku yakin ia tak punya rasa takut sama sekali."gerutu Chanyeol

"Memangnya apa yang harus ditakutkan?"tanya Sehun polos menggoda Chanyeol

"Kau mau terjun dari lantai atas sendiri atau perlu ku bantu?"

"Anni" sehun hanya nyengir lalukembali fokus pada bukunya.

Chanyeol melipat tangan nya di dada dan menenggelamkan wajahnya di belahan tangan itu.

"Aaa kurang sempurna apa aku? Ahh eotteokhae?"

Sehun hanya tersenyum melihat sahabatnya itu dan menggeleng gelengkan kepalanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Luhan sedang duduk bersama Kyungsoo meninggalkan Chen yang menggerutu sendiri karena nya. Hari ini Luhan sedang ingin duduk bersama Kyungsoo karena ingin lebih serius ke mata pelajaran. Luhan mempunyai banyak teman. Tapi,yang sangat dekat dengannya adalah Kyungsoo dan Chen. Tapi terkadang,Chen menyebalkan karena ia selalu menganggap dirinya satu satunya 'namja' di antara persahabatan mereka.

"Anak anak,sampai sekian pelajaran dari saya,sampai berjumpa minggu depan"kata Lee seonsaengnim meninggalkan kelas.

Kelas Luhan sedikit ricuh mengingat setelah pelajaran Lee seosaengnim tadi ada pemberitahuan bahwa kelas Luhan akan kosong di jam berikutnya. Kelas menjadi ricuh. Ada yang tertawa,bercanda,bermain,menyanyi,dan lain lainnya. Namun Luhan dan Kyungsoo tidak ikut berpartisipasi untuk membuat kelas menjadi ricuh. Mereka memilih bercerita dengan pelan,meninggalkan Chen yang ikut bertisipasi dalam membuat kelas mereka ricuh.

"Hey Soo-ya. Kau akan berpasangan dengan siapa malam pesta nanti?"tanya Luhan dengan menoleh

"Entahlah. Aku akan kesana sendiri. Memang kenapa? Atau jangan jangan,kau akan datang juga?"tanya Kyungsoo

"Hm-m"jawab Luhan manggut manggut.

Kyungsoo membelalak tak percaya. Untuk pertama kali nya Luhan datang ke pesta yang diadakan sekolahnya. Sungguh. Siapa yang berhasil membujuknya?

"Jinjjayo? Ahh daebakida. Kau akan merasakan meriahnya pesta malam tahun baru nanti"kata Kyungsoo tersenyum lebar

Luhan berdecak kesal dan melengos. Apakah benar yang dikatakan Kyungsoo tadi? Se meriahkah itu? Se menyenangkan kah itu?

"Kuharap begitu"

"Hei waeyo?"

"Entahlah soo. Aku tak begitu yakin"Luhan memasang wajah melasnya

"Gwaenchana. Semua akan baik baik saja. Luhanna hwaiting!"

Luhan tersenyum melihat Kyungsoo begitu perhatian padanya. Ya,Kyungsoo juga bernasib sama sepertinya. Selalu dibilang 'cantik' oleh semua orang yang melihatnya. Kyungsoo adalah anak bungsu dari keluarga Park yang memiliki toko Kue dan Coklat di Seoul. Kyungsoo sangat gemar memasak dan menyukai semua yang berwarna warni.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kringgg...

Bel sekolah berbunyi. Semua murid berhambur keluar dari kelasnya masing masing untuk pulang dan membersihkan diri. Luhan pun juga begitu. Ingin segera pulang dan melanjutkan 'pekerjaan' nya membuat lagu ciptaannya.

Baru beberapa langkah ia keluar dari kelasnya,seseorang menarik tangannya dari belakang dan Luhan bertubrukan dengan badan seseorang itu. Siapa sangka,ia akan bertubrukan dengan Oh Sehun. Itu semua seakan dejavu untuk Luhan sendiri. Luhan bisa merasakan jantungnya berpacu cepat. Sangat cepat.

Senyuman manis Sehun menyadarkan Luhan kalo diri mereka masih saling bertubrukkan. Dengan cepat Luhan menarik tubuhnya dari tubuh Sehun. Luhan masih bisa merasakan pipi nya terbakar. Sehun melihat nya hanya bisa tersenyum dan menahan tawa.

"Mwo? Apa lagi?"tanya Luhan berusaha berkontak mata dengan Sehun

"ikut aku."

"Kemana?"

"Memilihkan baju untukmu"

"Baju?!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Dan disini lah Sehun dan Luhan. Di beautique kepercayaan Nyonya Oh setiap membeli pakaiannya. Nyonya Oh atau Miranda Kerr adalah ibu rumah tangga yang modis dan mementingkan fashion nya. Tak jarang jika 2tahun yang lal,Miranda kerap meminta Sehun menemani nya ke sini.

"Selamat Siang Tuan muda Oh"kata karyawan beautique itu.

Sehun hanya mengangguk dan meneruskan jalannya. Luhan sedikit menoleh pada Sehun dan berdecak kesal dalam mulutnya 'sombong sekali namja ini'

"Berika pakaian pakaian terbaik kalian. Utamakan tuxedo. Aku ingin ia memakai nya dengan baik"kata Sehun duduk di soffa tunggu

"Baik tuan muda"

Akhirnya para karyawan disitu memberika pakaian pada Luhan terutama tuxedo yang diminta Sehun. Dan parahnya Luhan harus bolak balik masuk ruang pass karena Sehun belum mengangguk sama sekali

"Ganti"

"Ganti"

"Ganti"

Begitu seterusnyam entah berapa baju dalam 10 menit yang harus Luhan ganti dengan cepat mengingat titah Sehun juga cepat. Sampai akhirnya Sehun terpana melihat Luhan memakai Tuxedo putih dengan serpihan emas pada lengannya. Luhan untuk ukuran laki laki memang,ehm cantik. Sehun mengangguk dan Luhan bisa merasakan nafasnya berjuta juta kali lebih lega.

Sehun menimbang nimbang. Ia menunjuk 4 tuxedo berwarna Pink,Orange,Putih tua,dan biru laut

"Aku pilih itu,itu,itu,dan itu"

"Ahh ya tuan muda. Apa anda ingin membeli keempatnya?"

"Anni. Berikan aku semua baju pada tokomu,kecuali empat tadi. Kirim ke apartement ku. Ini alamatku. Titipkan pada recepcionist nya. Ayo pergi"kata Sehun menarik tangan Luhan.

Ketika Sehun dan Luhan pergi,salah karyawan mendekati karyawan yang membawa alamat Sehun tadi

"Hey,berapa Tuxedo yang paling murah dibeli Tuan Muda Tadi?"

"5 Juta Won. Aigoo"

"Mwo?! 5juta? Paling murah?"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Agak greget sama chap ini soalnya sempet buntu,tapi syukurlah bisa sampai TBC dengan tetep jalan :" wkwk. Sory for typos and keep RCL yaww. Paypay. See you in the next chap!