Wanna Be
By. cyhds21
Main Cast: Ong Seongwoo, Kang Daniel
Support Cast: OC, Wanna One, PD101S2 Trainee and Other
Warning: Typo(s), EYD, OOC etc.
Don't Like, Don't Read
"Sebenarnya apa yang kau pikirkan hah? Sampai-sampai kau mengusir keluarga Lee begitu."
"Kenapa? Bukankah mereka sudah terlalu lama bersama kita? Apa salahnya aku membiarkan mereka memiliki kehidupan mereka sendiri."
"Tapi bukan begini caranya! Kau bahkan melibatkan Daniel"
"Siapa yang melibatkan Daniel? Aku hanya membantunya"
"Membantunya kau bilang? Apa seperti itu dapat disebut membantu. Putramu menjadi pembicaraan seluruh sekolah karena ia menyuruh sahabatnya untuk mengalah padanya. Apa itu akan membentunya? Bukannya membantu itu akan membuat Daniel dicap sebagai anak yang jahat dan hanya memanfaatkan kekuasaan ayahnya. Pasti Daniel juga sakit hati karena ayahnya sendiri bahkan tidak percaya dengan kemampuannya"
"Siapa yang berani menyebarakannya?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan Tuan Kang!"
"Apa benar rumor yang tersebar di kantor itu? tentang penggelapan gaji pegawai itu?"
"Apa kau tidak bisa lebih pelan? kalau ada yang mendengar bagaimana?"
"Jadi rumor itu benar? Hah? Jawab aku Kang Junwoo!"
"BERISIK!"
BRAK!
"Berani ayah menyakiti ibuku"
Daniel mengacak rambutnya frustasi, percakapan ayah ibunya yang ia dengar dari luar kamar mereka seminggu lalu terus terngiang di telinganya. Ayahnya bahkan mengangkat tangannya seakan ingin memukul ibunya saat Daniel masuk. Entah apa yang akan terjadi jika ia tidak buru-buru masuk waktu itu.
Bisa Daniel liat gerbang sekolahnya dari luar bus yang ia tumpangi. Saat bus berhenti dihalte dekat dengan sekolahnya Daniel langsung saja turun, masih ada waktu 30 menit sebelum ujian hari kedua dimulai.
Sejak kejadian seminggu lalu, Daniel memilih naik Bus. Keluarga Lee pindah atau mungkin diusir dan dirumah mereka ada pembantu dan supir baru, kamar Kiwon bahkan sudah rapi speperti tidak pernah dihuni sebelumnya. Sejak malam itu Daniel juga tidak pernah melihat ayahnya lagi, biasanya setidaknya ada sekali dalam sehari mereka bertemu, kabar tentang pekerjaan diluar kota atau luar negeri juga tidak ada. Daniel bersyukur sih, benar kata ibunya Daniel sakit hati karena ayahnya seperti tidak percaya pada kemampuannya.
Daniel ingin sekali bicara pada Kiwon hampir setiap hari ia menghubungi Kiwon namun tidak satupun yang digubris olehnya, disekolahpun mereka hampir tidak ada bertemu padahal kelas mereka bersebelahan.
"Hey kalau berjalan itu lihat depan. Memangnya ada kucing ya jadi kau jalan menunduk begitu?"
Daniel tersentak saat seseorang menepuk pundaknya.
"Jaehwan-ah" Daniel tersenyum simpul saat tahu Jaehwan yang menegurnya.
"Ayo kekelas" Jaehwan merangkul pundak Daniel dan mengajaknya cepat-cepat kekelas.
Ya sejak saat itu hanya sedikit yang mau menegur Daniel lebih dulu, rumornyanya hanya tersebar di kalangan kelas 2 dan 3. Jaehwan, Minhyun, Dongho dan Seongwoo yang palig sering menegurnya terlebih dahulu, sisanya hm untuk kelas 3 Daniel memang hanya kenal 3 orang Dongho kakak sepupunya, Minhyun dan Seongwoo, kelas 2 tepatnya dikelasnya kalau tidak Daniel yang menegur mereka duluan Daniel seperti tidak dianggap ada dikelas.
21
"Wontak Hyung tunggu!" Kiwon menghampiri Wontak yang kebetulan baru saja turun dari tangga ke lantai dasar.
"Kenapa?" Tanya Wontak melihat Kiwon yang sedang berlari kearahnya.
"Ikut aku!" Kiwon langsung menarik tangan Wontak dan Membawanya ke taman yang sedang sepi. Sekarang sedang jeda istirahat sebelum ujian mata pelajaran selanjutnya.
"Apa benar hyung yang menuliskan artikel tentang aku dan Daniel waktu itu di sns? Dan membagikannya ke halaman sns sekolah?" Kiwon to the poin karena memang waktu mereka tidak banyak. Sudah beberapa hari Kiwon ingin bicara pada Wontak namun Wontak seperti menghindariya.
"Kenapa kau bertaya begitu?" Wontak bertanya santai.
"Hanya saja.."
"Apa sebegitu setianya kau dengannya sampai disaat begini saja kau masih membelanya?"
"Jadi? Benar hyung yang melakukannya?"
"Sadarlah Lee Kiwon! Manusia tidak ada yang selamanya jadi baik. Saat mereka sangat menginginkan sesuatu mereka pasti menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya"
"Tapi Daniel tidak begitu! menyesal aku menceritakan semuanya padamu Hyung kalau kau seperti ini"
"Terserah kau saja."
Kiwon diam dia tidak tau ingin membalas apa semua perkataan Wontak bagaimana, perkataan Wontak ada benarnya juga.
"Apa kau tidak lelah? Bukankah kau dan Jaehwan dulu sering mengalah untuknya sampai-sampai orang tua kalian datang kesekolah. Padahal orang tua Daniel tidak pernah datang."
"Itu semua perbuatan ayahnya bukan Daniel. Aku dan Jaehwan tidak pernah mengalah pada Daniel."
"Kau bahkan masih bisa membelanya. Sadarlah! Orang tuaku, orang tuamu, dan ayah Seongwoo kehilangan pekerjaan mereka karena tuan besar Kang itu!"
"Berhenti Hyung!" Kiwon menunduk dalam ia bingung sampai ingin menangis saja rasanya.
Daniel dan eluarganya begitu baik padanya selama ini, Daniel banyak membantunya soal pelajaran dan banyak hal makanya Kiwon bisa seperti sekarang. Dulu Kiwon tidak tahu kalau masalah mereka di sekolah dasar sampai membuat orang tuanya datang kesekolah. Saat sekolah dasar Daniel, Jaehwan dan Kiwon cukup nakal memang mereka sering menjahili teman-teman mereka dan bahkan mengerjai guru mereka tapi jika ketahuan mereka pasti dihukum mengelilingi lapangan bersama. Mana tahu ia kalau ternyata sampai serumit itu, jika tidak sengaja mendengar pembicaraan orang tua Jaehwan waktu ia berkunjung kerumah Jaehwan untuk membantu anak itu belajar.
"Masuk kelasmu sana sebentar lagi ujian kedua akan dimulai. Good Luck" Wontak mengelus puncak kepala Kiwon yang masih menunduk sebelum pergi. Wontak sedikit khawatir pada orang yang disukainya itu tapi ia juga kesal setiap Kiwon ingin menemuinya pasti selalu bertanya mesalah ini. Jadi Wontak katakan saja apa yang selalu berputar dikepalanya.
Tidak juah dari sana di sebelah Pohon besar Daniel mendengar semuanya, ia mengepalkan tangannya erat. Ia tidak menyangka hal seperti ini sudah terjadi sejak lama, 'dan apa lagi sebenarnya yang terjadi sampai melibatkan keluarga Wontak Sunbae dan Seongwoo Hyung?' Pikir Daniel.
21
Daniel berjalan lesu keluar dari kelasnya. Ujian hari ini selelesai, Daniel benar-benar pasrah akan hasilnya. Beruntung besok mata pelajaran yang akan diujikan besok tidak terlalu sulit untuknya. Rencananya kalau sampai rumah nanti ia mau langsung tidur saja, masalah hidupnya bahkan lebih sulit dari pada ujian fisika dan matematika. 'Kebali ke rahim saja bisa tidak sih? Kan katanya disana nyaman dan hangat' Pikir Daniel.
"Daniel! Aku duluan kau hati-hati dijalan" Daniel mendongak dan medapati Jaehwan yang sedang melambai sambil berlari kecil padanya setelah menepuk pundaknya tadi. Daniel hanya mengangguk dan tersenyum simpul.
Namun ekspresi wajahnya berubah saat matanya bertemu degan mata seseorang yang benar-benar tidak ingin ditemuinya sekarang ini. Langsung saja Daniel mempercepat sedikit jalannya dan berusaha terlihat normal tapi ia tau itu gagal total.
Seongwoo yang tadi bertemu tatap dengan Daniel sekilas juga mengalihkan wajahnya dan melihat kedepan saat mereka berselisihan. Soengwoo tau Daniel menghindarinya dan Soengwoo sedikit bersyukur soal itu, ia juga tidak ingin bertemu dengan Daniel sekarang ini.
'Presdir Kang dari Grup K di Perkirakan Kabur karena kasus korupsi di perusahaan mereka terkuak ke publik'
"Menggelapkan gaji kariawan, Presdir perusahaan K melarikan diri?'
Artikel-artikel seperti itu terus terbayang di kepala Seongwoo saat ia berkunjung ke warnet kemaren malam. Seongwoo sampai tidak bisa mengerjakan ujiannya dengan benar rasanya.
Ditambah ada yang mengirimkan identitas anak tunggal Presdir Kang tersebut padanya yang ternyata adalah seorang Kang Daniel 'Siapa pula yg mengirim ini padaku? Dan kenapa aku yang dikirimkan?' Pikir Seongwoo. Memang pihak perusahaan tidak pernah membocorkan perihal keluarga mereka pada publik.
"OY Ong! Kau melamun" Jonghyun yang dari tadi berjalan disamping Seongwoo tersebut bingung kenapa temannya ini mallah diam padahal sebelumnya mereka sedang membahas tentang ujian besok.
"Ah Maaf Jonghyun-ah. Sepertinya aku sudah lapar makanya aku banyak melamu" Ujar Seongwoo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ya sudah ayo cepat keruang guru terus kita langsung pulang" Ujar Jonghyun dan diangguki oleh Seongwoo.
21
"YA! KANG DANIEL!"
"ADUH! ADUH SAKIT!"
"APA YANG KAU PIKIRKAN HAH?. APA KAU TIDAK LIHAT LAMPU UNTUK PENYEBRANG MASIH MERAH?"
"BERISIK DONGHO HYUNG TIDAK UsAH BERTERIAK KA-HHMMPT"
"Berisik astaga kalian ini membuatku malu" Minhyun membekap mulut Dongho dan Daniel karena mereka sedang ada di tengah-tengah orang ramai sekarang. Duo Kang ini malah berteriak nyaring, malu Minhyun tuh.
"Apa-apaan kau Hwang Minhyun?" Dongho menepit tangan Minhyun dari mulutnya.
"Makanya jangan teriak-teriak. Kau juga apa yang kau pikirkan hah kenapa tidak lihat-lihat begitu?" Setelah mengomeli Dongho, Minhyun berlih pada Daniel.
"Maaf tadi aku melamun. Dongho hyung juga kenapa harus dijewer sih kan sakit!" Suara Daniel yang kecil diawal langsung nyaring saat megomeli Dongho.
"Siapa suruh melamun! Kalau kau tertabrak bagaimana?" Dongho mengomeli Daniel balik.
"Mungkin lebih baik begitu.. ADUH HYUNG! MINHYUN HYUNG JUGA KENAPA IKUT-IKUTA?!" Daniel yang menunduk awalnya langsung memengang kepalaya yang kena jitak kedua kakak kelasnya itu dan menatap sinis mereka.
"SIAPA SURUH BICARA SEMBARANGAN!" Sahut keduanya Kompak.
"Ih sampai kompak begitu. Jangan-jangan.."
"DIAM!" Kompak lagi.
"Kalian ini kenapa sih?" Tanya Daniel bingung. '-'
TBC...
Halo guys diriku kembali alhamdulillah aku bisa lanjutin ini ff :'v
Gaje banget ya :'v nggak tau juga kapasitas otak aku cuman bisa segini :'v kayaknya ini sangat banyak typo dan kesalahan deh soalnya ini nulisnya ngebut banget dan cuman dibaca 2 kali langsung update ehe maaf ya
Makasih yang masih mau baca dan meninggalkan review lopyu lopyu diudara buat kalian semua pokoknya tetep baca dan tinggalkan review ya. Oh iya dalam 2 atau 3 chapt lagi kayakya ini bakal end ehe chap selanjutnya mungkin bakal dijelasih masalah yang terjadi antara orang tua mereka ehe
Hayo daniel seongwoonya lagi renggang nih, buat ending aku belum tau mereka bakalan bareng apa nggak ehe yang mau mereka bareng angkat telunjuk kaki semua!
Ok nomu nomu nomu terima kasih dan sampai jumpa di chap selanjutnya... ^^
