Rated : T/M
Genre : Romance,comedy,friendship,drama,hurt
BoyXBoy
Dont like Dont Read

.

.

.

.

CHAPTER 8

.

.

.

.

.
.

Luhan dibuat kesal oleh Sehun karena ia merasa Sehun meremehkan fashion nya. Astaga. Namja gila itu benar benar..

Luhan sedang duduk di belakang rumahnya sambil menstalk idolanya,Bae Irene. Ahh astaga,cantiknya. Luhan masih melihat lihat instagram nya sampai ada pemberitahuan dari ponselnya

Bae Irene akan menginjakkan kaki nya ke Seoul! Segera beli tiket untuk datang ke M&G With Irene !

Mata Luhan berbinar terang. Sudah lama ia menantikan ini. Idola yang sangat ia idolakan akhirnya menginjakkan kaki ke Seoul. Memang rumor yang beredar kalau Irene berasal dari Korea Selatan. Namun,sudah lama Irene berada di perancis. Itu yang menjadikan Luhan menggerutu sendiri setiap malam ketika mengingat ia tak bisa bertemu dengan Irene.
Luhan segera mengirimi chatroom pada dua sahabatnya,Chen dan Kyungsoo.

Luhan : Irene akan ke Seoul! Astaga. Kalian harus menemaniku ke Meet And Greet With Irene!

Send. Luhan masih dengan mata berbinarnya,menunggu balasan dari kedua sahabatnya

Tingg

Chen : astaga Lu,kau mengajakku menonton artis? Kau anggap aku apa? Aku juga artis kalau kau mau ku ingatkan

Kyungsoo : Biarkan saja. Kita harus menemani Luhan.

Chen : aih. Untuk apa aku melihat artis yang sama sekali tak ku kenal? Bahkan tak tau rupanya?

Kyungsoo : browsing saja apa susahnya?

Luhan : iya betul. Kyungsoo yang terbaik!

Chen : aih baiklah nona nona. Aku mengalah

Kyungsoo : Yha!

Luhan : Yha~~!

Chen : aigo,teriakan kalian sampai bisa kudengar sampai sini. Sudah dulu ya. Aku sibuk. Paypay

Ya dan sampai situ percakapan chatroom antara ketiganya. Luhan kembali membuka socialmedianya dan meminum jus jeruk buatannya.

"Aku akan senang nantinya"

Luhan bergumam entah pada siapa.

.

.

.

.

.

.

.

.
.

Sedangkan Chen masih menggerutu sendiri pada kedua sahabatnya. Mereka selalu saja seperti itu. Chen selalu mengalah dengan wajah menggerutu nya.

"dasar namja seperti perempuan"

Chen mencari adiknya di kamar. Namun tak ada. Mungkin Tao ada pemotretan. Itu yang dipikiran Chen. Hari ini tak ada Jadwal untuk Chen. Lumayan,ia bisa santai beristirahat setidaknya sehari. Chen mengambil minuman kaleng yang ada di kulkas sambil memainkan ponselnya. Mencari nama Bae Irene di google seperti titah Kyungsoo. Saat pipi Chen menggembung karena akan menelan minumannya,betapa terkejutnya saat loading pencarian nama Irene sudah selesai. Sampai sampai Chen menyemburkan apa yang ada di mulutnya. Bukankah itu..

Chen segera memencet tombol phone nya dan mencari nama seseorang lalu menelfonnya. Tak menunggu nada sambung yang lama,telepon itu langsung diangkat oleh sang penerima telepon.

"Yeoboseyo?"

"Sehun dengarkan aku! Jigeum!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Sehun sedang memilah milah tuxedo yang dibelinya dari beautique langganan ibunya tadi. Sehun meneliti mana yang harus dipakai rusa itu dan mana yang harus ia pakai. Saat pikirannya tertuju pada tuxedo bluedark yang ia genggam,ponsel miliknya bergetar pada saku celana yang belum ia ganti.

Sehun sedikit terpana pada nama seseorang yang menghubunginya

Kim Jong Dae

Tumben sekali Chen menghubungi? Apa yang penting? Sehun menslide ponselnya lalu menempelkan nya di telinganya. Sambil memilah milah baju.

"Yeoboseyo?"

"Sehun dengarkan aku! Jigeum!"

Sehun sedikit terkejut namun berdeham tenang

"Ne. Arrasseo. Jadi ada apa?"

"apa kau pernah mendengar Bae Irene?"

Sehun mengernyit

"Bae Irene? Anni. Memangnya kenapa?"

"Dia mirip sekali dengan Joohyun. Joohyunmu!"

Mata Sehun membulat hebat. Joohyun?Joohyunnya Sehun? Benarkah itu? Namun apa harus ia membuka luka lama yang ternyata,belum mengering sama sekali?

"Kau hanya salah lihat Chen-ah"

"Tapi Sehunna,ini sung-"

Pip.

Telepon di putuskan sepihak oleh Sehun. Ia tak mau mendengar omong kosong apapun tentang Joohyun. Sungguh,hatinya masih sakit ketika nama itu disebut. Hatinya yang tak menentu karena mengingat Joohyun. Rindu,sakit,kecewa,marah,benci,cinta,sayang, semua seakan memukul mukul dada Sehun dengan keras. Menusuk relung hati Sehun yang terdalam.
Mood Sehun untuk memilah milah Tuxedo hancur sudah. Di singkirkannya semua benda itu. Dan Sehun berbaring menatap langit langit kamarnya. Rasa kecewa melanda di hatinya.

"I miss you so,bitch!"

.

.

.

.

.

.

.

.
.

Seorang namja tampan,berkulit tan,dan super duper triple dingin ini sedang menerima telepon di balkon apartementnya. Namja yang terlewat dingin namun sangat pandai ini sedang berbicara dengan ayahnya. Kim Jong In atau Kai. Namja yang menjadi anak sulung dari keluarga Kim,musisi hebat,dan juara umum sekolah dalam bidang akademik.

"Jongin-ah"

seseorang berat diujung sana sedang memanggil anaknya untuk kesekian kali. Kim Joon Myeon. Pebisnis handal yang sudah sangat terkenal sampai mancanegara.

"Jangan panggil aku seperti itu. Kau tau,kita tak terlalu dekat."

Suara halus Kai seakan akan menusuk relung hati sang ayah.

"Kau harus datang nak"

"Sudah beberapa kali aku bilang. Aku tak akan datang ke pesta seperti itu"

Kai berusaha menahan emosinya sendiri mengingat ayahnya selalu memaksakkan kehendak. Namun tak lagi. Kini Kai bukan Kai yang kecil. Bukan Kai yang selalu menurut pada sang ayah.

"Tapi eomma mu merindukanmu,Kai"

Kai menarik nafas panjang,mengeratkan kepalan tangannya. Lalu menghembuskan nya dengan perlahan dan mengendorkan kepalan tangannya.

"Jam berapa acara nya dimulai Tuan Kim?"tanya Kai penuh penekanan di kalimat terakhirnya.

Sang ayah hanya bisa tersenyum getir. Merasakan kedewasaan anaknya dan kewibawaannya.

"Jam Tujuh"

"Baiklah. Aku datang. Suruh Chen menjemputku"

Pip.

Kai pun membanting keras ponselnya ke kasur nya,lalu beralih ke piano kesayangannya. Dan mulai memainkan instrument indah yang ia buat belum lama ini. Alunan instrument indah itu pun yang menjadi soundtrack yang menggambarkan perasaan Kai saat ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

Belum diceritakan sebelumnya,kalau Chanyeol juga seorang pembalap mobil terkenal. Koleksi mobil nya memenuhi parkiran kediaman Park. Chanyeol pembalap mobil yang sudah terjun ke seluruh benua Asia. Hal itu pula yang menambah kepopulerannya di KIS bahkan hampir seluruh Seoul. Chanyeol memaksa Kyungsoo mencatat rekor kecepatannya selama ia memutari 5 kali dalam satu rekor di satu lapangan.

Rekor Pertama 05:30:17

Rekor Kedua 04:21:13

Rekor Ketiga 03:02:01

Rekor Keempat 02:35:21

"Berapa rekor kelima soo-ya?"

"02:21:21 sudahlah Hyung! Ini sudah 5 rekor! Itu berarti sudah 25 putaran Hyung!"

"berhenti mengoceh dan tetap hitung rekorku"

"Arrasseo! Cepat kalahkan rekormu dan matilah segera!"

Kyungsoo sangat kesal pada Hyung nya ini. Pasalnya dari tadi ia tak berhenti berhenti meminta nya untuk mencatat rekor rekor sang kakak. Kyungsoo hanya mendengus kesal. Bagaimana seorang namja tulen bisa segila itu karena cinta? Ahh itu hanya akan membuat kepala pusing saja.

.

.

.

.

.

.
.

Malam harinya, Sehun berkunjung ke apartement Kris dan berencana menginap disana. Lengkap sudah kakak beradik yang sama sama dingin dan tampan. Sehun berasa kepalanya akan pecah jika memikirkan apa yang dikatakan Chen tadi siang sendirian. Lebih baik ia berbagi cerita dengan kakaknya.

Ting..

Bel interkom Apartement Kris berbunyi.

CEKLEK

"Sehun?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Malam malam seperti ini,kesini? Untuk apa?"

Kris bertanya sambil membawa dua cangkir yang berisikan Teh kesukaan Kris dan Sehun. Sehun mengurungkan niatnya untuk memberitahu perihal Joohyun karena ia merasa,ia ingin lebih tenang menginap di apartement kakak nya.

"Anni. Aku hanya ingin menginap,bolehkah?"

Sehun melihat sepasang mata Kris menatapnya heran,namun semua itu lenyap dengan anggukan Kris. Kris beranjak mengambil sandal diatas lemari dekat televisi nya.

"Ini pakai ini. Aku sebenarnya membelikan untuk Tao. Tapi Tao malah meminta ku untuk membelikan yang Panda. Jadi yasudah. Ini tidak dipakai. Jadi pakailah untuk disini"

Sehun memandang sandal itu sambil tersenyum. Koala. Ia teringat akan Luhan saat ini. Sedang apa ia? Apakah ia belajar? Atau-

"Sudah jangan lama lama. Cepat pakai"

Titah Kris membuat Sehun tersadar dari lamunannya. Segera Sehun mengangguk dan memakai sandal rumah yang diberikan Kris itu. Kris berpamitan lebih dulu dari Sehun. Sehun hanya mengangguk lalu membuka ponselnya. Tak ada notification dari Luhan. Luhan pun juga tak membuat status apa apa di socialmedia nya.
Sehun sebenarnya sudah tak tahan tak menghubungi rusa itu. Namun ego nya lebih besar. Bagaimanapun seorang Oh Sehun sudah terlewat batas memikirkan orang asing. Dan ini tak boleh terjadi. Sehun percaya,itu hanya ketertarikan sesaat. Ya. Sesaat.

.

.

.

.

.

.

.

.

Keesokannya,Sehun bangun dari tidurnya. Ia mengernyit. Bagaimana seorang Kris meninggalkan nya disini? Tidakkah ia kakak yang perhatian? Aih. kepala Sehun menjadi pusing. Sehun ingin beranjak,namun matanya mengerjap beberapa kali untuk benda tabung yang ada di atas sudut meja lampu. Obat? Sehun tidak pernah tau kalau Kris mau menkonsumsi obat? Setahu Sehun,Kris sama sekali tak suka obat. Apalagi dalam jumlah banyak. Lalu apa ini? Pikiran Sehun melayang kemana mana. Sampai akhirnya-

"Hyung kau sakit?"

Sehun bertanya ketika melihat Kris keluar dari kamarnya. Kris sedikit tertegun,namun beruntung Sehun tak menyadari ekspresinya.

"Anni."

"Lalu ini?"

"Itu suplemen makan"

"Ohh. Tapi ku kira makanmu banyak"

"Itu hanya untuk memotivasi namjaku. Ia tak pernah mau makan banyak sehingga badannya melebihi langsing"

"Namjamu?"

"Tao"

"Ahhhh"

Sehun hanya ber'ah' ria sementara Kris melanjutkan jalan nya menuju dapur. Sehun masih ditempat hanya merasakan sedikit kejanggalan lalu menepisnya segera.

"Sehunna! Kau ingin makan apa? Pesan saja ya? Hari ini aku tak memiliki apa apa"

"Y-ya baiklah. Terserah"

.

.

.

.

.

.

.

Disekolah,Kyungsoo membaca resep resep buku masakan barunya. Astaga, hanya buku masakan dan pelajaran. Tidak dengan buku lainnya. Kyungsoo tidak suka adegan dramakorea seperti yang sedang di perbincangkan di seluruh asia ini. Walaupum Kyungsoo juga lumayan menyukai drama. Tapi ia bukan kutu buku untuk novel atau semacam buku romance lainnya. Mata Kyungsoo mengerjap berulang ulang karena para murid berlarian ke mading. Tepatnya hanya kelas XII yang berdatangan. Astaga itu pasti jadwal Uji Coba.

"Kau sungguh akan menyesal Chanyeol-ssi"

Kyungsoo menggerutu karena Chanyeol hari ini malas berangkat sekolah. Hanya karena? Karena ia ingin tidur lebih lama menghabiskan waktu bersama bantal gulingnya.

"Kyungsoo-ya"

"Luhan-ah,kau terlambat."

"Hehehe mian. Lalu mana Chen?"

"Entahlah aku juga tak tau. Mungkin sedang bersama fans fans nya."

"Ahh. Lalu surat apa itu?"

Luhan menunjuk sepucuk surat yang ada di ggenggaman Kyungsoo. Kyungsoo menatap surat itu dan mendengus kesal

"Chanyeol. Ia tak masuk sekolah. Lebih ingin memperpanjang imajinasinya"

Luhan tertawa dan matanya membentuk lengkung bulan sabit yang sangat cantik

"Hahaha Kau tak boleh memanggil kakak mu begitu"

"Biar saja. Apa salahnya? Oh ya Lu,antarkan aku ke ruang kelas kakak ku ya? Aku malas sendirian"

"Arrasseo. Kajja"
_

Sebelum sampai ke kelas,Luhan dan Kyungsoo melihat adegan 'sadis' seorang namja dan yeoja sedang beratatapan saling berbeda. Yang satu tatapan memohon,dan yang satu tatapan membunuh. Merekalah Kai dan salah satu fans nya.

"Oppa,aku mohon. Aku menyukai mu."

"Aku tak menyukaimu"

"Hikss.. oppa... oppa jahat sekali."

"Menangislah lalu pergilah."

"Hiks.. hikss..."

Gadis itu pun berlalu kencang melewati Luhan dan Kyungsoo. Sedangkan Kai tanpa menoleh hanya meneruskan aktivitasnya berjalan lurus.

"Whoahh. Daebakida"

"Daebak apanya?"

Kyungsoo mengernyit menatap Luhan yang jauh lebih tinghi darinya

"daebak. Ia menolak Yeoja dengan sangat keren"

Kyungsoo mendengus kesal. Namja terburuk menurut Kyungsoo adalah namja yang terlalu menjaga image nya dihadapan orang lain.

"Ia sombong aku tak suka"

"Kenapa malah mengomongkan suka menyuka?"

Kyungsoo melirik Luhan sebal lalu menarik tangan Luhan kasar

"Kajja. Kita disini untuk ke kelas kakakku"

"Ara"

Sesampai di depan kelas Chanyeol,Kyungsoo seakan hilang keberanian. Ia menyuruh Luhan yang memberikan surat itu. Luhan mengangguk lalu mendekati pintu kelas Chanyeol yang belum ada gurunya.

Sehun melihat itu langsung tersenyum miring segera menghampiri Luhan.

"Ada apa kemari? Kau rindu aku?"

Luhan terkejut. Ahh bagaimana ia bisa lupa kalau Park Chanyeol itu sekelas dengan namja dingin ini?

"Anni. Ini surat Chanyeol. Ia tak masuk"

"Ahh gomawo"

"Gomawo?"

"Ne gomawo. Karena surat ini,kita bisa bertemu"

"Ahhh sudahlah. Michigeta!"

Luhan meninghalkan kelas itu dengan perasaan kesal. Pasalnya Oh Sehun namja dingin itu mengubah moodnya menjadi sangat buruk pagi ini. Bahkan ini masih pagi.
_

Di kelas Sehun,ini adalah jam Jeon Seongsaengnim. Guru yang paling mudah terpancing emosi.

"Siapa yang tidak hadir?"

"Park Chanyeol,bu"

Jeon Seongsaengnim mengernyit mendapati surat Chanyeol. Ia lalu membuka. Betapa terkejutnya ia,katena surat Izin dari Chanyeol kertas yang dibentuk origami hati

"Aduh.. kenapa pakai dibentuk bentuk gajelas seperti ini? Memangnya ia mau kirim surat izin atau surat cinta?"

"Buahahahaha"

"Kenapa malah tertawa? Bantu saja ini bagaimana cara membuka nya haduhh"

Jeon Seongsaengnim menggerutu sambil berusaha membuka surat dari Chanyeol. Semua murid bukannya membantu malah hanya tertawa kecuali Kai dan Sehun.

"Buahahaha"

"Lho kok malah tertawa? Ayo dibantu ini lho"

Krekk...

"Lho kok malah sobek haduh.."

"Buahahahaha"

"Malah pada ketawa. Dibantu ini lho. Sampai sobek kok masih belum ada yang bantu. Ahh yasudah. Biarlah surat menjadi bubur"

"Buahahahaha"

" 'Buahaha' apa nya? Dasar."

.

.

.

.

.

.

.

.

.
.

Guabutt:" sory telat update. Sory for typos. Sory for everything and keep rcl thankyou😂😀💕

See you next chapter

Johanahwang.