Rated : T/M
Genre : Romance,comedy,friendship,drama,hurt
BoyXBoy
Dont like Dont Read

.

.

.

.

CHAPTER 9

.

Sehun memilih diam di kelas saat jam istirahat. Ia pun bukan orang yang mudah bergaul sana sini. Karena Sehun bukan Sehun yang dulu. Sehun sekarang yang dingin melebihi balok es di Kutub Utara. Sehun melihat keluar jendela. Siapa yang ia pikirkan saat ini? Joohyun-kah atau Luhankah? Sehun menepis semua pikiran gilanya. Dan membuka lembaran novelnya. Betapa ia ingin sekali mengumpat saat menemukan kata dalam novel

Cinta memang tidak mempunyai aturan.

Sehun berpikir,cinta pertama nya adalah Joohyun. Bahkan cinta pertamanya itulah yang meninggalkannya. Jika Joohyun nya kembali pada Sehun,akankah Sehun mencintai Joohyun kembali seperti sedia kala?
Sehun membuyarkan lamunannya kembali dan meraih ponselnya di saku celananya. Mengirim pesan kepada seseorang

To : Rusa Manis

Apa nanti siang kau sibuk?

Tak menunggu lama,ponsel Sehun mengeluarkan suara notification.

From : Rusa Manis

Anni. Wae?

To : Rusa Manis

Temani aku makan,ne?

From : Rusa Manis

Ne.

Sehun membelalak tak percaya. Rasanya beban di kepala Sehun diangkat dengan mudah karena Jawaban Luhan melebihi memuaskan untuk Sehun. Sehun senang bukan main,namun Sehun tetap menjaga sikapnya sebagai seorang Oh Sehun yang dingin. Namun Sehun tak bisa menyembunyikan senyum di bibirnya. Bibirnya tetap membentuk senyuman yang sangat indah di setiap sudut nya.

.

.

.

.

.
.

Luhan sedang bercanda dengan Kyungsoo dan Chen di kantin. Luhan sangat senang mempunyai sahabat seperti Kyungsoo dan Chen. Walau kadang menyebalkan,tetap saja mereka adalah sahabat terbaik Luhan

"Luhan,apa kau mau mengambilkan ku saos di meja sana? Disana sangat ramai"

Chen berbicara berusaha menggunakan angelic eyes nya. Namun itu pasti gagal untuk seorang Kim Jong Dae.

"Kalau kau mau, didepan yang tidak ramai ada semen merah yang masih basah"

Luhan menahan tawanya sementara Kyungsoo sudah puas terbahak bahak tentang ucapan Luhan. Chen hanya mendatarkan wajahnya kesal. Chen menyumpit makanan nya dengan kasar lalu menatap Luhan sinis

"Kau pikir gigiku pagar besi beton? Yang benar saja!"

Disaat Luhan tertawa,sebuah suara notification dari ponselnya berbunyi

From : Sehun Pabboya

Apa nanti siang kau sibuk?

Luhan mendengus kesal. Namja ini mau tau saja urusan orang lain. Cih. Dasar pabbo!

To : Sehun Pabboya

Anni. Wae?

Luhan membanting ponselnya keras ke meja. Menimbulkan keterkejutan antara kedua sahabatnya

"siapa Lu? Mengapa kesal?"

Luhan hanya menggeleng menyeruput juice nya

From : Sehun Pabboya

Temani aku makan,ne?

Luhan mengumpat dalam hati. Demi apa dia harus menemani Namja dingin itu makan siang? Namun Luhan teriingat akan Ken Hirano. Ia memutuskan untuk menurut pada Sehun untuk semenyara ini

To : Sehun Pabboya

Ne.

Dengan berat hati,Luhan mengatakan 'ne' yang bertentangan dengan hatinya. Aih Luhan,apakah kau takkan gila? Rutuk Luhan pada dirinya sendiri.

Kedua sahabat Luhan saling berpandangan. Apa yang membuat Rusa ini kehilangan moodnya? Namun mereka memilih bungkam tak berkata apa apa daripada menimbulkan kemarahan sang Rusa yang tidak bisa menjamin keselamatan mereka.

Bel sekolah telah berdering nyaring. Itu artinya waktu terindah bagi para siswa. Jam pulang sekolah. Itu juga termasuk indah bagi Sehun mengingat siang ini ia akan ada janji dengan rusa bermata indah itu. Ahh lihatlah namja dingin ini berubah menjadi namja hangat saat mengingat Luhan.

Sehun melihat Luhan menunggu di depan kelasnya dengan wajah kesal. Ahh berapa lama ia terlambat

"Kau menungguku?"

"Sudah jangan banyak tanyak. Ayo kita makan"

Sehun tersenyum melihat tingkah Luhan. Luhan tanpa sadar menggandeng tangan Sehun dan menariknya menuju parkiran sekolah. Luhan belum tersadar sebelum ia menyuruh Sehun masuk mobilnya

"Ayo masuk"

"Kau masih memegang tanganku kalau kau mau tau"

"Ah mian"

Luhan tergagap saat mendapati tangannya yang menggenggam erat tangan Sehun. Ahh betapa bodohnya ia! Untuk apa ia menggandeng Sehun seperti itu? Ahh memalukan!

"Baiklah. Ayo pergi"

Luhan menganggukbsaat Sehun memberi titahnya. Luhan dan Sehun larut dalam Hening selama perjalanan. Tak ada yang mereka bicarakan setelah sampai ditujuan.

"kajja"

"Ne."

Luhan memasuki caffe itu bersama Sehun. Desainnya sungguh indah dan klasik. Sehun memandang Luhan tersenyum sendiri. Luhan memasang wajah kagum pada dekorasi caffe ini. Karena itu aku mengajakmu kesini. Sehun memilih tempat duduk diikuti Luhan.

Keheningan melanda mereka berdua kembali sampai sang pelayan mengahmpiri meja mereka,memberi Menu untuk kedua nya.

"Silahkan. Kami mempunyai Spesial Menu untuk anda yang datang jam segini"sang pelayan menyapanya ramah.

"Bulgogi dan Chocolate Shake"kata Sehun

"Jajangmyeon dan strowberry juice"balas Luhan

"Baik Tuan,silahkan tunggu beberapa menit"

Sehun dan Luhan mengangguk bersamaan. Keheningan kembali terjadi diantaranya sampai akhirnya Luhan yang membuka pembicaraan

"Jadi,bagaimana bisnis mu?"

"Bisnis? Apa yang ingin coba kau katakan Lu?"

Luhan mendengus kesal. Ia memang tak tau seluk beluk bisnis. Tapi,apa tak bisa ia bertanya pada namja di hadapannya ini? Mengapa namja ini sungguh pelit informasi?

"Baiklah. Aku hanya bertanya"Luhan mengalah

Sehun tersenyum. Sehun memang tak tau menahu apa yang dipikiran Luhan,namun ia tau. Kalau Luhan bertanya seperti itu berusaha mengusir kecanggungannya

"Hampir semua yang berkaitan dengan ku adalah bisnis"

"Jadi aku juga bisnis?"

Sehun terdiam sejenak menatap manik mata Luhan yang sangat indah menurutnya. Sorot matanya berubah menjadi serius. Ada apa dengan rusa ini? Mengapa tiba tiba menjadi sangat serius?

"Bisnis denganmu lain Lu"

Sehun bisa melihat mata serius Luhan tergantikan oleh mata bersinar seperti biasanya. Tak tegang seperti tadi. Tapi untuk apa Luhan tegang? Sehun melihat keluar sebentar lalu memandang Luhan

"Jadi,aku akan memakai tuxedo warna darkblack dengan kemeja putih. Kau bisa memakai tuxedo putih kalau mau"

"Apa? Kenapa tidak pink saja?"

"Pink? Yang benar saja Lu! Mana ada Laki laki memakai pakaian warna Pink? Sejak kapan batman memakai jubah Pink? Tidak ada kan?"

"Jadi kau kira aku ini bukan laki laki?!"

"Bukan begitu,tapi-"

"Chen juga akan memakai warna pink nantinya"

"Maklum dia artis. Dia pantas memakai-"

"Ahh terserah. Tapi aku akan memakai warna pink. Titik"

"Tapi Lu-"

"Titik."

"Ara"

Sehun menghela nafas panjang. Jika diteruskan,tentu saja si rusa ini tak mau mengalah. Sehun harus memaksakan diri mengalah. Mengalah di sekian lama nya. Mengalah untuk orang asing,benarkah itu Oh Sehun? Ahh dia benar benar sudah tidak waras.

Saat makanan datang, Luhan mengambil sumpitnya lalu memakan makanannya. Lain Luhan,lain juga Sehun. Ia lebih memilih menikmati pemandangan yang ada di depannya sambil tersenyum tersenyum sendiri. Tidakkah cara makan sang rusa sangat lucu dan imut? Ahh Sehun benar benar sudah-

"Kau tak makan?"

"Ne. Arraseo"

Sehun pun mengambil sumpitnya dan mulai menyusul Luhan melahap habis semua makanannya. Sehun sangat senang siang ini pasalnya si rusa cantik mau lunch dengannya. Dan Luhan sendiri tak mengerti,mengapa ia bisa mau menerima tawaran Oh Sehun yang jelas jelas aneh ini?

Luhan tak mau ambil pusing,ia segera saja menghabiskan makanannya agar cepat bisa pulang dan tak berurusan dengan namja dihadapannya ini.

.

.

.

.

.

.

.

Baekhyun menghubungi kekasihnya. Ia ingin memprotes,mengapa dari kemarin ia hanya di diamkan oleh kekasihnya,bahkan sekarang kekasihnya tidak berangkat sekolah. Siapa lagi kekasih Baekhyun selain Park Chanyeol? namja tinggi semampai yang sangat populer itu? Baekhyun menelfon Chanyeol untuk yang ke 4kali nya namun hanya jawaban sang wanita menyebalkan diujung sana.

Tapi untungnya di panggilan ke lima Baekhyun,ada suara berat yang bersuara diujung sana

"Yeoboseyo?"

"Yak Park Chanyeol! Mengapa kau baru mengangkat nya? Kau pikir aku siapa?!"

"Kau adalah Xi Baek Hyun"

"Lalu?"

"Lalu.?"

"Aku adalah kekasihmu bodoh!"

"Ahh benar kau adalah kekasihku"

"Apa maksudmu? Kenapa dengan sikapmu?!"

"Tanyakan pada dirimu dan kkamjong itu!"

Pip. Telepon diputus sepihak oleh Chanyeil. Baekhyun semakin tak terima. Apa yang salah darinya? Dan kkamjong? Astaga,ia cemburu pada Kai? Tapi benar juga,Kai juga multitalend. Tak kalah dari Chanyeol. Astaga baek,apa yang sedang kau pikirkan ha?
Baiklah. Saat ini Chanyeol sedang marah padanya karena Kai. Kai adalah orang yang sangat dingin,dan ia hanya berteman dengan Baekhyun. Apakah salah Baekhyun jika meneruskan pertemanan dengan Kai walaupun ia sudah milik Chanyeol?

.

.

.

.

.

.

.

Sehun kembali ke apartement kakaknya ingin mengambil pakaian yang kemarin ia pakai. Sehun melihat apartement Kris berbeda jauh dari tempatnya. Apartement Kris lebih bersih dan lebih ramai kesannya. Karena foto dan lukisan banyak menempel di sana. Piano yang Kris Punya juga sangat unik motifnya. Motifnya? Motif apanya? Piano Kris bermotif gambar Tao begitu? Hahaha. Yang benar saja. Hari ini Kris pun libur karena ia juga sangat tidak bersemangat ke kantor. Tao juga tidak ke kantor karena sehabis sekolah,ia ada konser langsung di Busan. Jadi hari ini,Kris belum sempat bertemu dengan Tao. Hal itu yang membuat nya sedikit uring uringan.

"Hyung,aku ingin mengambil pakaianku"

Kris terkejut karena Suara Sehun tiba tiba terdengar keras disampingnya.

"Aih kkamjakiya. Astaga Sehunna,lain kali buat ramai kakimu saat berjalan. Agar tidak mengejutkanku"

Sehun terkekeh pelan lalu mengambil pakaian nya dan segera duduk dihadapan Kris. Ia mengamati setiap sudut wajah Kris. Kakak nya ini benar benar sangat tampan.

"ada apa? Kenapa lihat lihat?"

Kris berbicara tanpa menoleh. Ia melihat majalah dan tabloid terbaru keluaran minggu ini

"Kenapa kau tak mencari pasangan?"

"Apa yang sedang ingin kau bicarakan Oh Sehun?"

Seakan mengerti dengan jalan pikiran Sehun,Kris langsung saja meluncurkan pertanyaan to the point pada Sehun. Sehun menggaruk pelipis nya dan melihat Kris.

"Aku tertarik pada seseorang Hyung?"

"Mworago?! Jadi akhirnya kau sudah melupakan JooHyun?"

"Moodku sudah cukup bagus untuk bercerita ini. Jangan dirusak lagi"

Sehun memperingatkan dengan nada mengancam. Kris tertawa pelan lalu mengangguk menuruti adiknya

"Hanya tertarik sesaat. Tapi aku ingin lebih dekat. Bantu aku Hyung."

"Cih dasar remaja"

"Aku remaja yang sukses Hyung kalau kau belum tau"

"Arrasseo. awal tahun sampai awal februari kalian masih libur sekolah kan?"

"Ne."

"Kosongkan jadwal kerjamu juga. Kita akan berlibur ke Rumah Liburan keluatga Oh"

"Jinjja? Yang berada di Jeju? Astaga aku bisa lupa kalau keluarga Oh mempunyai rumah liburan disana jika kau tak mengingatkan."

Kris hanya mendengus kesal. Lihatkah bagaimana si kecil Sehun yang cerewet jika bersamanya.

"Kau sudah melupakannya bodoh. Ya aku sekalian ingin mengajak teman ku dan juga Tao"

"kenapa ada penekanan di kata Tao? Apa dia bukan temanmu?"

"Dia calon kakak iparmu"

"Whoahh arrasseo"

Kris hanya mendengus kesal. Sehun bahkan sudah tau kalau Kris hanya menginginkan Tao selama hiduonya. Namun seperti nya si kecil ini belum berhenti untuk terus menggodanya.

"Aku pulang hyung"kata Sehun berdiri diikuti Kris

"Hmm hati hati Sehunna"

"Hmm pasti"

Mereka bersalaman sebentar lalu memberi angkat tangan sebagai ungkapan perpisahan.

Hari yang dinanti murid telah tiba. Belum,ini belum pesta. Hari terakhir penjalanan masa murid kelas awal dan kelas pertengahan menjalani ulangan semester sedangkan kelas akhir menjalani ulangan semester dan uji coba. Ah betapa lelahnya otak mereka harus bekerja namun tidak untuk namja tinggi ini. Dia yakin 'jawaban akan datang dengan sendirinya'. Hal itu membuat si adik mendengus kesal setiap mendengar ocehan dari kakaknya.

Dugaan nilai yang keluar lebih cepat dari yang mereka kira. Mereka kira nilai akan keluar setelah 2hari namun mereka salah. Nilai keluar hari ini juga dan akan ditempel di mading. Mereka menunggu nilai itu sampai pukul 12 siang dan akhirnya keluar. Mereka berbondong bondong ke mading,tak terkecuali si Chanyeol ini. Sehun yang melihatnya hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya

"Sehun ayo kita lihat nilai kita"

"Nanti saja Yeol,jika sudah sepi"

"Kalau begitu biar aku saja"

"Nanti kau terluka bagaimana? Disana ramaii sekali"

"Biar saja. Mereka akan ku tabraki jika menghalangiku"

"Ya terserah saja. Aku titip tolong lihatkan nilai ku juga"

"Hmm Arraseo"

Akhirnya Chanyeol berjalan cepat ke arah mading yang sedikit 'sepi' walau sebenarnya sangat ramai. Tapi lumayan dari pada mading yang lainnya. Chanyeol menubruki gadis gadis kecil yang ingin melihat nilai juga

"Sunbaenim! Tolong lembut sedikit!"

"Betul itu. Aih kasar sekali jalannya"

"Biar saja. Apa masalahmu? Aih dasar yeoja"

Chanyeol melanjutkan perjalanannya sampai akhirnya ia menemukan Nilai Siswa XII. Chanyeol mendengus kesal. Nama itu lagi yang menjadi nama terbesar di mading kelas XII

Congratulate to KIM JONG IN The best student.
SAINS : 10,00
MATH : 10,00
ENGLISH : 10,00
BAHASA KOREA : 9,75

Selalu saja ia yang menjadi peringkat pertama di sekolah ini. Chanyeol menggerutu tidak menemukan namanya di peringkat 10 besar pada barisan huruf yang sedikit lebih kecil dibawahnya dari tulisan Kim Jong In tadi.

Peringkat kedua : Mark Yi Eun Tuan
Peringkat Ketiga : Oh Se Hun
Peringkat Kelima : Kim Da Hyun
Peringkat Keenam : Im Jae Bum
Peringkat Ketujuh : Lee Seung Hyun
Peringkat Kedelapan: Yoon Bo Ra
Peringkat Kesembilan: Kang Ji Hyeon
Peringkat Kesepuluh: Kim Hyo Jung

Akhirnya Chanyeol mengecek ranking paralel yang ada dikertas berjejer disamping kettas peringkat 10 besar tadi. Chanyeol hanya bisa menggerutu sambil mencari namanya

"Aih. Bagimana bisa nilai ku dan Sehun berbeda. Yang salah aku atau sekolahnya? Aih. Dan ini kenapa banyak sekali yang bernama Park? Dimana namaku?!"

Mata Chanyeol berbinar ketika mendapati namanya. Ia melihat nilai nya sedikit meneguk ludah. Aih. Apa benar ini nilainya?
Park Chan Yeol- 27/11
Math : 3,75
Sains : 5.00
English : 5,25
Bahasa Korea : 6,50
Peringkat : 120 dari 300 siswa kelas XII

Chanyeol menggerutu sendiri dan kembali ke kelas. Chanyeol menghentak hentakkan kaki nya saat menuju kelas sampai menuju kelas. Sehun tertawa kecil melihat sahabatnya itu.

"Jadi berapakah peringkatku?"

"Persetan dengan peringkat! Aku peringkat 120 yang benar saja!

"Yha. Siapa juga yang bertanya peringkatmu? Aku bertanya peringkatku"

"Tiga! Sudah puaskah kau?!"

Chanyeol berteriak emosi sedangkan Sehun hanya tertawa menunjukan bulan sabit pada matanya. Chanyeol hanya mendengus kesal.

"Angka yang cukup baik untukku,hahaha"

Tawa Sehun masih menjadi umpatan tersendiri bagi Chanyeol. Chanyeol hanya bisa mengumpat. Lagi pula,kenapa kkamjong itu pelit sekali memberi jawaban pada nya? Aihh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Lain Chanyeol,lain dengan Kyungsoo. Kyungsoo sangat berbinar pasalnya nilai nya diantara kelas XI tergolong baik. Sangat baik malah

Congratulate to Park Kyung Soo The Best Student.
SAINS : 9,75
MATH : 10,00
ENGLISH : 10,00
BAHASA KOREA : 10,00

Tak hanya itu yang membuat Kyungsoo senang. Ia mendapati nama nama sahabatnha dibawah namanya walaupun dengan huruf yanh sedikit lebih kecil

Peringkat Kedua : Choi Young Jae
Peringkat Ketiga : Xi Lu Han
Peringkat Keempat : Kim Ye Rim
Peringkat Kelima : Kim Jong Dae
Peringkat Keenam : Hirai Momo
Peringkat Ketujuh : Song Kyun-Ki
Peringkat kedelapan : Lee Yoon Jung
Peringkat kesembilan : Hwang Jae Jung
Peringkat kesepuluh : Im Na Yeon

Nilai Kelas XI atau kelas menengah sepertinya di rajai oleh perempuan. Katena dari sekian peringkat satu sampai dengan sepuluh,hanya peringkat 1,2,3,dan 5 yang laki laki. Entah Kyungsoo dan Luhan bisa disebut laki laki atau perempuan.

"Selamat ya Kyungsoo"

"Kyungsoo is the best!"

Kyungsoo menanggapi mereka dengan senyuman termanis nya. Kyungsoo sangat bersyukur karena ia kembali mendapat peringkat pertama. Kyungsoo memang selalu membuat orang tua nya bangga.

Ting..

Notification dari ponsel Kyungsoo. Kyungsoo membuka ponselnya dan mendapati sebuah pesan masuk dari ponselnya

From : Hyungku Yang Bodoh

Peringkat berapa?

Kyungsoo segera mengetikkan jawaban untuk Hyungnya

To : Hyungku Yang Bodoh

Pertama. Kau?

From : Hyungku Yang Bodoh

Persetan dengan peringkat. Aku akan dapat ocehan dari eomma lagi.

Kyungsoo mendengus kesal. Benar bukan tebakannya? Chanyeol akan mendapat nilai buruk dalam uji coba ini. Ahh biarlah ia mendapat batu nya. Ahh besok akan hari yang menyenangkan ketika mengambil hasil ujian Chanyeol akan menerima hukuman dari eommanya.

.

.

.

.

.

.

Tao hanya menatap iba nilai yang diterimanya. Tao menangis? Tidak. Ia tak pernah menangis tentang nilainya. Memang sewajarnya begitu. Mengingat ia terlahir tidak sejenius kedua kakaknya. Ayah dan Ibu nya juga tak menuntut Tao mendapat nilai bagus. Namun,Tao punya perasaan. Semua mengatakan 'tak apa' namun Tao mengerti. Mereka semua kecewa padanya. Semuanya. Kali ini Tao mendapat peringkat 150 dari 200 siswa kelas X. Betapa mengerikannya hal itu untuk Tao. Tao mengusir pikiran sedihnya beranjak pulang dan menunggu Kris di ruang tunggu.

Tak begitu lama,Kris datang menjemput Tao. Tao yang sedikit kesal langsung masuk ke mobil Kris dan menutup pintu dengan keras

"Ada apa Tao?"

"Tidak apa apa! Aku ingin ke toko buku dan swalayan"

"Hmm.. baiklah,seperti Tao ku sedang kesal"

"Ohh ayolah jangan lama lama!"

Ditoko buku,Tao memilih banyak sekali novel dari berbagai bahasa. Bahasa inggris,bahasa korea,bahasa china. Tao sangat menyukai novel. Dan apalagi saat ia marah. Novel berapa halaman pun akan habis dibacanya dalam satu hari. Tao memberikan tumpukan novel yang ia pilih pada kasir diikuti Kris

"Apa kau akan habis membacanya dalam satu hari semuanya itu?"

"Kalaupun tidak,setidaknya ada satu sampai tiga novel yang kuhabiskan"

Kris mengangguk hanya bisa melihat Tao yang sedang kesal.

"Semuanya 150 ribu won"

Sang kasir memberi tahu. Tao yang akan mengambil credit card nya tertahan karena tangan Kris lebih vepat memberikan credit cardnya.

"Kris-ah,aku juga punya."

"Gunakan uangmu untuk lainnya saja."

"Tapi-"

"Aku bekerja juga untukmu. Jadi buat apa uangku jika aku tak membelanjakanmu?"

Tao hanya mengangguk dan menuruti titah Kris. Kris selalu menjadi seperti kakak yang baik untuk Tao. Walaupun ia tau,Kris menyukainya. Tao dan Kris pun akhirnya sampai ditempat tujuan selanjutnya. Yaitu di swalayan. Tao banyak membeli camilan kesukaannya

"Kris-ah,ambilkan itu. Iya itu jajanan yang ada jelly nya"

"Aku mau coklat strawberry ini"

"Kris-ah,ice cream"

"KKrisris-ah,mau kemana? Ayo temani aku dulu"

"Aku lelah Tao-ya,sudah sana kau beli apa saja. Aku menunggu disini. Nanti akan kubayar"

"Tidak mau. Ayo ikut"

"Baiklah"

Kris terpaksa harus mengikuti namjanya berbelanja. Ini melelahkan. Tapi Kris dengan setia menemani Tao sampai semua yang diinginkan Tao terpenuhi. Kris khirnya membayar semua belanjaan Tao lalu menuju mobil. Keringat Kris lebih banyak daripada Tao. Tao hanya bisa terkekeh melihat Kris kewalahan mendampinginya.

"Kris-ah"

"Mau apa lagi?"

"Nilaiku."

Kris terdiam. Sorot mata Tao berubah sedih dan Tao menundukkan kepalanya. Apa nilai Tao buruk?

"Kapan nilaiku akan membaik Kris? Aku sudah mencoba yang terbaik.. hikss"

Reflek Kris meminggirkan mobilnya dan memeluk Tao erat. Kris benci Tao menangis. Gara gara nilai sialan itu Tao nya menangis.

"Kau sudah mengusahakannya Tao-ya. Sstt. Sudah ya? Hm?"

Tao membalas pelukan kris erat. Ya,Tao butuh pelukan. Dan badan kris yang pas dibadan Tao membuat Tao nyaman setiap kali Kris memeluknya.

"Aku akan mengecewakan eomma Kris. Aku..aku..hiks...aku-hmmphh"

Kris sudah lebih dulu melumat bibir Tao lembut. Memberi ketenangan pada Tao. Tao sedikit tersentak namun ia butuh kenyamanan. Dibalasnya lumatan Kris pada bibirnya dan memejamkan matanya. Kris meraih tengkuk Tao memperdalam ciuman mereka. Cairan bening Tao masih mengalir walaupun nafasnya kini tidak tersenggal lagi. Kris melepaskan lumatannya lalu mencium kening Tao.

"Kau tau? Jika dunia menganggapmu orang yang tak berguna,kau harus tau kalau kau selalu berguna untukku. Jika kau merasa dunia kejam padamu,aku selalu ada untukmu. Karena aku mencintaimu Tao-ya"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

next chapter : The Party. Staytune