Rated : T/M
Genre : Romance,comedy,friendship,drama,hurt
BoyXBoy
Dont like Dont Read
.
.
NB: Zhang Yi Xing-GS
Kim Hee Chul-GS
.
.
CHAPTER 11
Luhan sudah memasuki kediaman Kim bersama Sehun. Saat ia melihat banyak sekali orang yang datang,barulah ia sadar kalau ia masih memegangi tangan Oh Sehun. Sontak ia melepaskan genggamannya. Sehun sedikit menyadari kalau Luhan gugup lalu memilih tidak peduli dengannya. Sehun melihat Kris dengan tuxedo bermotif garis horizontal yang berwarna hitam pada garisnya. Lalu ia memilih menyapa kakaknya,dan meninggalkan Luhan disitu sendiri. Sehun berjalan mendekati Kris dan menepuk kakaknya. Sedangkan Luhan hanya menggerutu sendiri disitu. Ia memutuskan untuk mencari Kyungsoo,kalau Park Chanyeol sudah datang,harusnya si Kyungsoo juga sudah datang.
.
.
.
Namja dingin ini bergetar hebat saat akan membuka ganggang pintu sebuah kamar yang sudah sangat lama tidak ia pegang. Kai.
Kai mulai membuka seperempat dari pintu itu,lalu mendapat sahutan dari wanita paruh baya dengan suara yang sangat lembut.
"Jongin-ah,apa itu kau?"tanya wanita itu.
Wanita itu sangat cantik dengan gaun putih panjangnya. Walau ia sedikit pucat,tapi itu tak mengurangi kecantikan interbeauty nya.
"Ne eommoni. Boleh aku masuk?"
"Tentu Jongin-ah"
Kai menginjakkan kakinya di kamar itu,wanita itu bernama asli Zhang Yi Xing atau lebih tepatnya Kim Yi Xing karena ia adalah istri dari Kim Joon Myeon.
Kai memandang manik mata ibunya dan menangkup wajah ibunya. Yixing sangat senang melihat anak sulungnya sudah besar bahkan sangat berkarisma seperti ini.
"Eommoni tau tidak?"
"Apa Jonginnie?"
Yixing tersenyum saat wajah Kai berbinar saat ia memanggil Jonginnie
"Kalau kau bukan ibuku,mungkin sekarang aku sudah melumatmu dan menidurimu lalu menikahimu keesokan harinya"
Kai menjawabnya sambil tersenyum menggoda yang mendapat cubitan di perutnya
"Ahh eommoni,appoyoo"
"Rasakan,dasar anak mesum"
Kai memegang kepalanya yang sakit dan menatap ibunya. Apa perasaannya saja atau memang benar kalau ibunya ini pucat. Mata kai berubah menjadi Sendu saat melihat manik mata sang ibu yang berkata 'eommoni sangat merindukanmu'
"Eommoni,mianhaeyo"
"Eoh? Mian? Kenapa?"
"Meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini"
Yixing tersenyum meraba pipi anak sulungnya. Ia sangat bangga pada anaknya yang sudah berpikiran sangat dewasa.
"Ya kau bersalah. Maka jangan pernah tinggalkan eommoni mu ini lagi,hm?"
Yixing sedikit terkekeh juga Kai yang melihat ibunya yang lebih pendek. Kai merengkuh badan Yixing,melepaskan segala beban yang ia tanggung selama ini.
"Tidak akan lagi eommoni. I miss you eommoni"
"I miss you too sayang. Sudah,ayo kita kebawah menyambut tamu"
Yixing berusaha menggeleng dan berusaha menegakkan kepala Kai,namun Kai menggeleng mengeratkan pelukannya pada Yixing
"jangan. Seperti ini dulu. Sebentar saja. Aku mohon."kata Kai parau
Yixing mengerti akan anaknya,ia pun sama. Ia juga sangat merindukan anak nya ini. Ia membalas pelukan Kai dan menyadari kalau gaunnya sedikit basah. Yixing tersenyum kecil,setidaknya Kai masih bisa menangis walau hanya di depannya.
"Heyy,uljima"
"Aku tidak menangis"
"Kau iya"
Kai mengangkat kepalanya lalu melihat ibunya sendu. Sejak ia kecil,ibunya belum pernah bahagia yang sesungguhnya.
"Kau sudah menemui ayahmu kan?"
Kai mengerti siapa yang dimaksud ibunya namun ia pura pura.
"Siapa?"
"Jonginnie,"
"Ahh,apa yang eommoni maksud Tuan Kim? Anni. Aku belum menemuinya"
Yixing tidak terkejut akan hal itu,sejak umur 8 tahun,dia seperti sudah sangat menghindar bahkan membenci ayahnya. Namun Yixing selalu meminta agar Anak Sulungnya ini tidak menghindari atau lebih tepatnya membenci terlalu banyak pada ayah kandungnya.
"Kenapa sayang? Ayo temui ayahmu ya"
"Tidak akan eommoni. Kau tau,siapa yang menyebabkan penderitaan untukmu selama ini. Kalau bukan ayah-maksudku Tuan Kim dan jalang nya itu. Sampai kapanpun aku tak akan memaafkannya"
FLASHBACK ON
Yixing sedang menangis di gereja bersandar pada tembok. Menangis tersedu karena ayahnya,Zhang Chen Lou meninggal,dan parahnya tidak ada suaminya yang berusaha menghiburnya.
"Yeoboya,mian. masih banyak urusan yang harus aku kerjakan." Kata Joonmyeon
Yixing menarik napas panjang lalu menghembuskan nya pelan dan kembut
"Tak apa. Aku bisa. Jangan sampai sakit,ne?"
"Arasseo"
Panggilan terputus. Yixing menangis tersedu sampai akhirnya ada suara mungil disampingnya.
"Eommonii,hikss... abeoji mana eommoni? Hikss.. kenapa abeoji tidak datang? Hiks..hikss"
Suara mungil itu berasal dari anak sulung Yixing dan Joonmyeon. Yaitu Jongin. Jongin menangis dan bertanya tentang dimana Joonmyeon,kenapa ia tidak datang?
Yixing yang iba melihat itu langsung berhenti menangis dan memeluk Jongin kecil
"Abeoji akan datang sayang,jangan menangis ne? Ada Eommoni disini,Jongin sayang eommoni kan?"
Jongin kecil mengangguk lalu membalas pelukan Yixing dengan sisa sisa tangisannya.
Setelah itu,Yixing sering sakit sakitan dan mudah lelah. Dia juga sempat terkena serangan jantung,Yixing bilang itu penyakit turunan. Namun Jongin yang masih kecil tidak percaya,setahu dia,Harabuji atau Halameoni nya tak memiliki penyakit itu
Waktu beranjak cepat,tak terasa Jongin akan segera masuk ke sekolah dasar. Dan tepat 2 minggu sebelum pendaftaran,ayahnya,Joonmyeon datang ke Seoul. Joonnyeon selalu datang walaupun hanya 1 kali dalam setahun. Dan ia juga senang karena Yixing merawat Jongin dan Jongdae kecilnya.
"Bagaimana kalau aku menyekolahkan Jongin di NewYork? Aku bisa menjamin memasukkan nya ke Julliard sesuai impiannya."
"Tapi,apa dia mau?"
Yixing cemas sambil melihat Jongin yang sedang bermain dengan Jongdae.
"Bujuklah. Biar Jongdae disini"
"Hmm.. Baiklah"
Yixing mendekati anak sulungnya serta Joonmyeon mendekati anak bungsunya. Yixing menatap Joonmyeon sekilas,dan Joonmyeon mengangguk pelan. Yixing pun tersenyum.
"Jongin ikut eommoni sebentar ya nak?"
"Kemana eommoni? Jongin harus melawan Jongdae dulu,Jongin baru saja kalah"
"Iya eommoni,aku baru saja mengalahkan Jongin. Tunggu rounde dua dulu ya?"
"Sebentar saja,Jongdae dengan abeoji dulu ya? Abeoji akan mengalahkan mu"
"Okey,abeoji jangan kalah ya?"
"Baiklah. Haha"
Yixing mengajak anak sulungnya ke kamar nya lalu memandang manik mata Jongin kecil yang polos
"Ada apa eommoni?"
"Hm..Jongin mau sekolah di Julliard?"
"Di Julliard? Maksud eommini Julliard yang di New York? Mau eommoni mau sekali"
"Kalau begitu,kau akan sekolah disana sebentar lagi"
Yixing tersenyum memandang Jongin.
"Horay... Kita akan melihat kota New York setiap harinya Eommoni"
"Sebenarnya.. Hanya kau saja dan abeoji yang di New York sayang"
Sorot mata Jongin tak dapat dibaca sekarang. Ada kesan sedih,kecewa,heran dan lainnya.
"Waeyo?"
"Hm.. Kalau eommoni ikut,siapa yang merawat makam harabeoji?"
Yixing tersenyum saat anaknya mulai terbujuk dan mengangguk
"Benar juga yaa. Arasseo. Jongin Mau. Tapi ada satu syarat."
"Apakah itu?"
"Aku kan akan tinggal diluar negri,aku tidak mau dipanggil Jongin. Aku ingin panggilan keren lainnya"
Yixing tersenyum lalu sejenak berpikir. Apa nama yang cocok untuk anaknya.
"Bagaimana kalau Mark?"
"Mark? Tidak ada hubungannya dengan namaku eommoni. Aku tidak mau. Itu sangat pasaran"
Yixing berpikir lagi.
"Jackson?"
"setiap negara ada nama itu eommoni"
"Bagaimana kalau Kkamjong?"
"Eommoni!"
Yixing tertawa lalu meraih pipi anaknya
"Arraseo. Kalau... Kai?"
"Kai? Wahh bagus. Ya aku mau eommoni"
Yixing tersenyum lega saat anaknya sudah bisa dibujuk. Yixing lalu mengangguk dan mengajak Jongin keluar agar bisa bermain kembali bersama Jongdae.
.
.
Jongin disana menjadi kepribadian yang baik. Mendapatkan nilai yang baik dan sangat kreatif. Ia mempunyai sahabat bernama Tao. Ayahnya bilang,kalau Tao itu bermarga yang sama dengan nya yaitu Tao. Dan dia anak dari bibi Huang yang tinggal jauh dari rumahnya
Sampai saat ketika dia mendapat kabar baik bahwa dia lulus ujian dengan nilai terbaik di sekolah menengah pertamanya. Ia akan sempat membuka kamarnya,namun urung. Karena ia melihat ayahnya sedang berbincang dengan Bibi Huang. Jongin anak yang sopan dan sangat menjaga sikap. Lalu ia putuskan untuk pergi dan memberi tahunya nanti sampai ketika
"Mau sampai kapan kau menyembunyikan identitasku dan identitas Tao pada Kai hah?! Bahkan Yixing sudah tau dari umur Tao yang 4 tahun! Kai harus tau kalau Tao adalah adik nya!"
Deg. Kai serasa jantungnya berhenti saat itu juga. Apa kata bibi Huang tadi? Perasaan nya saja atau memang bibi Huang menyebutkan kalau Tao,Tao adalah adiknya?
"Yha! Dengarkan aku. Aku sudah tidak berurusan denganmu. Aku sudah meminta maaf pada Yixing dan tak akan mebgulangi kesalahanku lagi beberapa tahun lalu. Kau harus tau,aku sudah menanggung semua kehidupan Tao seperti yang kau inginkan!"
"Tapi tak seharusnya kau menyembunyukan identitasnya!"
"Diam!"
"Baiklah. Aku akan membawa Tao dan mengatakan pada Kai yang sebenarnya. Aku sendiri!" Kata Huang Heechul.
Mendengar suara hentakan kaki,lantas Kai bersembunyi di balik lemari dan melihat Heechul pergi menarik Tao dari atas dan menyeretnya masuk ke dalam mobil. Pikiran Kai tidak menuju pada Tao saat ini. Melainkan pada Ayahnya. Ia masuk dan menggebrak pintu kamar ayahnya keras.
Joonmyeon terperanjat melihat raut wajah Kai penuh amarah dan merah. Joonmyeon sempat akan mendekati anaknya,namun Kai sudah cepat memukul telak Joonmyeon sehingga darah segar keluar dari sudut bibir Joonmyeon.
"Brengsek! Ternyata selama ini kau mencampakkan ibuku hah? Dimana otak mu bajingan?! Apa kau sadar,ibuku menderita gara gara siapa? Ibuku terkena serangan jantung karena siapa? Ibuku menangis karena siapa? Apa kau tau hah?! Itu karenamu brengsek! Dan lebih parahnya,aku adalah anakmu. Cih,memalukan!"
"Dengarkan abeoji,aboji-"
"Omong kosong!"
Kai menendang keras perut Joonmyeon,ayahnya dengan sangat kencang. Lalu pergi meninggalkan Joonmyeon disitu sendiri.
Seminggu berlalu tentang insiden itu,Yixing menyusul anaknya di New York . Sepertinya Kai juga sedang marah pada Yixing tapi tak sebegitu marah. Dan,Heechul sudah meninggal tadi pagi karena saat ia membawa Tao,kecelakaan terjadi menyebabkan ia koma dan Kaki kanan Tao patah. Namun,Tao sudah bangun dan sayangnya,Heechul tak dapat bangun lagi dari komanya. Ia tidur,selamanya
Tao dengan kursi roda nya menangis di pemakaman ibunya.
"Mama.. hiks.. maama"suara parau Tao memanggil ibunya
Dari kejauhan,Yixing dan Kai menyaksikkan. Kai beranjak maju namun ditahan Yixing
"Sayang,mau kemana?"
"Tao"
"Eoh?"
"Semua yang bersalah adalah Tuan Kim dan jalangnya. Bukan salah Tao. Tao tidak bersalah. Aku akan menganggapnya sebagai adikku. Bukankah dia adikku? Dia sangat menyayangi ku sejak pertama aku disini. Tapi,aku mohon eommoni,berbahagialah. Aku akan kembali Ke seoul melanjutkan hidupku. Tanpa Tuan Kim"
Lalu Kai beranjak. Yixing ingin menangis namun tak bisa,mau bagaimanapun,ia bangga dengan pemikiran sang anak sulungnya. Dan itu kali pertama Kai menyebut Joonmyeon sebagai 'Tuan Kim'
"Mama..hiks"
"Hey,jangan menangis Tao"
"Mama.. mamaku Hyung"
"Iya aku tau,mamamu sudah bersama Tuhan Tao"
"Mama.."
"Tuhan menyayangi mamamu,jadi mama mu pergi lebih dulu"
"Benarkah?"
"Heem. Jadi jangan bersedih ya,Hyung mau berbagi mama denganmu"
"Benarkah hyung?"
"Iya,mamaku juga baik seperti mamamu"
Seribu kali lebih baik,Tao-ya
"Tapi,apa eommoni mu mau dengan anak nakal seperti ku?"
"Tentu saja" suara Yixing tiba tiba dari samping Tao
"Tapi Kai Hyung selalu bilang kalau aku nakal"
"Itu karena kau selalu meminta yang aneh aneh"
"Hehe"
Tao akhirnya tertawa dari tangisannya. Kai tak bisa membenci Tao seperti membenci Heechul,karena ia terlanjur menyayangi Tao seperti adiknya sendiri
"Kalau begitu,aku mau ikut bibi Yixing saja"
"Panggil eommoni ku mama atau eommoni,Tao"
"Hmm. Baiklah. Eommoni,bolehkah aku ikut denganmu?"
Yixing tersenyum membelai surai rambut Tao.
"Tentu"
Flashback OFF
Yixing menatap manik mata Kai. Ada sorot mata kebencian. Yixing mengerti hal itu. Selalu mengerti. Lalu tersenyum
"Arraseo. Kita turun ya"
Kai tersenyum senang karena Yixing sudah tak membahas hal yang oaling dibenci Kai.
"Kajja"
Kai menggandeng Yixing dengan sangat lembut. Kai turun bersama ibunya kebawah. Tampak semua orang bertepuk tangan melihat kedatangan sang tuan rumah.
_
Sedangkan Luhan mencari cari kemana sebenarnya Sehun pergi. Dia tidak bilang apa apa,hanya meninggalkan Luhan sendirian.
"Dimana kau koala" geram Luhan
Luhan mencari ke sudut penjuru ruangan dan akhirnya menemukan Sehun sedang berbincang dengan Chen. Dia nampak senang sedangkan aku-
"Luhan-ah! Disini"Chen melambaikan tangan
Luhan tersenyum dan melangkah dipaksakan. Sebenarnya sungguh kebetulan dia dipanggil Chen saat ia mencari Sehun yang ternyata bersama Chen. Namun,ia bingung. Hal apa yang harus ia bicarakan dengan dua orang inu nanti nya.
"Chen-ah"
"Ahh Lu,kebetulan sekali kau disini. Temani Sehun sebentar ya,aku mau ke toilet"
Luhan mengangguk dan menatap tajam Sehun. Sehun yang merasa diperhatikan mengangkat sebelah alisnya dan menatap Luhan
"Waeyo?"
"Kau kemana saja dasar bodoh!"Luhan berbisik
Sehun terkekeh kecil menyaksikkan kedua mata rusanya melotot
"Wae? Kau rindu aku?"
"Rindu? Lebih baik merindukan sapi daripada merindukanmu!"
.
.
.
.
.
..
.
.
Tbc
.
.
.
Yeayy! Update nih. di chap ini kayaknya si kai yang jadi pemeran nya ya? Hehe gapapa yaa. Selamat Weekend dan sampai jumpa di chap selanjutnya!
