Rated : T/M
Genre : Romance,comedy,friendship,drama,hurt
BoyXBoy
Dont like Dont Read

.
NB: Zhang Yi Xing-GS
Kim Hee Chul-GS

.


CHAPTER 12


Luhan sedang mengambil minuman di meja panjang yang terdapat di tengah tengah ruangan. Kediaman Kim tidak menyediakan minuman beralkohol karena yang perpesta adalah anak anak yang masih dibawah umur.

"Kau Luhan kan?" Tanya seseorang tinggi dan sangat tampan

Luhan terkejut dan sedikit membungkuk untuk menghormati seseorang itu. Seseorang itu tersenyum dan mengangguk dibalas senyum juga oleh Luhan

"Annyeonghaseyo Kris Sunbaenim"

Luhan tau Kris adalah kakak dari Sehun. Tak salah ada salah satu bentuk wajah Sehun yang terbentuk dalam wajah Kris. Namun,Luhan berfikir Kris jauh beribu kalilipat lebih baik dari si Sehun yang berwajah ahjussi itu. Astaga Luhan,sudah berapa banyak selama ini umpatan mu pada Sehun?

Gosip yang beredar bahwa kakak beradik dari Oh ini sangat dingin dan susah untuk di dekati. Luhan tak menyangkal hal itu,karena saat ia pertama kali bertemu Kris,Kris hanya tersenyum miring yang dipaksakan. Sekarang? Bahkan Kris sendiri yang menghampiri nya. Bahkan dengan senyum tulusnya

"Panggil saja Kris Hyung"kata Kris

Kris tersenyum namun Luhan sedikit membelalak. Benarkah? Benarkah Luhan boleh? Astaga,Mimpi apa Luhan semalam? Kalau itu yang dibatin Luhan beda dengan ucapan Kris dalam batinnya 'panggil aku Hyung karena kau calon adik iparku Xi Lu Han'

"Ahh baiklah K-Kris H-hyung"

Luhan masih canggung mengatakan 'hyung' pada Kris. Pasalnya,gosip yang beredar bahwa ia sangat susah untuk didekati. Ah ini gara gara Luhan sering mendengarkan celotehan gosip dari Kyungsoo dan Chen.

"Apa jadwalmu liburan nanti kosong? Eum tepatnya awal tahun?"

Luhan sedikit mengingat jadwalnya. liburan ini,ayahnya dan kakak nya sibuk shooting film perdana. Pastinya ia tidak diajak kemana mana

"Annimnida."jawab Luhan

Seringai khas milik Kris yang harusnya membuat orang terpana justru menakutkan untuk Luhan. Ya itu karena Luhan jarang melihat seringai khas milik Kris. Luhan lebih sering melihat Kris yang berwajah datar

"Baguslah,aku ada acara di Rumah Kediaman Oh yang berada di Jeju. Maukah kau ikut bersamaku?"tanya Kris

Luhan membelalak. Apa katanya tadi? Mengajak Luhan? Apa ia bermimpi?

"Kalau kau berfikir aku akan mencelakaimu,kau salah. Aku tidak akan bisa melakukannya karena akan ada orang yang membunuhku,haha. Aku hanya ingin mengundangmu,apa kau bisa datang?"tanya Kris

Luhan mengerjap berulang kali. Kris adalah orang sangat terkenal di bidang entertaiment. Akan banyak polisi bukan kalau sampai ia macam macam pada anak dibawah umur? Baiklah,tak ada salah nya bepergian dengan orang tampan. Kesempatan tidak selamanya datang dua kali.

"Ahh ne sunbaenim. Aku pastikan bisa datang"jawab Luhan

Seringai Kris muncul lagi.yatuhan itu menakutkan.

"Baiklah Luhan,aku tunggu ya. Sampai nanti"kata Kris

Luhan mengangguk tersenyum dan menengguk lagi minumannya. Hatinya mengatakan kalau ia akan baik baik saja. Walaupun ia masih bingung dalam rangka apa Kris mengajaknya. Baiklah,ia akan baik baik saja dan berpergian dengan orang tampan tak ada salahnya.

"Hey,kenapa tersenyum sendiri?"

Ahh pria ini. Pria menyebalkan yang mebyebabkan Luhan bisa berada di tempat konyol ini. Sehun. Dengan tatapan dingin nya pada Luhan membuat Luhan geram. Namja brengsek ini kenapa sangat di idolakan?cih.

"Apa masalah untukmu?"

Sehun menggeleng pelan lalu meminum minumannya. Luhan melihatnya dengan tatapan intens. Sehun,mengapa namja ini seperti berbeda? Dia memang tampan untuk kriteria laki laki. Bahkan sangat tampan.

"Mengapa melihatku sebegitu dalamnya?"

Astaga Luhan,kau jauh lebih tampan.pikir Luhan yang tersadar dari lamunannya

"Jangan terlalu percaya diri. Baiklah. Kapan aku akan mendapatkan Hak ku Tuan Muda Oh?"

Sehun sedikit tersenyum dengan raut sajah Luhan. Rusa ini sangat tak sabaran. Sehun menyesap lebih dalam minumannya lalu mendekatkan wajahnya ke Luhan

"Segera."

Luhan merasakan detak jantung yang berpacu lebih cepat 5 detik yang lalu saat Sehun mendekatkan wajahnya ke Luhan. Ini aneh.
Sedangkan Sehun tersenyum licik menjauhkan wajahnya dari rusa itu.

"Baiklah. Ayo kita pulang. Seperti nya kau sudah lelah"kata Sehun

Sehun bergerak namun tangannya ditahan oleh Luhan. Sehun sedikit tersentak lalu melihat tangannya,Luhan pun sontak melepaskan pegangan nya pada Sehun saat ia mebyadari bahwa tangannya memegang tangan Sehun. Sehun dapat melihat semburat rona dari pipi Luhan,apa rusa itu malu?

"Maaf"ujar Luhan

"Tak apa kalau memang kau ingin bersamaku lebih lama lagi disini"

Luhan tambah merona dibuatnya. Astaga,namja ini benar benar.

"K-kapan aku bilang begitu? Aku hanya suka disini. Banyak tuxedo bagus seperti punyamu itu."kata Luhan

Sehun sedikit tertawa dan memikirkan apa yang ia bicarakan? Arah mana yang ia ambil? Sepertinya Luhan benar benar malu karena Sehun. Tapi malu karena apa?

"Ahh benarkah? Tadi kau bilang tuxedo ku jelek?"

Luhan membelakkan matanya

"Tak bisakah kau diam? Dasar cerewet"

Sehun tersenyum meneguk minumannya.

.
.

Kai mengambil alih piano yang dimainkan oleh pianis sewaan Keluarga Kim. Sepertinya,Kai sedang berpikir sebelum memainkan piano nya.yatuhan,sudah berapa lama ia tak disini?
Namun dengan segala cara,Kai membuang semua pikirannya dan mulai memainkan piano nya. Alunan lembut instrument karyanya sendiri mengalun di seluruh sudut ruangan menimbulkan suasana haru dan merinding.

Ini sudah lama,Kai tak pernah memainkan musik dengan enyanyi. Namun entah emosi apa yang membawanya hari ini,Kai memainkan musik nya dengan menyanyi. Suara lembut Kai yang sedikit basah sangat terdengar jelas dan indah.

Kan teramat panjang puisi tuk menyuratkan cinta ini
Telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia karena telah ku habiskan sisa cintaku hanya untukmu
Bila habis sudah waktu ini tak lagi berpijak pada dunia,karena tlah kuhabiskan sisa hidupku hanya untukmu
Aku pernah berfikir tentang hidupku tanpa ada dirimu,dapatkah lebih indah dari,yang ku jalani sampai kini
Aku selalu bermimpi tentang disaat aku tua masih bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu.. Meski pun nanti tak hitam lagi..
Bila musim berganti.. Sampai waktu terhenti.. Walau dunia membenci,ku kan tetap disini..

Gomawo,mianhae,saranghae
Eommoni..

Semua bertepuk tangan atas perfoma dari Kai. Semua terharu,begitupun dengan Yixing. Kai yang terlihat tak bisa mengendalikan emosi nya berlari kecil keluar rumah. Mungkin emosi kini yang menguasai dirinya

Baekhyun tersentuh akan hal itu. Baekhyun adalah salah satu yang mungkin dekat dengan Kai. Baekhyun adalah teman bicara Baekhyun.Tidak. Kai justru yang teman bicara Baekhyun. Melihat Kai seperti itu,ia tak tega harus membiarkan Kai seperti itu. Baekhyun menatap Chanyeol dan mengaitkan kedua tangannya ke tangan kiri Chanyeol. Chanyeol melihat Baekhyun.

"Ada apa?"

Chanyeol sebenarnya sudah tahu,kalau Baekhyun pasti akan meminta untuk keluar sebentar untuk menghibur Kai. Oh astaga Baekhyun,kalau bukan Kai aku tak masalah. Chanyeol geram dan menghembuskan nafas kasar

"Hmm"jawab Chanyeol mengangguk.

Mata Baekhyun berbinar dan langsung melepaskan tangan Chanyeol dan berlari keluar. Chanyeol mendecakkan lidah kesal pada kekasihnya itu.

"Aih,lihatlah matanya yang sangat berbinar itu. Sebenarnya siapa kekasihnya saat ini?"

Chanyeol bergumam namun masih bisa ditangkap oleh Tao,Kyungsoo dan Kris

"Kau harus mengakui kalau dia lebih tampan dari mu"ujar Kris

Chanyeol mendecakkan lidah lagi. Lebih tampan? Cih.

"Lebih tampan apanya? Jelas aku lebih kemana mana dari nya"

Chanyeol menyahut dengan bibir yang dipoutkan.

"Lagi pula,kau ini sensitif sekali. Menjadi kekasih tidak boleh terlalu mengekang kekasihnya"ujar Tao terkekeh

"Ya benar itu,kau terlalu overprotective"kata Kyungsoo menyesap minumannya

"Yha,kalau bukan Kai aku tak masalah. masalah nya ini adalah Kai. Kalian tau,aku dan Kai bagaimana"

Chanyeol menyesap minumannya sambil terus memandang pintu keluar.

"Lagi pula kenapa juga kau dan Kai berhubungan seperti Tom And Jerry? Oh Anni. Bahkan Tom And Jerry pernah akur. Sedangkan kalian? Ck"kata Kris

"Bukan aku yang memulai nya,Dia saja yang setiap bertemu denganku sikapnya seperti gadis datang bulan saja. Sensitif sensitif tidak jelas"

Chanyeol membela dirinya. Semuanya tertawa. Membayangkan,bagaimana dulu Chanyeol menjadi seorang player dan sekarang,ia harus kesal karena kekasihnya dekat dengan namja lain.

"Kau harus memaklumi nya."kata Kyungsoo

"Aku tidak tau kalian ini berpihak pada siapa"gumam Chanyeol

"Kami hanya membantumu"ujar Tao terkekeh.

Chanyeol menyesap minumannya lagi dan menuangkan minuman ke gelasnya.

"Bahkan disaat aku tak butuh bantuan. Ck"

Tao Kris dan Kyungsoo mau tak mau tertawa melihat si lesung pipi berdecak kesal berulang kali.

.
.
.
.
..
.
.
.

Malam sebelum keberangkatan Luhan bersama Kris ke rumah Kediaman Oh yang ada di Jeju. Luhan mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal pada ponselnya

From : XXX

Annyeonghaseyo Luhan-ssi. Ini aku Kris. Jadi kita akan bertemu di Bandara besok ya? Tenang saja,ada anak buah ku yang akan menyambutmu.

Ahh ternyata dari Kris. Luhan langsung menyimpan nomor Kris dan membalasnya

To : Kris Sunbae yang Tampan

Ne. Khamsahamnida.

Besok akan menjadi perjalanan yang sangat menyenangkan. Pikir Luhan yang semakin larut dalam tidurnya.

.
.
.
.
.
.
.
.

Keesokkan nya,Luhan sudah berpamitan pada Hyekyo. Dan tanpa disangka sangka,Hyekyo sudah sangat mengizinkan karena ada seseorang tampan yang tinggi meminta Izin lebih dulu. Hyekyo lupa namanya. Ia hanya menyebut kan kalau orangnya tinggi dan sangat tampan. Ahh ya,Kris ternyata orang yang sangat perhatian.

Luhan langsung membawa kopernya dan memasuki taksi yang juga sudah dipesan oleh Kris. Ahh. Luhan bagaikan ratu. Ahh tidak. Raja lebih tepatnya.

Tak butuh waktu lama,Luhan sampai dan disambut oleh dua wanita tinggi yang sangat cantik tersenyum pada Luhan. Luhan juga membalas senyumannya.

"Annyeonghaseyo,anda Luhan-ssi? Benarkan?"

"Ne,saya sendiri"

"Ahh baiklah,mari ikut kami,Oh Pd-nim sudah menunggu anda"kata si cantik yang bermata besar

Luhan mengikuti mereka. Astaga,Kalau ia terlahir kembali,ia berdoa agar bisa menjadi kekasih Kris yang sangat tampan dan baik hati ini.

Dan saat Luhan sudah 10 meter berjarak dengan Kris,hey Kris bahkan bisa dilihat dari jarak 100 meter pun. Luhan menyipitkan matanya. Itu seperti..- Koala,Sehun? Tunggu. Astaga,itu benar Sehun. Untuk apa ia disini?! Dan siapa juga itu yang bertubuh pendek? Astaga,itu Baekhyun dan Kyungsoo! Oh asataga,sebenarnya ini acara apa? Kenapa banyak orang disini? Apa semacam double date? Anni. Orang orang ini terlalu banyak untuk dianggap Double date!

Luhan meneruskan jalannya dengan memasang wajah datarnya. Astaga,mimpi buruk namanya

"Ahh Luhanna,akhirnya kau datang!"

Chen menyahut melambaikan tangannya. Ekspresi Luhan tetap saha datar. Bahkan orang berisik tak kalah diajak kesini. Astaga.

"Hmm"jawab Luhan mengangguk.

"Tak tahukah kau waktu? Lamban sekali"kata Sehun.

Luhan memandang sinis Sehun. Inikah maksud perkataan Kris tentang akan ada orang yang membunuhnya jika ia mencelakai Luhan? Ahh anni. Sejak kapan si Koala itu memperdulikan nadib Luhan? Bahkan ia saja tidak peduli ekspresi Luhan.

Luhan langsung mendekat ke arah Kyungsoo memeluknya dari samping. Mengabaikan Chen yang iri pada sahabat nya itu.

"Yha,Luhan. Kenapa kau tak memelukku juga? Aku jauh lebih manly dari si pororo itu"gerutu Chen

"Tidak mau. Kau jelek"sinis Luhan

"Kau dengar? Kau jelek Jongdae-ssi. Dan berhentilah memanggilku pororo jika kau ingin selamat"geram Kyungsoo

Chen berdecak kesal

"Dan berhentilah memanggil formal padaku jika kau ingin selamat"

Oke,Chen dan Kyungsoo sama sama melemparkan tatapan kesalnya satu sama lain. Terlihat ada dua bodyguard menggendong seseorang dan menghampiri Kris. yang digendong seperti..-

"Maaf tuan,kami sudah membawa nya,lalu bagaimana selanjutnya?"

Kata sang bodyguard berambut pirang

"Baiklah,masukkan saja ke pesawatku lebih dulu,lalu kalian bisa pergi."

Luhan membelalak. astaga,itu Chanyeol sunbaenim! Apa ini rencana menculik Chanyeol? Setahu Luhan,Chanyeol sudah berulang tahun beberapa pekan lalu

"Apa kau ingin tahu,kenapa si idiot itu digendong oleh bodyguard dari Kris sunbaenim?"tanya Kyungsoo memandang kepala Luhan yang masih ada di bahu nya

Luhan mengangguk

"Si idiot itu sedang merajuk pada adikmu karena Jongin sunbaenim. Dan ia tak mau diajak kemana mana oleh Baekhyun. Sedangkan Chen jelekmu itu merayu rayu Kris agar kakakku yang idiot itu agar ikut. Terpaksalah seperti ini."

Luhan mengangguk paham. Dia tidak mau semakin bingung. Sudahlah ia sudah disini. Hwaiting Lu!

.
.
.
.
.
.
.

Dipesawat semua menyiapkan diri masing masing. Seperti Kris yang sibuk membenahi barang nya dan barang Tao,Tao yang sibuk membaca buku dan mendengarkan musik,Sehun yang sibuk dengan ponselnya,Kai yang mendengarkan musik,Kyungsoo yang membaca buku masak,Chanyeol yang tertidur dan lain lain. Namun,apakah kalian tahu kalau Xiumin juga ada disini?

"Yha Xiumin Hyung,bagaimana bisa kau ada disini? Bukankah film perdana mu sangat padat jadwalnya? Dan mengapa bisa kau kenal Kris sunbaenim"

Luhan yang baru menyadari ada nya Xiumin langsung mengujaninya dengan segala pertanyaan yang terbesit di benaknya. Xiumin sedikit tertawa dan mulai bercerita

"Jadi begini,aku hanya mengakali mu kalau aku dan appa sibuk untuk shooting film perdana ku. Dan mengapa aku bisa disini? Tentu saja si tiang listrik itu yang mengundangku. Kalau masalah bagaimana bisa kenal,ya tentu saja kami dulu satu sekolah dari sd sampai ke Sma."

Luhan dibuat kesal lagi,astaga,berapa banyak ia bodoh di hari yang masih pagi ini?

"Kris bahkan sama seperti kebiasaannya dulu,terlambat karena gadis cantiknya,aih. Bahkan aku harus menunggu nya 20 menit tadi"

"Aku tidak cantik Hyung"omel Tao

Tunggu. Jika bukan Kris yang kerumahnya,lalu siapa yang kerumahnya. Luhan menatap Sehun,lalu mendapati ada nama nya di kursinya. Ia merasa kesal karena hari ini ia harus sial berulang kali.

"Heh Geser. Aku juga mau duduk"kata Luhan.

Sehun mengangguk dan beralih tempat tanpa mengabaikan oandangan nya dari ponselnya.

"Apa tadi kau yang kerumahku?"tanya Luhan memberanikan diri.

Sehun sedikit menoleh pada Luhan.

"Hm'm. Hanya sebentar untuk berpamitan pada eomma mu"jawab Sehun kembali fokus pada Ponselnya

"Ohh. Padahal eomma bicara ia tinggi dan tampan,kenyataannya tak meyakinkan"gumam Luhan pelan

"Kau bilang apa tadi?"tanya Sehun tak mendengar gumaman Luhan

"Aku akan senang disini"jawab Luhan memejamkan matanya.

.

Saat setengah perjalanan,Chanyeol mengerjap berulang kali. Ia bangun dan kaget. Ia memakai Pyama dan banyak orang disini. Lalu ia melompat dari posisi nya dan berteriak teriak tidak jelas karena ia merasakan berpusing beberapa kali.

"Yha yha,aigoo. Ini kenapa bergerak semua? Yak! Aku dimana !"

Chanyeol berteriak teriak sendiri menyadari dirinya di atas udara.

"Aih dia berisik sekali"gumam Kai

"Kau sedang ada di pesawat"jawab Sehun

Chanyeol membelalak

"Mworago? Pesawat? Yak! Aku sudah bilang tak ingin ikut!"

Chanyeol masih tak mengerti dengan semuanya.

"Sudahlah,aku yang menginginkanmu ikut. Duduk dan nikmatilah"kata Chen

"Bagaimana bisa aku menikmati kalau aku seperti ini?! "

"Nikmatilah idiot. Aku sudah membawakan barang barangmu. Diamlah"gerutu Kyungsoo

Chanyeol duduk lemas tak berdaya,habis sudah rencananya mendiamkan Baekhyun kali ini.

.

.

Sesampai di kediaman Keluarga Oh,semua nya membawa barang barang nya masuk. Kris membawa lembaran kertas yang berisi daftar nama roomate yang akan menemani tidurbmasing masing dalam seminggu kedepan.

"Baiklah. Dengarkan baik baik. Aku tak suka mengulang perkataanku."

Semuanya tampak serius kecualu Chanyeol. Hanya mengumpat tiada henti.

"Baekhyun dengan Kyungsoo,Chen dengan Xiumin,Kai dan Chanyeol,Sehun dan Luhan,aku dan Tao. Tak ada protes"kata Kris.

"Yha yha yha. Apa lagi ini? Kenapa aku tidak sekamar dengan kekasihku?"gerutuan Chanyeol datang pertama kali.

"Tak ada kekasih kekasihan. Ini tidak acara berkencan"jawab Kris.

"Yha yha. Lalu kalian apa?"tanya Chen menunjuk Kris dan Sehun

"Yha. Sejak kapan aku berhubungan dengan Tao?"kesal Kris

"Tak bisakah aku sekamar dengan Luhan sunbaenim saja? Biar kau sekamar dengan Sehun Hyung?"gerutu Tao

"Tak bisa panda. Dikarenakan aku sudah bosan tidur dengannya dari kecil"jawab Kris.

Tao berdecak kesal dalam mulutnya. Bagaimana bisa ia tidur dengan namja yang selalu mengatakan cinta pada nya?

"Aku juga tak pernah mengatakan aku berhubungan dengan Luhan"sergah Sehun

"Ahhh Hyung,tetap saja aku ingin sekamar dengan Baekhyun"kata Chanyeol

"Siapa yang merengek cinta kalau sudah begini? Dan kenapa aku harus sekamar dengan koala itu? Aish jinja"gumam Luhan

"Sudahalah Hyung,sini aku bawakan tasmu. Biar aku yang menaruh barang bawaanmu dikamar."kata Kyungsoo menyambar tas milik Chanyeol

"Ahh molla,baekkie ayo kuantar. Jangan menolak! Atau aku akan marah lagi"kata Chanyeol memperingatkan.

"Tunggu,aku belum selesai bicara"jata kris

Semua berhenti dengan umpatan nya masing masing dan mendengarkan Kris yang akan melanjutkan bicaranya.

"masing masing kamar aku beri privasi. Jadi,kalau kalian butuh privasi,kalian bisa pencet tombol merah,itu membuat kamar kalian kedap suara. Dan kembali pencet jika kalian sudah tidak membutuhkannya. Setiap ada lampu hijau diatas televisi,itu berarti ada pemberutahuan yang menandakan ada yang mengetuk pintu. Mengerti?"

Semua mengangguk dan melanjutkan aktivitasnya.

..
.
..
.
..
.
.
.
.
.
Tbc.

Hay gue balik lagi. Gimana sama chap yang ini? Hehe. Thankyou. Keep rcl.^^