Rated : T/M
Genre : Romance,comedy,friendship,drama,hurt
BoyXBoy
Dont like Dont Read


CHAPTER 13


Kyungsoo yang membawa barang barang Chanyeol ke kamarnya. Menyiapkan segala sesuatu untuk kakaknya. Lagi pula,Chanyeol tidak akan mau menyiapkan karena memang ia tak siap sejak awal.

"Aih,kenapa aku harus perhatian dengannya,sedangkan di peduli denganku saja tidak"gerutu Kyungsoo meletakkan baju Chanyeol ke lemari.

Kyungsoo mengelap keringatnya lalu mempoutkan bibirnya lucu

"Persetan dengan barang barang mu Park! Siapkan saja sendiri!"

Kyungsoo melihat tas ransel Chanyeol dengan kesal. Ia beranjak dari tempatnya tadi. Namun mungkin karena ia terlalu lama duduk,kaki nya oleng dan terjatuh.

"Arghh"

Kyungsoo memandang kakinya. Tanpa disadari,ia pun mencoba berdiri. Namun

brugh.

Kyungsoo kembali merintih. Dia terjatuh lagi bukan karena kakinya oleng. Melainkan ia menubruk sesuatu yang keras. Kyungsoo mendongakkan kepalanya. Namja dingin itu. Namja yang ia benci karena kesombongannya. Musuh kakaknya. Kai. Matanya bertatapan langsung dengan Kai. Kai tidak merespon dan melewati Kyungsoo begitu saja.

Kyungsoo berdecih pelan. Mencoba berdiri dan kembali berjalan.

"Dia tidak punya rasa peduli sama sekali."gumam Kyungsoo

.

.
.

Malam itu di Kediaman Oh yang berada di Jeju,semuanya berkumpul di ruang tamu dengan kesibukannya sendiri sendiri. Chanyeol yang dari tadi gelisah sepertinya perutnya sudah mulai kosong. Chanyeol masih memasang wajah jelek nya karena masih sedikit merajuk,walau jauh di hatinya,ia suka disini. Tenang.

"Kris Hyung,aku lapar"kata Chanyeol menggerutu.

Kris menaikkan sebelah alisnya dan mengalihkan pandangannya dari laptop. Menatap Chanyeol dan menatap semuanya

"Aku akan menelfon maid untuk kesini"kata Kris.

Chanyeol mengangguk dan mulai sedikit tersenyum

"Kris Hyung,bagaimana kalau aku yang masak?"tanya Luhan tiba tiba

Semuanya membelalak ke arah Luhan. Sedangkan Luhan hanya membalas tatapan mereka dengan polos. Luhan memang tidak pernah belajar memasak dari maid ataupun eomma nya,tapi ia sangat yakin ia bisa memasak.

"Mworago? Kau bisa memasak?"tanya Kyungsoo

Bahkan Kyungsoo dan Chen pun seakan tak percaya kata Luhan barusan. Luhan berdecih kecil

"Bagaimana bisa kalian meragukan ku. Ohh ayolah"rengek Luhan

Semua nya masih mengerjap memahami Luhan. Luhan memberikan angelic eyes nya untuk semua yang berada di ruangan itu. Kris pun mengerjap dan berdeham untuk mencairkan suasana

"Ya baiklah. Bahan sudah ada di dapur."kata Kris.

Luhan bersorak senang sedangkan yang lainnya hanya menatap Luhan dengan tertawa. Luhan tersipu malu dan terkekeh kecil. Ia sempat meluhat mata Sehun mengamati nya dengan tertawa. Entah mengapa,hatinya menghangat saat melihat tatapan dari namja tampan itu. Mungkin aku sudah gila. Luhan menggeleng gelengkan kepalanya. Luhan menuju dapur disusul Kyungsoo

"Mungkin aku harus ikut dengannya"

Kyungsoo berjalan menuju dapur mengikuti langkah Luhan.

Semua menatap Kris saat Luhan dan Kyungsoo sudah tak tampak

"Mwo? Kenapa kalian semua meluhatku?"kata Kris

Sehun memicingkan matanya pada Kris,sebenarnya Kris tau,tapi ia bungkam. Karena tak hanya Sehun yang memandang nya tajam,melainkan seisi ruangan memandangnya

"Oh yatuhan,bahkan aku yang sahabatnya saja belum pernah meminum air yang ia masak"kata Chen memegang dadanya.

"Kau yakin ia bisa?"tanya Tao

"Entahlah"lirih Kris.

Semua melempar bantal kearah Kris kecuali Baekhyun. Bahkan Xiumin yang paling keras

"Yak Oh Yi Fan! Dasar kau namja gila!"teriak Xiumin

Kris menyingkirkan semua bantal dari muka nya

"Yak! Kita lihat saja. Aku yakin ia bekerja keras"kata Kris kesal.

Semua nya mendengus kesal dan lebih menonton film yang ada di Layar kaca besar ruangan itu.

.

.

"Yak Luhan! Pelan jangan banyak banyak!"

Teriakan Kyungsoo menggema sampai ke ruang keluarga. Semua melihat sisi dapur tanpa ada yang berani mengintipnya

"Luhan! Lakukan dengan benar.. yaa yaa seperti itu.. aduh bukan seperti itu! Yhaa! Itu kebanyakan"

Semua terkekeh saat mendengar Luhan dan Kyungsoo berdebat di dapur. Entah apa yang mereka lakukan,seisi rumah lainnya tidak mau tahu dan lebih memilih menjadi pendengar yang baik

"Apa yang mereka lakukan sebenarnya?"gumam Sehun.

"Hahaha. Entahlah. Aku yakin wajah mereka akan lucu"kata Baekhyun

"Aigoo.. Mereka seperti berdebat dia arena pemilu saja"kata Chanyeol

"Luhan Hyung daebakida"kata Tao

Sedangkan Kai hanya menggeleng kan kepalanya dan menatap layar kaca di depannya walaupun ia tak tau apa yang ia tonton.

"Kyungsoo-ya jangan cerewet cerewet! Aduh. Jangan terlalu memasukkan cuka !"kata Luhan

"Kyungsoo.. aduhh kau ini"kata Luhan lagi

Semua nya semakin tertawa. Keributan di ruangan ini sepertinya tak sebanding keributan yang ada di dapur sana. Semua nya tertawa mendengar tingkah lucu Luhan dan Kyungsoo.

Beberapa menit kemudian semua sudah berada di meja makan. Chanyeol tampak girang melihat makanan yang sangat cantik rupanya. Wahh adiknya ini sangat pandai,hm Luhan Juga.

"Wahh. Bolehkah sekarang?"tanya Chanyeol berbinar

"Silahkan,kami mempersilahkanmu lebih dulu"jawab Kris.

Chanyeol semakin semangat dan menyumpit kan sepotong telur dadar ke dalam mulutnya.

Uhukk..uhukk..

"Astaga,ini telur dadar atau ikan asin? Yaampun asin sekali"batin Chanyeol

Sehun yang pertama kali tertarik untuk makan,mengurungkan niatnya. Astaga,bagaiman rasa masakan itu kalau Chanyeol yang berselera makan buruk saja merespon dengan buruk masakan itu. Membayangkan betapa aneh cita rasa masakan itu,membuat Sehun bergidik ngeri. Luhan melihat Sehun mengernyit

"Kau tak makan?"tanya Luhan

"Emm. Tidak aku tadi sudah kenyang makan roti bersama Kai. Ya kan Kai? Kau lama sekali"jawab Sehun.

Benarkah ini Sehun? Kau berbicara terlalu banyak dalam kalimatmu.

"Ahh begitu?"kata Luhan dengan wajah memelas.

Oh ya tuhan. Sehun tak bisa melihat wajah itu entah mengapa. Dia tidak kuat melihat wajah Luhan yang begitu walaupun ia hanya akting. Luhan memang aktor yang baik

"Hm. Baiklah aku akan makan sedikit"kata Sehun.

Sehun menyendokkan telur dadar ke dalam mulutnya.

Ehem.

"Oh astaga,ini membuat ususku hancur"batin Sehun.

Luhan berbinar saat Sehun mau memasukkan makanannya. Sungguh,Luhan sangat senang saat Sehun menghargai nya. Luhan senang Sehun saat berkata baik pada nya. Namun,astaga Luhan. Kau ini kenapa?

"Bagaimana Sehun?"tanya Kris mengejek.

Sehun sedikit geram menjawa

"Hmm.. lumayan"jawab Sehun.

Ahh asin. Sehun tidak kuat asin lagi. Ia menaruh piringnya dan beranjak meninggalkan semuanya yang tengah terpaksa makan dari intruksi Kyungsoo.

"Ahh aku kenyang sekali"kata Sehun pura pura.

Padahal Sehun yang dari tadi belum makan sangat lapar. Tapi untuk merasakan makanan asin itu? Ahh tidak.

Chen mulai memasukkan makanannya kedalam mulutnya. Dia tak sabar menikmati makanan buatan sahabat sahabatnya. Terutama masakan Kyungsoo. Ah itu pasti enak. Pikir Chen

Chen mendelik saat merasakan masakannya

"Uhuk.. Astaga,apa selera kalian seburuk ini? Astaga. Ini sangat asin demi tuhan"kata Chen tanpa basa basi.

"Kami tahu"jawab Luhan polos

Semuanya mendelik ke arah Luhan sedangkan Kyungsoo hanya menahan tawa nya disamping Luhan. Sungguh Luhan sangat polos.

"Aku sudah memasak yang baru. Aku ambilkan sebentar ya"kata Kyungsoo.

Kyungsoo berjalan menuju dapur untuk mengambil makanan yang sudah ia siapkan tadi saat ia dan Luhan mengetahui masakannya hancur

"Tak apa."jawab Kris

"Itu karena Kyungsoo terlalu banyak menggunakan kecap asin"kata Luhan membela diri

"Yha siapa suruh yang terlalu banyak memberi garam hah?"gerutu Kyungsoo membawa nampan berisi makanan yang layak.

Semua makan makanan yang dibawa Kyungsoo.

Luhan tersipu malu dan merasa tak enak telah membuat makan malam ini kacau. Sehun melihat itu sedikit mendecih namun juga menahan senyumnya. Mata Luhan sangat indah saat tersipu seperti itu. Ia ingat saat Joohyun datang dan memasakkan untuknya. Astaga Sehun! Apa yang kau pikirkan! Sehun mencoba memikirkan yang lain agar tak kembali mengingat kenangan nya bersama Joohyun

"Luhan kau sudah ingin menikah?"tanya Kris tiba tiba

"Uhuk"Sehun tersedak air

"Heh?"gumam Chen

"Nde?"tanya Luhan

Kris tertawa menunjukkan giginya. Astaga dia benar benar polos. Semoga Sehun tak salah pilih

"Kata orang,jika memasak terlalu asin mereka sudah ingin cepat cepat menikah"jawab Kris

Semua membelalak termasuk Sehun. Kris melihat adiknya sekilas. Sehun memberi tatapan galak pada Kris karena bertanya yang macam macam. Kris hanya berpura pura tak melihat Sehun. Luhan tersipu lagi. Pipinya merona bagaikan tersengat matahari

"Ahh. Anni. Bahkan aku belum mencari wanita yang tepat untuk ku jadikan pacar"jawab Luhan polos.

Kris tertawa terbahak bahak sedangkan Sehun tersedak air liur nya sendiri. Wanita? Apa dia masih memikirkan wanita?

"Uhuk"

"Yha Sehunnie,kenapa kau banyak sekali tersedak?"tanya Chen menuangkan air putih ke gelas Sehun

Sehun melihat sinis kakaknya. Sedangkan Kris hanya tertawa terbahak bahak. Chanyeol sempat terkejut dan memamerkan gigi putihnya

"Benarkah? Apakah kata orang tua begiti Hyung?"tanya Chanyeol berbinar

Kria menoleh ke arah Chanyeol

"Hm'm kurang lebih"jawab Kris mengangguk.

Chanyeol mengangkat kedua alisnya

"Hah kalau begitu,Baekhyun masaklah dengan sangat asin. Dengan begitu menandakan kau segera ingin menikah denganku. Lalu kita bisa menikah secepatnya"kata Chanyeol

Baekhyun yang sedang minum air putih langsung saja tersedak. Baekhyun melirik Chanyeol sinis. Sedangkan Chanyeol hanya membalas tatapan kekasihnya dengan tatapan polos tanpa dosa

"Hahahaha"tawa sisi ruang meja makan.

Baekhyun tersipu malu dan menginjak kaki Chanyeol dengan sangat keras. Chanyeol meringis akibat ulah Baekhyun barusan

"Ahh appoyo"kata Chanyeol memegang kakinya. Baekhyun hanya memandang Chanyeol sarkratis.

Malam itu menunjukkan pukul 10 malam. Semua kembali kekamar karena mengingat perjalanan tadi sangat melelahkan terutama bagi Chanyeol. Beruntung kamar ini sangatt besar dan memiliki dua kasur big size. Sehingga Chanyeol tak perlu berbagi kasur dengan si hitam dan dingin itu. Chanyeol yang sedang bermain ponsel dengan selimut menutupi sebagian badannya melihat ke arah pintu. Dimana kkamjong itu? Apakah jangan jangan ia ke kamar Baekhyun? Ck. Chanyeol berdecak.

Krekk..

Pintu kamar mandi kamar Chanyeol terbuka. Chanyeol bisa merasakan nafasnya lega,karena pikiran tentangnya pada Kai meleset. Chanyeol melihat Kai tidur dengan celana piama dan kaos hitam. Dia melihat punggung Kai.

"Yha,kau tak perlu menjadi orang asing disini. Aku tau dari Chen kalau kau selalu tidur toples"kat Chanyeol pada Kai. Lebih tepatnya punggung Kai.

"Aku memang orang asing di kamar ini"jawab Kai lalu merebahkan dirinya di Kasur yang sangat nyaman itu.

Chanyeol berdecak kesal lalu meletakkan ponselnya keras dan menutup seluruh badannya dengan selimut dan mengahadap yang berlawanan dengan Kai. Seminggu akan berlalu cepat Chanyeol.

sedangkan Kris mengunci kamarnya dan menyalakan privasi kamarnya. Tao yang sedang membaca buku dikasurnya kaget akan tingkah Kris.

"Kris-ah! Kenapa kau nyalakan privasi?"kesal Tao

Kris mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum mendekati Tao

"Yha yha,apa yang kau lakukan?"gerutu Tao menjauhkan dirinya dari Kris

Kris tertawa menaikkan selimut Tao.

"Tak apa. Aku tak akan menyakiti anak dibawah umur. Tidurlah. Jaljayo"kata Kris mencium pipi Tao lalu melesat ke ranjangnya sebelum Tao memukulnya dengan buku.

"Yha!"teriak Tao.

Namun dengkuran sudah terdengar dari nafas Kris. Tao melihat punggung Kris yang sangat nyaman untuk siapapun. Tanpa sadar Tao tersenyum memejamkan mata.

"Jaljayo Kris Hyung"gumam Tao.

Sayangnya,Kris tak bisa mengabadikan moment saat Tao memanggilnya Hyung karena ia sudah tertidur.

"Jadi kau sudah berteman dengan adikku lama Jongdae-ssi?"tanya Xiumin

Beda dengan yang lainnya,Xiumin dan Chen larut dalam obrolan mereka. Mereka saling mengahadap dikasur mereka dengan selimut yang menutupi sebagian badan mereka.

"Jangan panggil aku Jongdae-ssi. aku tidak suka"rengek Chen

Xiumin tertawa melihat tingkah Chen. Ternyata Dia sama kekanakan nya dengan Luhan. Pikir Xiumin

"Lalu aku harus memanggilmu apa?"tanya Xiumin

Chen nampak berpikir. Ia menjentikkan jarinya

"Chen-ah saja atau Chennie juga boleh haha"kata Chen

Xiumin mengangkat alisnya dan ikut tertawa

"Bagaiman bisa aku memanggilmu seperti itu? Kita belum akrab dan kalau aku memanggilmu begitu,kau memanggilku apa?"tanya Xiumin

Chen nampak berpikir lagi

"xiuminnie? Xiumin-ah? Uminnie? Minnie? Xiumin noona? Umin noona?"tanya Chen menggoda

Xiumin tampak terkejut dan melebarkan mata

"Xiumin noona? Yang benar saja!"kata Xiumin mempoutkan bibirnya

Sedangkan Chen hanya tertawa sangat kencang dibuatnya

"Kau mau aku panggil Hyung? Yang benar saja! Itu sangat tak pantas noona! Hahaha"tawa Chen meledak

Xiumin sebenarnya kesal,namun akhirnya ia larut dalam tawa bersama Chen malam itu. Sungguh mereka seperti nya cepat akrab dalam semalam.

Tidak ada hal yang dilakukan dikamar Baekhyun dan Kyungsoo karena mereka sudah tidur dengan tenang dan tanpa masalah.

Sedangkan dikamar Luhan dan Sehun nampak ribut dan gaduh karena ulah mereka sendiri

Sehun mengunci kamar dan menyalakan privasi nya. Sehun melepas baju atas nya dan mengambil handuk

"Yak! Apa yang kau lakukan?! Jangan mendekat!"kata Luhan menutupi muka nya

Sehun mengernyit sedikit menahan tawa nya

"Mwo? Dasar byuntae. Aku medekat saja tidak. Aku ini akan mandi! Aish jinjaa"kata Sehun lalu masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya

Luhan membuka kedua tangannya dan memegang pipinya. astaga. Ia tersipu. Luhan melihat pintu kamar mandi. Terdengar gemercik air mengalir di dalam kamar mandi.

"Astaga,apa yang aku katakan tadi? Dasar Luhan bodoh"

Luhan merutukki dirinya sendiri dan memukul kepalanya sendiri. Salah sendiri kenapa buka baju harus di sini?cih. Luhan melihat pintu kamar mandi dan mendecih sendiri. Luhan menutup badannya dengan selimut.

Grep..

"Yak! Apa yang kau lakukan? Oh sehun! Ah lepaskan!"kata Luhan berusaha melepaskan cengkaraman Sehun yang tiba tiba mengambil alih tubuhnya dan masuk kedalam selimut Luhan. Sehun memejamkan mata sambil terus memeluk Luhan. Malam ini,Sehun tak peduli ia siapa. Ia sungguh ingin berdekatan dengan rusa itu

"Aku kedinginan"jawab Sehun pelan.

"Yak! SEHUN! LEPASKAN! pemanas nya tidak mati dan tidak rusak!"kata Luhan mencengkram tangan Sehun

Sehun masih terpejam mengunci seluruh tubuh Luhan. Ia hanya ingin berdekatan. Sungguh. Tak ingin apa apa

"Sudahlah tidur saja. Aku lelah"lirih Sehun yang tak membuka matanya.

Luhan yang masih memunggungi Sehun akhirnya menyerah. Baiklah. Hanya begini. Ia tak akan macam macam bukan? Saat Luhan mulai terpejam dan mengantuk,Sehun membalikkan tubuh Luhan dan kembali memeluknya. Luhan ingin memprotes tingkah Sehun itu namun sepertinya badannya sudah sangat lelah dan tak bisa diajak komrpomi. Jadilah malam itu Sehun dan Luhan tidur dengan posisi berpelukan.


Tbc. Gimana chap yang ini? Membosankan ya? Mianhaeyo:")
See you next chap yaaa❤ paypay.