Rated : T/M
Genre : Romance,comedy,friendship,drama,hurt
BoyXBoy
Dont like Dont Read


CHAPTER 14

Sinar matahari pagi mengusik rusa ini dari tidurnya. Luhan berusaha meregangkan ototnya namun ia tersadar,kalau ada lengan kekar yang memeluknya. Sehun? Kenapa ia bisa disini? Astaga,ia memeluknya?!

"Ahh ya benar,dia semalam berbuat gila"gumam Luhan.

Luhan ingin melepaskan diri sebelum ia melihat wajah damai Sehun sedang tidur. Astaga. Betapa polosnya Sehun saat begini. Ia sangat tampan dan tiada yang mengira kalau dia dingin dan sedikit brengsek. Luhan menggerakkan tangan nya ke wajah Sehun,namun gerakannya terhenti karena Sehun bergerak dengan alisnya bertaut. Luhan yang tadi tak sadar dan hampir termakan pesona Oh Sehun kini berusaha melepaskan diri dari pelukan Sehun

"Yak Oh Sehun! Cepat bangunlah! Badanku sudah keram semua!"gerutu Luhan

Luhan mencoba melepaskan dirinya dari Sehun sebelum melihat kening Sehun berkerut dan memeluknya lebih erat. Oh astaga,ini sangat aneh. Luhan tetap meronta sebelum Sehun meracau dalam tidurnya

"Jangan.. jangan pergi. Aku mohon... apa salahku? Jangann.. jangan!"kata Sehun

Luhan menaikkan alisnya. Mimpi buruk kah ia? Sepertinya iya. Karena Luhan melihat keringat mengucur deras di dahi Sehun. Luhan iba melihatnya. Serapuh kah itu dibalik sifatnya yang Dingin?

"Joohyun-ah.."racau Sehun

Deg. Oh astaga. Sehun barusan memanggil siapa? Joohyun?joohyun yang diceritakan Chen waktu itu?
Sehun meninggalkan Korea karena kekasih nya bernama Bae Joo Hyun meninggalkan nya. Aih gara gara apa ya? Aku lupa. Yang penting dia meninggalkan Seoul tepat 2 hari sebelum pertunangan mereka. Hati Luhan yang semulanya tidak merasa apa apa,kini Luhan merasakan sesak entah kenapa. Oh yatuhan. Luhan,kenapa kau ini?

Luhan masih bisa melihat kerutan dalam di kening Sehun. Sehun mencengkram punggungnya erat. Seakan ia tak ingin kehilangan sesuatu yang sangat berarti untuknya

"Sstt. Tenanglah. Kau hanya bermimpi"kata Luhan mengusap lembut punggung Sehun.

Entah kenapa,dia ingin membuat Sehun tenang untuk saat ini. Mengabaikan rasa sakitnya entah gara gara apa.

Sehun sudah merasa tenang dan perlahan membuka matanya. Sehun merasakan-..ada tangan yang merengkuh badannya. Dan astaga,ia juga merengkuh seseorang. Luhan? Sehun masih berpikir tanpa melepaskan Luhan.
Ah ya benar. Dia yang memaksa Luhan untuk berdekatan dengannya.

Luhan merasakan nafas Sehun mulai teratur dan memberanikan diri melihat Sehun. Luhan mendongak. Dia melihat Sehun menatap lurus pada jendela di samping tempat tidur mereka. Luhan mencoba melepaskan diri namun Sehun kembali menahannya

"Tunggu sebentar lagi. Jebal"kata Sehun tanpa menatapnya. Luhan hanya bisa mengangguk menuruti perkataan Sehun

Jujur. Luhan tidak merasa keberatan saat ini. Justru hatinya sedang membuncah senang karena merasa telah berhasil membuat Sehun tenang.

"Oh astaga Lu! Siapa dia bagimu? Dia hanya.. idolamu!ya idolamu! Hatimu hanya milikmu! Dan.. idolamu yang satunya mungkin,Irene"Luhan membatin.

Tampak lampu hijau diatas televisi mereka menyala. Langsung saja Sehun melepaskan Luhan dan memencet tombol 'Privacy NonActive' pada remote control kamarnya. Terdengar suara dari balik pintu yang masih dikunci

"Luhan,Sehun! Bangunlah. Mari kita jogging bersama"suara bass Chanyeol terdengar.

"Segera"jawab Sehun sedikit berteriak.

Suara langkah kaki Chanyeol yang menjauh pun terdengar. Sehun melihat Luhan yang sudah merona hebat. Setengah mati Sehun menahan dirinya agar tak tertawa di hadapan Luhan. Sehun mengangkat sebelah alisnya saat Luhan beranjak dari kasurnya

"Mau kemana?"tanya Sehun

"Man-mandi tentu saja"jawab Luhan sedikit sewot.

"Tak menunggu aku?"tanya Sehun menggoda

Luhan membelakkan matanya dan lebih merona lagi.

"Yak yang benar saja!"kata Luhan lalu melesat ke kamar mandi.

Sehun hanya terkekeh melihat hal itu.

Tao sedang menali sepatu nya lalu berkaca sebentar dengan cermin nya.

"Omoo. Kau tampan sekali Tao"gumam Tao menaikkan rambutnya.

"Tampan darimana?"tanya seseorang yang sangat familier baginya. Kai. Kakak kesayangannya.

Kai memang dibilang sangat dingin melebihi es. Tapi dia tak akan sedingin itu jika sudah bersama Adiknya ini. Walaupun adik yang dilahirkan berbeda rahim dengan dirinya.

"Hyung. Ini masih pagi ya. Jangan membuatku kesal"kata Tao memperingatkan

Kai tersenyum dan sedikit terkekeh.

"Yha,siapa pula yang menggodamu? Aku bertanya dengan benar mata pandaa"goda Kai mengusak rambut Tao.

Tao menepis tangan Kai dan memberengut kesal

"oh astaga,taukah kau berapa berharga nya rambutku ini? Aigoo."kesal Tao.

Kai tertawa melihat sikap adik bungsu nya itu. Tao yang tadinya kesal kini tersenyum melihat Kai tertawa. Oh yatuhan,ia sungguh merindukannya

"Hyung"kata Tao pelan

Kai menoleh dan tersenyum

"Ya?"tanya Kai

Tanpa babibu dan dengan air mata sudah di pelupuk mata,Tao memeluk leher Kai dan menangis di dekapannya.
Kai sedikit terkejut namun akhirnya ia tersenyum dan memalas pelukan Tao

"Kau tahu aku bukan tipe orang yang mudah menangis Hyung. Dan kau juga tau kalau aku menangis,berarti sesedih apa keadannya. Dan ini,aku merindukanmu hyung. Sangat. Hikss"kata Tao

"Aku tau Tao"balas Kai singkat tapi tersenyum.

"Sehun sunbaenim bisakah kau membantuku? Handuk ku ketinggalan. Tolong ambilkan bisa kah?"teriak Luhan di dalam kamar mandi.

Sehun yang sedang memakai kaos kaki hanya berdecak kesal. Oh astaga,Rusa itu benar benar merepotkan.

"Dimana handukmu?"teriak Sehun

"Koper depan"balas Luhan

Sehun bangkit dari tempat duduknya dan membuka tas koper Luhan bagian depan. Ia sedikit tertawa melihat celana dalam bergambar rusa manis seperti dirinya. Oh astaga,kenapa harus di celana dalam?sehun terkikik tidak jelas dibuatnya

"Sehun sunbaenim,mana handukku? Astaga lama sekali!"protes Luhan didalam kamar mandi.

"Ahh yaa tunggu. Dasar cerewet"

Sehun mengetuk pintu kamar mandi Luhan. Luhan sebenarnya tak ingin membuka pintu kamar mandinya. Namun apa boleh buat? Ia tak mau mati kedingingan didalam sana. Luhan membuka sedikit pintunya lalu memberi uluran tangannya.

Sehun sedikit terkekeh lalu memberikan handuk Luhan. Luhan merasa tangan Sehun memegang kenop pintu kamar mandi dari luar.

"Yak Oh Sehun! Mau apa kau?!"teriak Luhan

"Kau ini suka sekali berteriak. Aku hanya ingin menutup pintu. Oh yatuhan"

Sehun melepaskan kenop pintu itu dengan kesal. Seharusnya aku biarkan saja ia didalam tanpa handuk. Agar saat ia memakai baju,ia masih setengah basah.gerutu Sehun. Namun apa boleh buat? Sehun tak akan tega seperti itu.

.

Akhirnya Sehun dan Luhan turun 15 menit kemudian. Semua tampak senang sedangkan Chanyeol menatap mereka dengan kesal

"Yak! Mana ada jogging mulai jam 6.45 menit? Oh aish jinjja"gerutu Chanyeol berlari kecil mendahului semuanya

Sehun tampak menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal lalu Luhan mendekati Kyungsoo dan Chen

"Ayo mulai"kata Kris.

Semuanya jogging di temani teman biacara sendiri sendiri mulai dari Chanyeol dengan Baekhyun,Kris dengan Sehun,Chen dengan Xiumin,Luhan dengan Kyungsoo dan Kai dengan Tao. Semuanya tampak senang walau mentari pagi mulai meninggi.

"Kau menyalakan privasi mu tadi malam?"tanya Kris sedikit pelan pada Sehun

"Ya."jawab Sehun.

Kris tersenyum melihat adiknya yang sudah mulai membuka diri untuk orang lain. Walaupun orang lain itu namja yang sangat manis dan melebihi cantik.

"Apa kalian melakukan sesuatu?"

Kris menunjukkan seringai nya sedangkan Sehun membelalak hebat

"Kau pikir aku dan dia melakukan apa? Oh astaga,Aku dan dia masih dibawah umur hyung yang benar saja. Aku dan dia hanya berpelukan tadi malam."

Sehun menggerutu melihat Kris yang lebih tinggi.

"Oh astaga,dasar byuntae! Aku bertanya apa yang kau lakukan itu bermaksud kalian nonton berdua di kamar kah? Atau minum kopi berdua kah? Bercanda kah? Dasar"

Kris membalas gerutuan Sehun sedangkan Sehun tampak salah tingkah,dan menggaruk tenguknya. Sedikit kekehan dari Kris untuk Sehun yang sepertinya mengalami pubertas kembali.

"Hm.. tapi tak apa. Kau mau memeluknya sudah kemajuan bukan?"

Kris melihat Sehun dengan senyum khasnya. Sehun hanya menarik napas dalam dalam lalu menghembuskannya kemudian meninggalkan Kris sendirian. Kris hanya berdecak kesal karenanya.

.

"Luhan,ngomong ngomong sejak kapan Chen dekat sekali dengan kakak mu itu?"

Kyungsoo bertanya pada Luhan. Kyungsoo sebenarnya melihat Luhan sangat menggemaskan. Pasalnya dia memakai jaket bergambar rusa dengan sedikit kebesaran. Kyungsoo tertawa dalam hati. Menertawakan Luhan yang faktanya lebih cantik dari pada wanita.

"Entahlah. Aku juga baru tau"

Luhan melihat Xiumin dan Chen yang berada di depannya.

"Ahh bukankah Chen cepat akrab dengan orang disekitarnya? Dan aku heran kenapa dia pakai acara memakai masker hitam segala."

Kyungsoo tampak melihat Chen seperti tertawa dalam matanya. Luhan juga melihatnya.

"Hey,ingatlah kalau dia adalah penyanyi kyungie. Dia akan memakai masker itu kemanapun dia pergi kecuali sekolah dan bekerja"

Kyungsoo manggut manggut lalu menatap kebelakang. Ah namja menyebalkan itu lagi. Kyungsoo lalu mengalihkan perhatiannya ke depan lagi. Luhan tampak bingung perubahan raut wajah Kyungsoo yang tampaknya berubah menjadi sangat kesal.

.

"Kau suka pelajaran apa di sekolah?"

Xiumin bertanya sambil menatap Chen yang sedikit lebih tinggi darinya.
Chen tampak berpikir. Lalu ia menatap Xiumin

"Musik tentu saja"

Xiumin terkekeh pelan. Seingatnya,musik dulu menjadi ekstrakulikuler bukan pelajaran.

"Apa sekarang musik menjadi pelajaran di sekolah?"

Xiumin bertanya dengan tersenyum sedangkan Chen tertawa bodoh menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal.

"Hmm.. aku cukup mengenalmu dengan lagu lagu mu. Kau penyanyi yang hebat. Tapi aku belum pernah melihatmu sedekat ini Chen-ssi"

Chen tampak mempoutkan bibirnya lucu. Xiumin sedikit mengerutkan keningnya.

"Panggilan itu lagi. Baiklah sebagai hukumannya aku akan memanggilmu Xiumin noona okey? Hahaha aaaa Umin noona umin noona. Hahaha"tawa Chen lepas

Xiumin membelakkan mata lalu memukul-mukul kecil lengan Chen. Oh astaga,dia yanh kekanakkan atau aku yang larut dalam candaannya?.

.

1 jam kemudian mereka semua sudah kembali ke rumah Keluarga Oh dengan keringat dan rasa lelah luar biasa. Mereka berkumpul di ruang tengah yang berada di depan televisi besar. Kyungsoo tampak membawa beberapa botol air putih dingin dan semuanya mulai menengguk air putih itu.

"Ahh segarnyaa"kata Chanyeol

"Hmm. Bagaimana kalau sehabis ini kita nonton?"tanya Kris

Semua melihat Kris dengan tatapan sulit ditebak. Kris menaikkan sebelah alisnya minta pendapat

"Arrasseo. Bagaiman kalau film horror?"tanya Chanyeol dengan gigi smirk nya

"Andwae! / Oh Astaga / Jinjja?! / Mwo?!"

Tao,Kyungsoo,Baekhyun,dan Luhan terkejut secara bersamaan. Pasalnya mereka sangat sensitif tentang hal seperti itu. Apalagi Tao. Oh yatuhan. Dia benar benar ingin merajuk
Kris tersenyum melihatnya. Oh aish namja namja berwajah wanita ini benar benar menggemaskan.

"Haha sepertinya kalian kehilangan banyak suara nona nona. Cepatlah mandi dan bergegas turun kembali. Aku tak sabar nyaa ingin menonton film hororr"

Chen masuk ke kamarnya untuk mandi. Disusul oleh Kai yang juga naik ke atas.
Lalu Xiumin yang tersenyum juga segera mandi. Kyungsoo dengan langkah kaki terpaksa juga meninggalkan tempat itu

"Andwaeyo"rengek Tao

Kris melihat sikap Tao yang mulai kekanakan karena menggoyang goyangkan tubuhnya. Kris sedikit tertawa melihat sikap Tao

"Tidak apa. Nanti kita juga melihat drama,oke? Nanti akan kubelikan mantek panda. Bagaimana?"tanya Kris

Tao mengangguk walaupun tetap menekuk wajahnya. Kris tersenyum melihatnya

"Baiklah. Cha,kau mandilah lebih dulu"

Tao mengangguk dan menuju keatas.
Kris menatap Sehun. Mengarahkan dagunya pada Luhan yang sedang mempoutkan bibirnya. Sehun menaikkan sebelah alisnya lalu melihat Luhan. Aish betapa manisnya dia?

"Kau juga merajuk?"tanya Sehun pada Luhan.

Luhan menggeleng tanpa menatap Sehun. Sehun tersenyum menahan tawanya

"Arraseo. Kau bisa mandi duluan? Atau aku duluan?"tanya Sehun.

Luhan sangat kesal. Padahal ia sungguh ingin Sehun membela nya seperti Kris tadi. Oh dasar lelaki tidak peka. Tapi tunggu. Untuk apa Luhan megharapkan itu?

"Lu? Aish jinjja kalau begitu aku saja yang mandi duluan"kata Sehun saat melihat Luhan tak kunjung mberi jawaban.

Luhan yang tersadar lalu memegang erat tangan Sehun yang akan beranjak. Lalu ia melihat tangannya sendiri dan sontak membuat Luhan melepaskan nya lagi. Dua kali Lu,dua kali kau memegang tangannya duluan.

"Maaf. Andwae. Kau mandi sangat lama. Aku saja duluan"

Luhan segera cepat ke kamarnya dan menutup rapat pintu kamarnya. Hah wajahku bisa terbakar. Luhan mengipas ngipaskan tangannya ke arah kedua pipinya.

Sehun melihat anak tangga yang dilewati Luhan tadi. Terkekeh kecil melihatnya. Sehun tersenyum. Benarkah? Benarkah apa yang dikatakan Kris kalau ia sudah bisa melupakan dan menemukan pengganti Joohyun? Benarkah itu?. Sehun menggeleng gelengkan kepalanya. Mood nya sudah cukup baik untuk saat ini. Dan ia tak ingin merusaknya sendiri.
Ia dan Kris lalu menuju kamarnya masing masing.

Tinggalah Baekhyun dan Chanyeol sendiri. Baekhyun tampak mempoutkan bibirnya sedangkan Chanyeol memeluknya dari samping dengan menunjukkan gigi putihnya.

"Yha aku tak akan mempan kau hadiahi senyum dengan gigimu yang berentet rapi seperti itu"gerutu Baekhyun.

"Chagiya.. Jangan merajuk ne?"

Chanyeo mengerjap berulang kali agar Baekhyun tidak merajuk lagi. Namun Baekhyun tetap bungkam tak mau bicara dengan kekasihnya ini. Baekhyun tambah memajukan bibirnya

Chu~

Baekhyun terkejut karena Chanyeol menempelkan bibirnya satu detik yang lalu. Chanyeol tampak lebih dulu menghilang dari hadapan Baekhyun dan menertawakannya

"Yak PARK CHANYEOL!Apa yang kau lakukan hah? Kemari kau!"

Baekhyun mengejar Chanyeol namun Chanyeol hanya tertawa melihat sang kekasih mengejarnya dengan kaki mungilnya.

.

Sehun menunggu sekitar 10 menit di kamar untuk bergiliran mandi dengan rusa itu. Sehun menunggu sambil membuka ponselnya. Melihat ada beberapa email yang haus ia balas. Dia menteruskan pesan email itu dan mengirimkannya pada sekretarisnya.
Tak butuh lama,sang sekretaris menelponnya untuk memastikan

"Annyeonghaseyo,sajangnim"

"Ne kau menerima email dari Global Kim yang aku teruskan?"

"Sudah sajangnim. Saya akan mengurusnya"

"Baiklah. Aku tutup."

Tut.

Sehun kembali meletakkan ponselnya di meja. Dan tanpa sadar,Luhan sudah berpakaian dengan rambut yang masih basah. Kau menggoda ku Lu? Tanya Sehun dalam hatinya. Sunguh dia sempat kehilangan kesadaran saat meluhat Luhan tampak cantik melebihi wanita pada umumnya.

"Dasar. Kau bilang aku yang lama mandi nya,rupanya kau sendiri yang lama sekali mandinya"

Luhan terkekeh sendiri melihat Sehun menggerutu padanya. Luhan juga sempat tersipu beberapa saat namun Luhan tak menyadarinya. Ia akhirnya turun lebih dulu mendahului Sehun

.
.

10 menit kemudian,mereka sudah berkumpul. Tampak Kris dan Chanyeol sedang berdiskusi memilih film yang baik untuk ditonton. Tampak semua kaset masih segelan. Ya karena kris membelinya baru saat sebelum keberangkatan mereka

"Ini saja Hyung"bisik Chanyeol.

Kris melihatnya. Train to Busan. Kris menggeleng

"Kurang seram Yeollie. Yang lainnya saja"jawab Kris pelan

"Kalau ini?"tanha Chanyeol

Kris tersenyum melihatnya. Tapi dia seikit setuju karena itu. Bushisaba

"Ini bahasa China. Bagaimana. Tapi ada translate nya"

Chanyeol mengangguk menandakan tak masalah. Baiklah. Hari ini mereka akan menonton Bunshisaba. Chanyeol mulai memutar filmnya. Banyak keheningan saat mereka melihat film itu. Hanya Xiumin,Luhan,Baekhyun,Sehun dan Kis yang tak perlu membaca aksara korea karena mereka sudah bisa bahasa mandarin.

Reaksi berbeda beda saat hantu mukai muncul lagi lagi dan lagi

"Oh astaga! Huwa! Aish jinjja!"-Chanyeol

"Yha! Yha! ahhh"-Baekhyun

"Sudah kubilang hantu nya itu perempuan Umin Noona. Noona sih bagaimana?"-Chen

"Ya! Mana aku tau. Aku pikir laki laki"-Xiumin

"Huwa! Yha! Oh yaampun.. yha!"-Tao

"..."-Kai

"Oh yatuhann"-Kyungsoo

"Yha sehunna! Sehunna!"-Luhan

"Oh astaga Luhan,kau bisa merusak bajuku! Yak! Lepaskan. Apa seramnya hantu itu astaga"-Sehun

"Aish jeleknya. Ck"-Kris

"Iyuh"-Sehun

"Wooo yaampun. Aih kkamjakiya"-Chanyeol

"Sudah kubilang ini bukan ide yang bagus. Dasar kau malah teriak yang paling kencang!"-Baekhyun


Tbc^^
Maaf ya kalo update nya lama. Hehe^^ giaman chap yang ini? Serukah? Keep rcl^^