Rated : T/M
Genre : Romance,comedy,friendship,drama,hurt
BoyXBoy
Dont like Dont Read


CHAPTER 15

Hampir semuanya mengeluarkan keringat setelah menonton film seram yang diputar Kris dan Chanyeol. Hanya Kris,Kai dan Chen yang tidak mengeluarkan keringat. Bahkan Sehun pun juga mengeluarkan keringat. Oh astaga,bahkan Chanyeol yang paling bersemangat tadinya juga mengeluarkan keringat. Bahkan mungkin yang paling banyak setelah Tao.

"Mau nonton lagi?"tanya Kris dengan smirk nya

Tao mendelik kearah Kris dengan muka yang masih penuh dengan keringat

"Kalau sampai ada adegan horror,siap siap saja kau tidak akan melihat sunrise esok hari"

Tao mengancam dengan memicingkan matanya. Kris menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Oh astaga,yang lain berkeringat karena ketakutan aku berkeringat karena ulah rusa jelek ini yang menarik baju ku tiada henti"

Sehun mengomel sambil melirik Luhan yang berada disampingnya. Sebenarnya ia tak sepenuhnya kesal. Malah bisa dibilang ia sangat senang karena rusa itu sangat manja padanya. Ah,kalau begini,lebih baik menonton film horor saja setiap hari.

"Ehh-maaf. Aku tidak sengaja"

Luhan menundukkan kepala nya menghindari tatapan Sehun. Malu,merasa tak enak,senang,bingung itulah yang dirasakan Luhan. Ia tak tahu kenapa,tapi yang jelas ia bisa merasakan kalau Sehun bisa membuat Luhan baik baik saja. Oh astaga Luhan,apa yang kau pikirkan hah? Dia hanya idolamu!

"Sengaja tidak sengaja tetap saja bajuku rusak. Ck. Sudahlah tidak usah bersedih"

Sehun mengomel diselingi sedikit senyum. Bajunya memang mahal. Bahkan untuk ukuran kaos biasa,bisa dibilanh mahal. Tapi,tak masalah bila baju itu rusak atau kusut akibat rusa yanh ada disampingnya ini. Bahkan tak apa kalau Luhan merusak semua pakaian mahalnya kalau Luhan mau bersikap manja dan menggemaskan padanya.

"Drama saja drama"usul Baekhyun

Chanyeol masih bungkam karena sepertinya ia masih takut membayangkan hantu yang keluar dalam film tadi. Semua melihat Chanyeol yang bersikap no coment. Biasanya ia yang paling cerewet akan hal seperti ini.

"Bagaimana Chanyeol-ah? Drama?"

Tanya Kris memilah milah kaset yang berada di tangannya. Chanyeol masih melamun sampai Baekhyun mencubit perutnya. Chanyeol meringis kesakitan yang berlebihan seperti biasa

"Ahh appoyo. Ahh"

Oh astaga Chanyeol kau berlebihan

"Tak usah hiraukan dia. Setel saja Hyung"

Sehun yang menjawab dengan sedikit melirik Chanyeol yang menatap sinis kearahnya. Sehun pura pura tak melihat Chanyeol yang memasang wajah kesal padanya.

Terpampang pembukaan serta judul dari film tersebut; RAIN(비가와)

Semua tampak serius ke televisi yang menampilkan drama tersebut. Ada beberapa tokoh yang menjadi pemeran utama film tersebut. Ada kata kata yang sempat ditangkap dan direkam diotak Luhan.

Dan ketika dia menatap kearahku, jantungku serasa berhenti berdegup.
Aku tak bisa menjelaskannya.
Tapi saat itu,aku merasa sangat senang melihatnya.-Cho An Ah(pemeran utama)

Luhan merasa sedikit tersindir dengan kalimat itu. Hei. Kenapa harus merasa tersindir Lu? Blush. Luhan merona tepat dikedua pipinya. Membuatnya tampak seperti tersengat matahari.

"Ada apa denganmu?"tanya Sehun pelan

Luhan menggeleng ragu menyembunyikan rona pipinya.
Sedangkan yang lain juga menangkap masing masing quotes yang ada di drama itu. Baekhyun pun juga sangat senang melihat drama itu. Dia memutuskan untuk menyimpan satu quotes yang menarik perhatiannya. Quotes itu dikatakan oleh sahabat pemeran utama film itu.

Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. Karena ketika nanti kau patah hati,setiap kali hujan turun,kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. Masuk akal bukan?-Kim So Ra(sahabat pemeran utama)

Baekhyun bahkan sampai mengeluarkan air mata saat sang tokoh mengatakan itu. Baekhyun ingin memberi quotes itu pada orang lain. Tapi ia tak tahu quotes itu untuk siapa. Baekhyun menghapus liquid dari matanya dan bersandar di bahu Chanyeol.

Tao memang tak mengeluarkan airmata. Ia tak bisa mengeluarkan air mata. Tapi ia tau,kalau hatinya tersentuh oleh beberapa quotes dalam drama tersebut. Dan ia juga merekam satu quotes dari sang adik dari tokoh utama.

segala yang kuinginkan dalam hidup-Cho Yeon Ju(adik pemeran utama

Tao memandang sekilas kearah Chanyeol yang memberi sandaran bagi Baekhyun. Memang yang Tao inginkan adalah Chanyeol. Ya,yang diinginkan Tao adalah Chanyeol. Chanyeol kekasih sahabatnya. Tao menghela napas lalu menghembuskan nya kasar. Lalu menatap kembali drama yang tersetel.

Kai yang paling pendiam diantara yang lain mya dirumah ini. Dia hanya menerima undangan dari guru sekaligus orang yang ia anggap kakak. Kris sudah dianggap sebagai kakak oleh Kai. Juga guru. Karena Kris pernah menjadi guru nya saat di Julliard dan Kai juga semakin dekat dengan Kris karena adiknya,Chen dan adik Kris,Sehun adalah teman kecil. Dia menatap lurus ke drama tersebut.

Dan bersamamu,aku bisa melupakan masa lalu. Walaupum hanya sejenak,taoi aku bisa merasakan ketenangan-Lee Jung Soo(lawan main tokoh utama)

Kai tertawa hambar tanpa suara. Melihat drama seperti itu,itu memang termasuk drama yang sangat membuat haru. Namun sepertinya hati namja berkulit tan ini sudah benar benar beku. Namun kata kata tadi berhasil masuk ke otaknya.

Sehun yang sejak tadi ikut melihat drama itu sedikit mengerutkan kening saat sang lawan main tokoh utama juga mengatakan kata-kata yang lain yang membuat suasana hatinya memburuk

Hidup ini sungguh Aneh. Juga tak adil
Suatu kali hidup melambungkanku setinggi langit. Kali lainnya hidup menghempaskanku begitu keras ke bumi.
Ketika aku menyadari,dialah satu satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini,kenyataan berteriak ditelingaku. Bahwa dia juga satu satu nya yang tak bisa kumiliki.-Lee Jung Soo

Sehun mengepalkan tangannya sampai kuku nya menembus kulitnya. Matanya menatap marah adegan didepan. Ia tak ingin emosi nya terluap di depan banyak orang segera saja,ia pamit mendahului lainnya

"Aku duluan."kata Sehun beranjak

"Mwo? Mau kemana?"tanya Chen mendongak menatap Sehun yang pucat

Namun Sehun tak berkomentar,ia meneruskan jalannya ke kamar nya. Semua menatap Sehun bingung,namun akhirnya lebih memilih melanjutkan menonton drama. Luhan juga sempat menatap Sehun yang berubah namun ia segera menepis pikirannya,dan seperti yang lainnya melanjutkan menonton drama.

Chanyeol tersenyum lebar saat adik dari lawan pemain utama mengatakan quotes yang menarik perhatiannya.

Papa..Mama..Aku mencintainya-Lee Gun Jung(adik dari lawan main utama)

Chanyeol mengeratkan pelukan tangan kanan nya dibahu Baekhyun.

Katakan padaku! Apa yang dimilikinya yang tak kumiliki?!-Park Taec Yeon (musuh lawan main utama)

Kris mendecakkan lidah sambil melirik ke arah Tao saat rival lawan main utama sedang berteriak pada pemain utama. Benar juga,apa yang dimiliki Chanyeol yang tak Kris miliki? Kris hanya bisa mendecakan lidah berulang kali.

Cinta datang karena terbiasa.-Cho Yeon Hwa(kakak pemain utama)

Xiumin yang sedang menyesap minumannya sedikit tersenyum karena ungkapan kakak pemain utama tersebut. Dia sedikit berpikir bahwa..-ah! Lupakan Xiumin! Itu tak mungkin!

Kyungsoo merasakan pipinya memanas dan jantungnya berdegup kencang saat kata-kata yang berhasil membuatnya tertarik.

Dibawah guyuran hujan senja itu adalah jarak terdekat aku berdiri denganmu selama pertemuan pertemuan pertama kita. Entah kenapa itu membuatku gugup. Aku seperti bisa mendengar bunyi detak jantungku yang cepat,meskipun rintikkan hujan tak kalah gaduh.-Jung Kan Ah (kekasih Lee Gun Jung)

Kyungsoo tersipu merasakan pipinya sangat panas. Ia mengipas ngipaskan tangannya ke pipinya yang chubby. Sampai ia menyadari,sepasang mata menakutkan menatapnya. Kai. Namja yang membuat kesal Kyungsoo karena ia sangat sombong. Kyungsoo menatap ke sembarang arah pura pura tak mengetahui. Mau apa ia lihat lihat? Kyungsoo menggeleng gelengkan kepalanya.

Hati Chen sedang berbunga bunga saat mendengar kata kata yang sangat membuat suasana hatinya membaik. Dan itu yang membuat semua namja berparas yeoja disini menangis haru. Namun tak mungkin Chen menangis karena ia saar kalau ia memiliki postur wajah kaum Adam yang sangat tampan

True love which only for two person,and no place for the third person. You will never find a reason when love someone. Because a true love comes with no logical reason.-Gook Min Wook (sahabat pemeran utama)

Dan Hal yang paling indah dari hujan adalah,karena ia tak takut untuk kembali walau tau rasanya jatuh berkali kali. Ending.

"Hah..."

Luhan,Baekhyun,Xiumin,Kyungsoo dan Tao menghela nafas berat. Mereka merasakan ada kelegaan dalam nafas mereka sehabis melihat happy ending dari drama tersebut. Oh drama yang sungguh mengharukan. Membuat kelima namja berwajah princess ini menangis karena haru.

Kris beranjak dari tempatnya dan mulai membereskan dvd nya.

"Bagaimana kalau besok kita jogging dan bermain?"tanya Kris

Semua mengerutkan kening. Mencoba memahami apa maksud Kris

"Pokoknya,kalian besok harus bangun pagi"sambung Kris.

Semua mengangguk dan masing masing beranjak dari tempatnya

"Hyung,apa nanti malam kita akan makan masakan Sungai Han lagi?"ejek Chanyeol

"Luhan! Bukan Sungai han!"kyungsoo meneriakki kakaknya.

Luhan hanya menggaruk hidungnya yang tak gatal. Kris tertawa menatap Luhan.

"Anni. Aku akan pesan makanan malam ini"kata Kris.

Semua bersorak senang sedangkan Luhan hanya menutupi wajah tersipu nya. Dan akhirnya ia teringat sesuatu. Sehun. Ia meninggalkan ruangan saat drama nya belum selesai. Ada apa gerangan? Apa dia sakit? Luhan tak mau terlalu larut dalam imajinasi nya sendiri dan memutuskan untuk memastikannya sendiri.

Luhan membuka kamar,tidak di private. Berarti Sehun baik baik saja bukan?

Luhan membuka nya amat hati hati. Ia tak melihat Sehun di kamar. Dimana ia? Ia mencoba mencari ke penjuru kamar. Ahh ternyata di Balkon. Luhan menghampirinya dengan ragu. Sehun berdiri di balkom dengan kedua tangan di saku celana nya.
Luhan memutuskan untuk kembali namun suara serak Sehun memberinya intruksi.

"Ada apa Lu? Kemarilah"

Luhan mendapati suara Sehun berubah menjadi serak luar biasa. Hah? Apa Sehun masuk angin? Saat Luhan membalik badan untuk menatap Sehun,saat itu juga Sehun berbalik arah agar bisa bertemu pandangbdengan Luhan. Mata mereka bertemu. Tak lama. Hanya 10 detik lalu Luhan menundukkan kepalanya.
Sehun tersenyum. Ia hanya bisa mengatakan dalam hatinya; bagaimana bisa aku menyukaimu sedangkan aku masih hidup dalam segudang kenangannya?. Sehun tertawa hambar lalu berbalik memunggungi Luhan lagi.

Luhan mendekati Sehun dengan ragu. Langkahnya kian dekat pada Sehun

"Tak sopan meninggalkam acara saat belum selesai"

Luhan berkata melihat wajah Sehun. Wajah itu damai tapi terkesan dingin. Luhan ingin tahu,seberapa besar hal yang sering dipikirkan Sehun? Ia tak menolak itu. Luhan kian lama kian mengerti. Semakin ia tidak memikirkan Sehun,ia akan semakin penasaran dengan Sehun.

"Benarkah? Apa kau hanya mencari alasan karena terlalu merindukanku?"

Sehun tersenyum lalu menatap Luhan. Sehun bahkan bisa melihat kalau pipi Luhan merona dengan sempurna. Ia semakin imut dan semakin cantik dengan pipinya. Entahlah,senyum Luhan memiliki pengaruh pada diri Sehun. Membuatnya gembira dan membaik. Seakan akan Sehun bisa menghadapi dunia.

Sehun menarik Luhan kedalam dekapannya. Merasakan hangat nya saat badan mereka menyatu. Saat badan Luhan berada dalam dekapan Sehun,Sehun merasa dirinya utuh kembali. Luhan pun tak menolaknya. Luhan membalas pelukan Sehun yang hangat. Mentransfer segala tetek bengek yang Sehun alami. Luhan tahu,Sehun saat ini sedang tertekan. Namun Luhan tidak tahu,penyebab Sehun tertekan.

"Kau tau? Ayahku sepertinya akan mendapat sekretaris yang sangat cantik. Aish. Aku iri"gerutu Sehun berdecak

Luhan ingin melepaskan diri namun Sehun mendekapnya lebih erat

"bukankah kau juga bisa mencari sekretaris yang cantik dan seksi? Kau kan tampan? Apalagi kau kaya. Pasti banyak yang-"

"Kenapa kau marah-marah?"

Sehun menyela Luhan dengan nada menyelidik. Luhan sedikit mendelik karenanya. Benar juga,kenapa ia memberikan nada tak suka?

"An-anni. Aku hanya memberi pendapat"

"Dasar,baru tahu aku memberi pendapat dengan nada berteriak."

Jadilah pertengkaran itu menjadi awal bagaimana Sehun dan Luhan mengerti perasaanya satu sama lain.

Kris dikamarnya sedang memainkan piano dengan tumpukan kertas di atasnya. Tao yang sedang membaca buku merasa bosan. Matanya lelah. Ia memutuskan mencari ipod nya. Nam ia tak kunjung menemukannya. Ia berjalan ke arah Kris.

"Kris-ah,dimana ipod ku? Apa kau tau?"

Tao bertanya pada Kris yang sibuk mencoret coret kertasnya.

"Tidak. Coba cari di tas"

Kris menjawab nya tanpa menoleh kearah Tao. Tao kesal karena ia merasa diacuhkan. Tao memanyunkan bibirnya lucu

"Kau mengabaikanku sajangnim?"

Tao mulai kesal. Kris menoleh kearahnya. Tersenyum saat melihat wajah bosan Tao.

"Kau kenapa? Bosan? Mari duduk. menemaniku saja"

Kris menepuk kursi sebelahnya. Tao memgangguk dan ikut duduk. Tao menyandarkan kepalanya di bahu Kris. Tao memang bukan kekasih Kris. Namun,Tao suka sekali bermanja manja dengan Kris. Bukan karena ia menyukai Kris,namun ia tak memiliki sandaran dan tempat bermanjaan selain Kris dan Kai.

"Kau harusnya membuat liriknya juga. Jangan hanya istrument nya"gumam Tao lalu tertidur.

Kris melihat wajah Tao dengan sendu. Bukankah menyakitkan jika harus meninggalkan orang yang disayangi? Kris teramat mencintai Tao. Kris memberhentikan aktivitasnya dan menggendong Tao kearah kasur. Menyelimuti Tao sampai ke bahu.

Chu~

Kris mencium benda kenyal milik Tao. Kris menempelkan bibirnya pada bibir Tao. Lalu beralih ke puncak kepal Tao. Melihat Tao tidur dengan damainya.

"Saranghae"gumam Kris


Tbc sayang:*:*;*

Keep rcl yaaaaaaaaaa

Paypay