Pt. 2 : Taehyung x Jungkook (VKook)

Fortune Teller

Jungkook menggigiti belah bibir ranumnya. Gelisah berkecamuk dalam diri. Hela napas tak mampu mengatur tempo detak jantung yang berpacu cepat. Paras menggemaskan itu bercucur peluh. Anak ini mungkin sedikit berlebihan dalam bereaksi, karena nyatanya yang ia hadapi saat ini hanyalah wanita tua yang tengah memejamkan mata, dengan bola bulat bercahaya dan sedikit tambahan suasana remang-remang ruangan seluas 4 meter persegi yang memang sedikit mengundang rasa takut. Sebuah meja kecil beralaskan sutera merah marun menghalangi mereka. Jemari penuh kerut-kerut penuaan milik sang wanita tua menari lembut di atas telapak tangannya, menelusuri garis-garis yang terukir di sana.

Jungkook tidak bisa lebih gugup lagi. Sudah lima menit ia menghilang—atau lebih tepatnya kabur diam-diam ke salah satu tenda sepi di tengah festival musim dingin. Stan peramal masa depan, begitulah tulisan yang terpampang sederhana di depan tenda ungu gelap tempatnya berada kini.

Jadi sebenarnya, ia datang berdua ke festival bersama kekasihnya, Taehyung. Saat pria yang lebih tua pergi untuk membeli minuman di salah satu stan, ia memutuskan melangkah mengendap-endap ke sebuah tempat yang belakangan ini sangat ingin ia kunjungi, dan di sinilah Jungkook berakhir.

Peramal itu tampak serius. Raut wajahnya kaku. Jarinya telah berhenti melakukan kegiatan yang ia sebut membaca garis tangan. Kini kelopak matanya terbuka. Ia tersenyum ramah karena gerak-gerik pemuda manis di depannya yang jelas tidak tenang.

"Kau belakangan ini memiliki masalah dengan kekasihmu, bukan?" tanya wanita itu lembut.

Jungkook terkesiap. Hebat sekali orang ini, sampai bisa tahu.

"Y-Ya. Kami bertengkar karena suatu masalah, dan karena itu ia membawaku ke festival ini agar kami bisa sedikit menyegarkan pikiran." ujarnya pelan, yang diangguki wanita di hadapannya.

"Karena itu aku ingin tahu banyak hal. Aku takut kalau Tae-hyung akan mengakhiri hubungan kami dalam waktu dekat." cicit Jungkook dengan nada sedih.

Senyuman sang peramal justru merekah semakin lebar.

Jungkook mengerutkan alis, sedikit heran saat wanita itu menyuruhnya mendekat dan membisikkan beberapa kalimat di dekat telinganya.

Pemuda itu kemudian membolakan manik mata. Terlihat lucu dan gigi kelincinya menyembul dari bibir tipis yang terbuka sedikit.

"Apa Anda yakin, Nyonya?"

Wanita itu terlihat berseri-seri, terlihat antusias setelah mendapat reaksi menggemaskan dari sang pemuda. "Aku mengatakan apa yang aku lihat."

Baru saja Jungkook hendak mengucapkan sesuatu, tiba-tiba seseorang yang sepertinya tidak mengerti sopan santun masuk ke dalam tenda. Itu Taehyung dengan wajah penuh keringat dan khawatir yang kentara. Tatapan matanya memaku Jungkook.

"Ternyata benar kau di sini. Ayo, kita pergi sekarang." Tangan Taehyung dengan cepat meraih lengan Jungkook, menarik pemuda manis itu paksa.

"T-Tunggu, hyung—!" Jungkook buru-buru membungkuk sebagai tanda terima kasih kepada wanita yang telah meramalnya.

Taehyung terlihat tidak ingin mendengar apapun, dengan kasar menyeret Jungkook keluar dari tenda secepatnya.

"Kau, mengapa menghilang begitu saja? Seharusnya kau beri tahu aku dulu kalau ingin pergi, bukannya menghilang tiba-tiba dan membuatku seperti penjaga bayi." Taehyung mengomel. Tangannya masih saja menarik-narik pemuda lain yang susah payah menyamakan langkah mereka.

"Aku hanya bergerak sepuluh meter dari tempat tadi, hyung." Jungkook mencoba membela diri, berusaha menghentikan ocehan bernada kesal kekasih tampannya.

Taehyung berdecak, "Festival ini sangat ramai, Jungkook-ah. Aku takut kau tiba-tiba tersesat atau bagaimana tadi."

Jungkook mendengus kecil, namun tetap merasa senang karena Taehyung khawatir. "Aku bukan anak kecil lagi, hyungie."

Yang lebih tua memutar bola mata malas, melirik si manis yang memanyunkan bibir. "Aku tahu. Tapi untuk apa kau ke sana? Aku hampir menganggap kau tak percaya ramalan selama ini."

Jungkook malah menyengir lebar. Ia jadi teringat perkataan wanita tua tadi.

"Apa kau bertanya tentang hubungan kita? Atau kau malah bertanya tentang hari kematianmu? Atau malah hari kematianku?" Taehyung mulai ngawur, dan Jungkook tidak bisa menahan diri untuk menggenggam tangan besar kekasihnya dengan semangat.

"Tidak ada. Aku hanya ingin tahu kapan Kim Taehyung mengeluarkan kotak merah berisi cincin dari dalam saku celananya." celetuk Jungkook enteng bagai menyanyi lagu favoritnya, sedangkan Taehyung mengeluarkan keringat sebesar sereal.

Ketahuan, deh.

.

.

"Pertengkaran itu tidak berarti apa-apa. Sebenarnya kekasihmu akan melamarmu malam ini. Ia sudah mempersiapkan kotak merah dengan cincin di celananya. Hanya tinggal menunggu waktu."

END.

.

.

.

.

.

-Author note-

Hai semuanya, Gummysmiled di sini~ kaget gak? /nggak.

Jadiiii, ff ini adalah hasil kerja sama dengan sahabat senasib seperjuanganku, MissNature. Kami teman sekelas loh ohohoh /nggak nanya plis.

Dengan seenak jidat dia ngepost chap 1 tanpa ngasih tau aku, huhuhu, jadinya aku buru-buru ngetik chap 2 nya, dan wow, ini VKook pertamaku xD

Untuk pairing selanjutnya yang diprediksi akan keluar adalah : YoonKook, KookMin, JinMin, HopeKook, NamMin dan lain-lain. Penentuan kapel ini adalah hasil undian kami beberapa waktu lalu dan beberapa kapel bener-bener tantangan buat kami dan sejauh ini cukup seru sih xD

Oke sekian, dan CONGRATS untuk MissNature yang udah debut muah muah :3

P/S : Mohon tinggalkan komentar, kritik maupun saran, oke?