Pt.4 : Namjoon x Jimin (NamMin)
Naughty Couple
Derap langkah yang terkesan tergesa memenuhi koridor sekolah sehingga menyebabkan suara yang cukup mengganggu. Pemuda yang menyebabkan bunyi derap langkah itu berhenti di depan sebuah pintu kelas dan setelah mengatur napas dia langsung membuka pintu dihadapannya.
"Aku tahu aku terlambat, aku sungguh sudah berusaha bangun pagi, jadi saat tahu kalau aku terlambat, aku terburu-buru bersiap dan bahkan aku meninggalkan sarapanku yang sangat berharga hanya untuk dapat datang ke kelas ini. Jadi jangan marahi usahaku."
Seisi kelas melongo melihat kelakuan pemuda yang bernama Park Jimin itu yang sekarang melenggang dengan santainya menuju bangku paling depan, tepatnya di depan meja guru, tanpa raut bersalah. Sedangkan sang guru, Kim Namjoon, yang sedang mengajar hanya menghela napasnya.
"This kid!" Desis sang guru sambil kembali melanjutkan pelajaran.
Sedangkan Park Jimin tidak ambil pusing dengan keadaan di sekitarnya, yang dilakukannya hanya menyangga kepalanya dengan salah satu tangan dan menatap lurus sang guru, tanpa mengeluarkan alat tulisnya.
"Hei Jimin-ah, mana janjimu untuk tidak datang terlambat lagi di kelas Kim Ssaem? Bullshit." Cecar perempuan yang duduk disebelahnya saat sang guru sedang menoleh ke papan tulis.
"Diamlah Jeon Somi, kau sudah mendengar alasanku tadi." Sahut Jimin sambil melirik Somi dengan tajam.
"Cih, itu yang kau sebut alasan? Anak SD saja bisa membuat alasan yang lebih masuk akal dari alasanmu tadi."
Dan Park Jimin akan sukses menoyor wajah manis teman bermulut pedasnya itu kalau saja wajahnya tidak terlebih dahulu dilempar dengan kamus bahasa Inggris oleh Kim Namjoon.
"Park Jimin, keluarkan alat tulismudan kerjakan soal yang kutulis ini, DWARF."
Ucapan sang guru hanya dianggap angin lalu oleh Jimin, karena alih-alih mengeluarkan alat tulisnya, Park Jimin lebih memilih mengeluarkan permen karet dari kantung celananya dan mengunyah permen karet itu, bahkan dia sempat menawari Somi yang awalnya menggelengkan kepala namun tetap menyambut permen karet itu, sedangkan Jimin kembali menopang kepalanya.
.
.
.
.
Tepat saat bel istirahat berbunyi seluruh murid meninggalkan kelas kecuali Jimin dan sang guru yang menyuruhnya tetap tinggal. Kim Namjoon menatap sang murid tajam sedangkan yang ditatap hanya duduk menyandar di kursinya sambil menyisir rambutnya ke belakang menggunakan tangan dengan wajah innocent.
"Jadi, kenapa kau menyuruhku tinggal, Joon hyung?"
"Kau benar-benar menguji kesabaranku, Manis."
"Ah, apa aku akan mendapat hukuman Namjoon-ie?"
"You know what will happen, Sweetheart."
"Woah, memangnya apa yang akan terjadi, Seon-saeng-nim?"
Park Jimin melebarkan seringaiannya sambil mulai mengendurkan dasi yang memang dipasang asal, saat melihat wajah Kim Namjoon mulai memerah. Dengan langkah pasti dia menghampiri sang guru, dan saat Namjoon sudah berdiri di sampingnya, Jimin langsung menarik kerah baju Namjoon hingga jarak kedua bibir mereka menipis namun gerakan itu terhenti saat pintu kelas terbuka dan menampilkan wajah teman sekelasnya, Kim Mingyu, yang terperangah melihat adegan yang tersuguh di depan matanya.
"Ka-kalian!"
Sebelum Namjoon sempat membuka mulutnya, Jimin terlebih dahulu memiringkan kepalanya ke arah Mingyu dengan wajah yang dibuat imut.
"Ne, Mingyu-ah, sebaiknya kau menjaga pintu saja dan menutup mulutmu karena aku memiliki urusan dengan kekasih tampanku ini."
"T-tapi k-kalian—"
"Cepatlah Kim, aku tidak punya banyak waktu, aku masih harus menghadiri rapat guru setelah ini."
"Kau dengar, kan? Namjoon hyung sibuk, jadi cepat lakukan perkataanku sebelum tubuh kelebihan kalsiummu masuk IGD."
Kim Mingyu langsung menutup pintu kelas dengan terburu dan melakukan perintah Jimin sambil mengusap keringat dingin yang mulai membasahi wajah dan tubuhnya karena perkataan Jimin tadi. Dia mendelik ke arah murid-murid yang lewat di depan kelas itu yang menatapnya aneh. Sungguh seorang Kim Mingyu tidak ingin dihabisi oleh seorang Park Jimin yang badannya otot semua itu karena mengganggu 'urusan'nya dengan Kim Namjoon, sang guru bahasa Inggris.
"Gila! Park Jimin si brengsek paling manis sesekolah berpacaran dengan Kim Namjoon si guru bahasa Inggris paling brengsek sedunia. Dunia memang sudah gila. Kenapa si pendek itu tidak mencari yang baik-baik sih!"
END DENGAN PENUH KENISTAAN
