Pt.8 : JinKook (Kim Seokjin x Jeon Jungkook )
To Got You
Hari minggu adalah satu hari yang paling ditunggu-tunggu semua orang yang menyandang status siswa, mahasiswa, dan para pekerja pada umumnya. Semua orang berlomba-lomba memanfaatkan hari libur sebaik-sebaiknya, seperti yang dilakukan dua kakak beradik yang memanfaatkan hari libur mereka dengan belanja gila-gilaan. Segala macam toko tidak ada yang terlewatkan.
"Jisoo-ya, kau mau membeli apa lagi? Baju lagi?"
"Aku mau membeli sepatu, Oppa."
"Bagaimana kalau Gucci?"
"Andwaee, aku tidak mau jadi manusia Gucci."
Kim Seokjin hanya memutar bola matanya sembari mengikuti langkah sang adik, Kim Jisoo, menuju salah satu toko sepatu yang baru buka di ujung jalan. Dia tersenyum sendiri melihat tingkah adik 4Dnya yang melompat-lompat kegirangan melihat berbagai sepatu yang berjejer didepan mata.
"Oppa, kau tidak beli juga?"
"Tidak, aku lelah, pilih saja sendiri sana."
"Tentu saja~"
Jin duduk di salah satu sofa yang disediakan toko itu, sembari melihat sekeliling tatapan matanya jatuh pada seorang pemuda berambut coklat madu yang sedang mencoba sepatu. Pemuda manis itu mengerucutkan bibirnya kesal, mungkin sepatunya tidak muat karena dia langsung menghempaskan sepatu itu. Jin terkekeh melihat tingkah kekanakan pemuda itu, memperhatikan setiap detail perubahan mimik wajahnya dengan serius. Dia tersenyum gemas saat pemuda intaiannya menggembungkan pipi, samar-samar dia mendengar temannya yang menemani menertawakannya.
"Kubilang juga apa, Kookie, diet! Lihat kakimu sebesar kaki gajah!"
"Diam, KIM YUGYEOM."
"Terserah padamu, aku hanya akan bersabar sampai 10 menit lagi. Kalau masih tidak ada yang muat, kau telanjang kaki saja ke pesta pernikahan kakakmu."
"YAKK !"
Terima kasih pada si Kim Yugyeom, karena sekarang Jin tahu nama si pemuda manis penggerutu itu. Dia semakin fokus namun sebuah tepukan keras menyapa pundak lebarnya.
"Oppa~~ Kau sekarang jadi penguntit, eh? Ajak kenalan sana."
"Gak."
"Wae? Malu? Merasa kalah tampan dengan temannya, hm?"
"Hell, aku seribu kali lebih tampan dari si kepala batok kelapa itu, asal kau tahu saja!"
"Terserah. Aku ada rencana agar dia mengingatmu tanpa kau ajak kenalan. Mau coba?"
"Jangan yang aneh-aneh, alien."
"Tenang saja."
Setelah berbisik-bisik sesaat, kakak beradik itu mengintai menunggu saat yang tepat, kelakuan mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang lewat. Tentu aneh melihat dua orang berparas rupawan bertingkah seperti sasaeng fans gagal seperti mereka, namun yang dilirik tidak peduli.
Saat pemuda manis itu mengeluarkan hpnya, Jisoo langsung mendekat berpura-pura ingin mengambil sepatu didekat pemuda itu, namun dengan sengaja menyenggol Iphonenya hingga terjatuh ke bawah rak sepatu.
"Ah, mianhae, kau tak apa?"
"Oh, ya, tak apa, kurasa. Tapi nona, bisakah kau jalan dengan matamu?"
"Heee, aku jalan dengan kaki maaf saja ya."
Jisoo berjongkok berpura-pura ingin mengambil sepatu dan mengambil ponsel di bawah rak. Dia melengos pergi meninggalkan pemuda yang menggerutu tidak jelas itu.
"Nah, kau hanya punya lima menit, Oppa. Ke kamar mandi sana."
"Oke, trim's adikku sayang."
Jisoo hanya memandang kakaknya datar dan beralih ke arah pemuda yang kebingungan mencari Iphonenya, dia tidak habis pikir kenapa kakaknya bisa tertarik dengan pemuda manis tapi judes itu. Tidak sampai lima menit Jin sudah kembali dan menyodorkan hp itu ke adiknya.
"Tidak pakai password ternyata, hohoho."
"Kau seperti pedofil."
"Shut up, kembalikan sana."
Jin langsung melangkah keluar membiarkan sang adik entah bagaimana caranya mengembalikan ponsel itu. Tepat setelah dia merenggangkan tubuhnya menikmati angin sore, sang adik sudah berdiri disampingnya, lengkap dengan senyum manis dan belanjaan di kanan kiri tangannya.
"Kajja, Oppa, kita pulang. Semoga berhasil."
"Pasti berhasil, lihat saja."
.
.
.
.
Kim Seokjin baru keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalutkan handuk dan kaus hitam tanpa lengan, saat Jisoo melemparkan ponsel ke arahnya yang untungnya langsung ditangkap.
"Apa-apaan!?"
"Kau berhutang apapun keluaran Gucci yang terbaru padaku, Oppa."
Kening Jin berkerut namun langsung digantikan dengan senyum penuh rasa percaya diri, penasaran dia melihat layar ponselnya yang menampilkan pesan yang baru saja masuk sekitar 2 menit yang lalu.
'Apa benar ini Kim Seokjin? Kalau ya, apa kita bisa bertemu? Aku bukan terpesona dengan fotomu loh ya! Aku ingin protes kenapa bisa ada banyak fotomu di ponselku! Ingat loh, AKU TIDAK TERPESONA.
P.S : Namaku Jeon Jungkook ngomong-ngomong. "
Jin tertawa puas melihat isi pesan itu, benar-benar anak yang menarik dan super tsundere. Segera saja Jin menulis balasan manis untuk pemuda manis itu.
'Okay, manis, kau yang tentukan harinya, aku tentukan tempatnya. Taman di alun-alun kota mungkin cocok?
P.S : Aku tau aku tampan. :p '
.
.
"Oppa, kau gila. Dan si penggerutu itu sama gilanya"
"I know. That's why I got him."
.
.
A/N : Update malem-malem kuy :v Haloo, pakabar semua?
Sebenerny ide buat ff ini udah ngestuck di kepala sejak sebelum UN, tapi karena UN menyerang semuanya berubah, jadi cuma inget intinya aja, hehehe. Jadi sorry ya kalo kurang dapet feelnya, ato gak dapet sama sekali ? Mianhae ~~
Thank you buat reader yang dah baca dan meninggalkan jejak :D I always waiting for your review, annyeong ~~ ^^
.
.
