Pt. 9 : VMin ( Kim Taehyung x Park Jimin )

On That Place

Bus biasanya akan berdesak-desakkan di jam-jam tertentu, apalagi saat pulang sekolah atau kantor, disitulah kesabaranmu diuji. Park Jimin berdoa agar nanti saat pulang dia tidak harus berdesakan, dia sudah muak mencium bebauan tidak sedap dari orang-orang yang berjarak tidak sampai 1 cm dari tubuhnya.

"Kau kenapa, Jimin?"

"Aku berdoa, Coups. Kau tidak lihat tanganku?"

"Yeah, aku tahu. Memangnya apa yang kau inginkan?"

"Aku berdoa agar tidak berdesakan di bus."

"Kau terlalu berisi, makanya susah dapat tempat duduk."

"Terserah, bung, terserah."

"Memangnya kenapa kalau berdiri? Kan cuma sebentar."

"Aku merasa tidak nyaman, seperti ada orang yang seakan siap menerkamku kapan saja, kakiku juga pegal."

"Oke, aku mengerti sekarang."

Percakapan mereka sepertinya membangunkan seorang lelaki yang duduk di belakang Jimin, kepalanya yang bersurai merah terangkat dengan malas, dia menguap sambil menggosok-gosok matanya.

"Kenapa kalian berisik sekali sih?" dan Jimin menoleh serempak ke sumber suara.

"Oh, selamat sore, Kim. Nyenyak?"

"Sangat, sebelum kau membangunkanku."

"Memang sudah saatnya bangun, bodoh. Sebentar lagi pulang."

"Kapan lagi guru tidak masuk ya..."

"Kau terlalu berharap, Tae."

Kim Taehyung hanya mengangkat bahunya enggan, dia mulai memasukkan barang-barangnya ke dalam tas dengan malas, sambil menyimak diam-diam percakapan dua orang di depannya, hingga akhirnya dia menanggapi.

"Aku dapat menjagakan tempat duduk buatmu nanti, Park." Ucapannya langsung dibalas tatapan tanya Jimin dan .

"Hei, dia benar juga. Kalian kan satu bus, badannya Taehyung juga kurus, oke masalahmu terselesaikan, Jim."

"Apanya?"

"Pokoknya nanti aku jagakan tempat duduk untukmu. Kau cukup naik, dan cari aku."

"Oke, tidak biasanya kau baik padaku, Tae."

"Hm."

.

.

Jimin berjalan tergesa keluar dari pekarangan sekolah menuju halte bus, berharap kalau Taehyung tidak melanggar janjinya. Saat sampai di halte, bus yang ditunggu sudah datang dan Jimin buru-buru masuk ke dalamnya. Memang belum terlalu penuh, tapi semua tempat duduknya sudah terisi, hanya tersisa untuk yang berdiri. Jimin menghela napas dan mulai mencari Taehyung.

"Park Jimin."

Suara husky yang familiar didengarnya membuat Jimin menoleh, Kim Taehyung melambaikan tangannya dari arah tempat duduk yang berada sedikit di bagian belakang. Kening Jimin berkerut saat dengan susah payah berjalan mendekatinya.

"Kau bilang akan menjaga tempat duduk untukku."

"Memang."

"Terus orang yang ini kau sebut apa, hah?!"

"Berisik, nanti dia bangun."

"Kau gila?!"

Taehyung menaruh telunjuknya di depan bibir mengisyaratkan untuk diam, sedangkan tangannya yang sebelah menopang kepalanya di pinggir jendela. Jimin semakin dongkol dibuatnya. Sebelum dia sempat protes lagi, ucapan Taehyung lebih dahulu membungkamnya.

"Siapa yang bilang aku akan menjaga kursi untukmu. Aku akan menjaga tempat dudukmu. Duduk disini."

Jimin membulatkan matanya saat Taehyung menepuk pahanya, wajahnya mulai memerah saat menyadari maksud ucapan laki-laki berambut merah itu.

"Kau gila?!"

"Cepat duduk, atau kau lebih memilih berdiri?"

Mau tidak mau Jimin menurut karena beberapa orang mulai mendorongnya karena dia menghalangi jalan. Dengan hati-hati Jimin melewati orang tua yang tertidur di sebelah Taehyung dan duduk di pahanya.

"Diam dan jangan bergerak."

"Yakk, bagaimana kalau ada yang lihat?"

"Kau menutupi tubuhku, tenang saja. Jangan banyak bicara, nanti orang disebelah kita bangun"

Jimin mencoba merilekskan badannya, tubuhnya kembali menegang saat tangan Taehyung melingkari perutnya dan mulai memeluknya erat, dia tidak berani protes karena takut menarik perhatian. Samar-samar Jimin dapat mendengar senandung dari arah Taehyung, lama kelamaan Jimin tidak bisa menahan kantuk dan kepalanya terkulai di dada Taehyung sehingga dia semakin mengeratkan pelukannya.

"Tidur yang nyenyak, Park Jimin."

.

.

.

A/N : Hello! Kembali lagi dengan Vmin Why Vmin? Karena why not. Cocok aja gitu ama alur di pikiran aku hehehe. Aneh ya? Ini bayangin aja mereka pas zaman Fire ya.

Kritik, saran dan request selalu diterima dan dinanti ya ^^

Annyeong~~