"Aku takut, kau sudah melupakannya kan?"tanya Jungkook.
Demi cintanya pada Jungkook, Taehyung tidak sanggup melihat Jungkook menangis.
"Jungkook di hati ku hanya ada kamu bukan Megumi atau pun orang lain, demi tuhan!" Jawab Taehyung seraya merengkuh tubuh namja kelinci kesayangannya itu.
Taehyung tahu Jungkook adalah namja cengeng yang akan segera menangis, ketika ia ketakutan, dan berkat ini Taehyung tahu betapa besar cinta Jungkook untuknya.
Sangat besar, seakan luasnya samudra tak mampu membalas cinta Jungkook untuk Taehyung.
"Jangan tinggalkan aku ne?" Tanya Jungkook searaya membalas rengkuhan Taehyung
"Tanpa kau memintanya, aku tak akan pernah meninggalkan mu" Jawab Taehyung
.
.
.
Tittle : You Might Be The One
Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook
Author : Yoonginugget
Rated : M
(Vkook) WARNING! BL (Yaoi) This gonna be M-Pregnant if you don't like it please go away.
.
.
.
Terlihat seorang pria tampan sedang duduk manis di atas ranjang seraya menonton televisi, dengan memasang raut wajah khawatir, pasalnya ia sedang memikirkan sesuatu yang berat semenjak dua hari yang lalu bagaimana bisa ia mendapatkan kabar orang yang pernah ia cintai enam tahun yang lalu sudah kembali.
Kenapa bisa seperti ini, padahal ia sudah tidak mengharapkan cinta wanita itu lagi, tapi kenapa ia tetap khawatir saat memikirkannya, apa ia belum bisa melupakan nya.
Itu adalah sesuatu yang tidak mungkin, pasalnya ia sudah memiliki kekasih dan ia sangat serius dengan kekasih nya yang sekarang, ia tidak ingin meninggalkan kekasih manis nya. Jeon Jungkook.
Karena pria manis milik nya sangat membutuhkan nya dan sangat bergantung pada nya, lagi pula ia sudah melakukan banyak hal bersama dan mereka sudah bahagia selama tiga tahun menjalin kasih, dan sekarang mereka berdua akan menginjak tahun yang ke lima dengan status bertunangan.
Rencana nya Taehyung ingin segera mengajak Jungkook menikah ketika ia berhasil mendapatkan kepercayaan penuh dari ayah-nya untuk memegang perusahaan milik keluarga mereka.
Karena itu Taehyung sangat bingung kenapa ia khawatir dengan ke datangan Megumi ke Korea, apa yang ingin wanita itu lakukan disana, bukan kah dulu wanita itu meninggalkannya dengan alasan ingin pindah sekolah keluar negri untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, tapi nyata nya wanita itu malah berselingkuh dengan pria berkebangsaan Australia, yang baru ia kenal dari Social Networking Site (SNS), lalu pindah sekolah disana.
Terlalu dini memang saat dimana Taehyung merasakan cinta, karena saat itu ia dan Megumi berpacaran saat mereka menganyam pendidikan di bangku menengah pertama. Belum setahun Megumi pindah sekolah Taehyung menemukan Jungkook, pertama nya ia hanya penasaran kenapa Jungkook menjadi sasaran bullying disekolah mereka, ia pun menyelidiki siapa itu Jungkook, hitung-hitung untuk hiburan untuknya sebelum menghadapi tugas-tugas akhir di tahun ketiganya di sekolah itu, namun lama-kelamaan Taehyung mulai iba dan tertarik kepada Jungkook dan akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan nya dari bullying, ia juga mengancam semua orang yang ingin mendekati Jungkook.
Setelah satu tahun mengenal dan dekat dengan Jungkook, ia pun meyakinkan dirinya sendiri untuk berpacaran dengan pemuda kelinci itu.
Taehyung dan Jungkook lulus dari sekolah menegah pertama, mereka berdua pun memutuskan masuk kesekolah yang sama lagi. Taehyung yang lebih dulu lulus dari sekolah itu setia menunggu kelulusan Jungkook dari sekolah menengah pertamanya, ia pun masuk Student Council, agar bisa ikut dalam kepanitian masa orientasi siswa untuk siswa baru disekolahnya, hitung-hitung untuk menjaga Jungkook agar tetap aman. Namun ia tetap menyembunyikan hubungan-nya dengan Jungkook dihadapan public, penampilan Jungkook yang memang terlihat cupu dari dulu bukanlah alasan Taehyung menyembunyikan hubungan nya karena ia takut Jungkook menjadi bahan bully-an siswa disana, wajar saja karena Taehyung adalah salah satu murid populer di sekolah tersebut, sebenarnya bisa saja Jungkook menjadi salah satu nya tapi Taehyung melarang nya saat Jungkook berminat mengubah penampilan nya, alasanya ia takut Jungkook menjadi incaran siswa lain.
Taehyung tidak rela man bersaingan dengan yang lain.
Taehyung akan menjadi anak yang possesive pada sesuatu apabila itu berkaitan dengan pemuda kesayangannya, namun setelah dua tahun menjalin hubungan Taehyung menginginkan hubungan mereka jadi go public tapi karena Jungkook terbiasa seperti itu, ia menjadi takut dengan keinginan Taehyung karena tiba-tiba pikiran buruk tentang bullying pada masa sekolah menengah pertamanya teringat kembali.
Namun Taehyung berusaha menyakinkan Jungkook dengan cara selalu berjanji menjaga nya, dan lihat, Taehyung berhasilkan menjaga Jungkook, sampai ia dan Jungkook lulus dari sekolah itu. Manisnya sikap kim Taehyung pada pemuda kelinci manis kesayangan-nya.
Taehyung akan membuat semua orang akan iri.
.
Setelah akhirnya ia lelah dengan apa yang ia pikirkan, ia pun meraih ponselnya di atas meja telepon dan memainkan nya, ia juga melupakan acara berita yang tersiar di televisi yang ada di depan nya. Sebelum akhirnya kegiatannya terganggu oleh sosok pemuda kelinci yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya lalu berlari begitu saja ke kamar mandi. Taehyung yang panik, pun segera mengikuti Jungkook menuju ke kamar mandi yang berada di kamar hotel mereka.
Begitu sampai Taehyung melihat Jungkook yang sedang berusaha memuntahkan sesuatu dari dalam tubuhnya namun hanya cairan bening yang ia keluarkan, Taehyung pun mengusap punggung Jungkook berusaha membantunya, tapi itu adalah hal yang sia-sia Jungkook tidak memuntahkan apapun.
"Kookie sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Taehyung khawatir, ia takut Jungkook sakit karena ke capekan. Dua hari yang lalu memang Taehyung dan Jungkook menghabiskan waktu mereka untuk berkeliling kota Tokyo sampai larut malam.
"Aku- akh kepala ku rasanya pusing" keluh Jungkook seraya bepegangan tangan pada lengan Taehyung.
Taehyung pun mengangkat tubuh Jungkook dan membawa nya ke atas kasur lalu merasakan suhu tubuh Jungkook.
"tidak hangat" pikirnya. Taehyung berpikir mungkin Jungkook hanya sedikit kelelahan dan perlu istirahat karena wajah Jungkook yang terlihat pucat.
Ia pun membiarkan Jungkook beristirahat pagi ini, lalu memesan sebuah bubur hangat untuk Jungkook makan.
"Hyungie.." panggil Jungkook manja.
"Apa sayang?"
"A-aku mau makan sushi, tapi makan nya disini"
Taehyung bingung kenapa orang sakit meminta makan sushi tapi Taehyung tetap memesankan nya.
"Ne, aku akan pesan kan"
Jungkook sedang asik memakan sushi dan bubur yang Taehyung pesan dari layanan pesan antar makanan dari hotel tersebut. Masih terlalu pagi memang untuk Jungkook memakan sushi tapi apa daya si tuan muda kelinci milik Taehyung meminta nya dan Taehyung mengijinkan nya.
Di saat Jungkook sedang asik mengunyah chutoro sushi kesukaanya, tiba-tiba mual itu datang kembali, ia pun berlari kearah kamar mandi dan segera berjongkook ke hadapan kloset, mencoba mengeluarkan segalanya tapi hanya ada cairan bening dan sisa sushi yang ada di mulutnya.
Taehyung yang melihat Jungkook seperti itu pun menjadi khawatir, ia segera berinisiatif melepon ibunya, untuk bertanya apa yang harus dia lakukan terhadap Jungkook.
.
"Yeoboseyo eomma" sapa Taehyung pada ibunya ketika sambungan telepon-nya tersambung
. "Yeoboseyo Taehyungie, ada apa sayangku?" tanya ibunya dari ujung telepon.
"Eomma Jungkookie sakit, apa yang harus aku lakukan?" rengeknya
"Mwo? Kelinci kesayangan eomma sakit, cepat beri teleponnya pada Jungkook!" seru ibu Taehyung.
.
.
"Yeoboseyo nae tokki, gwaenchana?" tanya ibu Taehyung khawatir.
"Ne eomma" Jawab Jungkook seadanya ketika rasa mual itu datang lagi ia pun berusaha mengeluarkan sesuatu tapi nihil ia hanya mengeluarkan cairan bening lagi.
"Sayang apa kau hanya memuntahkan cairan bening?"
"ne, akhir-akhir ini aku juga merasa sakit punggung, dan eomma apa tidak apa-apa seorang pria normal mengeluarkan darah?" tanya Jungkook..
"Jungkook tolong beri telepon-nya pada Taehyung" pinta ibu Taehyung, Jungkook pun memberi telepon nya pada Taehyung, Taehyung segera meletakkan nya di telinga dan seketika ibunya meminta ia bicara di luar kamar.
.
Saat Taehyung sudah memberi tahu bahwa dia di luar kamar dan tidak ada Jungkook, ibunya mulai berbicara kembali.
"Ya! Kim Taehyung kau membuat hamil tunangan mu huh?"
Ibunya membentak Taehyung secara tiba-tiba dan itu membuat Taehyung membulatkan matanya dan hampir terkena serangan jantung saat itu juga.
"E-eomma apa kau bercanda, b-bagaimana bisa? M-maksud ku? Ah eomma serius?!" tanya Taehyung panjang lebar seraya terbata-bata.
"Aku serius anak ku yang bodoh, cepat pulang ke Korea aku akan segera menemui mu, dan juga aku akan membuat janji pada dokter kandungan untuk mu dan Jungkook nanti"
"Eomma..." rengek Taehyung.
"Ah kenapa kau merengek? Kau akan menjadi seorang ayah juga! Yasudah cepat pulang besok, sampai jumpa"
Ibu Taehyung mematikan sambungan telepon secara sepihak, dan Taehyung memasang wajah blank nya saat itu, ia tidak menyangka apa yang ibunya katakan, apabila tebakan ibunya benar ia benar-benar akan menjadi ayah pada usianya yang ke dua puluh satu tahun (hitungan umur di korea), masih muda memang tapi apa daya memang begitu adanya tapi ia sangat senang apabila itu bersama Jungkook kesayangannya.
Taehyung pun segera masuk kedalam kamar hotelnya merapikan seluruh baju Jungkook dan dirinya lalu dimasukkan kedalam koper.
"Eomma menyuruh kita segera pulang ke Korea" kata Taehyung.
"Separah itu kah aku sakit hyung?" tanya Jungkook khawatir.
"Jangan khawatir lebih baik kita pulang dulu, oh iya aku mau memesan ticket pesawat nya dulu okay untuk besok"
"Okay"
Jungkook pun termenung, disatu sisi Taehyung seperti merahasiakan sesuatu yang besar dari dirinya tapi Jungkook berharap sesuatu itu adalah sesuatu yang baik.
.
.
Ke esokan harinya Jungkook dan Taehyung sudah check out dari hotel tersebut, dan sekarang mereka beruda sudah di dalam pesawat yang akan membawa mereka pulang ke Korea.
"Kau kenapa diam saja dari tadi?" tanya Taehyung menghancurkan lamunan Jungkook.
"Taehyung-hyung, aku sakit apa huweeee" tangis Jungkook pecah secara tiba-tiba.
Taehyung yang melihatnya pun tersenyum geli, kalau di pikir-pikir mood Jungkook sering berubah-rubah kadang marah, kadang sedih dan kadang senang dan mood itu bisa berubah hanya dalam jangka waktu beberapa menit saja, seperti seorang ibu hamil kan.
Mungkin karena faktor Jungkook hamil muda, ia akan mudah merengek apabila terjadi sesuatu.
Taehyung yang melihat Jungkook menangis namun tampak terlihat lucu pun tersenyum dan mengusap air mata yang keluar dari mata kelam Jungkook, ia mencoba menenangkan kekasihnya bahwa ia baik-baik saja.
.
.
Taehyung dan Jungkook sudah berada di korea, sebelumnya Taehyung sudah memberi tahu ibunya dia sudah ada di bandara, meminta di jemput oleh seorang supir pribadinya namun saat ia melihat supir dan ibunya berdiri di antrian penjemputan ia pun sangat terkejut.
"Eomma kenapa kau disini?" bisik Taehyung.
"Tentu saja menjemput calon menantu ku dan cucuku" Jawab ibunya santai dengan suara pelan.
"Ya eomma kita belum memeriksanya kan tapi itu belum pasti, e-"
"Sayangku, kau baik-baik saja apa masih mual?" Tanya ibu Taehyung yang segera menghampiri Jungkook untuk menghindari pembicaraan bodohnya dengan Taehyung.
"Aku baik-baik saja, eomma ada apa dengan ku?" tanya Jungkook balik.
"Besok kita akan ke dokter kandungan!" Kata ibu Taehyung tiba-tiba.
"MWO EOMMA!"
Jungkook berteriak, bagaimana bisa calon ibu mertuanya mengajaknya pergi kedokter kandungan, dia kan seorang pria mana bisa hamil.
"Eomma kenapa kau mengatakanya?"
Taehyung segera protes karena tiba-tiba ibunya membocorkan rahasia besar itu.
"Tidak apa-apa sayang" Kata ibu Taehyung tenang.
Jungkook yang dikagetkan oleh kabar itu pun merasa pusing sepertinya ia mengalami jet lag atau shock berat. Taehyung yang melihat tubuh Jungkook sedikit oleng pun segera membekap tubuh kekasih manisnya.
Ia segera memapah tubuh Jungkook kedalam mobil.
Taehyung membiarkan tubuh Jungkook bersender padanya di dalam mobil dan pergi tidur.
Well, ia sangat tahu bahwa Jungkook sangat mudah sekali lelah, sebenarnya Taeyung sudah tahu akhir-akhir ini banyak sekali perubahan yang di alami oleh Jungkook, berawal dari sikapnya yang makin manja, dia juga sering mengeluh sakit punggung, tiba-tiba nafsu makan Jungkook yang bertambah ia juga melupakan diet ketatnya itu. Dan sekarang ia mual-mual.
Duh! Taehyung jadi semakin pusing dibuatnya.
.
.
Tiba-tiba ia mulai berpikir bagaimana apabila perkiraan ibunya benar? Jungkook benar-benar hamil, bagaimana kuliahnya dengan Jungkook? Apa Jungkook harus mengambil cuti kuliah? Apa dia harus mulai bekerja keras juga? pikir Taehyung.
Taehyung pun menghela nafas nya untuk menenangkan diri, tidak! Ia tidak boleh seperti ini , ia seharusnya senang dengan adanya kehadiran bayi diantara mereka berdua, lagi pula ia juga menginginkannya kan waktu itu? Tapi sungguh Taehyung tak habis pikir bagaimana bisa?.
"Aku pusing"keluhnya
Ibu Taehyung pun menengok ke arah Taehyung saat mendengar anaknya mengelug pusing.
Ia tahu anaknya sedikit stres dengan semua ini karena semuanya datang secara tiba-tiba dan tak terduga, ia juga bingung kenapa Jungkook mengalami semua gejala kehamilan padahal dia seorang laki-laki namun ia tidak masalah dengan itu apabila Jungkook benar-benar hamil ia yakin Jungkook adalah seseorang yang istimewa dan hanya untuk anaknya seorang.
Nyonya Kim tersenyum.
"Tidak apa-apa sayang, semuanya akan baik-baik saja" kata nyonya Kim, ia mencoba menenangkan putra kebanggaanya.
"Tapi eomma.." rengeknya.
"Kau seharusnya senang"
"Tapi apa mungkin?"
"Aku yakin itu sayang" jawab nyonya Kim lantang, ia pun mengusap rambut putra kebanggaannya tidak lupa ia juga mengusap pipi gembil Jungkook, lalu tersenyum senang.
"Hhmm..."gumam nya.
Taehyung pun ikut tersenyum ketika melihat ibunya tersenyum. Dan mencoba untuk tenang kembali.
.
.
.
To be Continued
Fast Update!
karena aku mau ngerjain tugas kelompok wkwkw, takut gak sempet post FF nya, jadi aku update aja sekarang
seperti biasa minta review nya, makasih udah banyak yang jawab bias kalian siapa
oh iya aku tekan kan lagi ini sequelnya the crazy challenge!
dan The Crazy Challenge udah selesai, tadi niatnya oneshoot gitu tapi kata ku kebanyakan sih jadi aku buat ber chapter yang The Crazy Challenge dan ini lanjutannya tenang aja ini bakalan jadi Chapter ber chapter gitu *alay*
oh iya kalau review nya bisa mencapai harapan ku lagi, aku janji bakalan fast update aku kasian juga sama para reader yang kekurangan asupan vkook disini wkwkw sebenernya aku juga/digampar/ _
jangan bosen-bosen baca karya ku yaaa see you next time :*
