"Aku pusing"keluhnya

Ibu Taehyung pun menengok ke arah Taehyung saat mendengar anaknya mengelug pusing.

Ia tahu anaknya sedikit stres dengan semua ini karena semuanya datang secara tiba-tiba dan tak terduga, ia juga bingung kenapa Jungkook mengalami semua gejala kehamilan padahal dia seorang laki-laki namun ia tidak masalah dengan itu apabila Jungkook benar-benar hamil ia yakin Jungkook adalah seseorang yang istimewa dan hanya untuk anaknya seorang.

Nyonya Kim tersenyum.

"Tidak apa-apa sayang, semuanya akan baik-baik saja" kata nyonya Kim, ia mencoba menenangkan putra kebanggaanya.

"Tapi eomma.." rengeknya.

"Kau seharusnya senang"

"Tapi apa mungkin?"

"Aku yakin itu sayang" jawab nyonya Kim lantang, ia pun mengusap rambut putra kebanggaannya tidak lupa ia juga mengusap pipi gembil Jungkook, lalu tersenyum senang.

"Hhmm..."gumam nya.

Taehyung pun ikut tersenyum ketika melihat ibunya tersenyum. Dan mencoba untuk tenang kembali.

.

.

.


Tittle : You Might Be The One

Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Author : Yoonginugget

Rated : M

(Vkook) WARNING! BL (Yaoi) This gonna be M-Pregnant if you don't like it please go away


.

.

.

Keesokan harinya tiba saat dimana Taehyung dan nyonya Kim mengantar Jungkook ke dokter kandungan, Taehyung ketakutan setengah mati untuk mengantar Jungkook sendirian ke rumah sakit, ia sangat gugup sekarang.

.

Taehyung yang gugup saat ini sedang memerhatikan wajah serta bentuk tubuh Jungkook yang tertutupi kaos putih serta sweater rajut warna merah yang nampak pas dengan bentuk tubuhnya, mata Taehyung tanpa henti melihat ke arah bagian perut Jungkook yang terlihat masih rata, ia membayangkan suatu hari perut rata Jungkook akan semakin membesar seiring perkembangan janin yang ada di perutnya. apabila benar Jungkook sedang mengandung.

Taehyung pun tersenyum. Jungkook yang melihat Taehyung tersenyum sendiri pun nampak bingung ia mengerutkan dahinya serta menaikkan sebelah alisnya.

Taehyung yang sadar bahwa Jungkook sedang memperhatikannya hanya memberikan sebuah cengiran kotak lalu menggelengkan kepalanya, serta menghampiri Jungkook dan menggenggam tangannya dan menggiring Jungkook dan dirinya ke arah parkiran apartemen mereka yang ada di basemant karena disana supir keluarga kim, serta ibunya sudah menunggu mereka.

.

.

"Hi sayang bagaimana kabar kalian berdua hari ini?" sambut nyonya kim pada mereka berdua.

"Baik eomma" jawab Jungkook dan Taehyung hampir bersamaan.

"Duh kompaknya kalian berdua" kata nyonya kim lalu tersenyum membuat Jungkook dan Taehyung tersipu malu.

"Ayoo! Anak-anak kita harus segera ke dokter kandungan"

Nyonya Kim segera menarik Jungkook serta Taehyung agar mereka berdua segera masuk ke dalam mobil.

.

Suasana canggung menghiasi diantara mereka, Taehyung yang secara tiba-tiba berubah menjadi pendiam dan Jungkook yang memang sedang asik melihat ke arah luar jendela dan menikmati pemandangan kota seoul, serta nyonya Kim yang sedang asik mengecheck ponselnya dan mengabari suami nya bahwa mereka dalam perjalanan ke arah rumah sakit.

Tidak lupa nyonya Kim mengirimi sebuah pesan singkat untuk Tuan dan Nyonya Jeon untuk segera datang ke kediaman keluarga kim karena ada sesuatu penting yang ingin di sampaikan, Ibu Taehyung sangat yakin Jungkook sedang mengandung cucu-nya.

.

Mereka bertiga sudah sampai di depan lobby Rumah Sakit, Jungkook yang nampak antusias serta Taehyung yang gugup dan nyonya Kim yang nampak gembira segera memasuki sebuah ruangan private yang khusus untuk para pasien yang sudah membuat janji terlebih dahulu dengan dokter kandungan disana, karena nyonya Kim tidak akan membiarkan anaknya dan Jungkook mengantri diantara deretan ibu-ibu hamil, yang ada nanti semua orang akan shock karena kasus kehamilan pada pria sangat jarang terjadi.

.

"Selamat siang silahkan duduk" sapa dokter muda dengan senyum manis yang menghiasi pipinya serta surai panjang yang di ikat rendah.

"Siang dokter" sapa nyonya Kim.

Taehyung dan Jungkook hanya membukukkan tubuh mereka dan tersenyum.

"Ah perkenalkan nama saya Jeonghan, ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter itu lagi

"Begini Jeonghan-ssi aku ingin memeriksa kandungan calon menantu ku"

"Apa dia sudah datang?"

"Ini Jeonghan-ssi" kata nyonya Kim segera menunjuk ke arah Jungkook.

Pertama-tama dokter muda itu nampak bingung, lalu ia mulai mengerti akan sesuatu, memang kasus kehamilan pada pria sangat jarang terjadi dan sangat unik kalau di pikir-pikir, ia pun tersenyum ke arah Jungkook, Jungkook hanya tersenyum lalu melihat ke arah Taehyung yang berada di belakangnya, serta meremas tangan taehyung yang berada pada pundaknya.

Taehyung tahu Jungkook sama gugupnya, ia pun segera mengelus-ngelus pungung tangan Jungkook.

Dokter Jeonghan pun tersenyum melihat reaksi Jungkook dan Taehyung.

"Jangan gugup, ayo segera baringkan tubuh mu disana tuan?"

"Jungkook" kata Jungkook tiba-tiba.

"Ah ya tuan Jungkook, silahkan berbaring disana"

Jungkook segera bangun dari duduk nya serta berjalan ke arah sebuah ranjang Rumah Sakit yang diperuntukkan untuk pasien dokter.

"Okay tarik nafas mu terlebih dahulu"kata Dokter Jeonghan seraya memperagakan nya.

Jungkook pun mengikutinya.

Setelah Jeonghan melihat Jungkook sedikit lebih rileks iya pun meminta izin membuka sweater serta menaikan kaos putih Jungkook setengah dan tidak lupa membuka kancing celana Jungkook.

Jungkook nampak malu dibuatnya karena ini baru bertama kalinya ada orang lain selain Taehyung yang membantu membuka kancing celananya jeans-nya. dokter Jeonghan pun segera mengambil sebua jell dan mengusapkanya ke atas perut Jungkook.

"Ayo, kita melihat nya" serunya Jungkook jadi tersenyum, dan memandang Taehyung yang sedang berdiri di samping ranjang rumah sakit yang ia tiduri.

"Lihat ke layar itu tuan-tuan, betapa mungilnya dia!"

Taehyung pun melihat ke arah layar usg dan merasa takjub dengan gambar bayi 4 Dimensi yang ditampilkan dilayar, bayi-nya sangat kecil dan rapuh.

Jungkook sangat bahagia, dan ingin menangis saat itu juga, moment ini sangat menabjukan untuknya.

.

"Kalau aku lihat umurnya kira-kira dua puluh delapan hari, manisnya" Kata Jeonghan.

Nyonya Kim pun menghampiri Taehyung saat dokter Jeonghan menjelaskan bayi Jungkook dan Taehyung dan menepuk pundaknya.

"Aku bangga dengan mu sayang" timpalnya.

Taehyung pun tersenyum , ia sangat terharu.

"Okay kita akhiri sampai disini, sampai jumpa bulan depan bayi manis" ucap Jeonghan.

.

.

Setelah pemeriksaan Jungkook selesai Jeonghan segera membantu Jungkook membenarkan bajunya dan membantunya turun dari ranjang, Taehyung juga segera membantu Jungkook, ia menggengam tangannya dan mencium punggung tangan Jungkook, Jungkook yang melihat itu langsung menangis terharu dibuatnya.

Ia segera menuntun Jungkook duduk kembali.

Dokter Jeonghan memberikan sebuah resep vitamin dan menyarankan meminum susu untuk kehamilan Jungkook, tak lupa ia mengingatkan mungkin pada bulan kedua atau ketiga Jungkook akan memasuki masa ngidam, dan rasa mual itu mungkin belum hilang jadi ia juga menyarankan memakan buah pisang dan semangka untuk mengurasi rasa mual Jungkook.

"Maaf ada yang ingin aku tanyakan tapi telebih dahulu, eomma bisa kah aku memiliki waktu privasi diantara kami bertiga?"tanya Taehyung kepada ibunya, ibunya pun mengangguk dan segera keluar dari ruangan tersebut.

.

"Begini, dokter masih bisakah aku berhubungan intim dengan Jungkook saat kehamilanya?" tanya Taehyung to the point, dokter Jeonghan pun tersenyum, namun tidak untuk Jungkook karena ia sangat malu dibuatnya.

"Tentu bisa tuan Kim, tapi aku sarankan untuk mencari posisi yang aman seperti contohnya tuan Jungkook di posisi atas"

"Maaf dokter aku memotong pembicaraan mu, tapi aku pernah mengalami darah yang keluar dari kemaluan ku, apa itu aman?"tanya Jungkook tiba-tiba

"Itu adalah hal yang wajar di alami oleh ibu hamil tuan" Jeonghan menjelaskan segalanya.

Taehyung dan Jungkook pun mengangguk, ia paham dengan semuanya.

"Okay sudah jelas? Maka aku ucapkan selamat atas kehamilannya Jungkook-ssi, jaga bayi mu baik-baik"

"Terimakasih dokter" Kata Jungkook

Taehyung dan Jungkook pun segera keluar dari ruangan itu.

.

.

Sedangkan di kediaman keluarga ada tiga orang paruh baya yang sdang asik berbincang-bincang seraya bersenda gurau.

Namun tiba-tiba sebuah hentakan kaki membuat mereka behenti besenda gurau dan melihat ke arah mereka dengan tersenyum.

"Selamat datang kalain bertiga" sambut Tuan Kim. Seraya memeluk istrinya dan tersenyum ke arah Jungkook dan Taehyung .

"Jungkook?"

"Eomma? Kenapa disini?"

Jungkook terkejut bukan main saat ia melihat ibunya di kediaman keluarga Kim, ah dan itu ayahnya sedang menikmati minuman yang di sediakan oleh para pelayan.

Ia melihat ibunya tersenyum ke arahnya dan memberikan sebuah pelukan hangat. Jungkook pun membalasnya dengan senang hati.

"Aku tidak menyangka anak ku sangat istimewa"

"Eomma jangan berlebihan"

"Tidak Jungkook sayang aku tidak berlebihan"

.

"Jadi? Appa kenapa Tuan dan Nyonya Jeon ada disini?"tanya Taehyung bingung.

"Tentu saja membecirakan pernikahan mu" Jawab Tuan Kim seadanya

"HAAH?!"

Suara Taehyung yang sedang setengah menjerit menggema, bagaimana tidak, ia kaget setengah mati dengan ucapan ayahnya.

.

"Duh ada apa sih dengan mu? Kenapa terkejut seperti itu?"

"Tapi umm... aku.."

Ibu Taehyung yang melihat kebodohan anaknya pun segera mengalihkan pembicaraan dengan sebuah foto bayi kecil yang memiliki umur belum genap sebulan itu.

Mereka yang melihatnya pun terkejut senang.

"Omo neumo kiyowo~"

"Ahh~ sangat kecil"

"Waahh~ rasanya aku semakin tua melihat ini Kyeopta ne~"

"Benarkan? Aegya-nya lucu sekali"

Taehyung dan Jungkook yang melihat ibu dan ayah mereka saling melontarkan pujian pun tersenyum bahagia, perasaan hangat yang mereka rasakan saat ini membuat mereka sangat nyaman, terutama untuk Taehyung, tadi ia pikir mungkin saat ayah nya dan keluarga Jeon tahu bahwa anak mereka dihamili oleh nya mereka akan marah besar padanya, tapi ternyata justru mereka sangat senang, dan malah membicarakan pernikahan untuk mereka.

"Jungkook dan Taehyung kalian bisa istirahat, serahkan saja rencana pernikahan kalian pada kami"

Perkataan nyonya Jeon yang terlontar pun membuat Taehyung bingung.

"Tapi?"

"Serahkan pada kami ne? Kami janji tidak akan mengecewakan kalian, yaudah sanah pergi ke kamar untuk istirahat"

"Ne"ucap Taehyung dan Jungkook berbarengan.

.

.

Susana kamar bernuansa eropa dengan cat berwarna cream membuat suasana kamar itu sangat lembut, membuat Taehyung merindukan semuanya, ini adalah kamar lama Taehyung, kamar yang ia tempati dulu.

Dengan ranjang king size dan sebuah televisi yang menempel pada dinding jangan lupa sebuah tirai coklat yang menetupi kaca besar yang terhubung dengan balcony besar yang berhadapan langsung dengan taman belakang rumah nya.

"Aku merindukan suasana ini" ucapnya lembut.

"Aku juga"

"Kau merindukan kamar ini atau merindukan saat bercinta dengan ku disini?"goda Taehyung.

"Ya! Kim Taehyung mesum" Kata Jungkook ia pun menjauh dari Taehyung dan meletakan tubuhnya diatas ranjang. Dia tidurin dengan nyaman disana.

Sedangkan Taehyung segera membuka tirai besar di kamar itu untuk mendapati cahaya masuk kedalam kamar lama nya, dan membuka sedikit kaca besar itu untuk mendapat udara segar, ia menghirup udara nya betapa senangnya ia ketika bisa kembali ke kamar ini.

"Ughh..."

Suara lenguhan terdengar di telinga Taehyung, ia segera membalikkan tubuhnya, ia terkejut saat melihat Jungkook, sudah melepas sweater dan kaos putihnya ia sedang bermain dengan kedua nipple nya yang mengeras.

Taehyung menelan ludahnya kasar, dan segera menghampiri Jungkook.

"Ughh... jangan mendekat~"

Taehyung pun menghentikan langkahnya ketika Jungkook melarangnya untuk mendekat.

"Kenapa sayang?" tanyanya bingung.

"Aku ingin kau berdiri disana dan melihat ku bermain dengan tubuh ku"

"Maksud mu?"

"SEKARANG KIM TAEHYUNG!"

Taehyung pun menuruti permintaan Jungkook, dan segera berdiri di depan televisi seraya memperhatikan Jungkook yang sedang bermain dengan nipple nya sendiri.

Sumpah ini baru pertama kalinya Taehyung melihat Jungkook seperti ini, ahh ibu hamil memang berbeda.

Jungkook sedang berusaha membuka kancing celana jeans-nya dan membuka pakaian dalamnya, kini ia sudah naked.

Jungkook melebarkan kakinya dan memperlihatkan lubang anal-nya pada Taehyung, ia mulai menjilati jari-jari lentiknya dan mengemutinya.

Taehyung mulai mengeras.

Gerakan sensual Jungkook membuatnya tidak tahan dan ingin segera memakan kelinci manisnya.

Tangan lentik Jungkook pun mulai merabat ke arah kemaluannya sediri ia mengusapnya pelan dan mulai memijatnya, kemaluan nya yang kini mulai tegang.

Lalu ia memasukan tangan nya lagi kedalam mulutnya mengeluarkan masuk tangannya dan mendesah.

Taehyung sudah tidak tahan saat itu juga ia ingin segera menghampiri Jungkook. Tapi Taehyung tetap menahannya karena ia tidak ingin membuat Jungkook marah.

Jungkook pun menunggingkan tubuhya sehingga Taehyung bisa dengan leluasa melihat lubang merah muda miliknya, ia pun memasukkan jari telunjuknya dengan gerakan pelan lalu sedikit meringis

Taehyung menggertakan giginya dan mengeram.

Demi tuhan Jungkook mau menggodanya atau apa? Sikapnya memang aneh akhir-akhir ini, pertama-tama Taehyung memakluminya karena ia pikir Jungkook dalam keadaan mood yang buruk, atau apa.

Sekarang Taehyung tahu Jungkook sedang hamil anaknya, dan memakluminya lagi tapi sumpah inilah yang teraneh, tadi Jungkook marah ketika ia menggodanya tapi sekarang.

Apa Jungkook sedang membalas menggoda Taehyung.

.

"Ahh-aahh Taehyunghh" Jungkook mendesahkan namanya.

Taehyung semakin tidak tahan dibuatnya.

"Jungkook biarkan aku membantu mu" bujuk Taehyung.

Jungkook menggeleng keras seraya bekata tidak mau sambil mendesah.

Taehyung mendengus kasar.

Jungkook semakin mengerakaan jari-jarinya, dan mulai mendesah semakin keras.

Ia merasakan sebentar lagi ia akan sampai lalu ia memasukkan jari tengahnya lagi dan menaikan temponya, tangan kecilnya menusuk-nusuk lubangnya sendiri suaran becek mendominasi ruangan itu.

"Taehhhhh aaahhh"

"Sayangku?"

"Ngghhhhhh~" lenguhan panjang pun terdengar, Jungkook memuncratkan cairannya ke atas sprei ranjang Taehyung yang berwarna putih. Dan tubuhnya ambruk seketika.

Taehyung pun segera menghampiri Jungkook.

"Jangan sentuh aku"

"Hah?"

"Aku malu kyaa~" kata Jungkook seraya menarik selimut dan menutupi tubuhnya.

Jungkook baru sadar perbuatannya sangat memalukan, tapi ia juga tidak sadar tadi, tubuhnya bergerak begitu saja.

Taehyung menghembuskan nafasnya pelan.

"Itu pertunjukan bagus sayang aku menikmatinya" goda Taehyung.

"Yaaa! Pergi sanah"

Taehyung terkekeh dengan sikap malu-malu Jungkook saat ini.

.

Namun tiba-tiba suara husky terdengar, Taehyung berbisik .

"Sayang kau harus bertanggung jawab"

"Tanggung jawab apa?" Tanya Jungkook dari dalam selimut.

"Aku mengeras"

.

.

.

To Be Continued


Kembali lagi dengan diriku :v

Fast update kan? kekekeke

kenapa? ngegantungnya? kasian~

welcome to the heaven :p

oh ya sebentar lagi aku bakalan memulai konflik nya~ jadi siapkan hati kalian

eh iya aku lagi seneng nih empat FF Favorite ku update secara bersamaan~ *gak nanya tuh*

oh iya tahu gak sih kalian aku sampai masuk forum ibu-ibu hamil untuk nanya perkembangan janin dan nanya mereka satu persatu gimana perasaan dan apa yang mereka rasain saat hamil :'v

demi FF ini dan demi tidak mengecewakan kalian para readers sayang.

jangan males reviews yaa~~~~

reviews nya sesuai harapan ku lagi aku janji bakalan fast update

see you next chapter :)