T
Cast : Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Oh Sehun
Kris Wu
Park Luhan
Do Kyung Soo
Kim Jongin
Others
Main Cast : ChanBaek
Genre : GenderSwitch, Romance, natural/?
RATE : T
Summary :
Park Chanyeol seorang aktor tampan yang sedang naik daun dan digandrungi banyak wanita serta terkenal dengan sifat playboy dan selalu gonta ganti pacar.
Tapi bagaimana jika Chanyeol harus melakukan hal diluar akting, yaitu bernyanyi bersama mantan kekasih nya yang bernama Byun Baekhyun yang tidak diketahui publik? Apa itu mungkin? Atau bahkan membuat masalah baru dikehidupan Chanyeol dan Baekhyun?
Chapter 2
Park Luhan Seorang kakak dari Park Chanyeol sejujurnya tidak tahu jika adiknya itu akan membuat project duet song bersama Byun Baekhyun, Bahkan ia terkejut ketika mendengar penuturan Jongin.
" Apa? adikku yang tampan itu akan bernyanyi? dan ia akan bernyanyi bersama wanita bernama 'Byun Baekhyun'? Kau tidak salahkan Jongin?"
Heol~ Luhan terlihat luar biasa senang ketika mendengar nama Byun Baekhyun.
" Hey noona kenapa kau terlihat senang seperti itu sih?"
" Asal kau tahu saja Jongin, Byun Baekhyun itu adalah man-tan ke-ka-sih Chanyeol"
Jongin tiba tiba membola kan matanya karena saking terkejut.
" Yang benar saja! Kau mungkin salah miss, didunia ini kan nama Byun Baekhyun bukan dia saja. Benar kan?"
" Ya tuhan Jongin aku sudah seratus persen yakin, jika gadis yg kau maksud itu adalah mantan kekasih chanyeol"
Jongin tidak tahu saja bahwa Luhan sebelumnya sudah bertemu dengan Baekhyun di dalam gedung.
" Tap-tapi bagaimana mungkin? Aishh!"
Kim Jongin memang tidak tahu jika Byun Baekhyun sang penyanyi muda yang akan berduet dengan artisnya itu adalah mantan kekasih Park Chanyeol. What the hell bahkan Jongin sudah yakin bahwa dia sudah cukup dekat dengan Chanyeol, tetapi mengapa pria itu tidak pernah bercerita tentang Byun Baekhyun?
" Tidak usah terlalu mendramatisir seperti itu Kim Jongin, berlebihan sekali kau ini" Ucap Luhan
"Oke miss cukup.. asal kau tau saja. Aku bahkan tidak tahu jika gadis itu adalah mantan Chanyeol. Dan jika aku sudah tau ini sejak awal mungkin aku tidak akan setuju jika Chanyeol akan menerima proyek duet song bersama gadis itu."
Luhan tersontak kaget mendengar pernyataan Jongin barusan. Dia tidak salah dengar kan? Apa Jongin yang salah bicara?
" Apa? Kau tadi bilang apa?"
Jongin menghela nafas kasar setelah mendengar pertanyaan Luhan barusan.
"Aku bilang aku tidak setuju jika Chanyeol melakukan duet song dengan Byun Baekhyun! Kau mendengar miss?"
"Kim Jongin kau benar benar ingin ku lempar dengan sepatu ini hah? YA! Awas saja kalau kau sampai membatalkan rencana proyek itu. Aku akan melaporkan pada KyungSoo jika kau sering membayangkan dia sambil menonton film mpph-!" Jongin membekap mulut Luhan dengan tangannya
"Ya Luhan noona! kau sudah gila apa? Ini diluar bagaimana kalau ada yang mendengar" Sahut Jongin dengan nada pelan.
" Shut up Jongin, aku tidak akan membocorkan tentang ini jika kau tidak membatalkan rencana proyek mereka. Kau mengerti?"
" Tapi bagaimana dengan Seohyun? dia bisa marah besar jika tau Chanyeol akan bernyanyi dengan man-tan ke-ka-sih-nya!" ucap Jongin dengan sengaja menekan kalimat itu
" Dengarkan aku bodoh, masalah Seohyun serahkan saja padaku. Dan ingat! cukup kau dan aku saja yang tahu tentang masalah Baekhyun. jangan sampai mulutmu itu bocor pada orang lain, mengerti kan?"
" Baiklah aku mengerti" ujar Jongin dengan nada yang terdengar frustasi
Luhan terlihat gembira mendengar penuturan Jongin barusan. Tanpa Jongin tau Luhan sebenarnya sudah tau lama tentang hubungan Seohyun dan adiknya. Ah adiknya itu dia sudah dewasa tetapi mengapa dia mau saja menuruti apa perintah agensi nya itu.
...
Chanyeol dan Baekhyun masih terlihat panik dan saling tatap, sampai suara Choi Siwon membuyarkan lamunan mereka.
" Kemarilah Byun"
Baekhyun terlihat lebih santai dan memasuki ruangan itu dengan sopan.
"Selamat siang sajangnim, Byun Baekhyun imnida " Ia mencoba membungkukan badan.
" Duduklah.."
" Nee sajangnim" ucap Baekhyun sambil mendudukan diri
" Chanyeol kenapa kau diam berdiri disitu sedari tadi? kemarilah duduk temani Baekhyun" Ucap Choi Siwon
"Oh n-ne.."
Chanyeol akhirnya mendudukan diri tepat disebelah Baekhyun dengan posisi terlihat kurang nyaman, berbeda dengan Baekhyun yang terlihat duduk dengan santai dan sopan.
" Chanyeol Baekhyun, aku sudah berbicara pada kalian sebelumnya bahwa kalian akan melakukan suatu hal untuk proyek baru kita. Dan aku ingin Baekhyun dan kau Chanyeol.. bernyanyi bersama untuk project duet song kita"
"APA?"
Karena terkejut dengan ucapan Baekhyun yang terdengar seolah tidak terima, Tuan Choi tampak heran dan terlihat menaikkan sebelah alisnya.
"Ah- maaf sajangnim, maksudku apa ini project seperti aku dan d-dia akan bernyanyi bersama?"
" Tepat sekali Byun, aku ingin kau dan chanyeol menyanyikan sebuah lagu dengan nuansa romance" ucap siwon dengan menyunggingkan senyuman penuh arti
" Tapi sajangnim bagaimana mungkin aku bisa bernyanyi, sedangkan keahlianku kan berakting dilayar kaca bukan bernyanyi seperti Baekhyun?"
" Tenang saja, karna nanti akan ada pelatih khusus untukmu, dan mungkin dengan bernyanyi lypsinc, itu bisa membantumu"
Tanpa Chanyeol sadari Baekhyun terlihat seperti menahan senyuman ketika mendengar ucapan ketua nya barusan.
" Baiklah sajangnim.." ucap Chanyeol dengan nada putus asa
" Demi kelancaran project duet song ini aku harap kalian bisa menjadi team yang baik, yah walau kalian belum saling mengenal satu sama lain tapi aku yakin kalian pasti bisa. Karena segala sesuatu itu butuh proses kan?"
"i-iya baiklah.." ucap Baekhyun dengan senyuman tipis
" Oke sekarang kalian boleh keluar, silahkan.."
" Terima kasih sajangnim, saya permisi " ucap Baekhyun terlebih dahulu sebelum Chanyeol
"Saya juga permisi sajangnim.."
Tanpa Baekhyun sadari Chanyeol bermaksud untuk keluar dari ruangan untuk menyusul Baekhyun.
Grep!
" Tunggu Byun Baekhyun kita perlu bicara"
" Lepas Chanyeol! Bagaimana jika ada orang lain yang melihat kita!"
" Aku tidak peduli! " Chanyeol memandang gadis mungil itu tajam. " Jawab saja pertanyaanku, kenapa kau tadi berpura pura tidak mengenaliku? Cukup katakan bahwa kita saling mengenal satu sama lain dan-"
" Dan aku harus berkata pada tuan Choi bahwa aku adalah mantan kekasih mu yang kau tinggalkan sekitar dua tahun yang lalu karena kau lebih memilih 'Kim Taeyeon', begitu?" ucap Baekhyun dalam satu tarikan nafas.
" Aku tidak menyuruhmu begitu"
" Sudahlah! Aku harus segera pergi dari tempat ini, kau tahu? Dengan melihatmu disini membuat tekanan darahku menjadi naik" Baekhyun berkata dengan nada terdengar kesal
" Kenapa kau jadi seperti ini Baek? Apa salahku?"
" What? Kau bilang apa salahmu? Hah! Oke cukup tuan Park, sekarang lepaskan tanganmu dan biarkan aku pergi" ucap Baekhyun sembari berusaha melepaskan genggaman dari tangan Chanyeol.
" Tidak akan! Sebelum kau menjelaskan semuanya"
Baekhyun mendengus kesal mendengar ucapannya.
" Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi tuan Park! , jadi sekarang ijinkan aku untuk pergi. "
Chanyeol tetap menggenggam tangan Baekhyun tanpa melepaskannya.
Dan Baekhyun terlihat menghembuskan nafasnya kasar.
" Baiklah Chanyeol "
Baekhyun sejujurnya sudah malas mengungkit kejadian dimasa lalunya, tapi pria dihadapannya ini yang memaksa ia untuk mengeluarkan semuanya.
" Dengarkan aku! Kau itu pria terburuk yang pernah aku temui Park Chanyeol, kau masih ingat kan dengan kejadian dua tahun yang lalu? Kau dengan teganya meninggalkanku disaat kita masih menjalin hubungan, dan kau malah menjalin hubungan dengan wanita lain! Kau tidak tahu bagaimana perasaanku saat itu. Dan Aku-aku-"
Tes
Tanpa sadar Baekhyun mengeluarkan setetes air mata yang sudah ia tahan sebisa mungkin.
" Baekhyun-" Chanyeol terkejut sekali melihat Baekhyun yang tiba tiba meneteskan air mata, dan ia berusaha mengusap air mata yang ada dipipi Baekhyun. Namun dengan sigap Baekhyun langsung menepisnya.
" Dan aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu! Lalu sekarang aku sangat tidak mengerti kenapa aku berada disituasi seperti ini! Dan bagaimana bisa aku terlibat satu project denganmu Chanyeol, sejujurnya jika aku tahu dari awal jika aku akan bekerja sama denganmu, aku bersungguh sungguh akan menolak tawaran itu!"
" Maafkan aku Baekhyun" satu kalimat tulus yang tiba tiba terlontar dari mulut Chanyeol.
" kau fikir dengan meminta maaf seperti itu , semuanya akan kembali seperti semula hah?"
" Baekhyun dengarkan penjelasan ku dulu, Aku-"
" Sudah cukup Chanyeol, tidak ada yang perlu dijelaskan lagi " ucap Baekhyun dengan nafas terburu buru
" Dan- Aku ingin mulai dari sekarang anggap saja kita tidak pernah mengenal satu sama lain atau bahkan anggap saja kita tidak pernah memiliki hubungan apapun. Kemudian tentang proyek ini tenang saja, aku pasti akan menjalankannya dengan baik." Ucap Baekhyun sembari menghapus air matanya yang terus menerus berjatuhan.
" Jadi sekarang tolong biarkan aku pergi" Baekhyun menghempaskan tangannya dari Chanyeol dengan kasar dan bergegas pergi meninggalkan pria itu.
...
Baekhyun sangat menyesali perbuatannya tadi, kenapa dengan bodohnya dia bisa terlihat rapuh dan cengeng didepan Lelaki itu.
" Ya tuhan kenapa aku bodoh sekali, bagaimana bisa tadi aku tiba tiba menangis didepan dia. Dasar bodoh kau Byun Baekhyun, aaaaahhh bodoh bodoh" ucap Baekhyun menunduk sembari memukul mukul pelan kepalanya
" Baek? Kau sedang apa?"
Baekhyun melonjak kaget dan mendongakan kepalanya.
" Astaga Sehun kau mengagetkan ku."
Sehun tersenyum kecil melihat tingkah Baekhyun.
" Maafkan aku, dan apa yang sedang kau lakukan Baek? Kenapa kau memukul mukul kepalamu begitu hm?
" aku tidak!"
" Maksudku aku hanya hanyaa- ah Sehun kepalaku mendadak pusing"
Baekhyun berpura pura memegang kepala nya sakit, Sehun yang melihat itu pun sedikit terlihat panik.
" Ya tuhan Baek kau kenapa?" Sehun berusaha mendekatkan diri pada Baekhyun menempelkan telapak tangannya pada dahi Baekhyun
" Tidak apa apa Sehun aku hanya sedikit pusing, bagaimana klo kita lebih baik pulang saja . "
" Ya sudah, tapi kau yakin kau tidak apa apa? "
"Iyaa aku tidak apa apa Sehun-ah.. "
" Baiklah, ayo segera kita pulang." Ucap Sehun seraya menggengam tangan Baekhyun.
...
Luhan dan Jongin Terlihat kembali masuk ke gedung besar 'Ex Management'. " Apa Chanyeol sudah selesai berdiskusi nya Jongin?"
" Seperti nya sih sudah, lebih baik kita masuk saja kedalam. "
" Okay, sebentar "
Ponsel Luhan tiba tiba berdering. Dan Luhan nampak tersenyum ketika melihat nama yang tertera di layar ponsel.
" Yoboseyo Chanyeol ah, kau sedang dimana adikku tersayang "
"..."
" DASAR BODOH! Bagaimana bisa kau membuat dia menangis hah!? "
" ... "
" Stupid! Kau dimana sekarang? "
" ..."
" Oke, kau jangan kemana mana. Awas saja kalau kau sampai pergi menjauh! "
Luhan mematikan ponselnya dan bergerutu kecil.
" Dasar Park Chanyeol benar benar bodoh! Aishh bukannya memanfaatkan keadaan tapi dia malah seperti itu pada Baekhyun "
Karena melihat Luhan seperti sedang berkomat kamit pelan, Jongin menaikkan sebelah alisnya.
" Hey miss, Kau kenapa? Kau sedang berlatih Rap? "
Luhan tidak menjawab pertanyaan Jongin yang menurutnya tidak masuk akal itu, tapi ia memilih untuk berjalan memasuki gedung besar itu.
" Ya! Noona tunggu akuu~ " Jongin terlihat berlari kecil mengejar perempuan yang terlihat menahan emosinya itu.
.
.
Setelah berputar putar didalam gedung untuk mencari ruangan Chanyeol, Akhirnya Jongin dan Luhan sampai di ruangan Chanyeol.
TOK!
TOK!
Cklek.
Seusai beragumen kecil dengan Baekhyun dan meninggalkan ia dengan buliran air mata yang masih terlihat, Chanyeol terlihat menyesal dan merasa bersalah atas kejadian tadi.
Dan ia memutuskan untuk mencoba menelfon sang kakak 'Luhan' . Tapi bukannya mendapat saran atau dukungan semacamnya ia malah mendapatkan boom dari sang kakak.
" Ya tuhan bagaimana bisa tadi aku membuat dia menangis seperti itu" ucap Chanyeol sembari menjambak rambutnya frustasi
Chanyeol menjatuhkan diri diatas kasur, tapi setelah itu ia tiba tiba teringat dengan kata kata Baekhyun yang bahkan tak ingin chanyeol dengar.
" Dan- Aku ingin mulai dari sekarang anggap saja kita tidak pernah mengenal satu sama lain atau bahkan anggap saja kita tidak pernah memiliki hubungan apapun. dan tentang proyek ini tenang saja, aku pasti akan menjalankannya dengan baik." .
Ya Tuhan bagaimana bisa Baekhyun berfikiran seperti itu, sejujurnya chanyeol merutuki kesalahan dua tahun yang lalu, namun apa boleh buat. Ia melakukan hal itu karena sebuah alasan yang tidak bisa ia jelaskan pada wanitanya.
Bahkan Chanyeol amat sangat senang, ketika ia mengetahui bahwa ia akan bekerja sama dengan Baekhyun. Setelah dua tahun lamanya ia tidak melihat sosok Baekhyun, dan sekarang ia bisa bertemu dengan Baekhyun bahkan bisa melihat jelas wajah cantik Baekhyun yang terlihat semakin menarik.
Namun siapa sangka, justru Chanyeol lah yang merusak semuanya. Bukannya bertanya tentang keadaan atau kabar semacamnya ia malah lebih memilih membahas masa lalunya yang jelas membuat Baekhyun sakit hati.
" AAAAAAAARGH! " Teriak Chanyeol yang menggema diruangannya. Namun tiba tiba suara ketukan pintu membuyarkan emosi Chanyeol.
TOK!
TOK!
Cklek.
Begitu pintu terbuka,
" ada ap- "
" DASAR KAU BODOH! BAGAIMANA BISA KAU MEMBUATNYA MENANGIS SIALAN! KAU BAHKAN MERUSAK SEMUANYA! APA PERLU AKU MENCABUT PROJECT SONGMU ITU PARK CHANYEOL! ATAU BAHKAN KAU MAU AKU MENGELURKANMU DARI AGENCY INI HAH?! DASAR KAU TIDAK BERGUNAAAA! " Luhan berteriak kencang seraya mejambak jambak keras rambut Chanyeol.
" Ya! Ya! Noona aduh ini sakit sekali, lepaskan noona. " Chanyeol berusaha keras melepas tangan sang kakak dari kepalanya dengan bersusah payah. " Aishh noona, bagaimana jika rambutku rontok dan menjadi botak?! Dan ah jangan mencakar ku! ya tuhan ini sakit sekali! YA Kim Jongin lakukan sesuatu! "
Jongin yang terlihat terkejut karena perilaku Luhan, hanya bisa diam dan tidak tahu harus melakukan apa. Ia hanya takut jika dirinya terkena serangan maut dari sang kakak Chanyeol.
Namun ketika Chanyeol berkata demikian, Jongin merasa iba dan terlihat panik.
" Oh oke " Jongin terlihat berfikir sejenak, dan hanya hal ini yang mungkin akan berguna jika situasi nya seperti ini.
" Luhan noona! Tadi aku melihat Kris hyung bersama wanita yang lebih seksi darimu "
Ckiiiiit.
Jika dalam dvd player mungkin ini bisa dikatakan seperti layar tv yang sedang terkena mode ' pause '
Dalam sekejap tiba tiba Luhan menghentikan kegiatan menjambak rambut sang adiknya itu.
" Apa kau bilang? Kau bersungguh bersungguh Jongin. "
chanyeol terlihat seperti memberi kode pada Jongin seperti 'kau katakan saja iya'
" I-iya miss, aku sejak tadi ingin memberi tahumu. Hanya saja kau sudah meninggalkan ku pergi begitu saja " ucap Jongin asal
" Dasar naga kurang ajar, hah! sepertinya dia belum pernah merasakan di sunat dua kali itu seperti apa " Ia bergegas meninggalkan ruangan adiknya itu, namun...
" Kau! " jari telunjuk Luhan mengarah tapat pada hidung adiknya itu " Berhutang penjelasan padaku DI-RU-MAH! " Luhan kemudian pergi seraya bergumam kecil seperti sedang memberi sumpah serapah pada kekasihnya.
Ah malang sekali nasib kekasihnya yang tidak tahu menahu itu.
" Kau tidak apa apa Chanyeol? " ucap Jongin seraya merapikan tatanan rambut Chanyeol.
" Tidak apa apa hidungmu! Kau tidak lihat ini? Ah keningku bahkan ada goresan luka ulah Luhan noona "
" Aku tidak mengerti mengapa Luhan noona terlihat seperti monyet betina yang baru keluar dari kandangnya. Sebenarnya apa yang kau lakukan Chanyeol? Mengapa si miss itu terlihat marah besar padamu "
Chanyeol tidak menjawab pertanyaan Jongin, ia malah berpura pura sibuk mencari plester di sebuah laci lemari.
Jongin tidak tahu saja bahwa Luhan noona sangat menyayangi mantan kekasihnya itu. Bahkan bisa dikatakan jika sang kakak lebih menyayangi wanita itu ketimbang dirinya.
Pernah suatu saat Chanyeol tidak sengaja membuat Baekhyun menangis didepan sang kakak, hanya karena ia memberi timun pada makanan Baekhyun tanpa sepengetahuan mereka.
Alhasil Baekhyun menangis, dan Luhan jelas jelas marah besar pada Chanyeol sampai sampai ia tidak membiarkan Chanyeol untuk bertemu dengan Baekhyun selama satu minggu.
Sekedar informasi saja. Bahwa ia dan Baekhyun sudah berpacaran selama lima tahun, terhitung sejak mereka pertama masuk sekolah menengah atas. Tapi karena suatu hal ia harus memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan gadis itu.
" Nah ini dia! Jongin tolong tempelkan plester ini pada dahiku. "
Jongin menghampiri Chanyeol dan langsung menempelkan plester itu pada dahi Chanyeol sembari sedikit menekan kencang dahinya dengan sengaja.
" Awh- Ya! Apa yang kau lakukan Jongin?! Ini sakit bodoh! " Ia bertanya sambil mengelus dahinya pelan.
" Oh maaf aku 'tidak sengaja' " Jongin berujar dengan ekspresi datar.
Chanyeol terlihat mendengus pelan karena perkataan Jongin barusan, dan ia terlihat sedang mengusap wajah tampan nya dengan tissu yang ada di atas meja.
" Kau berhutang penjelasan padaku juga Chanyeol! Sebenarnya kau melakukan apa? "
Kai berdiri lurus berhadapan dengan Chanyeol.
" Sebenarnya apa yang kau lakukan chanyeol? Apa kau mencuri sesuatu barang milik noona mu itu apa jangan jangan kau telah berbuat mesum pada- " Chanyeol menyumpal mulut jongin dengan tissu yang sudah ia pakai barusan.
" Pfuhhh! YA PARK CHANYEOL! INI MENJIJIKAN SEKALI! KAU GILA ATAU APA?! "
" Kau yang menjijikan Jong, apa yang kau katakan tadi ? kau menuduhku jika aku berbuat mesum begitu?! "
" Aku kan haya bertanya saja, kau ini moody sekali sih "
" Aku tidak!
" Kau moody! Sudahlah, ah ya.. aku jadi teringat, kira kira bagaimana nasib Kris hyung? Aku jadi simpati padanya. Jelas jelas ia tidak tahu tentang apa apa dan Luhan noona sudah mengancam jika ia akan melakukan sunat dua kali pada Kris hyung, ah aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya disunat untuk kedua kalinya, mungkin masa mudaku akan terasa sia sia jika aku yang diperlakukan seperti itu "
" Sudah selesai kau bicaranya? " Chanyeol memandang datar asisten nya itu.
" Ya Tuhan, bagaimana bisa aku memiliki asisten pribadi seperti dirimu. Kau bahkan lebih bodoh dari apa yang aku kira!
" Maksudmu? "
" Kau ini kalau bicara tidak usah berlebihan bisa tidak sih. Percayalah Luhan noona tidak akan melakukan apapun padanya "
" Benarkah?
"Sudahlah, lebih baik kita pulang saja. oh ya aku hampir lupa, Kau sudah menemukan apartemen untukku kan Jong? "
" Tenang saja, itu sudah aku urus. Besok lusa kau bisa menempati apartemen mu. "
" Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita pulang sekarang. Aku takut jika Luhan noona bertambah marah padaku. "
"Oke "
Sehun tampak heran dan tidak mengerti mengapa Baekhyun tiba tiba menjadi pendiam seperti ini.
" Baek? Kau baik? "
Baekhyun tidak menjawab tetapi ia malah terlihat sedang melamun melihat pemandang diluar kaca mobil.
" Baek? "
" Baekhyun ?
Ia masih belum menjawab -juga-
" Byun Baekhyun! " Sehun sedikit berteriak kesal, karena Ia merasa terabaikan oleh gadis mungil disebelahnya itu.
" Hah.. ada apa Sehun ? "
" Tidak Baek, lupakan saja. "
Baekhyun jadi merasa bersalah melihat ekspresi datar pria itu.
" Tapi Sehun, aku merasa kau ingin menanyakan sesuatu padaku kan? Katakan saja.. "
" Sudahlah.. Aku sudah malas membahasnya oke . "
Baekhyun tampak cemberut dan marah mendengar pernyataan pria disebelahnya barusan.
" Ya sudah, aku tidak akan berbicara padamu lagi! "
Sehun tidak tahu saja jika sedari tadi Ia tengah memikirkan project duet song nya dengan Park Chanyeol. Sejujurnya ia ingin membatalkan kontrak itu, namun setelah dipikir pikir ulang, ia tidak mau mengecewakan pihak manapun karena ulah nya yang terbilang tidak masuk akal itu.
Apa lagi jika ia mengatakan bahwa ia adalah mantan kekasih aktor tampan tersebut, what the hell! Jangan sampai ada yang tau tentang masalah ini, terlebih pria yang sedang menyetir disebelahnya ini.
Selama diperjalanan pulang ntah itu Baekhyun ataupun Sehun tidak ada yang berani mengucapkan satu kata pun.
Hingga akhirnya mereka tiba di apartemen yang mereka tempati. Namun Sehun merasa bosan dan memutuskan untuk memecah keheningan yang telah terjadi selama diperjalanan tadi .
" Kau marah? "
" Tidak "
" Aku tau kalau kau marah "
" Sudah tau tapi malah bertanya balik! Menyebalkan. "
Oke, Sehun akui jika dirinya selalu kalah bila Baekhyun merajuk seperti ini.
" Maafkan aku, aku tadi hanya kesal saja denganmu. Aku bertanya beberapa kali padamu tapi kau tidak menyahutnya sama sekali. "
" Aku.. aku tadi kelelahan. Jadi sepertinya hari ini aku tidak terlalu konsen dan fokus. Maafkan aku Sehun, Kau bahkan boleh marah padaku jika kau mau. " ucap Baekhyun sembari menundukan kepalanya.
Sehun tersenyum kecil mendengar pernyataan Baekhyun barusan.
" Ya Tuhan Baek, mana mungkin aku marah padamu hanya karena masalah seperti ini hm? "
" Ya aku hanya takut saja jika kau marah padaku " Baekhyun memandang wajah Sehun sendu.
" Hey ada apa dengan wajahmu itu? Aku tidak pernah marah padamu Baek tenang saja. Dan apa aku pernah marah saat Kau menolak pernyataan cintaku yang kurang lebih sudah 5 kali kau tolak? "
Baekhyun tiba tiba memandang wajah Sehun panik dan khawatir.
" Se..sehun "
" Ya sudah, lebih baik kita segera masuk. Dan segeralah beristirahat.. Aku tidak mau sampai melihatmu sakit atau semacamnya. Kau mengerti? "
" I-iya baiklah... "
Keesokan harinya Baekhyun harus kembali menemui Tuan Choi untuk membicarakan soal project kerja sama bersama Park Chanyeol.
" Kau tidak datang bersama Chanyeol byun? " Tuan Choi bertanya seraya tersenyum manis pada dirinya.
" ah- Tidak sajangnim saya datang kemari sendirian saja. "
Pria itu tampak mengangguk anggukan kepalanya." Baiklah sambil menunggu Chanyeol aku hanya ingin meyampaikan sesuatu padamau. Jika nanti lagu ini sudah dipromosikan aku harap Kau dan Chanyeol bisa bekerja sama dengan baik "
" Baik Sajangnim, saya akan berusaha semampu saya "
Tok!
Tok!
" Permisi Sajangnim, maaf saya terlambat "
Tuan Choi tampak tersenyum lebar padanya, " Tidak apa apa nak, duduklah.. "
" Aku memanggil kalian berdua bertujuan untuk membicarakan tentang project kalian. Hari ini kalian bisa menghapal lagu ini dan mulai rekaman diruangan studio biasa " Ia memberikan sebuah book pada Baekhyun, yang berisi lembaran lembaran lirik yang harus Ia hapal.
" Aku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik, dan demi kelancaran project ini, mungkin kalian bisa melakukan sesuatu yang bisa menarik perhatian publik. Terutama Kau Park Chanyeol. " Ia nampak memandang Chanyeol dengan eksoresi yang sullit dijelaskan.
" Aku tahu bahwa Kau dan Seohyun masih menjalin hubungan, namun Kau harus bisa profesional pada pekerjaanmu kali ini. Kau paham kan?
Baekhyun yang mendengar ucapan itu hanya mampu mendengarkan dan mengutuk dirinya sendiri, bagaimana bisa Ia bekerja sama dengan pria yang sudah memiliki kekasih.
" Baiklah Sajangnim saya paham. "
Tuan Choi bergantian memandang Baekhyun dan Chanyeol seraya tersenyum tipis.
" Oke kalian boleh keluar, dan segeralah kalian tes vokal diruangan studio kita "
" Baik Sajangnim, saya permisi. " Ucap Baekhyun seraya bangkit dari kursi dan pergi meninggalkan Chanyeol dan Tuan Park.
Seusai gadis itu pergi meninggalkan kedua pria ini. Chanyeol tampak enggan berdiri dan masih tetap berada diposisi semula, dengan memandang tajam pria yang ada dihapannya ini.
" Ada yang ingin Kau bicarakan lagi Chanyeol? "
Chanyeol hanya mampu mendengus kasar.
" Tidak. "
Kemudian Ia pergi meninggalkan pria itu tanpa pamit dan berkata apa pun.
Kim Jongin terlihat sedang berjalan santai menelusuri gedung agensi ini, namun langkahnya terhenti begitu meilhat seorang gadis- oke ralat! Mungkin untuk Kim Jongin wanita itu lebih terlihat seperti seorang anak yang sedang mencari cari ruangan atau memutuskan untuk menghampiri gadis kecil itu.
" Hai " Sapa jongin dengan senyuman tipisnya. Jiwa playboy Kim Jongin seperti nya kumat lagi.
Gadis itu sontak terkejut dan memandang pria didepannya dengan ekspresi yang sulit diartikan.
" Yaa.. anda siapa ya? "
" Tenang saja, aku bukan orang jahat kok. ngomong ngomong kau sedang mencari apa? Butuh bantuan adik kecil?
Dasar kurang ajar! Apa apaan itu, apa dia tidak melihat bahwa aku sudah dewasa. Seenak jidatnya saja dia mengatakan aku adik kecil dia kira aku anak playgroup apa.
Gadis itu hanya mampu bergerutu didalam hati.
" Hey! Dengar aku ya paman, asal kau tahu saja. Aku itu bukan ANAK KECIL! UMURKU SUDAH 23 TAHUN! KAU MENGERTI ?! " gadis cantik itu menghentakkan hentakan kakinya karena kesal, dan kemudian pergi meninggalkan pria itu. " Dasar pria pesek menyebalkan! Huh! "
Jongin melongo melihat sikap gadis itu yang menurutnya diluar dugaan .
" Ya tuhan, mimpi apa aku semalam?! Kenapa didunia ini wanita seperti Luhan noona banyak sekali. " Ucapnya seraya pergi untuk mencari Chanyeol.
Setelah beradu mulut dengan pria pesek dan hitam itu, Akhirnya Baekhyun tiba juga diruangan tes vokal yang ia cari cari sedari tadi.
" Dasar pria pesek menyebalkan! Dia pikir badanku sebesar smurf atau apa? Seenaknya saja mengataiku sembarangan! " Ia mendengus kesal.
" Ah aku hampir lupa, Aku kan harus berlatih lagu itu. " Ucap Baekhyun sembari membuka lembaran book yang diberikan Tuan Choi.
Ia membuka lembaran pertama yang berisi lirik lagu yang berjudul 'TOGETHER'.
Haruharu saraganeun ge
sesang sogeseo budichineun ge
himdeul ttae
sumanheun saram sogeseo
geu junge han myeongppuniraneun ge neukkyeojil ttae.
Sarangseureon nungillo nareul barabwajuneun
ni nuneul bomyeon nan teukbyeolhada neukkyeojyeo
ttadeutan ni pumeuro nareul anajumyeoneun
on mome sangcheoga modu amureoga
Gadis cantik itu menyanyikan lirik lagu tersebut dengan nada yang menurutnya asal namun indah.
" Suaramu boleh juga "
Baekhyun tampak malu dan gugup ketika mengetahui jika Chanyeol sedari tadi memperhatikannya sedang bernyanyi.
" Berlebihan sekali sih " Ucap Baekhyun sembari menetralkan kembali ekspresi tegang dan gugupnya itu.
" Kenapa Kau tidak mengetuk pintu dahulu? Apa Kau tidak punya sopan santun Park? "
" Oh... Maaf, aku fikir ruangan ini bukan ruangan pribadimu kan? "
Baekhyun mendelik kesal mendengar jawaban Chanyeol yang menurutnya sedikit menyinggung dirinya.
" Terserahlah! Lebih baik aku pergi- "
" Kau mau kemana?" Ucap pria itu sembari meghalangi jalan Baekhyun. " Kau tidak dengar dia Baek? Kita harus latihan vokal, jika tidak kita akan mendapat masalah yang lain. Kau mau? "
Baekhyun tampak berfikir dan kembali duduk ditempatnya semula. " Baiklah."
Chanyeol menghempaskan badannya dan duduk tepat disebelah Baekhyun.
" Kau tahu kan aku tidak terlalu pintar dalam hal seperti ini, Aku bahkan tidak mengerti di bagian mana aku harus bernyanyi. " chanyeol bertanya seraya memandang wajah Baekhyun tanpa berkedip.
" Benar benar bodoh. "
DOR!
Terkejut dengan jawaban Baekhyun, Ia langsung memalingkan muka dan memandang ke arah lain.
" Kau tahu siapa yang membuat lagu ini? Aku tidak mengerti mengapa lirik lagu ini terdengar seperti menceritakan tentang masa lalunya seseorang dengan kekasihnya yang menyedihkan "
" Judul lagu Itu apa Baek? "
" Together.. Coba saja kau baca dan perhatikan liriknya "
Chanyeol tersenyum penuh arti setelah ia mengetahui bahwa lagu itu lah yang akan mereka nyanyikan.
" Kenapa Kau malah tersenyum seperti itu? Kau fikir lagu ini tentang komedi atau semacamnya? Aneh sekali~ "
Bukannya menjawab pertanyaan Baekhyun, pria itu lebih memilih untuk bersenandung menyanyikan lagu yang akan mereka promosilkan.
when we're together
when we're together
modeun ge gwaenchanhajyeo
apeun gieokdeul sarajyeo
when we're together
when we're together
nan dasi haengbokhaejyeo
nado moreuge misol jieo
sseulsseulhami millyeool ttae
gapjagi honjarago neukkil ttae geureol ttae
modeun geotdeuri natseolgo
gapjagi jasini eobseojineun geu sungane
nareul mideojumyeonseo naege yonggireul juneun
ni moksorie nan dasi sesange naga
han baljjak dwie seoseo nareul jikyeobwa juneun
niga itdaneun ge neomu sojunghangeol
Ntah Baekhyun kerasukan mahluk apa, Ia memperhatikan terus menerus pria yang sedang bernyanyi itu tanpa berkedip.
" Bagus sekali "
Secara tidak sadar Baekhyun bergumam pelan karena terpesona dengan suara Chanyeol yang menurutnya indah sekali.
" Sebegitu tampan kah aku hingga kau memperhatikan ku terus menerus? "
Oke Baekhyun tertangkap basah oleh mantan kekasihnya itu.
" Ap-apaan kau! Pede sekali sih.."
" Tidak usah berbohong Baek, jelas jelas Kau memperhatikan ku sedari tadi. Bahkan Kau berkata bila suaraku 'Bagus Sekali'. Bukan begitu? "
"Aku tidak! "
" Sudahlah jujur saja. "
" Aku bilang tidak ya tidak! Aishh "
Karena kesal dengan Chanyeol, Ia langsung berdiri dan bergegas untuk pergi dari ruangan latihan. Namun memang sialnya hari itu untuk Baekhyun. Ia tidak sengaja tersanndung bangku kecil dan hampir jatuh diatas lantai.
Chanyeol yang melihat itu langsung reflek menahan badan Baekhyun yang hampir jatuh mengenai lantai. Tapi siapa sangka? Karena Chanyeol yang kurang seimbang menahan badan Baekhyun, mereka berdua malah terjatuh dengan posisi Baekhyun yang sedang menimpa Chanyeol
Dan
CHUU~~
Baekhyun membuka matanya pelan dan ia begitu terkejut ketika mengetahui bahwa posisi mereka saat ini yang terbilang terlalu dekat dan menempel. Dan apa itu? Mengapa Ia merasa ada sesuatu yang basah menempel pada bibirnya?
Mereka tidak sengaja melakukan adegan kiss yang TIDAK DIRENCANAKAN.
OH GOD!
Baekhyun langsung menarik bibirnya cepat, namun tidak dengan badannya yang masih menimpa badan Chanyeol dengan posisi kedua tangan yg berada di dada pria tampan dibawahnya itu.
" Baekhyun? "
" Chanyeol? "
Sayangnya itu bukan suara mereka, melainkan itu suara wanita dan pria yang terkejut melihat mereka saling menimpa itu.
Sehun dan Seohyun.
.
.
.
TBC
Maafkan saya yang ceritanya makin amburadul huhu.
But thanks yang udah mau follow, favorite and review .
Loveyou banyak buat kalian, mumumu:*
Ah iyaa hanya sekedar informasi,
Di chapter ini belum ada konflik atau semacamnya yaa,
Seohyun kan udh nongol, mungkin si seo bisa jadi konflik buat chapter depan, maybe. Haha
And
Selamat menunaikan ibadah puasa yaa :)
Mohon maaf lahir dan batin.
RnR please. Sorry for typo.
Thanks, wiwit.
