"Jangan sentuh aku"

"Hah?"

"Aku malu kyaa~" kata Jungkook seraya menarik selimut dan menutupi tubuhnya.

Jungkook baru sadar perbuatannya sangat memalukan, tapi ia juga tidak sadar tadi, tubuhnya bergerak begitu saja.

Taehyung menghembuskan nafasnya pelan.

"Itu pertunjukan bagus sayang aku menikmatinya" goda Taehyung.

"Yaaa! Pergi sanah"

Taehyung terkekeh dengan sikap malu-malu Jungkook saat ini.

.

Namun tiba-tiba suara husky terdengar, Taehyung berbisik .

"Sayang kau harus bertanggung jawab"

"Tanggung jawab apa?" Tanya Jungkook dari dalam selimut.

"Aku mengeras"

.

.

.


Tittle : You Might Be The One

Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Author : Yoonginugget

Rated : M

(Vkook) WARNING! BL (Yaoi) This gonna be M-Pregnant if you don't like it please go away


.

.

.

"M-m-mianhe"cicit Jungkook

"Tidak apa-apa sayang, coba tunjukkan dirimu"

"Uh tidak mau,karena aku malu hyungie~" rengek Jungkook manja, ia tetap kekeh pada posisinya saat ini, yaitu bersembunyi di balik selimut tebal untuk menutupi tubuh dan wajahnya.

"Ayolah"

"Tidak mau"

"Jungkook"

"Aku tidak mau hyungie"

Taehyung menghembuskan nafasnya kasar, tapi ia tidak menyerah begitu saja untuk mendapatkan apa yang ia mau, ia pun segera mengurung tubuh Jungkook dengan berada diatasnya tanpa menindih tubuhnya sama sekali.

"Sayang ku"

Jungkook bisa mendengar suara husky Taehyung, Jungkook juga bisa merasakan kedua tangan dan kaki Taehyung yang memenjarakan tubuhnya.

Namun Jungkook tetap tidak peduli, karena ia terlanjur malu untuk menampakkan wajahnya di hadapan tunangan nya. Taehyung.

Taehyung pun mulai kehilangan kesabarannya karena ia sudah tidak tahan menahan rasa horny-nya pada Jungkook, ia pun segera menarik selimut yang menutupi wajah Jungkook dengan cepat.

Jungkook tercenung, kini netra kelam milik Jungkook bertemu dengan netra coklat milik Taehyung, mereka saling menatap dengan tatapan yang sama-sama sulit di artikan. Jungkook yang sadar pun segera memenjamkan matanya dan membuang mukanya karena ia pikir, dengan melakukan itu ia bisa menghilangkan rasa malunya.

Taehyung pun terkekeh pelan karena ulah manis tunangan nya, ia pun mengecup netra kanan Jungkook lalu bibirnya menuruni garis wajah Jungkook, dan turun ke dagu ia pun menaiki nya lagi hanya utuk mengecup netra kiri Jungkook, lalu mengecup hidup mancung Jungkook, dan mencium dahinya lama.

Jungkook dengan perlahan membuka netra kelamnya, ia bisa melihat Taehyung dengan jelas yang memejamkan kedua matanya seraya mengecup dahinya.

Ia pun terenyuh dan segera menuruni selimut nya seatas dada lalu menautkan kedua tangannya di tengkuk Taehyung.

Taehyung dapat merasakan ketika Jungkook mulai menyerahkan seluruh tubuh dan jiwanya pada Taehyung saat itu juga.

Taehyung pun dengan perlahan membuka kancing kemejanya tanpa melepaskan kecupan di dahi Jungkook.

Dada bidangnya yang terlihat sempurna pun langsung telihat, Jungkook dapat dengan jelas melihat dada Taehyung, jari-jemarinya dengan perlahan menuruni garis tubuh Taehyung.

Taehyung melepaskan kecupan ringannya dari dahi Jungkook dan menatap Jungkook dengan seksama, ia pun menempelkan hidung nya pada hidung Jungkook lalu mengusapnya pelan Jungkook terkikik geli dibuatnya.

Taehyung yang gemas pun segera memutar posisi tubuh mereka dengan cara menjatuhkan tubuhnya ke ranjang seraya menarik tubuh Jungkook ke atas tubuhnya.

Jungkook pun memekik, saat dengan tiba-tiba tubuhnya terhempas ke atas tubuh Taehyung. Bokong sintalnya yang telanjang langsung menempel pada bagian tubuh Taehyung yang mengeras dan masih tertutup oleh celana jeans hitam milik Taehyung.

"Ngghh"

Jungkook mendesah tiba-tiba dan ia merasa turn on saat itu juga, namun dengan akal yang masih menguasai Jungkook ia sadar dengan desahannya yang memalukan itu untuk segera membuang wajahnya ke segala arah.

Taehyung pun yang melihat kelakuan Jungkook dengan iseng mengusap kejantanan mungil milik Jungkook yang sudah tidak tertutupi apapun.

"Hyunggghh" desah Jungkook manja.

"Kau tahu? Aku jarang mengucapkan kata-kata saat kita sedang seperti ini"

Ucap Taehyung dengan jeda lalu ia melepaskan usapanya pada kejantanan Jungkook, jarinya dengan perlahan mengelitik pinggul Jungkook dan telapak tangan besarnya, ia juga mulai meraba-raba perut datar Jungkook.

"Aku sangat bersyukur, di dalam sini" ia menunjuk perut Jungkook "ada sebuah janin kecil yang mulai tumbuh dan bergantung pada mu" dan mulai mengusapnya pelan.

Jungkook tersipu dengan ucapan Taehyung.

"Dan kau tahu? Aku bersyukur waktu itu aku menemukan mu, karena hingga saat ini aku bisa merasakan sebuah kehangatan kasih sayang dan cinta yang tulus"

Jungkook menggenggam tangan Taehyung yang sedang meraba-raba perutnya.

"Kau telalu cheesy hyungie" ejek Jungkook.

"Kau menghancurkan monolog ku sayang" keluh Taehyung pada Jungkook.

Lalu mereka tertawa bersama.

.

"Mau melanjutkannya lagi?" tanya Taehyung.

Jungkook menganggukkan kepalanya dan segera mengesekkan bokong sintalnya pada kejantanan Taehyung yang masih tertutup celana jeans tebalnya dengan tujuan menggoda tunangan nya ini.

"Kau selalu saja menggoda ku" ucapnya seductive

Taehyung segera memainkan kedua nipple Jungkook dengan kedua jarinya dan memilinnya pelan lalu menggeser tubuh Jungkook keatas perutnya agar ia leluasa membuka kancing celana jeans-nya dan menurunkan nya tidak lupa dengan dalaman nya yang ikut serta.

Kini Jungkook memundurkan tubuhnya, bokongnya berhadapan langsung dengan kejantanan Taehyung yang mengeras.

"Sayang aku butuh pelumas alami lagi" Kata Taehyung.

"T-t-tapi hyung" protes Jungkook.

Namun Taehyung dengan cepat menggengam kejantan Jungkook dan mengurutnyanya pelan.

"Ungghhh Hyung!"desah Jungkook.

Dengan sigap Taehyung segera mengarahkan jari-jemarinya ke hadapan bibir Jungkook.

Jungkook yang mengerti maksud Taehyung segera meraih pergelangan Taehyung dan mengemut jari –jari ramping Taehyung kedalam mulut kecilnya.

"Dari tadi aku ingin kau melakukan ini Jungkook sayang"

"Mmmhhh"

Jungkook mendesah disaat Taehyung mengocok kejantanan nya dengan cepat.

"Hyuungg aahhh hyungiiieee uummhhh"

Racaunya seraya bersusah payang mengemut jari-jari Taehyung.

"Ayoo sedikit lagi sayang"

"Unggghhh"

Jungkook sudah tidak tahan lagi rasanya, ia pun menjulurkan lidahnya berusaha mengatur nafas, rasanya sangat sesak sekarang walaupun sekarang Taehyung tidak mencumbunya tapi Jungkook tetap saja merasakan kekurangan oksigen.

Taehyung sangat suka melihat wajah Jungkook yang memerah serta peluh yang mengalir pada leher jenjangnya dan peluh itu mengalir bebas menuruni tubuhnya yang putih bak porselen.

"Arggghh hyuuunngghh"

Nafas Jungkook tersengal dengan seiringnya cairan hangat keluar dari kejantanan nya.

Taehyung pun semakin mengurut kejantanan Jungkook agar cairan itu terus keluar sebanyak mungkin, dan segera melumuri kejantannya sendiri.

Taehyung tahu lubang Jungkook mungkin sudah sangat basah karena kegiatan foreplay Jungkook tadi, "tapi kenapa tidak membuat lubang Jungkook semakin basah?" pikirnya kotor.

"Tunggu duluhh hyung" cegah Jungkook, ketika Taehyung ingin mencoba memasuki lubangnya.

"Kenapa sayang?"

"Aku sedikit lelah"

"Mau tukar posisi?" Tawar Taehyung, Jungkook hanya menganggung.

Taehyung pun memiringkan tubuhnya dan menjatuhkan Jungkook kesampingnya, Jungkook pun segera menelentangkan tubuhnya dan Taehyung kini berada diatas tubuh Jungkook tanpa menindihnya.

Kedua tangan Taehyung mengurung kedua sisi tubuh Jungkook, kini netra Taehyung menatap wajah Jungkook lamat.

"Jungkook apa kau lelah?"

"Aku tidak tau hyung rasanya sangat lelah tidak seperti biasanya"

Taehyung pun mulai berpikir, mungkin itu adalah effect dari mengandung.

"Apa kau mau aku hentikan saja?"

"Jangan hyung" cegah Jungkook.

Ia menggeleng keras, Jungkook sangat menghargai Taehyung, ia tahu Taehyung belum merasakan klimaks nya sama sekali, ia tak mungkin membiarkan Taehyung merasakan gagal klimaks kan?, Karena itu sangat menyakitkan.

Jungkook pun terdiam, untuk menyiapkan mental dan tubuhnya kalau ia sudah siap.

.

Tiba-tiba "Taehyung hyung masuki aku sekarang!" Serunya.

"E-eh?!" Taehyung nampak kebingungan.

Dan dengan tiba-tiba "Angghh~ Hyungie Anghhh~" Jungkook mengeluarkan desahan mautnya untuk menggoda Taehyung, Taehyung pun menggigit bibirnya untuk menahan denyutan rasa gairah yang memuncak di kejantanannya yang semakin tegang.

"Aku masukan ne?"

"Ne"

Taehyung memasuki lubang Jungkook sekali hentakan, karena sangat mudah memasuki lubang yang sudah becek dan basah itu, Jungkook memekik keras lalu mendesah nikmat ketika Taehyung langsung menemukan titik kenikmatannya saat itu juga.

"Aahh terus hyung"

Racau Jungkook, taehyung semakin semangat mengenjot kejantanannya pada lubang anal Jungkook

"Ah nikmathhh aaahh hyungie ahhh"

"Call my name chagi!"seru Taehyung.

"Hyung~"

"Bukan"

"CALL MY NAME!"

Hentak kan keras Taehyung membuat Jungkook memekik.

"AHHH HYUNGIE" goda Jungkook.

Taehyung mendekat wajahnya pada telinga Jungkook "AKU BILANG PANGGIL NAMA KU SAYANG ATAU AKU AKAN MENG-HAN-CUR-KAN-LU-BANG-MU, KAU NGEYEL SEKALI HUH?" bisik Taehyung kotor ia mencoba balik menggoda Jungkook.

Rasanya tubuh Jungkook semakin panas dengan perkataan kotor Taehyung ketika ia engan memanggil namanya, bukan. Bukannya Jungkook tak mau memanggil nama Taehyung hanya saja ia menikmati sebuah hukuman kecil dari Taehyung untuk nya. Ia selalu menunggu itu.

"Hyungiiiiee argghh"

Taehyung yang sediki kesal pun menghantam lubang Jungkook sangat keras membuat tubuh Jungkook semakin terguncang hebat, Taehyung seakan lupa bahwa Jungkook sedang mengandung dengan usia janin yang masih rapuh.

Jungkook tak sanggup lagi menahan ngilu karena Taehyung terung menghajar titik kenikmataanya terus menerus.

"Taehyung~~~~~"

"Hummmm"guman Taehyung.

"Aku hampir sampaaii engghhh"

"Let's do it together~"

"Ne~ ARRRRRGGHHHH"

Jungkoog mendesah hebat ketika ia mencapai titik kenikmatannya yang ketiga kalinya saat itu, cairan nya yang meluncur deras mengotori perut Taehyung , sedangkan disatu sisi Taehyung mulai klimaks dengan cairan yang tak kalah banyak dan memenuhi lubang Jungkook, sampai lubang Jungkook mengeluarkan sebuah cairan putih kental yang mengalir keluar dan membuat sungai kecil di antara kedua belah bokongnya. Taehyung sangat bangga dibuatnya saat melihat itu.

.

"Lelah,angghh aku lelah, aku mau tidur"rengek Jungkook lemah

"Ayooo tidur" ucap Taehyung seraya mencabut kejantanan nya dari lubang anal Jungkook.

Mereka pun tidur begitu saja tanpa membersihkan kegiatan mereka.

.

.

"Maaf nyonya saat aku mengetuk kamar tuan muda tadi ia tidak menjawabnya"lapor salah satu maid dari keluarga Kim itu seraya menundukkan kepalanya.

"Yeobo mungkin mereka sedang tidur?"tanya tuan Kim pada istrinya.

"Pasti itu"timpal nyonya Jeon seraya mendapatkan anggukan dari tuan Jeon dan Tuan Kim bersamaan. Nyonya Kim nampak berpikir sesaat "Aku akan mencoba menge-check-nya sendiri ne" kata nyonya Kim seraya bangun dari duduk nyamannya pada kursi sofa yang empuk.

"Aku ikut" Di ikuti dengan nyonya Jeon di belakangnya.

.

Mereka berdua sampai pada pintu kamar Taehyung. Nyonya Kim membukanya sembarang, dan nampak pintu itu tidak tekunci, lalu masuk begitu saja.

Pemandangan pertama yang ia dapati adalah pakaian yang di kenakan oleh Jungkook dan Taehyung tadi berserakan di atas lantai, ia pun mengalihkan pemandangannya pada sebuah gundukan besar

"Oh astaga! Mereka mengganti baju mereka tanpa membereskan yang sebelumnya"pekik nyonya Jeon pelan.

"Sssttt, mau mencoba membuat mereka terkejut?" tanya nyonya Kim seraya mengeluarkan seringai an iseng dan mendapati anggukkan seru dari nyonya Jeon.

"Satu" nyonya Jeon berlari ke arah tempat tidur sebelah kanan sedangkan nyonya Kim di satu sisi di sebelahnya nya.

"Dua" mereka mulai terkikik bersamaan lalu kedua nya mengangguk paham

"Tiga"

Nyonya Jeon dan nyonya Kim menarik selimut tebal yang menutupi tubuh telanjang Taehyung dan Jungkook.

"Kyaaaa~~" nyonya Kim dan Jeon menjerit hebat.

"KIM TAEHYUNG, JEON JUNGKOOK KENAPA KALIAN TELANJANG?!" Pekik nyonya Kim keras

"YA BAU APA INI!"

Taehyung dan Jungkook pun terkejut dibuatnya, dengan reflek mereka menutupi daerah privasi mereka bersamaan.

"TAEHYUNG JUNGKOOK BISAKAH KALIAN MENGATUR HORMONE KALIAN?"protes nyonya Jeon. Lalu melemparkan baju-baju Jungkook dan Taehyung ke arah keduanya" cepat pakai ini dan bersihkan tubuh kalian"

Nyonya Kim mendelikan matanya terutama pada putra kebanggaannya. Taehyung.

"Kami akan menunggu kalian berdua di ruang makan ne" ucap nyonya Jeon.

Nyonya Jeon dan Nyonya Kim pun keluar dari kamar Taehyung.

.

Jungkook dan Taehyung pun saling menatap "Jadi?" Taehyung menaikkan alisnya.

"Ini sangat memalukan hyung" Jungkook menggelengkan kepalanya, Taehyung hanya tersenyum geli.

"Jungkook ini sangat memalukan hahaha" akhirnya tawa Taehyung pecah, karena tak sanggup membayangkan apa yang telah terjadi barusan.

"Hyung, rasanya aku tak sanggup memperlihatkan wajah ku pada kedua orang tua kita"

"Aku juga hahaha tapi ini sangat lucu, coba kau bayangkan"

"Hyungie~ tetap saja ini memalukan"

"Hahaha yasudah, ayo mandi aku akan membantu membasuh badan mu" ajak Taehyung seraya bangun dari ranjang.

"Gendong aku~"

"Aisshhh manja, yasudah ayo" Taehyung pun mengangkat tubuh Jungkook ke atas tubuhnya dan berjalan ke arah kamar mandi yang ada di kamar Taehyung.

"Koala style~~~" ucap Jungkook manja seraya memeluk tengkuk Taehyung, Taehyung pun mengusapkan hidungnya ke hidung Jungkook. Rasa gemasnya tidak terbendung lagi.

.

.

"Yeoboseyo ah ya Megumi"

"..."

"Um tidak bisa hari ini karena sedang ada acara keluarga"

"..."

"Ah ya mudah-mudahan saja ne, terimakasih atas doa mu, ahjumma akan menyampaikan salam mu untuk Taehyung dan Jungkook"

Nyonya Kim meletakan telepon rumahnya kembali di tempat semula, lalu segera memasuki ruang makan, dilihatnya si pelaku utama, Jungkook dan Taehyung yang sedang duduk di kursi makan dengan canggung. Ia tersenyum geli dengan sikap kedua pemuda kesayangannya itu

.

"Minah-ssi ayo segera duduk bersama kami" ajak nyonya Jeon.

"Ne, hyegi-ssi"

Kini Jungkook sedang menggengam tangan Taehyung erat di balik meja makan, Taehyung pun melihat kearah Jungkook dan menatapnya seakan mengatakan Jangan-gugup-sayang-kita-aman.

Namun Jungkook menggeleng lemah dan memberi sebuah tatapan kitai-siap-mati-hyung.

Namun kini malah Taehyung yang mengeleng.

"Jungkook Taehyung kenapa kalian menjadi diam begini?" Tanya ayah Taehyung yang menyadari sebuah percakapan tubuh yang dilakukan Taehyung dan Jungkook.

"Ne kami berdua baik-baik saja" ucap mereka berdua dan menghentikan bahasa tubuh diantara mereka untuk menghilang kecurigaan ayah Taehyung.

.

"Suami ku sayang ada kejadian besar tadi"ucap nyonya Kim tiba-tiba

Taehyung dan Jungkook secara bersamaan mengangkat wajah mereka untuk menatap wajah Kim Minah. Ibu Taehyung. Dan memberikan sebuah tatapan tolong-jangan-katakan-itu.

"Kami- ahh bagaimana menceritakanya? aku jadi lucu sendiri mengingatnya, ya kan Hyegi-ssi?" lirik nyonya Kim pada nyonya Jeon.

"Ne"

"Kalian berdua, sebenarnya ingin menceritakan apa?" selidik tuan Jeon kali ini seraya menaiki sebelah alisnya.

Nyonya Jeon dan nyonya Kim hanya terkikik geli dibuatnya sedangkan Taehyung dan Jungkook makin gugup dibuatnya. Rasanya harga diri mereka dipermalukan saat itu.

"Eomma aku lapar, ayoo makan~"ucap Taehyung tiba-tiba mencoba mengalihkan perhatian semua orang.

"Ah iya sebaiknya cepat kita makan, lagi pula kita harus membahas pernikahan mereka lagi kan?"kata tuan Jeon lagi.

"Ya kau benar, sebelum itu mari kita bersulang untuk merayakan hari ini, tapi khusus untuk Jungkook tidak ada alkohol ne"ucap tuan Kim.

"Hmm" angguk Jungkook.

"Pelayan tolong tuangkan segelas susu untuk Jungkook"suruh nyonya Kim.

Maid nya pun segera menuangkan segelas susu untuk Jungkook.

"Mari bersulang untuk merayakan kehamilan Jungkook" ucap tuan Kim, semua orang yang berada di meja makan pun mengangkat gelas mereka lalu meminumnya seteguk.

.

Setelah acara makan-makan di kediaman keluarga Kim selesai mereka semua pun kembali ke ruang keluarga untuk membicarakan pernikahan Jungkook dan Taehyung.

Memilih bagaimana dan konsep apa yang diinginkan oleh kedua mempelai, dan menjelaskan dimana mereka akan menyelenggarakan pernikahan mereka, Taehyung dan Jungkook hanya menganggung saja karena tanpa memberi sanggahan, karena memang ide yang diberikan oleh kedua orang tua mereka sangat menarik dan matang.

Setelah asik bercakap-cakap membicarakan pernikahan Taehyung dan Jungkook mereka semua memutuskan untuk pergi tidur.

"Taehyung bisakah kita bicara sebentar?"tanya Minah. Yang melihat Taehyung yang ingin memasuki kamarnya.

"Ne eomma ada apa?"tanya Taehyung.

"Apa Megumi sudah menghubungi mu?

"Belum, ada apa?" tanya Taehyung bingung.

"Dia tadi menghubungi ku katanya ingin kerumah ini"

"Lalu?"

"Tentu saja aku melarangnya kita sedang acara keluarga bodoh" ejek nyonya Kim

"Ya eomma jahat sekali sih"

"Yasudah aku hanya ingin mengatakan itu, sudah sanah tidur"

"Ne eomma"

"Kim Taehyung satu lagi"

"Hum?"

"Jaga nafsu mu okay? kekeke~" goda nyonya Kim seraya terkikih geli dan meninggalkan Taehyung begitu saja, sedangkan Taehyung hanya memberikan wajah blank-nya. Dan menatap punggung ibunya yang sedikit bergetar karena terkikik geli.

.

.

.

To Be Continued


YA! Apa-apaan ini aku malah fokus ke adegan maturenya -_-

niatnya mau bikin konflik di chapter ini malah gak jadi, ke enakan kalian deh, yaudah lah gak apa-apa sekali-kali yaa? -_-

Maaf yaa FF ini makin absurd gaje gak jelas gitu sebenernya aku kehabisan ide, biasanya aku dapet ide kalau lagi nyetir ke kampus sekarang malah enggak, duh sedihnya :'v

dan makasih banyak reviews nya di chapter 4

|KiranARMY|dinner40|9094|hsandra|utsukuhii02|divi180397|jeonjeonzkim|taehyungkece|jonginDO|Albino's dear| dianurmayasari15|vijeonjims|chypher69|kira |park rinhyun-uchiha|gbrlchnerklhn|Shanaxkim|YM424|Nyonya-Jung|Y|KalunaKang61|hosokpie98|nanseyoo|

Special thanks~ buat kaliaaaaaaaaaaaaan semua saranghae xD

kalau kalian menemukan banyak typo di chapter ini maklumin saja ya karena aku gak baca ulang di chapter ini.

oke see you next chapter~~