T

Cast : Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Oh Sehun

Kris Wu

Park Luhan

Do Kyung Soo

Kim Jongin

Others

Main Cast : ChanBaek

Genre : GenderSwitch, Romance, natural/?

RATE : T

Summary :

Park Chanyeol seorang aktor tampan yang sedang naik daun dan digandrungi banyak wanita serta terkenal dengan sifat playboy dan selalu gonta ganti pacar.

Tapi bagaimana jika Chanyeol harus melakukan hal diluar akting, yaitu bernyanyi bersama mantan kekasih nya yang bernama Byun Baekhyun yang tidak diketahui publik? Apa itu mungkin? Atau bahkan membuat masalah baru dikehidupan Chanyeol dan Baekhyun?

Chapter 3

.

.

.

Sebelum berlatih diruangan studio test vokal Baekhyun sengaja meminta Sehun agar ia menjemputnya seusai latihan.

Oleh karena itu Sehun sengaja menjemput Baekhyun lebih awal dengan alasan ingin bersantai sejenak didepan gedung 'Ex Entertainment'.

" Lama sekali Baekhyun, apa aku perlu kedalam dan mencarinya? "

Sehun terlihat berfikir sejenak, namun akhirnya Ia memutuskan bangkit dari duduknya dan bergegas kedalam untuk menyusul Baekhyun.

Baru beberapa langkah Sehun memasuki ruangan gedung itu, terdengar suara langkah seseorang dan menepuk pundaknya.

" Hay.. Aku baru pertama kali melihatmu " wanita itu berujar sembari memamerkan senyum cantiknya. " Kau siapa? Apa kau sedang mencari... seseorang? "

Lelaki tampan itu terlihat menaikkan sebelah alisnya.

" Bukankah kau- Seohyun? "

" Ah kau tahu aku yaa.. " ucap wanita itu dengan mengeyampingkan rambut panjangnya ke belakang telinganya.

" Tentu saja tahu, bukankah Kau adalah kekasih Park Chanyeol yang sedang di beritakan ramai ramai ditelevisi bukan? "

" eum.. ngomong ngomong Kau siapa? Dan sedang apa kau disini? "

" Aku Sehun, dan disini aku sedang mencari temanku. "

" Ah kalau begitu, Aku Seohyun " ucap wanita itu seraya mengulurkan tangannya bermaksud mengajak untuk bersalaman.

Namun Lelaki itu terlihat tersenyum remeh dan mengabaikan uluran tangan Seohyun. " Santai saja, aku kan sudahj mengenalmu "

" Ba-baiklah.. " Seohyun menarik kembali tangannya kebawah sembari tersenyum kikuk.

" Ah aku hampir lupa kebetulan sekali aku bertemu denganmu, Aku disini sedang mencari studio rekaman, Bukankah kau juga berasal dari agensi ini? Mungkin kau bisa memberi tahuku dimana tempatnya "

" Oh kalau itu sih aku pasti tahu, mari ikut denganku Sehun ssi .. "

" Oke .. "

Sehun berjalan dibelakang mengikuti langkah kaki wanita cantik didepannya. Namun ketika sudah sampai disuatu tempat , wanita itu bukannya bergegas masuk. Tapi malah berdiam diri mematung seolah seperti terkena sebuah ' mantra '

Melihat tingkahnya yang aneh, dengan cepat Sehun mendekati Seohyun dan mengikuti arah mata wanita itu.

Ya Tuhan!

Seohyun dan Sehun terkejut melihat seorang wanita yang sedang berada di atas tubuh seorang pria dengan posisi yang terlihat intim.

" Baekhyun.."

" Chanyeol.. "

" Apa yang sedang Kalian lakukan ?! " ucap Seohyun dengan nada yang terdengar kasar.

Sehun yang juga melihat itu hanya diam dan tampak terkejut..

.

.

.

Ntah Bagaimana awalnya, Baekhyun pun tidak tahu mengapa ia bisa jatuh dan menimpa badan Chanyeol. Terlebih bibir manisnya menyentuh bibir milik lelaki itu.

Saking terkejutnya Baekhyun dengan cepat menarik kepalanya sedikit menjauh dari wajah Chanyeol tanpa nlberusaha bangkit dari posisi trategis mereka.

Seolah tersihir dengan wajah tampan nya, Baekhyun enggan bangkit dari posisinya itu. Begitupun dengan Chanyeol yang awalnya terlihat terkejut dan panik, namun ketika Ia melihat wajah cantik Baekhyun yang sedang menahan berat tubuhnya diatas dada Chanyeol dengan tangannya, membuat Chanyeol tersenyum tipis dan mengangkat tangannya untuk membelai rambut Baekhyun yang hampir berjatuhan.

" Bee aku merindukanmu ... "

DEG.

Satu kalimat yang pria itu lontarkan mampu membuat jantung Baekhyun berdetak tak karuan. Ia terlalu bingung untuk melakukan sesuatu hal, dan Ia hanya bisa menatap Chanyeol dalam dalam, hingga sebuah suara membuyarkan lamunan Baekhyun.

" Baekhyunn.. "

" Chanyeol.. "

" Apa yang sedang Kalian lakukan ?! "

Baekhyun dan Chanyeol otomatis menolehkan pandangannya pada dua orang yang memanggil nama mereka di luar pintu latihan.

Sontak terkejut melihat Sehun ada diluar ruangan itu membuat Baekhyun bangkit dari posisinya dan berdiri merapikan pakaiannya seperti semula.

" Se-sehun aku- "

" Sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan hah !? " Seohyun memotong perkataan gadis itu dan memandangnya tajam.

Chanyeol yang melihat Seohyun berkata seperti itu, segara bangkit dan berhadapan dengan Seohyun.

" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu! apa yang kau lakukan disini? Apa Kau berusaha menjadi penguntit atau semacamnya? "

" Kau kekasihku Chanyeol! Mengapa kau berkata seperti itu padaku. "

Chanyeol hanya mampu mendengus kasar dan mengalihkan pandangannya pada pria tampan berkulit putih pucat dibelakang Seohyun.

" Dan Kau siapa? Mengapa Kau bisa berada diruangan ini?! " ucap Chanyeol seraya menatap pria itu dengan pandangan tidak suka.

" Dia temanku! " Baekhyun menjawab dan menatap Chanyeol tajam.

Sehun yang mendengar jawaban Baekhyun hanya mampu tersenyum sinis dan menatap sayu wajah Baekhyun. Tak lama kemudian pria itu pergi meninggalkan Baekhyun serta yang lainnya.

" Yak! Sehun Kau mau kemana?! " teriak Baekhyun seraya berusaha berjalan keluar menyusul Sehun.

Namun,

Grep!

" Tunggu! Hey Kau akan kemana? Kita bahkan belum selesai berlatih Baek. "

" Lepas Chanyeol! " Baekhyun berusaha menarik tangannya.

" Chanyeol Kau mengabaikanku? Aku sedari tadi berdiam disini dan Kau mengabaikanku hanya karena wanita seperti dia. Oh god bahkan dia hanya partner bernyanyimu saja Chanyeol!" ucap Seohyun seraya memandang remeh Baekhyun yang ada didepannya.

" Apa maksudmu? " protes Chanyeol.

Baekhyun menggigit bibirnya menahan emosi karena kesal mendengar ucapan Seohyun.

" Maafkan aku Seohyun ssi- aku tidak bermaksud seperti itu. sekali lagi aku minta maaf padamu. Dan hanya mengingatkan saja.. tolong jaga Chan-yeol-mu itu! Aku khawatir jika Ia tertarik padaku.. Permisi" Baekhyun tersenyum remeh pada Seohyun seraya melepaskan genggaman nya kasar dari lengan Chanyeol. Dan Ia segera pergi keluar untuk menyusul mencari Sehun.

" Dasar wanita tidak tahu diri! " cibir Seohyun seusai wanita mungil itu pergi. " Dia pikir dia siapa? Seenaknya saja berbicara seperti itu padaku. "

" Kau ada perlu apa sebenarnya? kenapa Kau bersikap kasar pada wanita tadi? "

" Ya jelas saja aku kasar, dia tadi sedang menggoda mu kan ? Jujur saja padaku! "

" Terserah padamu~ " Chanyeol pergi keluar meninggalkan Seohyun.

" YA! Chanyeol tunggu aku! " Seohyun berjalan keluar dan mengikuti langkah Chanyeol.

.

.

.

.

Baekhyun mendengus kesal karena setelah berputar putar sedari tadi Ia tetap tidak menemukan Sehun.

Ia tidak mengerti mengapa Sehun pergi meninggalkannya, jelas jelas Ia sudah meminta pada Sehun untuk menjemputnya lebih awal. Tapi mengapa tadi Ia justru pergi meninggalkannya. Benar benar tidak mengerti.

" Aishh dimana bocah itu sebenarnya " gerutu Baekhyun seraya mengeluarkan ponselnya.

" Lebih baik aku telfon saja dia "

Tut..

Tut...

" Kenapa dia mematikan ponselnya! Menyebalkan sekali. "

Baekhyun melangkahkan kaki keluar seraya bergerutu kecil karena kesal dengan sahabatnya itu.

" Ya tuhan bagaimana aku pulang, aku bahkan tidak membawa uang sama sekali "

" Aku bisa mengantarmu pulang jika kau mau.. "

Suara bass itu terdengar kembali, otomatis Baekhyun jadi teringat kembali kejadian yang tadi mereka alami secara tidak sengaja. Baekhyun berusaha menetralkan detak jantungnya. Dan Ia diam diam menolehkan kepalanya melihat Chanyeol yang sudah ada disampingnya.

Mengapa selalu dia yang muncul disaat seperti ini, Ia lebih bersyukur jika yang datang itu sosok lelaki tampan seperti Song Jong Ki atau Lee minhoo pun tidak apa apa. Oke Baekhyun mulai menghayal yang iya-iya.

" Tidak perlu aku bisa menggunakan taksi. " ucap Baekhyun datar tanpa memandang pria disebelahnya itu.

" Aku sudah berniat baik padamu, tapi Kau selalu saja seperti itu. Tapi memangnya Kau punya uang untuk naik taksi hm? bukankah tadi Kau bilang Kau tidak membawa uang? "

Bingo!

Baekhyun memang benar tidak membawa uang, karena dompetnya tertinggal di apartemen.

" Lalu apa urusannya denganmu? " ucapnya seraya menatap tajam pria dihadapannya itu.

Chanyeol tertawa ringan mendengar pernyataan Baekhyun.

" Dan kenapa Kau malah tertawa Park Chanyeol! "

" Memangnya ada larangan untuk tertawa ditempat umum? "

" Hahh~~ kenapa rasanya tanganku ingin sekali menjambaknya " Baekhyun menghembuskan nafasnya kasar seraya bergerutu kecil.

" Kau barusan berkata apa? "

" Tidak ada .. " ucap Baekhyun datar.

" Kau berbohong kan? Aku tahu kau tadi mengatakan sesuatu , ayo cep- "

" Baekhyun.. "

Chanyeol dan Baekhyun reflek menoleh pada sumber suara yang memanggil nama Baekhyun.

" Sehun! " ucap Baekhyun seraya tersenyum lebar pada Sehun sahabatnya.

" Kenapa pria itu selalu datang tiba tiba, membuat kesal saja " Chanyeol bergerutu kecil sembari melihat pria itu.

" Sebaiknya kita cepat pulang, Aku perlu bicara "

Sehun menarik tangan Baekhyun bermaksud untuk meninggalkan Park Chanyeol, dan membawanya masuk kedalam mobil Sehun.

" Dasar tidak sopan sekali, bisa bisanya dia menggangguku dengan Baekhyun. " ucap Chanyeol sembari menatap mobil yang sudah hampir melaju itu.

.

.

.

.

.

Sehun menjalankan mobilnya dengan kecepatan lambat, jujur saja Sehun sebenarnya merasa cemburu ketika Ia melihat kejadian dimana Baekhyun terjatuh dan menimpa badan Chanyeol. Terlebih ketika Baekhyun menyebut dirinya adalah 'teman'. Entahlah Sehun merasa seperti ada sesuatu yang menusuk ketika Ia menyebut Sehun hanyalah Teman.

Katakan saja bahwa sehun itu egois, Ia tahu bahwa dirinya hanya temen dekat Baekhyun atau bisa dibilang Ia adalah Sahabat baik gadis itu. Tapi untuk kali ini saja Sehun ingin merasa egois. Ia hanya tidak ingin melihat gadis itu bersama pria lain terlebih dengan Park Chanyeol si aktor playboy itu.

" Kenapa Kau tidak mengatakan padaku jika Kau akan bekerja sama dengan dia Baek? "

" Maafkan aku Sehun, aku tidak bermaksud seperti itu, sebetulnya kemarin aku ingin memberi tahumu tentang hal ini , tetapi dengan melihatmu kemarin marah marah tidak jelas aku jadi malas membahasnya. "

" Oke masalah kemarin kita sudah membahasnya kan? Jadi lebih baik kita lupakan. " ucap sehun seraya melirik sekilas gadis disamping nya itu. Dan fokus pada steering wheelnya.

" Baiklah "

" Lalu apa yang Kau lakukan tadi dengan pria itu Baek? Apa Kau sedang mencoba berlatih adegan ranjang atau semacamnya? "

" APA?! ". Baekhyun memekik terkejut.

" YA! Kau itu bodoh atau bagaimana sih? Mana mungkin aku berani melakukan hal seperti itu dengan dia?! "

" Yaa siapa tau saja kan? "

" Dengarkan aku Sehun! Asal Kau tahu saja, tadi itu aku hampir terjatuh, dan Chanyeol lah yang menahan tubuhku supaya tidak terjatuh. Ya Tuhan fikiranmu itu aishhh "

" Baiklaah aku minta maaf.. Aku kan hanya bercanda. "

" Ya ya terserah padamu "

Setelah hening beberapa saat, akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen sederhana namun mewah bernama ' Mons Apartement' .

" haah kita sudah sampai, " ucap Baekhyun seraya tersenyum manis pada pria disampingnya itu. " ah aku hampir lupa! Bukankah kau ingin berbicara padaku kan? katakan Sehun ada apa? " Ia mengeyampingkan badannya untuk memandang wajah Sehun.

" Hey Oh Sehun, Kau mendengarkanku bukan? Kenapa Kau malah melamun hm? Ayo katakan ada apa? "

Sehun menghembuskan nafasnya pelan sebelum Ia melihat wajah Baekhyun yang sedari tadi menatapnya.

" Aku ingin bertanya padamu Baek, dan Aku minta tolong Kau jawab dengann jujur. "

" Oke .. " Baekhyun mengangkat jari lentiknya dan membentuk huruf O sebagai bentuk jawaban isyarat.

" Begini.. selama kita berteman baik selama dua tahun, apa Kau sama sekali tidak memiliki perasaan apapun padaku sama sekali? " Sehun kemudian melanjutkan perkataanya " maksudku perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasakan padamu Baek? " Sehun menatap wajah Baekhyun dalam, dan berusaha menyalurkan perasaan tulusnya lewat tatapan itu.

Gadis cantik itu hanya mampu terdiam dan mengalihkan pandangannya dari tatapan dalam pria dihadapannya itu. Ia baru saja mencerna kalimat kalimat yang Sehun lontarkan.

" Tatap Aku baek.. " Sehun dengan tiba tiba memegang bahu kecil Baekhyun dan mengangkat dagu nya

" Kenapa Kau tiba tiba bertanya tentang ini padaku? " akhirnya Baekhyun memilih untuk membalas tatapan dalam Sehun dengan mata sayu.

" Cukup jawab pertanyaanku! apa Kau pernah sekali saja memiliki perasaan yang lebih padaku tanpa mengingat status persahabatan kita? "

Baekhyun tidak tahu harus mengatakan apa pada Sehun, Ia hanya terlalu bodoh untuk mengungkapkan perasaannya yang sudah mulai tumbuh pada sehun.

" Apa Kau sudah memiliki kekasih? Dan dengan cara ini Kau berusaha mengatakannya padaku? Benar ?! " ucap Baekhyun memandang Sehun dengan mata yang mulai berkaca kaca.

Pertanyaan macam apa itu. Jangankan seorang kekasih, wanita lain yang Sehun sukai saja tidak ada. Pria berwajah datar itu hanya mampu menghembuskan nafasnya kasar.

" Hah! Jadi benar " Baekhyun menyeringai tipis dan melepaskan pegangan tangan Sehun pada bahunya.

" jadi selama ini Kau menyembunyikannya dariku? Bagus sekali " tanpa sehun sadari Baekhyun tengah berusaha menahan air matanya yang kian semakin menumpuk.

" Sudah yaa, Aku butuh istirahat. " Baekhyun buru buru keluar dari mobil milik sehun dengan agak membanting pintu mobilnya. kemudian pergi meninggalkan Sehun yang diam mematung sedari tadi.

Sehun sejujurnya tidak mengerti mengapa Baekhyun menyangka Ia sudah memiliki kekasih? Demi Tuhan bahkan Sehun sudah beberapa kali menolak beberapa wanita demi Byun Baekhyun. Yang Ia inginkan hanyalah sahabatnya itu dan bukan orang lain.

" Aarrgghh! " Sehun membanting setir mobilnya sekeras mungkin.

.

.

.

.

Chanyeol terlihat kembali memasuki gedung agensi itu, Ia terlihat lesu dan bermalas malasan.

" Chanyeol! Kau dari mana saja? Aku mencarimu sedari tadi? "

Jongin tiba tiba terlari kecil menghampirinya.

" ada perlu apa Kau mencariku? Kalau tidak penting lebih baik Kau pergi saja. Aku sedang malas "

" Ya! Aku hanya ingin memberitahumu, barusan Luhan noona menelfonku, katanya Ia menyuruhmu untuk pulang cepat. Ada hal penting yang ingin Ia bicarakan denganmu"

" Ah Luhan noona kenapa tidak menelfonku saja aishh! "

" Dia sudah menelfonmu, Kau nya saja yang tidak peka. Coba Kau periksa ponsel mu. "

Chanyeol mengeluarkan ponselnya, dan tersontak kaget melihat daftar nama kakaknya dideretan panggilan masuk sebanyak 15 kali.

" ya Tuhan! Bisa bisa Luhan noona mengamuk seperti kemarin antarkan Aku pulang Jong. "

" Oke boosy "

Baru saja Jongin dan Chanyeol berjalan beberapa langkah, terdengar suara gadis yang membuat Chanyeol mengehembuskan nafas kasar.

" Chanyeol Kau mau kemana? Aku lapar Yeol~~ mari kita makan siang. " ujar wanita itu seraya mengalungkan sebelah tangan nya pada lengan kanan Chanyeol.

" Ada apa seohyun? Kau bisa makan sendiri bukan? hari ini Aku sangat lelah, jadi tolong biarkan Aku untuk istirahat okay. "

" Maksudmu lelah karena telah menghabiskan waktu berduaan dengan gadis kerdil itu, benar? "

" Siapa yang Kau maksud gadis kerdil itu hah?! "

" Tidak usah berpura pura bodoh yeol, kau pasti tau siapa yang aku maksud. Aku sangat tidak suka melihat Kau bekerja sama dengan gadis ker-"

" Berhenti mengatai dia seperti itu! Asal Kau tahu saja, dia itu mempunyai nama , dan namanya itu 'Byun Baekhyun' Jadi berhenti mengatai dia gadis kerdil seperti itu "

" Ya tuhan bahkan Kau lebih membela dia ketimbang Aku ! Park Chanyeol Kekasihmu itu Aku, bukan dia ! " Teriak Seohyun sedikit menggeram.

Chanyeol memajukan dikit badannya dan berkata sesuatu seraya mendekatkan bibir tipisnya pada telinga wanita cantik itu.

" Kekasih pura pura Kau ingat? " ucap Chanyeol terdengar seperti suara bisikan kemudian tersenyum manis,

Seohyun terlihat panik dan menggigit bibirnya keras, Ia tidak mengerti mengapa Chanyeol sangat berani berbicara seperti itu didepan Kim Jongin.

Bagaimana jika Jongin tau jika Ia dan Chanyeol hanyalah sepasang kekasih buatan yang direncanakan oleh ketua agensi mereka untuk menutupi scandal Seohyun dan Yonghwa?

" Kalian sudah selesai bicaranya? Seohyun maafkan Aku, tapi kali ini kami benar benar butuh istirahat. Jadi tolong biarkan kami pergi, okey? " suara Jongin membuyarkan lamunan Seohyun.

Wanita itu tidak membalas perkataan Jongin, Ia hanya mengela nafasnya yang memburu akibat perkataan Park Chanyeol.

" Baiklah, aku permisi. " ucap Jongin yang kemudian disusul dengan pria tinggi disebelahnya.

" Aku pergi" ucap Chanyeol seraya melepaskan pergelangan tangan seohyun dan pergi meninggalkan nya.

Seohyun menatap kedua pria yang terlihat sudah berjalan lumayan jauh dengan ekspresi tidak kentara nya itu.

" Awas Saja Kau Byun Baekhyun! Gara gara Kau sekarang Chanyeol sudah berani mengabaikanku. dan apa itu tadi? Bahkan dia sudah mulai berani mengataiku kekasih pura pura haishhh menyebalkan!"

" Lihat saja nanti. " ucapnya seraya memicingkan mata tajam ke arah Chanyeol dan Jongin yang sudah berjalan cukup jauh .

.

.

.

Chanyeol dan Jongin akhirnya sampai ke rumah sederhana namun elit milik Park Chanyeol.

" Jongin, bagaimana jika Luhan noona Marah padaku dan mencakarku serta menjabak rambutku seperti kemarin? "

" Mana ku tahu! Itu kan urusanmu bukan urusanku. "

" Hah~ Kau benar benar tidak bisa di andalkan Jong! Oke aku masuk kedalam, dan yaaa mudah mudahan Luhan noona tidak marah padaku dan melupakan kejadian kemarin itu. " ucap Chanyeol seraya membuka sabuk pengaman yang yang terpasang sedari tadi

" Baiklah baiklah terserah padamu saja, segeralah Kau masuk dan istirahat. Sementara Aku akan pergi kembali ke gedung agensi untuk mengurus jadwalmu. "

" Okee "

.

.

.

.

Baekhyun terlihat menyeka air matanya yang mulai berjatuhan tidak menentu.

" Kenapa Aku cengeng seperti ini, seharusnya kan Aku senang jika Sehun benar benar memiliki seorang kekasih hiks~ "

Baekhyun berjalan ntah kemana, yang paling penting sekarang adalah Ia sedang tidak mood untuk pulang ke apartemennya. Terlebih jika Ia akan bertemu dengn Oh Sehun.

" Apa Aku benar benar memiliki perasaan yang lebih pada Sehun? " ucap Baekhyun seraya memandang arah jalanan yang banyak dilewati orang orang berlalu lalang kesana kemari.

" Ya tuhan! "

Baekhyun mendudukan dirinya dipinggiran jalan dan menundukan kepalanya diantara siku kakinya.

Baekhyun sedikit mendongakan kepalanya ketika Ia tidak sengaja mendengar suara mobil yang tiba tiba berhenti dihadapnnya.

Kaca mobil iti terbuka pelan pelan dan-

" Luhaan eonni! "

" Baek? Kau sedang apa disitu? " wanita itu segera turun dari mobilnya dan langsung menghampiri Baekhyun.

" Eonni, aku aku- sedang jalanjalan saja kok. "

" Kau tidak pandai berbohong baby, dan Hey- kenapa Kau terlihat menangis? "

" Aku tidak! Aku hanya kelilipan debu saja kok eonni. Serius. " Baekhyun tersenyum manis menunjukan eyesmile andalannya pada Luhan.

" Ah begitu, baiklah.. ya sudah sekarang Kau ikut denganku okay? " Luhan menarik tangan Baekhyun menuju mobilnya.

" Ta-tapi eonni .. "

" tidak ada penolakan baby! ayo masuk. "

" Baiklaah.. "

Selama diperjalanan Luhan dan Baekhyun terlihat saling berbagi cerita satu sama lain, sesekali mereka berbagi canda tawa yang terlihat menyenangkan.

Bahkan Baekhyun hampir lupa tentang masalahnya dengan Sehun.

" Kita sudah sampai, ayo kita turun. "

Baekhyun menganggukan kepalanya dan segera turun dari mobil milik Luhan.

" Eonni, kenapa Aku tidak melihat siapapun dirumah ini ? Eum.. Kris oppa, dia kemana? "

" Kris sedang menangani bisnisnya baby, kemungkinan nanti malam Ia pasti pulang. "

" Oh begituu.. pantas saja tidak ada orang dirumah ini. "

" Ayo masuk..

" Ah tidak, lebih baik Aku disini saja eonni. Karna sepertinya aku tidak akan lama disini " Baekhyun menghentikan langkahnya tepat diruang pintu utama rumah Luhan.

Disaat Luhan dan Baekhyun berbincang diruang utama, tanpa mereka ketahui jika ada seorang pria yang sedari tadi telah menyaksikan kegiatan mereka di sana.

" Baekhyun "

Baekhyun dan Luhan sontak menoleh ke arah suara yabg bersangkutan.

" Chanyeol! "

Sayang nya itu bukan suara Baekhyun, tapi melainkan itu suara Luhan sang kakak dari pria tampan ini. Baekhyun hamya mampu menatap Chanyeol dengan ekspresi datar.

" Kau sudah sampai sedari tadi hm? "

" Tidak, Aku bahkan baru sampai noona. "

" Ah begitu dan ken- "

" Luhan eonni sepertinya Aku pulang sekarang saja yaa. "

" Apa yang kau katakan Baekhyun, kau baru saja tiba disini dan Kau bilang Kau ingin pulang. Tidak Baek tidak! Kau tetap disini dan temaniku makan malam okay? "

" Aku tidak bisa eonni, maafkan Aku.. Aku sudah ada janji dengan dengan- dengan Sehun. Iya dengan Sehun "

Chanyeol terdengar mendecak kesal. Lelaki itu memandang Baekhyun dengan sedikit tajam.

" Apa Kau sebegitunya membenciku Baek? Sampai Kau ketika melihatku disini, Kau ingin langsung pergi dan tak mau melihatku ? " jelas Chanyeol sarkatis.

Baekhyun diam tak bergeming, sejujurnya Ia memang sengaja menghindar lelaki ini. Entahlah Ia hanya sedang malas untuk bertemu dengan lelaki ini. Jangankan bertemu, mendengar suaranya saja Baekhyun sudah enggan.

" Kau benar benar akan pulang baby? " luhan memandang Baekhyun seraya mengelus lengannya pelan.

" Nee eonni, aku ada perlu dengan Sehun. Maafkan aku " Baekhyun terpaksa berbohong pada Luhan, Ia dan Sehun bahkan sedang mengalami suatu problem yang 'tidak jelas'

" Kalau begitu, aku yang akan mengantarmu.. " Chanyeol menarik tangan Baekhyun sebelum Baekhyun menghempaskan nya kembali dengan kasar.

" Aku tidak butuh bantuanmu. "

Chanyeol mendengus kesal dan menatap Baekhyun tidak percaya.

" Kau benar benar- "

" Aku bilang tidak, ya tidak Park Chabyeol! "

" Maafkan aku eonni, aku harus benar benar pergi. Aku takut jika Sehun lama menungguku. " lanjut Baekhyun seraya memandang Luhan dengan ekspresi memohonnya.

" Baiklah, tapi biarkan Chanyeol mengantarmu baby , aku tidak mau jika sampai terjadi sesuatu padamu. Bagaimana? "

Baekhyun memandang Luhan cukup lama kemudian beralih menatap sekilas lelaki tampan disampingnya.

" Oke, baiklah.. "

.

.

.

.

Sehun memasuki apartemennya dengan perasaan tidak nyaman. Ia sudah menelfon Baekhyun beberapa kali namun Ia tetap tidak mengangkatnya.

" Aishh bocah itu~ selalu saja seperti ini. "

Sehun mencoba kembali menekan tombol ponselnya namun hasilnya tetap nihil. wanita itu tidak mengangkat panggilannya. Bahkan mengabaikan pesannya.

" Byun Baekhyun, ada apa dengan dia? Kenapa dia mengabaikanku? Ini sudah hampir malam dan Ia masih saja belum kembali "

Pemuda tampan itu berdecak kesal seraya mengambil kunci mobilnya untuk berjalan jalan sekaligus mencari sahabatnya Byun Baekhyun.

Sehun menuruni tangga dengan langkah terburu buru sambil mengecek ponselnya, ya siapa tau saja gadis itu membalas pesan sehun atau semacamnnya.

Ketika Sehun hendak membuka pintu mobil Ia tiba tiba menghentikan kegiatannya.

" Itu kan.. Baekhyun? Kenapa Ia bisa dengan diantarkan pria itu? "

Sehun sedikit berlari sekedar memastikan bahwa wanita itu adalah Byun Baekhyun.

wanita yang dicurigai Sehun akhirnya keluar dari dalam mobil bersamaan dengan pria yang sudah tidak asing lagi.

" Baekhyun? "

Sontak kedua sejoli itu menoleh secara bersamaan pada Sehun.

" Baekhyun.. kenapa Kau bisa pulang bersama dia? " Sehun bertanya seraya menggerakan dagunya ke arah pria itu.

Gadis itu bukannya menjawab namun memilih untuk masuk ke dalam apartement.

Sehun memandang Baekhyun dengan menghembuskan nafasnya kasar.

" Ya Tuhan ada apa lagi dengan dia. "

" Ya Kau! Ada masalah apa Kau dengan Baekhyun? Kenapa yang Aku lihat Baekhyun begitu tidak suka dengan kehadiranmu? Bukankah setau ku Kau tem- "

" Bukan urusanmu. " potong Sehun lalu pergi menyusul Baekhyun.

" Hah dasar tidak sopan.. " ucap Chanyeol

Drttt.

Ponsel Chanyeol berdering dan menampilkan nama Kim Jong In asisten nya.

" Ada apa Jong? "

" .. "

" Baiklah aku segera kesana "

Pip.

Chanyeol mematikan ponselnya dan memasukan kembali kedalam saku celananya. Ia masuk kedalam mobil miliknya dan melaju setelah menerima panggilan dari asistennya barusan.

.

.

.

.

Kim jongin menunggu kedatangan Chanyeol di restoran dekat gedung agensi aktornya.

" Lama sekali Chanyeol, apa dia membohongiku atau bagaimana? Aishh.. "

Jongin mengusak helai rambutnya pelan sambil mengecek keadaan sekitar.

" Ya Kim Jongin! "

Chanyeol akhirnya datang dan langsung menghampiri asistennya itu.

" Kenapa Kau lama sekali Chanyeol? Aku fikir kau membohongiku. "

" Tsk~ katakan padaku ada perlu apa Kau memanggilku kemari? Bukankah jadwal ku malam ini tidak ada Jong? "

" Ini bukan tentang jadwalmu, tapi ini tentang project mu Chanyeol. Ketua agensi kita meminta Kau dan partner mu untuk menyanyikan ulang lagu yang lain. "

" Apa yang Kau maksud ? "

" Kau benar benar bodoh! "

" Ya!- "

" Kau tahu, lagu mu dan Baekhyun yang bahkan belum kalian promosikan sudah bocor di jejaring sosial Yeol. "

" Bagaimana bisa? "

" Mana ku tahu. Mungkin ini ulah sasaeng mu-lagi "

" Pasti ini ulah seseorang. " ujar Chanyeol seraya menggertakan giginya keras.

.

.

.

.

To Be Continued...

Sorry buat typonya.

Tadinya ini ff mau didelete aja, yaa tapi sayang juga sih udh ngetik panjang lebar tapi ga dipublish. Huhu

Silahkan yang lagi nganggur/? Dan nggak mamingan kek saya boleh read and reviewnya ditunggu.

Thanks. Wiwit :)