"Taehyung bisakah kita bicara sebentar?"tanya Minah. Yang melihat Taehyung yang ingin memasuki kamarnya.

"Ne eomma ada apa?"tanya Taehyung.

"Apa Megumi sudah menghubungi mu?

"Belum, ada apa?" tanya Taehyung bingung.

"Dia tadi menghubungi ku katanya ingin kerumah ini"

"Lalu?"

"Tentu saja aku melarangnya kita sedang acara keluarga bodoh" ejek nyonya Kim

"Ya eomma jahat sekali sih"

"Yasudah aku hanya ingin mengatakan itu, sudah sanah tidur"

"Ne eomma"

"Kim Taehyung satu lagi"

"Hum?"

"Jaga nafsu mu okay? kekeke~" goda nyonya Kim seraya terkikih geli dan meninggalkan Taehyung begitu saja, sedangkan Taehyung hanya memberikan wajah blank-nya. Dan menatap punggung ibunya yang sedikit bergetar karena terkikik geli.

.

.

.


Tittle : You Might Be The One

Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Author : Yoonginugget

Rated : M

(Vkook) WARNING! BL (Yaoi) This gonna be M-Pregnant if you don't like it please go away


.

.

.

Jungkook mengernyitkan dahinya dan menatap malas pada sebuah meja rias yang ada di samping lemari pakaian Taehyung, suara ponsel Taehyung terus berdering mengganggu kegiatan menonton drama kesayangannya di pagi hari ini, ia terlalu malas untuk bangun dari ranjang Taehyung hanya untuk meraih ponsel sialan itu, sejak dari tadi ia mencoba mengabaikan bunyi dering dari ponsel Taehyung namun kali ini ia gagal ketika sudah kelima kalinya ponsel Taehyung berdering.

Ia pun bangkit dari ranjang nyaman itu dan meraih ponsel Taehyung dari meja rias, ia pun melihat sebuah kontak nama yang terpampang jelas di hadapanya 'Ishikawa Megumi'.Mantan Taehyung.

"Moshi-moshi (Hello!)" Jungkook mengangkat telepon dari Megumi.

"Moshimos, Taehyung-kun?" sapa Megumi dengan suara imutnya dari ujung sana, Jungkook menaikan alisnya.

"Aniyo, ini aku Jungkook, Megumi-noona ada apa?"Jungkook mengembungkan pipinya seraya berjalan kearah ranjang nyaman nya, dia menyandarkan punggungnya pada senderan ranjang.

"Heh Jungkook-ssi itu kau,bagaimana kabar mu? Oh iyabolehkah aku berbicara dengan Taehyung?"

"Aku baik-baik saja noona, bagimana dengan mu? Taehyung-hyung sedang di luar, noona mau menitip pesan? Nanti akan ku sampaikan" tawar Jungkook.

"Aku baik-baik saja, ano tolong sampaikan aku mau mengajaknya pergi ke cafe favorite ku nanti sore, ada hal yang ingin aku bicarakan" Jungkook kembali mengembungkan pipi "aku hanya ingin bertemu dengan Teahyung, Jungkook-ssi" timpal Megumi lagi seakan ia bisa membaca raut wajah Jungkook dari sana.

Raut wajah Jungkook kembali ceria "Baiklah noona nanti akan aku sampaikan" Jawab Jungkook.

"Arigatou ne (Terimakasih ya) Jungkook-ssi"ucap Megumi dengan logat Jepang nya, Megumi adalah wanita berkebangsaan Korea yang memiliki darah keturunan Jepang yang kental dari ayahnya, Megumi lahir di Jepang, saat usianya yang ketiga ia pindah ke Korea karena tuntutan pekerjaan dari ayahnya, saat ibu dan ayahnya bercerai di umurnya yang ke sebelas ia merubah kebangsaan nya menjadi Korea dan tinggal bersama ibunya.

"Ne, Megumi-noona"

"Jungkook sampai jumpa"

"Sampai Jumpa" sahut Jungkook lalu mematikan sambungan telepon dari Megumi, ia pun melempar ponsel Taehyung ke atas ranjang dengan sembarang, sebenarnya ia kurang suka dengan Megumi beribu alasan akan masuk kedalam pikirannya ketika seseorang bertanya kenapa ia membenci Megumi, salah satunya adalah karena ia adalah cinta pertama Taehyung dan mantan kekasih Taehyung.

.

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, "Hyung?" Panggil Jungkook ketika seorang pemuda tampan masuk kedalam kamarnya dengan gaya mengendap-ngendap seperti mata-mata yang ingin mencuri sebuah berlian mewah di museum. Pemuda itu mengidikkan bahunya terkejut.

"Kenapa mengendap-ngendap?"tanya jungkook.

Taehyung mengedikan bahunya lalu menyengir, memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Dia tampak terlihat tampan dengan coat panjang berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya.

"Aku kira kau masih tidur kookie-ah" jawab Taehyung sekenanya.

Ia membuka coat nya dan menggantungkan nya pada sebuah gantungan kecil yang berada di sudut ruangan di dekat lemari. Lalu ia menghampiri Jungkook dan mencium dahi tunangan manisnya. Ini adalah hal biasa yang dilakukan Taehyung setiap ia pulang dari manapun, itu untuk sebuah ungkapan sayang yang diberikan untuk Jungkook.

Jungkook menutup kedua matanya untuk merasakan bibir lembut Taehyung yang mendarat pada dahinya.

"Aku merindukan mu"guman Taehyung, namun Jungkook dengan tiba-tiba mencubit perut Taehyung "Aw"ringisnya kesakitan, Jungkook mendelikkan matanya berpura-pura marah pada Taehyung.

"Kenapa aku dicubit sih?" protes Taehyung pada Jungkook. Jungkook hanya membuang pandangannya ke segala arah dan berjengit malas.

Taehyung pun terkekeh karena sikap malu-malu Jungkook padanya.

.

"Oh ya hyung, tadi Megumi-noona menelepon mu" Jungkook mendengakkan wajahnya melihat wajah tampan Taehyung.

"Dia bilang apa hum?"tanya Taehyung seraya medudukan dirinya ke atas ranjang, matanya menelusuri leher jenjang Jungkook yang putih.

"Dia bilang dia ingin ber― hyung kau lihat apa?!" Jungkook menghentikan pembicaraanya dan mulai menggertak Taehyung.

Jungkook dengan reflek menutup mata Taehyung dengan kedua tangannya, dan tanpa sengaja ia mendorong tubuh Taehyung hingga terjungkal kebelakang. Tubuh kurus Taehyung sukses mencium dinginya lantai serta tertimpa tubuh sintal Jungkook.

"Duh sakit" ringis Taehyung lagi, Jungkook dengan cepat bangun dari tubuh Taehyung dan menolong nya "Itu semua salah mu" ucap Jungkook angkuh, tentu ia saja tak mau disalahkan karena ini.

"Iya itu salah ku, duh kau makin berisi saja dasar gendut"ejek Taehyung pada Jungkook, tangan manis Jungkook pun kini dengan mudahnya mendarat pada lengan Taehyung dan memukulnya tanpa ampun, siapa coba yang tidak kesal dikatai gendut.

"Kau pikir aku gendut karena siapa huh? Dasar kau menyebalkan"ucap Jungkook seraya melipat tangannya dan membuang muka.

"Padahal baru dua bulan tapi sudah segemuk ini"ejek Taehyung lagi.

"Aku benci dengan hyungie! Nanti malam tidur diluar saja sanah" ucap Jungkook marah.

"Duh mommy kookie ngambek, jadi gemas rasanya" goda Taehyung seraya menusuk-nusuk pipi gembil Jungkook yang makin berisi, Taehyung sebenarnya sangat suka ketika melihat tubuh Jungkook yang semakin hari semakin berisi, ini adalah minggu ke delapan semenjak kehamilan Jungkook, dan persiapan pernikahan mereka semakin dekat.

.

"Tunggu dulu aku ingin memberi tahu sesuatu tadi" suara Jungkook berubah menjadi serius. Tentu saja ia melupakan kemarahannya tadi.

"Sesuatu apa mommy kookie?" tanya Taehyung.

"Um.. Megumi –noona bilang ia mau bertemu dengan mu nanti sore di cafe favorite-nya"

Taehyung mengangguk mengerti.

"Hum, kau mau ikut?"tanya Taehyung.

"Aku mau, tapi apa kau tidak keberatan?"Tanya Jungkook, tentu saja ia khawatir dengan ini, ia takut mengganggu Taehyung dan Megumi karena sudah hampir enam tahun mereka sudah tidak bertemu.

"Aniyo~ yasudah nanti aku siapkan baju-baju mu ne bunny kookie?"

"Ne~"

.

.

Megumi, gadis cantik berambut panjang dengan bibir merah secerah buah plum sedang asik menikmati pemandangan sore di dekat sebuah danau buatan yang di dominasi dengan perahu-perahu kecil berseliweran dengan penumpang kebanyakan anak-anak.

Ia tersenyum melihat pemandangan itu, mengingatkan nya pada sebuah kenangan manis dengan Taehyung dulu, saat ia masih bersama dengan Taehyung, ia sering ke cafe ini hanya untuk menikmati indahnya langit sore dan pemandangan danau buatan, atau menaiki perahu-perahu kecil itu.

Kenangan manis itu membuatnya semakin larut dalam pikirannya, tanpa sadar dua pemuda tampan yang ia kenal sudah ada di depannya.

"Oh hey" Megumi mengedipkan matanya ketika pandangannya bertemu dengan sosok lelaki yang ada di ingatannya tadi "Taehyung um –ssi dan kau Jungkook kan?" Megumi mengulurkan tangannya pada Jungkook karena ini pertama kalinya ia bertemu dengan Jungkook, ia hanya mengenal Jungkook dari sebuah foto yang di upload Taehyung ke SNS nya saja, dan ia hanya bercakap-cakap lewat sebuah comment di SNS pribadi milik Taehyung.

"Ya ini aku noona, kau tampak cantik di kehidupan nyata"puji Jungkook seraya menggenggam uluran tangan Megumi, Megumi tersenyum.

Kini matanya melirik Taehyung kembali, di pandagi wajah nya yang begitu tampan, tidak terlalu banyak berubah hanya terlihat lebih manly dibandingkan masa sekolah menegah pertamanya dulu, Megumi rasa masih ada rasa cinta di hatinya untuk pemuda itu.

"Megumi-ssi, Ogenki desu ka? (Bagaimana kabar mu?)" tanya Taehyung dalam bahasa Jepangnya yang fasih, ini adalah kebiasaannya dulu dengan Megumi yang berbicara dalam bahasa Jepang dan Korea dalam bersamaan.

"Genki desu (aku baik-baik saja), ah silahkan silahkan duduk" Jawab Megumi seraya mempersilahkan Taehyung dan Jungkook duduk di hadapan nya itu, Taehyung mengannguk, namun sebelum itu ia membantu menarik kursi Jungkook untuk duduk disebelahnya.

"Taehyung kau mau ku pesankan Americano?" tanya Megumi membuka percakapan diantara mereka seraya memperhatikan Taehyung yang kini duduk di hadapannya itu.

"Ah tidak perlu aku mulai kurang suka dengan Americano lagi semenjak Jungkook selalu memaksa ku mencoba Caffè mocha kesukaannya" jawab Taehyung seraya melirik Jungkook yang mencoba menahan tawanya, Taehyung tahu Jungkook mengingat hari dimana ketika Jungkook merengek karena Taehyung selalu memesan Americanno di cafe favorite mereka berdua padahal coffee dengan rasa itu sangat pahit rasanya di lidah Jungkook.

Taehyung tahu Jungkook tidak suka dengan rasa pahit da ia juga tahu Jungkook sangat suka mengejek selera coffee nya, dan selalu memaksa nya untuk memesan menu coffee yang sama dengan Jungkook setiap pergi ke cafe.

"Oh begitu"ucap Megumi paham.

"Ah betul juga semuanya sudah berubah pria kecil itu sudah mengubahnya begitu cepat"guman Megumi dalam hati. Ada rasa tidak suka dalam gumam nya.

Lalu Megumi memanggil seorang pelayan untuk mencatat pesanan Taehyung.

"Satu Caffè mocha dan―" Megumi melihat kearah Jungkook seraya bertanya "kau mau memesan apa Jungkook?"

"Aku mau Caffè mocha juga, ,satu potong Esterházy torte dan satu potong Merveilleux" jawab Jungkook seraya melihat sebuah buku Menu .

"Ada lagi yang kalian inginkan?"tanya pelayan cafe tersebut.

"Aku mau satu potong Tiramisu"kata Taehyung.

"Aku mau umm.." Megumi sedikit berpikir "Mademoiselle Grey Tea, aku dengar akhir-akhir ini teh itu sedang terkenal di cafe ini" ucap Megumi kepada pelayan tersebut dan mendapatkan anggukkan setuju.

"Jadi pesananan kalian dua cangkir Caffè mocha, satu cangkir Mademoiselle Grey Tea untuk minumannya, dan untuk makanan nya kalian memesansatu potong Esterházy torte, satu potong Merveilleuxdansatu potong Tiramisu, saya benar?" tanya pelayan itu dengan sopan.

"Ya"kata Taehyung.

"Baik, saya mohon undur diri dulu, tolong nantikan pesanan anda karena akan segera datang, terimakasih"kata pelayan itu lalu pergi meninggalkan mereka.

.

Untuk membuka pembicaraan mereka lagi Taehyug memberikan sebuah pertanyaan pada megumi "Megumi kalau boleh tahu, kenapa kau kembali ke Korea?" bukan bermaksud tidak sopan tapi Taehyung hanya penasaran.

"Ah ya, ayah ku memiliki mitra kerja dengan salah satu perusahaan di Korea , dan aku di wajibkan untuk melanjutkan perusahaan itu" Jawab Megumi asal, sebenarnya alasan Megumi kembali ke Korea adalah ia ingin bertemu dengan Taehyung karena ia sangat merindukan pria yang ada di hadapannya itu dan ia ingin memperbaiki hubungan diantara mereka, atau kalau bisa Megumi ingin bersama dengan pemuda bersurai dark brown itu lagi. Taehyung.

Tapi realita menamparnya begitu keras ketika ia mendengar kabar Taehyung sudah memiliki penggantinya setelah satu tahun kepergian nya ke Australia, memang ini semua murni kesalahannya yang meninggalkan Taehyung begitu saja karena pria berkebangsaan Australia yang kini sudah mencampakkan nya.

Tapi kalau di pikir lagi Megumi terpaksa pindah ke Australia karena ia ingin tinggal bersama ayahnya disana, ayah Megumi adalah seorang diplomat jadi wajar saja pekerjaannya selalu berpindah-pindah negara.

Penyesalan selalu datang terlambat, seharusnya ia tidak perlu mengakhiri hubungannya dengan Taehyung saat itu, atau memilih pria asing yang baru ia kenal.

Kenapa ia tak berpikir panjang tentang ini. Mungkin apabila ia tidak mengakhirinya saat ini adalah kencan manisnya dengan Taehyung.

.

Seorang pelayan membawa sebuah nampan yang nampak berat di bawanya, sebuah senyum terpampang di wajahnya ketika menghampiri meja mereka, dan antusias Jungkook menyambut kedatangan si pelayan prilakunya membuat pelayan itu menyunggingkan senyum nya.

.

"Terimakasih"ucap Jungkook girang, ketika pesananya sudah tiba ia sangat bahagia kali ini.

Taehyung membantu menggeser pesanan Jungkook ke arah nya ketika ia melihat Jungkook menggapai-gapai tangannya berusaha mengambil pesanannya sendiri, lalu tersenyum geli di karenakan Jungkook yang tidak sabaran untuk memakan kue nya.

"Silahkan dinikmati pesanan anda tuan dan nyonya" ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan mereka.

Jungkook langsung memakan kue itu dengan ganas, tanpa peduli dengan image nya yang akan buruk di hadapan mantan kekasih Taehyung ini.

Taehyung terkekeh ketika melihat sebuah cream yang tersisa di sudut bibir Jungkook "Pelan-pelan makan kue nya sayang ku" katanya seraya membantu membersihkan cream yang menempel pada sudut bibir Jungkook.

Megumi yang melihat kejadian itu pun pura-pura tersenyum,padahal di dalam hatinya terasa sakit saat melihat Taehyung dengan sayang mengusap sudut bibir Jungkook.

"Ayo kita minum, minuman kita"ucap Megumi tiba-tiba.

Megumi segera menyesap black tea pesanannya tadi. Sedangkat Taehyung meminum pesanan coffe nya, Megumi diam-diam melihat gerakan luwes Taehyung yang meminum coffee pun terpesona, apalagi ketika Taehyung menjilat sisa cream coffe yang menempel pada bibirnya.

Megumi melihat ke arah bibir tebal Taehyung sekilas lalu memalingkan wajah nya ke arah ruangan cafe yang sepi, pikiran nya larut pada sebuah kalimat "Bagaimana rasanya jadi first kiss seorang Kim Taehyung?" karena Megumi tidak pernah melakukan apapun dengan Taehyung selama berpacaran dengannya paling hanya berpelukan dan berpegangan tangan lalu pergi kencan di cafe ini.

"Pria itu sudah merebut segalanya" pikirnya dalam hati. Megumi tidak ingin mengakui kesalahan lamanya.

.

"Hyungie~" suara manja Jungkook menginstrupsi kegiatan melamun Megumi, Megumi segara melihat kearah pemuda putih yang ada di samping Taehyung.

"Apa?" tanya Taehyung gemas.

Jungkook membisikan sesuatu pada Taehyung, Taehyung membulat kan matanya. Lalu mengangguk paham, Taehyung pun berjalan ke arah bar cafe untuk membeli sepotong cheesecake untuk Jungkook lalu membawanya ke meja mereka tadi.

Megumi menatap bingung Jungkook yang dengan malu-malu memakan cheesecake yang dibelikan Taehyung tadi.

"Jungkook-ssi suka sekali makan ya?"tanya Megumi ia pun tersenyum.

"Iya karena dia sedang hamil anakku"ucap Taehyung enteng.

Megumi nampak terkejut.

"Kau serius? Tapi kan dia namja? Bagaimana bisa?" Megumi menatap wajah Taehyung gusar, Taehyung mulai menjelaskan nya "Jungkook adalah namja yang istimewa, aku sudah memeriksakan kandungannya dan ini bulan keduanya" Megumi mendengar penjelasan Taehyung dengan seksama "Aku sangat senang Jungkook dapat hamil" lanjut Taehyung.

Megumi terdiam, rasanya dunia Megumi hancur begitu saja, hatinya remuk berkeping-keping, ia mecoba menahan air matanya agar tidak meluncur keluar, ia pun mengedip-ngedipkan matanya yang terasa mulai menghangat lalu Megumi berpura-pura melihat layar ponselnya dan mengetik sesuatu lalu mengemasi barangnya dan dimasukkan nya ke dalam tas yang ia bawa.

Taehyung menaikan sebelah alisnya menunggu reaksi Megumi, entahlah Taehyung merasa Megumi nampak ingin menangis namun tiba-tiba "Woow selamat atas kehamilan mu Jungkook-ssi" Megumi mendengakkan kepalanya "aku turut bahagia, tapi maafkan aku Taehyung, Jungkook, sepertinya aku memiliki rapat dadakan dua jam lagi dan aku harus pergi sampai jumpa" ucap Megumi seraya mengeluarkan kartu kreditnya lalu memanggil pelayan disana, ia pun membayar pesananya dan segera berpamitan pada Taehyung dan Jungkook.

"Terimakasih Megumi-noona, hati-hati"ucap Jungkook seraya tersenyum.

"Megumi mau aku antar keparkiran?" tanya Taehyung.

"Um? Tidak usah Taehyung, yasudah sampai jumpa" jawabnya ia pun keluar tergesa-gesa.

.

.

Megumi sudah berada di parkiran basement, ia segera memasuki mobilnya. Lalu menangis sejadi-jadinya, meluapkan semua yang ia rasakan. Rasa sayang yang masih ada pada Taehyung itu, hanya lah sia-sia, bagaimana tidak pemuda yang masih ia cintai kini sudah bahagia dengan orang lain, pupus sudah harapan nya untuk kembali kedalam pelukan Taehyung.

Megumi memukul stir mobilnya saat itu juga. Entah mengapa, semakin ia berusaha untuk melupakan rasa cintanya pada pemuda itu hatinya semakin terasa sakit, ia pun menjambak kasar rambut lurusnya.

Ia terus-menerus menangis meraung-raung dalam mobilnya, namun pikiran aneh terlintas di dalam pikiran nya, ia pun mengambil ponselnya di dalam tas nya lalu mulai menelepon seseorang.

Ia menghapus air matanya dengan kasar. Dan menghentikan tangisnya.

"Yeoboseyo oppa?"

"..."

"Aku di dalam mobil"

"..."

"Aniyoo aku tidak menangis, oppa, apa aku boleh meminta pertolongan mu?"

"..."

"Temani aku ke club"

"..."

"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan"

"..."

"Okay, terimakasih oppa sampai jumpa" Megumi mematikan sambungan teleponnya,ia pun mulai menyalakan mobilnya dan keluar dari parkiran basement, kini tangisannya sakit hatinya sudah berheti tergantikan oleh senyum licik yang menghiasi wajahnya.

.

.

.

To Be Continued


Hi readers sayang !

ini hadiah buat kalian gak apa deh ya reviews cuman dikit langsung aku lanjut soalnya mau ijin telat update wkwkw

makasih banyak yang udah mau reviews ff ku ini aku seneng banget banyak yang welcome sama author baru di fandom ini

sedih nih aku asupan vkook berkurang :'''''(

padahal aku lagi butuh banyak ff vkook biar ngilangin stress xD

oh iya, aku mau nanya kalian, kalian mau gak buat taehyung menderita saat jungkook ngidam?

terus boleh gak jungkooknya jadi kinky? soalnya aku lagi kena kinky sindrom manggil taehyung sama yoongi dengan sebutan daddy /gakgitu xD

di jawab yaa

oh iya para readers yang minta sequel The Crazy Challenge YA INI LOH SEQUEL NYA

tolong di baca lagi ya setiap caption ku :)

See you next chapter bye~ SARANGHAE :3