Pertama tubuh Taehyung terlalu dekat.

Kedua Jungkook merasa gugup saat ini.

Ketiga ia tidak bisa mengeluarkan suaranya karena rasa geli yang ia rasakan dari tadi ketika tangan Taehyung menggerayangi tubuhnya di bagian bawah. Dan beribu-ribu alasan lain nya yang akan Jungkook berikan.

.

"Taehhhyunggghhh" desahnya tiba-tiba ketika dengan sengaja Taehyung meremas kejantanannya di balik rok renda yang ia pakai.

Taehyung memberikan senyuman kemenangan pada Jungkook, lalu dengan iseng ia menarik pakaian dalam yang Jungkook pakai begitu saja.

"Taeeehh― jangan" larang Jungkook.

.

.

.


Tittle : You Might Be The One

Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Author : Yoonginugget

Rated : M

(Vkook) WARNING! BL (Yaoi) This gonna be M-Pregnant if you don't like it please go away


.

.

.

Taehyung menatap intens wajah Jungkook dibawahnya yang nampak memerah dan dengan nafasnya yang tersengal-sengal ketika Taehyung dengan sengaja memompa kejantanan Jungkook dengan tangannya.

"Taeh aku mohon jangan"rengek Jungkook kembali, ia terus berusaha untuk menyingkirkan tangan Taehyung yang berada di kejantanannya.

"Daddy jebaaalll" Jungkook terus menerus mengeluarkan suara memohon nya.

"Siapa yang memberi mu costume ini hum?"tanya Taehyung seraya mendekati wajahnya dengan wajah Jungkook lalu menciumi lembut pipi gembil Jungkook, hidung bangir Taehyung mengendusi wajah Jungkook lalu mengarahkannya ke arah leher putih nya yang basah karena keringatnya.

"Ya geli hiks, aaahhh eomma"rengek Jungkook terus- menerus ketika dengan sengaja Taehyung menjilat leher Jungkook dan sebelah tangan Taehyung yang terus-menerus memaikan nipple Jungkook dari bagian luar kostum maid-nya.

"Ya jangan meminta tolong pada eomma"ejek Taehyung.

Jungkook memasang wajah sedihnya lalu membulatkan matanya mencoba memohon pada serigala jahat yang ada kini ada di hadapannya, yang terus-menerus mencoba menerkam dan memakan dirinya.

Kini Jungkook bagaikan kelinci kecil yang tak tau apa-apa yang terus mencoba bertahan hidup dari terkaman serigala jahat yang terus menyiksanya tanpa henti.

"Ughh Taeh arggghhh jangan"desahnya.

Jungkook tidak dapat menahan desahannya ketika Taehyung terus menerus memainkan nipple-nya dan dengan parahnya kini kedua tangan Taehyung berada pada kedua nipple Jungkook yag masih berbalut dengan costume maid kelincinya.

"Ngghh...aku mohoon...jangannnhhh..."

.

.

Suara ponsel Taehyung terus berdering namun ia terus menerus mengabaikannya, ia tidak ingin menghentikan perkelakuan nya pada Jungkook karena nafsu Taehyung yang tak bisa dibendung lagi dengan terburu-buru Taehyung melepaskan costume maid Jungkook tanpa melepaskan stocking beserta rabbit ear headbands yang Jungkook kenakaan, agar terlihat imut, pikirnya.

"Ya jangan umh" protes Jungkook seraya mencoba menahan sesuatu yang ingin keluar dari mulutnya "Ya Tae-hyung uughhh..." Jungkook menahan bibir Taehyung yang ingin menciumnya.

"Ugghh, aku mual"keluh Jungkook dengan sigap mendorong tubuh Taehyung dari atas tubuhnya dan segera berlari ke arah kamar mandi.

"Ya? Kookie-ah?"

Taehyung menatap Jungkook yang berlari ke arah kamar mandi yang ada di kamar mereka, dengan cepat ia menghampiri Jungkook yang sedang mencoba memuntahkan isi perutnya.

Lalu memijat ringan tengkuk Jungkook untuk meringankan rasa mual yang ia rasa.

"Hueee sakit"rengek Jungkook tiba-tiba, ia menangis seraya memegangi perutnya yang sedikit buncit.

"Jangan menangis"kata Taehyung seraya menangkup wajah Jungkook ke hadapannya lalu menciumi sudut netra Jungkook yang basah karena air mata yang keluar dari netra kelamnya.

Ia segera mengangkat tubuh telanjang Jungkook dan mendekapnya kedalam pelukan hangat milik nya, Jungkook segera menyamankan tubuhnya di dalam dekapan Taehyung seraya mengusap-usapkan wajahnya diantara bahu Taehyung.

"Aku benci mual"gumannya.

Taehyung tersenyum mendengar gumamman Jungkook, seraya mengusap surai hitamnya yang terasa lembut.

"Ayo bertahan demi anak kita"ucap Taehyung seraya membawa tubuh Jungkook keatas ranjang lalu meletakannya lembut, Taehyung memenjarakan tubuh Jungkook dengan kedua tangan yang ia letakan diantara kedua sisi tubuh Jungkook.

"Aku mencintai mu"ucap Taehyung seraya mendekatkan wajahnya dan hendak mencium Jungkook namun "Jangan rasanya akan menjijikan"tolak Jungkook seraya menahan wajah Taehyung dengan kedua tangannya.

"Tidak sayang rasanya akan tetap sama"bisik Taehyung.

Lalu menjilat cuping Jungkook dengan lembut dan menciumi lehernya dengan hikmat, bibir Taehyung terus berjalan menelusuri setiap sudut dari wajah Jungkook yang indah merasakan betapa halusnya kulit putih tunangannya ini.

Jungkook hanya pasrah di perlakukan seperti itu oleh Taehyung.

Ia segera menambrakan bibir tebalnya dengan bibir merah Jungkook, lalu mengecupnya ringan dan menghisap-hisap kecil bibirnya, saliva mengalir dari bibir Jungkook yang basah ketika ciuman yang Taehyung berikan tidak selembut tadi, kini lidah Taehyung ikut bermain diatasnya dan mulai melesakan lidahnya kedalam mulut Jungkook mencoba mengajak lidahnya berdansa dan menghisap lidahnya terus menerus tanpa henti , Jungkook terbuai dengan permainan lidah Taehyung.

"Daddy aku mengantuk" Jungkook mencoba menghentikan ciuman Taehyung karena tiba-tiba rasa kantuk menghantuinya.

"Ayo tidur saja"ajak Taehyung lalu berbaring disamping Jungkook, dan menutupi tubuh telanjang Jungkook yang sangat menggiurkan itu dengan selimut hangat, Taehyung tidak melupakan hasratnya tapi dia tetap menahannya ketika Jungkook seperti ini, wah mungkin setelah Jungkook tertidur Taehyung akan bermain solo dikamar mandi.

.

.

.

Taehyung berada pada sebuah gedung pertemuannya yang lumayan ramai, banyak para perkerja hilir mudik di depannya mereka terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka, ada yang membawa sebuah mantel bulu produk baru, dan sebuah bikini keluaran baru dari brand ternama.

"Hi selamat datang diperusahaan ku Taehyung"sapa seorang wanita cantik berambut panjang yang menghampiri Taehyung.

"Hi Megumi"sapa Taehyung, ia menjabat tangan Megumi yang terulur kearahnya.

"Ayo ikut aku"ajak Megumi, Megumi membawa Taehyung pada sebuah ruangan meeting yang sangat private di kantornya.

"Kenapa tidak disini?"tanya Taehyung bingung.

"Tidak karena aku akan meminta saran mu, untuk memilihkan model yang pas untuk mengisi cover pada majalah dewasa edisi terbaru dari perusahaanku"

Taehyung menaikkan alisnya, tadi di telepon Megumi tidak memintanya untuk ini.

"Sebentar, tadi kau tidak memintaku untuk ini?"

Megumi menatap bingung lalu menghembuskan nafasnya kasar "Apa memilihkan sebuah model pada majalah dewasa terlihat sangat rumit Taehyung?"tanya Megumi.

"Aniyo" jawab Taehyung singkat.

Taehyung pun ikut masuk kedalam ruangan yang Megumi arahkan padanya disana ternyata banyak model profesional yang sudah menunggunya, dengan hanya bebalut bikini super minim.

Namun tiba-tiba terbesit sebuah pikiran kotor di otak Taehyung, ia mengingat dimana Jungkook yang sangat kekeh dan ingin memakai sebuah bathing suit lama nya yang kini nampak kekecilan ditubuhnya, alhasil bathing suit tersebut tak mampu menutupi tubuh sintal Jungkook yang sempurna.

Walau bathing suit tersebut tidak berhasil menutupi seluruh tubuhnya Jungkook tetap cuek dengan itu, dan malah tidur-tiduran di atas ranjang nyamanya tanpa mengetahui ada serigala jahat yang sedang mengintainya dari tadi.

Taehyung mencoba menghentikan ingatannya tersebut karena ia tahu apa yang akan terjadi setelah itu , gawatkan apabila ia mengeras tanpa ada Jungkook disisinya.

.

"Good afternoon girls"sapa Megumi seraya menepukan telapak tangannya untuk mencoba menarik perhatian pada seluruh modelnya.

"Pada siang ini tuan Kim akan membantu kita untuk memilih siapa model yang pantas akan menjadi cover pada majalah edisi bulan depan, mari kita sabut tuan Kim" ucap Megumi lantang.

Semua model tersebut terperangah ketika melihat Taehyung yang berjalan kearah mereka, betapa tampannya namja manis yang ada dihadapan mereka tersebut.

Dengan wajah yang luar biasa tampannya, serta tubuh tegap dan bentuk tubuh ideal, serta aura nya bagaikan dewa eros yang mendominasi, semua orang akan mudah tunduk padanya. Taehyung.

Megumi mendelikan matanya dengan segera menghentikan tatapan terpesona para modelnya. "Girls kalian harus menjaga sikap kalian, karena tuan Kim sudah bertunangan dan dalam beberapa minggu ini ia akan menikah" ucapnya.

Desahan kecewa dan terkejut kini mendominasi ruangan meeting tersebut banyak model yang menyayangkan akan hal tersebut, mereka seakan tak percaya apa yang boss mereka katakan.

Taehyung hanya tersenyum lalu mengangguk kepalanya seakan menyetujui apa yang dikatakan Megumi. tiba-tiba seorang model sadar dengan siapa itu kim Taehyung dan berusaha menanyakan sesuatu"Maaf apa kau Kim Taehyung penerus dari Kim Corporation itu?"tanya seorang model pada Taehyung.

Dengan cepat Taehyung menganggukkan kepalanya.

Semua model pun terkejut saking gembiranya karena yang ada di hadapan mereka adalah seorang pengusaha muda yang sedang terkenal itu.

"Jadi siapa yeoja yang beruntung yang anda nikahi tuan Kim?"tanya mereka penasaran.

"Aniyo, dia bukan seorang yeoja namun seorang namja, dan aku yang beruntung mendapatkannya bukan dia"kata Taehyung.

Mereka nampak terkejut namun segera memuji ucapan Taehyung yang terdengar cheesy itu "Hiyaaaa manisnya"

"Aku ingin mendapatkan namja seperti tuan Kim"

"Tapi kenapa harus namja sih" protes sebagian para model.

Megumi yang melihat sedikit keributan diantara para modelnya pun segera menyuruh mereka untuk diam.

Taehyung hanya terkekeh melihat Megumi yang agak kesal, lalu ia melihat ponselnya untuk mengirimi sebuah pesan kepada Jungkook kalau ia akan pulang telat.

.

.

.

Acara meeting pun dimulai semua model berusaha untuk mendapat perhatian dari seorang Kim Taehyung yang terbilang sangat perfect dalam memilih segala hal, mereka ingin terpilih menjadi model untuk cover majalah mereka.

Sebenarnya Taehyung tidak begitu tertarik dengan hal ini, tak ada pikiran kotor yang hinggap di kepalanya ketika melihat para yeoja yang memakai bikini atau dalam keadaan toppless sekalipun di hadapannya.

Berbeda kasusnya kalau itu Jungkook, mungkin dia sudah menyeretnya keatas meja dan menyetubuhi kekasihnya itu.

Taehyung terus menggelengkan kepalanya, dan terlihat bosan, Megumi yang melihat Taehyung bosan pun segera mencoba menghiburnya dan terus menerus menanyakan model mana yang cocok untuk menjadi cover di edisi baru untuk majalah perusahaanya.

Taehyung menjawab semua pertanyaan Megumi dengan bosan.

.

Dalam kurun waktu satu jam Taehyung terus memperhatikan bikini yang di pakai para model berserta para model tersebut, namun tidak ada yang menarik di matanya, tiba-tiba ada satu model yang menarik perhatiannya, ia manis dengan surai kelam yang terjulur panjang serta sebuah ombre berwarna pink bertengger di surai hitamnya.

Taehyung tersenyum karena model itu mengingatkannya pada Jungkook, dengan cepat Taehyung menunjuk model tersebut.

Acara meeting itu pun selesai begitu saja ketika Megumi menyetujui model yang dipilih Taehyung.

.

.

.

Taehyung melangkahkan kedua kakinya umtuk segera pergi dari ruangan meeting tersebut ia sudah tidak sabar bertemu dengan Jungkook yang mungkin sedang bermalasa-malasan di ranjang mereka, namun langkahnya terhenti ketika Megumi memanggil namanya.

"Taehyung?"panggil Megumi.

"Ya?"tanya Taehyung seraya menghentikan langkahnya yang sudah setengah keluar dari ruangan meeting yang sudah sepi. "Terima kasih"ucap Megumi seraya mengecup pipi Taehyung singkat lalu berlari kecil meninggalkannya.

Taehyung yang sadar atas kelakuan Megumi pun dengan reflek menghapus bekas ciuman yang ia rasakan di pipinya.

Sungguh Taehyung tidak mengharapkan ini. Ia nampak kesal namun apa daya wanita itu sudah pergi dari hadapannya.

.

.

"Aku pulang"ucap Taehyung. Lalu ia disambut para maid seperti biasanya, kini Taehyung dan Jungkook kembali tinggal dirumah Taehyung, mereka melakukannya atas dasar permintaan dari ibu Taehyung dan ibu Jungkook yang menginginkan mereka sementara tinggal disana. Alasanya untuk ke amanan Jungkook yang sedang hamil muda.

.

Taehyung segera masuk ke kamarnya, membersihkan dirinya lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan yang ia pakai sehari-hari.

"Sayang kau dimana?" Taehyung kebingungan karena dari tadi ia tidak menemukan sosok tunangannya itu.

Taehyung melangkahkan kakinya kedalam ruangan keluarga berharap menemukan sosok Jungkook yang sedang menonton televisi, namun hasilnya nihil, ia pun berjalan ke arah ruang perpustakaan karena biasanya ada Jungkook disana yang mengatasi rasa bosannya namun tetap saja nihil ketika Taehyung mencari sosok namja kelinci manis dengan perut buncitnya itu.

Taehyung pun nampak sebal karena ia tidak menemukan sosok tunangannya.

Tunggu dulu, ibunya juga tidak terlihat dari tadi, apa mungkin Jungkook sedang pergi dengan ibunya, ah mungkin saja. Pikirnya.

Lalu Taehyung melangkahkan kakinya kedalam lemari pendingin yang ada di dekat dapur dirumahnya, namun saat ia menuju ke arah dapur ia mendengar suara tawa bahagia yang mendominasi.

"Jungkook, eomma apa yang kalian lakukan?"tanya Taehyung. Seketika menghentikan canda tawa yang mendominasi dapur.

Mereka pun segera berbalik menghadap Taehyung "Selamat datang anakku"sapa nyonya Kim, lalu menghampiri nya. Taehyung memicingkan matanya untuk melihat ekspresi ibunya yang sedikit mencurigakan.

"Jungkook selanjutnya ku serahkan padamu, okay?"kata nyonya Kim lalu melenggang begitu saja untuk segera pergi dari ruangan dapur.

"Heh e-eomma ini bagaimana?"tanya Jungkook kebingungan namun nyonya Kim tidak menghiraukan Jungkook, dan malah pergi begitu saja.

.

Taehyung terkekeh ketika melihat wajah kebingungan Jungkook yang sudah berlumuran white cream ,yang di oleskan nyonya Kim kepadanya, serta pakaian nya yang terlihat banyak berlumuran adonan kue, dengan sigap Taehyung menghampiri Jungkook yang sedang kebingungan karena dia harus melakukan apa setelah ini.

Taehyung menggengam tangan Jungkook yang dari tadi sibuk mencoba membersihkan adona kue yang menempel pada bajunya dengan susah payah.

ia dengan sengaja memasukan jari-jari mungil Jungkook kedalam mulutnya, tak lupa ia menjilati jari-jemari Jungkook yang terasa manis karena lumuran dari adonan kue yang menempel pada jarinya.

"T-taehyung-hyung!" Jungkook nampak gugup, Taehyung yang menatap kearahnya dengan serius.

"Kau sedang mencoba menghias kue?" suara baritone Taehyung menggema di telinga Jungkook, membuatnya merasa gelisah karena setelah itu meneruskan kegiatan menjilatnya ke daerah wajah Jungkook yang memang berlumuran white cream.

"Jungkook aku bertanya"

"Hyung! Uggh y-y-ya..." Jungkook tidak sengaja melenguh ketika Taehyung dengan sengaja menjilat leher jenjangnya.

"Dasar kelinci nakal padahal sedang hamil tapi tidak bisa menahan nafsunya"ejek Taehyung ketika mendengar suara desahan Jungkook.

"Henghh...H-hyungghh.." Jungkook berusaha menahan desahannya lagi, ketika dengan sengaja Taehyung menghisap lehernya dan meninggalkan sebuah jejak kemerahan yang sangat kontras dengen leher putihnya.

Jungkook menikmati semua yang dilakukan Taehyung ia sangat terlena dibuatnya, ketika otaknya menginginkan lebih tiba-tiba dengan kurang ajarnya Taehyung menghentikan segala perbuatannya "Selesai sekarang kau sudah bersih"ucap Taehyung bangga lalu menjauhkan wajahnya dari leher Jungkook.

Jungkook membulatkan matanya ketika Taehyung menghentikan perbuatan brengseknya itu "Hyung jangan dihentikan"pintanya ia memberikan tatapan mautnya yang terlihat seperti kelinci kecil yang kesepian.

Taehyung menggeleng, menolak melanjutkan perbuatannya lalu ia mulai mengatur buah-buah strawbery berwarna merah yang sangat kontras dengan white cream yang menyelimuti kue tersebut, Jungkook terlihat kesal dan tidak percaya apa yang telah diperbuat oleh calon suaminya seketika mood bahagianya hilang begitu saja, Jungkook sangat sebal dengan Taehyung sekarang dengan wajah cemberut Jungkook membantu Taehyung menghias kue yang ia buat dengan nyonya Kim tadi.

.

Kue coklat berselimuti white cream itu selesai, dengan cepat Jungkook memotong bagian kue tersebut menjadi beberapa bagian, dengan hati-hati ia letakan pada sebuah porselen kecil bernuansa eropa, lalu membawa pergi potongan kue tersebut tanpa menawarkan Taehyung atau mengambilkannya.

"Masih marah eoohh"gumam Taehyung lalu ia mengambil sebuah porselen pada sebuah nakas dan mengambil satu potong kue coklat tersebut dan menyusul Jungkook.

.

Ia melihat Jungkook sedang mendudukan dirinya pada sofa empuk yang berada pada ruangan keluarga, Taehyung pun menghampirinya.

"Ih jangan dekat-dekat sanah pergi"usir Jungkook ketika melihat Taehyung yang sedang ingin mendudukan dirinya pada sofa panjang berwarna emas dengan corak bunga berwarna merah yang ia duduki saat ini.

"Aku juga tinggal disini eoh"protes Taehyung pada Jungkook.

Jungkook yang kesal dengan Taehyung pun segera bangun dari sofa "Yasudah nanti malam kau tidur diluar, dan kau tidak boleh menyentuhku sampai hari pemberkatan"ucap Jungkook lalu kedua kakinya melangkah menjauhi sofa untuk pergi kekamarnya.

"Hah?!" Taehyung terkejut mulutnya terbuka lebar dalam beberapa detik "Ya jangan begitu sayangku"mohon Taehyung pada Jungkook.

"Aku tidak peduli"Jawab Jungkook singkat kini ia benar-benar pergi dari ruang keluarga lalu masuk kedalam kamarnya dan tidak lupa mengunci pintu tersebut.

Taehyung menatap kepergian Jungkook dengan tatapan tak percaya, dan masih membuka mulutnya dengan lebar.

Mari kita doakan saja ancaman Jungkook tidak benar-benar terjadi pada Taehyung.

.

.

.

To Be Continued


Hi! maaf ya telat hehehe, aku lagi ada proyek nerjemahin paper soalnya jadi gak sempet update dari kemarin huhuhu :'v

by the way makasih reviewnya ya aku gak sempet nulis nama kalian satu-satu nih soalnya habis ini aku mau lanjut nerjemahin paper lagi yang isinya 12 lembar penuh :')

Oh iya aku minta doanya ya mama ku lagi dirawat dan udah satu minggu

pokonya sekali lagi makasih banyak para reader yang mau bikin review untuk FF ku ini

see you next chapter! saranghae :*