Ia melihat Jungkook sedang mendudukan dirinya pada sofa empuk yang berada pada ruangan keluarga, Taehyung pun menghampirinya.
"Ih jangan dekat-dekat sanah pergi"usir Jungkook ketika melihat Taehyung yang sedang ingin mendudukan dirinya pada sofa panjang berwarna emas dengan corak bunga berwarna merah yang ia duduki saat ini.
"Aku juga tinggal disini eoh"protes Taehyung pada Jungkook.
Jungkook yang kesal dengan Taehyung pun segera bangun dari sofa "Yasudah nanti malam kau tidur diluar, dan kau tidak boleh menyentuhku sampai hari pemberkatan"ucap Jungkook lalu kedua kakinya melangkah menjauhi sofa untuk pergi kekamarnya.
"Hah?!" Taehyung terkejut mulutnya terbuka lebar dalam beberapa detik "Ya jangan begitu sayangku"mohon Taehyung pada Jungkook.
"Aku tidak peduli"Jawab Jungkook singkat kini ia benar-benar pergi dari ruang keluarga lalu masuk kedalam kamarnya dan tidak lupa mengunci pintu tersebut.
Taehyung menatap kepergian Jungkook dengan tatapan tak percaya, dan masih membuka mulutnya dengan lebar.
Mari kita doakan saja ancaman Jungkook tidak benar-benar terjadi pada Taehyung.
.
.
.
Tittle : You Might Be The One
Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook
Author : Yoonginugget
Rated : M
(Vkook) WARNING! BL (Yaoi) This gonna be M-Pregnant if you don't like it please go away
.
.
.
"Hyungi-ie, apa aku terlihat tampan?"
"Hmm" gumam Taehyung malas dengan netra yang masih terfokus pada layar laptop yang ada di pangkuannya, jari-jemari panjangnya dengan cepat mengetuk bidang datar berbentuk bujur sangkar yang terpatri dengan rapi pada laptopnya, Keyboard.
Malam ini Taehyung harus dengan cepat mengerjakan materi presentasi untuk perusahaannya, salah nya sendiri karena ia terlalu malas mengerjakannya pada hari sebelum deadline karena ia pikir materinya sangat mudah namun dia salah materinya terlalu sulit dikerjakan dalam satu malam belum lagi tugas kuliahnya yang haus akan belaian tangan Taehyung namun tidak dapat melebihi betapa hausnya Jungkook akan belaian tangan kekasih nakalnya itu.
Kini dengan rapi Taehyung merangkai kata demi kata dalam materi yang ia buat, tanganya tanpa henti mencurahkan semua ide-ide gila yang muncul di dalam jalan pikiran nya, namun ide gila itu seketika berhenti ketika suara manja namun ceria milik si cantik Jungkook, tunangannya sendiri.
"Hyung lihat ini!" seru Jungkook dengan suara cerianya yang selalu mencoba menarik perhatian Taehyung yang sangat sulit dialihkan saat ini..
"Hmm..."gumam nya lagi ini sekian kali nya Taehyung bergumam malas tanpa melihat kearah tunangan kelinci nya.
"T-tapi Hyung?"
"Jungkook aku harus fok-"
"YA! APA YANG KAU LAKUKAN KIM JUNGKOOK?"
Teriak Taehyung panik ketika Jungkook dengan sengaja menutup layar laptopnya, dan menarik laptop kesayangan Taehyung dari pangkuannya, lalu melemparnya sembarang kesisi ranjang besar milik mereka.
"AKU BENCI HYUNG" jerit Jungkook, lalu pergi begitu saja dari hadapan Taehyung.
"Kau mau kemana?"tanya Taehyung namun tak dihiraukan oleh Jungkook, ia hanya melengos pergi keluar dari kamar mereka dengan wajah kesal.
"Sialan, yatuhan bunuh aku saja!" umpat Taehyung kesal seraya mengikuti tunangannya yang marah padanya itu,
.
.
"Yatuhan, Kookie-ah, kau kenapa?"
"Eomma" rajuk Jungkook pada nyonya Kim seraya merentangkan kedua tangannya.
Nyonya Kim secara alami memeluk tubuh Jungkook yang terbalut pajamas kelinci yang lengkap dengan telinga panjangnya, menambah kesan menggemaskan itu.
Ia mengusap sayang pipi Jungkook dan menghapus burilan air mata yang mengalir dari sudut netra kelamnya, hidung bangir Jungkook memerah ketika menangis
"Eomma, Taehyung-hyung jahat" Jungkook merengek manja pada nyonya Kim yang tersenyum gemas karena sifat alami Jungkook yang menggemaskan itu.
"Kim Jungkook!" teriak Taehyung yang terdengar keras dari sebuah lorong panjang yang menghubungkan tangga besar yang mengarah dari lantai dua menuju ruang keluarga dimana nyonya Kim dan Jungkook berada.
"Kau bisa pelan tidak dengan tunangan mu?"
"Ya eomma, aku kan"
"Duh! Kamu tuh banyak alasan kamu lihat, Jungkook menangis sampai seperti itu"
"T-Tapi e-eomma"
"Taehyung!"
"M-M-Mianhe Jungkookie, ayo kita tidur sudah malam" Taehyung menundukkan wajah.
"Aku tidak mau Hyungie jahat, aku benci kamu, dedek bayinya juga benci sama kamu" ucap Jungkook seraya mengusap perutnya yang membucit dan mengembungkan kedua pipinya.
Hati Taehyung mencelos kecewa ketika mendengar peryataan Jungkook, sedangkan nyonya Kim menahan tawanya karena mendengar peryataan Jungkook yang membuat perut nya geli.
"Yatuhan mereka berdua lucu sekali " katanya dalam hati.
"Kookie-ah..."rajuk Taehyung, namun hanya mendapat balasan cuek dari Jungkook yang membuang mukanya
Taehyung menghampiri Jungkook dan bersimpuh diantara kedua kakinya, memegang kedua tangan Jungkook yang putih bagaikan porselen, dan halus bagaikan kulit bayi.
"Ah tolong selesaikan masalah kalian berdua, eomma mau tidur dulu okay" pamit nyonya Kim yang pergi meninggalkan Jungkook dan Taehyung, yang dimanaTaehyung –anak nya sendiri- yang sedang berusaha keras membujuk kekasih hatinya yang ngambek hanya karena merasa di duakan dengan materi sialan milik Kim-Sialan-Taehyung.
"Aku benci hyungie huh" Jungkook melipatk kedua tangannya diatas dada nya dengan pipi yang sengaja ia kembungkan dan garis bibir cherry nya yan melengkung kebawah.
Taehyung menangkup wajah jungkook dengan kedua tangannya dan mengarahkannya agar Jungkook bisa menatap wajahnya.
Kini wajah mereka saling behadapan, Taehyung menatap wajah Jungkook dengan serius namun sebaliknya dengan Jungkook, entah ia takut dimarahi oleh Taehyung atau dirinya yang terlalu sedih, kini ia menatap kedua netra Taehyung dengan linangan air mata yang mengalir deras dari sudut netranya.
"Ughh... uri Kookie jangan menangis"ucap Taehyung yang mencoba mengahapus aliran air mata Jungkook yang mengotori pipi tembamnya yang kemerahan.
"Hyung kenapa sih nyuekin aku dari tadi hueeee" tangisan Jungkook malah semakin pecah, kadang semua orang akan berpikir umur berapa Jungkook saat ini, dia telalu cengeng untuk pria dewasa yang berumur dua puluh tahunan, oh ayolah Jungkook adalah tipe orang yang akan menangis tersedu-sedu ketika melihat drama romance picisan di televisi.
Apalagi dengan keadaannya sekarang yang tengah hamil muda yang usia kehamilannya baru berjalan tiga bulan, saat dimana ia sangat ingin dimanja oleh ayah si cabang bayi, Taehyung.
"My dear, maafkan aku, aku tidak tahu kau begitu menuntut perhatian ku, tapi sungguh aku harus menyelesaikan materi presentasi ku malam ini" tutur Taehyung dengan suara lembutnya yang terdengar sangat berat.
Taehyung mengusap air mata yang mengalir ke pipi Jungkook dengan ibu jarinya, Taehyung pun mengarahkan kedua kaki Jungkook keatas sofa, mengangkat tubuh sintal Jungkook ala bridal style dan membawa nya kedalam kamar mereka yang berada dilantai dua, butuh perjuangan memang apalagi ketika Taehyung dengan susah payah menaiki anak tangga satu persatu-satu dengan tubuh Jungkook yang menopang pada tubuhnya yang terlihat lebih kurus dari tunangannya tersebut.
Tidak ada keluhan yang Taehyung keluarkan dari bibirnya, hanya senyuman sayang ketika Jungkook mengusap-ngusap wajahnya pada dada Taehyung mencari kenyamanan sendiri .
.
.
Taehyung meletakan tubuh Jungkook pada ranjang namun dengan enggan Jungkook melepaskan tangannya yang ia kait kan pada leher jenjang Taehyung.
"Aku tidak mau, aku mau seperti ini saja, kau bisa mengerjakan tugas mu tetapi aku mau seperti ini"
"Tapi sayang..."
"Aku mau seperti ini titik" ucap Jungkook mengakhiri perdebatan dirinya dengan Taehyung.
Akhirnya Taehyung mengalah ia meletakan bokongnya pada ranjang empuk miliknya dengan Jungkook yang berada pada pangkuanya, dengan tubuh Jungkook yang mengadap kearahnya beserta kakinya yang melingkar pada pinggang Taehyung yang lebih ramping dari miliknya.
Taehyung meletakan dagunya pada bahu Jungkook untuk melihat layar laptop yang berada di hadapannya, sulit memang mengetik dalam keadaan seperti ini tapi apa daya, demi sang kekasih hati tercinta Taehyung rela melakukan apapun walaupun itu harus terjun dari lantai seratus pada sebuah apartemen, ataupun menerjang badai di lautan lepas Taehyung rela melakukannya.
Tapi Jungkook tidak akan tega melakukan itu kan?
.
Pada ke esokan paginya Taehyung merasakan sakit pinggang yang luar biasa ketika dia terbangun dengan keadan Jungkook yang masih berada di pangkuannya dan layar laptop yang dalam keadaan mati, rupanya ia ketiduran sehingga ia lupa mengisi battery laptop nya, Taehyung melihat kearah jam dinding yang berada tepat dihapannya pukul tujuh pagi, masih terlalu pagi untknya untuk bersiap-siap pergi bekerja, karena ia hanya meliki jadwal meeting pada pukul dua siang, jadi ia tidak ingin repot-repot datang pagi-pagi ke kantor , ia pun menggeser tubuh Jungkook dan meletakannya di atas ranjang mereka.
Pegal di bagian pinggangnya benar-benar membuat Taehyung meringis kesakitan, tapi apa daya demi Jeon-bunny-Jungkook miliknya ia rela merasakannya.
Taehyung merenggangkan otot-otot ditubuhnya agar tidak terasa kaku, dengan sedikit suara lenguhan berat yang keluar dari bibirnya.
Ia segera bangun dari ranjangnya dan pergi mengambil sebuah charger laptop yang berada pada tas kerja nya, laptopnya membutuh kan daya sekarang juga.
"Taehyungie-hyung?"
Namun suara manja memanggil namanya "Iya sayang?" jawabnya yang segera men-charger laptopnya dan menghampiri suara manja yang memangggil namanya itu.
Jungkook dengan pajamas kelinci yang mengulurkan kedua tangannya kini minta dipeluk oleh Taehyung, dengan gemas Taehyung segera merengkuh tubuh kekasih nya itu.
"Kau meeting jam berapa hyung?"tanya Jungkook.
"Aku meeting pada pukul dua siang" jawab Taehyung seraya mengusap-ngusap pipi gembil tunangan kelinci manisnya.
"Aku ikut ya?"
"Heh?"
"Aku mau ikuuut" rajuk Jungkook dengan suara manja.
"T-Tapi kau akan merasa bosan"
"Aku tidak peduli, aku mau ikut"rajuk Jungkook lagi.
ah lagi-lagi Taehyung tidak akan menolak permintaan dari kekasihnya itu.
.
.
"Selamat siang Kim-sajangnim dan Jeon-samonim" sapa para staff yang bertemu dengan mereka di dalam sebuah elevator yang menuju pada lantai lima.
"Jeon-samonim terlihat tambah manis ya"puji salah satu staff wanita.
"Sudah berapa bulan samonim?"tanya salah satu staff wanita lainnya yang terlihat senang.
"tiga bulan" jawab Jungkook senang walaupun terlihat sangat canggung karena ia jarang berada di perusahaan yang sebentar lagi menjadi milik calon suaminya ini.
Namun hampir seluruh staff mengenal Jeon Jungkook, siapa sih yang tidak kenal dengan tuan Jeon, pria muda yang dihamili sang sajangnim dan dalam waktu kurun dua minggu akan memperlangsungkan pernikahannya.
"Wah senangnya!" semoga pernikahan dan kehamilan anda lancar-lancar saja samonim dan sajangnim!" ucap para staff.
"Terimakasih" ucap Taehyung dan Jungkook bersamaan.
Memang Taehyung dikenal para staff -nya sebagai atasan yang ramah namum disegani apabila dia dalam keadaan serius, jadi tidak heran tanp segan para menyapa nya tanpa takut.
.
Taehyung dan Jungkook sudah ada pada ruangan meeting yang sudah diisi para staff mereka yang berpartisipasi dalam pertemuan bulanan mereka ini, Jungkook segera mengambil posisi di samping Taehyung dan ikut tersenyum, ah disitu juga ada tuan Kim- ayah Taehyung, yang ikut berpartisipasi pada pertemuan mereka ini, Jungkook menundukkan badan nya untuk menghormati ayah mertuanya itu di balas dengan senyuman oleh ayah Taehyung.
Rapat dimulai dalam jangka waktu lima menit lagi, para staff yang masih sibuk menyiapkan peralatan beserta infocus projector segera menyelesaikan pekerjaannya.
Rapat pun dimulai Taehyung segera memberikan salam pembuka dan salam hormat terutama untuk ayahnya yang sedang menyaksikan dirinya.
Taehyung memulai presentasinya tanpa banyak melakukan basa-basi karena basa-basi yang terlalu banyak kurang terlalu penting dalam sebuah pertemuan.
Sekitar satu jam Taehyung menyampaikan presentasinya yang di perhatikan dengan baik oleh para staff dan ayahnya, kecuali oleh kekasihnya yang tidak sengaja tertidur di dalam pertemuan namun dapat di maklumi oleh para peserta pertemuan yang berada disana karena Jungkook yang sedang hamil muda yang sakhir-akhir ini senang tertidur pulas tanpa ia sadari.
"Kim Taehyung-sajangnim, tunangan anda tertidur pulas" ucap salah satu staff yang diberi respon tawa kecil dan senyuman oleh Taehyung entahlah itu ucapan yang terdengar lucu yang di tangkap oleh pendengarannya.
Pertemuan perusahaan Taehyung sudah selesai dan banyak para staff beserta ayahnya yang memberi selamat pada Taehyung yang menyampaikan presentasi dengan baik.
"Taehyung jangan bangunkan tunangan mu"Kata tuan kim seraya menepuk pundak Taehyung.
"Iya appa" ucap Taehyung patuh.
Tuan Kim pun meninggalkan mereka berdua dari ruang meeting seraya tersenyum.
.
.
Akhirnya Taehyung membawa tubuh Jungkook ala bridal style lagi, ah ini sekian kalinya Jungkook tertidur di tempat umum, Taehyung membuka jas dan menggulung kemeja nya, tak lupa ia meminta tolong staff bawahannya untuk membawakan barang-barang nya.
.
Taehyung keluar dari elevator dengan Jungkook yang berada pada dekapanya, semua orang yang melihat mereka dengan keadaan seperti ini dibuat gemas bagaimana tidak Taehyung sangat perhatian dengan tunangannya itu.
.
Kini mereka berdua sudah di dalam mobil, Jungkook berada disebelah Taehyung dengan posisi yang masih tertidur pulas dan nyaman.
Jalanan kota seoul terlihat ramai menimbulkan kemacetan panjang yang jarang terjadi disana, membuat Taehyung dan Jungkook terjebak macet, dengan posisi Jungkook yang tertidur pulas dan Taehyung yang terlihat bosan.
Dengan jahil Taehyung mengusap-usap wajah Jungkook dengan tangannya tak lupa memainkan bibir semerah cherry milik Jungkook dengan ibu jarinya, Jungkook yang merasa terganggu dengan tangan Taehyung mulai menggeliat "Nghh" lenguhnya seraya menampik tangan taehyung yang berada pada wajahnya,Taehyung terkekeh senang dibuatnya.
Menjahili Jungkook adalah hobby barunya semenjak tunangan nya sering tertidur pulas pada masa kehamilannya.
"Ishhh..." keluh Jungkook lagi ketika dengan sengaja Taehyung mencubit pelan nipple nya dan dibalas dengan kedua tangan Jungkook yang berada pada dadanya.
Taehyung terkekeh lagi seraya menjalankan mobilnya sedikit demi sedikit.
Kini tangan nakal Taehyung mulai bermain di leher Jungkook meraba-raba pelan leher jenjang milik tunangannya namun di biarkan oleh Jungkook karena Jungkook tidak merasa terusik dalam tidurnya
Cup!
Taehyung mencuri satu kecupan dibibir Jungkook, lalu netranya kembali fokus kearah jalanan ketika mobil di depan nya mulai berjalan sedikit.
Kini tangan nakalnya kembali bermain dengan zipper celana milik Jungkook yang sengaja ia turunkan dan mulai memasukan tangannya kedalam celana Jungkook, Taehyung berusaha merogoh sesuatu dibalik pakaian dalam tunangannya, namun sebelum ia berhasil merogohnya tangan nya di tampik oleh Jungkook.
"Taehyung biarkan aku tidur!" protes Jungkook kesal yang terbangun dari tidurnya karena ulah Taehyung.
Akhirnya Taehyung menarik tangannya kembali dan fokus pada jalanan kota Seoul yang mulai gelap karena hari semakin sore seraya terkekeh geli, ketika Jungkook dengan netra yang masih terpenjam berusaha keras menarik zipper nya kembali seperti semula.
.
.
.
To Be Continued
Hi maaf kan aku yang telat pakai banget lanjutin ff ini :')
maaf readers-nim ku tersayang
oh ya btw part 9 terinspirasi oleh sepupu yang sedang hamil 7 bulan dimana saat kehamilannya saat 3 bulan dia ngantuk mulu bawaanya xD
jadi aku nulis kayak gini deh
oke
see you next chapter yoo!
