Chapter 3
Title: The Halfs
Author: Lee Shikuni
Genre: Fantasy, friendship, romance
Archip: Sad ending, chapter, yaoi
Cast: -All members EXO
-All members BTS
-All members B.A.P
-All Members Super Junior
-And OC (Jika di perlukan *Jaga2*)
Warning: Yaoi Fanfic! DLDR! Setelah bca hrs di review, donk… ^^ Official Couple. Kecuali BTS.
A/n: TitisanKulitKai: Iya deh, iya… Bener deh, tebakannya… Apa sih yg nggk bwt Mitha… -_- Mianh klo masih kurang panjang. Aku bikin sampe 7 page lho, itu… u,U Hehehe…. Aku hebat kan, bisa ngidupin karakter Suga yg nyebelin di sini? #SenyumNarsis(?)# Utk kebingungan lainnya udh di jelasin y, di sklh… Gomawo udh sempetin bca&review… ^^
exoo12: Bangapseumnida… ^^ Alhamdulillah klo ska… ^^ Duh… Eotteokhe? Aku udh fix bikin sad ending. Klo di ubah jd happy ending jd bingung lgi ngebayanginnya kyk gmn. Joseonghamnida gk bsa aku rubah. #Bow# Gamsahamnida udh bca&review… ^^
Aku kira review bakal bnyk… Sayangnya cm nambah 2. #SadFace# Tp gpp. :') Tetep aku lanjut, kok. Hope U like it! Happy reading… ^^
AUTHOR POV
BLAM!
Suara pintu di tutup di salah satu kamar asrama lantai 3 di Human Half Academy. Jimin berjalan mendekati sebuah ranjang dengan membawa nampan dan menyimpannya di meja nakas samping ranjang.
"Hyung… Ireona… Ini sudah pagi. Hyung harus makan" bujuk Jimin pada seorang namja yang masih bergelung dalam selimutnya.
"Mmm…" tapi hanya deheman sebagai respon.
"Aish! Suga Hyung! Lay-ge menunggu jam 9 di Ruang Kesehatan!" ucap Jimin lagi dengan nada agak tinggi sedikit dari yang tadi.
"Mwoya?! Shireo!" teriak Suga seraya menyibak selimutnya. Lalu menatap Jimin tidak percaya. "Kau serius?" Tanya Suga dengan expresi takut-takut. Jimin mengangguk mantap sembari tersenyum manis kepada Suga. 'Oh, shit!' batin Suga kesal.
Suasana tiba-tiba jadi hening. Hanya ada dentingan sendok dan mangkuk di kamar itu. Jimin menyuapi Suga. Dan Suga hanya bisa menurut pada Jimin. Suga mengunyah makanannya sembari melihat keluar jendela yang ada di sebelahnya. Sekolah nampak sepi.
"Sekolah di liburkan, kan?" Tanya Suga ntah pada siapa.
"Ne" respon Jimin yang tiba-tiba menjawab sembari menyuapkan lagi sesendok bubur ke mulut Suga.
"Apa Ruang Kesehatan penuh?" Tanya Suga. Jimin menatap Suga datar.
'Pasti cari alasan untuk tidak ke sana' batin Jimin dongkol.
"Mungkin. Pasti banyak yang akan mengganti perban, dll. Lagi pula, semua sudah di jadwal. Jangan membuat Lay-ge lama menunggu" jawab Jimin, sembari terus menyuapi Suga hingga bubur di mangkuk itu habis.
"Lain kali aku mau krim sup" gumam Suga. Sayangnya di dengar Jimin. Awalnya ia mau membantah karena orang sakit biasanya harus makan yang lembut-lembut seperti bubur. Tapi bantahannya tertahan saat melihat wajah merajuk Suga yang… oh… bahkan Shi juga gak bisa ngebayanginnya.
"Arraseo" respon Jimin.
ΩΩΩ
Jimin dan Suga berjalan santai kearah Ruang Kesehatan. Tapi jalan mereka agak di perlambat karena Suga. Bukan. Bukan karena Suga sedang sakit. Tapi Suga sengaja memperlambat jalannya agar lama sampai di Ruang Kesehatan. Jimin yang mengerti hanya berusaha menyamakan langkah kakinya dengan Suga. Toh, nanti juga sampai, pikir Jimin.
"Annyeong…" sapa Jimin riang saat dia dan Suga masuk ke Ruang Kesehatan yang suasananya cukup sibuk dengan Lay yang sudah stand by menunggu mereka.
"Mianh. Menunggu lama?" Tanya Jimin berbasa-basi seraya mendudukkan dirinya di kursi seberang Lay dan Suga duduk di sebelahnya tanpa berkata apa pun.
"Ani. Santai, saja… Hari ini akan jadi hari yang paling sibuk untuk kami meski sekolah di liburkan karena pertandingan kemarin" jawab Lay sembari sedikit berbasa-basi.
Dengan terus tersenyum, Lay mulai membuka perban yang ada di pelipis Suga. Membersihkannya, lalu mencoba mengobatinya lagi dengan healing power-nya yang sepertinya sudah pulih.
"Hyung sudah pulih?" Tanya Jimin lagi karena merasa suasana tiba-tiba jadi kaku. Lay mengangguk.
"Ne" jawabnya dengan terus fokus pada luka Suga. 1 menit kemudian, Lay selesai. Dan menyatakan Suga sudah sembuh total. Dengan terburu, Suga menarik Jimin keluar dari Ruang Kesehatan, membuat Jimin harus berteriak untuk pamit dan berterima kasih pada Lay. Untunglah Lay masih maklum dengan Suga yang memang anti sekali dengan Ruang Kesehatan.
"Ish! Pelan-pelan, Hyung…" protes Jimin yang tangannya di tarik kuat oleh Suga.
"Pengumuman point dan pemenang" gumam Suga saat mereka hampir mendekati mading Academy yang penuh dengan siswa.
"Mau melihatnya?" Tanya Jimin seraya melihat wajah Suga yang tetap fokus pada mading.
"Ani. Paling pengumumannya seperti biasa. Aku agak malu" jawab Suga pelan. Jimin yang masih mendengar itu berlari kecil kearah mading. Sedang Suga mencari bangku kosong di sekitar situ.
Beberapa menit kemudian, Jimin datang dan duduk di sebelah Suga. Wajahnya terlihat senang. Bibirnya mengembangkan senyuman yang di kagumi dan dapat menghipnotis Suga.
"Mwo?" Tanya Suga yang merasa risih di tatap seperti itu.
"Yah~ Seperti biasa~" ucap Jimin dengan nada malas berniat menggoda Suga. Suga mendelik, lalu bangkit dan berjalan menuju lapangan basket. Dan otomatis Jimin mengikutinya.
"Kris! Oper ke sini!" teriak Chan Yeol pada Kris yang sedang memegang bola basket di tangannya. Yah~ Kira-kira itulah yang kalian dengar sekarang jika sedang berada di lapangan basket Human Half Academy.
"Eh? Kalau tidak salah, tim basket akan tanding bulan depan, kan?" Tanya Jimin pada Suga yang menatap malas anggota basket lain. "Hyung tidak ikut?" Tanya Jimin.
"Aku tidak mood" jawab Suga lalu berjalan kearah kursi penonton dan duduk di sana. Jimin lagi-lagi mengikuti.
"Wae? Sedang ada masalah, hmm?" Tanya Jimin sembari mengusap kepala Suga.
"Ani. Hanya saja, aku merasa lelah, ntah karena pertandingan kemarin" jawab Suga sekenanya.
HUP!
Tiba-tiba sebuah bola basket terpantul kearah Suga. Dengan sigap, Suga menangkapnya. Suga mengernyit melihat bola basket itu. Lalu mendongakkan kepalanya dan menemukan sosok tinggi berambut pirang rival terberatnya. Tanpa mau di perpanjang –atau mungkun lebih tepatnya tidak mau mendengar suara Kris untuk meminta bola basketnya kembali-, Suga segera melemparnya balik kearah Kris.
"Hmm! Seperti biasa, Min Yoon Gi?" Tanya Kris dengan nada mengejek. Kris melempar bola basketnya pada Tao yang ada di dekatnya. Suga tetap tak merespon. Hanya menatap lurus kearah lapangan basket. "Juara tunggal Pertandingan Bulan Purnama dengan skor paling sedikit. Aku bingung kenapa bisa seperti itu. Atau mungkin karena memang kau memiliki Life Power yang langka itu? Bahkan kau jarang menunjukkannya saat Pertandingan massal seperti kemarin" ucap Kris. "Memalukkan" gumam Kris yang dapat di dengar Suga. Lalu Kris kembali berlari ke lapangan.
"Aku tahu itu" gumam Suga menanggapi.
"Mwo?" Tanya Jimin yang tak dapat mendengar jelas apa yang di katakan Suga. Sedang Suga hanya menggeleng dan beranjak dari duduknya.
Dia berjalan di mading Academy tyang suasananya sudah lebih sepi dari yang tadi dengan Jimin yang mengikutinya dan berhenti di sana. Dia memperhatikan tulisan-tulisan di mading itu dengan malas hingga ia menemukan nama Min Yoon Gi tertulis di paling bawah.
Salahkan dirinya yang jarang menunjukkan power-nya di saat bagaimana pun. Sedang penilaian, di lihat dari power yang di keluarkan saat pertandingan. Semakin banyak power yang di keluarkan, semakin banyak point yang di dapat.
"Point kecil tak masalah untukku" gumam Suga yang di dengar Jimin.
"Tapi tak bagus juga, Hyung" ujar Jimin. Suga menoleh. "Point melambangkan sudah sampai dimana kesiapan Hyung untuk keluar dari Academy ini. Jika point Hyung masih saja kecil, Hyung tidak akan bisa keluar dari sini. Itu kan sebuah… penentuan" jelas Jimin dengan nada kecil di kata terakhir.
"Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Suga, lalu berjalan mendahului Jimin yang masih terdiam di tempat.
'Suga Hyung benar. Bagaimana denganku? Bagaimana denganku, jika Suga Hyung keluar dari Academy ini? Sedang keluar dari Academy, memerlukan point. Tapi aku, kan…' batin Jimin berkecamuk.
"Aku curiga dia melakukan itu untukmu" ucap sebuah suara. Jimin menoleh ke belakangnya. Sumber suara berasal. Dan Jimin dapat melihat ketua kelasnya tengah berdiri dengan senyum khas-nya.
"Mwo?" Tanya Jimin kurang mengerti. Rap Monster berjalan mendekati Jimin lalu berbalik memperhatikan mading.
"Dia sengaja membuat point-nya kecil agar tidak meninggalkanmu. Kau kan…" Rap Monster menggantungkan kalimatnya.
"Oh… Harusnya dia tidak perlu melakukan itu" gumam Jimin lalu berlari ntah kemana. Rap Monster hanya terkikik.
ΩΩΩ
"Aish! Bagaimana cara mengontrol ini?" gerutu Suga saat ia tidak bisa mengontrol bayangan yang ia buat.
Sekarang hari sudah malam. Siswa Half di Human Half Academy sedang berlatih di ruang bawah tanah. Tepatnya, di ruang kelasnya masing-masing.
Di hadapan Suga sekarang ada Rap Monster yang sendang memperhatikan cara belajar Suga. Suga masih baru menyentuh dunia bayangan yang sudah bisa Rap Monster kuasai. Dengan Jimin yang hanya memperhatikan Suga dari ujung kelas. Dia selalu melihat Suga latihan.
"Aku bingung padamu, Hyung. Kau bisa menghilangkan bayanganmu dengan mudah saat pertandingan kemarin, tapi kau tidak bisa mengontrol bayangan yang kau buat sendiri? Aneh" ucap Rap Monster sembari menggaruk tengkuknya.
"Menghilangkan bayangan… seperti ini?" Tanya Suga dan menghilangkan bayangannya yang seharusnya ada di belakangnya. Rap Monster yang melihat itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ah, itu lebih mudah dari pada ini" gerutu Suga frustasi karena masih saja kesulitan menggerakkan bayangan yang ia buat.
"Rilex saja, Hyung…" intruksi Rap Monster. Beberapa menit kemudian….
BOOM!
"Uhuk! Uhuk!" siswa-siswa BTS Class keluar dari kelas mereka sembari terbatuk-batuk. Asap hitam pekat keluar dari pintu ruang kelas bawah tanah mereka yang terbuka. Karena suara gaduh, siswa-siswa kelas lain ikut keluar dan menyaksikan apa yang terjadi dengan kelas tetangganya(?).
"Rap Monster membuat ulah lagi?" gumam Tao saat melihat keadaan BTS Class. Lay yang ada di sebelahnya menoyor kepala Tao dengan tatapan mata diam-magnae! Dan Tao terdiam melihat itu.
"Uhuk! Hyung, apa yang kau lakukan pada bayangannya?" Tanya Rap Monster heran.
"Mollayo… Aku hanya menekannya agar lebih leluasa menggerakkannya" jawab Suga asal.
"Tapi kenapa bisa meledak?" celetuk Jimin. Suga mencoba mengingat-ingat. Tiba-tiba dia tersenyum malu.
"Mianh…" ucap Suga bersalah. Siswa BTS Class yang lain memandang bingung kearah Suga. Hingga V berdecak.
"Jangan bilang power Suga Hyung bocor(?), lagi" ucap V dengan expresi datar cenderung malas. Suasana mendadak hening.
"Lagi. Sepertinya aku terlalu emosi hingga mengubahnya menjadi pelampiasan" ujar Suga dengan wajah tanpa dosa. Yang lain menatapnya malas.
"Eh? Meledak, kan? Eh? MELEDAK?! SIAL! MAKANANNYA V~AH! AISH! SUGA! AKANKU BUNUH KAU JIKA SAMPAI MAKANAN ITU GOSONG! AKU MEMBUATNYA SETENGAH JAM TAHU!" teriak Jin lalu masuk ke dalam BTS Class yang asapnya masih terkepul.
Setelah Jin masuk. Ntah apa yang di pikirkan Suga. Ia mengulurkan tangannya, lalu menariknya lagi dengan lembut hingga sejajar dengan dadanya.
TAP! TAP! TAP!
Suara langkah kaki. Jin muncul lagi dari BTS Class dengan langkah mundur dan muncullah sebuah sosok di depan Jin. Perawakannya besar dan tinggi. Suga tersenyum senang.
"Tidak mungkin…" gumam Rap Monster.
"Yes! Aku berhasil, Jiminnie!" teriak Suga girang.
Sosok itu. Besar dan tinggi dengan tubuh berwarna hitam pekat dan matanya yang berwarna merah redup. Itu adalah prajurit bayang sempurna pertama yang di buat Suga. Rap Monster hanya bisa menatap tak percaya pada hasil karya Suga yang baru itu. Karena dia menguasai itu saja sangat lama waktunya. Sedangkan Suga?
ΩΩΩ
"Bagaimana persiapannya?" Tanya seorang namja berambur pirang.
"20% lagi. Mungkin minggu depan bisa kita laksanakan" jawab namja tinggi bertubuh kekar.
"Aku sudah tidak sabar" timpal seorang namja cantik.
"Kejutan yang sempurna" ucap seorang namja mungil.
"Aku akan memberikan kejutan untuk mereka. Tunggu, saja" gumam namja berambut pirang itu.
AUTHOR POV END
~TBC/Delete?~
A/n: Joseonghamnida klo masih kurang panjang #Emang#. Review, please… ^^
