Disclaimer: I Don't Own The Characters

Warning : AU, OOC, Mainstream , Typo, dll

Song : Good Girl – 5 Second Of Summer

.

.

.

Piece 5

Ino membopong beberapa buku tebal untuk dimasukkan keloker, terlalu berat untuk dibawa pulang semuanya. Dia sibuk memilih buku mana yang perlu dibawa pulang karena diperlukan untuk membuat pr. Karena tidak memperhatikan keadaan sekitar, padahal lagi ramai-ramainya, dia menabrak seseorang. Semua bukunya berjatuhan, segera dia berjongkok memungut satu per satu bukunya. Orang yang ditabraknya ikut berjongkok dan membantunya memungut buku-bukunya.

Ino menoleh dan terkejut, Sai mengambil beberapa buku yang tebal dan tersenyum padanya."terima kasih" kata Ino setelah berdiri. Ino mencoba mengambil buku-bukunya dari tangan Sai, tapi cowok itu menolak. "biar kubantu, kamu pasti kerepotan" senyumnya, melihat senyum Sai, Ino tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum juga. Ino membuka lokernya dan memasukkan buku-bukunya, lalu mengambil buku yang ada pada Sai. "terima kasih" sahut Ino sambil menutup pintu. "never mind" jawab Sai.

"sendirian saja?" tanya Sai, Ino mengulum senyum, "kamu sendiri bagaimana?". Sai tertawa pelan, "mereka berpencar, tidak tahu kemana sekarang", Ino mengangguk "sama". Ino berpikir sejenak, memikirkan kata Tenten untuk membujuk Sai, untuk mau meminta kawan-kawannya bersikap baik pada Sakura. "Ino, kenapa?". Ino tersentak, ragu sejenak, "uhm,nggak apa, uhm Sai, mau tidak pinta pada teman-temanmu untuk baik pada Sakura?" tanyanya akhirnya.

Sai mengacak rambutnya, "yah, bisa saja sih, kalau Shikamaru, Naruto dan Choji sih bisa, tapi Sasuke punya sedikit masalah dengan minta maaf". "oh, begitu" Ino agak kecewa, sudah diduganya bukan mudah. Melihat Ino sedikit kecewa Sai buka mulut, "kenapa kamu tidak minta Sakura untuk memaafkan Sasuke?" tanyanya hati-hati. "Sakura bisa keras kepala, dan tidak begitu saja memaafkan orang lain" jawab Ino. Sai menahan senyum, "masalahnya memang terletak pada kedua anak itu, memang harus mereka sendiri yang menyelesaikan masalah mereka". Ino ikut menahan senyum, "kurasa juga".

Neji memasuki mobilnya, lalu menunggu adiknya. Hinata membuka pintu mobil kakaknya lalu menghempaskan tubuhya sambil menghela nafas. Neji menoleh, "kenapa,kayaknya capek banget", lalu dia mulai menghidupkan mobil dan menjalankanya keluar dari parkiran. "ada cowok nyebelin yang belakangan muncul" jawab Hinata sebal.

"siapa?" tanya Neji tanpa melepas pandangan dari jalanan. "namanya Naruto". Alis Neji terangkat, "dia personil band Shipuden kan?". Hinata mengangguk. "menyebalkan bagaimana?" Neji pikir kalau adiknya ini tidak akan diperhatikan orang, diakan hanya bicara kalau ditanya guru dan sama keluarga saja.

"dia sepertinya sengaja ingin membuatku kesal, mana kelas kami bersebelahan jadi kami sering ketemu" omel Hinata. Neji menahan senyum, "oh ya?". "oh ya?, Cuma itu komentar kakak?" tanya Hinata, suaranya naik satu oktaf. "lalu kau mau aku bilang apa?" sahut Neji "lagipula mungkin dia hanya ingin kau bicara atau menjadi temannya" sambungnya.

"menjadi temannya?, dengan sikap menyebalkan begitu lebih seperti ingin cari musuh" kata Hinata sinis. "kalau begitu mungkin hanya ingin membuat kau bersuara soalnya kau kan jarang bicara" lanjut Neji.

"kalau begitu aku tidak mau ngomong saja" celetuk Hinata. "kakak ada kabar apa?" sambung Hinata. "kabar apanya?" tanya Neji tidak mengerti."yah apa kek, something hapenned?". Neji paham adiknya hanya ingin tahu apa sesuatu yang buruk bukan hanya terjadi padanya, untuk menenangkan hatinya dia ingin mendengar cerita dari orang lain. "aku sudah tahu siapa yang menontonku diruang musik". Hinata langsung menegakkan tubuhnya, mencondongkan badan kearah Neji. "siapa,siapa?" tanyanya bersemangat. "hantu ya?".

Neji menoleh dengan bete. "kau ini masih saja berpikir begitu". "yah terus siapa lagi dong" rajuk Hinata. "kau pasti kaget kalau tahu" Neji tersenyum misterius. "siapasih kakak, kasih tahu dong" bujuk Hinata semakin penasaran. "Tenten"."hah?! serius kak?!" Hinata kaget.

Neji tersenyum puas, "sudah kubilang kau akan kaget"."tapi kak dia kan kalau tidak salah keyboardis band cewek itu, Ars Ladies, kenapa dia harus ngintipin permainan kakak, dia pasti jago juga main piano" Hinata merenung. "dia bilang dia ingin melihat permainan lagu klasik" cetus Neji.

Hinata mengangguk, "iya ya, permainan lagu klasik itu memang beda dengan pop apalagi kalau pakai grandpiano". "tapi sayang aku mau nya kan hantu yang ngintipin kakak" lanjutnya. Dan Neji memukul pelan kepala adik perempuanya itu.

Sakura dan Ino berlari sambil meneteng tas mereka ketempat duduk didepan Tenten dan Temari, mereka terlihat sangat bersemangat. "girls, kita diberi izin buat ngadain pertunjukkan" Sahut Ino dan Sakura serentak. Tenten dan Temari melongo. "pertunjukan?!" tanya Tenten dengan nada tidak percaya.

Ino megangguk dengan semangat, "iya kemarin aku dan Sakura minta izin keguru untuk buat pertunjukkan", "dan dibolehin" sambung Sakura. "memangnya kita mau buat pertunjukan dimana?" tanya Temari. "di audiotorium tentunya" jawab Sakura. "bukan sekarang atau besokkan?, kita kan belum latihan" ujar Tenten cemas. "nggak dong, kita mainnya tiga hari lagi kok" sahut Ino menenangkan.

Tenten menghela nafas lega lalu melirik jengkel pada kedua temanya yang sedang berdiri didepannya, "tapi kenapa kalian kemarin tidak bilang pada aku atau Temari" sungutnya. Ino dan Sakura meringis "sorry, kita mau ngasih kejutan sama kalian" kata Ino sambil memasang muka memelas. Temari tersenyum geli, "kalian ini memang luar biasa, luar biasa gilanya". Sakura mengulurkan tangannya, "tos dulu dong". Ketiga temannya langsung menyambut, "Ars Ladies, fighting".

Sakura menyandang bassnya, lalu menghela nafas. Gadis itu memutar tubuhnya menghadap ketiga rekannya. Temari juga menyandang gitar elektriknya sedangkan Ino memutar stik drum ditangan kanannya Tenten sendiri sedang mondar mandir ditempat. "ready?" tanya Sakura tegang. Teman-temannya mengangguk kaku. Sakura memutar tubuhnya kembali, "oke, let's shake the floor" lalu dia mulai menaiki tangga menuju panggung.

Ars Ladies menatap para penonton mereka yang sudah menunggu. Keempatnya mengambil posisi masing dan mengambil nafas panjang lalu Tenten mulai memainkan keyboardnya, terdengar sedikit klasik. Sedikit banyak dia belajar dari cara bermain Neji. Lalu sakura mulai bernyanyi bersamaan dengan ketiga alat musik yang lain dimainkan.

Mereka memilih lagu it's amazing yang dinyanyikan Jem sebagai pembuka. Mereka benar-benar pandai menirukan setiap nada dan suara yang ada pada lagu itu terkadang malah ada beberapa alat musik yang berhenti sejenak agar suara dengan lagu yang asli pas. Dilagu ini Tenten berkerja keras, dia menambahkan efek-efek yang sama yang ada pada lagu aslinya, sehingga mereka tampil menakjubkan.

Sai bersandar di pintu ruang auditorium, dia ingin pergi lebih dekat kepanggung namun dia tidak ingin berdesak-desakan. Dia menikmati musik yang dimainkan oleh keempat gadis yang ada di atas panggung.

"ternyata mereka membuat pertunjukan".

Sai berpaling, melihat keempat sahabatnya sudah berdiri disampingnya. Kening Sasuke dan Shikamaru berkerut. "mereka mau pamer ya?" kata Sasuke sinis. "sudahlah Sasuke mereka memang harus dikenal lebih banyak orang" ucap Sai. "ah, bagiku tidak apa" sahut Naruto.

Shikamaru menoleh pada Naruto, "kukira kau menganggap mereka saingan, dan lagi kukira kau ingin semua siswa disini jadi penggemarmu" ucapnya heran. Naruto menyeringai, "setelah kupikir lagi asyik juga kalau ada band lain, kita bisa tukar pikiran tentang musik". Choji mengangguk, "bukan-nya dengan begini kita jadi tahu kemampuan mereka, selama ini kita tidak tahu bagaimana mereka bermain ".

Shikamaru dan Sasuke masih belum menerima alasan kawan-kawannya, ujung bibir mereka menekuk kebawah, Sai sendiri tidak ambil pusing lagi dia mengalihkan pandangan kearah panggung, menikmati lagu kedua.

"good girls" ucap Sai tiba-tiba. Keempat teman-temannya menoleh serempak, memberhentikan debatan mereka. "good girls apanya, mereka itu bad girsl" sembur Sasuke. "bener, lebih tepatnya resentfully girls"sambung Shikamaru dengan kening berkerut. Sai menatap keduanya dengan heran, "maksudku judul lagu yang sedang mereka mainin, good girsl dari 5 second of summer".

"oh". Sasuke dan Shikamaru baru menyadarinya. Naruto tertawa melihat tingkah mereka, tawanya disambut tatapan tajam dari Sasuke dan Shikamaru.

"She said to me,
"Forget what you thought
'Cause good girls are bad girls that haven't been caught.
So just turn around and forget what you saw
'Cause good girls are bad girls that haven't been caught."

Sai ikut menyanyikan reff dari lagu tersebut, "gue suka banget sama lagu ini". "lagu yang cocok ya buat mereka?" komentar Sasuke sinis. Shikamaru mengangguk setuju, "good girls are bad girls that haven't been caught, cewek baik adalah cewek nakal yang belum ketahuan". "kalian ini, sudahlah berdamai saja, menurutku permainan mereka bagus kok, mereka hebat" decak Sai. "mereka tidak akan mendengarkan, mereka itukan gengsinya tinggi" sahut Naruto setengah mencemooh.

Beberapa lagu telah selesai dimainkan oleh Ars Ladies. "ngapain sih kita disini cabut aja yuk" ajak Sasuke, "yep, mending nongkrong ditempat lain aja yuk" dukung Shikamaru. "tunggu beberapa menit lagi kayaknya sebentar lagi mereka selesai" tahan Sai. Sasuke dan Shikamaru menggerutu.

"kalau kalian pengen duluan, ya, duluan aja, buat apa nungguin kita-kita, sopan amat" celetuk Naruto. "tau nih, biasanya langsung ngilang" tambah Choji. Sasuke dan Shikamaru tidak menyahut, mungkin diam-diam mereka ikut menilai penampilan Ars Ladies, tapi tentu saja dengan sinis.

Lagu terakhir selesai dimainkan, Ino melemparkan kedua stiknya keatas, benda itu berputar dan jatuh kembali ketangan Ino lalu gadis itu memukulkan drum membuat sebuah penutup yang sangat baik. Para personil Shipuden tercengang melihat penampilan Ino, penampilan yang langka. "apa gue udah bilang kalau mereka hebat?" tanya Sai dengan nada tidak percaya, tatapannya terpaku pada keempat cewek itu. "kayaknya udah" jawab Naruto pelan.

Para personel Ars Ladies turun kearah belakang panggung setelah memberi hormat terakhir, para penonton pun sudah bubar. Mereka segera mengemas alat musik mereka dan menuju pintu. "hai" sapa Sai ramah, Naruto dan Choji ikut tersenyum, mereka sudah menaruh respek pada keempat gadis itu. Tapi Sasuke dan Shikamaru tetap memasang wajah datar. Kedua anak ini memang keras kepala.

"hai" balas Ino dengan senyum lebar. Terlalu gembira untuk mengatisipasi pertengkaran yang akan terjadi. Tenten ikut-ikutan memasang senyum. Sakura dan Temari masih terlihat ragu-ragu. "kalian tadi keren banget, sampai kaget lho" ucap Sai, Choji mengangguk setuju, "nggak nyangka kalian benar-benar band cewek hebat" sambung Naruto. Wajah keempat cewek itu langsung berubah cerah.

"ah, nggak biasa aja tuh" cetus Sasuke menghapus senyum dari wajah Sakura dan Temari yang kini menoleh dengan muka tidak senang. "yah menurutku juga begitu, suara gitarnya tidak sebagus permainan Sasuke atau Naruto" sahut Shikamaru terang-terangan mengejek Temari.

"yah, bass nya juga masih kalah jauh dengan lo Shikamaru" lanjut Sasuke, mengibarkan bendera perang pada Sakura. "apa katamu?!" seru Sakura menaikkan volume suaranya sambil melangkah kedepan. Gadis berambut pink itu dengan jelas menerangkan kalau dia menanggapi 'undangan' perang Sasuke.

Sasuke masih berdiri dengan tenang, "kurasa kau mendengar dengan jelas apa yang kukatakan tadi", sahutnya sembari membenamkan kedua tangannya kedalam saku. Sakura maju selangkah "dengar ya Sasuke, aku tidak punya salah apapun padamu tapi kenapa kau selalu mencari masalah padaku?". Sasuke ikut maju selangkah, "aku tidak pernah mencari masalah,aku hanya memberikan komentar".

"menurutmu begitu?" celetuk Temari sinis. "yah Sasuke benar, kalau kalian tidak punya salah apapun berarti kami juga tidak punya salah apapun". Temari mengerutkan kedua alisnya, sehingga terlihat seolah menyatu, "maksudmu?" tanyanya. Shikamaru memutar bola matanya, "well, kurasa kau mengerti apa maksudku, kalau kau mau memikirkannya kalian yang mulai terlebih dulu tidak menyukai kami dan tidak mau bekerja sama".

Sasuke mengulas senyum tipis yang terkesan angkuh dan agak sinis sembari menantang mata Sakura yang memelototinya. "see, jelas sekali bukan". Sakura merapatkan rahangnya, terdengar samar erangannya yang seperti singa menahan amarahnya. "sudahlah Sasuke" Sai menarik temannya kebelakang.

"ayolah Sakura" Ino memegangi tangan Sakura sambil berdoa dalam hati, bukannya apa-apa, dia takut juga kalau nanti Sakura mengibaskan tangannya dengan keras dan menerjang maju kearah Sasuke, gadis berambut pink itu, walau cantik-cantik kekuatanya menyamai pegulat profesional. Untung doanya terkabul, terasa Sakura meregangkan otot-ototnya yang memang menegang sejak bicara dengan Sasuke, tapi itu bukan berarti dia mau melepas pelototannya yang penuh amarah pada cowok bermata onix itu.

"cabut yuk" Temari menarik tangan Sakura dan Tenten lalu berderap melewati para cowok yang berdiri didepan pintu, dia sudah merasa gerah. Ino sendiri karena sedang memegangi tangan Sakura otomatis terbawa. "tunggu dong, pelan sedikit" ucap Tenten yang terseret-seret bersama Ino yang berada di samping dua cewek yang masih terlihat marah.

Tenten dan Ino kesulitan menyamai kecepatan Temari dan Sakura yang memegangi tangan mereka berdua. Temari berhenti dan melepas genggamannya. Dia memberengutkan mukanya. "jangan berwajah begitu ah, kau kelihatan jelek sekali" celetuk Ino melihat tampang sahabatnya. "habis mereka mengesalkan" jawab Temari manyun.

Sakura menarik nafas panjang beberapa kali, dia berusaha menenangkan dirinya."rasanya kesabaranku sudah tipis, emosiku sudah sampai disini" ucapnya sambil mengangkat tangan sejajar dengan pelipisnya. Tenten mengurut keningnya, "kalian yang berantem aku yang pusing" dia mengelengkan kepalanya, tak habis mengerti kenapa susah sekali mereka berdamai.

"ayolah sekali ini saja kita bersama, setelah pertunjukkan itu terserah kalau kalian mau berantem sampai puas" mohon Ino dengan wajah memelas. Cewek ini sebenarnya jago akting, tapi kali ini dia sungguhan.

"entahlah" Sakura membalikkan tubuhnya "kalau mereka masih cari gara-gara aku rasa aku tidak bisa". Ino dan Tenten saling bertukar pandang, satu hal yang sama-sama mereka pikirkan, sampai kapan mereka akan terus begini?. Mereka tidak mungkin menolak permintaan guru, apa jadinya bulan depan, hal itu membuat mereka cemas.

"kalian ini kenapa sih?" tanya Sai gusar, hal yang jarang terdengar dari cowok super ramah ini. Sasuke dan Shikamaru pura-pura tidak peduli. "oh,c'mon, aku saja sudah tidak begitu mempermasalahkan apa yang terjadi sebelumnya" sahut Naruto. "iya Shikamaru, kau kan biasanya tidak suka memperbesarkan masalah, kenapa urusan ini jadi panjang" kata Choji, dia bingung, ada apa yang terjadi dengan dua cowok tenang ini, mereka terasa sedikit berubah terutama kalau sudah berhadapan dengan band cewek itu, mereka jadi lebih keras kepala, tidak mau kalah, dan emosional.

"aku hanya tidak suka dengan para cewek itu" ucap Sasuke lalu berbalik dan melangkah.

"hei, kau mau kemana?" tanya Naruto kaget, "kekelas" jawab Sasuke singkat. "aku ikut" sahut Shikamaru datar. Naruto dan Choji saling pandang lalu mengangkat bahu dan menyusul keduanya. Sai menghela nafas panjang , jika terus seperti ini maka dia akan tua lebih cepat.

TBC...

A/N: bagaimana?, apakah fic saya cukup bagus

saya sebagai author newbie berharap saran dan komentarnya ^^

RnR? review please...