Disclaimer : I Don't Own The Characters

Warning: AU, OOC, Mainstream, Typo, dll

Piece 9

Sasuke berjalan sendiri di lorong, tadinya dia bersama dengan Naruto tapi anak itu sedang ketoilet, sebenarnya dia diminta untuk menunggu tapi tentu saja dia tidak mau bengong sendiri didekat toilet, jadilah pemuda raven tersebut meninggalkan temannya, yep anak ini kadang memang kejam. Sasuke berhenti saat mata onixnya menangkap warna soft pink dari rambut seorang gadis. Gadis itu sedang mengobrol dengan seorang pemuda berambut merah.

Mereka mengobrol dengan akrab sambil bersandar pada jendela. Sasuke mengerutkan kening , dia pernah melihat Sakura sebelumnya bicara dengan cowok tapi tidak pernah seakrab ini. Saat itu dia hanya terlihat berusaha untuk sopan, sedangkan saat ini dia terlihat lebih lepas dan santai. Dia tertawa renyah tanpa beban seolah memang begitulah dia biasanya dan seharusnya bersikap.

Entah kenapa dia malah berjalan kearah gadis itu, mungkin sedikit masalah akan menarik, Sasuke tersenyum tipis. "hei, pink girl" sapa Sasuke dengan nada jutek dan muka datar, senyum tadi sudah hilang entah kemana. Mata Sakura membulat saat mendapati Sasuke yang berdiri didepannya dengan raut wajah cuek yang menurut fansnya keren namun menyebalkan dimata Sakura.

Pemuda disebelahnya menoleh menatap Sasuke dengan pandangan yang sulit diartikan. "apa yang kau lakukan disini?" tanya Sakura dengan nada tercekat. "inikan jalanan umum" Sasuke mengangkat bahu acuh.

Pemuda tadi menoleh kearah Sakura lagi, sembari tersenyum simpul. "jadi Sakura kenal dengan Sasuke ya?, aku tidak menyangka sama sekali lho". Sasuke menoleh pada pemuda itu dan mengerutkan keningnya. "kau tahu tentangku?". Pemuda itu tersenyum kalem "tentu saja, di seluruh penjuru sekolah ini siapa yang tidak kenal dengan Sasuke Uciha, gitaris band Shipuden?".

Sasuke mengangguk mengerti, ah alasan yang sederhana, tapi memang masuk akal. "kau siapa?" Sasuke menganggukkan kepala kearah pemuda itu sembari semakin membenamkan kedua tangannya kedalam saku. Sakura menggeletukkan giginya, kesal karena menganggap Sasuke sudah tidak sopan. "aku Sasori, teman sekelasnya Sakura" ucap Sasori ringan.

Sasuke mangut-mangut lalu menoleh pada Sakura yang sudah setel tampang bete abis. Sasori menoleh pada Sakura lalu tersenyum geli, didalam hati dia tertawa melihat tampang Sakura yang berubah. Imut memang, tapi hanya pada tingkat saat ini,lewat dari ini sudah berubah menyeramkan malah.

"mana temen-temen lo?" tanyanya. Sakura membuang wajah "bukan urusan mu" jawabnya ketus. "cewek yang kasar" sindir Sasuke sinis. Sakura menoleh dan menatapnya tajam "lo nggak ngaca, cowok sinis, apasih maumu, kalau nggak ada yang penting mending pergi aja".

Sasori bengong mendengar Sakura berkata dengan kasar begitu, sebelumnya Sakura tidak pernah bicara kasar, sepertinya gadis ini benar-benar dibuat marah oleh pemuda onix ini. "gue masih pengen disini" Sasuke membalas perkataan Sakura datar. Sasori berpikir sendiri, sepertinya mereka sangat bermasalah. "Sakura, aku rasa aku mau pergi dulu" pamit Sasori, mending mereka menyelesaaikan masalah mereka tanpa ada orang lain, batinnya.

Sasori tersenyum pada Sakura lalu ikut tersenyum pada Sasauke. "eh?!", Sakura kaget, memandang Sasori yang pergi dengan kecewa. Sasuke mengerutkan dahi tidak senang melihat raut kecewa Sakura saat padangannya mengikuti punggung pemuda berambut merah itu pergi.

Sakura menoleh menatap Sasuke tajam dan marah. "kau sengaja ya?" tanyanya. Sasuke menaikkan sebelah alisnya, "sengaja apanya?" balasnya pura-pura tak mengerti. "jangan pura-pura tidak tahu, kau tidak akan bicara padaku kalau bukan untuk mencari masalah kan?" omel Sakura berapi-api.

Sasuke mengulas senyum licik, yang -sekali lagi- dianggap mempesona dimata fansnya namun memuakkan dimata Sakura."mungkin kau benar". "apanya yang mungkin, itu sudah jelas banget" sembur Sakura sebal, "lagian gara-gara lo temen gue jadi pergi" lanjutnya.

Seringaian Sasuke lenyap, "memangnya kenapa?, masalah kalau cowok tadi pergi?" balas Sasuke, suaranya menyembunyikan kekesalannya. "masalah" cetus Sakura secepat kilat. Sasuke menegakkan bahunya, meluruskan sikap berdiri dan semakin membenamkan tangannya kedalam saku, "memangnya dia siapa lo?, gebetan atau..." Sakura menaikkan sebelah alis menunggu Sasuke melanjutkan kalimatnya, "pacar?".

Mata Sakura membesar tapi sedetik kemudian kembali normal lagi. "bukan urusanmu" jawabnya ketus. Sakura lalu pergi tanpa bicara apapun lagi, Sasuke membuka mulut tapi lalu mengatupkanya lagi, matanya menyipit, tak senang pada jawaban gadis bermata emerald itu.

"woi! Sasuke, kurang ajar lo!"

Sasuke menoleh kebelakang, dan mendapati Naruto yang berlari kearahnya dengan tampang murka. "sialan lo, gue suruh tungguin, eh, malah ngilang" omelnya kesal. Sasuke mendengus, "huh, kau pikir aku mau bengong saja di dekat toilet sendiri". Naruto menggerutu. "dasar kejam". Sasuke berbalik, "huh, ya sudahlah, aku juga lagi kesal sekarang". Naruto menjajarkan langkahnya dengan Sasuke. "kesal?, kenapa?" tanyanya heran. "gadis pink itu" jawab Sasuke. "hah?, gadis pink?", Naruto berpikir sambil meletakkan dua jarinya kedagu. "gadis pink, pink, pink...".

"ah, Sakura ya, kenapa dengan cewek itu?" tanya Naruto bingung. "ah tidak, tadi aku hanya membuat masalah" jawab Sasuke. "masalah?" Naruto semakin bingung, seorang Sasuke Uciha membuat masalah, dan lagi, ngaku buat masalah, benar-benar ajaib. "gue cuman ngeganggu dia ngobrol dengan gebetannya" Sasuke menekan kata terakhir saat bicara.

Naruto tertegun merasa ada yang aneh, lalu tiba-tiba dia menyeringai miring. "kau tidak sedang cemburukan Sasuke?" tanya dengan nada jahil. Sasuke menoleh kaget, "cemburu?!, kenapa aku harus cemburu?, itu tidak mungkin!" tandasnya. Naruto terkekeh pelan, Sasuke semakin jengkel melihatnya.

"oh begitu" Naruto meletakkan kedua telapak tangannya kebelakang kepalanya. "tapi..." sambungnya membuat Sasuke menoleh padanya. "kalau kau cemburu aku tidak salahkan". Pemuda berambut raven itu mengerutkan kening, "apa maksudmu?". "ne Sasuke, Sakura itu gadis yang cantik, punya bakat dibidang musik dan vokal selain itu gampang bergaul, jadi tidak heran banyak yang ngefans dan suka padanya". Sasuke makin bingung, "termasuk lo?" tebaknya. Naruto menggeleng, "tentu saja tidak, aku tidak merasa tertarik walau kuakui permainannya lumayan".

"lalu apasih yang ingin kau bicarakan, jangan muter-muter nggak jelas" Sasuke menggerutu." Aku hanya ingin bilang padamu, kalau nggak cepat nanti dia keburu diambil orang lho" jelas Naruto. "memangnya apa peduliku, biar saja dia diambil orang atau kucing sekalian" sahut Sasuke mempercepat langkahnya. Naruto tertegun sadar bakalan ditinggal "o-oi" dia memanggil Sasuke sambil ikut mempercepat langkahnya.

"Naruto!"

Sebuah panggilan menghentikan pemuda berambut kuning tersebut. Naruto menoleh dan mendapati seorang gadis berambut merah memakai kacamata dan gadis berambut biru dengan hiasan bunga putih yang sedang setengah berlari menghampirinya. "lho ada apa?" tanya Naruto yang melihat mereka terburu-buru.

"Naruto bantu kami ya" ucap Karin to the point. "eh bantu?, bantu apa?" balas Naruto bingung. "bantu kami bujukin Hinata dong" pinta Karin. Naruto menaikkan sebelah alisnya, "untuk apa?, cewek itu masih belum mau berteman dengan kalian?" tebak Naruto. Konan menggeleng, "bukan, kami sudah berteman kok" .

"begini Naruto" Karin mulai menjelaskan permasalahan, "kami akan mengambil nilai seni musik, kami disuruh untuk bernyanyi kedepan sambil bermain alat musik, tapi Hinata bilang dia tidak mau untuk tampil, Hinata kan pinter main musik sudah begitu suaranya bagus, sayang kalau cuman disimpen doang" jelas Karin panjang lebar bernarasi. "jadi kami ingin kamu bujukin Hinata supaya dia mau tampil pas jam pelajaran seni musik minggu depan" potong Konan.

Naruto mengangguk sambil terpekur. Iya juga sih, sayang kalau cuman disimpen doang, lagian aku kepengen lihat dia nyanyi lagi, sudah lama jugakan. Naruto mengangkat wajahnya menatap kedua gadis didepannya sambil tersenyum lebar. "oke, aku bakalan coba". wajah Karin dan Konan langsung cerah.

"benarkah?, terimakasih" ucap Karin senang. Naruto menggeleng "seharusnya aku yang berterima kasih, kalian sudah mau menjadi temannya, aku kasihan lihat dia sendiri terus". "kalau begitu aku mau cari si putri es dulu" pamit Naruto sambil berlari dan melambaikan tangan kepada Karin dan Konan. Karin dan Konnan tersenyum senang, Hinata pasti tampil.

TBC

.

.

A/N: di piece ini gak ada adegan satupun pair ya?, gomen ne udah kebuat kayak gini -". mengecewakan ya?. (pundung)...