Disclaimer : I don't own the characters
Warnings : OOC, Typo, AU dll
Song : Q&A – Super Beaver ft. Mami Scandal
She Look So Perfect – 5 Second Of Summer
Piece 16
Sakura memutar kenop pintu studio dan membelalak. Sasuke sedang duduk sambil memetik gitar listrik. Sasuke meliriknya lalu mendengus. "apa yang sedang kau lakukan?" tanya Sakura. Sasuke menatapnya datar, "kau tidak lihat aku sedang bermain gitar". Sakura mendecak sebal, "maksudku ngapain disini, tadi kata teman-temanku kalau mereka bilang sudah izin untuk pakai studio". Sasuke mengernyit, "tapi Shikamaru bilang kalau kami yang akan pakai studio".
Tiba-tiba saja pintu studio tertutup kencang dan terdengar bunyi klik tanda pintu yang sudah terkunci. Sakura reflek menuju pintu dan memutar serta menarik kenop. "kekunci" ucapnya agak panik. Sasuke telah berdiri disampingnya. "kenapa bisa kekunci?" Sakura bekata dengan panik. "kita harus minta tolong guru atau orang lain" sahut Sasuke.
Dia merogoh sakunya, "sial, Hpku tadi dipinjam Naruto, padahal disana ada nomor guru", umpatnya lalu menoleh pada Sakura. "kau punya nomor guru?". Sakura menggeleng, "nggak, tapi aku hubungi temanku saja". Sasuke mengangguk setuju. Tapi sebelum Sakura menghubungi salah satu dari temannya, Hpnya sudah berbunyi lebih dahulu. "SMS dari Temari".
Mata Sakura melotot pada layar membuat Sasuke heran. Ia memiringkan tubuh untuk ikut membaca dan mengikuti Sakura untuk memelototi layar ponsel.
From : Temari galak
Sakura, maaf kalau kau harus dikunci ya, tapi demi kebaikan bersama dan acara sekolah kau harus baikan dengan Sasuke. Aku dan Naruto dan Shikamaru akan memantau kalian dari cctv kalau tidak tulus kalian tetap terkunci. Jika menurut kami kalian sudah benar-benar baikan baru nati Sai, Ino dan Choji membukakan pintu. Selamat berbaikan...
"APA-APAN INI!" teriak mereka berbarengan. "jadi kita harus bagaimana?" tanya Sakura. "yah seperti yang mereka minta" jawab Sasuke. Hening. "kau tidak ingin minta maaf?" pertanyaan Sakura memecah diam setelah 10 detik. Sasuke mengerutkan kening. "kenapa harus aku kenapa bukan kau, kau yang mulai kan?". Sakura mendecih sebal, "kau duluan yang membuatku emosi". Sasuke menautkan kedua alisnya. "kau duluan yang bersikap menyebalkan".
Sementara itu, diruangan cctv kantor. Temari menepuk keningnya, Naruto tertawa, Shikamaru hanya bisa geleng kepala.
Setelah berdebat tanpa juntrungan selama lima menit, akhirnya Sasuke memutuskan untuk berhenti. "sudah cukup, kita bisa-bisa terkurung seharian disini, turuti permintaan mereka saja". Sakura masih memasang wajah kesal, "yadeh, kita baikan".
Sebuah pesan kembali masuk.
From : Temari galak
Yang serius dong!, itu sih nggak ikhlas sama sekali...
Sakura berdecak sebal. Ikhlas bagaimana kalau habis berantem begini. Sasuke menghela nafas panjang, membuat Sakura menoleh padanya. "kalau kupikir lagi ini konyol, bertengkar tanpa akhir dan sesuatu yang penting untuk diperdebatkan ".
"lalu?". Sakura memiringkan kepalanya kekiri, kenapa Sasuke tiba-tiba bicara begitu?, salah makan?. "kita sama-sama salah dan memasang sikap yang salah". Sakura masih belum mengerti, tumben lho Sasuke bicara panjang lebar tanpa sarkasme.
"aku capek". Perkataannya berakhir dengan menatap wajah Sakura. Sakura terdiam gadis itu memikirkan setiap ucapan Sasuke. Benar juga ya, capek kalau bertengkar setiap hari namun sekaligus dilanda kekhawatiran tentang acara sekolah yang harus diisi bersama. Tenten tidak pernah bermasalah dengan Shipuden. Ino yang paling dulu berbaikan. Temari yang galak juga akhirnya mau. Sekarang hanya tinggal menunggu dirinya dan Sasuke.
Sakura menghela nafas, "ya benar, capek juga ya" dia menatap Sasuke dan tersenyum tulus. "mari akhiri perperangan konyol ini". Sasuke tersenyum tipis. Mengangguk lega.
Setengah menit kemudian pintu terbuka menampilkan Ino yang langsung menyerbu Sakura serta Sai dan Choji ada dibelakangnya. "jadi udah baikan kan?, udah bisa kerja sama kan, udah...". "udah stop" ucap Sakura menghentikan Ino yang masih bersemangat bertanya.
"akhirnya". Senyum Sai pada Sasuke. "wah, wah selamat ya" suara itu membuat mereka menoleh pada Naruto yang menyelonong masuk diikuti Shikamaru dan Temari. "ternyata cara ini berhasil" kekeh Choji. "tapi kalian keterlaluan mengunci kami" sahut Sakura merajuk. Sasuke mengangguk, "ide siapa ini?" kompak semua menunjuk Temari dan Shikamaru yang sedang nyengir tanpa bersalah. "sori, soalnya udah mepet waktunya".
"nah sekarang kita bisa mulai dong ya" sela Ino. Yang lain mengangguk. "pertama pemilihan lagu" seru Shikamaru mengawali rapat. "pertama kita harus menyanyikan mars sekolah, itu pesan guru Kurenai" sahut Temari. "kedua lagu ulang tahunnya" lanjut Shikamaru. "lagu selamat ulang tahun dari Zamrud saja, kita kan beraliran rock dan pop" usul Tenten yang disetujui yang lain.
"terakhir lagu ketiga lagu bebas,kalian ingin lagu apa?" Sekarang giliran Naruto yang bertanya. Hening semua sibuk dengan pikiran masing-masing. "song of the week kali ini..." suara gumaman itu menarik yang lain untuk menoleh heran. Bukan karena kalimatnya, tapi karena itu diucapkan oleh dua suara. Sakura dan Sasuke berpandangan heran.
"wah sepertinya kalian punya kebiasaan yang sama" celetuk Ino. Kebiasaan yang dimaksud adalah, mendengar sebuah lagu yang selalu diputar selama seminggu. "jadi apa song of the week kalian kali ini?" tanya Sai penasaran. "Q&A" jawaban serempak itu membuat kedua sumber suara saling toleh lagi.
7 orang lain tertawa serempak, sedang yang ditertawakan menatap mereka kesal. "apasih" seru Sakura jengkel. " kalian kompak " komentar Naruto. "jangan-jangan emang jodoh kali" kerling Tenten jahil. Kedua orang yang digoda membuang muka yang malu. "sudah ah".
Shikamaru menghentikan tawanya, "oke deh, Q&A, memperingati kompaknya Sasuke dan Sakura". Kedua orang yang disebut langsung melotot. "sudah ah".
.
.
.
Naruto setengah berlari menuruni tangga menuju ruang studio untuk latihan dengan teman-temannya. Sebuah senyum terkembang diwajahnya dan ia menghentikan langkahnya. "siang, tuan putri" sapanya ceria. Gadis berambut indigo itu memasang wajah kesal . "jangan pasang wajah galak begitu dong, senyum dikit yang manis" rayu Naruto. Hinata membuang wajahnya.
Naruto terkekeh kemudian memegang dagu Hinata dan mengarahkannya agar menatap Naruto. Hinata tampak risih sehingga berusaha menepis tangan Naruto. "apasih Naruto, lepasin". "kau manis kalau sedang marah Hinata, tapi aku lebih suka kalau kau tersenyum, pas sekali dengan suara indahmu".
Wajah Hinata memerah. "Naruto lepasin". Naruto menggeleng, "senyum dulu, yang tulus". Hinata menghela nafas, lalu tersenyum manis. Naruto tercengang selama beberapa detik. "Naruto?". Panggilan Hinata menyadarkannya. Naruto tersenyum lembut , menarik dagu gadis itu dan mencium pipi Hinata. Hinata tersentak, "apa yang kau lakukan, dasar bodoh" bentaknya seraya berlari keatas dengan wajah menahan malu.
Naruto tertawa puas. Kembali menuruni tangga. Seseorang bersandar pada dinding saat dia membelok. Matanya terbelalak. "ka-kak Neji?!" serunya kaget. Beberapa pikiran langsung berkelebat. Apa dia marah padaku karena aku berpacaran dengan adiknya, apa dia tidak suka adiknya pacaran dengan anak band, apa dia bakalan menyuruhku putus?. Dan banyak lagi pikiran yang terlintas. Pemuda pirang itu menelan ludah gugup.
Neji menatap Naruto datar. "aku tahu kau pacaran dengan Hinata, aku juga tahu kau selama ini menjahilinya agar mendapat perhatiannya". Uh-oh ini dia, dia tak suka padaku. "dan aku ingin berterima kasih padamu karena itu". Lanjutan ucapan pemuda bermata abu itu membuat Naruto melongo.
"terima kasih karena sudah membuatnya mau bicara lagi serta mendapat teman". Naruto menggaruk tengkuk salting. "yah, aku memang menyukainya sejak mendengarnya bernyanyi dan soal teman itu, aku rasa pasti sepi kalau dia selalu sendiri". Neji tersenyum simpul mendengarnya.
"ohya kak, boleh kutanya sesuatu?" tanya Naruto dengan nada ragu. "hn?". "kenapa Hinata jadi gadis yang dingin begitu, aku yakin dulunya tidak". Hening. Neji terdiam. Matanya memperhatikan ujung sepatu seolah ada yang salah disitu.
"ya, dulu dia tidak begitu" ucap Neji. Pemuda itu menghela nafas, mengangkat wajahnya lurus kedepan tanpa memandang Naruto. "dia gadis yang usil dan manis". Naruto tersenyum lembut mendengarnya. "tapi dia tidak punya teman sewaktu SMP dulu". Pemuda bermata safir itu mengernyitkan dahi bingung.
"itu semua karena suaranya". Naruto tampak terkejut. Neji menoleh padanya dan sedkit tersenyum getir. "karena suaranya yang merdu itu dia sering diikutkan kontes menyanyi dan populer dikalangan murid laki-laki, para murid perempuan jadi membencinya karena berpikir dia sok manis didepan laki-laki, mereka iri pada Hinata". Neji kembali membuang pandangannya.
"mereka dengan terang-terangan bicara hal jelek tentang Hinata didepannya, bersikap sinis dan kasar, tapi karena aku ada disana mereka tidak terlalu macam-macam". Naruto terdiam selama Neji menceritakan hal itu.
"tapi pada saat aku sudah lulus, saat Hinata kelas tiga mereka mulai berani melakukan kontak fisik, puncaknya saat pangeran sekolah menembak Hinata, sekelompok siswi menyeretnya ketoilet". Neji menenggadah dan menutup matanya. "disana mereka menyiram Hinata, melemparinya dengan lumpur, telur, tepung, tomat busuk dan entah apalagi, mereka memakinya, menjambaknya dan menamparnya, setelah puas mereka lalu mengunci Hinata, beruntung saat sore hari penjaga sekolah mendengar tangis Hinata dan membukakan pintu".
Naruto tercengang, tidak menyangka kalau masa SMP Hinata ternyata sangat buruk. "lalu dirumah dia mengatakan padaku dan ayah kalau saat SMA nanti dia tidak mau bicara pada siapa pun, tapi dia malah dibenci karena sikapnya yang dingin". Naruto terdiam dan menunduk.
"apa aku salah?" ucapan Naruto yang pelan hampir tak terdengar oleh Neji. "hah?". "apa aku salah karena aku malah memaksanya untuk bersuara". Neji menggeleng pelan, "tidak, kau malah membuatnya dapat mengatasi traumanya dan mendapatkan teman, bahkan aku sendiri tidak bisa melakukannya".
Neji menegakkan tubuh perlahan. "yah, aku titip adikku, tolong jaga dia kalau aku tidak ada disisinya". Naruto tersenyum dan mengangguk mantap. "baik". Lalu Neji melenggangkan kaki menuju kelasnya.
.
.
.
Panggung yang ada dihalaman sekolah itu terlihat penuh sesak karena banyak murid yang menantikan sebuah bagian dari acara ulangtahun sekolah. Kolaborasi Ars Ladies dan Shipuden. Dua band yang beken disekolah saat ini.
"baiklah untuk sekolah kita yang tercinta ini kita akan memberi nyanyian ulang tahun bersama Ars Ladies dan Shipuden". Gemuruh tepuk tangan langsung bergema. Choji dan Ino datang dari belakang dan menuju drum. Shikamaru dan Tenten datang dari samping kiri panggung sedang kan Temari yang diapit Naruto dan Sai dari arah kanan panggung dan menuju alat musik masing-masing.
Setelah semua siap dengan alat dan posisi masing masing. Drum bertabuh, gitar dan bass berbunyi, keyboard berdentang. Dan Sasuke dan Sakura muncul dari bawah panggung dengan punggung yang saling menempel. Keduanya mulai menyanyikan mars sekolah yang diikuti seluruh siswa.
Setelah selesai mereka langsung masuk pada intro lagu Zamrud. Seperti yang Naruto duga, suara Sakura dan Sasuke memang cocok. Mereka semua beraksi, melakukan gerakan kecil yang telah dilatih. Ino dan Choji tak ingin kalah dan memainkan stik drum. Ditengah mereka berhenti mengangkat tangan untuk bertepuk dan mengajak semua orangbernyanyi. Menghasilkan kor yang kompak.
Setelah selesai sebuah mick dan penyangganya muncul dari bawah panggung. Suara gitar yang menyenangkan langsung dipetik Temari , Naruto dan Sasuke disusul bass Sakura dan Shikamru. Tenten dan Sai menutup Intro dan saat Chji dan Ino memukul drum Sakura dan Sasuke mulai bernyanyi dengan jarak yang dekat karena mereka hanya memakai satu mick.
Ketsue kigata juu ni shisei za categorize soko ni anshin kan
Amaetai kedo izon sareru no wa mendoukusai uttoushii
Ano hi no kotoba wa uso janai demo folder goto ni wa waketenai kara
Yoi ni makasete aitai tte iwarete mo gomen kibun janai
Semua cewek menjerit karena melihat adegan manis itu. Sakura dan Sasuke memang terlihat serasi. Sesekali saling berhadapan dan melempar senyum.
Kimi ga shiawase deareba ii to wa ienai no wa nan de?
Anata dake shiawase nante yurusenai no wa nan de?
Kisu nante betsuni imi wanai toka itchau no ni nan de?
Suki nante kotoba ga deru to totan ni damatchau ne nande?
.
.
.
Naruto dan keempat kawannya sedang berkelakar sambil bersandar pada jendela koridor. Mereka tertawa saling jitak dan pukul. "hei!" protes Sasuke saat Naruto mendorong kepalanya dari belakang. Naruto malah tertawa dan kemudian menjahili Sai. Saat Sasuke mendongak lagi mata onixnya menangkap sesuatu yang malah membuat wajahnnya kehilangan senyum.
Sakura sedang bicara dan tertawa Sasori mereka berjalan berdampingan. Sakura tertawa dan membiarkan Sasori mengacak rambutnya. Gadis pink itu memukul lengan Sasori main-main yang dibalas Sasori dengan merapikan rambut Sakura yang berantakan.
"jadi sampai kapan lo mau ngeliatin doang, kalau beneran keburu diambil orang gimana?" Naruto merangkul pundak Sasuke yang membuat pemuda berambut raven itu tersentak karena ternyata keempat rekannya itu menyadari tatapannya.
"benar Sasuke, aku tahu kau menyukai Sakura" sahut Sai ringan. Perkataannya malah disambut deathglare. "gue udah nyatain perasaan gue, Sai juga udah jadian sama Ino sebelum kita baikan, dan si nanas juga udah pacaran sama Temari, lo mau kapan cemburu terus padahal bukan siapa-siapa" sahut Naruto.
"tunggu, Shikamaru sudah jadian?" Sasuke menatap Shikamaru heran yang hanya Shikamru balas ringisan.
Flasback on.
Shikamaru membaca buku di perpustakaan dengan tenang. Ia menatap gadis yang baru duduk dihadapannya. Gadis itu duduk dan membaca buku ditangannya, tidak membuka percakapan apapun. Shikamaru menatapnya datar, Temari akhirnya sadar ditatap. "ada apa sih?" tanyanya risih. Shikamaru membalik bukunya dan menunjukkan sebuah kalimat dalam novel berbahasa inggris itu.
Temari mendekatkan diri dan membaca kalimat yang diberi stabilo itu. "would you be my girl?". Gadis itu tersentak dan menatap Shikamaru. "apa maksudmu?". Shikamaru menutup bukunya mengambil buku yang ada ditangan Temari. Membuka dan menunjukkan sebuah kalimat lain. "kau mau jadi pacarku?". Kata itulah yang ditunjuknya.
Temari ternganga. Cowok ini serius?, apa dia cuman iseng saja?. "aku serius" ucap Shikamaru dengan tatapan tajam dan serius yang tak biasa ia tunjukkan. Dan kenapa cowok ini bisa tahu pikirannya?. "jadi apa jawaban mu?".
Temari terdiam, tapi lalu wajahnya memerah. "yes, i will".
Flashback off
"serius?". Naruto terkekeh, "si malas ini juga bisa romantis, dalam standardnya...". Shikamaru menaikkan alisnya, "jadi sekarang apa planning lo?". Sasuke terdiam, "lo semua mau bantuin gue?". Naruto melepas rangkulannya dan mengancungkan jempol, "beres kalau itu mah". "memang kau mau ngapain Sasuke?" tanya Choji penasaran.
Sasuke tersenyum, "sesuatu yang akan membuat seluruh sekolah menontonnya".
.
.
.
Sakura sedang berbincang dengan ketiga temannya dikelas. Sesorang menghampiri mereka. Seorang cewek yang merupakan teman sekelas mereka. " Sakura, apa benar kalau kau selalu melakukan pencitraan didepan para cowok? "
Sakura tersentak. "siapa yang bilang begitu?!" tanyanya kesal. Cewek itu menjawab, "tadi aku dengar Sasuke bicara begitu dihalaman". Sakura berdiri dengan emosi. Ketiga temannya ikut berdiri dan mengejar gadis pink itu. Gadis itu menggerutu. Sepanjang jalan ia mengomel tak jelas.
Yah dia kesal, Sasuke dan dia kan sudah sepakat baikan. Lalu sekarang maksudnya apa, mau ngajak berantem lagi?. Oke dia mau ladeni kok.
Sesampai dilapangan. Ia mengerjap bingung. Ketiga temannya yang ada dibelakangnya ikutan bingung. Halaman sekolah sepi. Tidak ada siapapun. Tapi ada yang lebih membingungkan lagi. Sebuah panggung kecil kosong terletak ditengah.
Tiba-tiba saja ada sesuatu yang jatuh dari atas. Jumlahnya mungkin ribuan, berwarna pink dan berukuran kecil. Sakura menatap salah satu yang jatuh ketangannya. Kelopak Sakura. Saat seluruh kelopak itu habis. Muncullah anggota band Shipuden, entah datang darimana. Kelima personil duduk, memegang alat musik akustik. Tunggu, akustik?, bukankah mereka selalu melakukan perform rock?.
Petikan gitar akustik berbarengan dengan suara keempat personil menyenandungkan kata hei. Sakura tahu nada ini. Lalu Sasuke bernyanyi sembari memetik gitar akustik.
Simmer down, simmer down
They say we're too young now to amount to anything else
But look around
We work too damn hard for this just to give it up now
If you don't swim, you'll drown
But don't move, honey
Sakura melongo. Ya ampun. She Look So Perfect , acoustic version, song of the week nya kali ini. Bagaimana cowok itu bisa tahu.
You look so perfect standing there
In my American Apparel underwear
And I know now, that I'm so down
Your lipstick stain is a work of art
I got your name tattooed in an arrow heart
And I know now, that I'm so down (hey!)
suara sorakan membuat Sakura menoleh, dilantai dua para cewek menjerit dari jendela dan balkon. Disekeliling halaman juga para siswa terlihat menonton dan bersorak, namun tidak ada yang mendekat. Suara Sasuke dikombinasikan dengan musik akustik benar-benar membat seorang cewek melting dan terpesona.
Let's get out, let's get out
'Cause this deadbeat town's only here just to keep us down
While I was out, I found myself alone just thinking
If I showed up with a plane ticket
And a shiny diamond ring with your name on it
Would you wanna run away too?
'Cause all I really want is you
Saat cowok itu selesai bernyanyi dan Sakura masih speechless. Cowok berambut raven itu tersenyum. Dan saat itu sebuah kertas besar terbuka dari koridor lantai dua. Menampakkan sebaris kalimat yang dapat terlihat jelas oleh Sakura.
Would you be my girl?, 'cause you look so perfect for me. Wajah Sakura memerah membuat Sasuke menyeringai. Para siswa menjerit, mereka berteriak, "terima, terima". Sakura tampak salah tingkah. Sasuke melambaikan tangan agar Sakura mendekat. Ia menarik tangan Sakura untuk membantunya naik. Sakura masih terdiam. "jawabanmu, pink girl" ucap Sasuke membuat Sakura menatapnya.
"terima, terima". Kata itu masih diteriakkan oleh seluruh orang yang ada disana. "sebaiknya kau turuti saja pink girl,dari pada kau diamuk masa". Sasuke menyeringai. Sakura mengerucutkan bibir. "ayo jawab, kau tidak mau ini selesai?". Sakura terdiam, terlihat berpikir, perlahan semburat merah merambati wajahnya. Dia mengangguk.
Sasuke tersenyum dan mengecup kening Sakura, membuat seluruh orang menjerit melihat kejadian itu dan mungkin sebagian siswi disana menjerit iri. Sakura merasakan wajahnya memanas. Gadis itu mencubit lengan Sasuke.
"Sasuke, ini ada didepan umum" bisiknya. Sasuke menyeringai, "kau pikir kenapa aku harus malu sesudah menembakmu didepan seluruh sekolah?".
"Yakin deh banyak yang lagi patah hati," cengir Naruto memandang pasangan itu sambil sesekali melirik fans yang bejibun itu. Perkataanya disambut tawa teman-temannya.
"ada satu yang ingin aku tanya" ucap Sasuke tiba-tiba. "apa?". Sasuke terlihat ragu sejenak, "Sasori, apa hubunganmu dengannya". Tak ada respon. Sasuke menatap wajah Sakura, tawa keluar dari bibir pinknya. "jangan bilang kau cemburu pada Sasori". Sasuke berdecak sebal, "jawab saja". Sakura masih tertawa selama semenit, "oke, oke, Sasori itu..." ia menggantung kalimatnya, membuat Sasuke tambah kesal.
"siapaku ya?" dengan nada jahil ia pura-pura lupa. "Sakura!". Sakura kembali terkekeh. "Sasori itu sepupuku". Wajah sebal Sasuke langsung berubah lega. "kau benar-benar cemburu padanya ya Sasuke" goda Sakura. "diamlah Sakura!".
.
.
.
Para personil Shipuden berkumpul distudio. Mereka menyerahkan lagu yang telah masing masing tulis. Setelah menilai semua lagu mereka tampak puas. Naruto dan Sasuke menulis masing masing 3 lagu sedang yang lain masing-masing 2 lagu. Total untuk album kedua mereka ada 12 lagu.
"well, kelihatannya semuanya lagu cinta ya" komentar Sai membolak balik kertas-kertas lagu mereka. "itu karena kalian sedang pada jatuh cinta" ledek Choji. Wajah keempat pemuda itu terlihat salah tingkah. "bilang saja kau iri karena jomblo" balas Naruto.
Wajah Choji langsung kesal. "kalian benar-benar tidak solider masa pacaran sendirian, nanti pas kalian kencan gue tinggal sendiri dong" protesnya. Shikamaru menyeringai mengejek, "makanya cari pacar". Choji tampak jengkel, "iya entar dicari di klub masak". Naruto tampak heran "kenapa klub masak?".
Shikamaru mendengus, "kau seperti tidak tahu dia saja, tukang makan". Yang lain terkekeh kecuali Choji yang tampak tersinggung berat. "by the way, album kali ini apa judulnya?" tanya Sasuke memotong acara saling ejek yang entah kapan mau selesai.
Yang lain ikut berpikir. "karena ini semua lagu cinta..." gumam Naruto "bagaimana kalau judulnya A Piece of Love Story ". yang lain terlihat setuju dan mengangguk. Memang judul yang tedenagr tepat.
A Piece of Love Story. Kumpulan dari potongan – potongan kisah mereka dalam jatuh cinta. Potongan dari perasaan yang tumbuh dan datang dengan tiba-tiba. Sebuah bagian kecil berharga yang akan selalu tersimpan dalam memori.
End.
A/N : Halo semua, terima kasih buat semua yang udah ngefav, follow, ngereview dan ngebaca fic ini. Terimakasih buat segala dukungan. ^^. nah karena ini piece terakhir izinkan saya ngebacot agak panangan.
kita bahas dikit tentang fic amatir ini.
Di fic ini terdapat banyak lagu, lagu yang paling ngeinspirasi itu adalah Try Hard-nya 5sos. walau dari lirik agak beda dari cerita ini tapi aku ngambil inti cowok yang berusaha untuk mendapatkan perhatian seorang cewek. Aku pengen buat Naruto yang berusaha untuk Hinata.
kedua adalah Seikatsu dari Super Beaver. semua lagu Jepang disini adalah lagu dari album Ai Suru Super Beaver. sekarang mereka udah rilis album baru lagi. lagu ini membuatku mendapat inspirasi tentang Hinata.
ketiga, She Looks So Perfect-nya 5 SOS (Lagi) lagu 5 SOS emang banyak ngasih inspirasi karena setiap liriknya memiliki cerita. terutama versi akustiknya.
lalu cokelat yang dikasih Tenten buat Neji. itu kudaet dari komik Miiko no.28. cokelatnya lucu banget.
penyelesaian untuk Sakura dan Temari kelihatannya maksa ya? aku udah kepikiran adegan penembakan yang bagus untuk Temari namun gagal pas nulis jadi yah,begini akhirnya. karena emang yang paling pertama dapet inspirasi itu buat Naruto, Sai dan Neji.
nah bales review ya sekarang?
nara : saya gak bakal lupa ama fic sendiri kok, cuman telat update doang. pengen bikin lagi. do'a-in aja ide ku lancar dan bisa nulis cepet.
wayanrestu71 : saya lanjutin piece ini
Irna Putri Asuna420 : yap mereka akhirnya jadian ^^
nah terakhir terimakasih sekali lagi kepada yang ngebaca fic ini, makasih buat dukungan dan telah menyukai cerita saya ^^
semoga kita ketemu lagi di fic selanjutnya ...
Best Regards
AI...
