Title : Aku. Butuh. Kamu

Author : Kimbaobei

Cast : Kim Joonmyun (Suho), Wu Yifan, Wu Sehun, Jessica Jung, Tiffany Hwang and other

Rating : T (mungkin berubah? kkk~)

Pairing : Krisho

Warning : Typo(s), GS for Suho

.

.

"Kemarin kita saling mencintai, namun tidak dengan hari ini yang menyedihkan
Air mata yang mengalir saat perpisahan ini telah menghapus cintaku." – Song Jieun - Yesterday

.

.

.

.

.

.

.

.

"Jadi, kau sudah putus?" Yixing terus mengaduk es krim vanilla dengan saus cokelat yang kini sudah sedikit mencair. Awalnya ia tidak punya ide tentang angin apa yang membuat Yifan, teman satu fakultasnya ini berbaik hati mentraktirnya es krim, tapi setelah Yifan menceritakan kisahnya yang cukup-ehem-dramatis, laki-laki yang merupakan pindahan dari Cina tersebut paham.

"Aku dan dia sama-sama tidak pernah mengucapkan kata putus." Ucap Yifan tegas. "Menurutmu bagaimana?" Ia menuntut saran yang sangat diharapkannya dari tadi. Jujur, dirinya cukup merasa tidak nyaman, namun hatinya tidaklah sanggup memendam penderitaan ini sendirian. Setelah dipikir secara matang-matang, ia memang butuh curhat.

Yixing mengerutkan dahinya. Memikirkan nasehat apa yang baik untuk ia berikan kepada temannya ini. "Cari pacar saja lagi."

Mata Yifan seketika melebar. "Apa kau gila?! Bagaimana caranya aku menggantikan posisi Jessica yang sangat kucintai dengan gadis lain?!"

Namja penyuka hewan fiktif, unicorn, itu memutar bola matanya, malas. "Ya.. bisa saja kan? Lagipula, aku sangat paham kalau kau adalah laki-laki popular dan perempuan mana yang tidak senang begitu mendengar berita kalau kau sedang jomblo!"

"Single."

"Hhh.. okay, you're single."

Yifan memperbaiki duduknya begitu Yixing menyikut perutnya.

"Apa?"

Yixing menunjuk kearah depan dengan dagunya. "Aku pergi dulu ya, bro. Thanks buat es krimnya!" Secepat kilat, mahasiswa fakultas bisnis itu pergi meninggalkan Yifan yang masih bingung menata sikap.

Itu Tiffany Hwang. Mahasiswi jurusan hubungan internasional yang suka berdandan seperti tante-tante. Suara yang dihasilkan high heels berwarna merah muda mencolok itu bergema di koridor. Langkahnya ia percepat begitu melihat Yifan merapikan buku-bukunya dan memasukkannya ke dalam tas.

"Yifan!" panggilnya. Suara bernada tinggi—alias cempreng—yang dimilikinya adalah sebuah alarm bagi Yifan. Tanda baginya untuk segera melarikan dirinya dari sana. Tapi, tampaknya Dewi Fortuna sedang tidak berpihak padanya. Ternyata bangku panjang yang berada di sudut ruangan bukanlah tempat yang cocok untuk nongkrong.

"Syukurlah, masih terkejar.." gumam Tiffany begitu ia sampai di tempat Yifan berdiri. "Hm, ku dengar-dengar, kau sudah putus dengan Jessica, apa itu benar?"

Yifan bergidik melihat warna lipstick milik Si Genit—panggilan "sayang" dari Yifan untuk Tiffany—. Hari ini hot pink pula, makin seram saja, batin Yifan.

"Kami tidak putus." Jawabnya singkat dengan tatapan tajam yang dibuat-buat. "Sudalah, aku mau pulang."

Tiffany sedikit kecewa mendengar jawaban dari gebetannya tersebut. "Pulang? Bagaimana kalau kita makan siang bersama?" Kali ini matanya berkedip berkali-kali—supaya imut, katanya—berupaya untuk meluluhkan hati Yifan.

Tapi tetap saja hasilnya nihil. Yifan malah berjalan meninggalkan Tiffany yang masih sibuk ber-aegyo. "Aku sudah kenyang."

Kenyang melihat tingkahmu yang membuatku muak.

-oOo-

Sehun terus memperhatikan wajah cantik guru privatnya yang sekarang sedang nampak kusut. Sampai-sampai ia lupa kalau masih punya tiga soal matematika yang harus dikerjakan.

"Seonsaengnim sakit ya?"

Pertanyaan dari Sehun membuat Joonmyun terkesiap. "Ti-tidak."

Sehun mengerucutkan bibir mungilnya. "Tidak usah berbohong. Kata eomma, kita tidak boleh berbohong."

Joonmyun tersenyum manis dan mengelus surai lembut Sehun. "Aku tidak berbohong, Hunnie. Jadi kau tidak perlu khawatir."

Bibir itu masih belum kembali ke bentuknya semula. "Jelas saja aku khawatir! Kalau seonsaengnim sakit, tidak akan ada yang bisa mengajarkan aljabar padaku!"

Joonmyun terkikik mendengar pengakuan polos dari muridnya yang baru dua bulan duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama ini. Ia sudah dengar darinya kalau minggu depan, Sehun akan menghadapi ulangan matematika pertamanya. Materi aljabar masih terdengar sulit dan terlihat rumit bagi Sehun. Baru kali ini ia tahu kalau angka dan huruf itu bisa dihitung dan menghasilkan sebuah jawaban.

"Sepertinya mataku sudah lelah menatap huruf X dan Y. Aku benci mereka berdua.." rutuk Sehun sambil memelototi kertas coret-coretannya yang sudah hamper penuh itu.

"Jadi kau membenci kakakmu?" Kali ini giliran Sehun yang terkejut. "Nama kakakmu kan dimulai dengan huruf Y."

Joonmyun tersenyum penuh kemenangan ketika Sehun mulai mengambil pensil birunya lagi dan mencoba berusaha untuk menyelesaikan tiga soal yang tersisa.

"Tidak mungkin aku membenci Yifan hyung. Dia sangat baik! Bahkan ia mau memberikan cemilan yang sedang dimakannya untukku!" Sehun bercerita dengan nada ceria. "Pokoknya aku sangat sayang hyung!"

Hhh, beruntungnya Yifan memiliki adik sebaik dia..

"Ya, ya, ya, aku tahu kalau aku baik, tapi tidak perlu lah membicarakanku di belakang." Tiba-tiba Yifan memasuki area belajar Sehun sambil membawa sebuah kotak putih berukuran kecil yang berisi satu potong kue coklat dan meletakkannya di atas meja.

"Wah hyung sudah pulang!" seru Sehun senang. Kemudian ia bangkit dari duduknya dan membawa pensil serta kertasnya. "Tolong bantu aku.."

Yifan menghela napas. Dirinya sangat lemah dengan tatapan ala anak anjing milik Sehun. "Itu kan tugasmu. Kau harus mengerjakannya sendiri." Tolaknya lembut.

Perlahan kepala Sehun tertunduk dan aura di sekitarnya berubah menjadi gelap. "Hyung jahat.. Hyung tidak sayang pada Sehun.."

Joonmyun hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya. Keluarga yang aneh, batinnya.

"Okay, okay, hyung akan kerjakan."

"Yes! Saranghaeyo hyung~"

Yifan melepas jaketnya dan duduk di atas sofa. Dahinya mengerut ketika membaca soal-soal yang tertera di atas kertas tersebut.

"Jadi selama ini kau berikan soal sesulit ini pada adikku? Guru macam apa kau ini?" protes Yifan pada gadis yang sekarang tengah duduk di seberangnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Soalku yang susah atau kau yang payah, huh?"

.

.

.

.

.

.

"Apa maksudmu memberikan pertanyaan sulit ini pada adikku?" ulang Yifan lagi. "Jawab pertanyaanku."

Joonmyun tertawa pelan, seakan mengejek. "Baca dulu soalnya baik-baik baru bisa protes. Aku sangat yakin kalau adikmu itu sanggup mengerjakannya."

"Tapi tadi dia meminta bantuanku! Itu artinya dia merasa kesulitan!"

"Dia meminta bantuanmu karena dia merasa muak pada pelajaran!"

Suara Joonmyun dan Yifan semakin lama semakin meninggi, membuat Sehun yang juga berada disana merasa ketakutan.

.

.

"Hiks.."

.

.

Mata Joonmyun dan Yifan mendadak melebar setelah mendengar sebuah isakan kecil. Rupanya Sehun kini tengah bersembunyi di belakang bantal besar yang bisa menutupi dirinya. Bantal itu bergetar menandakan kalau orang yang berada di baliknya tengah ketakutan. Buru-buru Yifan melempar pensil serta kertas yang dipegangnya ke sembarang tempat dan memeluk adiknya.

"Maafkan hyung, ya, Hunnie.." Dengan lembut, dielusnya rambut coklat muda milik adik satu-satunya itu. "Kau boleh memarahi kakakmu ini sepuasnya tapi hyung mohon padamu untuk berhenti menangis.. "

Air mata Sehun meluncur halus melewati pipi gembulnya. Hati Joonmyun sedikit terenyuh melihat pemandangan yang memilukan ini. Tatapan khawatir langsung dilemparkannya untuk Sehun yang kini tampak tidak begitu nyaman ketika berada di pelukan sang kakak.

"Hyung dan seonsaengnim jangan bertengkar lagi. Hunnie mau kalau semua orang yang Hunnie sayangi selalu akrab.." Sehun mengusap air matanya cepat-cepat dan meraih tangan kanan dari kedua belah pihak yang kini tampak berwajah masam. "Sekarang baikan, ya?"

Keduanya berjabat tangan sebentar dan Yifan menarik tangannya duluan. Joonmyun menatap jijik laki-laki yang tadi baru saja beradu mulut dengannya.

"Menyebalkan.." gumam gadis berusia tujuh belas tahun tersebut. Tentu suara desisannya itu dapat terdengar oleh Sehun yang berada sangat dekat dengannya. "Dbenar-benar payah.. 300x - 42y + 26y - 15x saja tidak bisa.."

"Seonsaengnim bilang sesuatu?" Tanya Sehun seraya membulatkan matanya lucu.

Joonmyun dilanda kepanikan sesaat sebelum ia memberikan jawaban bohong. "Seonsaengnim tadi bilang kalau Yifan-ssi sangat baik karena itu aku akan memaafkannya." Sahut Joonmyun sambil memberi penekanan pada kata 'Yifan-ssi'. Senyum jahat tertampil di wajah manisnya.

Sebaliknya, ekspresi tidak terima ditunjukkan oleh laki-laki jangkung yang sekarang sudah tidak sanggup menahan rasa jengkelnya.

"Ah, baguslah kalau begitu," kata Sehun, tersenyum senang. "Sekarang Joonmyun seonsaengnim dan Yifan hyung belajar bersama ya. Sehun akan makan kue ini~"

"WHAT?!"

-oOo-

Tangan Yifan menyusuri surai hitam legamnya. Otaknya masih tidak bisa berpikir jernih. Jessicalah penyebabnya. Gadis yang sudah bersamanya sejak dua tahun terakhir ini benar-benar membuatnya hampir gila. Menghilang tanpa jejak. Sebelumnya tidak pernah terlewatkan oleh Yifan satu hari pun tanpa menghubungi Jessica, tapi semua tampak tinggal kenangan. Memo kuning yang ia tempelkan di sudut meja sudah berdebu. Ternyata sudah selama itu ya.., pikirnya dalam hati.

Yifan membanting tubuhnya ke atas kasur empuknya. Menerawang segala yang telah terjadi dan alami bersama gadisnya sambil menatap langit-langit. Yifan terlalu lelah menangis. Dirinya sudah lelah untuk menunggu sesuatu yang tak pasti. Menanti Jessica datang dan kembali ke pelukannya itu bagaikan mimpi yang tidak mungkin terjadi. Walau pun hatinya belum sepenuhnya ikhlas, tapi akal sehatnya seolah menyuruhnya untuk berhenti memikirkan gadis yang telah mengisi perasaannya.

Laki-laki dengan tinggi badan diatas rata-rata itu duduk dan menyenderkan punggung lebarnya ke tumpukan bantl-bantal. Matanya menatap lurus kearah cermin yang kini sedang menampilkan refleksi wajah tampannya.

"Apakah ini adalah saatnya aku untuk move on?"

.

.

.

.

.

.

To Be Continue

.

.

a/n : Finally. ff ini update juga kkk~ Makasih banget untuk semua yang udah baca atau pun review! Oh ya, maafin aku kalo ff yang kubuat terlalu pendek T_T sengaja biar kalian kepo /? #MasYifanTamparAkuMas. Minggu depan, author bakal UAS-_-doakan supaya sukses!'-')9

.

.

Kecup Basah Corner

leeyeol: Jessica pergi biar kris bisa sama suho kkk *ups spoiler :p

ChaFishyHae & jimae407203 :Kecepetan ya? Biar gak kepanjangan soalnya T_T

Assyifa :Nanti bakal ada alesannya di chapter-chapter berikutnya~

Sayakanoicinoe :Siap bos!'-')7

Publish :Cie sunbaenim kepo (?) #ampun Gara-gara Sica tuh-3- Sepertinya dia bakal selalu sama Suho kkk~ Ne~~

PikaaChuu :Gomawo! *love sign* Keep reading!

Yongchan :Iya dong~ seonsaengnim kesayangan (?) Keep reading and you'll find the answer *senyum misterius* #HentikanAkuSebelumTambahParah

honeykkamjong :Okay akan aku usahain kkk~

Raemyoon :Kris bukan anak SMA hehe~ Sica hilang sejauh-jauhnya o_o

kaihun krisho shipper :Di chapter berikutnya krisho moment-nya lebih banyak~ keep reading!

HamsterXiumin :Kkk~ manis kayak aku~ :3 #AbaikanSajaAku

Emmasuho :Baca terus ya3 pasti krisho moment-nya dibanyakin~

Asjgfdg :Suho sama Kris gak satu sekolah hehe~ Sejun? Arraseo kkk~