The Spoiled Kingka
.
.
.
Jung Yunho and Kim Jaejoong
By
Aniss Kim
.
.
.
Go Ahra sedang menundukan wajahnya dihadapan namjachingunya ini, "Mianhae, jeongmall mianhae Jaejoong oppa?"
Kim Jaejoong mengerutkan dahinya, "Waeyo Ahra~ya?"
"Aku rasa.. aku rasa kita berakhir saja!"
"Nde? Museun mariya?"
"Mianhae, aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini." Ahra menyeka air matanya yang terus mengalir.
Jaejoong mengusap wajahnya kasar, "Sebenarnya ada apa? Kenapa kau memutuskanku tiba-tiba? Bahkan kita baru berhubungan dua hari Ahra~ya."
"…"
"Apa kau mencintai namja lain?"
Ahra mengegelengkan kepalanya, "Eopseo oppa! Kau tahukan bahwa aku menyukaimu bahkan sejak kita dibangku elementary school."
"Then why? Apa kurang tampan? Kurang perhatian? Kurang romantis? Apa aku melakukan kesalahan padamu hingga kau tidak bisa mentolelirnya?"
"An-aniya oppa. Tapi aku agak kesepian saat kau menghabiskan waktumu untuk Yunho sunbae. Mengertilah Ini hanya masalah harga diri oppa…"
"Harga diri?"
"Ne. aku tidak kuat mendengar statement mereka oppa ketika mengetahui aku berhubungan denganmu."
"Statement?"
"Ne mereka bilang, aku seperti berlesbi ria. Karena kau terlalu cantik melebihi seluruh yeoja di sekolah ini, aku seperti berpacaran dengan yeoja, oppa. Tidakkah kau sadar ketika kita berkencan di taman kemarin semua orang berbisik-bisik. Okay! Aku tidak mempermasalahkan wajahmu yang begitu indah. Tapi aku tidak kuat jika mereka selalu bergunjing tentang aku, oppa. Kurasa mereka benar oppa, kita tidak pantas bersama. Apalagi aku jauh lebih buruk dari pada kau yang indah dan mempesona."
Jaejoong mengedipkan matanya takjub, bagaimana bisa yeojachingunya ini berfikiran seperti itu. "Ohh astaga Ahra~ya? Apa kau sadar apa yang kau katakan? Kau meragukan genderku? Kenapa kau mengurusi apa kata mereka? Kau itu… Aish!"
"Mianhae hiks.. hiks.. Saranghae oppa, keundae goodbye! Dan kau.. kau juga terlihat cocok dengan Yunho sunbae!"
"YA! Go Ahra kembali! Aish yeoja itu benar-benar!"
Kim Jaejoong mengacak rambutnya frustasi, selalu seperti ini. Diputuskan dengan alasan yang hampir sama. Terlalu cantik!
Kim Jaejoong itu sebenarnya memiliki segalanya, dia berotak encer, salah satu siswa popular, anak konglomerat, baik hati dan ramah, semua orang menyukainya, dia juga amat dermawan.
Siapa yeoja yang tidak akan meleleh jika berhadapan dengan Kim Jaejoong. Hey! Jaejoong itu sangat mempesona, wajahnya yang tampan sekaligus sangat cantik, matanya yang bulat memikat, kulitnya yang putih mulus, senyumnya yang sangat manis. Menjadikannya sosok yang luar biasa indah. Mungkin nasibnya yang tidak seberapa beruntung jika berhubungan dengan cinta. Dia bukannya tidak laku bahkan dia memiliki mantan pacar lebih dari sepuluh, hanya saja usia pacarannya saja yang tidak pernah melebihi sepuluh hari. Semua itu bermasalah karena wajah dan tubuhnya juga umm Jung Yunho.
Mereka selalu iri dan merasa rendah diri jika berdampingan dengannya. Berbeda jika dia berhadapan dengan siswa laki-laki, mereka semua akan bertekuk lutut untuk menjadi semenya. Sekali lagi seme bukan uke! Terutama bayi besar Jung itu.
.
.
.
Jaejoong tengah duduk di kursi penonton yang mengahadap langsung lapangan basket di sekolahnya. Matanya tak henti memperhatikan Jung Yunho yang tengah mendrible bola dan melakukan threepoint. Kursi penonton terlihat sangat ramai dengan yeoja-yeoja yang mengidolakan sahabatnya itu. Apalagi saat melihat Jung Yunho half naked karena merasa risih bajunya basah, mereka semua menjerit-jerit histeris.
Jaejoong memutar bola matanya bosan, "Baru begitu saja sudah heboh. Aku bahkan sudah melihat seluruh tubuhnya." Seketika wajahnya merona, merutuk apa yang baru saja dia fikirkan. Dia menggelengkan kepala, kemudian mengigit sandwichnya tapi sandwich itu tidak akan pernah masuk kedalam lambungnya karena…
Cup..
"Ungghhh..mmppt..ennghhh…." Jung Yunho melepaskan ciumannya kala sandwich itu telah masuk kedalam perut namja tampan itu.
"Napeun bear!" Gerutu Jaejoong, namja tampan itu hanya tertawa tanpa dosa.
"Aku kan lapar Boo."
Sreettt brukk
Jung Yunho menjatuhkan badannya dikursi penonton dan kepalanya dipangkuan Jaejoong.
"Diputuskan lagi Jaejoongie?" Yunho tertawa remeh kearahnya.
Jaejoong menghela nafas bosan, "Menurutmu?" Dia membagi kecil-kecil sandwichnya dan menyuapkannya pada Yunho.
"Sudahlah Jaejoongie, terima saja kalau kau itu tidak bisa menaklukan yeoja manapun seperti sumpah serapahmu itu. Haha" Namja itu melirik Jaejoong yang sedang mengunyah sandwichnya brutal.
"Diamlah bear! Kau membuat mood ku buruk saja."
"Jadi kekasihku saja, eottokae?" Tangannya berusaha masuk dedalam baju seragam Jaejoong dan mengelus perutnya.
"Kau ini! Kau bau Yunnie, pergilah mandi!" Ujar Jaejoong dan menarik tangan Yunho dari dalam bajunya.
"Tapi mandikan ne?"
"Shirreo! Kka!" usir Jaejoong
Jung Yunho beranjak dari tidurnya, "Ne! ne! gajah cantik!"
Cup
Dan satu ciuman pun didapat Jaejoong di dahinya.
Setelah sampai didepan pintu kamar mandi Jung Yunho menoleh ke arah Jaejoong, memastikan namja cantik itu sibuk dengan bukunya. Namja luar biasa tampan itu meraih ponselnya, mendial nomor seseorang.
"Yeoboseyo Yunho hyung?"
"Ne! Aku rasa kerjamu bagus!"
"Tentu saja! Apakah yeoja Go itu sudah memutuskannya?"
"Sepertinya."
"Hahaha jangan lupa janjimu ne hyung?"
"Hmm. Tidak ku sangka ternyata kau hobi begunjing ne Chwang!"
"Ya! Apa-apaan itu! Aku kan hanya menjalankan perintahmu!"
"Ne arraseo. Kirimkan daftar makanan yang kau mau segera."
"Arraseo My Lord. Aku akan mengirimkan 20 jenis makanan yang harus kau kirimkan juga malam ini."
"Ne."
Tutttt tuttt tuttt
Aigooo jadi begini.
.
.
.
Tap tap tap
Yunho terus melangkah memasuki rumahnya, seluruh pekerja menunduk hormat juga pada namja cantik yang setengah berlari mengejar langkah lebarnya.
"Annyeong Jung umma. Yun, tunggu dulu." Pinta Jaejoong, namun namja didepannya masih terus berjalan dan mendiamkannya. Sepertinya bayi beruang itu merajuk.
Mrs. Jung menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya yang kelewat manja jika berhadapan dengan Jaejoong. Bahkan dengan dirinya yang notabene ibunya dia tidak pernah semanja itu.
"Annyeong Jaejoongie."
Mrs. Jung mengulas senyum dan meneruskan kegiatan membacanya.
"Bear, kau marah padaku?" tanya Jaejoong seraya melepas seragam yang digunakan Yunho.
Yunho memasang wajah dingin, "Menurutmu?"
"Mianhae. Aku tidak memberi tahumu sebelumnya." Jaejoong mengeluarkan jurus andalannya yaitu memasang wajah semanis mungkin.
"Kau bahkan menolak ikut denganku ke Jepang, hanya karena Camping musim dingin yang tidak berguna itu."
"Bear… ini tahun terakhir kita di senior high school. Aku tidak ingin melewatkannya. Ijinkan kali ini saja ne! aku juga ingin mengukir kenangan dengan teman-teman kita bear."
"Shirreo! Aku tidak suka kau dikelilingi namja-namja tidak tau diri itu. Aku tidak mau kau sakit karena udara musim dingin. Lebih baik kau menemani ku ke Jepang memantau perusahaan appa sekaligus kita berlibur disana."
"Bukankah setiap musim dingin kita selalu berlibur berdua dan berakhir kau memberikan kissmark diseluruh dadaku. Untung saja kau tidak meniduriku."
"Jadi kau berharap ku tiduri. Kajja!"
Ctakkk
Jaejoong memukul dahi Yunho, "Dasar mesum! Aku tidak bilang begitu tadi!"
Yunho mempoutkan bibir hatinya berusaha terlihat imut yang naasnya terlihat mengerikan, kemudian beranjak kekamar mandi, "Bilang saja kau ingin berdua dengan si yeoja blonde itu. Setahuku dia juga menjabat sebagai ketua camping kan!"
Blaamm
Jaejoong beranjak pulang kerumahnya. "Aigoo, aku harus apa jika dia sudah merajuk seperti itu."
.
.
.
"Yun, Parrang High School mengirim utusannya untuk menantangmu akhir bulan nanti." Jelas Park Yoochun.
"Aku tidak bisa, Chun!"
"Wae?" tanya Changmin heran.
"Boojae memaksaku menemaninya dirumah, setelah aku pulang dari Jepang."
"Justru itu Yun, mereka menantangmu karena menganggapmu Kingka imitasi yang bersembunyi dibalik Your Kitty. Bahkan menurut Seungri saat dia ku tugaskan memata-matai mereka, mereka akan melibatkan Jaejoong kali ini." Kali ini Top yang memberikan informasi.
"Baiklah siapkan segalanya, darahku seketika mendidih bila menyangkut Boojae."
"Bagaimana jika kita bermain-main sedikit dengan mereka, aku, Top, dan Chwang sudah menyiapkan rencana khusus. Mengingat bahwa mereka juga yang membuat Jiyoung dan Junsu menangis di malam Inagurasi."
"Benarkah? Kalau gitu buatlah secantik mungkin."
Seorang yeoja berlari sok imut kearah mereka dan melingkarkan tangannya dilengan Yunho. Mereka semua menatap malas dengan yeoja bling-bling itu. Siapa lagi jika bukan Yoon Haera
"Oppa bagaimana jika kita menikmati dinner malam ini?"
"Tidak boleh!" sebuah suara mengeinterupsi dari arah belakang.
Mata Yunho seketika berbinar manja, "Boojae!" Tapi selanjutnya dia memasang wajah datar, dia harus berhasil merajuk sampai Jaejoong mau ikut denganya ke Jepang.
Jaejoong lalu berdiri ditengah Yunho dengan Haera, "Mian Haera ssi, Yunhoku tidak bisa pergi denganmu karena dia akan pergi denganku!"
"Memang kau siapanya eoh? Bisa melarangku pergi dengannya? Atau kau itu sebenarnya menyukaiku sehingga kau cemburu padaku."
"Bahkan berkhayal pun aku tidak pernah. Jadi bisakah kau mengerti? Ohh ya Yunhoku harus makan siang. Bisakah kau pergi." Usirnya secara halus. Dia membuka kotak bekalnya kemudian menyendokan nasi dan cumi-cumi goreng.
Yeoja itu tidak memperdulikan Jaejoong malah sengaja menyenggol lengan Jaejoong hingga sendok pertama itu tumpah ketanah. Jaejoong memandang sedih nasi yang terbuang itu. Sedangkan mata Yunho berkilat marah, tanpa isyarat dia menyuruh tangan kanannya membawa yeoja ini pergi. Yoochun dan Top mengerti kemudian menyeret yeoja ini pergi dengan membungkam mulut yeoja itu.
Saat ini tinggal mereka berdua, "Kau masih marah bear?"
"…" Bukannya menjawab Jung Yunho malah memasang earphone ketelinganya padahal earphone itu mati. Hanya untuk berpura-pura saja.
Jaejoong menghela nafas, dia tahu Yunho tengah merajuk tapi dia juga harus berhasil untuk mempertahankan apa yang dia mau, terutama agar tujuannya tercapai dimalam tahun baru nanti.
"Ayo buka mulutmu bear! Aku tau kau belum makan sejak pagi."
Yunho menggelengkan kepalanya, tapi tangannya menarik tubuh Jaejoong kepangkuannya dengan mata terpejam. Jaejoong tersenyum dan berpindah kepangkuan namja tampan itu. Dia tau sekesal apapun, semarah apapun, semanja apapun seorang Kingka yang berkepribadian dingin itu tidak akan sanggup jika tidak melakukan kontak fisik dengannya.
"Baiklah-baiklah. 10 sendok saja. Eotte?"
"Ani!"
"Bagaimana ditambah satu pelukan?"
"Ani!"
"Hahhh. Kau harus makan bear, aku tidak mau nanti lambungmu bermasalah lagi. Kau boleh melanjutkan acara merajukmu tapi setelah kau makan."
"Ani!"
"Yunnie…"
"Setiap satu sendok satu long friench kiss!"
"Dasar anak manja! Ne baiklah." Jaejoong mulai menyiapkan bekalnya lagi, tanpa tau Jung Yunho mengulas senyum tipis.
"Kka buka mulutmu!" dengan senang hati Jung Yunho menerima suapan dari Jaejoong, cepat-cepat menelannya untuk kemudian menarik dagu Jaejoong dan menciumnya. Dan begitu terus hingga bekal itu habis dan bibir Jaejoong yang memerah sempurna.
.
.
.
Kim Jaejoong tengah mengepack barang-barang yang akan dibawanya camping besok. Dia juga sudah menelpon Junsu, Kyuhyun, Heechul, Jessica, dan Jiyoung untuk memantau barang apa saja yang harus mereka bawa. Dia tersenyum setelah semuanya selesai.
Andaikan bayi besar itu bisa ikut dia pasti sangat senang menghabiskan masa-masa tingkat akhir mereka dengan kenangan-kenangan yang manis. Mengingat Si Jung yunho itu, mendadak kepalanya pusing sendiri, bayangkan sudah seminggu Yunho mendiamkannya sejak si beruang tampan itu melihat namanya turut ada dalam peserta camping musim dingin yang kerap sekolah mereka adakan tiap tahun.
Jaejoong menghela nafas, ternyata tugasnya belum selesai. "Dasar beruang manja!"
Dan disinilah Jaejoong berada, didepan pintu kamar berwarna hitam dan merah itu. Mengatur nafas dan mencoba masuk kedalamnya. Dilihatnya gundukan selimut yang membelakanginya. Bahkan makanan yang berada di meja nakaspun belum disentuh. Jadi dia benar-benar merajuk?
Jaejoong duduk di sisi gundukan selimut itu, menarik sosok yang ada di dalamnya untuk bangun dan bersandar di headbed.
"…"
"Kau belum makan bear?"
"Umm. Ne."
"Kajja makan dulu!" tanpa suara dan rengekan manja, namja tampan itu membuka mulutnya dan menerima setiap suapan Jaejoong hingga habis.
Jaejoong menaruh piring kosong dan gelas air minum itu kembali, mengelus kepala Yunho yang tengah bersandar dibahunya.
"Kau akan terus marah?"
"…"
"Hey! Aku hanya pergi Camping bukan kencan buta! Aku juga akan menjaga diriku, aku tidak akan sakit. Dan aku juga janji tidak akan dekat-dekat dengan mereka. Kau tidak perlu khawatir."
"Tapi aku tetap tidak suka kau berada jauh dari jangkauanku. Kau itu harus selalu berada disisiku."
Jaejoong tertawa kecil, "Campingnya saja hanya tiga hari, sedangkan kau pergi hampir seminggu."
"Makanya ikut saja denganku di Jepang. Kau tidak mengerti Boo, bagaimana khawatirnya aku saat kau tidak ada kau disisiku. Kau tau bahwa aku selalu bergantung padamu. Kau tau bahwa aku tidak akan bisa tenang jika tidak bisa menjagamu. Kau tau aku tidak bisa jika tidak ada kau disisiku."
"Aku tidak akan kemana-mana bear. Tapi kau juga harus membiasakan diri untuk tidak terus dekat denganku. Aku tidak mau kekasihmu kelak merasa cemburu karena kau terlalu dekat denganku."
Sreett
Jung Yunho menegakkan kepalanya memandang Jaejoong tajam, "Kau tau kan Kim Jaejoong aku tidak suka membahas hal itu."
Jaejoong jadi kalang kabut sendiri melihat perubahan nada bicara Yunho. "Arraseo! Mianhae… tapi boleh ya bear? Ne…" Jaejoong memasang senyum dan wajah yang seimut mungkin demi merayu bayi besar ini.
"…"
'Baiklah tidak ada cara lain' bathin Jaejoong
Brukk
Jaejoong berpindah ke atas pangkuan Yunho.
Ctikk.. satu kancing piyama yang dikenakan Jaejoong terbuka.
"Bear…"
"…" Jung Yunho hanya melirik tapi raut wajahnya sudah mulai berubah.
Ctikk.. dua kancing terbuka.
"Yunnie…"
"…" Jung Yunho sudah mulai merubah duduknya dengan Jaejoong yang masih di pangkuannya.
Ctikkk.. tiga kancing terbuka, menampilkan dada yang putih itu apalagi putting merah muda yang sudah mulai mengintip itu.
"Yunnie bear…"
"Aish…"
Sreettt
Cup
"Ummmhhh…nngghhhhh..mppmhhttcchuuhhh.."
'Hahaha I got you bear!' Jaejoong tertawa puas dalam hati.
Ternyata seorang Jung Yunho yang katanya Kingka paling ditakuti oleh seluruh brandal itu kalah dengan tiga kancing piyama? Okay, sedikit diralat. Kalah dengan dua benda mungil yang ada dipermukaan dada namja cantiknya. Aishhh. Yang benar saja.
Tangan besar dan hangat itu sudah merayap masuk kedalam piyama Jaejoong, meremas dada namja cantik ini dan sesekali memelintir nipple merah muda itu. Bibirnya masih terus mengulum bibir cherry itu.
"Unggghhhh..mmmccckkkkhhh.." Kedua tangan Jaejoong sudah melingkar dileher Yunho.
Brukkk
"Ssssttthhh.. jangan digigit terlalu keras bearhhhh.. unghhh.." Jaejoong sudah berbaring dibawah kungkungan Yunho, sedangkan namja tamjan bermata musang itu terlihat buru-buru melepaskan piyama Jaejoong. Kali ini bibirnya telah bergerilya menciptakan tanda-tanda merah dileher Jaejoong.
Ciumannya terus turun dengan meninggalkan setiap jejak merah di leher, di bahu dan di dada Jaejoong. Dan sekarang ciuman basah itu telah hinggap di pucuk dada Jaejoong yang terlihat mencuat.
"Bearrhhhhh…"
"Mmmpppccchhhh" Jung Yunho terus menghisapnya seperti bisa mengeluarkan Asi. Jaejoong benar-benar kewalahan menahan desahannya. Benar-benar bayi besar ini.
"Pelanhh..pelanhh..uuhh…bear.."
Yah, si tampan nan manja itu terus melaksanakan kegiatan menyusunya sampai dia tertidur dengan bibir yang masih berada didada Jaejoong. Sesekali Jaejoong harus mengerang, kala dadanya terasa nyeri tapi beruang itu masih mengisapnya sampai di alam mimpi.
Cup
Jaejoong mengecup dahi Yunho, "Kita bersahabat kan Yun? Tapi kelakuan manjamu sungguh luar biasa."
.
.
.
END
.
.
.
Heheheh To be Countinue
How are you everybody…
Wahhhh adakah yang mau baca FF yang rada mesum ini? Maaf ne, yang masih di bawah umur.
Terharu geh, banyak banget respon buat The Spoiled Kingka ini. Tadinya ane kira reader ssi bakal ngira ini FF nggak layak tayang. Tapi ternyata… Aku cinta kalian…
Hayo siapa yang masih penasaran dengan hubungan persahabatan Yunjae? Angkat jempolnya dikotak review ne. Kaga maksa, tapi wajib XD Just a Joke…
Ohya Thank You So Much for my beloved readers, like…
yoshiKyu, Dhea Kim, Shawoll na Cassie, JJKim2617, yoon HyunWoon(Aku penasaran geh sama kamu chagy?), Shim JaeCho, Nico Febryan Lim, kim anna shinotsuke(Iya Lampung. Ka Anna dimana?) Vic89 (Kamu aja ne?) Artemis Jung (Gomawo nae dongsaeng), thinseyjshipper, DahsyatNyaff, rinatya12JOYerYJS, Yuan Lian, bearnya jung, Couphie, MyBabyWonKyu, Fetty818, TitaniumSP, .1272, missy84, jeha, jaejae, NippleKitty, lee sunri hyun, .549, jj, Reanelisabeth (PA? Mwoya?) beberapa guest, MaxMin, aprilyarahmadani, nickeYJcassie(maunya diapain ya unn?), Dim, wiendzbica, boojaebear2601, party140988, shipper89, 085298930875, verlova-yjs, jungnana49, fuyu cassiopeia, sexYJae, cho, YunJaeJung, lovgravanime14, Party Kim, unoo,
Thanks to my beloved readers from The Secret Of Us, Like..
Jung Hyejoong, BabyBuby, yoon HyunWoon, D2121, maxyunjae(Jeongmall gomawo, Aniss imnida), joongmax, zhiewon189, Lian Park, wiendzbica, mikiminee, ShinJiWoo920202, Para guest yang masih malu-malu nunjukin wujudnya(?),nanajunsu, nickeYJcassie, Party Kim, nunoel31
Thanks to my beloved readers from Because Triangle, Like:
Vic89, yoon HyunWoon, peachpetals, ShinJiWoo920202, Shim JaeCho(Me too), PURPLE-KIMlee, wiendzbica, nickeYJcassie, , jongindo, rara, jema Agassi, dan para guest plus silent readers.
The Last Thanks to my beloved readers from How To Be A Romantic Boy, Like:
Jung Hyejoong(Jinja), Vic89, leeChunnie, YuyaLoveSungmin, ShinJiWoo920202, Shim JaeCho, PURPLE-KIMlee, aulita jung, spark ju clouds, yui, para Guests, wiendzbica, URuRuBaek, narayejea, nanajunsu, nickeYJcassie, fuyu cassiopeia(Tutup Kuping), Nagi Arisaka, nunoel31.
