Jimin menerima sebotol air mineral yang dilemparkan Hoseok kepadanya.
Hari sudah menunjukkan pukul tengah malam, keenam anggota member Bangtan beserta anggota back-up dancer itu segera membubarkan diri mereka untuk pulang.
.
Mengapa hanya berenam?
Sebuah kejadian kurang mengenakkan menimpa salah satu rapper member mereka.
Ya, Min Yoongi sedang berada di rumah sakit sekarang. Kemarin lusa ia baru saja menjalani operasi pemotongan usus buntunya.
.
Ingat saat ketika mereka mengadakan showcase pertama di Jepang, setelahnya Yoongi dilarikan untuk pulang ke korea dan membawanya ke rumah sakit segera ketika Yoongi mengeluhkan perutnya yang terasa begitu sakit.
Dan benar saja. Usus buntu Yoongi kambuh dan sudah memang seharusnya untuknya melakukan operasi dengan segera.
.
.
.
.
Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear
.
Do not plagiarize!
.
Enjoy!
.
.
.
.
Jimin duduk di tepi ranjangnya dan mengeringkan rambutnya dengan sehelai handuk. Ia kemudian meraih ponsel di sampingnya yang berkedip. Ada pesan masuk disana.
.
"Jimin,"
.
Sebuah pesan dari Yoongi. Yang berisi hanya tulisan untuk memanggil nama Jimin.
Jimin tersenyum dibuatnya. Ia menyampirkan handuknya di leher dan mendial nomor Yoongi.
.
"Hyung..."
"Jimin-ah." Yoongi semakin menenggelamkan kepalanya diatas bantal yang ditidurinya. Kalau ketika ia sehat suaranya selalu terdengar malas, maka ketika Yoongi sakit suaranya semakin terdengar malas.
"Kenapa belum tidur, Hyung?" Jimin mendongak untuk melirik jam dinding. Pukul 12.30 malam. "Apa malam ini kau sendirian?"
Yoongi manyun (yang kalau Jimin melihatnya dia pasti akan menatap Yoongi dengan gemas), "Aku belum mengantuk. Dan ada kakakku sekarang, dia sedang menerima telepon."
.
Jimin tertawa, ingin sekali ia mengusap rambut kekasihnya itu seandainya ia sedang berada di sisi Yoongi.
Percayalah, Yoongi itu hobi sekali tidur, ketika ia berbicara belum mengantuk, pasti ada alasan tersembunyi.
Dan Jimin tahu alasannya.
.
Yoongi mendengus mendengar suara tawa Jimin. "Bagaimana latihan hari ini?"
"Semua lancar kok. Besok pagi kami tinggal rehearsal dan perform."
"Baguslah..."
"Setelahnya kami akan mengunjungimu, Hyung!"
"Hm. Belikan aku makanan ya."
.
Jimin mengerutkan alisnya. "Kupikir kau tidak boleh makan sembarangan dari luar, Hyung? Perutmu 'kan masih—"
"Aish, aku muak dengan makanan yang ada disini. Tidak ada rasanya." Yoongi merengek, membayangkan bubur encer dan sup sayuran yang terasa hambar yang sudah beberapa hari ini selalu menemaninya.
Jimin menggeleng mendengarnya. "Memang kau ingin kubawakan makanan apa, Hyung?"
"Um~ aku ingin ayam goreng, bebek goreng juga boleh, atau bebek peking, beef steak? Nasi goreng seafood juga—"
"Tunggu, tunggu, Hyung. Aku tak yakin dokter akan memperbolehkan semua itu—"
"Belikaaan~" Yoongi mulai merengek lagi.
Jimin mana mungkin 'kan membuat Yoongi marah kalau kekasihnya itu sedang sakit. Kalau terjadi sesuatu yang aneh 'kan repot juga.
.
"Iya deh." Jimin mengusap pelipisnya. "Kubelikan daging presto yang empuk nanti."
"Yeah!"
Jimin kembali tersenyum. Ia menyampirkan handuknya di punggung kursi dan ia sendiri membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Jimin selalu suka ketika Yoongi merasa senang karenanya.
"Sudah mengantuk belum, Hyung?"
.
.
"Hyung...?"
"Yoongi-hyung?"
.
Jimin terkekeh gemas.
Yoongi yang sudah tidak merespon panggilannya begitu membuat Jimin yakin bahwa kekasih manisnya itu sudah jatuh tertidur lebih dulu.
Dasar hobi tidur.
Sekali lagi Jimin tersenyum. Membayangkan wajah tertidur Yoongi.
.
"Selamat tidur, Yoongi-hyung."
.
.
.
.
Yoongi sedang duduk bersandar di ranjang rawatnya dengan sepiring melon yang sudah dipotong kecil-kecil berada di pangkuannya. Ia kemudian meraih remot televisi dan menyalakannya.
Hari ini siaran langsung Gayo Daejeon di stasiun SBS. Yoongi tentu saja ingin melihat member Bangtan lain yang perform hari ini tanpa dirinya.
Menyebalkan sih, tetapi ada untungnya juga Yoongi jadi tak perlu ikut latihan dan bisa bersantai sendirian, khekhe.
.
Acaranya baru saja dimulai. Yoongi menyuapkan melonnya dan mulai menikmati penampilan artis-artis lain yang perform lebih dulu.
.
.
.
Yoongi menyeringai ketika Bangtan mulai muncul dan memasuki main stage. Wow, konsep serba hitamnya membuat Yoongi memberikan tepuk tangan. Ia juga menyukai hair-up style sang Maknae yang selalu memasang wajah sok seriusnya itu. Terlihat jauh lebih dewasa. Dan ketika Yoongi melihat Jimin...
.
Kekasih bocahnya itu lagi-lagi dengan outfit tanpa lengannya. Kali ini terlihat cukup seksi karena warnanya hitam (karena menurut Yoongi, Jimin terlihat jauh lebih seksi dengan outfit putih), sebuah slayer corak hitam-putih melingkari leher Jimin, kemudian rambut jamurnya yang terlihat lucu untuk Yoongi.
.
Ukh, Yoongi jadi kangen 'kan melihatnya...
.
Yoongi menyuapkan kembali melon ke mulutnya ketika Bangtan mulai menampilkan intro dengan rap dan concept trailer mereka. Ah, Yoongi jadi teringat. Konsep untuk Gayo Daejeon mereka ini agak ekstrim juga. Jimin harus melompat dan melakukan hand stand sekaligus.
.
Teriakan fans dari televisi yang memenuhi ruangan dimana Yoongi di rawat itu sengaja Yoongi besarkan volumenya.
Sampai ketika concept trailer mereka di mulai, Yoongi hanya fokus di satu titik.
.
.
.
"Ah!"
.
TRANG.
CLICK.
.
Yoongi refleks mematikan televisinya secara tiba-tiba dan tanpa sengaja menjatuhkan garpu yang dipakainya untuk memakan melon itu. Ia menutup mulutnya dengan kaget.
Barusan ia melihat Jimin jatuh.
Benar-benar jatuh.
Astaga.
Yoongi yakin betul yang barusan itu Jimin benar-benar terjatuh ketika ia melompat dari belakang dan berusaha mendarat dengan hand stand namun... Gagal.
Argh, Yoongi tak berani untuk menyalakan televisinya kembali.
.
Yoongi menggigit jari telunjuknya. Tatapannya memudar dan ia menggumamkan nama Jimin disana. Ia buru-buru meraih ponselnya dan mendial satu nama. Orang yang dikhawatirkannya.
.
"Jimin..."
Yoongi bergumam ketika sambungan teleponnya tak diangkat-angkat.
Yoongi juga mencoba menelepon Manajer-hyung mereka tetapi sama saja, tak ada jawaban.
.
Yoongi kembali menggigit jarinya. Apa mereka melanjutkan performnya? Apa Jimin baik-baik saja?
Pikiran buruk terus memenuhi benak Yoongi.
.
"Ayo angkat..." Yoongi meremas genggaman di ponsel dan selimutnya. Ia terduduk dengan tegang diatas ranjangnya.
.
Sampai ketika setelah beberapa menit kemudian Yoongi mencoba, Jimin mengangkat panggilan juga darinya.
Yoongi buru-buru menyerbu dengan kalimatnya.
"Jimin?!"
.
.
"Woah! Kau hebat bisa bertahan sampai akhir! Kau benar-benar tidak terluka, 'kan?"
Manajer mereka menepuk pelan pundak Jimin. Diikuti juga member lainnya yang menatapnya penasaran. Mereka sedang berada di ruang tunggu, omong-omong.
"Iya, apa punggungmu baik-baik saja?" Namjoon bertanya khawatir. Member lainnya juga menatapnya dengan tatapan khawatir yang sama.
"Aku baik-baik saja kok!" Jimin mengangkat kedua tangannya dan tertawa. "Tidak terluka sedikitpun. Tenang saja! Hehe."
Sang Manajer yang berdiri di sebelah Jimin menghela napas lega, yang diikuti sisa member lainnya.
Untung Jimin baik-baik saja, kalau tidak semakin repot saja nanti. Mana Yoongi masih di rawat pula.
.
"Baguslah. Kutinggal dulu ya. Selesai acara kita menjenguk Yoongi di rumah sakit."
"Siap, Manajer-hyung!"
.
.
Jimin meraih tas ransel hitamnya untuk menemukan ponselnya. Kemudian ia mendudukkan dirinya di sebelah Jin yang sedang sibuk dengan makanannya.
"Hum, mau?" Tawar Jin, menyodorkan manisan di tangannya.
Jimin menolak tawaran Jin, ia membuka ponselnya dan terkejut menatap ponselnya yang terdapat banyak panggilan tak terjawab dari kekasihnya yang sedang berada di rumah sakit itu.
"Tidak, kau saja yang makan, Jin-hyung. Woah—"
"Kenapa?" Jin mendekat kearah Jimin dan melirik ke ponsel di genggamannya.
"Yoongi-hyung mencoba menghubungiku—"
.
Ucapan Jimin terpotong karena ponselnya yang bergetar. Yoongi melakukan panggilan lagi ke ponsel Jimin.
"Yeobeoseyeo, Hyung?"
.
Jin menggerakkan bibirnya tanpa suara menyebut nama Yoongi ke arah Jimin. Dan Jimin mengangguk mengiyakan.
Jin segera beranjak menjauh dari Jimin. Memberikan privasi pada Jimin agar ia bisa bebas berbicara dengan Yoongi di sambungan telepon tersebut.
.
.
Yoongi kembali menegangkan punggungnya (yang membuat perutnya kembali sakit) ketika panggilannya akhirnya masuk dan ia mendengar suara Jimin disana.
"Jimin-ah?"
"Iya, Yoon—"
"Kau tidak apa-apa? Apa kau baik-baik saja? Apa kau-"
"Aku baik-baik saja, Yoongi-hyung." Jimin tersenyum membayangkan wajah Yoongi yang mengkhawatirkannya.
Suara malasnya yang menjadi agak parau malah terdengar manja sekaligus menggemaskan untuk Jimin.
Jimin jadi ingin mengelus pipinya...
.
Ukh, Jimin yang lagi kangen jadi semakin kangen 'kan jadinya.
.
"Jimin? Kau baik-baik saja?"
"Ada sesuatu yang terjadi?"
.
.
"Jimin-ah?!"
.
.
"HEI—"
.
.
"I-iya Hyung, maaf tadi—"
"Kenapa tiba-tiba diam tak menjawabku sih?!"
"Maaf, Hyung. Tadi itu aku—"
"Kau selalu membuatku khawatir, Bodoh!" Yoongi meremas kembali selimutnya. Memberi Jimin kekhawatirannya kembali walau ia hanya mendengar suaranya saja.
.
"Maaf ya, Hyung. Maafkan aku." Jimin berkata lembut dan terkekeh setelahnya. Kemudian ia memberi jeda beberapa saat, membiarkan telinganya yang menempel dengan ponsel itu hanya mendengar suara hembusan nafas Yoongi dari sana.
"Satu jam lagi kami akan mengunjungimu. Sekarang aku harus bersiap dan membantu yang lainnya."
.
Yoongi merilekskan tubuhnya yang masih terduduk di atas ranjang itu.
"Baiklah. Jangan lupa makananku ya."
Jimin terkekeh. "Iya, iya."
.
.
Jeda kembali untuk sesaat. Hanya mendengar suara helaan nafas di sambungan telepon saja sudah membuat Jimin semakin mencintai Yoongi.
.
"Sampai jumpa, Yoongi-hyung."
.
Jimin kemudian berbisik sebelum menutup teleponnya.
"Aku merindukanmu."
.
.
.
.
"Aku merindukanmu."
.
Yoongi berdebar dan perasaannya menghangat begitu saja mendengar bisikan dari Jimin.
Sebelum Jimin benar-benar menutup panggilan teleponnya, Yoongi buru-buru balas membisik.
.
"Aku juga."
.
.
.
.
Yoongi memajukan bibir bawahnya setelah ia mengunyah potongan melon terakhirnya. Piring di pangkuannya yang berisi potongan melon itu baru saja ia habiskan.
Tetapi Yoongi ingin lagi.
Tetapi juga ia terlalu malas untuk beranjak dari ranjangnya hanya untuk mengambil sisa irisan melon yang tergeletak di atas meja di sudut ruangan serba putih ini.
.
Sebenarnya Yoongi bisa saja beranjak dari ranjangnya dan mengambil melonnya sendiri, tetapi ia hanya terlalu malas untuk beranjak.
Lagipula, ia masih merasakan sisa-sisa operasi yang masih terasa sakitnya di perutnya itu.
.
Yoongi segera mendongakkan kepala ketika mendengar suara pintu yang di buka. Ia kemudian tersenyum ketika mengetahui anggota member seperjuangannya itu berbondong-bondong memasuki ruangannya dengan berisik dan agak rusuh.
"Yoongi-hyung!"
Seru Taehyung heboh. Ia yang lebih dulu masuk ke ruangan itu dan memberi Yoongi sebuah pelukan.
Kemudian diikuti member lainnya yang masuk setelah Taehyung.
"Yo, bagaimana keadaanmu?" Tanya Jin yang kemudian duduk di ujung ranjang.
"Jauh lebih baik." Yoongi tersenyum menatapi semua member satu-persatu di ruangan itu. Tetapi sesaat kemudian ia mengerutkan alisnya.
"Mana Jimin? Emm... Manajer-hyung?"
Tanya Yoongi karena ia tak mendapati sosok kekasih bocahnya itu.
"Jimin deh yang ditanyain." Taehyung berucap kemudian ia mendudukkan dirinya di kursi di samping ranjang Yoongi.
"Jimin bersama Manajer-hyung sedang membeli makanan kok!" Seru Hoseok dengan semangat.
.
Yoongi mendelik ke arah Taehyung. "Ambilin melon, sana!" Suruhnya seraya menyodorkan piring yang masih Yoongi pegang itu ke arah Taehyung.
"Malas ah~"
"Yak!"
Yoongi menyalak sebal kearah Taehyung namun tindakan sang Maknae menghentikannya yang tiba-tiba berada di hadapan Yoongi dan mengambil piring di pangkuannya.
"Biar aku saja yang ambil." Ucap Jungkook kemudian beranjak menuju sudut ruangan dimana melon tersebut berada di atas meja. Dan mulai memotonginya dengan kalem.
Yoongi mendengus. "Untung punya Maknae yang nurut." Ucap Yoongi yang membuat Taehyung balas mendengus.
Tanpa sadar yang diomongi sedang menyeringai jahil sambil mengiris potongan melon.
.
.
"Annyeong!"
Setelah mereka mengobrol ini-itu dan tertawa bersama, akhirnya Manajer-hyung datang bersama Jimin dengan membawa kantung makanan di kedua tangan mereka.
"Ayam goreng!"
"Wohoo!"
Seru semua member dengan senang. Mereka segera berkumpul untuk mendapatkan porsi masing-masing dan makan bersama.
.
.
Jimin tertawa merasakan kehangatan semua member sekaligus sahabat seperjuangannya itu. Setelahnya Jimin segera mengalihkan perhatiannya pada Yoongi yang masih terduduk diatas ranjang rumah sakit itu dan menatap Jimin dengan pandangan sayu alaminya.
Yoongi terlihat lebih pucat dari biasanya, tetapi itu tak membuat keindahan darinya pudar begitu saja menurut Jimin. Jimin jadi berdebar menatap kekasihnya itu.
.
Jimin tersenyum kearah Yoongi yang dibalas senyuman tulus juga dari Yoongi.
Jimin segera menghampiri kekasihnya itu dan memeluknya dengan hati-hati. Mengusap rambut karamelnya yang lembut dan berbisik disana yang hanya bisa didengar oleh Yoongi.
"Bogoshippeo, Yoongi-hyung."
Yoongi terkekeh manis selagi ia mengusap punggung Jimin dengan hangat. Ia juga menghela napas lega karena melihat Jimin ternyata benar-benar baik-baik saja di hadapannya.
"Aku juga." Balas Yoongi dengan bisikan yang sama.
.
.
.
.
"Yang lagi merindu, disudahi dulu dong, mau makan, nih!" Goda Taehyung. Yang membuat Yoongi hampir melayangkan garpu bekas ia tadi memakan melonnya yang ternyata masih berada dalam genggamannya.
Jimin melepaskan pelukannya. "Eh eh ini di simpan saja dan sekarang kita makan ya, Hyung." Jimin meraih garpu di tangan Yoongi dan menjauhkannya untuk ia taruh di tempat yang agak jauh dari jangkauan tangan Yoongi.
.
Yoongi mendengus sebal. Sisa member yang lain dan Manajer-hyung hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan tindakan yang sudah biasa-biasa saja itu.
.
.
.
.
End.
.
.
.
.
Nb:
Hai hai, saya dateng lagi xD
Umm, tema ini diambil dari interview starcast yang bilang Suga khawatirin Jimin pas SBS Gayo Daejeon itu karena Jimin jatoh di atas panggung kkk *malah ketawa*
.
Oh! Ffn kena internet sehat kan ya ._. Apa harus pindah aja gitu ya? ._.
.
Yosh! Terima kasih sudah membaca sampai sini. Kritik, saran, keluhan dan sumbangan idenya masih ditampung.
Review, please? :3
